Berita Terkini

MUI: Jika Umat Islam Maju, Bangsa Juga Akan Maju

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) telah membawa perubahan peta perpolitikan dengan mengarusutamakan Islam.

“Ada kesadaran lebih tinggi untuk politik kebangsaan, keumatan, dan politik praktis,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Zaitun Rasmin, di Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Dia mengatakan hal itu terkait dengan pengaruh pada masa kini dari KUII IV pada 2015 di Yogyakarta.

MUI akan menyelenggarakan KUII V di Bangka Belitung tahun ini dengan mengangkat tema “Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia dalam Mewujudkan NKRI yang Maju, Adil dan Beradab”.

Zaitun mengatakan tema KUII tahun ini memiliki kemiripan dengan tema dari penyelenggaraan sebelumnya.

Meski ada kemajuan dengan perubahan pemetaan perpolitikan, kata dia, tetapi dari aspek ekonomi umat Islam yang belum kunjung membaik.

“Dilihat dari perjalanan setelah penyelenggaraan KUII 2015, dari aspek ekonomi kita masih jauh. Tema KUII kemarin relevan maka perlu diperkuat lagi,” katanya.

Menurut dia, kemajuan umat Islam salah satu faktor pentingnya ditopang oleh aspek ekonomi.

Memperbaiki ekonomi umat, kata dia, berarti juga meningkatkan kemajuan bangsa Indonesia. “NKRI ini general. Umat Islam maju maka bangsa juga maju. Umat tidak tertinggal dan anak bangsa lain tidak tertinggal,” kata dia.

Sumber: republika.co.id

BSMI Beri Beasiswa Pendidikan Pemuda Jawijaya Papua

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dewan Pengurus Nasional (DPN) BSMI menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan gelombang pertama untuk anak-anak Jayawijaya, Papua. Bantuan berasal dari ZISKES BSM yang menghimpun dana dari zakat, infak, sedekah para karyawan RSU Al Fauzan, Klinik pratama Al Fauzan dan BSMI. ZISKES BSMI juga memiliki anak-anak binaan setingkat SD-SMA

Sekretaris Jenderal BSMI Muhammad Rudi mengatakan, program pemberian beasiswa ke anak-anak Jayawijaya adalah program gelombang pertama yang diikuti delapan anak-anak muda papua.

Rudi menjelaskan awalnya program ini adalah program BSMI Jayawijaya. Salah satu relawan BSMI Jayawajiya Anggita Fatimah Siregar melihat ada potensi yang bisa dikembangkan dari anak-anak Wamena, Jayawijaya.

“Akhirnya setelah pulang, relawan kita Anggi membawa delapan anak untuk disekolahkan di Batam. Sekarang 7 orang sudah kelas 3 SMA dan satu orang kelas 2 SMA. Ada yang bersekolah di Sekolah Penerbangan, Pelayaran dan SMA umum,” papar Rudi saat memberikan beasiswa di Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Rudi menerangkan, DPN BSMI akan memfasilitasi anak-anak Papua agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Mereka semua ingin melanjutkan kuliah, beberapa Fakultas Kedokteran sudah menawarkan. Semoga nanti mereka bisa meneruskan ke jenjang lebih tinggi dan kembali ke Tanah Papua dengan bekal ilmu pengetahuan yang mumpuni,” ujar Rudi.

Ketua BSMI Jayawijaya periode 2014-2015 Mukri Nasution menambahkan, pihaknya sejak awal mulai menginisiasi bantuan pendidikan bagi anak-anak Wamena. Ia menyebut delapan anak yang mendapat bantuan pendidikan dan hidup sehari-hari oleh Anggi berasal dari daerah pinggiran.

“Mereka dari desa-desa. Kalau di Jayawijaya banyak anak-anak setelah lulus SMP atau SMA tidak lagi melanjutkan pendidikan. Kita bawa mereka keluar untuk mendapat pendidikan kemudian nanti bisa kembali membangun Papua,” ujar dia.

Mukri mengatakan, BSMI juga sempat memberikan kursus singkat Bahasa Inggris dengan mengirimkan delapan anak tersebut ke Kampung Inggris di Kediri. “Ya kami patungan, saya carikan bantuan dari relasi dokter-dokter. Selain delapan anak ini masih banyak anak-anak Papua yang berpotensi. Semoga program ini bisa berkelanjutan,” ujar dia.

