Berita Terkini

Kongres Alumni 212 Bahas Persoalan Bangsa, dari Korupsi hingga Ekonomi Kerakyatan

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Tak hanya tentang persiapan reuni 212 saja yang dibahas dalam Kongres Alumni 212 di PHI Cempaka Putih Jakarta, tetapi juga peserta kongres membahas ihwal permasalahan bangsa seperti ekonomi, keuangan, moral bangsa, korupsi hingga solusi ekonomi.

Guru Besar Insitut Pertanian Bogor (IPB) cum Wakit Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin turut memberikan pandangannya ihwal solusi dari permasalahan bangsa, salah satunya dengan konsisten menjalankan ekonomi syariah.

“Ekonomi syariah itu adalah Ekonomi akhlak. Jadi sebenarnya ketika kita ingin memperkenalkan ekonomi syariah berarti kita sedang membangun akhlak dan karakter,” kata Kiai Didin.

Menurutnya, salah satu sumber kerusakan akhlak berawal dari sistem liberal yang diterapkan di Indonesia. Ia yakin jika system ekonomi yang mementingkan akhlak diterapkan maka akan terjadi perbaikan bangsa.

“Oleh karena itu sikap kita harus mulai berubah, jangan kita bicara tentang ekonomi syariah tapi akuntan kita masih konvensional. Kita hanya melihat ekonomi syariah itu dari perorangnnya, padahal kita harus terlibat di dalamnya. Karena sesungguhnya ekonomi syariah adalah bagian dari perbaikan akhlak bangsa. Saya yakin dengan ekonomi syariah tidak akan ada korupsi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, panitia pelaksana Reuni Akbar 212 merupakan gabungan dari para aktivis organisasi Islam seperti FPI, FUI, GNPF Ulama, GMG, Bang Japar, Parmusi dll, mengajak semua pihak berpartisipasi dalam acara Maulid dan Reuni Akbar 212 yang akan dilaksanakan di Monas pada Sabtu 2 Desember, diawali dengan tahajud dan subuh berjamaah pukul 3.00 WIB, dilanjutkan dengan dzikir dan shalawat hingga pukul 10.00 WIB.

Kongres Alumni 212 : Pindah dari Bank Konvensional ke Bank Syariah

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Salah satu hal yang dibahas dalam Kongres Alumni 212 adalah tentang ekonomi Islam. Hadir sebagai pemateri dan pemandu kongres, Guru Besar Insitut Pertanian Bogor (IPB) cum Wakit Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin.

Dalam pemaparannya, Prof. Didin menegaskan kembali pentingnya membangun sinergi dan dukungan terhadap elemen ekonomi umat, salah satunya adalah bank syariah.

“Komitmen bersama yang kita bangun, jangan mengatakan sama saja bahwa bank syariah dengan konvensional atauribawi. Harus merubah persepsi antara bank itu,” tegasnya di Wisma PHI Cempaka Putih, Jumat (1/2/2017).

Selain mengajak umat untuk beralih menggunakan bank syariah, Kiai Didin juga menegaskan pentingya penerapan ekonomi syariah untuk kemajuan ekonomi nasional.

“Ekonomi syariah itu ekonomi keadilan, ekonomi kerakyatan, dan ekonomi keberpihakan. Keberpihakan kepada kejujuran dan nilai-nilai mulia lainnya,” pungkasnya.

Reuni Akbar 212 Tegaskan Energi Al Maidah 51 untuk NKRI Harus Terus Dirawat

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Ketua Presidium Alumni 212 M Slamet Maarif menegaskan bahwa reuni akbar 212 merupakan salah satu bentuk syukur atas persatuan umat membela al Qur’an dari penista agama. Semangat membela al Qur’an ini sejatinya harus dirawat dan terus dipupuk bagi umat Islam Indonesia.

“Oleh karena itu hari ini kita akan mengadakan reuni 212 pada Sabtu 2 Desember 2017 besok adalah dalam rangka mensyukuri nikmat Allah, nikmat bersatunya umat Islam dalam Aksi 212 yang fenomenal itu,” kata Slamet di Jakarta, Jumat (1/2/2017).

Ia pun mengatakan bahwa tema besar yang diusung dalam Reuni Akbar 212 adalah mensyukuri nikmat Allah dengan merawat energi Al Maidah ayat 51.

