Syaikh Yusuf Estes Telah Tiba di Indonesia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dai asal Amerika Serikat Syaikh Yusuf Estes akhirnya tiba di Indonesia. Syaikh Yusuf Estes sendiri terbang langsung dari Los Angeles kemudian singgah di Incheon Korea Selatan dan transit di Singapura baru melanjutkan perjalanannya ke Indonesia.

Menempuh perjalanan selama lebih kurang 24 jam menggunakan Singapore Airlines, sosok dai terkemuka asal AS ini mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta tepat pukul 7 pagi WIB dan langsung disambut oleh ketua Sahabat Dakwah Internasional (SDI), ustadz Bukhari Wahid dan pembina SDI bapak Haji Sahir.

Dari bandara, Syaikh Yusuf Estes langsung dibawa menuju hotel di kawasan Sudirman untuk melepas lelah setelah sekian lama berada di dalam pesawat.

Agenda resmi Syaikh Yusuf Estes di Indonesia sendiri baru dimulai pada hari Ahad besok (18/3/2018) yaitu mengisi ceramah subuh di masjid Darussalam Kota Wisata, Cibubur dan dilanjutkan ceramah zhuhur di masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.

Selain melakukan safari dakwah di beberapa kota yang ada di Indonesia, Syaikh Yusuf Estes juga akan melakukan beberapa pertemuan dengan berbagai pihak di Indonesia seperti ulama dan pejabat pemerintah.

Ada komentar menarik dari Syaikh Yusuf Estes setibanya di Indonesia. Hal itu disampaikannya langsung kepada ketua SDI, ustadz Bukhari Wahid.

“Dia bilang ke kita, wah servisnya kelas keluarga kerajaan,” ungkap Syaikh Yusuf Estes kepada ustadz Bukhari Wahid. Sepertinya Syaikh Yusuf Estes sangat terkesan dengan sambutan dan pelayanan yang diberikan pihak panitia kepada beliau.

Kedatangan Syaikh Yusuf Estes ke Indonesia difasilitasi oleh Sahabat Dakwah Internasional (SDI) yang sebelumnya juga sukses menghadirkan Dr. Zakir Naik (DZN) dan Mufti Kerajaan Perlis Malaysia, Dr. Mohd Asri Zainul Arifin (Dr. Maza).

Profil singkat Syaikh Yusuf Estes

Syaikh Yusuf Estes dibesarkan dari keluarga penganut agama Kristen yang sangat taat, dia mendapat pendidikan di Texas, sukses dalam berbisnis musik, memiliki toko, acara TV dan menggunakan bakatnya untuk menjadi seorang penginjil, sambil melakukan beberapa khotbah dari Alkitab.

Ada peristiwa menarik yang dia alami, yang peristiwa ini akhirnya merubah total hidupnya. Pada tahun 1991 dia berusaha mempengaruhi seorang Muslim dari Mesir untuk berpindah agama, namun justru akhirnya dia menemukan fakta sebenarnya tentang Islam sejati dan kemudian menjadikan dirinya seorang Muslim.

Terus Dibombardir Rezim, Gelombang Pengungsi Ghouta Capai Jumlah Tertinggi

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jumlah warga sipil yang meninggalkan Ghouta Timur saat militer rezim Suriah terus membombardir, membludak hingga memecahkan rekor.

Sekitar 20.000 orang telah meninggalkan Ghouta Timur, daerah pinggiran Damaskus, – menurut beberapa laporan.

Ghouta Timur telah menjadi pusat pertempuran antara kelompok oposisi dan pasukan rezim Syiah Bashar al-Assad yang didukung Rusia dalam beberapa hari ini.

The Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mengatakan 46 warga sipil, termasuk sedikitnya enam anak, tewas dalam serangan udara di distrik Kafr Batna pada Jumat (16/3/2018) pagi.

Biadab, Jet Tempur Rezim Assad dan Rusia Targetkan Pasar Ghouta, 61 Warga Tewas

Kementerian pertahanan Rusia memperkirakan bahwa tambahan 2.000 orang lagi juga meninggalkan Ghouta Timur pada hari Jumat pagi.

Sementara itu, Bashar al-Jaafari, duta besar Suriah untuk PBB, mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat bahwa lebih dari 40.000 orang dapat melarikan diri dari Ghouta Timur sehari sebelumnya.

Pernyataan Jaafari tidak dapat diverifikasi secara independen.

