Kamis, 14 Rabi'ul Awwal 1448 / 27 Agustus 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Berita Terkini

Aneksasi Al-Quds Sinyal Kehancuran Israel

15 Des 2017 08:31:57
Aneksasi Al-Quds Sinyal Kehancuran Israel

Oleh: Irfan S. Awwas (Ketua Laznah Tanfidziyah Majelis Mujahidin)

Irfan S Awwas dalam Tabligh Akbar di Ponpes Benda Tasikmalaya

Nestapa saudara muslim di Palestina, telah berlangsung puluhan tahun. Kini, setelah Presiden AS Donald Trump, mungkin lebih tepat dipanggil Donald Bebek, mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, duka derita itu kian memilukan. Saudara muslim yang berdemo menentang aneksasi Al Quds oleh Yahudi di Palestin diburu dengan senjata. Anak anak dibunuh dengan cekikan tentara Israel, wanita dihinakan, orang-orang tua dibantai.

Namun yakinlah, segala perbuatan biadab dan keji yang dilakukan Yahudi la’natullah, terhadap demonstran yang membela haknya, menolak Yerusalem dianeksasi sebagai ibu kota Israel, hanya akan mempercepat datangnya siksaan dan hukuman Allah Swt.

Beginilah janji Allah dalam Al-Qur’an, balasan atas kedurjanaan Israel. :

“Di dalam Taurat Kami telah tetapkan kepada Bani Israil: “Sesungguhnya kalian akan berbuat dosa, permusuhan dan kezhaliman di Baitul Maqdis dua kali. Sungguh kalian akan berbuat durhaka yang sangat berat kepada Allah. Ketika datang hukuman yang pertama yaitu penindasan raja Jalut atas Bani Israil, lalu Kami jadikan Thalut dan Dawud, dua hamba Kami yang memiliki kekuatan hebat sebagai pemimpin kalian. Lalu tentara Jalut memasuki lorong-lorong negeri Bani Israil sambil melakukan kerusakan. Kejadian itu adalah ketetapan Allah yang pasti berlaku.” (Qs. Al-Israa’ [17]:4-5)

Tanda-tanda kehancuran Zionis Yahudi, diprediksi oleh mereka sendiri. Adalah Henry Kissinger, mantan menteri luar negeri AS, yang menyebut dalam waktu sepuluh tahun ke depan, sejak 2012, di dunia tak akan ada lagi negara bernama Israel.

Pernyataan Kissinger ini menarik, karena ia adalah seorang warga AS keturunan Yahudi. Dan selama menjabat sebagai menlu di era Presiden Richard Nixon dan Presiden Gerald Ford, sosok Kissinger dikenal sangat dekat dengan Israel dan lobi-lobi Israel di Amerika.

Pernyataan Henry Kissinger ditulis Sandy Adam di The New York Post, bahwa: “Dalam 10 tahun, tidak akan ada lagi Israel. Di tahun 2022, Israel tidak akan ada lagi di muka bumi ini,” tegasnya.

Disebutkan pada situs Almajd, tentang adanya laporan yang dibuat oleh 16 badan intelijen Amerika dengan judul “Persiapan Menghadapi Timur Tengah di Era Pasca Habisnya Israel”. Menyimpulkan era berakhirnya Negara Israel di Timur Tengah menjadi kepastian.

Kebrutalan dan kriminalitas oleh ekstrimis Yahudi, dan infrastruktur apharteid berupa dinding pemisah sepanjang 750 km, bahkan kejahatan yang lebih kejam dari itu, tidak akan mampu mempertahankan eksistensi Israel.
Israel tidak bisa menahan kedatangan raksasa pro-Palestina, yang terdiri dari Musim Semi Arab dan Kebangkitan militansi Islam.

Menurut Intelijen AS, dalam realitas ini, Donald Trump alias Donald bebek tidak akan memiliki sumber daya militer dan keuangan untuk terus menopang keinginan Israel.

Jauh sebelumnya, PM Inggris Arthur Neville Chamberlain sejak awal abad 20, (1937-19400), telah mengingatkan penduduk dunia dengan mengatakan:

“Jika kita harus melukai perasaan salah satu pihak, mari kita lukai perasaan kaum Yahudi dan bukan kaum Arab Islam”.

Pertanyaannya sekarang, siapakah yang pengecut. Apakah orang Islam takut pada Israel, ataukah sebaliknya, Israel yang takut pada umat Islam?

