Selasa, 20 Syawal 1447 / 07 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Berita Terkini

Aung San Suu Kyi Pidato pada Dunia, Muslim Rohingya: Suu Kyi Pengkhianat!

20 Sep 2017 07:14:32
Aung San Suu Kyi Pidato pada Dunia, Muslim Rohingya: Suu Kyi Pengkhianat!

BANGLADESH (Jurnalislam.com) – Pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari pembantaian di Myanmar menolak kekhawatiran pemimpin Aung San Suu Kyi atas penderitaan mereka, karena para aktivis melaporkan pemerintahnya “masih mengubur kepala mereka di pasir” atas kekerasan yang merobek wilayah Rakhine.

Dalam sebuah kamp yang luas dan kumuh di perbatasan Bangladesh-Myanmar, pengungsi Rohingya pada hari Selasa (19/9/2017) menolak pernyataan klaim Aung San Suu Kyi bahwa banyak anggota kelompok minoritas mereka aman di Myanmar dan mengatakan bahwa sumpahnya untuk memulangkan pengungsi Rohingya tidak membawa beban.

“Suu Kyi adalah pengkhianat. Kita tidak bisa bergantung pada kata-katanya,” kata Sultan Ahmed, yang tiba di Cox’s Bazar di Bangladesh bersama dengan ratusan ribu pengungsi dua pekan yang lalu.

Pria berusia 80 tahun itu mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia tidak percaya bahwa pemimpin de facto itu akan bertindak berdasarkan kata-katanya karena “semuanya dijalankan dan diputuskan oleh tentara”.

Aung San Suu Kyi “hanya sebuah nama di sana. Tidak ada yang peduli padanya,” katanya.

Peraih Nobel Perdamaian tersebut telah menghadapi kritik internasional yang sengit karena tidak banyak berbuat tentang pelanggaran kemanusian berat yang dihadapi oleh muslim Rohingya atas kekejian Militernya.

Myanmar Blokir Diskusi Muslim Rohingya pada Pertemuan ASEAN

Dia memecah kebisuannya pada hari Selasa, dengan mengutuk “semua pelanggaran hak asasi manusia” di Negara Bagian Rakhine, dan berjanji untuk mengambil tindakan terhadap orang-orang yang melakukan pelanggaran.

Namun, dia gagal mengomentari serangan militer yang mengirim lebih dari 420.000 Rohingya melintasi perbatasan menuju Bangladesh, sebuah operasi yang telah dicap oleh PBB sebagai “pembersihan etnis”.

Abdul Hafiz, seorang pria Rohingya di Kutupalong, merasa marah dengan implikasi Aung San Suu Kyi bahwa Rohingya bertanggung jawab sendiri atas penderitaan mereka.

Aung San Suu Kyi telah mengatakan bahwa lebih dari separuh desa Rohingya tidak terpengaruh oleh kekerasan tersebut, dan mengundang para diplomat dan pengamat untuk mengunjungi desa-desa tersebut sehingga mereka dapat mempelajari bagaimana umat Buddha dan Muslim “tidak berada dalam tenggorokan masing-masing di wilayah ini”.

“Biarkan mereka melihat keadaan orang-orang di sana,” kata Hafiz kepada kantor berita Associated Press.

“Mereka menahan orang-orang dalam kurungan, biarlah media dunia tahu dari mereka apakah kita disiksa atau hidup dalam bahagia.”

Shah Ahmed, seorang pengungsi berusia 60 tahun yang melarikan diri dari Maungdaw di negara bagian Rakhine utara dua pekan lalu, mengatakan bahwa dia juga tidak lagi mempercayai Aung San Suu Kyi.

Tapi dia mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia siap kembali ke desanya jika pemerintahnya “memastikan perdamaian, keamanan dan pengembalian harta kami”.

Kelompok hak asasi manusia juga skeptis, mengkritik Aung San Suu Kyi karena telah gagal untuk mengutuk pelanggaran tentara tersebut, dan juga meragukan klaimnya bahwa operasi militer telah dihentikan pada tanggal 5 September.

