Kongres Alumni 212 Bahas Persoalan Bangsa, dari Korupsi hingga Ekonomi Kerakyatan

Kongres Alumni 212 Bahas Persoalan Bangsa, dari Korupsi hingga Ekonomi Kerakyatan

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Tak hanya tentang persiapan reuni 212 saja yang dibahas dalam Kongres Alumni 212 di PHI Cempaka Putih Jakarta, tetapi juga peserta kongres membahas ihwal permasalahan bangsa seperti ekonomi, keuangan, moral bangsa, korupsi hingga solusi ekonomi.

Guru Besar Insitut Pertanian Bogor (IPB) cum Wakit Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin turut memberikan pandangannya ihwal solusi dari permasalahan bangsa, salah satunya dengan konsisten menjalankan ekonomi syariah.

“Ekonomi syariah itu adalah Ekonomi akhlak. Jadi sebenarnya ketika kita ingin memperkenalkan ekonomi syariah berarti kita sedang membangun akhlak dan karakter,” kata Kiai Didin.

Menurutnya, salah satu sumber kerusakan akhlak berawal dari sistem liberal yang diterapkan di Indonesia. Ia yakin jika system ekonomi yang mementingkan akhlak diterapkan maka akan terjadi perbaikan bangsa.

“Oleh karena itu sikap kita harus mulai berubah, jangan kita bicara tentang ekonomi syariah tapi akuntan kita masih konvensional. Kita hanya melihat ekonomi syariah itu dari perorangnnya, padahal kita harus terlibat di dalamnya. Karena sesungguhnya ekonomi syariah adalah bagian dari perbaikan akhlak bangsa. Saya yakin dengan ekonomi syariah tidak akan ada korupsi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, panitia pelaksana Reuni Akbar 212 merupakan gabungan dari para aktivis organisasi Islam seperti FPI, FUI, GNPF Ulama, GMG, Bang Japar, Parmusi dll, mengajak semua pihak berpartisipasi dalam acara Maulid dan Reuni Akbar 212 yang akan dilaksanakan di Monas pada Sabtu 2 Desember, diawali dengan tahajud dan subuh berjamaah pukul 3.00 WIB, dilanjutkan dengan dzikir dan shalawat hingga pukul 10.00 WIB.

Bagikan
Close X