Gambar yang diposkan online menunjukkan wanita tua di kursi roda dan anak-anak dibawa oleh orang tua mereka saat berjalan di tengah reruntuhan bangunan di Ghouta Timur.

SOHR, sebuah monitor perang yang berbasis di Inggris, mengatakan bahwa sebanyak 20.000 orang telah meninggalkan rumah mereka, dan banyak yang masih menunggu untuk dibawa ke zona aman.

Alan Fisher dari Al Jazeera, melaporkan dari Gaziantep di negara tetangga Turki, bahwa eksodus tersebut diperkirakan terjadi setelah pasukan rezim Suriah memotong pasokan.

Seluruh Ghouta Timur adalah rumah bagi 400.000 orang, dan telah berada di bawah pengepungan pemerintah sejak pertengahan 2013.

Setelah hampir empat pekan melakukan pemboman tanpa henti, yang telah menewaskan lebih dari 1.250 warga sipil termasuk anak-anak, pasukan rezim Syiah Assad semakin dekat untuk menguasai sisa Ghouta Timur, yang memaksa warga sipil untuk melarikan diri.

Aktivis Ghouta: Rezim Syiah Assad Lakukan Semua Jenis Kejahatan yang Ada di Dunia

Pasukan Syiah Assad telah membagi daerah yang dikepung sejak 2013 tersebut menjadi tiga bagian.

Pejuang oposisi anti Assad mengatakan bahwa mereka telah merebut kembali kota Hamouriyah.

Walaupun pertempuran terus berlanjut, sekitar 25 truk bantuan pangan pada hari Kamis diizinkan masuk ke distrik Douma di Ghouta Timur, menurut the International Committee of the Red Cross (ICRC).

WHO: Konvoi Bantuan Obat-obatan dan Peralatan Medis ke Ghouta Disita Rezim Assad

Tidak jelas berapa lama pasokan makanan akan bertahan di daerah yang diyakini dihuni sebanyak 125.000 orang tersebut.

Bantuan tersebut tidak termasuk persediaan medis.

Menurut angka UNHCR, hampir 500.000 orang telah terbunuh dan lebih dari 11 juta orang mengungsi dalam perang Suriah, yang memasuki tahun kedelapan pada hari Kamis.

Sementara itu, pada tingkat diplomatik, menteri luar negeri Rusia, Iran dan Turki bertemu di ibukota Kazakhstan, Astana, mengadakan perundingan mengenai perang Suriah.

Agenda pada pertemuan hari Jumat tersebut mencakup bagaimana menjaga keamanan di zona de-eskalasi yang telah ditetapkan serta masalah politik dan kemanusiaan.

Putaran pembicaraan berikutnya diperkirakan terjadi pada pertengahan Mei.

Reporter Al Jazeera Zeina Khodr, melaporkan dari Astana, mengatakan bahwa pemerintah Rusia sedang berunding dengan oposisi Suriah mengenai situasi di Ghouta Timur.

Namun, ketika menyangkut masalah transisi dan masa depan politik Suriah, pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi tetap tidak bersepakat, katanya.

Helikopter Militer AS Jatuh di Irak saat Menuju Suriah, 7 Tentara Tewas

IRAK (Jurnalislam.com) – Tujuh tentara AS tewas seketika saat helikopter yang membawa mereka ke Suriah jatuh di Irak barat, kata seorang pejabat pertahanan AS, Jumat (16/3/2018).

“Itu adalah operasi transportasi pasukan rutin yang pergi dari Irak ke Suriah, tidak ada yang luar biasa,” lansir World Bulletin.

Sebuah pernyataan Pentagon mengatakan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan Sikorsky HH-60 Pave Hawk dan tampaknya terjadi bukan karena aktivitas musuh.

Taliban: Helikopter Tempur Chinook Amerika Ditembak Jatuh di Begama, Puluhan Tewas

Helikopter AS lainnya yang menyertai helikopter yang jatuh itu melaporkan kecelakaan tersebut dan sebuah pasukan reaksi cepat yang terdiri dari anggota Pasukan Keamanan dan Koalisi Irak mengamankan tempat kejadian.

“Tragedi ini mengingatkan kita akan risiko yang dihadapi seluruh pria dan wanita setiap hari dalam melayani bangsa kita. Kami memikirkan orang-orang tercinta dari anggota layanan ini hari ini,” kata Brigadir Jenderal Jonathan Braga.