“Meskipun positif mendengar Aung San Suu Kyi mengutuk pelanggaran hak asasi manusia di negara bagian Rakhine, dia masih diam tentang kebrutalan pasukannya,” Amnesty mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Aung San Suu Kyi hari ini menunjukkan bahwa dia dan pemerintahnya masih mengubur kepala mereka di pasir menghadapi kebiadaban yang terjadi di Negara Bagian Rakhine,” kata kelompok hak asasi manusia tersebut.

“Kadang-kadang, pidatonya berisi campuran kebohongan dan menyalahkan korban.”

Phil Robertson dari Human Rights Watch, mengacu pada pernyataan Aung San Suu Kyi bahwa operasi militer telah berakhir, bertanya: “Jika memang benar, lalu siapa yang membakar semua desa yang kita lihat dalam dua pekan terakhir ini?”

Warga Rohingya di Eropa: Aung San Suu Kyi Mendukung Pembunuhan Massal

Dia mengatakan bahwa citra satelit menunjukkan sekitar separuh dari seluruh desa Rohingya telah dibakar dan sudah saatnya Aung San Suu Kyi, pemerintah dan militer menghadapi kenyataan bahwa pasukan Myanmar “tidak mengikuti kode etik dan menembak serta membunuh siapa saja yang mereka inginkan”.

Ronan Lee, seorang peneliti Rohingya di Deakin University, mengatakan bahwa pidato Aung San Suu Kyi “sangat mengkhawatirkan dari sudut pandang kemanusiaan”.

Kemungkinan besar pidatonya adalah untuk memberi militer “penghiburan dan kepastian yang sejati bahwa dia tidak akan memanggil mereka untuk menghentikan apa yang mereka lakukan,” katanya kepada Al Jazeera dari Melbourne.

Sementara itu, diplomat asing yang hadir di Naypyidaw saat memberikan pidatonya memberikan reaksi positif secara keseluruhan terhadap Suu Kyi.

Duta Besar China, Hong Liang, menyambut pidato Aung San Suu Kyi dengan mengatakan bahwa pidato itu akan memperbaiki pemahaman. Nikolay Listopadov, duta besar Rusia untuk Myanmar, mengatakan bahwa tidak ada bukti pembersihan etnik.

Bangladesh Desak PBB dan Dunia untuk Kembalikan Pengungsi Rohingya ke Myanmar

Mohammad Sufiur Rahman, Duta Besar Bangladesh untuk Myanmar, mengatakan: “Saya hanya mengatakan satu hal, bahwa apapun yang dia katakan itu menggembirakan dan kita harus menerapkannya dengan semangat yang benar.”

Asisten Deputi Sekretaris Negara Bagian AS Patrick Murphy juga menyimak pidato tersebut namun tidak berkomentar.

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Tentara Rezim Assad Kepung Deir al Zour Ancam Pasukan SDF Dukungan AS

19 Sep 2017 10:48:53
Tentara Rezim Assad Kepung Deir al Zour Ancam Pasukan SDF Dukungan AS

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan rezim Syiah Assad yang berperang melawan kelompok Islamic State (IS) menyeberang ke tepi timur Sungai Efrat di Deir Az Zor pada hari Senin (18/9/2017), mengamankan pertahanan mereka di kota yang dilanda perang tersebut namun mengancam kebuntuan potensial dengan pasukan pendukung AS yang beroperasi di dekatnya.

Pasukan rezim Assad yang didukung Rusia mencoba untuk memperketat jerat mereka terhadap pasukan IS yang masih berada di dalam kota di tepi sungai barat itu, Aljazeera melaporkan Senin (18/9/2017).

Tentara rezim menutup Deir Az Zor di tiga sisi pada hari Senin, namun IS masih menguasai distrik timur di sepanjang sungai, yang digunakan oleh kedua kelompok dan warga sipil sebagai jalur pelarian.

Pada hari Senin, pasukan Assad melintasi sungai tersebut, kata kementerian pertahanan Rusia.

“Hari ini, pasukan rezim Suriah – diperkuat oleh unit Divisi Lapis Baja ke-4 dan dengan dukungan penerbangan Rusia – menyeberangi Sungai Efrat di wilayah Deir Az Zor,” sebuah pernyataan kementerian mengatakan.

