Sabtu, 17 Syawal 1447 / 04 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Kemenag Rilis Nama 200 Mubaligh Terekomendasi, Belum Ada Nama Abdul Somad

18 Mei 2018 21:42:54
Kemenag Rilis Nama 200 Mubaligh Terekomendasi, Belum Ada Nama Abdul Somad

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kementerian Agama merilis 200 nama mubaligh atau penceramah yang direkomendasikan untuk bisa mengisi berbagai kegiatan keagamaan baik di masjid, musalah, atau kantor sekalipun. Rekomandasi ini dibuat sebagai respon dari pertanyaan masyarakat.

“Selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi mubaligh oleh masyarakat. Belakangan, permintaan itu semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama mubaligh,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seperti dikutip dari lama resmi kemenag.go.id, Jumat (18/5/2018).

Lukman menjelaskan, mubaligh yang bisa masuk dalam 200 daftar rekomendasi Kemenag tidak sembarangan. Mereka harus memenuhi syarat, yakni mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi.

Namun, dalam rincian nama-nama tersebut, tidak ada nama mubaligh kondang seperti Ustadz Abdul Somad, Ustadz Adi Hidayat, atau Ustadz Felix Siauw.

Menag menjelaskan, 200 Nama ini merupakan tahap awal dan berasal dari masukan tokoh agama, ormas keagamaan, dan tokoh masyarakat. Nama ini akan terus bertambah seiring dengan banyaknya mubaligh di Indonesia.

“Nama yang masuk memang harus memenuhi tiga kriteria itu. Namun, para mubaligh yang belum masuk dalam daftar ini, bukan berarti tidak memenuhi tiga kriteria tersebut,” ujar Menag.

“Artinya, data ini bersifat dinamis dan akan kami update secara resmi,” imbuh dia.

Masyarakat bisa mengetahui informasi tentang mubaligh yang direkomendasikan Kemenag melalui nomor WhatsApp 0811-8497-492. Berikut 200 nama mubaligh yang direkomendasikan Kemenag.

Kategori : Nasional

Tags : kemenag mubaligh terekomendasi ustadz abdul somad

Fadi Abu Salah, Pejuang Difabel yang Gugur Oleh Sniper Penjajah Israel

18 Mei 2018 12:36:54
Fadi Abu Salah, Pejuang Difabel yang Gugur Oleh Sniper Penjajah Israel

GAZA CITY (Jurnalislam.com) – Fadi Abu Salah, 30 tahun, adalah satu dari 62 martir yang tewas di tangan pasukan Israel saat melakukan demonstrasi damai di dekat pagar perbatasan Gaza-Israel. Pria difabel yang sudah lama dikenal sebagai aktivis ini turut memprotes pendudukan Israel dan relokasi kedutaan besar AS ke Yerusalem.

Lahir di Jalur Gaza pada 1988, kedua kaki Fadi harus diamputasi pada 2008, setelah serangan salah satu pesawat nirawak kiriman Israel ke Gaza membuatnya cidera.

Sepuluh tahun kemudian, Fadi tewas akibat peluru menembus dadanya.

Dalam wawancara dengan Anadolu Agency yang dilakukan pada 30 Maret, Fadi sempat berkata dia akan terus berpartisipasi dalam demo-demo di Gaza “sampai Palestina bebas dan pendudukan [Israel] diangkat”.

“Dia berkata kepada saya, jaga baik-baik anak-anak, lalu pergi,” istri Fadi, Amina, berkisah kepada Anadolu Agency tentang pertemuan terakhirnya dengan sang suami.

Berkaca-kaca, Amina mengingat ketika dia bersama mendiang suami dan kelima anak mereka turut ambil bagian dalam protes nahas itu.

“Tentara Israel melempari kursi rodanya dengan bom gas beberapa kali,” tutur dia.

“Fadi ingin menunjukkan kesetiaanya pada Palestina dan Yerusalem; dia ingin musuh tahu kalau kami bersedia mengorbankan nyawa kami untuk Masjid Al-Aqsa,” imbuhnya.

“Saat saya mendengar berita itu dari telepon, saya merasa tak percaya. Saya segera lari ke rumah sakit. Di sana, saya melihat saudara laki-lakinya mendorong kursi roda Fadi yang sudah kosong dan saya tahu dia telah menjadi martir,” kenang Amina penuh duka.