“Oleh Karen itu tema yang kita angkat adalah, mensyukuri nikmat Allah SWt dengan merawat energi Al Maidah 51 untuk kebangkitan umat demi kejayaan NKRI,” tegasnya.

Seperti diketahui, panitia pelaksana Reuni Akbar 212 merupakan gabungan dari para aktivis organisasi Islam seperti FPI, FUI, GNPF Ulama, GMG, Bang Japar, Parmusi dll, mengajak semua pihak berpartisipasi dalam acara Maulid dan Reuni Akbar 212 yang akan dilaksanakan di Monas pada Sabtu 2 Desember, diawali dengan tahajud dan subuh berjamaah pukul 3.00 WIB, dilanjutkan dengan dzikir dan shalawat hingga pukul 10.00 WIB.

Reuni 212 Sebagai Bentuk Syukur Atas Persatuan Umat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), KH Muhammad Al Khathath membantah jika acara reuni alumni 212 disebut sebagai kegiatan politik.

Ia menjelaskan, reuni alumni 212 adalah wujud syukur atas bersatunya umat dalam aksi super damai 212 tahun lalu.

“Kalau seandainya kebersatuan umat 212 yang kita syukuri ini disebut politik monggo silahkan dilarang, tapi niat kita adalah bersyukur atas kebesatuan umat dan itu adalah perintah agama,” katanya dalam konferensi pers usai Kongres Nasional Alumni 212 di Wisma PHI Cempaka Putih, Jakarta Pusat (1/12/2017).

Oleh karena itu, dia mengajak segenap umat Islam alumni 212 untuk menghadiri reuni akbar tersebut untuk mensyukuri terjalinnya persatuan umat.

“Bagi yang mau bersyukur atas kebersatuan umat tapi tidak bisa datang mohon doanya agar acaranya lancar,” ujarnya.

Sejumlah pihak mengaitkan acara Reuni Akbar Alumni 212 untuk kepentingan politik 2019, termasuk Kapolri, Jenderal Tito Karnavian.

Tito menuding reuni 212 berkaitan dengan momentum politik jelang Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019.

“Ini juga enggak akan jauh-jauh dari politik, tetapi politik 2018-2019,” ujar Tito saat dijumpai di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017).

Pagi ini, 50 Bus Kafilah Reuni 212 Soloraya Berangkat ke Jakarta

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Ustadz Muinudinillah Basri melepas rombongan umat Islam Soloraya peserta Reuni Akbar Alumni 212 yang akan digelar besok di Monas. Rombongan diberangkatkan pagi ini Jumat (1/12/2017) dari SPBU Jongke, Laweyan, Solo dengan menggunakan 50 bus.

Dalam tausyiahnya, Ustadz Muin menyampaikan bahwa keberangkatan umat Islam menghadiri Reuni 212 adalah dalam rangka menunjukkan integritas kaum muslimin sebagai unsur terpenting dari bangsa ini.

“Kegiatan ini sangat penting untuk menunjukkan bahwa umat Islam Indonesia sangat menginginkan kebaikan Indonesia, ingin menjaga keutuhan negara Indonesia, ingin menguatkan identitas Negara Indonesia,” katanya.

Selain itu, Ustaz Muin menegaskan bahwa keberangkatan mereka ke Jakarta adalah untuk mematahkan segala upaya musuh Islam yang tidak menghendaki persatuan diantara umat Islam.

“Keberangkatan kita juga untuk menunjukkan bahwa umat Islam lah yang paling mampu untuk bersatu dengan seluruh komponen bangsa.

Sementara itu Humas DSKS, Endro Sudarsono mengatakan, jumlah peserta dari DSKS untuk menghadiri Reuni 212 sebanyak kurang lebih 1000 orang yang terdiri dari berbagai elemen umat Islam Soloraya.

“Ini ada FKAM, LUIS, KPM, FOSAM, AL HUDA, AUIK, dan elemen dari kota lain, kurang lebih sekitar 2 ribuan orang. Ini kita harapkan menggalang persatuan bangsa menjadi modal awal kesatuan bangsa,” papar Endro.