Dikatakan “pasukan penyerang” telah menangkap beberapa desa di tepi sungai timur dari IS dan mendorong lebih jauh ke timur.

Rusia Klaim Bunuh 200 Pasukan IS dalam Serangan Udara di Deir Az Zor

Seorang komandan dalam milisi Pasukan Demokratik Suriah yang didukung AS mengkonfirmasi unit tentara Suriah telah menyeberang dan mengatakan bahwa pasukannya siap untuk mengusir mereka kembali.

“Jika ada bentrokan antara kami dan mereka – kami siap menghadapi mereka jika kekuatan rezim tidak kembali ke sisi sungai yang lain,” kata Ahmed Abu Khawla dari dewan militer Deir Az Zor SDF.

Rami Abdurrahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, mengatakan bahwa kemajuan di seberang sungai didahului dengan serangan udara yang intens di tepi bagian timur.

“Bahkan jika pasukan rezim (pro-pemerintah) terus melanjutkan kemajuan mereka di kota, tidak akan berarti apa-apa jika mereka tidak mengendalikan sisi timur sungai,” kata Abdurrahman.

Serangan AS dan Rusia terhadap IS umumnya tidak saling bersinggungan dengan sungai Efrat yang sering bertindak sebagai garis pemisah. Pembicaraan telah dilakukan untuk memperpanjang garis demarkasi formal, kata beberapa pejabat.

Tentara Suriah baru-baru ini mendapat keuntungan besar di Deir Az Zor.

Euphrates membelah secara diagonal di seluruh provinsi, sebuah wilayah timur kaya minyak yang berbatasan dengan Irak.

Sampai hari Senin, pasukan rezim hanya bertempur di barat sungai Efrat, sementara SDF melakukan serangan lain melawan IS di sebelah timur sungai.

SDF telah menguasai lebih dari 500 kilometer persegi di bagian timur laut provinsi tersebut, menurut koalisi pimpinan AS yang menyediakan dukungan serangan udara.

Untuk mencegah agar dua operasi tidak terjadi bentrokan, koalisi, SDF, pemerintah Suriah, dan Rusia telah menyetujui sebuah “garis de-confliction” di timur laut Suriah.

Garis itu mengalir dari provinsi tetangga Raqqa tenggara sepanjang Sungai Efrat ke Deir Az Zor.

Juru bicara koalisi Kolonel Ryan Dillon menolak mengatakan apakah tentara Suriah yang melintasi sungai tersebut melanggar garis de-confliction.

Dillon mengatakan pekan lalu bahwa para pasukan yang didukung AS tidak memiliki rencana untuk pergi ke kota tersebut.

Sementara itu, bandara militer Deir Az Zor di Suriah timur, yang dikuasai tentara Suriah bulan September dari IS, mulai berfungsi lagi pada hari Senin untuk pertama kalinya dalam hampir setahun, kata media pemerintah Suriah.

Pasukan rezim Syiah Suriah dan sekutunya mematahkan pertahanan tiga tahun IS atas Deir Az Zor awal bulan ini, mencapai daerah kantong yang dipegang pemerintah di kota tersebut dan pangkalan udara yang berdekatan.

PBB memperkirakan sekitar 93.000 orang hidup dalam kondisi yang “sangat sulit” di bagian Deir Az Zor yang dipegang rezim selama pengepungan IS dan dipasok oleh pengiriman udara ke markas.

Kategori : Internasional

Tags : AS Deir ez-Zor SDF

Erdogan: Struktur PBB Harus Direformasi!

19 Sep 2017 10:26:46
Erdogan: Struktur PBB Harus Direformasi!

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Perserikatan Bangsa-Bangsa membutuhkan “reformasi struktural” untuk membuatnya lebih inklusif dan memastikan bahwa ia dapat memenuhi misinya menuju perdamaian dunia, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Senin (18/9/2017) di New York City.

Erdogan menghadiri upacara peletakan batu pertama untuk Gedung Turki, sebuah pusat kebudayaan 32 lantai yang direncanakan di seberang markas PBB yang berusia 65 tahun.

