Didakwa 3 Tahun Penjara, Ini 8 Poin Jawaban Ustaz Alfian Tanjung

5 Desember 2017
Didakwa 3 Tahun Penjara, Ini 8 Poin Jawaban Ustaz Alfian Tanjung

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Pegiat anti Komunisme ustaz Alfian Tanjung menyampaikan pembelaan (pledoi) berjudul ‘Menyelamatkan NKRI dari Bahaya PKI dan Komunis’ saat sidang pembacaan pledoi di Ruang Sidang Candra Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (4/12/2017).

Pada sidang sebelumnya, ia didakwa tiga tahun penjara karena dituding menyebarkan ujaran kebencian. Menanggapi hal tersebut, ustaz Alfian Tanjug menyampaikan pembelaannya. Berikut 8 poin jawaban ustaz Alfian Tanjung yang disampaikan di hadapan Majelis Hakim :

1) Kemarahan itu bukan kebencian. Kemarahan merupakan reaksi positif terhadap kejahatan, kedzaliman dan kekejaman atau ketidakadilan. Itu yang saya ekspresikan dalam ceramah saya.

2) Secara sistematik, secara metamorfosis PKI bergerak menuju untuk ekalasi dan ‘berperan’ dalam dinamika politik Indonesia. Padahal TAP MPRS XXV 1966 dan UU No. 27/1999 masih berlaku. Artinya gerakan PKI harus dicegah bahkan dilawan dan ditindak oleh Negara.

3) lnvasi Cina harus dibaca secara komprehensif dan menta! patriotik. Kita tidak akan dijajah oleh AS dan selanjutnya kita juga tidak mau dijajah oleh Negara lain, termasuk oleh Cina. lndikasi yang ada cukup kuat dan kita harus menjaga NKRI kita.

4) Pergerakan Nasional harus bersinergi dan bekerjasama untuk menjaga keutuhan NKRI dengan semangat perjuangan untuk NKRI yang berdaulat. Kita sudah merdeka secara de facto dan de jure pada 17 Agustus 1945. Hal ini menjadi tugas kita bersama untuk menjaga keutuhan NKRI.

5) lndonesia Emas (1945-2045) harus kita persiapkan dengan menyatukan energi kebersamaan kita untuk menjadi Negara berdaulat. Dan menjadi Negara yang berdIrI same IInggI dan duduk same rendah dengan negara-negara di dunia. Indonesia merupakan negara kaya dengan SDM yang terdidik dan memiIIkI sense of belonging, maka Indonesia akan menjadi Negara dan Bangsa yang merdeka.

6) Secara keseluruhan IsI ceramah saya merupakan ungkapan keprihatinan, kewaspadaan. deteksi dInI, kesadaran koIektIf dan ajakan untuk antisipasi terhadap resiko terburuk yang akan dialami oIeh Bangsa dan masyarakat Indonesia yang berdaulat, merdeka dan menjadi Tuan di Negeri sendiri.

7) SeIanjutnya keputusan MajeIIs HakIm akan menjadi mata hati negara ini terhadap ujaran Kemarahan bukan Kebencian yang muncul sebagai  ekspresi tanggung jawab moral dan tanggung jawab saya. Alfian Tahjung sebagai anak Bangsa Indonesia yang dibesarkan daIam pergerakan IsIam yang berkhidmat untuk Indonesia berdaulat dan menjadi Negara mandiri juga berdikari.

8) Tantangan keutuhan NKRI cukup banyak; Korupsi, Terorisme, Separatisme dan juga Komunisme (PKI). Kita harus menghadapi semua tantangan dengan bersama-sama. Dengan penegasan, PKI/Komunisme itu bukan satu-satunya masalah. Tetapi juga jangan dianggap bukan masalah.