Kepada para pembunuh suaminya, Amina bertanya, “Mengapa mereka harus membunuh dia? Mengapa mereka harus merenggut seorang ayah dari anak-anaknya?”

“Para pembunuh ini tak punya belas kasih; tak punya hati nurani,” ujar dia tentang tentara Israel.

Intisar Abu Salah, ibu Fadi, berkata putranya kehilangan kedua kakinya saat Israel menyerang dengan drone pada 2008.

“Kami mengira saat itu dia telah gugur, namun Allah masih menyelamatkannya,” ujar dia.

“Bulan suci Ramadan sudah datang dan dia kini tidak ada lagi di sini,” tukasnya muram.

“Saya tidak tahu bagaimana menjalani bulan ini tanpa dia.”

 

*Artikel ini telah dimuat Anadolu Agency Indonesia dengan judul “Aktivis difabel dan kesetiaan pada Yerusalem yang tak pernah mati”

Kategori : Internasional Islamaster

Tags : aksi protes di gaza Fadi Abu Salah hari nakbah palestina

Presiden Perancis Kutuk Tindakan Biadab Israel atas Pembantaian Warga Gaza

18 Mei 2018 09:46:47
Presiden Perancis Kutuk Tindakan Biadab Israel atas Pembantaian Warga Gaza

PARIS (Jurnalislam.com) – Presiden Emmanuel Macron pada hari Kamis (17/05/2018) mengutuk “tindakan keji” pasukan Israel terhadap para aksi unjuk rasa warga Palestina yang tidak bersenjata di Jalur Gaza serta menunjukan kekecewaannya Perancis.

“Pada titik ini saya sangat jelas: Perancis mengutuk tindakan keji ini – dan korban sipil sebagai akibatnya, terutama pada hari Senin dan berlanjut pada jam-jam terakhir,” kata Macron pada konferensi pers di Sofia setelah KTT Uni Eropa-Balkan Barat, Anadolu Agency melaporkan.

Ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan timur Jalur Gaza untuk ambil bagian dalam protes menandai peringatan ke-70 pendirian Israel – sebuah peristiwa yang disebut oleh warga Palestina sebagai Nakba atau Malapetaka (“Bencana”) – dan memprotes pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

OKI Gelar Pertemuan Darurat Hari Ini, Bahas Pembantaian di Gaza

Pada hari Senin, sedikitnya 62 demonstran Palestina terbunuh dan ribuan lainnya terluka oleh pasukan penjajah Israel di sepanjang pagar Gaza-Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Sejak demonstrasi Gaza dimulai pada 30 Maret, lebih dari 100 warga Palestina telah menjadi martir oleh tembakan tentara Israel.

Pekan lalu, pemerintah Israel mengklaim protes perbatasan yang sedang berlangsung merupakan “keadaan perang” di mana hukum humaniter internasional tidak berlaku..

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha al quds palestina perancis

Arab Saudi dan Uni Emirat Setuju Yaman Dipecah Jadi Dua

18 Mei 2018 09:37:10
Arab Saudi dan Uni Emirat Setuju Yaman Dipecah Jadi Dua

YAMAN (Jurnalislam.com) – Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) cenderung mendukung pembagian Yaman, duta besar kedua negara tersebut untuk PBB mengatakan kepada Al Jazeera.

Dalam wawancara pada hari Rabu (16/05/2018), Ahmad al-Sayyad, duta besar dan kepala delegasi permanen Yaman untuk UNESCO yang berbasis di Paris, mengatakan “ada sinergi antara peran Arab Saudi dan UEA. Ada kecenderungan tersembunyi untuk memecah Yaman.”

Komentar Al-Sayyad muncul setelah krisis atas pulau Socotra, barat daya Yaman.

UAE mengerahkan 300 tentara, bersama dengan tank dan artileri, ke Situs Warisan Dunia UNESCO yang terkenal tersebut pada awal Mei.

Sudah 3 Tahun Konflik, Berikut Sejumlah Fakta Kunci Perang di Yaman

Pasukan Emirat menyita semua lembaga penting di sana, termasuk bandara, pelabuhan dan markas pemerintah, menurut warga.

Langkah itu mendorong aksi protes penuh kemarahan.

“Kami akan mengirim delegasi internasional ke Socotra sebelum berubah menjadi warisan yang terancam,” kata al-Sayyad.

