Ustaz Rahmat Baequni : Fitnah Akhir Zaman Sudah Menimpa Kita Sekarang

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Kajian bertajuk ‘Syiah dan Huru-Hara Akhir Zaman’ bersama ketua garda Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Bandung Ustaz Rahmat Baequni di Masjid Baitul Makmur Solo Baru, Grogol, Sukoharjo pada Ahad (18/3/2018) dihadiri ratusan umat Islam Soloraya.

Dalam pemaparannya, Ustaz Rahmat menjelaskan bahwa akan datang huru-hara di akhir zaman nanti, ia mengutip hadist Rasulullah yang mengatakan bahwa fitnah itu akan datang bertubi-tubi seperti hujan dan potongan malam.

“Fakta sejarah terbukti, saat itu Umar bin Khattab yang menjabat sebagai khilafah dibunuh, setelah Umar, semua khilafah dibunuh, dan fitnah itu akan terus muncul karena Umar adalah kunci pembuka fitnah itu, bahkan saat ini muncul fitnah orang gila yang banyak membunuh para Ulama,” terang ustaz Rachmad

Lebih lanjut, Ustaz Rahmat menjelaskan tentang tiga fitnah yang menjadi pembuka pintu Al Malhamah Al-Kubro, dan saat ini, katanya, kita sedang mengalami salah satu masa fitnah akhir zaman itu.

“Pertama Fitnah Ahlas, yaitu fitnah pelarian dan peperangan dari ahlubait Rasulullah, kemudian muncul fitnah sarra yakni kesenangan hidup, dan ini muncul saat umat Islam menguasai negeri ini dan yang terakhir muncul fitnah Duhaima yaitu fitnah kegelapan dan menimpa semua umat di dunia terutama umat Islam, dan saat ini sudah menimpa kita,” paparnya.

Untuk itu, ia berpesan kepada umat Islam agar terus mempelajari Islam terutama tentang akhir zaman, sebab, di akhir zaman, orang yang mengamalkan Islam secara kaffah di ibaratkan seperti seseorang yang mengenggam bara api.

“Semakin dipegang semakin panas, seperti hari ini, dituduh intoleran, anti NKRI, Anti Bhineka Tunggal Ika, dan lainnya,” ujarnya.

“Dan saat ini pemurtadan muncul di tempat umat Islam menimba ilmu, dengan dalih toleransi, orang kafir datang untuk mengurusi pondok pesantren, padahal dia di gereja disebut pendeta, namun disambut oleh kyai di pondok pesantren,” tandasnya

Qatar Tuduh Bank Terbesar UEA Lakukan Transaksi Palsu

QATAR (Jurnalislam.com) – Bank sentral Qatar telah meminta regulator AS untuk menyelidiki sebuah bank Emirati yang dituduh Doha melakukan “perang finansial” melawannya, lansir Aljazeera, Ahad (18/3/2018).

Qatar mengklaim NBAD Americas, anak perusahaan First Abu Dhabi Bank (FAB), terlibat dalam transaksi valuta “palsu” untuk merongrong riyal Qatar dan membahayakan ekonominya.

FAB adalah bank terbesar di Uni Emirat Arab (UEA) dan mayoritas milik negara.

Berharap Krisis Qatar dapat Diselesaikan, Dewan Kerjasama Negara Teluk Libatkan Trump

Firma hukum Bank Sentral Qatar telah menulis surat kepada Departemen Keuangan AS yang meminta untuk menginvestigasi bank UEA atas “perang finansial” tersebut.

Dalam surat lain, firma hukum New York yang memimpin penyelidikan – Paul, Weiss, Rifkind, Wharton & Garrison – meminta Komisi Perdagangan Komoditi Masa Depan AS (the US Commodity Future Trading Commission-CFTC) untuk menyelidiki dugaan manipulasi mata uang Qatar.