Salah satu penerima beasiswa, Rahim Lani yang sekolah di SMK Pelayaran mengucapkan terima kasih kepada BSMI atas bantuan pendidikan yang diterimanya. “Saya mengucapkan terima kasih kepada BSMI yang membantu biaya pendidikan saya. Semoga ilmu yang saya dapat bisa bermanfaat bagi Papua,” papar dia.

Desak Pemerintah Tegas terhadap Cina, Ansharusy Syariah: Ini Penjajahan yang Nyata

SOLO (Jurnalislam.com) – Juru Bicara Jamaah Ansharu Syariah ustaz Abdul Rohim Ba’asyir mendesak pemerintah untuk dapat bersikap tegas terhadap permasalahan di Natuna, menurutnya, apa yang dilakukan oleh Cina di perairan Natuna adalah sebuah penjajahan.

“Kalau memang benar itu Natuna mau dicaplok oleh Cina, jelas itu penjajahan yang nyata, dan seharusnya pemerintah melakukan persiapan persiapan untuk pembelaan, jangan sampai ada bagian dari negeri ini dicaplok oleh orang lain,” katanya kepada jurnalislam.com, Kamis (9/1/2019).

“Cukuplah peristiwa Timor Timor yang lepas dari kita, dan bangsa ini harus terus menjaga kedaulatannya karena negara ini adalah amanah dari para pejuang, dari para mujahid, yang berjuang melawan penjajah lalu kemudian Allah Subhanahu Wata’ala berikan negeri yang barokah ini,” imbuhnya.

Selain itu, katanya, pemerintah harus bisa tegas terhadap Cina, dan jangan kemudian membebek karena karena utang kemudian tidak punya sikap atau jadi kelu lidahnya untuk berkomentar tegas terhadap permasalahan di Natuna.

“Ini harus berani, karena kalau tidak bisa jadi Natuna ini hanya sekedar tes psikis bagaimana respon pemerintah Indonesia, kalau nggak ada respon maka mereka akan bertindak dengan semena mena untuk kemudian mencaplok dan bisa bisa nanti suatu hari Sumatra itu akan dicaplok oleh mereka,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ustaz iim mengajak masyarakat bersatu untuk melawan penjajahan ini.

“Bersatu dalam rangka untuk membela kedaulatannya, dalam rangka untuk membela hak haknya dan melawan pejajahan apapun yang terjadi di muka bumi ini,” tandasnya.

Sudarto Tersangka Sebar Hoaks, MUI: Serahkan Proses Hukum

PADANG (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus aktivis lembaga Pusat Studi Antar Komunitas (Pusaka) Padang, Sudarto (45) kepada penegak hukum.

Ketua MUI Kota Padang, Ustaz Duski Samad, saat dihubungi dari Padang, Rabu (8/1/2020), menyatakan dia yakin aparat bertindak sesuai dengan koridor hukum.

“Jika sudah ditetapkan sebagai tersangka biarlah hukum yang bicara dan tidak boleh masyarakat mengintervensi hukum,” kata dia.

Menurut dia, kepolisian tentunya sudah punya cukup alat bukti saat memutuskan untuk menangkap dan menetapkan Sudarto sebagai tersangka.

“Jika semua orang bisa bicara seenaknya tentu kacau republik ini, akan lebih baiknya kita serahkan saja kasus ini pada aparat hukum,” kata dia, lalu mengajak warga mendukung aparat penegak hukum menangani perkara tersebut.

sumber: republika.co.id

 

Mahfud: Alat Bukti Cukup untuk Penetapan Status Tersangka Sudarto

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, aktivitis Sumbar, Sudarto, tidak ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut dia, status tersangkanya tak bisa dihindari karena proses hukum dan ada pelaporan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat.

“Status tersangkanya tidak bisa dihindari karena itu hukum. Dan orang yang melapor. Sekarang tidak ditahan dan Polri sedang mengupayakan ada mediasi, sehingga yang akan ditempuh nanti restorative justice bukan formal semata,” ujar Mahfud di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2020).

Ia menuturkan, bukti-bukti serta keterangan saksi yang dikumpulkan sudah mencukupi untuk menetapkan Sudarto sebagai tersangka, ditambah lagi hasil analisis ahli bahasa dan teknologi informasi.

Akan tetapi, kepolisian kini tengah mengupayakan jalur mediasi untuk menyelesaikan kasus Sudarto tersebut

“Kalau Polri itu kan tugasnya untuk menegakkan hukum. Kalau syarat-syaratnya dipenuhi ya tersangka dong. Bahwa itu nanti tidak dilanjutkan, itu kan tergantung dari pihak-pihak, karena ini kan laporan. Ada yang melapor,” kata Mahfud.

Mahfud meminta persoalan ini diselesaikan secara adil.  Selain itu Mahfud mengatakan kasus Sudarto tergantung pihak yang berperkara.

Sebar Hoaks Ada Larangan Natal di Sumbar, Sudarto Jadi Tersangka

PADANG (Jurnalislam.com) – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat menetapkan aktivis Pusat Studi Antar Komunitas (Pusaka) Sudarto sebagai tersangka penyebaran berita bohong mengenai pelarangan perayaan di Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Sijunjung.

Polisi, Selasa (7/1) menangkap Sudarto di kediamannya di Jalan Veteran, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang sekitar pukul 13.30. Setelah diperiksa, Polda Sumbar menetapkan Sudarto sebagai tersangka.

“Statusnya sudah ditetapkan tersangka, kami sudah melaksanakan sesuai prosedur dan SOP (standar operasional prosedur). Beliau kami tetapkan tersangka setelah gelar perkara kemarin,” Direskrimus Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Juda Nusa, di Markas Polda Sumbar.

Sudarto diamankan polisi karena postingan di sosial media. Di mana aktivis 46 tahun tersebut menyebarkan informasi adanya pelarangan perayaan Natal di Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Sijunjung.

Juda menjelaskan Sudarto ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani gelar perkara sehari sebelum penangkapan. Juda menyebut polisi sudah melaksanakan prosedural yang sah dalam menangkap dan menetapkan Sudarto sebagai tersangka.

“Setelah pemeriksaan, langsung penahanan badan,” ucap Juda.

Juda menilai postingan yang dibuat Sudarto mengandung unsur kebencian. Unggahan mengenai pelarangan natal di Nagari Sikabau, Dharmasraya menurut Juda hanya salah satu dari beberapa unggahan kebencian yang dibuat Sudarto.

Juda menulis adanya pelarangan natal di Nagari Sikabau. Usai mendapatkan informasi tersebut, Polda kata Juda memeriksa ke Dharmasraya di mana polisi mendapati perayaan nagari yang dimaksud berlangsung aman dan damai.

Sumber: republika.co.id

Usaha Kecil Dapat Fasilitas Urus Sertifikasi Halal Gratis

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemberian fasilitas gratis dalam mengurus sertifikasi produk halal khusus diberikan bagi usaha mikro kecil (UMK) sektor makanan dan minuman yang menghasilkan omzet maksimal Rp 1 miliar per tahun.

“Mekanismenya besok akan dilaporkan ke wapres,” kata Airlangga Hartarto di kantornya, Rabu (8/1/2020).

Menurut dia, biaya mengurus sertifikasi halal diberikan untuk semua pengurusan mulai dari registrasi hingga pemberian sertifikat halal. Airlangga tidak menyebutkan target jumlah pelaku usaha yang akan diberikan fasilitas itu, namun diberikan bagi seluruh pelaku UMK.

Sedangkan terkait anggaran, akan dibahas lebih lanjut dalam rapat yang rencananya akan dilaksanakan bersama dengan Wapres Ma’ruf Amin, Kamis (9/1). Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah akan mempermudah proses mulai registrasi hingga sertifikat halal berada di tangan pelaku usaha.

Meski begitu, Sri Mulyani belum memberikan perincian anggaran yang akan dikeluarkan untuk memberikan subsidi biaya nol dalam mengurus sertifikasi produk halal itu. Ia menyebut estimasi anggaran untuk nol biaya itu akan dikalkukasi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

“Namun pelaksanaan untuk menjangkau sampai jutaan usaha kecil itu seperti apa, itu nanti dibahas,” katanya.

Sumber: republika.co.id

Menag Sambangi MUI, Bahas Masalah Kebangsaan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menteri Agama Fachrul Razi menyambangi Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk bertemu Dewan Pertimbangan MUI membincang persoalan bangsa.

Fachrul tiba di gedung MUI pukul 12.58 WIB. Dia langsung menuju lantai empat aula MUI, Fachrul diterima langsung oleh Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI, Prof Din Syamsuddin, Wakil Wantim MUI Prof Azyumardi Azra dan Prof Nasaruddin Umar.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin mengatakan pertemuan dengan Menag adalah pertemuan strategis untuk berbicara dari hati ke hati terkait masalah kebangsaan.

