Gereja Danukusman Ditolak Warga, FKUB Solo Diminta Tegas Jalankan Aturan

SOLO (Jurnalislam.com) – Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono meminta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surakarta untuk menegakkan aturan pendirian tempat ibadah. Hal itu menyusul adanya surat penolakan warga Danukusuman Surakarta atas pendirian dan atau pemindahan Gereja Kristen Jawa Danukusuman, Serengan Surakarta pada Ahad, (19/8/2108) lalu.

“Kepada FKUB harus mengkaji secara utuh tentang syarat pendirian tempat ibadah yang mengacu pada peraturan bersama 2 menteri nomer 8 dan 9 tahun 2006,” kata Endro kepada Jurnalislam.com, Selasa, (21/8/2018).

Menurut Endro, hal itu diatur sebagaimana dalam pasal 13 tersebut, dijelaskan bahwa pendirian rumah ibadat didasarkan pada keperluan nyata dan sungguh-sungguh berdasarkan komposisi jumlah penduduk bagi pelayanan umat beragama yang bersangkutan di wilayah kelurahan atau desa.

“Pendirian rumah ibadat tesebut dilakukan dengan tetap menjaga kerukunan umat beragama, tidak mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum, serta mematuhi peraturan atau perundangan yang berlaku,” ungkapnya.

Untuk itu, Endro berharap, agar pihak gereja tidak memaksakan kehendaknya karena adanya penolakan dari warga tersebut, jika disatu tempat yang tidak ada jemaatnya lalu mendirikan tempat ibadah, kata Endro, maka hal ini tidak sesuai dengan aturan yang ada, yaitu menyelisihi makna keperluan nyata.

“Selanjutnya jika warga yang mulanya hidup dalam damai dan rukun lalu ada pihak yang akan mendirikan tempat ibadah lalu ada penolakan, jika hal ini berlarut-larut maka hal ini akan menimbulkan gangguan ketentraman dan ketertiban umum,” ujarnya.

“LUIS juga berharap panitia tidak memaksakan kehendak, jika warga telah menyampaikan penolakan, demi kondusivitas kota Surakarta,” tandasnya.

Reporter : Arie Ristyan

Panitia Haornas Solo Desak Polisi Usut Munculnya Spanduk Anonim Tolak Neno Warisman

SOLO (Jurnalislam.com) – Panitia aksi Jalan Sehat Umat Islam Hari Olahraga Nasional (Haornas) dan Masyarakat Solo, Dadyo Hasto menyayangkan pihak-pihak yang membuat spanduk provokatif tanpa nama yang menolak kedatangan Neno Warisman ke Solo yang muncul di beberapa titik kota Solo beberapa waktu yang lalu.

Dijadwalkan, salah satu tokoh gerakan 2019GantiPresiden itu akan menjadi pembicara bersama musisi Ahmad Dani, dan ustaz Tengku Zulkarnaen dalam aksi Jalan Sehat Umat Islam dan masyarakat Solo dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 september nanti.

“Sangat menyayangkan pembuatan spanduk tersebut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, karena Solo sebagai kota budaya dan pariwisata terkenal sebagai masyarakat yang santun dan ramah terhadap tamu yang berkunjung, jadi oknum ini salah jika mengatasnamakan warga Solo karena perilaku oknum ini berbeda dengan warga Solo,” katanya kepada Jurnalislam.com sabtu, (25/8/2018).

Lebih lanjut, ustaz Hasto meminta pihak yang kontra dengan kegiatan tersebut untuk dapat menyampaikan keberatannya kepada panitia langsung, ia menjelaskan bahwa panitia akan menerima dengan tangan terbuka masukan dari pihak manapun.

“Bukankah jika keberatan, bisa bertemu panitia, selama niat baik maka kita akan terima dan berdiskusi bersama, karena sudah tidak jamannya intimidasi dan lempar batu sembunyi tangan transparansi, komunikasi adalah hal utama saat ini,” ujarnya.

Ustaz Hasto meminta semua pihak untuk tenang dan tidak terprovokasi. Ia mendesak aparat kepolisian untuk dapat mengusut tuntas terkait munculnya spanduk provokatif yang sudah meresahkan masyarakat kota Solo tersebut.

“Meminta kepolisian agar mengusut kejadian ini karena oknum tidak bertanggungjawab ini telah memprovokasi dan menyebar perasaan tidak suka terhadap seseorang secara terbuka, dan saya yakin kepolisian akan mengusut masalah ini secara profesional, transparan dan akuntabel,” tandas ustaz Hasto.