Sudah tiba massanya, terjadinya nubuwah Rasulullah Saw. Hadits riwayat Ibnu Umar ra.:

Dari Nabi Saw. bersabda: “Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!”
(Shahih Muslim No.5200).

Yahudi selalu bersikap Islamophobia, sudah disebutkan dalam Al-Qur’an:

“Wahai Muhammad, kamu akan mendapati orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik sebagai golongan manusia yang sangat keras permusuhannya kepada orang-orang mukmin. …” (Qs. Al-Maaidah [5]:82]

Oleh karena menghadapi kejahatan Yahudi yang dilndungi Donald Bebek, tidak cukup hanya dengan jengkol, “jengkel dan dongkol”. Bukan pula mengajak penduduk Palestina hijrah, meninggalkan negerinya, seperti dilakukan kaum pesimis dan tertipu. Melawan Israel, harus tegas dan kongkrit, dengan jihad fi sabilillah. Baitul Maqdis, Al-Quds atau Yerusalem adalah wilayah yang dimuliakan. Di sana terdapat Masjidil Aqsha, tempat Isra’ dan Mi’raj Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Wilayah yang di berkahi Allah Swt. (QS. Al-Israa’: 1).

Mari bergabung dengan Aksi Bela Palestina, 17 Desember 2017, di Monas, Jakarta. Lawan kezaliman tegakkan keadilan.

Jogjakarta, 15/12/2017

Kategori : Opini

Tags : Al Qaeda pencaplokan alquds

OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina, Ini Sikap Uni Eropa

15 Des 2017 07:57:33
OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina, Ini Sikap Uni Eropa

BRUSSELS (Jurnalislam.com) – Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa pada hari Kamis mengulangi sikapnya atas blok tersebut dengan menyatakan bahwa Yerusalem adalah “ibukota dua negara bagian” yang didasarkan pada perbatasan tahun 1967.

Berbicara kepada wartawan menjelang KTT para pemimpin Uni Eropa di Brussels, Frederica Mogherini mengatakan: “Dunia tahu di mana UE berdiri dalam hal Yerusalem, Anadolu Agency melaporkan, Kamis (14/12/2017).

“Ibukota dua negara bagian, negara bagian Israel dan negara bagian Palestina dengan garis ’67. Kami sekarang bekerja untuk memberikan perspektif ini, ini akan tetap sebagai posisi Uni Eropa dalam hal apapun.”

Uni Eropa Tolak Ajakan PM Israel untuk Akui Yerusalem sebagai Ibukotanya

Pengumuman Presiden AS Donald Trump pekan lalu bahwa AS akan mengakui Yerusalem dan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv memicu protes keras di seluruh dunia Muslim.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Israel-Palestina, dengan penduduk Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang sekarang diduduki oleh Israel – dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina.

Pada pertemuan puncak di Istanbul pekan ini, Organisasi Kerjasama Islam-OKI (the Organization of Islamic Cooperation-OIC) mengeluarkan sebuah deklarasi yang mengakui Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina, dan mendesak seluruh dunia untuk melakukan hal yang sama.

Kategori : Internasional

Tags : al quds OKI palestina Uni Eropa yerusalem

Bentrokan Terus Berkobar di Gaza, Pasukan Zionis Gunakan Peluru Tajam

15 Des 2017 07:42:33
Bentrokan Terus Berkobar di Gaza, Pasukan Zionis Gunakan Peluru Tajam

GAZA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 25 warga Palestina terluka pada hari Kamis (14/12/2017), termasuk beberapa tercekik gas air mata, dalam bentrokan antara puluhan pemuda Palestina dan tentara zionis di perbatasan antara Gaza dan Israel.

“Sedikitnya 25 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel di Gaza,” kata Asharaf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, lansir Anadolu Agency.

Lima korban terluka akibat peluru tajam sementara 20 lainnya tercekik (sesak napas) setelah menghirup gas air mata, tambahnya.

Bentrokan Warga Tepi Barat dengan Pasukan Penjajah Israel Terus Berlanjut, 36 Terluka

Korban tembak dipindahkan ke rumah sakit di Gaza dimana para dokter menggambarkan bahwa mereka menderita luka “moderat”, sementara kasus korban yang tercekik ditangani oleh paramedis di lokasi.