Gara-gara Cecok Mulut, Petani Palestina yang Rendah Hati Ditembak Mati Pemukim Yahudi

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sebuah desa di distrik Nablus di Tepi Barat yang diduduki menyatakan kemarahannya atas pembunuhan seorang petani Palestina oleh seorang pemukim zionis Yahudi hanya karena adu mulut pada hari Kamis (30/11/2017).

Menurut penduduk setempat, Mahmoud Odeh, 47, ditembaki oleh seorang pemukim zionis Yahudi saat sedang berada di lahan pertanian pribadinya di desa Qusra. Dia meninggal tak lama setelah itu di tempat kejadian.

Abd al-Atheem, seorang pemimpin di dewan desa Qusra, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Odeh – ayah dari 10 anak – adalah seorang petani yang rendah hati dan berbakat.

Pemukiman Ilegal Yahudi Israel Usir Warga Muslim Yerusalem Secara Sistematis

“Hasil panen yang dia panen begitu banyak sehingga bisa memberi makan seluruh suku,” katanya. “Dia benar-benar orang baik yang terbunuh dengan darah dingin Yahudi.”

Permukiman ilegal Israel di Migdalim dan Shilo dibangun di atas tanah milik warga Qusra, dan sekarang berbatasan dengan desa di timur laut dan selatan. Tiga pos pendatang tambahan juga didirikan di lahan desa dalam dua dekade terakhir. Permukiman Israel dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Menurut Gilad Grossman, juru bicara LSM hak asasi manusia Israel Yesh Din, desa tersebut telah lama menjadi “titik panas” kekerasan pemukim Israel terhadap orang-orang Muslim Palestina.

Rayakan Hari Raya Zionis, Ratusan Pemukim Yahudi Serbu Masjid al Aqsha

Yariv Mohar, juru bicara kelompok aktivis Rabbi untuk Hak Asasi Manusia – yang mengumpulkan banyak kesaksian dari penduduk setempat tentang pembunuhan tersebut – mengatakan bahwa Odeh ditembak setelah bertengkar dengan pemukim, ia ditembak sambil merawat kebun zaitunnya dengan anak laki-lakinya yang berusia enam tahun.

Setelah Odeh ditembak, anaknya memanggil penduduk lain di desa tersebut, mendorong warga Palestina lainnya tiba di tempat kejadian dan melemparkan batu ke orang-orang Israel untuk mendorong mereka keluar dari daerah tersebut, kata kelompok tersebut.

Pada saat ini pemukim Israel yang bersenjata melepaskan tembakan lagi, hingga melukai warga Palestina lainnya.

Menurut penduduk setempat, seorang paramedis Israel berusaha untuk menyadarkan Odeh, namun sia-sia. Pasukan Israel kemudian merampas tubuhnya di tengah bentrokan antara warga Palestina dan tentara Israel.

Berlanjut Hingga 15 Desember, Inilah Pembahasan Perundingan Suriah Kedelapan

JENEWA (Jurnalislam.com) – Utusan Suriah PBB pada hari Kamis (30/11/2017) mengatakan putaran kedelapan perundingan perdamaian di Jenewa akan berlanjut sampai pertengahan bulan depan.

Perundingan Suriah yang berlangsung di Jenewa yang dimulai pada 28 November akan berlanjut sampai 15 Desember, Staffan de Mistura mengatakan dalam sebuah konferensi pers di PBB di Jenewa, lansir Anadolu Agenncy.

Akan ada istirahat sejenak untuk akhir pekan dan pembicaraan akan dilanjutkan pada hari Selasa, 5 Desember, ia menambahkan.

De Mistura mengadakan pertemuan “terpisah tapi bersamaan” pada hari Kamis dengan delegasi dari rezim Suriah dan oposisi selama putaran kedelapan perundingan perdamaian Suriah di PBB di Jenewa.

Pada kedua pertemuan tersebut, Mistura mengatakan kepada para delegasi tersebut, “Hari ini kita mengadakan pertemuan yang lebih maju dan formal, karena kita memiliki apa yang kita sebut ‘pertemuan paralel jarak dekat’.”