Sebelumnya, muncul spanduk penolakan yang mengatasnamakan masyarakat Solo terhadap Neno Warisman di beberapa titik di kota Solo, seperti di Sriwedari, Kotabarrat, Gendengan, dan Jongke.

Reporter: Arie Ristyan

Di Solo, Muncul Spanduk Tolak Neno Warisman Ikuti Jalan Sehat Haornas

SOLO (Jurnalislam.com) – Meski sempat muncul spanduk penolakan terhadap kedatangan Neno Warisman, panitia Jalan Sehat Umat Islam dan Masyarakat Solo tetap menargetkan 10 ribu peserta dalam kegiatan yang akan berlangsung 9 September 2018 nanti.

“Insya Allah, panitia akan tetap melaksanakan kegiatan ini karen tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait acara ini,” ungkap salah satu panitia aksi ustaz Dadyo Hasto kepada Jurnalislam.com,  Ahad, (26/8/2018).

“Diharapkan lebih dari jalan sehat pertama dulu karena banyak doorprize yang akan dibagikan serta tema yang diangkat berbeda, semoga peserta lebih dari 10 ribu,” imbuhnya.

Sementara itu, Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) ustaz Endro Sudarsono yang juga menjadi panitia mengatakan, surat pemberitahuan terkait aksi jalan sehat tersebut sudah di berikan kepada pihak yang berwenang dan sesuai peraturan yang berlaku.

“Kita sudah sampaikan ijin pada pihak Kepolisian, bahkan saran dari Kasat Intel bila mendatangkan artis ibukota harus diberitahukan pada Polda, maka besok Senin kami beritahukan ke Polda,” terang  ustaz Endro sebagaimana dilansir dari RMOL Jateng Ahad, (26/8/2018).

Ustaz Endro juga membantah tuduhan yang menyebut aksi jalan sehat tersebut disusupi agenda politik tertentu, menurutnya, jalan sehat yang direncanakan start dan finish di depan lapangan Kotabarat itu, murni dalam rangka memperingati puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas).

“Tidak ada agenda lain, hanya jalan sehat. Kegiatan kami sudah kami beritahukan pada Polsek, Polresta Solo,” tandasnya.

Reporter : Arie Ristyan

Ini Kronologi Persekusi Deklarasi Relawan #2019GantiPresiden Jatim

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Deklarasi Relawan 2019 Ganti Presiden di Surabaya Ahad (26/8) kemarin diwarnai insiden persekusi. Sekretaris relawan 2019 ganti presiden, Agus Maksum menceritakan bagaimana persekusi dilakukan oleh beberapa pihak.

“Sebelum acara ini digelar, kami telah taati seluruh persyaratan hukum sesuai perundang undangan untuk menggelar aksi ini. Sesuai dengan UU Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kebebasan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum,” kata Agus Maksum kepada Jurnalislam.com.

Namun, katanya, pihak aparat penegak hukum khususnya polisi menyatakan bahwa aksi Deklarasi #2019GantiPresiden sebagai aksi terlarang karena tak prosesural.

Menurutnya, polisi berdalih bahwa panitia aksi ini tidak dapat menunjukkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP). Padahal perihal ini tidak diatur dalam perundang-undangan sebagaimana yang telah dijelaskan.

Dan surat pemberitahuan kami tersebut sudah diterima dan sudah ada tanda tangan aparat saat surat tersebut diterima.

Suasana menjelang deklarasi Relawan Ganti Presiden di Surabaya, Ahad (26/8/2018). FOTO: Tyo

“Komitmen kami untuk menggelar aksi secara damai dan bermartabat tetap kami gelar dengan dasar menghormati aspirasi publik yang semakin menguat.Sayangnya polisi bersikap Tidak adil!,” keluhnya.

Aksi relawan, kata Agus malah dibubarkan dengan tindakan represif dan sikap ini dinilai telah menciderai kebebasan berpendapat di muka umum.

“Kami tak gentar karena seluruh kewajiban hukum telah kami laksanakan. Beban moral atas atas aspirasi publik, aksi  dalam kondisi darurat di bawah tekanan represif polisi tetap kami gelar di depan DPRD Jawa Timur, Aksi Deklarasi tetap digelar secara damai,” tegasnya.

Walhasil, deklarasi tetap berjalan walau tanpa 2 mobil komando karena disita. Ia menilai bahwa ada perbedaan perlakuan kepada deklarasi lain  yang jelas-jelas mengusung nama Joko Widodo.