“Terlepas dari semua kekurangannya, PBB tetap menjadi satu-satunya organisasi payung global di mana setiap orang dapat membuat suara mereka didengar dan mencari solusi untuk masalah mereka,” kata Erdogan. “Namun, dunia sekarang bukanlah dunia yang sama dengan saat PBB didirikan.”

Erdogan mengatakan bahwa struktur organ PBB yang paling berdampak, Dewan Keamanan, tidak bersikap adil, dan menjadi sebuah organisasi global yang tidak dapat menjalankan tugasnya sebagai pelopor perdamaian dunia.

Dewan tersebut memiliki 15 anggota, 5 di antaranya bersifat permanen – pemenang Perang Dunia II. Satu veto dari anggota tetap cukup untuk menggagalkan resolusi yang diajukan di Dewan.

“PBB perlu direformasi agar bisa beradaptasi dengan dunia yang sedang berubah,” kata Erdogan. “Hari ini, mereformasi PBB memang ada dalam agenda. Namun, reformasi itu bukanlah yang kita pahami dari kata ‘reformasi’. ”

Presiden Turki tersebut merujuk pada sebuah pertemuan bertema reformasi Senin pada permulaan Majelis Umum PBB, yang dihadiri oleh Presiden AS Donald Trump.

Erdogan: Saya Akan Ungkap Apa yang Terjadi Sebenarnya di Myanmar pada Majelis PBB Nanti

Trump, yang telah menjadikan PBB mereformasi salah satu tujuan masa jabatan empat tahunnya, mengatakan dalam pertemuan tersebut bahwa badan global tersebut menderita “masalah birokrasi dan salah urus”

Erdogan dalam banyak kesempatan mengatakan “dunia lebih besar dari lima negara”, sebuah referensi untuk anggota Dewan Keamanan permanen: China, Prancis, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Negara-negara tersebut telah menggunakan hak veto mereka untuk mempertahankan kepentingan nasional, membuat PBB disfungsional dalam menghadapi krisis global. Contoh paling akhir adalah perang Suriah, yang berlanjut selama enam setengah tahun dan mengakibatkan kematian ratusan ribu orang dan pemindahan jutaan orang.

Meskipun banyak usaha untuk menemukan kesamaan, Rusia – sekutu dekat rezim Suriah – telah melindungi pemerintah Damaskus dari tekanan internasional.

Kategori : Internasional

Tags : Erdogan pbb turki

Ada 70 Ribu Ibu Hamil dan Menyusui Diantara Pengungsi Rohingya

19 Sep 2017 10:19:41
Ada 70 Ribu Ibu Hamil dan Menyusui Diantara Pengungsi Rohingya

DHAKA (Jurnalislam.com) – Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara gelombang pengungsi Rohingya yang memasuki negara itu setelah melarikan diri dari aksi kekerasan di Myanmar dalam tiga pekan terakhir, seperti diungkap pemerintah Bangladesh, Senin (18/9/2017).

Dalam sebuah pengarahan tentang upaya bantuan pada Senin, Menteri Informasi Hasanul Haq mengatakan bahwa pendatang baru dalam jumlah cukup besar yang tinggal di kamp adalah calon ibu atau ibu yang baru saja melahirkan.

LSM Afrika Selatan Kirim Bantuan untuk Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh

“Penanganan khusus telah dilakukan bagi 70.000 ibu hamil dan menyusui,” ujar Haq kepada wartawan, seperti dilansir AFP.

Berdasarkan data PBB bahwa sebanyak 415.000 warga sipil dari minoritas muslim Rohingya telah tiba di Bangladesh sejak 25 Agustus, membanjiri kamp pengungsi di dekat perbatasan yang tidak siap menerima kedatangan pengungsi secara tiba-tiba.

Mayoritas pengungsi yang melakukan penyeberangan adalah perempuan dan anak-anak, dengan sejumlah badan bantuan memperingatkan adanya krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung saat otoritas kesulitan menyediakan fasilitas dasar bagi warga sipil yang putus asa.

PBB memperingatkan kondisi yang tidak dapat ditoleransi di kamp sekitar kota perbatasan Cox’s Bazar.

