Berita Terkini

Rusia akan Tarik Pasukannya dari Suriah, Putin: Operasi Militer Hampir Selesai

ANKARA (Jurnalislam.com) – Moskow “bersiap” untuk mengurangi kehadiran militernya di Suriah, Nikolay Patrushev, kepala Dewan Keamanan Nasional Rusia, mengatakan pada hari Kamis (30/11/2017).

Menurut laporan media Rusia, Patrushev mengumumkan bahwa “persiapan penarikan militer dari Suriah sedang dilakukan.”

Sampai sekarang, masih belum jelas apakah pejabat tersebut mengacu pada penarikan militer sebagian atau keseluruhan.

Patrushev juga tidak memberikan informasi tanggal khusus penarikan, namun mengatakan akan terjadi ketika sudah siap, Anadolu Agency melaporkan.

Rusia Telah Membunuh 5.233 Warga Sipil Suriah, Termasuk 1.417 Anak-anak dan 886 Wanita

Pekan lalu, Jenderal Valery Gerasimov, kepala Staf Umum Rusia, mengatakan bahwa Rusia “kemungkinan” akan mengurangi kehadiran militernya di negara yang dilanda perang tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya juga mengatakan bahwa operasi militer di Suriah “hampir selesai.”

Ikuti Reuni 212, Al Mumtaz Tasikmalaya Targetkan Bawa 1000 Massa

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Sekjen Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Al Mumtaz), Abu Hazmi mengatakan, pihaknya menargetkan untuk memberangkatkan seribu massa untuk menghadiri Reuni Akbar Alumni 212 di Jakarta pada Sabtu (2/12/2017) besok.

“Untuk pemberangkatan Reuni 212, jumlah masih dalam pendataan, Insya Allah estimasi 600- 1000 orang yang dikoordinir Al Mumtaz, belum dari yang diluar Al Mumtaz,” katanya kepada Jurnalislam.com beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, ratusan massa itu akan diberangkatkan dengan menggunakan 5 bus dari Masjid Agung Kota Tasikmalaya pada Jumat (1/12/2017) setelah Shalat Ashar.

Rencananya, rombongan yang dipimpinnya akan langsung menghadiri Kongres Alumni 212 pada Jumat (1/12/2017) malam kemudian mengikuti Sholat Subuh berjamaah di Monas.

Abu Hazmi menjelaskan, alasan pemberangkatan anggotanya ke Reuni Akbar Alumni 212, karena dinilai sebuah momen bersejarah bagi umat Islam Indonesia.

Dalam momen tersebut, lanjutnya, Allah SWT telah membangkitkan semangat persatuan dan Ukhuwah Islamiyah bagi umat Islam Indonesia.

“Sehingga semangat tersebut wajib di rawat sampai Islam benar-benar bangkit di negeri ini. Dengan reuni ini diharapkan dapat merawat karunia Ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat,” tuturnya.

Tahun lalu pada Aksi 212, Al Mumtaz memberangkatkan ribuan laskarnya dengan menggunakan 30 bus dan puluhan kendaraan pribadi.

Habib Rizieq: Insya Allah Kita Berjumpa di Reuni 212

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab menyampaikan sambutannya dalam Kongres Alumni 212 melalui sambungan telepon yang diperdengarkan kepada peserta kongres.

Habib mengatakan, Kongres Alumni 212 sangat penting dilakukan untuk menjaga semangat persatuan dalam membela agama, bangsa dan negara.

“Karena ruh 212 yang telah kita rasakan tahun lalu tidak boleh padam dan tidak boleh sirna,” katanya dalam tele conference di acara Kongres Alumni 212 di Aula Wisma Persaudaraan Haji Indonesia (PHI) Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (30/11/2017) malam.

Ia menegaskan, semangat 212 tidak boleh berakhir seiring berakhirnya Pilkada DKI Jakarta. Lebih dari itu, kata dia, semangat 212 adalah semangat yang harus tertanam dalam jiwa seluruh umat Islam Indonesia sebagai semangat perjuangan menuju Indonesia yang penuh berkah.

“Karena itu saya sampaikan bahwa kongres 212 begitu penting dalam rangka menjaga semangat 212 agar tetap berkobar di dalam dada bangsa Indonesia khususnya umat Islam,” tegasnya.

Habib juga menyampaikan apresiasinya kepada panitia penyelenggara yang telah berjuang hingga kongres berjalan sebagaimana mestinya.