“Ketika di waktu yang sama, ada aksi serupa di depan Hotel Majapahit yang mengepung Ahmad Dhani agar membatalkan kehadirannya ke lokasi deklarasi. Peristiwa ini menunjukkan kembali Ketidakadilan polisi dalam menegakkan hukum,” tambahnya.

Ia menilai terjadi pembiaran bahkan polisi terkesan memfasilitasi penutupan Jalan Tunjungan dengan tujuan agar aksi kontra #2019GantiPresiden leluasa menyampaikan orasinya.

“Mobil komando mereka dibiarkan berada disitu dalam kondisi baik. Sedang 2 Mobil komando disita,” kata Agus.  Ia dan kawan-kawannya akhirnya melanjutkan aksi di depan DPRD Jawa Timur dengan damai.

“Kami selenggarakan dengan segala keterbatasan. Akhirnya ada tukang becak yang mempersilahkan kami untuk memakai becaknya sebagai panggung orasi sekaligus deklarasi yang berhasil di bacakan oleh saya,” tegasnya.

Dan pada saat bersamaan massa aksi deklarasi #2019GantiPresiden semakin berdatangan. Saat itu, kata Agus, polisi tetap berkeinginan kuat membubarkan massa. Massa aksi kontra #2019GantiPresiden pun akhirnya datang. Gesekan hampir  tak terhindarkan.

“Kami putuskan untuk membubarkan diri demi keamanan dan menjaga situasi tetap kondusif,” tambahnya.

Seluruh peserta aksi membubarkan diri, sebagian masuk ke Masjid Kemayoran untuk bersiap melaksanakan Sholat Dhuhur.

“Tak lama kemudian BANSER dan GP ANSOR masuk ke Masjid Kemayoran dan melakukan persekusi terhadap massa #2019GantiPresiden yg sedang beriatirahat menunggu shalat zuhur,” kenang Agus.

Demi menghormati Masjid, mereka  membubarkan diri  dan membatalkan untuk shalat zuhur di Masjid Takmiriyah.

Reporter: Yan Aditya

 

Rayakan Hari Pertempuran Malagirt ke-947, Erdogan Bicara Kejayaan Islam

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Ahad (26/8/2018) bahwa “yang menjadi ancaman mereka” bukanlah tentang dirinya dan partainya tetapi “Turki dan Islam”.

Berbicara di provinsi timur Mus pada sebuah upacara yang menandai ulang tahun Pertempuran Malazgirt ke-947, Erdogan menekankan bahwa keamanan Turki tidak terbatas pada perbatasannya, menambahkan bahwa keamanan dimulai kapan pun ada saudara Muslim yang terancam.

“Jadi, kita harus kuat dalam politik, diplomasi, ekonomi, perdagangan, dan teknologi. Jika tidak, semisal kita tidak memiliki tanah air dan geografi ini, mereka tidak akan memberi kita satu hari pun untuk hidup di dunia ini,” kata Erdogan.

“Jika kita menunjukkan sedikit tanda kelemahan, atau merasakan situasi dengan cara itu, kamu akan melihat mereka akan datang kepada kita seperti gagak berkerudung.”

Menunjuk pada “beberapa orang yang tidak waspada di antara kita” yang menurut Erdogan menganggap bahwa masalah ini adalah tentang presiden atau dirinya sendiri dan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa.

“Tidak, masalahnya adalah tentang Turki. Isunya adalah tentang Islam, yang mereka simboliskan dengan bangsa kita,” katanya.

Memuji kemenangan Turki di Anatolia hampir satu milenium lalu, Erdogan mengatakan Pertempuran Malazgirt (Manzikert) membuka jalan ke Eropa untuk Turki.

Baca juga: 

Seljuk Turks yang dipimpin oleh Sultan Alparslan dalam Pertempuran Malazgirt pada 26 Agustus 1071 berhasil mengalahkan tentara Bizantium dan membuka Anatolia untuk didominasi Turki.

Menggambarkan Anatolia sebagai tonggak masa depan kemanusiaan, Erdogan mengatakan: “Jika Anatolia jatuh, baik Timur Tengah maupun Afrika, Asia Tengah, Balkan, atau Kaukasus tidak akan tetap ada.”

Presiden juga meminta pemuda Turki untuk mengambil kepemilikan warisan berusia berabad-abad di negara itu.