Kategori : Internasional

Tags : pengungsi rohingya save rohingya

Irak akan Deportasi 500 Lebih Istri Anggota IS, 300 Diantaranya Warga Turki

19 Sep 2017 06:46:03
Irak akan Deportasi 500 Lebih Istri Anggota IS, 300 Diantaranya Warga Turki

NINIWE (Jurnalislam.com) – Irak memindahkan 500 istri anggota kelompok Islamic State (IS) ke sebuah pusat penahanan sebagai persiapan untuk mendeportasi mereka setelah mereka ditangkap bersama 800 anak-anak, seorang anggota dewan mengatakan Senin (18/9/2017), lansir Al Arabiya News Channel.

Wanita dan anak-anak tersebut ditahan di kota kedua Irak, Mosul, ibu kota provinsi Niniwe dan kubu utama IS di negara tersebut sampai pasukan Irak merebut kembali wilayah itu pada bulan Juli.

Pasukan Irak Kembali Rebut 3 Wilayah di Distrik Tal Afar dari IS

“Mereka berada di sebuah pusat penahanan di Tal Kayf di bawah kendali pasukan Irak, sehingga kasus mereka dapat diperiksa sebelum akhirnya dikeluarkan dari negara tersebut,” kata anggota dewan provinsi Niniwe kepada AFP.

Para istri dan anak-anak militant IS itu dipindahkan hari Ahad dari sebuah kamp yang dikelola oleh badan-badan bantuan internasional 60 kilometer selatan Mosul, kata pejabat tersebut, yang meminta untuk tetap anonim.

Seorang pejabat keamanan senior Irak mengatakan 509 wanita dan 813 anak-anak memiliki 13 kebangsaan yang berbeda dari Eropa, Asia dan Amerika.

Seorang pejabat pemerintah mengatakan sekitar 300 di antaranya adalah orang Turki.

“Mereka adalah orang asing yang masuk Irak secara ilegal,” kata seorang menteri kepada AFP.

“Langkah-langkah hukum harus diambil terhadap mereka karena, ketika mereka ditahan, mereka berada di daerah yang dikendalikan oleh teroris.”

Dewan Pengungsi Norwegia mengatakan bahwa kelompok tersebut kebanyakan berasal dari Turki, Azerbaijan, Rusia dan Tajikistan.

Anggota dewan Nineveh mengatakan Perdana Menteri Haider al-Abadi telah memerintahkan pengiriman mereka ke pusat penahanan dan “dapat menjadi bagian persiapan untuk keberangkatan mereka ke negara asal masing-masing”.

Beberapa keluarga termasuk di antara kelompok yang dipindahkan ke pihak berwenang Irak sepekan setelah mereka menyerah kepada pasukan Kurdi yang ditempatkan di utara negara tersebut.

“Organisasi kemanusiaan harus memiliki akses bebas” ke pusat penahanan agar dapat “memberikan bantuan dan memantau kondisi kesehatan mereka,” kata Melany Markham, juru bicara Irak untuk Dewan Pengungsi Norwegia.

Pasukan Irak pada akhir Agustus menggulingkan IS dari markas mereka di Tal Afar, dekat Kurdistan Irak, setelah menghadapi perlawanan sengit di kota Al-Ayadieh.

Ratusan perempuan dan anak-anak menyerah kepada pasukan Kurdi yang ditempatkan di utara Al-Ayadieh, kata beberapa pejabat.

Kategori : Internasional

Tags : irak Perang Irak

Solusi Permasalahan Dunia Islam, Amien Rais: Jadikan Al Quran sebagai Landasan Utama

19 Sep 2017 06:43:56
Solusi Permasalahan Dunia Islam, Amien Rais: Jadikan Al Quran sebagai Landasan Utama

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Mantan ketua MPR, Amien Rais menilai, saat ini dunia Islam sedang dilanda permasalahan ekonomi, politik, keamanan serta kemerosotan moral. Selain itu, konflik internal sesama Muslim juga dinilainya menjadi salah satu penyebabnya.

Semua kesulitan yang multikompleks tersebut, kata Amien, disebabkan yang pertama karena sebagian besar para pemimpin di dunia Islam tersebut telah jadi antek-antek kekuatan asing.

Untuk mengatasi hal itu, menurut pakar politik Timur Tengah UGM tersebut, masyarakat dunia Islam harus melakukan langkah-langkah kongkrit.

“Yang pertama adalah menjadikan Al Quran sebagai landasan utama pengelolaan kehidupan manusia,” ujar Amien di tengah Kuliah Umum Perkembangan Peradaban dan Kebudayaan Timur Tengah yang digelar di SD Budi Mulia Dua, Yogyakarta, Senin (18/9/2017).

Ustaz Irfan Awwas: Dunia Marah Ketika Orangutan Dibunuh, Tapi Bungkam Saat Muslim Rohingya Dibantai

Dengan berlandaskan Al Quran, maka para pemimpin, ulama, dan umat Islam pada umumnya harus bisa mandiri sesuai dengan yang diajarkan oleh Islam. Kemudian, masyarakat dunia Islam harus bersatu serta menjaga alam sebagai wujud menunaikan amanah manusia sebagai pemakmur bumi.

“Saya yakin kalau para pemimpin dunia Islam masih membaca dan mengamalkan Al Quran maka mereka tidak akan tertipu dan menjadi bodoh. Sebaliknya, Al Quran mampu membuat kita cerdas dan berpikir waspada,” jelas tokoh reformasi itu.

Ia juga mengungkapkan, seandainya manusia bersahabat dengan Al Quran maka ia akan dekat dengan pertolongan Allah SWT.

Yang kedua, lanjut Amien, Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia harus menghentikan memberikan berbagai macam sumber daya kepada asing.

“Kita tidak boleh lagi membiarkan asing menggotong sumber daya kita secara semena-mena sehingga kebutuhan rakyat kita sendiri terlupakan,” ujarnya.

Kategori : Nasional

Tags : al quran sebagai landasan amien rais permasalahan dunia islam

Pusat Komando AS: AQAP Tetap Kuat Meskipun Telah Diserang 100 Serangan

19 Sep 2017 06:11:10
Pusat Komando AS: AQAP Tetap Kuat Meskipun Telah Diserang 100 Serangan

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pekan lalu, setelah AS melancarkan serangan udara di Yaman melawan al Qaeda di Jazirah Arab (AQAP), Long War Journal FDD pada Senin (18/9/2017) mencatat bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) telah menggelar secara konsisten sejak April 2017 dan telah melakukan lebih dari 80 serangan terhadap AQAP.

Selama akhir pekan, kami meminta kepada CENTCOM untuk melihat apakah jumlah tersebut telah berubah, dan mendapat tanggapan bahwa, “Sampai saat ini, AS telah melakukan lebih dari 100 serangan terhadap mujahidin, infrastruktur, posisi pertempuran dan peralatan AQAP.

AQAP Bertambah Kuat, Jet Tempur AS Lakukan 30 Serangan Udara dalam 2 Hari

Selain jumlah serangan baru terhadap Yaman, muncul tanggapan yang menarik bahwa operasi AQAP bukanlah satu-satunya target serangan udara: militer AS juga mengklaim mencapai keseluruhan jaringan. Hal ini penting karena AQAP bukan sekadar pengelompokan sel dengan kepemimpinan yang mudah dipenggal; AQAP adalah kelompok jihad berjejaring kuat yang berusaha mengendalikan negara Yaman. Gerakan jihad ini berjalan beriringan dengan keinginan AQAP untuk menyerang kekuatan Barat.

AQAP telah mempertahankan perlawanan yang efektif di Yaman meskipun hampir satu dekade serangan AS menargetkan mereka dan telah membunuh beberapa pemimpin puncaknya, termasuk pendirinya, Syeikh Nasir al Wuhayshi. AQAP tetap kuat dan menguasai wilayah yang luas di selatan, termasuk ibukota provinsi, antara 2011-2012 dan beberapa wilayah lagi pada 2015-2016.

AQAP sangat diuntungkan dari perang Yaman, yang mencakup pemerintah pusat yang lemah dan pemberontak Syiah Houthis yang didukung republik Syiah Iran yang mengendalikan

Kategori : Internasional

Tags : Al Qaeda AQAP

LSM Afrika Selatan Kirim Bantuan untuk Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh

19 Sep 2017 05:55:08
LSM Afrika Selatan Kirim Bantuan untuk Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh

JOHANNESBURG (Jurnalislam.com) – Sebuah organisasi kemanusiaan di Afrika Selatan mengatakan Senin (18/9/2017) bahwa pihaknya telah mengirim bantuan kepada ribuan pengungsi Rohingya di Bangladesh, yang melarikan diri dari penganiayaan militer Budha Myanmar di negara bagian Rakhine, Myanmar barat.