Terletak di sebelah timur Tanduk Afrika di Laut Arab, pulau berpenduduk 60.000 orang, yang dikenal karena flora dan faunanya yang unik, telah dikelola oleh Yaman selama lebih dari dua abad terakhir.

Namun sejak UAE memasuki perang Yaman pada Maret 2015 sebagai bagian dari koalisi pimpinan Saudi yang berusaha untuk menyingkirkan pemberontak Syiah Houthi dan mengembalikan kekuasaan kepada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, Abu Dhabi telah mengeksploitasi kekosongan keamanan dan mencoba untuk mendapatkan pijakan di pulau yang strategis tersebut.

Pada hari Senin (14/5/2018), Ahmed Obeid bin Daghr, perdana menteri Yaman, mengatakan krisis telah diselesaikan.

Mengacu pada pergeseran kesetiaan di Yaman, al-Sayyad mengatakan, “setelah tiga tahun hingga sekarang, koalisi masih tidak tahu apa yang diinginkan di Yaman.”

Pertempuran Meningkat di Aden: Pasukan Yaman Dukungan Saudi vs Separatis Selatan Dukungan UEA

“Sudah waktunya untuk duduk dengan koalisi yang dipimpin Saudi dan mencari tahu apa yang mereka inginkan di Yaman,” katanya.

Yaman dan UEA adalah sekutu dalam koalisi yang dipimpin Saudi, tetapi hubungan antara kedua negara itu memburuk ketika pengaruh UAE yang meningkat di Yaman selatan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pejabat Yaman.

Sejak diluncurkan pada tahun 2016, Southern Transitional Council (STC) – sebuah gerakan politik yang menuntut pemisahan Yaman selatan – telah meningkatkan tuntutannya untuk memisahkan diri dari utara setelah menerima dukungan patronase dan kemanusiaan dari UAE.

UAE telah mendirikan penjara dan membentuk kelompok bersenjata di wilayah tersebut, yang menyebabkan pejabat pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi menuduh pasukan Emirat berperilaku seperti “penjajah.”

UEA Bentuk Pasukan Kesukuan untuk Perangi Pemerintah Yaman

Sejak itu, STC telah dituduh memunculkan perpecahan sektarian dan kebencian di Aden, dengan lonjakan serangan terhadap banyak warga Yaman yang melarikan diri dari serangan udara koalisi yang intens di provinsi Taiz, Hodeidah dan Sanaa.

Secara terpisah, kelompok hak asasi Amnesty International mengatakan pada hari Kamis (17/5/2018) bahwa puluhan ribu warga sipil mengungsi selama serangan pemerintah Yaman terhadap pemberontak Houthi di sepanjang pantai barat negara itu, yang didukung oleh pasukan darat dan pesawat tempur koalisi.

Setelah melakukan investigasi lapangan, perwakilan Amnesty mengatakan mereka “sangat khawatir dengan serangan sembarangan dan pelanggaran hukum humaniter internasional.”

“Mereka membuat kehidupan dan mata pencaharian ratusan ribu warga menjadi lebih berisiko.”

Laporan itu menambahkan: “Ketika kedua belah pihak terlibat dalam bentrokan sengit, bermacam-macam amunisi, peluru dan pecahan peluru merobek rumah-rumah sipil, dan serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi juga menewaskan dan melukai warga sipil.”

“Warga sipil yang terperangkap di tengah menghadapi berbagai pelanggaran hukum humaniter internasional oleh kedua belah pihak.”

Kategori : Internasional

Tags : koalisi arab perang yaman UEA

OKI Gelar Pertemuan Darurat Hari Ini, Bahas Pembantaian di Gaza

18 Mei 2018 09:17:07
OKI Gelar Pertemuan Darurat Hari Ini, Bahas Pembantaian di Gaza

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki, presiden Organisasi Kerjasama Islam-OKI (the Organization of Islamic Cooperation-OIC) yang beranggotakan 57 negara, akan mengadakan pertemuan darurat pada hari ini Jumat (18/5/2018) untuk membahas tindakan bersama melawan Israel setelah pembantaian di Gaza oleh pasukan Israel baru-baru ini.

Pertemuan puncak Istanbul – yang diprakarsai oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan – diperkirakan akan memberikan pesan yang kuat terhadap kekerasan Israel yang membunuh sedikitnya 62 dan melukai 3.000 lebih warga Palestina – yang termuda meninggal berusia 8 bulan – selama unjuk rasa massal hari Senin (14/5/2018) di sepanjang perbatasan timur Gaza.