“Tidak hanya kami yang menang di [Pertempuran] Malazgirt, kami juga menunjukkan kepada seluruh dunia bangsa yang seperti apa kita ini. Wahai para pemuda! Lindungi warisan yang lahir di masa lalu, bergerak majulah ke masa depan,” kata Erdogan.

Presiden juga mengatakan semangat Malazgirt adalah kunci untuk masa lalu, serta masa depan, mengacu khususnya pada tujuan-target Turki untuk tahun 2023.

“Turki memikul tanggung jawab peradaban besar, sejarah besar dan kemanusiaan yang hebat … Saya mengharapkan Anda, [kaum muda] untuk bertindak juga di bidang apa pun yang Anda pilih,” kata Erdogan.

Ketua Parlemen Turki dan mantan Perdana Menteri Binali Yildirim juga menghadiri acara ini.

Selama pidatonya, Yildirim mengecam mereka yang mencoba menghancurkan persatuan Turki, dan mengatakan: “Mereka tidak akan pernah bisa mencapai ini (menghancurkan persatuan Turki).”

“Di Turki, upaya kudeta ekonomi atau upaya kudeta seperti yang dilakukan pada 15 Juli oleh pengkhianat tidak pernah membuahkan hasil, juga tidak akan berhasil [di masa depan].”

Baca juga: 

Mengacu pada administrasi Washington, Yildirim menyerukan upaya baru untuk menormalkan hubungan.

Juga berbicara pada upacara tersebut, lepala Partai Gerakan Nasionalis Turki (MHP) Devlet Bahceli, menarik kesejajaran antara kejadian saat ini dan peristiwa selama era Byzantium.

“Inspirasi bagi mereka yang secara brutal melakukan fiksi operasi politik dan ekonomi didorong oleh provokasi Byzantium,” kata Bahceli.

“Permainan valuta asing dan kurs asing adalah metode Bizantium.”

Ketegangan politik antara Ankara dan Washington telah memicu kekhawatiran di pasar awal bulan ini, setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menggunakan tekanan ekonomi atas penahanan seorang pendeta Amerika yang menghadapi tuduhan terkait terorisme di Turki.

Lira Turki menurun tetapi berhasil pulih baru-baru ini, setelah pesan positif dari ibu kota Eropa dan keputusan Qatar untuk menginvestasikan $ 15 miliar di Turki.

Kini Penembakan Massal di Turnamen Video Game Florida, AS

FLORIDA (Jurnalislam.com) – Penembakan massal di turnamen video game menyebabkan “korban jiwa ganda” di negara bagian Florida, AS, menurut polisi.

Penembakan itu terjadi pada hari Ahad (26/8/2018) di tempat makan, hiburan dan belanja di tepi pantai di pusat kota Jacksonville, menurut media setempat. Mengutip sumber polisi, laporan mengatakan empat orang tewas dan sedikitnya 10 orang terluka.

“Kami melihat korban tewas di tempat kejadian. Kami juga mendapatkan sejumlah korban yang terluka di rumah sakit. Kami akan merilis jumlahnya nanti,” kata Sheriff Mike Williams pada konferensi pers singkat, menggambarkan tersangka yang mati sebagai pria kulit putih yang belum diidentifikasi.

Baca juga: 

“Kami tidak memiliki tersangka yang luar biasa saat ini, pemandangannya aman, dan kami akan menindaklanjutinya dalam beberapa jam.”

Serangan itu terjadi selama turnamen game online Madden 19 di GLHF Game Bar, menurut situs web venue.

Turnamen video game sedang berlangsung secara online dari restoran. Pemain dapat terlihat bereaksi terhadap tembakan dan tangisan dapat didengar sebelum rekaman terputus.

“SWAT sedang melakukan pencarian metodis di dalam … Kami akan menghubungi Anda,” kata Kantor Sheriff Jacksonville sebelumnya di Twitter.

Media lokal News4Jax mengatakan beberapa ambulans, serta petugas pemadam kebakaran dan polisi, berada di tempat kejadian, dan jalan-jalan di pusat kota diblokir.

Baca juga: Pentagon: Pembunuh Massal di Gereja Texas adalah Anggota Militer AS

Enam korban dibawa ke rumah sakit UF Health di Jacksonville, lima dalam kondisi stabil dan satu serius, kantor berita Reuters mengutip staf rumah sakit mengatakan.

Peter Moberg, juru bicara Rumah Sakit Memorial Jacksonville, mengatakan mereka merawat tiga korban, semuanya dalam kondisi stabil.

Serangan itu terjadi di tengah perdebatan tentang undang-undang senjata AS yang mendapat dorongan baru setelah pembantaian 17 orang di sebuah sekolah menengah di Parkland, Florida, pada bulan Februari.