“Semoga Allah SWT memberkahi kongres ini dan semoga kongres ini menghasilkan keputusan-keputusan yang strategis sesuai visi dan misinya,” tutur Habib.

Ia berharap keputusan-keputusan tersebut dapat disampaikan kepada umat Islam dalam acara Reuni Akbar di Monas besok.

“Dan Insya Allah nanti kita akan berjumpa di Reuni 212,” pungkasnya.

Panitia Kongres Alumni 212 : Insya Allah Habib Rizieq Hadiri Reuni 212

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kabar kehadiran Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dalam acara Reuni Akbar Alumni 212 hingga saat ini belum terkonfirmasi. Sebelumnya, Habib Rizieq dikabarkan hanya akan menyampaikan menyapa peserta reuni melalui tele conference langsung dari Saudi.

Namun, ketua panitia pelaksana Kongres Nasional dan Reuni Akbar Alumni 212, Ustaz Bernard Abdul Jabar mencoba mengkonfirmasi ikhwal kehadiran Habib Rizieq dalam Reuni Akbar tersebut.

“Kita harapkan beliau datang, tapi kita hanya bisa katakan Insya Allah,” katanya sambil senyum kepada wartawan di Aula Wisma PHI Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (30/11/2017).

“Walaupun beliau tidak datang juga kita akan tetap bisa mendengarkan ceramahnya,” sambungnya.

Tak puas dengan jawaban itu, wartawan kembali menanyakan kepastian kedatangan Habib Rizieq. Lagi-lagi Ustadz Bernard hanya menjawab Insya Allah tapi dengan nada optimis.

“Insya Allah lah, katanya mau datang, mudah-mudahan datang,” pungkasnya

Pembatalan Sepihak Tempat Kongres Alumni 212 Dinilai Panitia Sebagai Penggembosan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Panitia Pelaksana Kongres Nasional & Reuni Akbar Alumni 212, Ustadz Bernard Abdul Jabar mengatakan, pembatalan sepihak oleh Kementerian Agama UPT Asrama Haji, untuk menggunakan Asrama Haji Pondok Gede merupakan bentuk penggembosan. Pembatalan tersebut diterima panitia melalui surat elektronik pada tanggal 26 November 2017.

“Ini salah satu penggembosan yang dilakukan oleh mereka yang merasa khawatir dengan diadakannya acara ini,” katanya kepada Jurnalislam.com di Wisma Persaudaraan Haji Indonesia (PHI) Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (30/11/2017).

Baca juga: Lokasi Kongres Alumni 212 Pindah ke Cempaka Putih

Ia mengaku tidak bisa menerima alasan yang diberikan oleh Kemenag. Kemenag beralasan, gardu genset terkena banjir dan akan dilakukan perbaikan selama lima hari. Alasan tersebut dinilai mengada-ada dan tidak masuk akal karena dalam lima hari ke depan banyak kegiatan yang akan digelar tempat tersebut.

“Nah ini alasannya tidak kita terima, kalau cuma sekedar jenset kami akan sediakan. Tapi ternyata menurut kawan-kawan kita yang telah memantau di sana selama beberap hari ini, ternyata masih berjalan dengan biasa dan tidak apa-apa. Mereka malah nyuruh ngambil kembali DP nya,” paparnya.

Lokasi acara akhirnya dipindah ke Wisma PHI Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Disini pun Ustadz Benard mengaku masih mendapat tekanan.

“Di tempat ini pun kita ditolak dengan alasan pihak pengelola wisma tidak mengizinkan. Padahal kita sudah dapat suratnya, kita sudah bayar lunas. Tapi tetap saja dicari-cari oleh mereka,” ungkapnya.

Suasana ruang kongres di Wisma PHI Cempaka Putih

Semua prosedur untuk menggelar acara tersebut telah ditempuh oleh panitia, termasuk pemberitahuna ke Mabes Polri dan Kemenpolhukam. Ia berharap pihak-pihak yang mencoba menghalang-halangi terselenggaranya acara tersebut diberi kesadaran.

“Kita memohon kepada Allah supaya acara ini berjalan dengan lancar. Biarlah mereka yang mengusik-ngusik supaya acara ini dibatalkan supaya diberi kesadaran oleh Allah,” tuturnya.

