Soal Serangan Gereja, MUI- GUIB Sarankan Bentuk Tim Independen Pencari Fakta

SURABAYA (Jurnalislam.com)—Serangan bom di Gereja Surabaya menyisakan banyak pertanyaan. Bahkan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sempat mengklarifikasi pernyataannya bahwa pelaku pernah ke Suriah, padahal faktanya tidak.

Masih belum terungkapnya beberapa fakta terkait aksi serangan gereja, Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur dan Gerakan Umat Islam Bersatu Jatim mendesak polisi agar bisa mengusut tuntas kasus serangan ini.

“Kami mendesak aparat menangkap pelaku, mengungkap aktor intelektual tragedi tersebut dan pihak–pihak terlibat agar segera diajukan ke pengadilan,” dalam sebuah pertanyaan yang ditandatangani Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori, baru-baru ini.

Ia pun mengimbau kepada pihak berwenang khususnya aparat kepolisian untuk mengusut tragedi bom ini secara transparan dan adil, dan segera membentuk Tim Independen Pencari Fakta (TIPF).

Tim ini, sarannya, melibatkan MUI, Akademisi, Tokoh masyarakat, Ormas Islam dan Komnas HAM.

“Ini untuk menghilangkan kecurigaan dan prasangka di tengah masyarakat,” katanya.

Pernyataan sikap yang ditandatangani GUIB dan MUI Jatim ini merupakan pernyataan bersama ormas Islam Jatim seperti NU, Muhammadiyah, Hidayatullah, DDII, DMI, FPI, HMI, ICMI, PII, dan puluhan ormas dan komunitas Islam lainnya.