Jumlah Warga Palestina yang Gugur Menjadi 62 Orang dan Terluka 3.188

Sejumlah besar kepala negara dan pemerintah diharapkan akan berpartisipasi dalam pertemuan puncak tersebut.

Acara ini diharapkan dapat membantu para pemimpin Muslim menunjukkan sikap berdedikasi dan bersatu melawan tindakan Israel. Deklarasi final akan dirilis setelah pertemuan.

Jurubicara presiden Turki Ibrahim Kalin mengatakan pertemuan KTT OKI akan fokus pada langkah-langkah yang harus diambil untuk memobilisasi komunitas internasional dalam mengakhiri penindasan terhadap warga Palestina, lansir Anadolu Agency.

Darurat Al Aqsha: Al Quds Dikepung Puluhan Ribu Warga Zionis Yahudi

Dalam sebuah pernyataan tertulis pada hari Kamis (17/05/2018), Kalin mengatakan pendudukan Israel dan masalah Palestina bukan hanya masalah bagi negara-negara Muslim saja tetapi “masalah umum bagi semua orang yang percaya pada hukum dan keadilan.”

“KTT akan fokus pada sikap dan tindakan yang akan diambil oleh negara-negara Muslim dalam solidaritas dan kerja sama dengan Negara Palestina dan rakyatnya untuk membela Palestina dan Yerusalem,” tambah Kalin.

Aksi protes hari Senin di Gaza bertepatan dengan ulang tahun ke-70 Israel – sebuah peristiwa yang disebut oleh warga Palestina sebagai Nakba atau Malapetaka – dan relokasi Kedutaan Besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Erdogan: Kami Tidak Akan Pernah Akui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

Sejak aksi massa di Gaza dimulai pada 30 Maret, lebih dari 100 warga Palestina telah menjadi terbunuh oleh tembakan lintas-perbatasan tentara penjajah Israel.

Pekan lalu, pemerintah zionis Yahudi mengklaim protes perbatasan yang sedang berlangsung merupakan “keadaan perang” di mana hukum humaniter internasional tidak berlaku.

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha al quds OKI palestina turki yerusalem

Ramadhan 1439 H, Sinergi Foundation Kampanyekan “Giving is Cool”

17 Mei 2018 20:07:14
Ramadhan 1439 H, Sinergi Foundation Kampanyekan “Giving is Cool”

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Dalam, bukunya yang bertajuk GenM #GenerationMuslim: Islam Itu Keren, peneliti Middle Class Institute Yuswohady menyebut aktivitas memberi atau giving telah menjadi gaya hidup keren di kalangan milenial muslim dewasa ini.

Ia melanjutkan, isu kemanusiaan global dan persaudaraan umat Islam (ukhuwah Islamiyah) menjadi pintu masuk bagi generasi milenial muslim untuk berbagi. Ia menjelaskan, masyarakat Indonesia sebenarnya mudah tersentuh dan bereaksi cepat dengan menggalang donasi.

Dengan modal solidaritas untuk membantu sesama dan platform berbagi, masyarakat bisa berhasil menggalang dana ratusan juta rupiah untuk satu campaign

Hal ini pula yang menjadi perhatian CEO Sinergi Foundation, Ima Rachmalia. Di Ramadhan kali ini, Lembaga Pengelola Wakaf, Zakat, Infaq, dan Sedekah tersebut berikhtiar memunculkan rasa kepedulian dan menggerakan milenial muslim untuk melakukan aktivitas Giving.

“Salah satu yang menonjol dari aktivitas berbuat baik di dunia digital adalah semakin tingginya kegiatan giving di tengah masyarakat. Aktivitasgiving telah menjadi gaya hidup keren di kalangan milenial muslim dewasa ini,” kata Ima.

Ima pun mengutip data Yuswohady. Ia mengatakan, ungkapan ‘makin kaya, makin pintar, makin banyak memberi” dianggap pas untuk menggambarkan milenial muslim. Sebab, generasi ini sudah memiliki discretionary income yang besar.

“Pendapatan “menganggur” itu tak hanya diinvestasikan untuk menambah kekayaan, tapi juga disisihkan kepada orang lain yang membutuhkan atau kekurangan,” lanjutnya.

Maka, dengan mengampanyekan Giving is Cool, Sinergi Foundation memotivasi milenial muslim untuk semakin bersemangat berbagi. Apalagi, kini tengah menginjak Ramadhan, yang dikenal sebagai bulannya berbagi.

“Salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih kemuliaan di bulan Ramadhan adalah melalui zakat, infak dan sedekah,” tuturnya.

Sejumlah platform berbagi pun disiapkan untuk memudahkan berbagi. Salah satunya Zakat App, yang bisa diunduh melalui Playstore dengan sejumlah fitur antara lain: program sinergi Foundation (SF), kalkulator zakat, rekening zakat, klik donasi, dan info penyaluran donasi. Juga, donasi melalui website www.sinergifoundation.org yang diakuinya semakin mudah. []

Kategori : Komunitas

Tags : giving is cool sinergi foundation

Sambut Ramadhan, Umat Islam Bima Adakan Pawai Bela Palestina

17 Mei 2018 20:04:46
Sambut Ramadhan, Umat Islam Bima Adakan Pawai Bela Palestina
BIMA (Jurnalislam.com) – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Forum Umat Islam (FUI) Bima menggelar pawai Ramadhan melintasi jalan-jalan utama di kota Bima, Selasa (15/5/2018).
Aksi ini juga sebagai bentuk dukungan kepada rakyat Palestina yang sedang berjuang menolak pencaplokan Baitul Maqdis oleh penjajah Israel dan Amerika.
“Umat Islam sangat menolak pemindahan itu, dan kami serukan juga kepada umat Islam untuk terus melawan agresi Amerika dan Israel, serta jangan lupa untuk selalu mendoakan bagi kemenangan umat Islam di sana, apalagi ini memasuki bulan ramadhan, Insya Allah do’a kita akan diijabah oleh Allah,” kata Ketua FUI Bima, Ustadz Asikin.
Selain itu, Ustadz Asikin juga mengajak umat Islam untuk berintrospkesi diri dan membuat perbaikan dalam bulan suci ini. “Mari kita introspeksi diri menuju sebuah perbaikan,” katanya.
Pawai Ramadhan tersebut diikuti oleh ribuan umat Islam Bima dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.
Kategori : Nasional

Tags : bela palestina pawai ramadhan

Selama 2 Dekade, Baru Ini India Hentikan Serangan pada Muslim Kashmir karena Ramadhan

17 Mei 2018 09:43:42
Selama 2 Dekade, Baru Ini India Hentikan Serangan pada Muslim Kashmir karena Ramadhan

KASHMIR (Jurnalislam.com) – India akan menangguhkan semua operasi militer terhadap pejuang Muslim di Kashmir selama bulan suci Ramadhan untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade.

Langkah tersebut, yang datang setelah berbulan-bulan pertempuran sengit di wilayah Himalaya yang disengketakan, akan “membantu Muslim yang cinta damai dalam menjalani Ramzan [Ramadhan] di lingkungan yang damai,” kata kementerian dalam negeri India dalam serangkaian tweet pada hari Rabu (15/05/2018).

Namun, pasukan militer India, yang berjumlah sekitar 500.000 di Kashmir, “berhak untuk membalas jika diserang,” kementerian itu menambahkan, lansir Aljazeera.

Mehbooba Mufti, kepala menteri pemerintah Kashmir, mengatakan pada hari Rabu bahwa dia berharap keputusan India “akan menciptakan lingkungan yang aman dan damai untuk dialog berkelanjutan.”

Tidak ada tanggapan langsung dari kelompok pejuang muslim Kashmir.

Bentrokan Meningkat di Kashmir Setelah Bocah Muslim Tewas Diperkosa 4 Hari di Kuil Hindu

Langkah itu menandai gencatan senjata pertama untuk Ramadhan sejak pihak berwenang India dan Hizbul Mujahideen, kelompok pejuang muslim Kashmir terbesar, sempat berhenti bertempur pada tahun 2000.

India dan Pakistan sama-sama mengklaim wilayah Himalaya Kashmir, yang telah dibagi oleh Garis Kontrol (LoC-Line of Control) antara dua Negara berkekuatan nuklir tersebut sejak tahun 1947.

Sentimen anti-India meningkat di antara mayoritas penduduk Muslim Kashmir, mayoritas di antaranya menginginkan agar wilayah yang dikelola India menjadi independen atau bergabung dengan Pakistan.

Permusuhan telah berkobar antara pasukan militer India dan kelompok pejuang muslim Kashmir di Kashmir yang dijajah India selama beberapa bulan terakhir.