Bentrokan pecah pada hari Kamis antara ratusan pemuda Palestina dan tentara Israel atas pengakuan nyeleneh AS pekan lalu yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pasukan Israel Mulai Serang Gaza dengan Pesawat Tempur dan Tank

Bentrokan pecah di empat lokasi di sepanjang perbatasan Gaza timur – Al-Qrara timur Khan Yunis (selatan), Nahal Oz timur al-Shojaeya (timur), Bureij timur (tengah), dan kamp pengungsi Jabalia timur (utara) di mana tentara Israel menggunakan amunisi hidup, peluru logam berlapis karet, dan gas air mata, sementara pemuda Palestina melemparkan batu dan bom molotov ke arah tentara zionis.

Sejak Jumat lalu, sedikitnya dua pemrotes telah menjadi martir dan ratusan lainnya cedera dalam bentrokan antara Palestina dan pasukan penjajah Israel.

Brigade Al Qassam: Kami Akan Balas Serangan Udara Israel

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha al quds Gaza palestina yerusalem

Abbas Terimakasih pada Erdogan

15 Des 2017 07:09:27
Abbas Terimakasih pada Erdogan

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada hari Kamis (14/12/2017) bertemu dengan delegasi sebuah forum pemuda yang berafiliasi dengan Organisasi Kerjasama Islam-OKI (the Organization of Islamic Cooperation-OIC) di Istanbul, lansir Anadolu Agency.

Delegasi Forum Pemuda Konferensi Islam untuk Dialog dan Kerjasama (Islamic Conference Youth Forum for Dialogue and Cooperation-ICYF-DC) dipimpin oleh Duta Besar Elshad Isgandarov.

Abbas mengatakan bahwa proyek untuk mengumumkan Yerusalem sebagai “Ibukota Pemuda Dunia Islam” untuk tahun 2018 adalah salah satu “tindakan dukungan internasional yang paling penting”.

Abbas mengucapkan terima kasih kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan atas dukungannya terhadap perjuangan Palestina dan untuk menyelenggarakan KTT OKI yang luar biasa di Istanbul pada hari Rabu.

OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina

Isgandarov mengatakan bahwa tujuan utama proyek “Al-Quds-OIC Youth 2018” adalah untuk mempersiapkan program yang akan dihadiri oleh kaum muda dari seluruh dunia.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran internasional akan kasus hak rakyat Palestina, kata Isgandarov.

Dalam pertemuan dengan Abbas, dia memberikan rincian lebih lanjut mengenai proyek yang diluncurkan oleh ICYF-DC.

ICYF-DC, sebuah organisasi internasional berbasis di Istanbul yang berafiliasi dengan OKI, bertujuan untuk melakukan advokasi demi kepentingan kaum muda, mendukung pembangunan berkelanjutan, mempromosikan pendidikan formal dan non-formal, memperkuat nilai-nilai moral generasi muda dan terlibat dalam dialog antar budaya dan peradaban.

Kategori : Internasional

Tags : al quds Erdogan OKI palestina yerusalem

Raja Salman Dukung Palestina Sedangkan Anaknya Pangeran Salman Dukung Donald Trump

15 Des 2017 06:30:20
Raja Salman Dukung Palestina Sedangkan Anaknya Pangeran Salman Dukung Donald Trump

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud telah menegaskan kembali komitmen kerajaan atas sebuah negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, Aljazeera melaporkan Kamis (14/12/2017).

Ini adalah posisi resmi kerajaan Saudi atas keputusan Trump. Keputusan AS memicu gelombang protes dari dunia Arab dan Islam.

OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina

Namun, menurut sebuah laporan kantor berita Reuters, Mohammed bin Salman anak dari Raja Salman dikatakan bertindak atas nama penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner mendukung keputusan Donald Trump, dan telah mempresentasikan rencana Amerika untuk perdamaian di Timur Tengah kepada presiden Palestina, Abbas.

Pejabat dari Arab Saudi dan Israel dilaporkan bertemu di waktu lalu dan beberapa undangan serupa telah diperpanjang.

Arab Saudi Desak Penjaga Kota Suci Yerusalem untuk Terima Pengakuan Donald Trump

Bulan lalu, Menteri Komunikasi Israel Ayoub Kara mengundang Mufti Arab Saudi al-Syeikh Abdul Aziz untuk mengunjungi Israel. Beberapa hari kemudian, kepala staf Israel Gadi Eizenkot memberikan wawancara resmi pertama kepada Elaph, mengatakan bahwa Israel siap untuk berbagi info intelijen dengan Arab Saudi tentang Iran.

Meskipun Arab Saudi tidak secara resmi mempertahankan hubungan diplomatik dengan Israel, perkembangan terakhir tampaknya telah mendorong Riyadh dan Tel Aviv untuk bekerja sama.