Menurut dia, setiap perbedaan adalah suatu yang wajar.

“MUI memandang pemerintah adalah shadiqul hukumah, yaitu mitra strategis,” ujarnya.

Aliansi Pemuda Kediri dan Taklim Jurnalistik Galang Dana untuk Korban Banjir Jabodetabek

KEDIRI (Jurnalislam.com) – Bertempat di Alun-Alun Kota Kediri, Jawa Timur. Aliansi Pemuda & Penulis Muslim yang tergabung dari Komunitas Taklim Jurnalistik Indonesia, TAKTIK Community, Jurnalis Muslim Dapur Pena, HMI Tarbiyah Komisariat Kediri, HMI Nusantara, Komunitas Sang Juara, Komunitas Motivator Muda dan Arraj Community menggelar aksi penggalangan dana membantu korban banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah Jabodetabek.

Penggerak Aksi Peduli Banjir Jabodetabek, Rachmat Dani Syifa Budi menyampaikan, sebagai pemuda-pemudi harapannya dapat melakukan hal baik yang bermanfaat untuk orang lain.

“Agenda bersama komunitas organisasi berkumpul saling membantu korban bencana banjir,” ujarnya dalam acara Aksi Peduli Banjir Jabodetabek, Kamis (8/1/2020) dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com.

Acara ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa solidaritas kepada sesama dan niat saling tolong-menolong.

“Mudah-mudahan dengan diadakannya baksos penggalangan dana ini, saudara-saudara yang terkena musibah banjir dapat terbantu,” lanjut Rachmat.

Jumlah donasi yang berhasil dikumpulkan para relawan tersebut sejumlah 4.000.000,. dan direncanakan akan disumbangkan kepada korban banjir di wilayah Lebak Banten.

Sementara itu Founder Arraj Comunity sekaligus Ketua Umum Komunitas Taklim Jurnalistik (Taktik Community) Fahrizal Muhammad Ramdan menjelaskan, bahwa acara luar biasa dikarenakan pada saat melakukan penggalangan dana, Kota Kediri diguyur hujan. “Mudah-mudahan warga Jabodetabek bisa terbantu dan selalu bersabar. Karena ini semua cobaan,” kata Ijal mahasiswa IAIN Kediri.

Suksesnya aksi penggalangan dana tersebut tidak terlepas dari antusiasme masyarakat Kediri yang memberikan sebagian rezekinya untuk disedekahkan. Dan sejumlah aparat kepolisian ikut mengamankan aksi selama kegiatan berlangsung. (*Andre Hariyanto)

Gresik Kembali Dilanda Banjir, BMH Kirim Bantuan Logistik

GRESIK (Jurnalislam.com) – Banjir kembali melanda masyarakat Gresik Selatan, Jawa Timur. Banjir yang terjadi pada Selasa (7/1/2020) mencapai  tinggi lebih dari satu meter.

“Ini adalah kejadian kedua setelah banjir pertama beberapa hari lalu. Luapan Kali Lamong menerjang desa di  Gresik Selatan dengan ketinggian lebih dari satu meter,” terang Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim.

Salah seorang warga, Suratman (40 tahun) menyebutkan, hujan deras Senin (6/1/2010) malam membuat Kali Lamong tidak bisa menahan debit air yang begitu besar.

“Pagi hingga siang pun Desa Munggugianti,  Kecamatan Benjeng,  Gresik Selatan, kembali dilanda banjir,” ujar Suratman.

Merespons laporan tersebut, BMH yang sudah hadir memberikan bantuan pada banjir pertama langsung ke lokasi mengirimkan bantuan kedua.

“Tim kami sebar untuk fokus di beberapa titik lokasi sejak pagi hari mulai pukul 08.30 WIB. Mereka langsung menemui para  warga untuk konsolidasi jalan-jalan dan puluhan rumah yang sudah mulai tergenang air di saat waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 WIB,” tutur Koordinator BMH Gerai Gresik,  Alfian Iqbal, dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.cm.

Ia mengemukakan, mobilisasi bantuan dapat berjalan lancar berkat bantuan berupa perahu dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik.

“Alhamdulillah bantuan logistik dapat diantar dengan lancar berkat bantuan perahu dari BPBD. Warga sangat membutuhkan bantuan makanan cepat saji, makanan bayi, dan pakaian,” tutup Iqbal. Gresik Kembali Dilanda Banjir, BMH Sigap Kirim Bantuan