Inilah Sikap API Jabar Atas Peristiwa Pembacokan Ahli IT Hermansyah

14 Juli 2017
Inilah Sikap API Jabar Atas Peristiwa Pembacokan Ahli IT Hermansyah
Aksi solidaritas dan pernyataan sikap API Jabar di Gedung Sate Bandung, Jumat (14/7/2017)

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Aliansi Pergerakan Islam Jawa Barat (API Jabar) menggelar aksi solidaritas terhadap peristiwa pembacokan Hermansyah, pakar IT alumni ITB di depan Gedung Sate Bandung, Jum’at (14/7/2017).

Aksi solidaritas berbalut orasi itu dihadiri oleh berbagai elemen Ormas Islam se-Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, API Jabar mengeluarkan pernyataan sikap atas insiden yg menimpa Hermansyah yang dibacakan langsung oleh koordinator API Jabar, Asep Syaripudin.

Inilah 7 Pernyataan Sikap API Jabar atas penganiayaan biadab Ahli IT Hermansyah:

1. Mengecam keras peristiwa penganiayaan biadab terhadap saudara Hermansyah pakar IT alumni ITB di jalan tol Jagorawi pada hari ahad 9 Juli 2017.

2. Mengucapkan simpati yang mendalam atas musibah yang menimpa saudara Hermansyah. Teriring doa semoga beliau segera sembuh serta segenap keluarga diberi ketabahan dalam menghadapi ujian ini.

3. Mendesak kepada Polri untuk segera menangkap semua pelaku penganiayaan biadab terhadap saudara Hermansyah, kemudian menegakkan hukum yang berkeadilan.

4. Mendesak kepada Polri dapat mengungkap motif sebenarnya dibalik tindakan penganiayaan biadab oleh terduga pelaku, secara profesional dan transparan sesuai harapan publik demi terkuaknya kebenaran dalam kasus ini.

5. Mengenai adanya persekusi terhadap saudara Hermansyah atas keterangannya di media massa yang menyatakan bahwa chat mesum HRS – Firza adalah palsu serta kemungkinan saudara Hermansyah menjadi saksi ahli dalam perkara tersebut, kami berharap Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban untuk melindunginya.

6. Meminta kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) untuk turut serta mengkaji, mendalami, dan menginvestigasi dalam mengungkap pelaku dan motif tindakan penganiayaan biadab terhadap saudara Hermansyah Pakar IT Alumni ITB.

7. Mengimbau kepada segenap ulama dan aktivis Islam serta pejuang Keadilan dan Penjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk senantiasa waspada dan hati – hati serta senantiasa menjalin komunikasi dan bersinergi dalam membela Islam dan Umat Islam, memperjuangkan kepentingan rakyat serta menjaga kedaulatan Negara.