Kategori : Internasional

Tags : al quds arab saudi palestina yerusalem

Menteri Intelijen Zionis Undang Pangeran Saudi ke Israel untuk Lakukan Ini

15 Des 2017 06:10:18
Menteri Intelijen Zionis Undang Pangeran Saudi ke Israel untuk Lakukan Ini

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz mengundang pangeran mahkota Arab Saudi untuk mengunjungi Israel dalam sebuah wawancara dengan sebuah gerai berita Saudi, menurut Haaretz.

Katz mengkonfirmasi kepada harian Israel bahwa dia memperpanjang undangan bagi Mohammed bin Salman pada hari Rabu dalam wawancara dengan situs berita independen yang berbasis di Inggris, Elaph, lansir Aljazeera Kamis (14/12/2017).

Menurut Haaretz, kutipan dengan undangan itu diedit dari versi akhir wawancara yang panjang.

Katz, dalam wawancara tersebut, tujuan undangan tersebut karena menggambarkan Arab Saudi sebagai “pemimpin dunia Arab” dan merekomendasikan agar perundingan damai nanti antara Palestina dan Israel terjadi di bawah kendali kerajaan Arab tersebut.

Arab Saudi Desak Penjaga Kota Suci Yerusalem untuk Terima Pengakuan Donald Trump

Pembicaraan Israel-Palestina telah tertunda, namun Presiden AS Donald Trump berjanji untuk menghidupkan kembali perundingan, dengan AS bertindak sebagai mediator dalam proses tersebut.

Pekan lalu, keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, sambil berencana untuk memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, mendorong Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk “mendiskualifikasi” AS yang bertindak sebagai mediator dalam perundingan di masa depan.

Kategori : Internasional

Tags : al quds arab saudi palestina yerusalem

Ansharusyariah Seru Umat Boikot Produk Yahudi

14 Des 2017 14:52:24
Ansharusyariah Seru Umat Boikot Produk Yahudi

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Amir Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Barat, Ustadz Heri Susanto mengajak umat Islam untuk memboikot produk-produk milik Yahudi Amerika dan Israel. Tindakan itu sebagai bentuk protes atas pengakuan sepihak Donald Trump atas Yerusalem (Al Quds) sebagai ibukota Israel.

“Kami mengajak kepada umat Islam menyatakan sikap yang sama dan kemudian memboikot seluruh produk mereka yang dijadikan modal untuk memerangi kaum muslimin,” katanya di Tasikmalaya, Kamis (14/12/2017).

Selain itu, Ustaz Heri juga mengimbau kaum muslimin untuk mempersiapkan kekuatan fisik guna menyambut seruan jihad pada ulama. “Kami menyeru kaum muslimin untuk i’dad dan jihad fie sabilillah, karena jihad adalah puncak kejayaan Islam,” tegasnya.

Ustaz Heri juga menyatakan dukunganya terhadap aksi damai ‘Indonesi Bersatu untuk Membela Palestina yang akan digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama pada hari Ahad (17/12/2017) di Monumen Nasional, Jakarta.

“Kami Ansharusyariah Jawa Barat sangat memberikan dukungan kepada seruan GNPF Ulama terkait Aksi bela Al Quds hari ahad,” katanya.

Aksi itu, lanjut dia, sebagai wadah untuk menjaga ukhuwah kaum muslimin. Oleh sebab itu, ia menyeru kaum muslimin yang mampu untuk mengikuti aksi tersebut.

“Kita buktikan bahwa aliansi ini sebagai wala kepada kaum muslimin dan ini akan mengakibatkan kesakitan kepada kaum kafir dengan bersatunya kaum muslimin. Kami serukan kepada kaum muslimin untuk menyambut seruan itu demi terjaganya ruh 212 yang menjadi titik awal bersatunya ummat Islam di Indonesia,” papar Ustaz Heri.

Kategori : Nasional

Tags : aksi bela alquds ansharusyariah boikot amerika

Rahasia Keluarga Kompak

14 Des 2017 10:52:48
Rahasia Keluarga Kompak

Rumahku adalah syurgaku, mendengar kalimat ini mungkin yang terbersit difikiran orang yang mendengarnya adalah rumah yang menyenangkan, menenangkan dan membahagiakan penghuninya. Apakah karena kemegahan bangunan rumah yang akan membuat senang, tenang dan bahagia penghuninya ? jawabannya belum tentu. Bangunan rumah yang megah, indah dan tersedia berbagai fasilitas belum tentu membahagiakan penghuninya, sebaliknya dengan bangunan kecil belum tentu penghuninya menderita. Rupanya yang dimaksud adalah keluarga yang menentramkan yang membuat bahagia penghuninya, sehingga penghuni rumah merasa betah berada di rumah, rumahku adalah syurgaku yang membuat bahagia. Salah satu keluarga yang menentramkan adalah keluarga yang kompak.

Bagaimana agar keluarga menjadi kompak?

Dari buku “Istimewakan Setiap Anak” oleh Irawati Istadi, sebuah buku yang ditulis dari pengalaman-pengalaman hidupnya sebagai seorang ibu dengan 6 orang anak. Rahasia keluarga kompak adalah membiasakan beberapa metode yang bisa menumbuhkan kekuatan rasa kebersamaan.

Apakah itu?

  1. Saling menghargai (menghormati harga diri)

Tauladan orangtua sangat berperan dalam penerapan sikap saling menghargai. Tanamkan bahwa setiap anggota keluarga adalah berharga dan istimewa. Baik itu adik bayi, kakak, ibu, ayah ataupun asisten rumah tangga semua berharga dan istimewa. Orangtua memberi contoh bagaimana cara menghargai karena cara belajar setiap anak adalah “see and do” mereka melihat dan mereka melakukan. Bagaimana caranya ? orangtua memberikan penghargaan kepada setiap pribadi yang ada di rumah yaitu dengan pujian atas perilaku baik mereka. Boleh jadi, harus direkayasa sehingga tak seorangpun orang di rumah yang tidak mendapatkan pujian.

Pujian disampaikan dengan tulus dan tidak berlebih-lebihan, contoh : “Alhamdulillah, hari ini kakak sudah membantu mamah menjaga adik, terima kasih ya kak”

Setiap pujian harus disertakan dengan menyebutkan perilaku baik yang dilakukan. Jika terjadi kesalahan yang dilakukan oleh anak, orangtua bisa tetap memuji kebaikan yang lain yang pernah dilakukan anak, contoh “hari ini kakak sedang capek yah? Itu sebabnya cepat marah. Padahal biasanya kakak sabar sekali dan menjadi contoh buat adik”

  1. Menumbuhkan kepercayaan

Perselisihan antara kakak dan adik sering terjadi dikeluarga, misalkan kakak yang usil menggoda adiknya, adik yang merusak atau bahkan menghilangkan barang milik kakaknya, asisten rumah tangga yang lupa menyimpan barang milik kakak dsb. Agar keluarga tetap kompak, orangtua sebaiknya mencari cara agar kakak, adik atau anggota keluarga yang lain dapat saling mempercayai.

Contoh, kakak yang usil menggoda adiknya, orangtua bisa melakukan komunikasi seperti ini “sabar ya dik, sepertinya kakak butuh teman dan ingin bermain dengan adik, betulkan kak?” (orangtua tetap berusaha menumbuhkan kepercayaan adik kepada kakaknya)

  1. Tenggang rasa

Ketika si kakak menggoda adiknya hingga menangis, ini adalah kondisi yang wajar, karena kakak membutuhkan sarana untuk menunjukkan superiotasnya, kekuasaannya. Namun, tetap perlu untuk membatasinya agar tidak merugikan adik. Maka saatnya orangtua memberi pengertian dengan baik kepada kakak, mengingatkan perasaannya sendiri jika ia yang diganggu oleh teman-temannya. Sebaliknya saat adik sedang rewel, sampaikan kepada kakak begitulah tabiat anak kecil. Semua mau menang sendiri. Kita harus sabar dan mengalah. Dulu kakak waktu masih bayi pun seperti itu.

Saat mbak dirumah (asisten rumah tangga) sedang istirahat, kakak ingin mbak membantunya mengambilkan sesuatu didapur. Orangtua dapat mengingatkan mbak sedang istirahat, jika kakak bisa melakukan sendiri, lakukanlah sendiri dan mengingatkan bagaimana perasaan kakak jika ia sedang istirahat diganggu oleh mamah/ayah.

  1. Memaafkan dan minta maaf

Kakak menghabiskan makanan mereka, namun kakak tidak mau disalahkan. Orangtua bisa memberi pengertian pada adik “adik coba maafkan kakak, kakak mungkin khilaf dan lupa, biasanya kakak juga mau berbagi makanan dan menyisakan untuk adik, betul kan kak? nanti mama/ayah akan beri pengertian kepada kakak”.