Baca juga: 

Korban penembakan Parkland mengungkapkan kesedihan mereka pada hari Ahad di berita tentang penembakan massal lainnya di negara bagian itu.

“Sekali lagi, hati saya sakit dan saya benar-benar sangat marah. Kami tidak bisa menerima ini sebagai kenyataan kami,” Delaney Tarr, salah satu penyelenggara gerakan March for Our Lives yang dipimpin mahasiswa, menulis di Twitter.

Dua tahun lalu, seorang pria bersenjata membunuh 49 orang di klub malam Pulse di Orlando, Florida.

OKI Kutuk Kebijakan Pemukiman Israel

JEDDAH (Jurnalislam.com) – Organisasi Kerjasama Islam-OKI (The Organization of Islamic Cooperation-OIC) mengutuk rencana pemerintah Israel untuk membangun lebih dari 2.100 unit permukiman di Tepi Barat yang diduduki.

“Kebijakan pemukiman Israel adalah ilegal di bawah hukum internasional dan merupakan pelanggaran berat terhadap resolusi PBB dan agresi terhadap hak-hak rakyat Palestina,” kata OKI dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad (26/8/2018), lansir Anadolu Agency.

Kelompok payung itu menyerukan kepada masyarakat internasional “untuk mengambil langkah-langkah yang menentukan untuk mengakhiri kebijakan pemukiman Israel, yang berisiko melemahkan solusi dua negara.”

Baca juga: OKI Gelar Pertemuan Darurat Hari Ini, Bahas Pembantaian di Gaza

Pada hari Selasa, Israel mengumumkan rencana untuk membangun 2.100 rumah permukiman baru di Tepi Barat.

Menurut laporan Palestina, lebih dari 700.000 pemukim Yahudi kini tinggal di 196 permukiman (yang dibangun dengan persetujuan pemerintah Israel) dan lebih dari 200 pos pemukim (yang dibangun tanpa persetujuan) di Tepi Barat yang diduduki.

Baca juga: Erdogan: Kami Tidak Akan Pernah Akui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai “wilayah penjajahan” dan menganggap semua aktivitas permukiman Yahudi di tanah itu ilegal.

Arogansi Israel yang berlanjut mengenai pembangunan permukiman yang tak terkendali dipandang sebagai hambatan utama untuk melanjutkan perundingan perdamaian Palestina-Israel, yang macet pada tahun 2014.

Pembangunan pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat
Pembangunan pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat

Bulan Sabit Merah Turki Bagikan Paket Qurban ke Ribuan Pengungsi Muslim Rohingya

COX’S BAZAR (Jurnalislam.com) – Sebuah agen Turki pada hari Ahad (26/8/2018) membagikan daging dari hewan kurban Idul Adha ke pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Lebih dari 5.000 keluarga menerima paket daging dan makanan dalam sebuah upacara yang diadakan di kamp Burmapara di kota Cox’s Bazar, lansir Anadolu Agency.

The Turkish Red Crescent Society (Kizilay) berencana untuk menjangkau 70.000 pengungsi dan penduduk lokal pada akhir pekan ini.

Cahit Sami Gun, manajer operasi Kizilay di Bangladesh, mengatakan: “Karena sangat jauh dari rumah, orang-orang terlantar dari Myanmar ini kehilangan perayaan Idul Adha.

Baca juga: Inilah 3 Ancaman Besar Bagi Pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh

“Itulah mengapa kami mengorbankan hewan untuk satu perkemahan untuk pertama kalinya di Bangladesh.”

Dia mengatakan stafnya bekerja siang dan malam untuk mendistribusikan daging demi melihat senyum di wajah masyarakat yang rentan tersebut.

Pada 25 Agustus 2017, pemerintah Myanmar melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap minoritas Muslim, menewaskan hampir 24.000 warga sipil dan memaksa 750.000 orang lainnya melarikan diri ke Bangladesh, menurut Badan Pembangunan Internasional Ontario (the Ontario International Development Agency-OIDA).

Dalam laporannya baru-baru ini, Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terungkap (Forced Migration of Rohingya: The Untold Experience), OIDA meningkatkan angka perkiraan jumlah Rohingya yang terbunuh menjadi 23.962 (± 881) dari angka Dokter Tanpa Batas sebelumnya sebesar 9.400.

Baca juga: Laporan Terbaru: 24.000 Muslim Rohingya Dibunuh Pasukan Myanmar

Lebih dari 34.000 orang Rohingya terkena tembakan senjata api, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli, kata laporan OIDA, menambahkan bahwa 17.718 (± 780) wanita dan gadis Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar. Lebih dari 115.000 rumah-rumah Rohingya dibakar dan 113.000 lainnya dirusak, tambahnya.

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kaum Muslim yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat sejak ratusan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

PBB mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan, pembakaran – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, mutilasi dan penghilangan yang dilakukan oleh pasukan negara Myanmar. Dalam laporannya, para penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut bisa dikategorikan sebagai kejahatan berat terhadap kemanusiaan.

Meski Di Bawah Tekanan, Relawan Ganti Presiden Surabaya Dideklarasikan

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Ratusan massa berkumpul di depan Kantor DPRD Jawa Timur Jalan Indrapura pada Ahad (26/8/2018) menghadiri deklarasi Relawan Ganti Presiden (RGP) Jatim. Meski di bawah tekanan dari massa kontra ganti presiden, Relawan Ganti Presiden (RGP) Jawa Timur akhirnya dapat dideklarasikan.

Deklarasi dijadwalkan dilakukan di Jl. Tembaan di depan Tugu Pahlawan Surabaya, namun karena ada penolakan dari massa kontra, deklarasi dipindah ke depan Kantor DPRD Jawa Timur.

Awalnya para relawan yang berkumpul di jalan Tembaan, mendapat intimidasi dan tekanan dari massa tidak dikenal. Para relawan yang mayoritas terdiri dari wanita pun membubarkan diri dan berjalan menuju ke kantor DPRD Jawa Timur.

Massa kontra #2019GantiPresiden kemudian mengikuti massa pro ganti presiden hingga ke depan kantor DPRD. Dalam kondisi tersebut, Agus Maksum selaku sekretaris dan Tim Media Relawan, berdiri di atas meja dan memimpin massa pro ganti presiden untuk mengucapkan ikrar sebagai simbol bahwa Relawan Ganti Presiden Jawa Timur sudah dideklarasikan.

“Kami Relawan Gerakan Nasional Tagar 2019 Ganti Presiden Jawa Timur dengan ini Menyatakan sikap melawan atas Kemiskinan, Ketidakadilan, ketidakberpihakan dan ancaman terhadap kedaulatan serta krisis kepemimpinan yang terjadi saat ini di Bumi NKRI. Oleh karena itu kami bertekad akan terus berjuang bersama seluruh rakyat, untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, berdaulat, bermartabat, adil makmur dan berahlak mulia. Dengan memohon Ridho Allah SWT dan dukungan seluruh rakyat, kami siap mengawal jalannya proses Pemilihan Umun yang Jujur, adil, dan bebas dari segala bentuk kecurangan sehingga terwujudnya pergantian presiden Republik Indonesia secara sah dan konstitusional pada 17 April 2019,” bunyi ikrar tersebut.

Reporter: Tyo

Deklarasi #2019GantiPresiden Dibubarkan Aparat, Ahmad Dhani : Bukti Rezim Takut

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Meski batal menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan Surabaya, musisi kondang Ahmad Dhani menegaskan akan tetap pakai tagar tersebut sampai masa kampanye.

“Rencananya ketika masa kampanye kita tidak memakai tagar itu, tapi kita pikir-pikir ternyata tagar itu cukup power full sehingga meskipun masa kampanye kita akan tetap pakai tagar itu.” terangnya saat ditemui wartawan di hotel Mojopahit (26/8/2018).

Ditanya mengenai pembubaran acara deklarasi merupakan bentuk petahana phobia, suami penyanyi Mulan Jameela ini menilai tagar tersebut telah membuat panik,

“Bentuk panik saja, karena ternyata tagar #2019GantiPresiden itu cukup menggetarkan bumi nusantara.” jawabnya.

Lebih lanjut musisi sekaligus politisi partai Gerindra tersebut menerangkan kenapa dia dilarang deklarasi oleh aparat padahal tagar #2019GantiPresiden tidak melanggar undang-undang Pemilu,

“Bawaslu sudah merilis bahwa tagar tidak melanggar. Bawaslu tidak melarang tagar #2019GantiPresiden, jadi ini bukti bahwa rezim ini takut dengan tagar itu.” pungkasnya

Sebagaimana diketahui Ahmad Dhani dihadang puluhan massa menolak deklarasi ganti presiden di Surabaya sehingga tidak bisa keluar hotel.

Reporter: Hab