Lebih dari 270 pejuang muslim Kashmir telah tewas dalam operasi yang dipimpin oleh tentara India sejak tahun lalu, kata para pejabat.

6 Tentaranya Tewas oleh Mujahidin Kashmir, India Justru Ancam Pakistan

Awal bulan ini, pasukan militer India menewaskan lima warga sipil dan lima pejuang muslim Kashmir selama pertempuran senjata dekat kota Srinagar di Kashmir yang dikelola India.

Protes luas berlangsung di seluruh wilayah menyusul kematian empat warga sipil dan seorang tentara India dalam baku tembak di distrik Kulgam, hampir 100 km sebelah selatan dari Srinagar, sebulan yang lalu.

Puluhan ribu orang tewas dalam konflik puluhan tahun di sana.

Kategori : Internasional

Tags : india Muslim Kashmir

Armada Perang Turki Dirikan 12 Titik Pengamatan di Idlib

17 Mei 2018 09:29:31
Armada Perang Turki Dirikan 12 Titik Pengamatan di Idlib

IDLIB (Jurnalislam.com) – Tentara Turki telah mendirikan titik pengamatan ke-12 di provinsi Idlib barat laut Suriah, militer mengumumkan pada hari Rabu (16/05/2018).

Dalam akun Twitter resminya, Angkatan Bersenjata Turki mengatakan: “Observation Point No. 11, yang merupakan zona ke-12 di Idlib, telah ditetapkan.”

Berdasarkan perjanjian Astana, pasukan Turki hadir di 12 poin dari utara Idlib ke selatan.

Armada Perang Turki Dirikan Titik Pengamatan di Idlib

Idlib, yang terletak di Suriah barat laut di perbatasan Turki, telah menghadapi serangan intens oleh rezim Bashar al-Assad setelah perang yang ganas pecah pada tahun 2011.

Sejak Maret 2015, Idlib tidak lagi berada di bawah kendali rezim Syiah Nushairiyah Assad dan telah dikuasai oleh faksi-faksi jihad dan kelompok oposisi.

Perundingan perdamaian Astana diluncurkan pada 23-24 Januari 2017, dengan tujuan mengakhiri kekerasan dan memperbaiki situasi kemanusiaan di Suriah yang dilanda perang.

Analisis: Turki Perhitungkan Kekuatan Hayat Tahrir al Sham di Idlib

Kategori : Internasional

Tags : Idlib Konflik Suriah turki

Erdogan Ajak Jokowi Bahas Pembantaian di Gaza pada Sambungan Telepon

17 Mei 2018 09:19:42
Erdogan Ajak Jokowi Bahas Pembantaian di Gaza pada Sambungan Telepon

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki pada hari Rabu (16/05/2018) melakukan serangkaian pembicaraan telepon dengan banyak para pemimpin negara untuk membahas perkembangan terakhir di sepanjang perbatasan Gaza.

Recep Tayyip Erdogan mendesak negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam-OKI (Organization of Islamic Cooperation-OIC) untuk mengambil “sikap lazim” atas pembantaian warga Gaza dalam percakapan telepon dengan Presiden Indonesia Joko Widodo, pemimpin Qatar Amir Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, dan Presiden Sudan Omar al-Bashir, lansir Anadolu Agency.

Seruan telepon Erdogan dilakukan setelah sedikitnya 62 warga Palestina gugur dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan lintas-perbatasan oleh pasukan penjajah Israel pada hari Senin (14/5/2018).

Erdogan: Kami Tidak Akan Pernah Akui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

Para pemimpin juga membahas pertemuan luar biasa OKI di Istanbul pada Jumat ini di tengah meningkatnya ketegangan di Palestina dan relokasi Washington atas kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Erdogan mengatakan komunitas internasional harus berbicara demi penderitaan rakyat Palestina dan menyerukan kelompok untuk mengambil sikap tegas dan lazim.

Kemudian pada hari Rabu, dalam panggilan telepon, Erdogan dan Kanselir Jerman Angela Merkel setuju bahwa situasi di Gaza saat ini membahayakan solusi yang sedang diupayakan.

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha al quds Erdogan palestina turki yerusalem

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

4 Apr 2026 16:38:10
Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

4 Apr 2026 16:36:12
Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

18 Mar 2026 21:49:48
Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

17 Mar 2026 05:02:12

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED