Konsulat AS di Palestina: Hindari Tepi Barat dan Wilayah Yerusalem yang Diduduki Israel

6 Desember 2017
Konsulat AS di Palestina: Hindari Tepi Barat dan Wilayah Yerusalem yang Diduduki Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (5/12/2017), konsulat AS di Yerusalem menginstruksikan karyawan untuk menjauh dari Tepi Barat yang diduduki dan beberapa wilayah Yerusalem.

Dalam beberapa hari terakhir, pejabat senior Palestina memperingatkan efek tindakan apapun yang berpotensi merusak dari penolakan klaim mereka untuk menduduki Yerusalem Timur sebagai ibukota negara mereka di masa depan.

Saeb Erekat, sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina, mengatakan pekan ini bahwa dia telah berbicara dengan para pemimpin Arab, yang menyampaikan pesan “bahwa Yerusalem adalah garis merah, tidak hanya untuk warga Palestina tapi juga untuk warga Arab, Muslim dan Kristen di manapun.”

Trump Hubungi Mahmoud Abas, Putuskan Perpidahan Kedutaan AS ke Yerusalem Hari Ini

Selama kampanye pemilihannya tahun lalu, Trump berulang kali berjanji untuk memindahkan kedutaan dan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Namun, pada bulan Juni, sama seperti pendahulunya, Trump menandatangani pengabaian enam bulan untuk menunda relokasi tersebut, yang akan mempersulit upaya AS untuk melanjutkan perundingan damai Israel-Palestina yang telah macet.

“Setiap presiden AS selama lebih dari 20 tahun telah menyadari bahwa jika hal itu terjadi dampaknya akan dahsyat,” Kimberly Halkett dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Washington, DC, mengatakan.

Sejumlah pemimpin dunia secara tajam mengkritik relokasi semacam itu, karena khawatir akan semakin meningkatkan ketegangan regional.