Sebelumnya, panitia telah menyewa Wisma Haji Pondok Gede untuk acara tersebut. Namun dua hari sebelum acara sebuah surat elektronik atas nama Kementerian Agama UPT Asrama Haji diterima panitia yang berisi pembatalan izin penggunaan tempat.

Dalam pantauan Jurnalislam.com di Wisma PHI Cempaka Putih, saat ini para peserta dan undangan mulai berdatangan. Acara yang akan dihadiri perwakilan ormas-ormas Islam, ulama, tokoh nasional, dan habaib itu akan dibuka pukul 18.30 WIB.

Jelang Reuni 212, KMM Gelar Pelatihan Video Dokumenter Via HP

SOLO(Jurnalislam.com)- Guna abadikan momen reuni 212 nanti, Komunitas Masijidku Makmur (KMM) menggelar pelatihan membuat video dokumenter via HP Android di Masjid Istiqlal Sumber, Solo, Selasa, (28/11/2017).

Ratusan Pemuda Soloraya dan alumni 212 yang hadir dalam acara tersebut, tampak antusias dan seksama mendengarkan penjelasan dari Alumni Broadcash Universitas Sebelas Maret (UNS) Raden Rahmad Akbar.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang juga banyak mendokumentasikan aksi Super Damai 212 tahun lalu itu, membagikan pengalaman dalam membuat video singkat, menurutnya, dalam mengambil video di sebuah aksi, haruslah mempunyai kualitas yang baik dan layak untuk dipublikasikan kepada khalayak.

” Berangkat dari pengalaman aksi heroik 212 setahun kemarin, banyak yang mendokumentasikan acara tersebut dan setelah diedit ternyata banyak yang tidak layak untuk di unggah, saya punya pengalaman saat di tugaskan di aksi 212 beserta 39 lainya, ternyata dari 39 file yang di kumpulkan hanya 7 yang memenuhi syarat edit,”katanya.

Sementara itu, Ustadz Hasto selaku ketua panitia acara mengatakan, meskipun aksi 212 sudah terlewat, namun ia tetap berharap aksi semacam ini bisa menjadi sarana dakwah untuk menyebarkan Islam kepada masyarakat luas.

” Harapannya dengan latihan ini semoga bisa menjadi pendukung Dakwah kita,” pungkas Ustaz Hasto.

Dear Alumni 212, Ini Tips Abadikan Momenmu Via HP di Reuni 212

SOLO (Jurnalislam.com) – Komunitas Masjidku Makmur menggelar pelatihan membuat video documenter via HP Android untuk abadikan momen reuni 212. Adalah Raden Rahmad Akbar, Alumni Broadcash Universitas Sebelas Maret (UNS) yang memberikan tips dan trik mengambil video saat aksi nanti.

” Adapun trik yang harus di perhatikan untuk pengambilan gambar adalah, Angel (sudut pandang) , Shot, Head Room, Rule of Third dan gerakan kamera,” kata Rahmad di Masjid Istiqlal Sumber, Solo, Selasa, (28/11/2017).

Kemudian, kata Rahmad, ada beberapa tips yang harus di perhatikan ketika ambil video. “Rekam dalam posisi landscape, buat framing yang menarik, hindari penggunaan zoom dan hindari pengunaan led flash,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang juga banyak mendokumentasikan aksi Super Damai 212 tahun lalu itu, membagikan pengalaman dalam membuat video singkat, menurutnya, dalam mengambil video di sebuah aksi, haruslah mempunyai kualitas yang baik dan layak untuk dipublikasikan kepada khalayak.

Reporter : Ridho Asfari

‘With Unity, Allah will Pointout Muslim SelfWorth: Ansharusyariah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – The 212 alumni reunion will be held in the next few days. Some parties still question the urgency of the event for Islam and Muslims. More a few also embrace the existence of political interests in the event.

Leader of Ansharusy Shari’ah Jamaat, Ustadz Muhammad Achwan said, grand alumni reunion event 212 is very important to be held. According to him, the event is to maintain a sense of unity that has been shown by Muslims over last year.

“The incident one year ago had been an incredible one. Muslims can unite, abandon their group identity, leave their respective ego, and with it Allah will show the minds of the Muslims, “he said when interviewed by Jurnalislam.com in Jakarta, Wednesday (29/11/2017).

He explains, the glory of the Muslims will only be seen when people want to unite. Therefore, he said, the gathering of Muslims in the grand reunion 212 is a precious moment to be proud of.