Putaran Kedelapan Perundingan Damai Suriah, Oposisi: Hapus Assad dalam Daftar Pemilihan Baru

PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pada kedua pertemuan tersebut, Mistura berbicara mengenai apa yang disebut “empat keranjang” untuk didiskusikan dengan kedua belah pihak: sebuah konstitusi, pemerintahan, pemilihan, dan pemberantasan terorisme baru, dan isu-isu tahanan, penculikan, dan orang-orang yang hilang, bersamaan dengan kebutuhan akan akses kemanusiaan penuh di wilayah yang terkepung atau sulit dijangkau, seperti Ghouta Timur.

“Kami memiliki pertemuan paralel yang sangat dekat antara dua pihak. Sebenarnya saya telah mondar-mandir dengan rekan-rekan saya di antara dua ruangan, yang pada dasarnya berjarak 5 meter,” kata Mistura kepada wartawan.

Ini berarti bahwa kedua partai bertemu di ruang terpisah yang berdekatan, sehingga mediator PBB tersebut dapat bolak-balik ke kedua ruangan.

Setelah pertemuan hari ini, Yahya Aridi, juru bicara Komisi Negosiasi Suriah (the Syrian Negotiation Commission-SNC), mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Kami telah melakukan diskusi yang baik dengan Utusan Khusus Staffan de Mistura tentang jalan menuju kemajuan dalam perundingan Jenewa.”

“Kami siap untuk tetap terlibat dalam pembicaraan selama diperlukan,” tambahnya.

Protes Iklan Seronok, LUIS Gruduk EC Executive Karaoke Solo

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)– Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) dan beberapa elemen ormas Islam Sukoharjo mendatangi EC Executive Karaoke di area parkir P1 Hartono Trade Center (HTC) Grogol, Solo Baru, Sukoharjo, Rabu (29/11/2017). Berdasarkan penulusuran LUIS, di tempat karaoke tersebut akan digelar acara berbau kemaksiatan bertajuk ‘Men’s Wear’ pada Rabu (29/11/2017) malam.

Selebaran iklan acara itu menampilkan tiga wanita berpakaian seronok dan tersebar di media sosial. Wanita-wanita yang disebut sebagai wanita pemandu lagu (PL) itu hanya mengenakan kemeja putih tipis dengan kancing terbuka dan tanpa mengenakan celana.

iklan seronok EC karaoke

LUIS diterima penanggung jawab EC Executive Karaoke, Rizki kemudian menuju Polsek Grogol, Sukoharjo guna mencari titik temu dalam permasalahan tersebut.

Dalam audensi yang juga dihadiri ketua Satpol PP Sukoharjo dan Kasat Intel Sukoharjo tersebut, Humas LUIS, Endro Sudarsono menyampaikan beberapa poin keberatan dari umat Islam. Diantaranya, tempat karaoke tersebut melanggar ijin operasional, menjual minuman keras, dan menyajikan konten pornografi.

“Karaoke itu hanya menyanyi tidak ada tariannya. Nah itu ada wanitanya, ada mirasnya, tentu kita berasumsi hal-hal di situ apa? Jadi sederhana saja itu melanggar ijin operasional, ijin jam buka dan menjual miras,” terang Endro.

Pihak EC berkilah, iklan Men’s Wear dibuat sebagai strategi marketing kepada para pelanggannya saja dan tidak disebar ke publik. Pengelola mengaku melakukan itu untuk meningkatkan kembali omset EC yang mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir.

“Gambar itu memang ada, cuma dikalangan pelanggan kami hanya untuk menarik saja. Memang setiap akhir bulan kita biasa drop omsetnya. Maka kita buat itu tanggalnya 29, tapi untuk malam ini saya katakan tidak ada,” paparnya.

Camat Grogol, Bagas Windarto hadir dalam audensi tersebut mengatakan bahwa pihaknya akan mendatangi EC Karaoke untuk memastikan acara Men’s Wear yang akan digelar pada Rabu malam dibatalkan.

“Intinya begini bapak-bapak semua, manajemen EC sudah mengakui kesalahan tersebut. Terkait kegiatan malam nanti, saya pastikan bahwa nanti malam memang tidak ada. Saya akan langsung cek,” katanya.

Bagas berjanji akan mengecek ijin penjualan miras EC Executive Karaoke. Ia juga meminta pihak EC untuk membatalkan acara Men’s Wear dan menghormati aspirasi umat Islam yang merasa diresahkan dengan kemaksiatan tersebut.

Minuman keras branded berbagai merk di dalam EC karaoke

“Nanti kita cek terkait IMB, ijin miras, namun ijin keramaian selalu diperbarui, nah ini dari kepolisian. Dan nanti kita akan sampaikan Pak Bupati, dan mohon dari EC menerima masukan dari teman-teman ini sebagai warning,” imbuhnya.

Sementara itu, Rizki selaku penanggung-jawab Excecutive Karaoke mengaku sudah mengantongi ijin dari Dinas Perijinan. Ia mengatakan, minuman keras yang dijual di tempat hiburan tersebut sudah lolos uji dari Dinas Perijinan.

“Kami sendiri perizinan minuman itu sudah dapat dari dinas perijinan dan kita sudah dicek botol kita dan mereka datang ke tempat kita, sudah ok,” ujarnya.

Blunder, Tidak Sebut Rohingya dalam Pidato, Pendeta Vatikan Ini Kecewakan Banyak Pihak

ANKARA (Jurnalislam.com) – Dalam sebuah kunjungan ke Asia Tenggara pekan ini, Paus Francis meminta penghormatan atas hak-hak semua kelompok etnis Myanmar, namun mengecewakan aktivis hak asasi manusia dengan tidak langsung menyebutkan Muslim Rohingya yang dianiaya.

Dalam sebuah pidato di ibu kota Myanmar Nay Pyi Taw, Paus merujuk pada penderitaan lanjutan rakyat Myanmar “akibat konflik sipil dan permusuhan.”

“Masa depan Myanmar harus damai, damai berdasarkan penghormatan terhadap martabat dan hak setiap anggota masyarakat, menghormati setiap kelompok etnis dan identitasnya, menghormati peraturan hukum dan menghormati tatanan demokratis yang memungkinkan setiap individu dan setiap kelompok – tidak ada yang dikecualikan – untuk menawarkan kontribusi yang sah bagi kepentingan bersama,” katanya.

Francis tidak menyebutkan tentang Rohingya atau tindakan sadis di negara bagian Rakhine, yang dilakukan oleh Militer Budha Myanmar, dikutuk oleh PBB dan AS sebut sebagai “pembersihan etnis.”

Dalam permohonan banding dari Vatikan awal tahun ini, paus sebelumnya telah berdoa untuk “saudara laki-laki dan perempuan Rohingya kita.” Namun ketika ia menghindar menggunakan istilah tersebut selama perjalanannya ke Asia Tenggara, dipandang oleh banyak orang sebagai langkah mundur dari dukungannya yang terdahulu bagi kaum tertindas dan terpinggirkan di seluruh dunia.

Sikap Paus menimbulkan kekecewaan di kalangan lembaga hak asasi manusia dan Muslim Rohingya.

Paus Temui Aung San Suu Kyi dan Hindari Sebut Rohingya dalam Pidato

Yusuf Balci, yang mengepalai Arakan Platform yang berbasis di Turki – menggunakan nama alternatif Rakhine – menekankan bahwa masalahnya bukan hanya masalah umat Islam, tapi juga masalah semua agama, dan masalah semua umat manusia.

“Kami mengharapkan orang Kristen, agama lain, dan bahkan umat Buddha, untuk mendekati masalah ini dari perspektif manusia. Pidato paus bisa dimengerti tapi kami mengharapkan dia menanggapi kenyataan,” katanya kepada Anadolu Agency, Kamis (30/11/2017).

Mustapha Akoub, direktur Aliansi Kebebasan dan Martabat Asia Pasifik (the Alliance for Freedom and Dignity), juga menggambarkan kunjungan tersebut “mengecewakan.”

“Kami mengharapkan dia untuk berbicara secara terbuka tentang pelanggaran hak asasi manusia di Arakan. Kami berharap lebih kepada dia, tapi kami sangat kecewa,” kata Akoub.

Ibrahim Muhammad, anggota pendiri Dewan Rohingya Eropa (European Rohingya Council-ERC) yang bermarkas di Belanda, mengatakan, “Paus bahkan menghindari ucapan ‘Rohingya.’ Itu menggembosi harapan kita.”

Phil Robertson, wakil direktur regional Human Rights Watch, juga mengatakan bahwa dia berharap paus akan menggunakan istilah tersebut.

“Paus melewatkan kesempatan untuk memperkuat pesan sebelumnya yang menegaskan hak Rohingya untuk mengidentifikasi diri dan menggunakan nama yang mereka pilih bagi mereka sendiri,” katanya.

Lebih dari 620.000 pengungsi telah melarikan diri dari wilayah tersebut sejak 25 Agustus setelah tindakan brutal militer Budha Myanmar.

Selama tindakan keras tersebut, pasukan Budha Myanmar dan massa Buddhis telah membunuhi pria, wanita dan anak-anak, menjarah rumah, memutilasi, memperkosa dan membakar desa Rohingya, menurut akun pengungsi. Berbicara pada bulan September, Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hasan Mahmood Ali mengatakan sekitar 3.000 orang Rohingya tewas dalam operasi tersebut.

Muslim Rohingya telah menghadapi diskriminasi di negara yang berpenduduk mayoritas beragama Budha selama beberapa dekade ini. Mereka kehilangan kewarganegaraan dan tidak dapat mengakses layanan dasar.

Banyak pihak di Myanmar menolak untuk mengidentifikasi Muslim Rakhine sebagai Rohingya, mengklaim bahwa mereka adalah migran dari Bangladesh meskipun mereka telah tinggal di sana selama beberapa generasi.

Dalam sebuah laporan, penyidik ​​PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut bisa dianggap sebagai kejahatan berat terhadap kemanusiaan. Masyarakat internasional telah meminta pemerintah Myanmar dan militer untuk segera menghentikan kekejaman dan membiarkan warga Rohingya pulang dengan selamat.

AS Sesumbar akan Hancurkan Korea Utara

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley pada hari Rabu (29/11/2017) mengatakan bahwa uji rudal terbaru Korea Utara membawa Washington dan Pyongyang “lebih dekat ke perang.”

“Jika perang memang terjadi, itu akan terjadi karena tindakan agresi yang berlanjut seperti yang kita saksikan kemarin dan jika perang datang, jangan salah, rezim Korea Utara akan hancur total,” kata Haley dalam sebuah sesi darurat Dewan Keamanan PBB, lansir World Bulletin Kamis (30/11/2017).

Pernyataan Haley muncul sehari setelah Korea Utara menguji sebuah rudal balistik antar benua (intercontinental ballistic missile-ICBM) berteknologi maju yang diidentifikasi sebagai Hwasong-15 menurut kantor berita KCNA Korea Utara. Dikatakan bahwa rudal tersebut mampu meluncurkan serangan nuklir di “seluruh daratan di AS.”

Dia juga mengungkapkan bahwa Presiden Donald Trump menelepon Presiden China Xi Jinping pada hari itu untuk memberitahukan kepadanya bahwa telah tiba saatnya bagi China untuk memotong pasokan minyak mentah ke Korea Utara.

“Kami sekarang berpaling kepada Presiden Xi untuk mengambil posisi itu. Kami yakin dia memiliki kesempatan untuk melakukan hal yang benar untuk kepentingan semua negara,” kata Haley.

Ketegangan Meningkat, Korea Utara dan Kuba Tolak Tuntutan AS

Sebagai pemasok terbesar ke Korea Utara, China memiliki perdagangan minyak berskala besar dengan Korea Utara.

Menurut Badan Informasi Energi AS, impor Korea Utara mencapai 5,5 juta barel minyak mentah dan 2,2 juta barel produk olahan minyak dari China setiap tahun.

“China harus menunjukkan kepemimpinan dan tindak lanjutnya. China dapat melakukan ini sendiri, atau kita dapat mengambil situasi minyak ke tangan kita sendiri,” catatnya.

Haley, dalam pidatonya juga meminta negara anggota panel untuk menerapkan hukuman yang ditetapkan oleh dewan awal tahun ini dan untuk memperkuat sanksi terhadap Korea Utara.

“Jadi hari ini kami menyerukan semua negara untuk memotong semua hubungan dengan Korea Utara. Selain menerapkan sepenuhnya semua sanksi PBB, semua negara harus memutuskan hubungan diplomatik dengan Korea Utara dan membatasi kerja sama ilmiah, komersial atau militer,” tambahnya.

Korea Utara telah melakukan uji coba 15 rudal sepanjang 2017 dan melakukan uji coba nuklir bawah tanah keenam pada bulan September.