Komunikasi seperti ini membuat kakak tidak tersinggung dan disalahkan, adikpun belajar mencoba memaafkan karena adik merasa puas mendapat dukungan dari mama/ayah. Selain itu untuk kakak, orangtua tetap membimbingnya agar mau meminta maaf dan hal ini sebelumnya sudah dicontohkan oleh orangtua untuk mudah meminta maaf kepada anak atas kesalahan sekecil apapun atau juga saat kesalahan itu bukan murni perbuatan mamah/ayah.

  1. Murahkan 2T

Biasakan dalam keluarga kata-kata 2T yaitu “tolong” dan “terima kasih”. Untuk hal sekecil apapun, biasakan untuk menyertakan kata 2T. Tentu saja harus tetap dimulai dari orangtua sebagai contoh. Rupanya dua kata sederhana ini bisa memberikan keajaiban yang besar yaitu sebuah penghargaan dan penghormatan.

Contoh, meminta bantuan dengan menyertakan kata tolong, baik itu pada anak ataupun pada asisten rumah tangga. Menyertakan kata terima kasih jika kita diberi bantuan, diberi sesuatu oleh siapapun atau menerima perlakukan baik.

  1. Menyelesaikan pertengkaran

Pertengkaran bisa terjadi pada anak, hal ini adalah sesuatu yang wajar karena secara naluri anak butuh mengembangkan sifat superiotasnya, sehingga ingin menguasai saudaranya. Dalam pertengkaran ini bisa jadi ada yang bersalah, bisa jadi tidak ada yang bersalah karena sama-sama mempertahankan haknya, dan bisa jadi keduanya sama bersalah.

Dalam pertengkaran orangtua bertindak sebagai penengah dan tidak berat sebelah, sebagai fasilitator untuk membantu anak menyelesaikan masalah. Setiap masalah diakhiri dengan memaafkan dan meminta maaf.

Untuk pertengkaran orangtua agar tidak diperlihatkan kepada anggota keluarga yang lain. Saling membuka komunikasi, kejujuran, dicari penyelesaian, memaafkan dan meminta maaf sebaiknya dilakukan.

Sederhana mungkin metode diatas, namun tak mudah pula dalam menerapkannya pada keluarga. Butuh waktu dan proses yang tidak sebentar, yang terpenting adalah 2K konsisten dan kontinyu. Sekali lagi, metode paling yahud adalah contoh yang baik dari orangtua. Kedua orangtua yang kompak, saling menghargai, peduli dan penuh kasih sayang akan menular pada anggota keluarga yang lain.

Sebagai orangtua, keluarga yang kompak untuk mewujudkan “rumahku syurgaku” pastilah sebuah impian, selain 2K konsisten dan kontinyu menjadi teladan yang baik, konsisten dan kontinyu pula berdoa kepada Allah agar dianugerahi keluarga penyejuk hati. Semoga Allah mudahkan.

*Penyusun: Jumi Yanti Sutisna

Kategori : Keluarga

Tags : keluarga kompak parenting islam

Ribuan Umat Islam Tasikmalaya Ikuti Aksi Bela Al Quds

14 Des 2017 10:15:21
Ribuan Umat Islam Tasikmalaya Ikuti Aksi Bela Al Quds

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Pagi ini, Kamis (14/12/2017) ribuan massa dari berbagai ormas yang tergabung dalam Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (ALMUMTAZ) berunjuk rasa damai untuk menentang pencaplokan Yerusalem (Al Quds) oleh presiden Amerika Donald Trump.

Mereka long march dari Masjid Agung Kota Tasikmalaya mengitari pusat kota sembari meneriakan yel-yel anti Israel dan Amerika. Sementara dari atas mobil komando, para orator menyampaikan orasi-orasi kecaman atas pencaplokan salah tanah suci umat Islam itu

Dalam orasinya, Ketua Umum ALMUMTAZ, Ustaz Hilmi Afwan mengatakan, bahwa pernyataan Trump membuktikan kebenaran Al Qur an yang menyebutkan tentang tabiat mereka. Ia mengutip surat Ali Imron ayat 118.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”

Untuk itu, ia menyeru umat Islam untuk terus menjaga persatuan di bawah kalimat Laa ilaha illallah.

“Sadarlah ikhwah, ummat Islam sedang kesakitan jangan mau dipecah belah, kita harus bersatu dibawah panji tauhid,” tegasnya disambut pekik takbir.