“Kami percaya NBAD telah berpartisipasi dalam skema yang luar biasa dan tidak sah untuk berperang melawan Qatar, termasuk melalui manipulasi mata uang Qatar dan pasar sekuritas,” kata firma hukum tersebut dalam sebuah surat kepada Departemen Keuangan AS pada tanggal 26 Februari, yang dilihat oleh Kantor berita Reuters.

“Tindakan ini harus segera dihentikan, dan kami meminta Anda untuk menyelidiki apakah NBAD secara langsung atau tidak langsung mendukung manipulasi pasar Qatar, termasuk melalui layanan kliring dolar atau koresponden NBAD Amerika di Amerika Serikat,” kata surat tersebut.

Qatar Tandatangani Kesepakatan Militer dengan NATO

UEA – bersama Arab Saudi, Mesir dan Bahrain – telah memberlakukan blokade ekonomi di Qatar sejak Juni lalu. Keempat negara tersebut menuduh Qatar mendukung “terorisme” – sebuah tuduhan yang dibantah oleh Qatar.

Berita tentang dugaan manipulasi keuangan tersebut muncul beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump memecat mantan sekretaris negara Rex Tillerson, yang merupakan kritikus vokal atas blokade tersebut dan dinilai sebagai “suara moderasi” mengenai isu-isu kebijakan luar negeri utama.

Putin Kembali Terpilih Menjadi Presiden Rusia

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Presiden Vladimir Putin sejauh ini menerima 75 persen suara dalam pemilihan hari Ahad (18/3/2019), dan dengan mudah memenangkan masa jabatan enam tahun lagi sebagai pemimpin Rusia, lansir Aljazeera.

Kandidat Partai Komunis Pavel Grudinin berada di posisi kedua dengan 13 persen, diikuti oleh nasionalis Vladimir Zhirinovsky dengan 6 persen, hasil yang ditunjukkan Komisi Pemilu Pusat (the Central Electoral Commission) dengan sekitar setengah dari semua suara yang dihitung.

Putin berbicara kepada ribuan orang di Lapangan Manezhnaya dekat Kremlin dengan sebuah pidato singkat, berterima kasih kepada para pendukungnya atas hasil pemilihan.

Trump dan Putin dalam Sambungan Telepon: Bagaimana Caranya Kalahkan Kelompok Jihad

“Saya minimal melihat pengakuan atas yang saya lakukan di tahun lalu dalam keadaan yang sangat rumit. Saya melihat kepercayaan ini dan berharap bahwa kita akan terus bekerja dengan intens dan bertanggung jawab,” kata Putin.

“Kita harus mempertahankan persatuan ini, sangat penting untuk menarik semua orang yang memilih kandidat lain ke sisi saya, kita membutuhkan persatuan untuk bergerak maju.”

Jumlah pemilih 59,5 persen, menurut hasil komisi tersebut. Sebelum pemungutan suara dimulai, ada laporan bahwa pihak berwenang Rusia khawatir tentang kemungkinan rendahnya jumlah pemilih yang dapat mempengaruhi legitimasi.

Temui Putin di Rusia, Ternyata Ini Tujuan Raja Salman

Pemilu di Rusia

Fitnah Pemimpin Syiah Ali Khomeni, Wakil Mantan Presiden Iran Ditangkap

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Seorang wakil mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad ditangkap sebagai bagian dari penyelidikan oleh pengadilan revolusioner negara tersebut, menurut saluran media negara pada hari Sabtu, lansir World Bulletin Ahad (18/3/2018).

Pada bulan November, Pengadilan Revolusioner Iran telah memanggil Esfandiar Rahim Mashaei – yang secara singkat pernah memegang posisi wakil presiden di bawah Ahmadinejad – untuk menjawab beberapa tuntutan pidana.

Rahim Mashaei menghadapi tuduhan “menyebarkan propaganda melawan rezim penguasa Iran”, “memfitnah pemimpin” (yaitu Pemimpin Tertinggi Syiah Iran Ali Khomenei), dan “menghasut di kalangan masyarakat.”

Samakan Ali Khomeni dengan Hitler, Arab akan Bangun Kekuatan Nuklir Jika Iran Buat Bom

Rahim Mashaei sebentar menjabat sebagai wakil presiden Ahmedinejad setelah Pemilu Iran 2009, namun tiba-tiba dipecat sepekan kemudian.

Dia mencoba mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2013, namun pencalonannya diblokir oleh Dewan Konstitusi Wali Iran (Guardian Council of the Constitution), yang memegang banyak kekuasaan di Iran.

Secara terpisah, Hamid Baghaei, yang juga bertugas di bawah jabatan Ahmadinejad telah dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas tuduhan korupsi.

 

Selama Operasi Militer, 29 Desa Juga Dibebaskan Turki dari Milisi Dukungan AS

AFRIN (Jurnalislam.com) – Angkatan Bersenjata Turki dan the Free Syrian Army (FSA) pada hari Ahad (18/3/2018) membebaskan 29 desa lainnya dan merebutnya dari milisi dukungan AS, YPG, selama Operation Olive Branch di wilayah Afrin barat laut Suriah.

Menurut koresponden Anadolu Agency di lapangan, desa-desa Haji Hasanli, Rahmanli, Hasan Dayrli, Dik Ubah, Saghir Ubasi, Syaikh Kulu, Anbarli, Daliyanli, Rutanli, Iki Akhur, Arab Ushaghi, Qatranli, Gulyan Atas dan Bawah, Barbant, Selo, Chorba Ubasi, Gobek, Oksuzlu, Guebek, Abraz, Samatek, Kodlaki, Kalilene, Açoni, Zivenko, Heselik, Beremci dan Kuzhayhil telah dibebaskan dari teroris YPG.

Armada Perang Turki Rebut Kota Afrin dari Pasukan Dukungan AS, PYD

Desa yang dibebaskan berada di dalam segitiga yang digambarkan oleh kota-kota Rajo, Bulbul dan Sharan.

Angkatan Bersenjata Turki dan FSA menguasai pusat kota Afrin pada awal Ahad sebagai bagian dari Operation Olive Branch, yang diluncurkan pada 20 Januari untuk membersihkan wilayah dari teroris YPG.

Pusat kota Afrin sekarang berada di bawah kendali penuh Turki dan FSA di wilayah utara, timur dan baratnya.

Pusat kota Mabatli juga dibebaskan dari teroris oleh tentara Turki.

Erdogan: Kami Berada di Afrin pada Hari Ini, Besok Kami Berada di Manbij

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah Timur Tengah serta untuk melindungi penduduk Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas wilayah Suriah, katanya.

Militer juga mengatakan bahwa hanya target teror yang dihancurkan dan bahwa “perhatian sepenuhnya” diambil untuk menghindari jatuhnya korban dari pihak warga sipil.

Jet Tempur Zionis Targetkan Posisi Hamas di Gaza

GAZA (Jurnalislam.com) – Kelompok perlawanan Islam Palestina Hamas pada hari Ahad (18/3/2018) mengecam serangan udara zionis yang menargetkan kelompok mereka di Jalur Gaza yang diblokade.

“Eskalasi Israel … adalah langkah untuk mencampuradukkan kartu dan membuat orang panik,” juru bicara Hamas Fawzi Barhum mengatakan dalam sebuah pernyataan, lansir Anadolu Agency.

Penjajah Israel menyerang sebuah posisi Hamas di Jalur Gaza timur pada Ahad pagi. Militer mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan tanggapan atas serangan bom di dekat pagar keamanan di perbatasan Gaza.

Hamas Terus Hajar Israel dengan Roket Walaupun Dibalas dengan Serangan Udara

Seorang sumber keamanan Palestina mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan sebuah lahan pertanian kosong di perbatasan timur Gaza.

Tidak ada korban yang dilaporkan.

Barhum mengatakan serangan Israel tersebut merupakan upaya untuk menggagalkan sebuah demonstrasi besar Palestina untuk memecahkan pengepungan Israel selama satu dekade di Jalur Gaza.

Upaya Israel ini “akan gagal”, juru bicara tersebut menekankan.

Pasukan zionis telah memberlakukan blokade yang melumpuhkan di Jalur Gaza sejak 2007 ketika Hamas menguasai daerah pantai tersebut.

Terbaru, Ini Kronologi Kiai NU Kendal Dibacok Orang Tak Dikenal hingga Terluka Parah

KENDAL (Jurnalislam.com)- Teror penyerangan terhadap ulama dan ustaz di berbagai daerah kembali terjadi, kali ini menimpa KH Ahmad Zaenury (57) seorang takmir sekaligus imam masjid At Tuko desa Truko, Kangkung, Kendal dan Agus Sakhban (37) menantunya, yang dibacok dengan senjata tajam oleh orang tak dikenal pada sabtu (17/3/2018) sore hingga menyebabkan luka parah dibagian kepala dan tangan.

Kejadian ini sendiri bermula ketika Agus hendak turun dari mobil yang berada di depan rumahnya, tiba-tiba dari arah seberang jalan raya datang orang tak dikenal dengan berlari membawa parang dan langsung menyerangnya dengan membacok bagian kepala, hingga menyebabkan luka parah, dengan kondisi berlumuran darah, Agus sempat melakukan perlawanan dan akhirnya dirinya berteriak minta tolong.

Inilah Sikap API Jabar Atas Peristiwa Pembacokan Ahli IT Hermansyah

Mendengar teriakan minta tolong dari menantunya, KH Ahmad yang saat itu tidur karena sedang demam, langsung terbangun dan berlari ke arah sumber suara dan berusaha menolong Agus. namun naas, belum sempat menolong, KH Ahmad yang juga salah satu ulama dari Nahdatul Ulama (NU) ini harus merasakan sabetan parang tersebut dibagian tangan kiri hingga menyebabkan luka robek dan membuat kaos yang dipakainya berlumuran darah.

korban pembacokan KH Ahmad

Warga yang saat itu juga mendengar teriakan minta tolong dari Agus langsung berlarian menuju lokasi kejadian, melihat KH Ahmad dan Agus diserang secara membabi buta, beberapa warga langsung melakukan perlawanan terhadap pelaku dan akhirnya berhasil mengamankan pelaku beserta senjatanya. warga yang terlanjur marah akhirnya memukuli dan mengikat tangan pelaku dan selanjutnya dibawa ke Polsek setempat.

Karena terluka cukup parah, warga pun melarikan KH Ahmad dan Agus ke Rumah Sakit di Weleri. Belakangan diketahui, pelaku pembacokan bernama Suyitno warga Johorejo, Gemuh, Kendal. Pantauan Jurnalislam.com, pria berseragam elemen NU seperti Banser ikut mengawal korban .

“Kejadiannya di depan rumah, dan pelakunya sepertinya bukan orang gila, dia mengaku dari desa Johorejo yang memang memang tetangga desa, adapun saat ini korban dibawa ke RSI Weleri untuk dilakukan perawatan lebih lanjut,” kata tetangga korban Nurul Khomsu kepada Jurnalislam.com Sabtu, (17/3/2018).

pelaku berhasil diringkus

Hingga berita ini diturunkan, pihak aparat masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku di polsek Kangkung, aparat kepolisian sendiri hingga saat ini belum memberikan keterangan terkait motif pelaku melakukan penyerangan terhadap Agus dan KH Ahmad.

Keluarga : Intervensi Australia Buktikan Vonis Terhadap Ustaz ABB Adalah Pesanan Asing.

SOLO (Jurnalislam.com)- Putera Ustaz Abu Bakar Ba’asyir (ABB), Abdul Rochim Ba’asyir mengatakan bahwa intervensi negara Australia terhadap pemerintah Indonesia yang akan memberikan keringanan hukuman terhadap ayahnya Ustaz Abu Bakar Ba’asyir (ABB), semakin memperjelas bahwa vonis 15 tahun yang selama ini diterima ABB adalah hasil pesanan dan intervensi dari pihak Asing.

“Dan komentar di akhir-akhir ini semakin menunjukan bahwa selama ini vonis beliau ini pesanan dari asing, jadi intervensi dari yang Australia ini menunjukan hal tersebut,” kata ustaz Iim sapaannya kepada Jurnalislam.com sabtu (17/3/2018).

“Itu selalu seperti itu, dan itu semakin membuktikan bahwa vonis dan penjara terhadap ustaz Abu adalah pesanan asing sebenarnya, sejak dulu kan kita sudah bilang begitu,” sambungnya.

Ustaz Iim menjelaskan, kecurigaan campur tangan asing terhadap vonis 15 tahun dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kepada ustaz Abu sudah muncul sejak awal persidangan.

“Di persidangan sudah jelas kelihatan sekali bahwa persidangan itu tidak matang, kesaksiannya tidak matang dan sebagainya sehingga vonisnya itu terkesan pokoknya pesanannya segini jadi harus segini,” ujarnya.

“Dan hari-hari setelah itu Australia berkomentar positif, Amerika berkomentar positif, kemudian beberapa negara barat yang pro amerika dan australia berterima kasih kepada pemerintah Indonesia, dan ini kelihatan sekali pesanan,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia juga membantah tuduhan yang dialamatkan kepada ayahnya, menurutnya, dana sebesar 350 juta itu akan diberikan kepada lembaga kemanusiaan MER-C untuk kebutuhan aksi sosial.

“Kemudian kita Peninjauan Kembali (PK) karena saat itu membawa nokum baru, bukti baru bahwa ustaz Abu itu tidak bersalah, bukti bahwa dana itu sebenarnya diberikan kepada MER-C tapi diselewengkan kepada yang lain,” pungkasnya.

Menag Berharap Masalah Masjid di Papua Selesai Lewat Musyawarah

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) menuntut pembongkaran menara Masjid Al-Aqsha Sentani karena lebih tinggi dari bangunan gereja yang sudah banyak berdiri di daerah itu. Hal ini menuai respons dari sejumlah pihak.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap agar masalah ini bisa diselesaikan dengan musyawarah. Menag juga mendukung rencana tokoh agama untuk menggelar dialog yang produktif dengan para pihak terkait.

“Selesaikan dengan musyawarah. Kami mendukung penuh langkah-langkah pemuka agama, tokoh masyarakat, dan Pemda yang akan melakukan musyawarah antar mereka,” kata Menag di Jakarta dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Minggu (18/03).

“Saya telah berkomunikasi dengan para tokoh Islam Papua, juga Ketua Umum PGI Pusat dan Ketua FKUB Papua untuk ikut menyelesaikan masalah tersebut,” sambungnya.

Menag juga mengingatkan agar ketentuan regulasi sebagai hukum positif dan hukum adat beserta nilai-nilai lokal yang berlaku haruslah menjadi acuan bersama.

Selain itu, Menag meminta masing-masing pihak mengedepankan sikap saling menghormati dan menghargai, serta tidak memaksakan kehendak dan pandangan masing-masing. Menurutnya, kerukunan antar umat serta persatuan dan kesatuan bangsa harus ditempatkan pada tujuan tertinggi dalam menyelesaikan masalah.

“Kedepankan suasana kedamaian dan kerukunan antarumat beragama di Papua yang telah dicontohkan dan diwariskan para pendahulu kepada kita semua,” ujarnya.

Menag juga telah memerintahkan jajarannya di Kanwil Kemenag Provinsi Papua dan Kakankemenag Jayapura untuk proaktif dalam ikut menyelesaikan persoalan ini. Kakanwil dan Kakankemenag diminta bertindak konkret dengan memfasilitasi proses dialog dan musyawarah yang akan digelar dengan baik.

“Saya minta Kakanwil dan Kakankemenag proaktif dan terus melaporkan progress penyelesaian masalah di sana,” tuturnya.

Diinformasikan bahwa PGGJ menuntut agar pembangunan menara Masjid Al-Aqsha Sentani dihentikan dan dibongkar. PGGJ meminta agar tinggi gedung masjid tersebut diturunkan sehingga sejajar dengan tinggi bangunan gedung gereja yang ada di sekitarnya. PGGJ beralasan menara Masjid Al-Aqsha saat ini lebih tinggi dari bangunan gereja yang sudah banyak berdiri di Sentani.

Ketua Umum PGGJ, Pendeta Robbi Depondoye meminta agar pembongkaran dilakukan selambatnya 31 Maret 2018, atau 14 hari sejak tuntutan resmi diumumkan hari ini. PGGJ juga sudah menyurati unsur pemerintah setempat untuk pertama-tama menyelesaikan masalah sesuai aturan serta cara-cara persuasif.

Armada Perang Turki Rebut Kota Afrin dari Pasukan Dukungan AS, PYD

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan Turki dan kelompok oposisi the Free Syrian Army (FSA) telah merebut pusat kota Afrin di Suriah, yang sebelumnya dikuasai oleh pasukan yang didukung AS, YPG, militer Turki dan Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan.

“Angkatan bersenjata Turki dan the Free Syrian Army telah mengambil alih kendali pusat kota Afrin,” kata militer Turki dalam sebuah tweet pada hari Ahad (18/3/2018), menambahkan bahwa para ahli sedang mencari ranjau darat dan jenis perangkap peledak lainnya di daerah tersebut, lansir Aljazeera.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengumumkan bahwa pasukan pendukung Turki menguasai sepenuhnya pusat kota pada pukul 8:30 waktu setempat (05:00 GMT).

Setelah Taklukan Afrin, Turki Tidak akan Serahkan ke Rezim Assad

Angkatan bersenjata menyebarkan video dalam tweet terpisah sambil menunjukkan bendera Turki yang dikibarkan di pusat kota Afrin.

Video dan foto lain yang dimiliki oleh pejuang FSA yang didukung Turki di media sosial menunjukkan mereka berada di jalan-jalan perumahan, membuat tanda kemenangan dan melambaikan bendera.

Turki – bersama dengan FSA – pada bulan Januari meluncurkan operasi militer ke Afrin di barat laut Suriah untuk mengalahkan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (Kurdish People’s Protection-YPG) yang didukung AS di dekat perbatasannya.

Turki menganggap Partai Persatuan Demokratik Kurdi (the Kurdish Democratic Union Party-PYD) di Suriah dan sayap bersenjatanya, YPG, sebagai “kelompok teroris” karena memiliki ikatan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang.

Presiden Perancis: Kami akan Intervensi Militer ke Ghouta, Serang Suriah

PKK telah melancarkan perang bersenjata selama beberapa dekade melawan negara Turki yang telah membunuh puluhan ribu orang.

PYD/YPG datang untuk mengendalikan petak-petak utara Suriah, termasuk Afrin, dalam perjalanan perang Suriah, terutama melalui pertempuran melawan kelompok bersenjata di Suriah dalam sebuah organisasi payung yang didukung AS bernama Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces-SDF).

Dukungan AS untuk SDF telah membuat Turki marah dan menciptakan krisis diplomatik yang masih berlangsung antara kedua sekutu NATO tersebut.

Turki dan pejuang FSA rebut kota Afrin pada hari Ahad (18/3/2018)