Hamza Badrudeen, juru bicara Yayasan Al-Imdaad, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa selama program tiga hari tersebut mereka akan mendistribusikan 3.000 paket makanan, 3.000 selimut, 150.000 obat-obatan dan 150 tenda.

“Kami juga berencana menggali 40 sumur dan mendistribusikan 50.000 tablet pemurni air kepada para pengungsi,” katanya, berbicara di telepon dari kota Estcourt, Afrika Selatan.

Dia mengatakan bahwa yayasan tersebut telah bekerja sama dengan pemerintah Bangladesh selama beberapa pekan terakhir, namun timnya akan melakukan perjalanan ke kamp-kamp pengungsian pada hari Senin.

Dr Ayman Zawahiri: Panggilan Burma untuk Kaum Muslimin di Dunia

Tanpa menyebutkan jumlahnya, Badrudeen mengatakan sumbangan berasal dari para pendonor di Afrika Selatan dan Inggris Raya.

Azhar Vadi, seorang mitra di stasiun radio Salaamedia yang berbasis di Johannesburg, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa organisasinya berhasil mengumpulkan $ 20.000.

“Kami telah memberikan bantuan kami ke Al-Imdaad Foundation. Ini hanya bantuan pertama kami – lebih banyak bantuan akan menyusul,” katanya, berbicara melalui telepon dari sebuah kamp di Cox’s Bazaar di Bangladesh.

Azhar mengatakan bahwa penderitaan manusia di kamp itu sangat dahsyat.

“Orang-orang kelaparan. Yang mereka miliki sangat sedikit, atau tidak ada tempat berlindung. Sebagian besar bahkan tidak punya sepatu. Tidak ada sanitasi,” tambahnya.

Pekan lalu, ribuan orang Afrika Selatan melancarkan protes kepada pemerintah Myanmar untuk menghentikan pembunuhan terhadap Muslim Rohingya.

Sejak 25 Agustus, lebih dari 400.000 Rohingya telah menyeberang dari Rakhine ke Bangladesh, menurut PBB.

Para pengungsi tersebut melarikan diri dari operasi keamanan baru di mana pasukan Budha Myanmar dan gerombolan preman Buddha membantai pria, wanita dan anak-anak, menyiksa, menjarah rumah dan membakar desa Rohingya. Menurut Bangladesh, sekitar 3.000 orang Rohingya tewas dalam tindakan biadab tersebut.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai orang-orang yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat atas serangan militer Myanmar sejak ribuan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya rohingya

Dubes AS untuk PBB: Korea Utara akan Hancur

18 Sep 2017 10:43:53
Dubes AS untuk PBB: Korea Utara akan Hancur

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Duta Besar AS untuk PBB memperingatkan bahwa Korea Utara akan hancur jika terus melakukan “perilaku sembrono” dan memaksa Amerika Serikat serta sekutu-sekutunya untuk mempertahankan diri dari serangan apapun.

Nikki Haley, duta besar AS untuk PBB, mengatakan pada hari Ahad (7/9/2017) bahwa Dewan Keamanan PBB telah kehabisan opsi dalam menangani program nuklir Korea Utara – dan AS sekarang dapat beralih ke Pentagon.

“Kami telah kehabisan semua hal yang bisa kita lakukan di Dewan Keamanan pada saat ini,” kata Haley kepada CNN’s Union.

Haley menambahkan bahwa dia sangat senang menyerahkan masalah ini kepada Menteri Pertahanan James Mattis.

“Kami mencoba setiap kemungkinan lain yang kami miliki tapi ada banyak pilihan militer di atas meja,” katanya.

Penasihat Keamanan Nasional AS HR McMaster mengatakan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong-un “harus melepaskan senjata nuklirnya karena presiden telah mengatakan bahwa dia tidak akan mentolerir rezim ini yang mengancam Amerika Serikat dan warga negara kita dengan senjata nuklir”.