“So this event is very important, because the moment where Muslims want to unite and strip the clothes of their own group and they want to sacrifice for it, it is very expensive at all,” he added.

Ustadz Achwan continued, the unity of Muslims will be calculated by those who are hostile. The enemies of Islam are very frightened when Muslims unite. Ustadz Achwan quotes the word of Allah in the Qur’an Al Hasr (59) verse 13-14.

“You are in their hearts more feared than God. That is because they are a people who do not understand. They will not fight you in unity, except in the fortified villages or behind the walls. The enmity between their neighbors is great. You think they are united, their hearts are divided. That is because they are a people who do not understand. “

“So this event is very important, if necessary this should be done once a year, even if in areas can be very extraordinary,” he explained.

For the benefit of Islam and the Muslims

Related to the issue of political interests that rode the event, Ustadz Achwan advise the leaders of the people, especially the organizing committee to straighten the intention. The defeat of Muslims in the Uhud war was due to the interests of a handful of people. For that he asserted, the interests of the reunion event 212 should be purely for the benefit of Islam and the Muslims.

“Another interest will only cause defeat for the ranks of the Muslims, as in the events of war uhud. Because sooner or later the interest will be discovered later, “he said.

Furthermore, Ustadz Achwan said the urgency of the reunion event 212 is also to restore the sovereignty of the Muslims in this country. He considered, Islam is what gave birth to the spirit of resistance against colonialism to deliver Indonesia to its independence.

“Therefore, the right to sovereignty is the Muslims, that is often forgotten. And we will encourage that spirit to the reunion crowd 212, “he said.

Translator: Taznim

Three Years in Prison, Reaction Ustaz Alfian Tanjung

SURABAYA (Jurnalislam.com) -Advanced trial on Monday (11/27/2017) agenda for reading the prosecutor’s demand in the Courtroom Cakra PN Surabaya. The indictment with the PDM-321 / Tj.Perak / 07/2017 Indictment Number is related to a lecture delivered by Ustaz Alfian Tanjung at Mujahidin Mosque – Perak, Surabaya.

The prosecutor requested to the Panel of Judges to impose the law for 3 years minus the term of detention.

“This is based on the examination of the defendant during the trial and testimony of witnesses. So we conclude that it has fulfilled a criminal act by discriminating against a certain race or group by spreading hate speech, “the prosecutor said in a hearing before the panel of judges.

Responding to these claims, to Jurnalislam.com Ustadz Alfian Tanjung said that the case that befell him felt very unfair.

Strange Occurrence In The Trial Ustadz Alfian Tanjung, Video Evidence Suddenly Damaged

“Everyone knows when the reporting witness comes very confused and the witnesses who are incriminating leave it up to the investigator,” he said.

“I strongly go to the knights to explain that the communist awakening is becoming more and more real. Although they have not been blatantly clothed in the PKI it will crawl quite strongly. I have been studying Communist revival for 30 years. Next week I will file a plee, “he concluded.

Meanwhile, attorney of ustaz Alfian Tanjung, Al Katiri said that damaged and incomplete evidence automatically does not meet the requirements of evidence in the trial. As is known, anti-Communist campaigner ustaz Alfian Tanjung has been declared free and proven not guilty. However, he was arrested and charged with UU ITE in a lecture that is dangerous to communism.

Translator: Taznim

Amien Rais Invites People to Reunite (212) With the Spirit to Improve the Country

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Board of Trustees of Alumni Presidium 212, Prof. Dr. Amien Rais invites Muslims to attend the Great Reunion 212 in the spirit of improving the country.

“Come in droves, let us show the world that we are one people and we will work together to improve this country together,” he said in a video uploaded to youtube by the Indonesian Movement of Fajr (GISS) on Monday (11/27/2017).

Read also: Coming to Reunion 212, DSKS Targets Thousands of Muslims to be Present at Monas

He also appealed to participants not to be provoked by propaganda of irresponsible parties.

“Let us come in peace and sincerity, not one of our intentions to undermine let alone heated like the propaganda of those irresponsible people. Because it has been proven many times that we are experts in expressing opinions, “he explained.

Chairman of the National Mandate Party Mandate Council (PAN) also explained that the presence of Muslims in the event is as a form of maintaining Indonesian sovereignty by strengthening the bonds of fraternity among fellow children of the nation.

“Therefore, I remind, in the Qur’an we have an obligation amar maruf nahi munkar and uphold justice and prevent tyranny,” he added.

Translator: Taznim