“Kami berterima kasih kepada Pasukan Keamanan Irak atas bantuan segera mereka dalam menanggapi insiden tragis ini.”

Identitas mereka yang terbunuh akan diumumkan setelah keluarga terdekat diberi tahu.

Pesawat Tempur Rusia jatuh di Suriah, 39 Tentara Tewas Seketika

Lokasi jatuhnya helikopter AS, Sikorsky HH-60 Pave Hawk
Lokasi jatuhnya helikopter AS, Sikorsky HH-60 Pave Hawk

Dua Serdadu Israel Tewas dalam Bentrokan Hari Jumat dengan Rakyat Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Dua tentara penjajah Israel terbunuh dalam sebuah serangan mobil di dekat kota Yabed di Jenin di Tepi Barat Palestina yang diduduki, menurut laporan media Israel.

Insiden Jumat (16/3/2018) tersebut terjadi saat bentrokan antara warga Palestina dan pasukan penjajah Israel meletus di berbagai tempat di Tepi Barat yang diduduki, lansir Aljazeera.

Dua orang lainnya terluka dalam serangan tersebut, salah satunya dalam kondisi kritis, menurut laporan.

Situs Jerusalem Post mengatakan bahwa tersangka pengemudi mobil, yang telah melarikan diri dari tempat kejadian, dilaporkan ditangkap oleh pasukan keamanan Israel dan terluka ringan.

Tentara Israel Berondong Pasangan Palestina yang Gendong Bayi dengan Granat

Militer Israel mengatakan di Twitter bahwa tersangka, Alaa Rattab-a-Latif Kabha yang berusia 26 tahun, telah dibawa ke rumah sakit dan diinterogasi.

Militer Israel juga kemudian menambahkan akan menangguhkan ijin kerja keluarga “seluruh” tersangka.

Ini bisa berarti pembatalan 67 usaha dan 26 izin perdagangan.

Avigdor Lieberman, menteri pertahanan Israel, menyerukan agar hukuman mati dijatuhkan atas Kabha dan menuduh Otoritas Palestina berada di balik insiden hari Jumat.

“Kami akan bertindak untuk memastikan bahwa dia akan menerima hukuman mati, menghancurkan rumahnya dan menghukum semua orang yang berkolaborasi dengannya,” katanya.

“Tidak ada yang namanya terorisme individu, terorisme ini didukung oleh Mahmoud Abbas dan Otorita Palestina yang memberi uang kepada keluarga teroris,” kata menteri pertahanan zionis.

Laporan Jerusalem Post mengutip Hazam Kasam, juru bicara Hamas, mengatakan bahwa “serangan ini memperjelas bahwa Intifadah berlanjut bagi rakyat Palestina.”

LRC: Penjajah Israel Hancurkan 5.000 Rumah Warga Palestina di Yerusalem

Di tempat lain di wilayah pendudukan, protes rakyat palestina diadakan untuk memperingati 100 hari kemarahan sejak deklarasi nyeleneh Presiden AS Donald Trump tentang Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan pengumuman perpindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Demonstrasi tersebut menyebabkan sedikitnya tiga warga Palestina dan dua tentara Israel menderita luka-luka.

Protes terus berlanjut di wilayah Palestina yang diduduki setiap Jumat sejak pernyataan Trump.

Warga Palestina mempertahankan bahwa Yerusalem Timur harus menjadi ibu kota negara Palestina masa depan dalam kesepakatan damai masa depan dengan Israel, sementara Israel menganggap seluruh Yerusalem menjadi bagian dari wilayahnya.

Israel menjajah dan kemudian mencaplok Yerusalem Timur pada tahun 1967 dalam sebuah langkah yang tidak diakui oleh masyarakat internasional.

Sedikitnya 27 warga Palestina telah terbunuh sejak keputusan Trump tiga bulan lalu, sebagian besar ditembak mati dan tewas dalam bentrokan dengan pasukan penjajah Israel.

AS Tawarkan Daerah Ini sebagai Pengganti Ibukota Palestina, Ini Kata Hamas

Pekan lalu, pasukan Israel membunuh seorang pria Palestina yang cacat mental dalam bentrokan di daerah Bab al-Zawiya di kota Hebron di Tepi Barat yang diduduki.

Warga Palestina di wilayah yang diduduki telah tinggal di bawah pemerintahan militer Israel selama lebih dari setengah abad.

Untuk memasuki Yerusalem, orang-orang Palestina harus mengajukan izin kepada Israel.

Banyak orang Palestina, karena pembatasan oleh pasukan penjajah Israel, dilarang memasuki Yerusalem.

Keputusan Trump dipandang sebagai pukulan lain bagi harapan yang semakin berkurang di antara warga Palestina untuk prospek negara Palestina merdeka.

Waspada Defisit Perdangan

Oleh: Mohammad Faisal, PhD – Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE)

Setelah menikmati surplus sejak tahun 2015, neraca perdagangan Indonesia dalam tiga bulan terakhir kembali jatuh defisit. Dengan defisit pada bulan Februari 2018 sebesar USD 0,12 Miliar, maka total defisit dalam tiga bulan sejak Desember 2017 menjadi USD 1,1 Miliar. Defisit perdagangan selama tiga bulan berturut-turut ini adalah yang pertama kali terjadi sejak tahun 2014. CORE Indonesia memandang kondisi ini patut mendapatkan perhatian
serius pemerintah setidaknya karena tiga alasan berikut.

Pertama, net ekspor yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi selama 2017 dengan pertumbuhan 21%, berpotensi memberikan sumbangan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini. Artinya, upaya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di tahun ini menjadi semakin sukar.

Kedua, defisit perdagangan akan semakin mendorong pelebaran defisit transaksi berjalan (current account deficit) yang menjadi salah satu faktor pendorong pelemahan nilai tukar Rupiah, selain faktor eksternal (misal, penaikan suku bunga acuan the Fed di AS). Ketiga, belum ada peningkatan kinerja industri manufaktur secara berarti, terutama industri yang berorientasi ekspor. Indonesia masih sangat bergantung pada ekspor komoditas. Padahal, seperti halnya negara-negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam, ekspor manufaktur yang kuat akan dapat meredam terjadinya defisit perdagangan, khususnya pada saat ekspor komoditas andalan (seperti sawit) cenderung melemah, dan harga minyak dunia terkerek naik. Sebagai perbandingan, kontribusi ekspor manufaktur hanya 47% dari total ekspor Indonesia, sementara kontribusi ekspor manufaktur terhadap total ekspor Vietnam dan Thailand saat ini sudah mencapai 78%.

Faktor pendorong defisit
Defisit perdagangan dalam tiga bulan terakhir setidaknya didorong oleh dua faktor, yakni pelebaran defisit migas dan penyempitan surplus nonmigas. Pelebaran defisit migas terjadi akibat peningkatan impor migas yang didorong oleh kenaikan harga minyak dunia. Pelebaran defisit migas sebenarnya sudah terjadi sejak bulan Februari 2016, sejalan dengan harga minyak yang mulai bergerak naik dari USD 30/barel pada Januari 2016 menjadi USD 64/barel
pada Februari 2018, bahkan sempat menyentuh di atas USD 70/barel pada Januari lalu.

Akibatnya, defisit migas yang pada Februari 2016 hanya USD 10 juta meningkat menjadi USD 870 juta pada Februari 2018, atau meningkat 8600%.

Di sisi non-migas, ekspor manufaktur yang sejak Januari 2016 mengalami tren kenaikan, dalam tiga bulan terakhir mengalami kontraksi sebesar 11%, dari USD 11,5 miliar (November 2017) menjadi USD 10,3 miliar (Februari 2018). Ekspor tambang yang mengalami peningkatan sejak paruh kedua 2016, dalam dua bulan terakhir ikut terkoreksi 15,3% dari USD 2,7 miliar (Desember 2017) menjadi USD 2,3 miliar (Februari 2018). Bahkan, ekspor pertanian
mengalami penurunan yang lebih tajam sebesar 25,6% dalam tiga bulan terakhir.

Manakala ekspor manufaktur tumbuh lemah sebesar 12% dalam setahun terakhir (Maret 2017 – Februari 2018), impor tumbuh lebih cepat sebesar 18,7% pada periode yang sama. Bahkan, dalam tiga bulan terakhir pertumbuhan impor mencapai 23,7%. Memang, peningkatan impor ini sebagian besar (75%) didorong oleh belanja bahan baku dan bahan penolong, yang merupakan indikasi terjadinya peningkatan aktivitas industri manufaktur di dalam negeri. Sayangnya, hal ini juga menunjukkan tingginya tingkat ketergantungan industri domestik terhadap bahan baku impor.

Meskipun dalam beberapa bulan ke depan ada potensi untuk kembali surplus, struktur neraca perdagangan masih sangat rentan mengalami defisit karena masih lemahnya peran ekspor manufaktur. Apalagi, defisit migas masih cenderung melebar karena dorongan kenaikan harga minyak dan peningkatan volume impor migas antisipasi lebaran. Sementara ekspor komoditas sawit yang menjadi andalan utama Indonesia menghadapi berbagai
ancaman proteksi di berbagai negara, khususnya Eropa, Amerika, bahkan negara importir terbesar India.

Kondisi ini sekali lagi menjadi warning bagi pemerintah untuk segera menempatkan upaya peningkatan daya saing industri manufaktur secara komprehensif sebagai agenda utama ke depan. Bukan sekedar untuk memperkuat neraca perdagangan, tetapi juga untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi.*

Muslimat Dewan Dakwah Gelar Pelatihan Bisnis Keripik Singkong

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Muslimat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) menggelar Pelatihan Home Industri dan motivasi bagi ibu-ibu muslimah di Aula Masjid Al-Furqan, Jakarta (Kamis, 15/3/2018).

Melihat pertumbuhan ekonomi saat ini yang ternyata didominasi oleh para konglomerat non-muslim, muslimat harus bisa mengambil peran membangkitkan ekonomi umat walaupun hanya dengan keripik singkong. Hal ini, sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw yang berhasil membangun ekonomi Islam dengan menguasai pasar-pasar saat berada di Madinah.

Muslimat harus mengambil perannya dalam kebangkitan ekonomi Islam”, demikian pesan Ir. Muhammad Iqbal dalam sambutannya.

Pelatihan yang bertajuk “Berani Gagal, Berani Sukses” ini mendatangkan pemateri Ibu Muslimah, seorang pengusaha keripik singkong yang cukup sukses meraup omset ratusan juta rupiah setiap bulannya.

Motivator yang dahulunya seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia ini membeberkan rahasia kesuksesannya berbisnis kripik singkong berlabel “Cantir”. Ia memulai usahanya hanya bermodalkan Rp50 ribu. Inspirasinya datang lantaran ia merasa orang kampung, yang juga terbiasa dengan cita rasa jajanan kampung berupa olahan singkong. Usahanya bermula dengan berjualan di kereta commuter linenya yang tadinya masih diperbolehkan, lalu dititipkan di warung-warung tradisional.

“Untuk mengembangkan usaha, akhirnya saya beranikan meminjam modal dari KUR, waktu itu dapat Rp5 juta,” katanya sambil menambahkan, selain keripik Cantir, wanita ini juga membuat jenis jajanan lainnya berbahan dasar singkong.

Di tangannya yang terampil, sisa-sisa potongan singkong tak bernilai diolah menjadi cemilan nikmat dan gurih. Wanita berkerudung ini mampu merubah jajanan ‘kampung’ menjadi cemilan trendi di Jakarta. “Saya beri nama Cantir untuk melestarikan budaya aslinya, juga agar nama yang tadinya terlalu kampungan jadi terkenal,” ujar Ibu Muslimah.

Turut hadir dalam pelatihan yang berlangsung satu hari ini, Ustadzah Andi Nuruljannah, Lc selaku Ketua Muslimat Dewan Da’wah Pusat. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu program Biro Ekonomi dan UKM Muslimat Dewan Da’wah Pusat. “Pelatihan ini akan berlanjut di beberapa perwakilan Muslimat Dewan Da’wah Daerah di seluruh Indonesia salah satunya kota Medan yang menyatakan telah siap”, jelasnya.

Dewan Da’wah Pusat pun telah siap memfasilitasi seandainya perwakilan daerah menghendaki pelatihan serupa.

Peserta yang berjumlah ratusan tampak cukup antusias mengikuti jalannya acara. Tidak hanya teori yang didapat, peserta juga berkesempatan praktik membuat dan mencicipi keripik singkong olahan Ibu Muslimah yang saat ini pangsa pasarnya sudah go Internasional.

Siaran Pers

Presiden Perancis: Kami akan Intervensi Militer ke Ghouta, Serang Suriah

PARIS (Jurnalislam.com) – Perancis memiliki kekuatan militer yang diperlukan untuk melakukan intervensi militer di Suriah secara independen atau dengan sekutu AS, kata pejabat militer tinggi negara tersebut pada hari Jumat (16/03/2018).

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada hari Senin bahwa negaranya akan siap menyerang jika menemukan “bukti tak terbantahkan” bahwa senjata kimia telah digunakan untuk membunuh warga sipil di Ghouta Timur.

Biadab, Jet Tempur Rezim Assad dan Rusia Targetkan Pasar Ghouta, 61 Warga Tewas

Berbicara kepada radio Prancis Europe 1, Kepala Staf Jenderal Francois Lecointre mengatakan: “Presiden Macron tidak akan membuat pernyataan seperti ini jika dia tidak yakin bahwa kita memiliki kekuatan militer,” lansir Anadolu Agency.

Ketika ditanya apakah Prancis akan mengkoordinasikan langkah tersebut dengan sekutu AS, Lecointre mengatakan: “Ya, tentu saja, ini pasti terkait dengan Amerika, tidak diragukan lagi.”

Sekjen PBB: Jika Assad dan Rusia Terus Membombardir Ghouta maka AS akan Bertindak

“Perancis memiliki kesempatan untuk melakukan tindakan secara mandiri, tapi harus menunjukkan solidaritas dengan sekutu penting yang strategis, kami memiliki visi yang sama …. tentang situasi di Suriah,” tambahnya.

Pekan lalu, sebuah komisi penyelidikan PBB mengeluarkan sebuah laporan yang mengatakan rezim Suriah melakukan kejahatan perang di Ghouta Timur, daerah yang terkena dampak di Damaskus, termasuk penggunaan senjata kimia pada warga sipil, juga yang menyebabkan kelaparan massal, dan mencegah evakuasi medis di Ghouta.

Cegah PBB Selidiki Serangan Bom Kimia di Suriah, AS Salahkan Rusia

Biadab, Jet Tempur Rezim Assad dan Rusia Targetkan Pasar Ghouta, 61 Warga Tewas

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Puluhan orang tewas pada hari Jumat (16/3/2018) dan ratusan lainnya cedera, ketika rezim Syiah Suriah dan pesawat tempur Rusia menyerang sebuah pasar yang ramai di Ghouta Timur, daerah pinggiran Damaskus yang dikendalikan oposisi anti Assad.

Menurut badan pertahanan sipil the White Helmets, sedikitnya 61 warga sipil terbunuh dalam serangan yang terjadi di kota Kafr Batna tersebut.

Sekjen PBB: Jika Assad dan Rusia Terus Membombardir Ghouta maka AS akan Bertindak

Seorang koresponden Anadolu Agency yang berbasis di daerah tersebut melaporkan bahwa pesawat tempur tersebut menargetkan pasar utama Kafr Batna, yang penuh dengan warga.

Rumah bagi sekitar 400.000 penduduk sipil, distrik Ghouta di Suriah timur tetap menjadi target pengepungan rezim Syiah Assad dan blokade yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir.

Kemkominfo: Program Registrasi Kartu Hindari Pengguna dari Berita Hoaks

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kemkominfo R. Niken Widiastuti mengatakan program registrasi kartu prabayar dilakukan untuk menghindari pengguna dari tindakan tidak bertanggung jawab di dunia maya.

“Salah satu tujuan program registrasi kartu prabayar ini adalah agar masyarakat terdata sehingga tidak menjadi anonim. Karena, anonimitas berpotensi atas perilaku dan tindakan tidak bertanggung jawab di dunia maya,” katanya saat membuka acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB 9) bertajuk “Registrasi Data Kartu Telepon: Aman dan Terjamin” di Ruang Serba Guna Kemkominfo, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Dirinya berharap usai program tersebut, praktik-praktik negatif yang kerap mengganggu seperti ujaran kebencian dan berita bohong atau hoax, bisa terminimalisir.

Kemkominfo Klaim Tidak Ada Kebocoran Data Pelanggan Kartu Prabayar

“Kami akan memberikan perlindungan kepada masyarakat, agar tidak terus menerus mendapat indormasi menyesatkan di dunia maya, yang saat ini sudah dinilai cukup mengganggu,” pungkasnya.

Kemkominfo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pastisipasi masyarakat yang telah memenuhi registrasi kartu prabayar.

“Kita patut bersyukur, tingkat antusiasme masyarakat sangat tinggi dalam ikut serta program registrasi ulang kartu prabayar sesuai data kependudukan seperti NIK dan nomor KK. Terhitung sudah Lebih dari 351 juta penduduk yang melakukan registrasi,” tuturnya.

Reporter: Gio

Diam-diam Arab Saudi Lakukan Ini dengan Pemberontak Syiah Houthi

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pejabat Saudi dan pemberontak Syiah Houthi telah mengadakan pembicaraan rahasia selama berbulan-bulan untuk mengakhiri perang tiga tahun yang menghancurkan Yaman, menurut sebuah laporan berita.

Pihak-pihak yang bertikai tersebut membahas cara-cara untuk menghentikan konflik yang telah menyebabkan 22 juta warga Yaman sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, kata para diplomat dan pejabat Yaman kepada kantor berita Reuters, Kamis (15/3/2018).

Perang telah menewaskan sekitar 10.000 orang, menyebabkan jutaan orang menghadapi kelaparan, dan memunculkan wabah penyakit.

Sumber yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan bahwa juru bicara Houth,i Mohammed Abdul Salam, telah bertemu dengan pejabat Saudi di Negara tetangga, Oman.

“Ada konsultasi antara pemberontak Houthi dan Saudi, tanpa perwakilan pemerintah yang diakui secara internasional, dan jelas bahwa Houthi dan koalisi memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan komprehensif,” kata seorang diplomat seperti dikutip.

Serangan Koalisi Arab desak Pasukan Besar Houthi ke Pinggir Kota Haradh

Resolusi konflik akan dimulai dengan sebuah gencatan senjata yang akan menghentikan pertempuran dan memungkinkan negosiasi kesepakatan damai definitif yang menjelaskan kepentingan kedua belah pihak, kata beberapa sumber.

Para diplomat mengatakan kepada Reuters bahwa pembicaraan tersebut telah berlangsung selama dua bulan. Perundingan tersebut mengikuti upaya mediasi sebelumnya antara pemerintah Yaman dan Houthi yang diadakan di Kuwait pada tahun 2016.

Kedua belah pihak belum mengomentari laporan berita tersebut.

Arab Saudi, yang memimpin sebuah koalisi militer melawan para pemberontak Syiah Houthi, meluncurkan intervensi di Yaman untuk mengembalikan pemerintahan Presiden Abu-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional.

Serangan udara koalisi gagal membawa perubahan nyata pada medan pertempuran dimana Houthi terus mengendalikan ibukota, Sanaa, dan sebagian besar Yaman utara.

Koalisi Arab: Syiah Houthi Targetkan Arab Saudi dengan 95 Rudal Balistik

Ribuan serangan udara yang dipimpin Saudi telah membunuh ratusan warga sipil Yaman. Pasukan koalisi telah membuat kenaikan teritorial sederhana, namun tampaknya jauh dari merebut kembali ibukota dari pejuang berpengalaman.

Tanpa kemenangan, dan ketika perang mendorong negara tersebut menuju kelaparan, pejabat Saudi – termasuk Pangeran Mahkota dan Menteri Pertahanan Mohammed bin Salman – telah menyatakan keinginannya untuk mengakhiri konflik tersebut.

Dewan Keamanan PBB mengatakan pada hari Kamis bahwa 22,2 juta orang – dari 27,5 juta penduduk Yaman – membutuhkan bantuan kemanusiaan, meningkat 3,4 juta dibandingkan tahun lalu.

Dewan tersebut menyatakan keprihatinannya atas serangan tanpa pandang bulu terhadap daerah berpenduduk padat yang menyebabkan tingginya korban sipil dan kerusakan yang signifikan pada infrastruktur sipil.

Begini Laporan PBB Tentang Pelanggaran HAM Koalisi Arab dan Houthi dalam Perang Yaman

“Dewan Keamanan mengungkapkan keprihatinannya yang besar atas terus memburuknya situasi kemanusiaan di Yaman, dan dampak kemanusiaan yang menghancurkan akibat konflik terhadap warga sipil,” katanya dalam sebuah pernyataan.

DK PBB meminta semua pihak untuk “menghormati dan melindungi sekolah, serta fasilitas dan personil medis.”

Dewan ini juga mengecam penggunaan sekolah sebagai depot senjata oleh pemberontak Houthi dan mengutuk “dengan kalimat yang paling tegas” dalam serangan rudal balistik oleh Houthi di Riyadh pada bulan November dan Desember 2017.