Sepanjang jalannya long march, massa membentangkan spanduk dan membagikan selebaran yang berisi tentang kondisi terkini di Palestina. Mereka juga meletekkan bendera Israel dan Amerika di tengah jalan sebagai bentuk protes atas kebijakan mencaplok Al Quds.

Dalam aksinya, Almumtaz juga menggalang donasi untuk membantu perjuangan rakyat Palestina.

 

 

 

 

 

Kategori : Nasional

Tags : aksi bela alquds almumtaz tasikmalaya palestina unjuk rasa tolak trump

Begini Kata Diplomat AS Jika Yerusalem Tidak Direbut Kembali

14 Des 2017 09:59:36
Begini Kata Diplomat AS Jika Yerusalem Tidak Direbut Kembali

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memindahkan kedutaan AS di Israel ke Yerusalem adalah sebuah kesalahan besar yang didorong oleh kepentingan politik domestik AS, diplomat AS yang juga analis Timur Tengah mengatakan keputusan diambil dengan alasan konsekuensi strategis internasional, lansir Aljazeera, Rabu (13/12/2017)

Analisis Timur Tengah menyimpulkan, “Presiden AS, tak lama setelah menjabat hampir setahun yang lalu, terlihat telah membangkitkan harapan akan proses baru perdamaian Timur Tengah versinya dengan mengadakan serangkaian pertemuan dengan pemimpin Palestina Mahmoud Abbas di Washington, Bethlehem dan New York.”

Namun setelah Trump mengumumkan bahwa AS secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan akan memulai proses pengalihan kedutaan AS ke Yerusalem dari Tel Aviv, keputusan nyeleneh ini menimbulkan keraguan bagi rakyat Palestina, serta para analis Timur Tengah mengenai peran AS sebagai perantara kesepakatan damai potensial.

Abaikan Kecaman Dunia, Trump Resmikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel

“Pernyataan Trump ini membangkitkan kecemasan, tekanan, kemarahan, kebencian secara menyeluruh karena ini tidak hanya masalah hukum atau politik, ini adalah politik identitas,” Husam S Zomlot, kepala Delegasi Umum PLO untuk AS, mengatakan dalam sebuah panggilan telepon dengan wartawan di Washington pada hari Senin.

“Pernyataan ini menyentuh dasar masalah,” Zomlot menambahkan.

Kemampuan Trump untuk mengenalkan rencana perdamaian versinya, jika tidak diambil alih, kemungkinan akan bergeser di masa mendatang ke pemilikan total kota tersebut, para ahli dan diplomat mengatakan.

Pertanyaan kuncinya, menurut para analis, adalah bagaimana pemimpin Palestina akan bereaksi dalam masalah ini.

Indikasi awalnya adalah bahwa mereka akan menekan isu mereka di hadapan masyarakat internasional.

Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas, yang berbicara pada pertemuan puncak Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada hari Rabu, mengatakan bahwa AS telah “mendiskualifikasi” diri mereka sendiri dari perundingan damai di masa depan.

“Kami tidak akan menerima peran apapun untuk Amerika Serikat dalam proses perdamaian, mereka telah membuktikan bias penuh mereka untuk Israel,” kata Abbas.

Yousef al-Othaimeen, sekretaris jenderal OIC, mengatakan bahwa “OIC (the Organisation of Islamic Cooperation) menolak dan mengutuk keputusan Amerika.”

OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina, Ini Kata Erdogan

Aaron David Miller, seorang mantan negosiator AS dan sekarang seorang pakar Timur Tengah di Wilson Center di Washington, DC, mengatakan bahwa “ini adalah situasi suram dari perspektif Palestina seperti yang telah saya lihat dalam waktu lama.”

Reaksi diplomatik di seluruh dunia sebagian besar, meski tidak secara universal, negatif. Pertemuan Liga Arab di Kairo mengecam langkah Trump.

Menteri luar negeri Uni Eropa bertemu dengan Perdana Menteri Israel Netanyahu di Brussels menegaskan kembali dukungan Eropa untuk solusi dua negara dengan Yerusalem dilihat sebagai ibukota Israel dan Palestina.

“Jika Anda melihat para ahli, mereka semua memperdebatkan dampaknya, apakah ini akan menjadi bencana, atau apakah ini bisa ditolerir,” Shibley Telhami, seorang pollster (pengumpul suara) dan profesor di University of Maryland, mengatakan kepada Al Jazeera. “Tidak ada yang mengatakan ini benar-benar akan memajukan perdamaian.”

Penasihat Trump di Timur Tengah “tidak berpengalaman,” “hidup dalam gelembung” dan “tidak memiliki cara independen untuk membuat penilaian tentang konsekuensi,” kata Telhami.

Arab Saudi Ajak Masyarakat Internasional Untuk Tidak Tanggapi Keputusan AS

Tapi Administrasi Trump tampaknya percaya dengan argumen PM zionis, Netanyahu, bahwa Arab tidak lagi peduli dengan Yerusalem dan hanya akan memberikan lip service untuk masalah ini, kemarahan akan mereda, dan pemerintah Arab akan terus maju sambil melupakan karena mereka ingin berbisnis dengan Trump, Telhami menambahkan.

“Jika ternyata Intifadah dikobarkan, maka semua taruhan dibatalkan karena Anda memiliki kendala perlawanan lagi yang mengganggu prioritas dan memaksa penguasa Arab untuk mengambil posisi dan mungkin menjauhkan diri dari Trump. Jika intifada tidak terjadi, atau itu terjadi pada skala yang lebih kecil, hal yang harus diperhatikan adalah apakah Abbas akan menemukan cara lain untuk menghentikan Trump sehingga bisa kembali ke meja perundingan.”

Pemimpin Hamas: Keputusan AS adalah Deklarasi Perang

Hady Amr, mantan utusan khusus Barack Obama untuk perundingan Israel-Palestina, mengatakan bahwa keputusan Trump adalah “sebuah gempa besar bagi masyarakat Palestina.”

“Orang-orang pasti sangat marah, sangat terhina,” kata Amr, yang sekarang adalah seorang rekan senior untuk kebijakan Timur Tengah di Brookings, kepada Al Jazeera.

Langkah Trump telah memicu aksi perlawanan yang meluas di Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza.

Sedikitnya dua warga Palestina telah terbunuh dan ratusan lainnya terluka oleh pasukan penjajah Israel selama demonstrasi tersebut.

Demonstrasi juga terjadi di kota-kota besar di Asia, Timur Tengah dan Afrika Utara.

Pasukan keamanan menembakkan gas air mata ke arah para pemrotes di luar kedutaan AS di Beirut, dan ratusan orang Yordania berdemonstrasi di depan kedutaan AS di Amman.

Bentrokan Keras Meletus di Kedutaan AS di Beirut

Trump telah memberikan “alasan yang mudah” bagi PLO untuk menyatakan bahwa AS bukanlah perantara perdamaian yang jujur kepada PBB, AS selalu mengingkari komitmennya dan PLO akan berjuang melawannya melalui PBB dan Pengadilan Pidana Internasional, kata Amr.

Ketika ditanya oleh Al Jazeera, apa yang mungkin dilakukan pimpinan PLO, Zomlot mengatakan bahwa warga Palestina akan mengevaluasi kembali peran AS sebagai mediator dan mencari forum di PBB dan tempat lain.

“Ini momen yang strategis atas blunder AS melalui mulut Trump,” katanya.

Abbas akan bertemu dengan menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels pada bulan Januari.

Perwakilan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan dalam sebuah pernyataan pers setelah bertemu dengan PM zionis Netanyahu bahwa Uni Eropa akan berusaha untuk memulai kembali perundingan perdamaian Timur Tengah melalui sebuah pertemuan “kuartet” termasuk PBB, Rusia dan AS, yang mungkin diperluas dengan mengajak Mesir dan Jordan.

Uni Eropa Tolak Ajakan PM Israel untuk Akui Yerusalem sebagai Ibukotanya

Kategori : Internasional

Tags : al quds AS palestina tepi barat yerusalem

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

81 Tahun Merdeka: Sudahkah Rakyat Benar-Benar Merasakan Kemerdekaan?

81 Tahun Merdeka: Sudahkah Rakyat Benar-Benar Merasakan Kemerdekaan?

18 Agu 2026 16:31:58
Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

16 Agu 2026 23:26:08
Mega Korupsi, Krisis Kepercayaan, dan Gagalnya Amanah Kekuasaan

Mega Korupsi, Krisis Kepercayaan, dan Gagalnya Amanah Kekuasaan

11 Agu 2026 15:17:18
Dari Barat ke Nusantara: Haruskah Kita Mengadopsi Produk Peradaban Cacat Moral

Dari Barat ke Nusantara: Haruskah Kita Mengadopsi Produk Peradaban Cacat Moral

24 Jul 2026 17:13:53

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED