Berita Terkini

Konsulat AS di Palestina: Hindari Tepi Barat dan Wilayah Yerusalem yang Diduduki Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (5/12/2017), konsulat AS di Yerusalem menginstruksikan karyawan untuk menjauh dari Tepi Barat yang diduduki dan beberapa wilayah Yerusalem.

Dalam beberapa hari terakhir, pejabat senior Palestina memperingatkan efek tindakan apapun yang berpotensi merusak dari penolakan klaim mereka untuk menduduki Yerusalem Timur sebagai ibukota negara mereka di masa depan.

Saeb Erekat, sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina, mengatakan pekan ini bahwa dia telah berbicara dengan para pemimpin Arab, yang menyampaikan pesan “bahwa Yerusalem adalah garis merah, tidak hanya untuk warga Palestina tapi juga untuk warga Arab, Muslim dan Kristen di manapun.”

Trump Hubungi Mahmoud Abas, Putuskan Perpidahan Kedutaan AS ke Yerusalem Hari Ini

Selama kampanye pemilihannya tahun lalu, Trump berulang kali berjanji untuk memindahkan kedutaan dan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Namun, pada bulan Juni, sama seperti pendahulunya, Trump menandatangani pengabaian enam bulan untuk menunda relokasi tersebut, yang akan mempersulit upaya AS untuk melanjutkan perundingan damai Israel-Palestina yang telah macet.

“Setiap presiden AS selama lebih dari 20 tahun telah menyadari bahwa jika hal itu terjadi dampaknya akan dahsyat,” Kimberly Halkett dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Washington, DC, mengatakan.

Sejumlah pemimpin dunia secara tajam mengkritik relokasi semacam itu, karena khawatir akan semakin meningkatkan ketegangan regional.

Legislatif Palestina pada Trump: Ingat Intifadah Bermula karena Yerusalem!

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Mustafa Barghouti, anggota dewan legislatif Palestina, menyebut rencana relokasi Kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem adalah “tindakan yang sangat sembrono dan berbahaya dari pihak presiden AS”.

Berbicara dari Ramallah, dia mengatakan kepada Al Jazeera, Selasa (5/12/2017) bahwa tindakan tersebut sama saja tidak “mempertimbangkan apa artinya bagi 1,6 miliar Muslim, bagi 2,2 miliar orang Kristen, dan bagi 360 juta orang Arab”.

“Ini akan menciptakan reaksi yang sangat serius dan mengguncang wilayah – dan pasti mengguncang situasi di Palestina sendiri,” tambahnya.

Trump Hubungi Mahmoud Abas, Putuskan Perpidahan Kedutaan AS ke Yerusalem Hari Ini

“Jika Presiden Trump melanjutkan dengan memindahkan kedutaan, dia akan membunuh sepenuhnya peran Amerika dalam proses perdamaian di masa depan.”

“Orang-orang Arab dan Muslim tidak akan mengabaikan ini, jika tidak hari ini, maka besok, dan itu akan memiliki konsekuensi besar bagi AS.” Barghouti, politisi Palestina, mengatakan jika Trump melanjutkan dengan memindahkan kedutaan, lalu “Warga Palestina akan bereaksi, dengan pemberontakan non-kekerasan publik yang populer … Itulah yang akan Anda lihat besok, besok dan besok. “Ini adalah masalah yang sangat serius,” tambahnya. “Orang tidak boleh lupa bahwa Intifadah kedua dimulai karena isu Yerusalem.”

Trump Hubungi Mahmoud Abas, Putuskan Perpidahan Kedutaan AS ke Yerusalem Hari Ini

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada pemimpin Palestina Mahmoud Abbas bahwa dia bermaksud untuk memindahkan kedutaan AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, sebuah rencana yang mendapat kecaman Internasional.

Wafa, kantor berita resmi Otoritas Palestina (PA), melaporkan pada hari Selasa (5/12/2017) bahwa Trump menelepon Abbas untuk memberitahukan tentang “niatnya”.

“Presiden Abbas memperingatkan konsekuensi berbahaya dari keputusan tersebut terhadap proses perdamaian, keamanan dan stabilitas di wilayah Timur Tengah serta dunia,” kata Nabil Abu Rudeina, juru bicara presiden Palestina tersebut.

Trump Akan Akui Yerusalem sebagai Ibukota Israel, OKI Gelar Rapat Darurat

Tidak ada rincian lebih lanjut tentang kapan Trump berencana memindahkan kedutaannya.

Berbicara kepada wartawan pada hari Selasa, Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan bahwa Trump akan menyampaikan keputusannya pada hari Rabu (6/12/2017), lansir Aljazeera.

“Dia akan terus berdiskusi dengan pemangku kepentingan terkait, tapi akhirnya dia akan menyatakan bahwa keputusannya adalah keputusan terbaik untuk Amerika Serikat,” kata Sanders.

Ketika ditanya apakah Trump telah memutuskan, dia menjawab: “Saya katakan bahwa Presiden cukup solid dalam pemikirannya saat ini.”

Sebelumnya pada hari Selasa, sebuah pernyataan dari istana kerajaan Jordania mengatakan bahwa Trump juga telah memanggil Raja Abdullah untuk memberitahukan kepadanya tentang niatnya memindahkan kedutaan ke Yerusalem.

Legislatif Palestina pada Trump: Ingat Intifadah Bermula karena Yerusalem!

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa raja memperingatkan Trump bahwa relokasi tersebut akan memiliki “dampak yang berbahaya terhadap stabilitas dan keamanan kawasan ini” dan juga akan mengobarkan perasaan kaum Muslim.

Status Jerusalem adalah aspek yang sangat sensitif dari konflik Israel-Palestina.

Israel mengklaim kota itu sebagai ibukotanya, menyusul pendudukan Yerusalem Timur dalam perang 1967 dengan Suriah, Mesir dan Yordania, dan menganggap Yerusalem sebagai kota “bersatu”.

Warga Palestina telah lama menganggap Yerusalem Timur sebagai ibukota negara mereka.

Mereka mengatakan bahwa langkah AS untuk merelokasi kedutaan besar akan menyalahartikan salah satu isu paling sensitif dalam konflik – status Yerusalem – dan melemahkan status Washington sebagai mediator.

Tidak ada satu pun negara saat ini yang kedutaan besarnya berada di Yerusalem, dan masyarakat internasional, termasuk Amerika Serikat sendiri, tidak mengakui yurisdiksi dan kepemilikan Israel atas kota tersebut.

Semaian Debu Fitnah Aksi 212

Oleh : AB Latif (Direktur Indopolitik Watch)

Islamophobia melalui media menjadi industri baru menyudutkan Islam dan umatnya. Hal ini bukanlah barang baru dalam liberalisasi kehidupan. Ada narasi yang sama jika untuk pemberitaan Islam maka harus dilabel dengan nada menakutkan. Tak terkecuali Reuni Aksi 212 mendapatkan sorotan tajam. Seolah mereka menyemai debu-debu fitnah, yang ujungnya semakin mengokohkan umat Islam dalam menjemput janji Allah Swt.

 

MetroTV dan Media Indonesia kembali membuat fitnah keji terhadap umat islam. Dalam editorial Media Indonesia yang bertajuk meneladani toleransi sang Nabi yang ditayangkan oleh Metro TV pada jum’at 1 Desember 2017 ini, dalam salah satu narasi kalimatnya sangat menyinggung perasaan umat islam. Penayangan itu dikatakan bahwa agenda reuni 212 di sebut sebagai perayaan intoleransi. Dalam narasi kalimat itu dikatakan,

 

“ celakanya intoleransi itu dipraktekkan untuk kekuasaan politik dengan mengatasnamakan agama. Lebih celaka lagi, mereka berencana berkumpul merencanakan intoleransi itu dengan gegap gempita, huh. Ini tentu bisa membuat korban intoleransi semakin terluka. Ketika pihak yang terluka disuruh move on, supaya lukanya lekas pulih, pihak sebelah justru menari diatas luka itu dengan merayakan kemenangan mereka secara gegap gempita”.

 

Narasi inilah yang membuat geram umat islam. Seolah secara gamblang editorial ini sengaja di buat untuk menyerang secara langung kepada alumni 212 dan menuduh alumni 212 sebagai gerakan intoleransi. Tidak hanya hari ini saja, seringkali Metro TV membuat berita-berita yang palsu dan menyakiti umat islam. Lalu apakah pemberitaan Metro TV ini bentuk toleransi ?

 

Kalau kita analisa, sebenarnya hal ini adalah bentuk luapan kekecewaan narator terhadap kekalahan Ahok dalam Pilkada 2017 lalu. Karena kita tahu bahwa Metro TV adalah pendukung Ahok yang sangat luar biasa. Mereka tidak menyangka bahwa ketenaran Ahok dan dukungannya baik dari pemodal asing maupun aseng yang besar serta dukungan dari penguasa yang kuat ternyata mampu di kalahkan. Hal inilah yang sebenarnya menjadi luka yang belum kering sebagaimana narator sampaikan. Dan mereka pun tahu bahwa luka itu berawal dari aksi 212 tanun 2016 lalu.

 

Kekecewaan ini tidak hanya terlihat di Metro TV atau Media Indonesia saja. Ternyata tidak hanya Metro TV dan Media Indonesia saja, CNNIndonesia pun bikin fitnah yang keji. Dalam berita yang di rilis CNNIndonesia sabtu, 2 desember 2017 menyatakan bahwa “Bendera HTI berkibar di Reuni Akbar Alumni 212”. Ini adalah fitnah yang keji, dimana bendera yang berkibar itu adalah bendera tauhid bendera umat islam. Artinya jika bendera itu yang dimaksud berarti CNN telah mengkriminalisasi bendera warisan Roulullah SAW. Bukankah ini adalah perbuatan intoleran?

 

Dari semua fitnah-fitnah yang dilontarkan berbagai media yang ada dapatlah kita ambil beberapa kesimpulan bahwa sebenarnya para pendukung Ahok sampai hari ini masih menyimpan dendam sakit hati yang begitu dalam kepada umat islam, sehingga apapun yang dilakukan umat islam khususnya alumni 212 akan mereka buat opini sejelek-jeleknya. Dengan opini yang jelek ini harapan merekan adalah agar simpati dan dukungan umat islam semakin melemah. Dengan kepercayaan yang melemah ini tujuan akhirnya adalah memecah belah kekuatan umat islam. Kedua, ini menjadi bukti bahwa mereka sangat takut dengan berkumpulnya umat islam dalam jumlah yang sangat besar. Artinya semakin banyak umat islam yang berkumpul, maka akan membahayakan kepentingan mereka. Rencana – rencana besar mereka akan terhadang oleh gerakan-gerakan umat islam yang mulai menunjukkan persatuannya. Kekhawatiran inilah yang sangat menghantui mereka. Apalagi kini para mujahid dan mujahidah dari jutaan umat islam yang telah berikrar bahwa 212 dijadikan hari kebangkitan dan persatuan umat islam.

 

Sesungguhnya kebangkitan islam kini mulai nampak dan akan menjadi kekuatan yang besar yang tak akan ada yang mengalahkan. Artinya gerakan 212 telah membawa pesan bahwa kehendak Allah SWT. Tak dapat ditahan atau dilawan oleh siapa-siapa. Janji Allah akan segera menjadi kenyataan.

 

Rekonstruksi Keadilan: Diskursus Pendidikan Nasional

Oleh : Muhammad Arsyad Arifi (Aktivis Pemuda Muhammadiyah DIY)

Ketika membuka mata dan melihat media terutama kanal berita mainstream yang disuguhkan tak lain adalah berita tentang kriminalitas, lifestyle, dan kisah-kisah kaum marjinal. Akan tetapi, mayoritas headline dalam media adalah bab kriminalitas. Baik kriminalitas secara “ansich” atau kriminalisasi oknum pemerintah terhadap suatu golongan. Seperti halnya kita dapati kasus-kasus aktual, seperti kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel yang bersikeras mengungkap kasus tersebut. Selain itu kematian mendadak saksi kunci, Johannes Marliem kasus tersebut juga mencengangkan publik.

Selain itu, kasus beras Maknyuss sebagai beras lokal yang “dilibas” oleh oknum pemerintah serta impor besar-besaran garam oleh Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita hingga mematikan petani garam mewakili ekonomi. Juga pembangunan megaproyek Meikarta oleh pengusaha Asing yang tanpa izin terus berjalan.

Yang terakhir, kasus adu domba pemerintah antara ormas Muhammadiyah dan NU dengan diviralkannya video, “Bunuh mentrinya !!” Mengingatkan kita pada politik devide at empera kolonialisme Belanda. Seolah kita terjajah di negeri sendiri dan pedihnya pelaku penjajahan adalah elit politik sendiri. Sampai Yusril Ihza Mahendra mengatakan bahwa dalam pembubaran HTI pemerintah memiliki tendensi untuk berkarakter militeristik. Padahal dunia melawannya.

Begitu sulit berdaulat di negeri sendiri, padahal Bung Karno telah mewasiatkan trisaktinya yang terdiri dari,

  1. Berdaulat secara politik
  2. Mandiri secara ekonomi
  3. Berkepribadian secara budaya

Optimisme Bung Karno, agaknya merupakan utopia di rezim ini. Dari fakta-fakta yang telah tersaji, banyak diskusi-diskusi yang dilakukan oleh LSM, ormas, maupun oleh pemerintah itu sendiri.

Diskusi membangun keadilan struktural juga mengingatkan penulis saat berbincang-bincang dengan Dr. Adian Husaini, Direktur Pascasarjana UIKA Bogor, dan founderInstitute For The Study of Islam andCivilization (INSIST).

Ada beberapa poin yang harus disoroti dalam diskusi tersebut yakni,

1. Orientasi Diri

Problem utama manusia ada di dalam dirinya, kita harus berbuat adil” – Syed Muhammad Naquib Al-Attas-

Adil menurut fuqaha adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Begitupula menempatkan diri kita ini pada tempat yang semestinya. Posisi kita adalah sebagai makhluk yang diciptakan Allah SWT di zaman primordial yang bertujuan untuk menyembahnya (QS. Adz-Dzariyat: 56), maka dari itu kita harus menempatkan posisi kita di bawah Khaliq yang menguasai segalanya.

Peradaban barat, pasca reinessance cenderung menuhankan manusia. Sains menggantikan tuhan, gereja dijual, para pastur diburu. Filsafat Humanistik JJ. Rosseau, Abraham Maslow, Combs merupakan penggagasnya. Di tabi’ kan oleh SigmundFreud, Karl Marx, Lenin, Tsar Alexander. Akibatnya manusia berkehendak semena-mena. Seperti Fir’aun, yang berkata. “Wahai para pembesar kaumku! Aku tidak mengetahui ada Tuhan bagimu selain aku” (QS. Al-Qashas: 38)

Maka dari itu sebelum sampai ke dalam ranah negara, manusia harus mampu berbuat adil, memposisikan dirinya sebagai makhluk, yang tunduk patuh kepada aturan khaliq, baik itu dalam agenda dirinya, keluarganya, dan masyarakat. Setelah mampu berbuat adil hingga masyarakat. Orang tersebut dapat membuat suatu negara menjadi adil. Sesuai dengan cita-cita “BaldatunThayyibatunwaRabbun Ghafur”

2. Sistem Pendidikan

Suatu bangsa tidak akan maju, jika tidak ada guru yang ikhlas mendidik bangsa” – Mohammad Natsir (Pendiri NKRI)-

Menurut beliau, sebab primer yang menyebabkan kerusakan struktural di Indonesia adalah pendidikan. Pendidikan yang diadopsi dari Barat tidak sepenuhnya relevan bagi Indonesia. Pendidikan ala Paolo Freire amat bebas. Menitikberatkan pada kognisi adalah corak pendidikan Barat.

Sebagai negara yang memiliki wisdom yang membudaya, Indonesia tidak bisa berpikir pragmatis seperti itu. Kalau dipaksakan hasil akhirnya akan kurang maksimal. Indonesia adalah negara adil dan beradab yang keduanya merupakan “emanasi” dari sila Ketuhanan yang Maha Esa.

Solusi beliau adalah membumikan pendidikan akhlak. Sesuai Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Maka dari itu akhlak harus diutamakan dalam pendidikan.

Sebagai contoh dalam katalogisasi intra kulikuler dan ekstra kulikuler. Pendidikan moral dan agama serta penilaian afektif menjadi syarat mutlak kelulusan dan masuk dalam kegiatan intrakurikuler. Sedangkan ilmu-ilmu seperti Matematika, Sains dan Bahasa bukan menjadi masalah besar jika nilai tidak mencapai KKM. Hal ini bertujuan untuk mengikis dekadensi moral yang berhujung pada rusaknya negara ini.

3. Materi Pendidikan

Barat menganut metodhological secularism jika bukan, berarti metodhological atheism” – Prof. Dr. Kuntowijoyo-

Pembunuhan Tuhan di barat, merupakan tradisi keilmuan yang sangat mengerikan. Kata SigmundFreud, pendiri psikoanalisa, “Agama merupakan suatu neurosis masal, ilusi yang secara klinis justru berbahaya”

Ilmu kehilangan hakikatnya untuk membangun manusia, karena di barat ilmu tersebut menghilangkan kemanusiaannya itu sendiri. Banyak ilmuwan yang tersesat dalam pemikirannya sendiri. Seperti Nietzsche yang menganggap hidupnya tragedi. Selain itu banyak ilmuwan yang bunuh diri seperti Alan Turing, WallaceCarrothers, George Eastman dan masih banyak lagi.

Pemerintah harus berusaha menyelaraskan ilmu yang ada dengan tujuan pendidikan nasionalnya. Satu-satunya cara adalah dengan Islamisasi Ilmu karena nilai moral yang berujung pada ketakwaan kepada Uuhan yang maha esa hanya dalam Islam. Ilmu-ilmu esakta dan sosial perlu direkonstruksi agar mendapatkan tujuan ilmu sendiri, yakni “ziyadah iman ilarabbihi” atau menambah iman pada tuhannya. (Syed Muhammad Naquib Al-Attas)

Jika terwujud, hilanglah perspektif asal mula manusia ini dari monyet atau Darwinisme. Derajat manusia akan lebih tinggi dari binatang. (QS. Al-Mu’minun : 14) Kebutuhan bukanlah makan, sandang, dan tempat tinggal akan tetapi adalah beribadah karenanya masyarakat tidak saling membantai berebut makanan. (QS. Adz-Dzariyat : 56) Selain itu kemerdekaan Indonesia tidak hanya karena kesamaan penderitaan, karena jika telah merdeka mereka akan berebut kekuasaan karena penderitaan telah hilang. Akan tetapi karena perjuangan melawan penjajah merupakan fatwa wajib yang diserukan oleh ChoedrotusSyaikh Hasyim Asy’ari, dan berkat ulama-ulama lain yang telah berdarah mempertahankannya, jadi kita akan senantiasa berjihad melawan nafsu untuk berbuat kriminal (QS Al-Hasyr : 18)

Ketika telah dirumuskan ilmu yang sesuai dengan hakikatnya, karakter dan iman takwa akan terwujud. Kebejatan moral akan terkikis dan semakin termarginalkan oleh orang-orang yang beradab. Pada akhirnya Indonesia akan kehilangan para koruptor, kriminal berdasi, dan kriminal bertato.

4. Perangkat Pendidikan

Perlu diketahui bahwa pasca peristiwa pengeboman atom oleh Amerika di Nagasaki dan Hiroshima orang Jepang memprioritaskan guru sebagai orang yang pertama kali harus di selamatkan.

Guru adalah orang terpenting kedua setelah para nabi, ” Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR Tirmidzi)

Akan tetapi kini banyak kasus amoral yang bersarang di institusi pendidikan, spertihalnya kasus pencabulan murid oleh guru di Bantul baru-baru ini. Guru berinisial “P” memperkosa muridnya sebanyak sepuluh kali hingga hamil. Tindakan asusila yang “diajarkan” oleh guru tentunya berimplikasi langsung pada murid. (DetikNews 10/07/17)

Maka dari itu Islam mengenalkan konsep uswah. Akhlak dan yurisprudensi Islam merupakan idealisme yang realistis. Nabi SAW adalah contoh sempurnanya (QS.Al-Ahzab: 21). Berbeda dengan Sosialisme dan Demokrasi yang gagal mencapai puncak idealnya bahkan di negara penggagas sekalipun.

Sebagai pewaris nabi, seorang guru juga harus mewarisi akhlak nabi. Nabi adalah seorang manusia biasa yang akhlaknya dapat ditiru oleh siapa saja. Ketika guru mengikuti nabi, tidak lagi terdengar Indonesia mengalami krisis teladan. Akhirnya tujuan pendidikan nasional pun tercapai

Keempat hal diatas merupakan formulasi membangun Indonesia yang berkeadilan. Dr. Adian Hussaini juga menambahkan, “Ketika keempat hal diatas secara masif dilakukan, dan pendidikan akan selaras dengan tujuannya, maka di tahun 2045 Indonesia akan melebihi Amerika dan China.”

Wallauhua’lambishawab

Didakwa 3 Tahun Penjara, Ini 8 Poin Jawaban Ustaz Alfian Tanjung

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Pegiat anti Komunisme ustaz Alfian Tanjung menyampaikan pembelaan (pledoi) berjudul ‘Menyelamatkan NKRI dari Bahaya PKI dan Komunis’ saat sidang pembacaan pledoi di Ruang Sidang Candra Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (4/12/2017).

Pada sidang sebelumnya, ia didakwa tiga tahun penjara karena dituding menyebarkan ujaran kebencian. Menanggapi hal tersebut, ustaz Alfian Tanjug menyampaikan pembelaannya. Berikut 8 poin jawaban ustaz Alfian Tanjung yang disampaikan di hadapan Majelis Hakim :

1) Kemarahan itu bukan kebencian. Kemarahan merupakan reaksi positif terhadap kejahatan, kedzaliman dan kekejaman atau ketidakadilan. Itu yang saya ekspresikan dalam ceramah saya.

2) Secara sistematik, secara metamorfosis PKI bergerak menuju untuk ekalasi dan ‘berperan’ dalam dinamika politik Indonesia. Padahal TAP MPRS XXV 1966 dan UU No. 27/1999 masih berlaku. Artinya gerakan PKI harus dicegah bahkan dilawan dan ditindak oleh Negara.

3) lnvasi Cina harus dibaca secara komprehensif dan menta! patriotik. Kita tidak akan dijajah oleh AS dan selanjutnya kita juga tidak mau dijajah oleh Negara lain, termasuk oleh Cina. lndikasi yang ada cukup kuat dan kita harus menjaga NKRI kita.

4) Pergerakan Nasional harus bersinergi dan bekerjasama untuk menjaga keutuhan NKRI dengan semangat perjuangan untuk NKRI yang berdaulat. Kita sudah merdeka secara de facto dan de jure pada 17 Agustus 1945. Hal ini menjadi tugas kita bersama untuk menjaga keutuhan NKRI.

5) lndonesia Emas (1945-2045) harus kita persiapkan dengan menyatukan energi kebersamaan kita untuk menjadi Negara berdaulat. Dan menjadi Negara yang berdIrI same IInggI dan duduk same rendah dengan negara-negara di dunia. Indonesia merupakan negara kaya dengan SDM yang terdidik dan memiIIkI sense of belonging, maka Indonesia akan menjadi Negara dan Bangsa yang merdeka.

6) Secara keseluruhan IsI ceramah saya merupakan ungkapan keprihatinan, kewaspadaan. deteksi dInI, kesadaran koIektIf dan ajakan untuk antisipasi terhadap resiko terburuk yang akan dialami oIeh Bangsa dan masyarakat Indonesia yang berdaulat, merdeka dan menjadi Tuan di Negeri sendiri.

7) SeIanjutnya keputusan MajeIIs HakIm akan menjadi mata hati negara ini terhadap ujaran Kemarahan bukan Kebencian yang muncul sebagai ekspresi tanggung jawab moral dan tanggung jawab saya. Alfian Tahjung sebagai anak Bangsa Indonesia yang dibesarkan daIam pergerakan IsIam yang berkhidmat untuk Indonesia berdaulat dan menjadi Negara mandiri juga berdikari.

8) Tantangan keutuhan NKRI cukup banyak; Korupsi, Terorisme, Separatisme dan juga Komunisme (PKI). Kita harus menghadapi semua tantangan dengan bersama-sama. Dengan penegasan, PKI/Komunisme itu bukan satu-satunya masalah. Tetapi juga jangan dianggap bukan masalah.

Pledoi Berjudul ‘Menyelamatkan NKRI dari Bahaya PKI dan Komunis’ Dibacakan Ustaz Alfian Tanjung

SURABAYA (Jurnalislam.com)—Pegiat anti Komunisme ustaz Alfian Tanjung menyampaikan pembelaan (pledoi) berjudul ‘Menyelamatkan NKRI dari Bahaya PKI dan Komunis’ saat sidang pembacaan pledoi di Ruang Sidang Candra Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (4/12/2017).

Dalam penyampaian pembelaan, ia didampingi oleh enam penasihat hukum. Pembacaan pembelaan atau pledoi dimulai dari pihak terdakwa Ustaz Alfian. Ia mengawali dengan fakta terkait tenaga kerja Cina yang berjumlah sangat besar dan sudah masuk ke Indonesia.

“Bahkan seperti kita ketahui petani Cina menanam cabai dan padi dengan kandungan zat yang berbahaya. Hal itu hilang begitu saja saat ini,” katanya.

Beberapa data terkait gerakan PKI dan Komunis yang hadir kembali masa sekarang pun disampaikan secara detail oleh Ustaz Alfian Tanjung dalam pembacaan pembelaan.

“Pengibaraan bendera PKI yang berkibar ketika HUT PDIP di tahun 2013 sangat jelas dan banyak tersebar di youtube,” tegas pembelaan Ustaz Alfian Tanjung di hadapan majelis hakim.

Seperti diketahui, ustaz Alfian Tanjug sudah dinyatakan bebas dan tidak terbukti bersalah. Namun dirinya malah ditangkap kembali dan disidangkan karena menyampaikan bahaya komunisme.

Presiden Perancis Serukan Pembubaran Pasukan Syiah Irak, Al Maliki Berang

BAGDAD (Jurnalislam.com) – Wakil Presiden Irak Nouri al-Maliki mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron baru-baru ini yang menyerukan “pembubaran” pasukan tempur Syiah Hashd al-Shaabi di Irak.

Kantor Al-Maliki pada Ahad (3/12/2017) malam mengeluarkan sebuah pernyataan yang menyatakan: “Konstitusi Prancis menyerukan agar tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain. Kami bingung dengan keputusan presiden Prancis untuk membubarkan Hashd al-Shaabi, yang merupakan institusi legal dan resmi di Irak.”

Milisi Syiah Irak Bunuh 31 Warga Sipil Fallujah

Ditambahkan: “Kami sangat menolak dan menganggap ini sebagai gangguan dalam urusan dalam negeri kami.”

“Kami menolak pengenaan tuntutan negara lain terhadap pemerintah dan rakyat Irak,” tegas pernyataan tersebut.

Humam Hammudi, wakil presiden parlemen Irak, juga mengkritik pernyataan Macron.

Putra Mahkota Raja Arab Temui Pimpinan Syiah Irak, Muqtada al-Sadr

“Kami mengharapkan masyarakat internasional, terutama Prancis, untuk menunjukkan rasa hormat kepada pejuang [yaitu Hashd al-Shaabi], yang banyak diantaranya telah tewas di Irak demi perdamaian dunia,” Hammudi mengatakan sebuah pernyataan pada hari Senin (4/12/2017).

Pada hari Sabtu, Macron bertemu dengan Perdana Menteri Kurdi Irak Utara (Kurdish Regional Government-KRG) Nechirvan Barzani.

Puluhan Mayat Milisi Syiah Irak yang Tewas di Aleppo Dimakamkan di Baghdad

Dalam pertemuan itu, Macron menyerukan demiliterisasi secara bertahap di wilayah tersebut, dan secara khusus menunjuk pada milisi Syiah Hashd al-Shaabi, yang secara formal bergabung dengan angkatan bersenjata Irak tahun lalu.

Macron kemudian berbicara dengan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi melalui telepon untuk menyampaikan dukungan Paris atas kedaulatan dan keamanan Irak, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor pers al-Abadi.

Tentara Iran Tewas dalam Serangan di Perbatasan Turki

IGDIR (Jurnalislam.com) – Seorang tentara Iran tewas dan tiga orang lainnya luka-luka pada hari Senin (4/12/2017) dalam serangan bersenjata di sisi perbatasan Iran dengan Turki, kata sumber keamanan, lansir Anadolu Agency.

Sekelompok warga Iran, termasuk insinyur dan tentara yang bekerja di sebuah tempat dekat Gökay Bidut Taburge di provinsi Igdir, meminta tentara Turki berpatroli untuk mendapatkan bantuan menyusul serangan tersebut karena pos terdepan Iran berada jauh dari tempat mereka berada, kata sumber yang meminta tidak disebutkan namanya karena pembatasan berbicara dengan media.

Turki, Rusia dan Iran Gagal Temui Kesepakatan di Astana

Dua orang yang terluka diterbangkan ke sebuah rumah sakit di provinsi Kars sementara yang lainnya dirawat di sebuah rumah sakit di Igdir, di mana salah satu dari mereka, seorang tentara, meninggal akibat luka-lukanya, katanya.

Seorang insinyur Iran lolos tanpa cedera, sumber tersebut menambahkan.

Motif serangan tersebut tetap tidak diketahui.

Ujug-ujug Pasukan Zionis Serang dan Tahan 22 Warga Palestina

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Pasukan penjajah Israel telah menahan 22 warga Palestina dalam serangan semalam di Tepi Barat yang diduduki, menurut militer Israel.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (4/12/2017), tentara tersebut mengatakan bahwa para tersangka ditahan karena dicurigai terlibat dalam kegiatan “teroris populer”(teroris menurut Israel, red), lansir Anadolu Agency.

Militer Zionis Serbu Kantor Media Palestina di Tepi Barat

Tentara zionis Yahudi sering melakukan operasi penangkapan luas di Tepi Barat tanpa alasan, hanya atas klaim mencari orang-orang Palestina yang “dicari (wanted)”.

Menurut angka resmi Palestina, lebih dari 6.300 warga Palestina saat ini ditahan di fasilitas penahanan di seluruh penjara Israel.