Ketika ditanya apakah itu berarti Trump akan melancarkan serangan militer terhadap Korea Utara, McMaster mengatakan “dia sudah sangat jelas tentang itu, bahwa semua opsi ada di meja”.

Kim telah mengancam Guam, sebuah wilayah AS di Pasifik, dan telah menembakkan dua rudal ke Jepang, sekutu AS di Asia, termasuk satu rudal yang diluncurkan pada hari Jumat. Korea Utara juga baru saja menguji bom nuklirnya yang paling kuat.

Sekretaris Negara Rex Tillerson mengatakan bahwa dia menunggu Utara untuk menyatakan ketertarikannya pada “pembicaraan konstruktif dan produktif”.

Takut dengan Kekuatan Korea Utara, Trump: Perang Bukanlah Pilihan Pertama

“Yang perlu mereka lakukan untuk memberi tahu kami bahwa mereka siap untuk berbicara adalah dengan menghentikan tes ini, menghentikan tindakan provokatif ini, dan mari menurunkan tingkat ancaman dan retorika,” katanya.

Mattis mengatakan awal bulan ini, setelah Kim menguji bom hidrogen tersebut, AS akan menjawab setiap ancaman dari Korea Utara dengan sebuah “tanggapan militer yang besar, sebuah respon yang efektif dan luar biasa”.

Trump telah mengancam akan terjadi hujan “api dan kemarahan” di Korea Utara. Haley mengatakan itu bukan ancaman kosong dari presiden tapi, ketika ditanya, dia menolak untuk menjelaskan maksud presiden.

“Jika Korea Utara terus melakukan perilaku sembrono ini, jika Amerika Serikat harus membela diri atau mempertahankan sekutunya dengan cara apa pun, Korea Utara akan hancur dan kita semua tahu itu dan tidak ada yang menginginkan hal itu,” kata Haley.

“Tidak ada yang menginginkan perang, tapi kita juga harus melihat kenyataan bahwa Anda berurusan dengan seseorang yang ceroboh, tidak bertanggung jawab, dan terus memberi ancaman tidak hanya kepada Amerika Serikat, tapi juga kepada semua sekutu mereka, jadi sesuatu akan harus dilakukan.”

Kategori : Internasional

Tags : AS Korea Utara

ECR Salurkan 44 Ton Beras kepada Pengungsi Rohingya

18 Sep 2017 10:19:37
ECR Salurkan 44 Ton Beras kepada Pengungsi Rohingya

BANGLADESH (Jurnalislam.com) – Salah satu NGO lokal dari Surakarta, Emergency and Crisis Response (ECR) pada Kamis (13/9/2017) memberikan bantuan 44 ton beras kepada pengungsi Rohingya yang berada di perbatasan Banglades-Myanmar.

Beras tersebut dibeli di gudang beras Cox’s Bazar Bangladesh yang berjarak kurang lebih 40 KM dari perbatasan. Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana melalui aksi solidaritas #saverohingya di beberapa daerah di Soloraya.

Forum Me-DAN Berhasil Salurkan Bantuan ke Kamp Pengungsian Terisolasi di Sittwe, Rakhine

Selain menyalurkan beras, relawan ECR juga melakukan pendataan kesehatan dan kebutuhan logistik pengungsi. Hasilnya, saat ini pengungsi membutuhkan WC dan air bersih.

“Kebutuhan yang mendesak disini pagi para pengungsi adalah WC dan Sumur untuk Sumber air bersih,” katanya saat dihubungi Jurnalislam.com, Sabtu (18/9/2017).

“Saya menyarankan untuk segera membangun Klinik-klinik kecil bagi para pengungsi, karena sangat dibutuhkan, jangan cuma memberikan barang saja,” tambahnya.

Kategori : Tak Berkategori

Tags : Emergency and Cricis Response (ECR) pengungsi rohingya perbatasan save rohingya

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

4 Apr 2026 16:38:10
Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

4 Apr 2026 16:36:12
Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

18 Mar 2026 21:49:48
Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

17 Mar 2026 05:02:12

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED