Bantai Warga Gaza, Liga Arab Desak ICC Seret Petinggi Israel ke Pengadilan Internasional

RIYADH (Jurnalislam.com) – Komite Permanen Liga Arab pada Hak Asasi Manusia pada hari Selasa (15/05/2018) menyerukan kepada jaksa Pengadilan Pidana Internasional (the International Criminal Court) untuk segera menyelidiki “kejahatan penjajah Israel” terhadap warga Palestina.

“Israel adalah entitas yang menindas dan membunuh dan para politisi serta perwiranya harus dibawa ke Pengadilan Pidana Internasional,” kata Amjad Shamout, ketua komite, dalam sebuah pernyataan.

Shamout merujuk pada pembunuhan puluhan orang Palestina oleh pasukan Israel selama bentrokan dan protes pada hari Senin atas pembukaan kedutaan AS di Yerusalem yang sangat kontroversial.

Kepala jaksa ICC, Fatou Bensouda, mengatakan pada hari Selasa bahwa dia akan “mengambil tindakan apa pun” untuk mengadili kejahatan.

Erdogan: Kami Tidak Akan Pernah Akui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

“Staf saya dengan waspada mengikuti perkembangan di lapangan dan merekam setiap dugaan kejahatan yang bisa masuk ke dalam yurisdiksi pengadilan,” katanya dalam sebuah pernyataan kepada AFP, seraya menambahkan: “Kekerasan harus dihentikan.”

Pemimpin Liga Arab Ahmed Abul Gheit mengutuk “pembantaian” warga Palestina, yang katanya adalah “kejahatan perang”.

Dalam sebuah pernyataan, dia meminta komunitas internasional untuk “melindungi rakyat Palestina, yang telah memilih jalan perjuangan damai dan telah dihadapkan dengan kebrutalan, kekerasan dan pembunuhan.”

Liga Arab akan mengadakan pembicaraan darurat hari Rabu untuk membahas apa yang disebut relokasi kedutaan “ilegal” ke kota yang disengketakan.

Status Yerusalem mungkin adalah masalah paling sulit dalam konflik Israel-Palestina.

Israel mengklaim seluruh kota sebagai ibukotanya, sementara Palestina melihat Jerusalem timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Serangan dari Segala Arah Taliban Bungkam Pasukan Bentukan AS-NATO di Kota Farah

FARAH (Jurnalislam.com) – Para pejuang Imarah Islam Afghanistan (Taliban) menyerang kota Farah di Afghanistan barat dari berbagai arah dalam pertempuran yang sedang berlangsung untuk merebut ibukota provinsi tersebut.

Penyerang menyerbu beberapa pos pemeriksaan militer di kota itu, dan pertempuran sengit masih berlangsung pada hari Selasa (15/5/2018), kata pejabat provinsi Fared Bakhtawer. Dia mengatakan korban jiwa tinggi tetapi tidak bisa memberikan angka yang tepat, Aljazeera melaporkan.

“Pos-pos pemeriksaan militer di sekitar kota telah runtuh ke tangan Taliban, menyebabkan korban besar di antara pasukan militer Afghanistan,” kata Bakhtawer.

NATO mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jet tempur pembom A-10 sedang mengitari Farah.

Target Utama AS dan NATO, Taliban Umumkan Operasi Musim Semi Baru

Farah berbatasan dengan provinsi Helmand di mana Taliban menguasai beberapa distrik.

Samihullah Samim, seorang legislator dari Farah, mengatakan bagian kota berada di bawah kendali Taliban, dengan pertempuran sengit terjadi hanya 300 meter dari kediaman gubernur.

Jika Taliban mendapatkan pijakan, maka pejuang Taliban dari provinsi tetangga akan membanjiri kota, dia memperingatkan.

“Jika pasukan militer tidak dapat mengendalikan seluruh kota pada akhir hari, maka akan sangat sulit untuk mengendalikan kota dalam waktu dekat,” kata Samim.

Taliban gunakan senjata hasil ghanimah dari pasukan AS

Namun, juru bicara kementerian dalam negeri Najib Danish mengecilkan keseriusan serangan itu untuk mengendalikan suasana. Dia mengatakan sedikitnya enam pasukan militer tewas dan 12 lainnya, termasuk wakil kepala polisi provinsi, terluka dalam pertempuran itu.

Dia mengatakan unit komando dan bala bantuan lainnya telah dikerahkan. “Tidak ada indikasi bahaya bahwa kota Farah jatuh ke tangan Taliban,” kata Danish.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, mengatakan para pejuang datang dari berbagai arah dan dengan cepat menyerbu beberapa pos pemeriksaan.

Penduduk yang tinggal di Farah bersembunyi di rumah mereka. Toko-toko, kantor-kantor pemerintah dan sekolah-sekolah ditutup untuk sementara waktu, media setempat melaporkan.

Hadapi Agenda Tahunan Taliban, NATO akan Kawal Pemilu di Afghanistan

Serangan hari Selasa “seharusnya tidak membuat pasukan pemerintah lengah”, kata analis militer dan pensiunan jenderal Atiqullah Amarkhail.

“Bahkan warga negara biasa menyadari Taliban secara bertahap mengambil alih lebih banyak wilayah dan menjadi kekuatan yang tangguh di provinsi ini,” katanya.

Dia menuduh pemerintah dan pimpinan militer “menutup mata” sampai Taliban benar-benar memasuki kota.

Taliban telah menguasai distrik-distrik di seluruh negeri, dan pasukan militer serta polisi Afghanistan yang dibentuk AS-NATO telah berusaha untuk mengatasi serangan yang tak henti-hentinya dalam beberapa tahun terakhir.

Peringatkan PM Zionis Netanyahu, Erdogan: Hamas Bukan Organisasi Teroris

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa (15/05/2018) mengirim “pesan peringatan” untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengatakan Hamas bukanlah organisasi teroris.

“Pengingat untuk Netanyahu: Hamas bukan organisasi teroris dan Palestina bukan teroris. Ini adalah gerakan perlawanan yang membela tanah air Palestina melawan kekuatan pendudukan,” tulis Erdogan di akun Twitter resminya, lansir Anadolu Agency.

“Dunia berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Palestina melawan penindas mereka,” tambah sang presiden.

Aneh, Israel yang Bantai Warga Gaza, AS Malah Salahkan Hamas

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sedikitnya 62 demonstran Palestina telah menjadi martir akibat tembakan lintas perbatasan oleh pasukan penjajah Israel dalam salah satu peristiwa pembantaian satu hari yang paling mematikan dalam sejarah negara itu.

Sebelumnya pada hari Selasa, Erdogan mengatakan PM Israel “berlumuran darah Palestina di tangannya” menyusul pembunuhan tanpa pandang bulu oleh pasukan penjajah Israel di Jalur Gaza yang terkepung.

“Netanyahu adalah PM negara apartheid yang telah menduduki lahan penduduk yang tidak berdaya selama lebih dari 60 tahun dengan melanggar resolusi PBB,” kata Erdogan.

“Dia berlumuran darah Palestina di tangannya dan tidak bisa menutupi kejahatan dengan menyerang Turki. Ingin pelajaran tentang kemanusiaan? Baca 10 perintah,” tambahnya.

Erdogan: Kami Tidak Akan Pernah Akui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

Ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan timur Jalur Gaza sejak Senin pagi untuk mengambil bagian dalam protes yang ditujukan untuk memperingati hari Nakba dan memprotes pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sejak demonstrasi perbatasan dimulai pada 30 Maret, lebih dari 100 lebih demonstran Palestina telah gugur akibat tembakan lintas-perbatasan pasukan penjajah Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Pekan lalu, pemerintah Israel berdalih protes perbatasan yang sedang berlangsung merupakan “keadaan perang” di mana hukum humaniter internasional tidak berlaku.

Erdogan: Kami Tidak Akan Pernah Akui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

LONDON (Jurnalislam.com) – Turki tidak akan pernah menerima keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa (15/05/2018).

“Kami tidak akan pernah menerima upaya AS untuk memindahkan kedutaan ke Yerusalem dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata Erdogan dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May setelah pertemuan mereka di London, lansir Anadolu Agency.

Erdogan mengatakan “kebijakan acuh tak acuh pemerintah AS” mendorong Israel lebih memperkuat penjajahannya dan kebiadaban mereka di Palestina.

“Israel mengambil langkah-langkah ini dengan logika ‘Saya mampu, karena itu saya benar'”, kata presiden, menambahkan “Israel adalah penjajah di sana dan terus meneror [warga Palestina].”

Lakukan Pembantaian pada Warga Palestina, Erdogan: Israel adalah Negara Teroris

Dia menyeru masyarakat internasional dan PBB “untuk bertindak tanpa membuang-buang waktu dan menghentikan penindasan di Palestina ini.”

Sambil mengingatkan suara Majelis Umum PBB pada keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Erdogan mengatakan 128 negara menolak langkah AS.

“Sejarah tidak akan memaafkan Anda [AS], kita akan melihat kenyataan ini; sejarah tidak akan pernah memaafkan Israel, kita akan menyaksikan sat ini juga,” tambah Erdogan.

Erdogan: Turki Tidak akan Menyerah dalam Memperjuangkan Yerusalem

Presiden Turki menggarisbawahi bahwa “pesan kuat” dari Istanbul akan diberikan kepada dunia pada hari Jumat karena Turki, sebagai presiden dari Organisasi Kerjasama Islam (the Organization of Islamic Cooperation), menyerukan pertemuan darurat atas pembunuhan di Gaza.

May juga menyerukan “penyelidikan independen dan transparan” untuk mencari tahu apa yang terjadi di Gaza kemarin.

“Hilangnya nyawa yang telah kita lihat adalah tragis dan sangat memprihatinkan. Kekerasan semacam ini merusak upaya perdamaian dan kami meminta semua pihak untuk menahan diri,” katanya.

Jumlah Warga Palestina yang Gugur Menjadi 62 Orang dan Terluka 3.188

Sedikitnya 62 warga Palestina telah gugur dan ribuan lainnya terluka oleh pasukan zionis Yahudi di sepanjang perbatasan Gaza pada hari Senin dalam aksi protes yang menandai peringatan Nakba dan relokasi Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sejak aksi protes di perbatasan dimulai pada 30 Maret, lebih dari 110 demonstran Palestina telah gugur oleh tembakan lintas-perbatasan pasukan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Jumlah Warga Palestina yang Gugur Menjadi 62 Orang dan Terluka 3.188

GAZA (Jurnalislam.com) – Jumlah warga Palestina yang gugur akibat tembakan tentara Israel selama aksi anti-pendudukan di sepanjang perbatasan Jalur Gaza meningkat menjadi 62, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, Selasa (15/5/2018).

Ashraf al-Qidra, juru bicara kementerian itu, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa seorang warga Palestina yang tidak dikenal menjadi martir ketika tentara Israel melepaskan tembakan ke perbatasan timur kamp pengungsi Al-Bureij di Gaza tengah.

Aneh, Israel yang Bantai Warga Gaza, AS Malah Salahkan Hamas

Sebelumnya pada hari itu, seorang warga Palestina berusia 51 tahun – yang diidentifikasi sebagai Nasser Ahmed Mahmoud Ghorab – tewas sebagai martir oleh pasukan Israel yang dikerahkan di sepanjang perbatasan Gaza-Israel yang penuh, al-Qidra mengatakan dalam sebuah pernyataan terpisah.

Kematian itu membawa jumlah total demonstran Palestina yang telah meninggal dunia sejak kemarin menjadi 62, termasuk 8 anak di bawah umur, menurut pejabat kementerian, yang menempatkan jumlah korban luka sebanyak 3.188, dalam waktu yang sama, lansir Anadolu Agency.

Ribuan warga Palestina menggelar unjuk rasa massal di perbatasan timur Jalur Gaza pada hari Senin untuk memperingati hari Nakba dan memprotes pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Darurat Al Aqsha: Al Quds Dikepung Puluhan Ribu Warga Zionis Yahudi

Sejak unjuk rasa dimulai pada 30 Maret, lebih dari 110 demonstran Palestina telah tewas dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan lintas-Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Turki telah mengutuk kekerasan Israel terhadap demonstran Palestina dan memanggil duta besarnya dari Israel dan AS untuk konsultasi. Afrika Selatan juga memanggil utusannya dari Israel.

Sambut Ramadhan, Walikota Bima Imbau Warga Makmurkan Masjid

BIMA (Jurnalislam.com) – Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1439 H, Walikota Bima, H Quraish H Abidin mengimbau warganya untuk melaksanakan ibadah puasa dengan damai dan tenteram. Imbauan tersebut dituangkan dalam Surat Imbauan Walikota Bima pada Selasa (15/5/2018)
H Quraish mengajak umat Islam untuk meningkatkan amalan-amalan pada bulan Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan sosial dan memakmurkan masjid dengan shalat berjamaah lima waktu.
Berdasarkan Peraturan Dact’ah Kota Bima Nomor 7 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Kctertiban Urnum dan Ketenteraman Masyarakat dan hasil Rapat Komunitas Inteh’jen Dacrah (KOMINDA) Kota Bima tentang Keamanan, Kenyamanan, kckhusyuan, dan menghormati Bulan Suci Ramadhan Tahun 1439 H/ 2018 M, maka:
1. Melaksanakan Ibadah Puasa pada Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya ldul Fitri Tahun 1439 H/2018 M, dengan suasana damai dan tenteram saling menghormati antara pemeluk agama.
2. Meningkatkan amalan-amalan Bulan Suci Ramadhan serta menggalakkan kegiatan amaliah Ramadhan seperti Ibadah Sosial keagamaan sebanyak banyaknya antara lain Melaksanakan puasa Ramadhan, Shalat Tarawih, Dzikir, Tadarus Al-Qur’an, Zakat, Infaq dan Shadaqah.
3. Memakmurkan seluruh Masjid dan Mushalla dengan melaksanakan Shalat 5 (Lima) Waktu dan Shalat Sunnah Tarawih, Membaca Al-Qur’an selesai Shalat Tarawih sampai Jam 21.30 Wita serta Dzikir dan Shalawat sebelum berbuka Puasa.
4. Polres Kota Bima dan Satuan Pol. PP Kota Bima Melakukan Razia/penyitaan terhadap tempat Penjualan/Pemakai Miras, Narkoba, Petasan, Pengendara Motor yang membunyikan Knalpot Racing yang sangat mcngganggu kekhusyuan dun Kenyamanan orang yang beribadah, Kos-Kosan yang meresahkan Masyarakat dan Rumah-rumah makan yang membuka/menjual makanan pada siang hari di Bulan Suci Ramadhan.
5. Menutup sementara tempat hiburan umum (kafe, karaoke, biliar) dan sejenisnya yang dianggap sensitif, agar tidak menimbulkan keresahan masyarkat.
6. Mengantisipasi anak jalanan (anjal), Gelandangan, dan pengemis (gepeng) yang bermunculan selama Bulan Suci Ramadhan 1439 H /2018 M.
7. Melarang memproduksi, memperdagangkan, membakar, dan membunyikan mercon/petasan, dan atau hal-hal lain yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
8. Menjaga ketenangan dan ketertiban selama Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya ldul fitri 1439 11/2018 M.
9. Mengoordinasikan dengan aparat dan instansi terkait serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat dalam melakukan penertiban dan pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi lingkungan masing-masing dalam wilayah hukum Kota Bima.

Nasir Jamil: ‘Tidak Betul Terorisme Dikaitkan dengan Simbol Agama Tertentu’

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Revisi Undang-undang Terorisme No.15 Tahun 2013 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Nasir Jamil, menyayangkan tindakan persekusi kepada perempuan bercadar yang beredar baru-baru ini.

Nasir menegaskan, terorisme adalah tindakan yang tidak bisa diidentikan dengan ras atau agama tertentu.

“Terorisme itu kan perilaku, jadi tidak betul kalau kemudian itu (terorisme-red) diidentikan dengan agama dan ras tertentu, apalagi dikaitkan dengan simbol-simbol agama,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

“Presiden sendiri bilang jangan takut, terus ngapain takut dengan orang yang bercadar,” ujarnya.

Nasir juga mengimbau pejabat pemerintah dan aparat keamanan untuk menghindari mengeluarkan pernyataan kontra produktif yang hanya akan memperkeruh suasana.

“Justru pernyataan-pernyataan para pejabat di bidang keamanan itu harus lebih kondusif, bukan menghadap-hadapkan masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, beredar video pendek seorang perempuan bercadar dikeluarkan dari bis dan dibawa petugas keamanan untuk diperiksa.

Video lain yang beredar juga memperlihatkan seorang santri sedang mengeluarkan isi dus bawaannya di hadapan dua orang polisi bersenjata lengkap.

Soal Serangan Gereja, Ansharusyariah: Ada Upaya Pecah Belah dan Melemahkan Bangsa

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Juru Bicara Jamaah Ansharusy Syari’ah Abdul Rochim Ba’asyir mencurigai penyerangan gereja dan beberapa tempat di Surabaya melibatkan pihak yang tidak diketahui yang ingin bangsa ini semakin lemah.

“Jama’ah Ansharusy Syari’ah mencurigai bahwa ada kekuatan gelap yang sedang memainkan peran dalam berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi di negara ini dengan memanfaatkan kalangan tertentu untuk tujuan melemahkan bangsa ini dan memecah belah umat Islam di Indonesia,” kata pria yang karib disapa Iim ini dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com, Selasa (15/5/2018).

Karenanya, ia menyerukan agar negara dan aparat keamanan bertindak professional, jujur dan adil dalam mengungkap para pelaku dan motif serangan yang sebenarnya.

“Jama’ah Ansharusy Syari’ah mengecam segala bentuk serangan dan pembunuhan secara sporadis hingga mengakibatkan korban dari kalangan yang tak bersalah,” pungkasnya.

Jamaah Ansharusy Syari’ah Kecam Kekerasan terhadap Umat Beragama dan Tempat Ibadah

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Menyikapi serangan terhadap gereja di Surabaya, Jamaah Ansharusy Syari’ah menolak dan mengecam segala bentuk kekerasan terhadap umat beragama dan rumah ibadah.

“Jama’ah Ansharusy Syari’ah meyakini bahwa Islam berlepas diri dari perlakuan demikian dan menolak kekerasan antar umat beragama,” kata Juru Bicara Ansharusyariah Abdul Rochim Ba’asyir dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com, Selasa (15/5/2018).

JAS juga, kata pria yang karib disapa ustadz Iim menyerukan kepada pemerintah untuk tidak membiarkan penodaan agama apapun demi menjaga kerukunan antar umat beragama di negara kita.

Umat Islam pun diimbau untuk tetap menjaga kerukunan antar umat beragama dan tidak mengganggu prosesi ibadah tiap – tiap agama.

“Jama’ah Ansharusy Syari’ah mengajak segenap masyarakat Indonesia khususnya umat Islam untuk menjaga keamanan mengingat bahwa negara kita sedang memasuki tahun-tahun politik,” pungkasnya.

 

Soal Serangan Gereja, MUI- GUIB Sarankan Bentuk Tim Independen Pencari Fakta

SURABAYA (Jurnalislam.com)—Serangan bom di Gereja Surabaya menyisakan banyak pertanyaan. Bahkan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sempat mengklarifikasi pernyataannya bahwa pelaku pernah ke Suriah, padahal faktanya tidak.

Masih belum terungkapnya beberapa fakta terkait aksi serangan gereja, Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur dan Gerakan Umat Islam Bersatu Jatim mendesak polisi agar bisa mengusut tuntas kasus serangan ini.

“Kami mendesak aparat menangkap pelaku, mengungkap aktor intelektual tragedi tersebut dan pihak–pihak terlibat agar segera diajukan ke pengadilan,” dalam sebuah pertanyaan yang ditandatangani Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori, baru-baru ini.

Ia pun mengimbau kepada pihak berwenang khususnya aparat kepolisian untuk mengusut tragedi bom ini secara transparan dan adil, dan segera membentuk Tim Independen Pencari Fakta (TIPF).

Tim ini, sarannya, melibatkan MUI, Akademisi, Tokoh masyarakat, Ormas Islam dan Komnas HAM.

“Ini untuk menghilangkan kecurigaan dan prasangka di tengah masyarakat,” katanya.

Pernyataan sikap yang ditandatangani GUIB dan MUI Jatim ini merupakan pernyataan bersama ormas Islam Jatim seperti NU, Muhammadiyah, Hidayatullah, DDII, DMI, FPI, HMI, ICMI, PII, dan puluhan ormas dan komunitas Islam lainnya.