Berita Terkini

Mesir Tidak Sebut AS dalam Isu Palestina, Dewan Keamanan PBB Pertimbangkan Resolusi Yerusalem

NEW YORK (Jurnalislamcom) – Dewan Keamanan PBB diperkirakan akan memberikan suara pada hari ini Senin (18/12/17) mengenai sebuah rancangan resolusi atas status Yerusalem, kurang dari dua pekan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan ibukota kota Israel tersebut.

Trump membuat pengumuman pada 6 Desember, mengatakan pada saat itu bahwa AS akan memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Namun resolusi yang dirancang Mesir tersebut bocor dan diperoleh Al Jazeera bahwa di dalamnya tidak menyebutkan nama Amerika Serikat, dengan mengatakan bahwa pihaknya “sangat menyesalkan keputusan mengenai status Yerusalem baru-baru ini.”

Aljazeera: Turki akan Bawa Isu Palestina ke Majelis Umum PBB jika AS Memveto Resolusi

Mike Hanna dari Al Jazeera, yang melaporkan dari markas besar PBB di New York, mengatakan bahwa negara-negara seperti Mesir dan Inggris “ingin mencoba dan menjaga bahasanya semaksimal mungkin dalam upaya yang mungkin sia-sia untuk mencegah AS menjalankan veto Dewan Keamanannya.”

Hal ini menyebabkan “kemarahan” di pihak delegasi Palestina yang “ingin mencabut nama Amerika Serikat,” tambah Hanna.

Saat muncul pada Ahad malam, teks yang bocor tersebut merupakan penyajian kembali posisi PBB di Yerusalem sebagaimana digariskan dalam resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum selama beberapa dasawarsa, kata koresponden kami.

Teks ini menegaskan “bahwa setiap keputusan dan tindakan yang dimaksudkan untuk mengubah karakter, status atau komposisi demografis Kota Suci Yerusalem tidak memiliki efek hukum, tidak berlaku dan tidak sah dan harus dibatalkan sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan yang relevan.”

Begini Kata Diplomat AS Jika Yerusalem Tidak Direbut Kembali

Teks tersebut juga meminta semua negara anggota PBB untuk tidak memindahkan misi diplomatik mereka ke Yerusalem.

Namun resolusi tersebut secara luas diperkirakan akan berhadapan dengan hak veto AS, jika demikian maka akan membuatnya sia-sia.

Sukses Gelar Aksi Peduli Palestina Terbesar di Dunia, Begini Curhatan UBN

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Aksi Indonesia Bersatu untuk Palestina sukses digelar GNPF Ulama hari ini Ahad (17/12/2017) di Monas.

Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ustadz Bachtiar Nasir mengungkapkan, pihaknya hanya mempunyai waktu tiga hari untuk menggelar acara yang disebut-sebut sebagai aksi peduli palestina terbesar di dunia itu.

Selain waktu yang mepet, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) juga mengaku pada saat itu pihaknya belum punya dana untuk menghelat event sebesar itu.

“Padahal persiapan kita hanya tiga hari. bayangkan berapa milyar biaya yang harus dikeluarkan untuk event sebesar ini dan belum ada uang saat itu,” kata UBN kepada wartawan di Monas, Jakarta, Ahad (17/12/2017).

Ahad Ini, GNPF Ulama Undang Umat Islam Ikuti Unjuk Rasa Terbesar Untuk Palestina

Dana pun berhasil terkumpul setelah GNPF menggelar tabligh akbar peduli Palestina di masjid-masjid di Jakarta. Meski fasilitas aksi itu terbilang lebih lengkap dari aksi-aksi sebelumnya, UBN membantah jika aksinya didanai pihak tertentu.

“Ini murni dana umat yang kita dapatkan setelah keliling di masjid-masjid. Meskipun recehan tapi berkah,” kata dia.

“Jadi tidak ada dana daari pengusaha atau politisi tertentu,” sambungnya.

Aksi Bela Palestina 171217
Aksi Bela Palestina 171217

Dengan persiapan yang singkat, UBN bersyukur acara berjalan sukses. Berdasarkan data yang ia terima, peserta aksi mencapai kurang lebih empat juta.

“Kalau dilihat dari kepadatannya, jumlah peserta sekitar empat jutaan, Insya Alloh,” paparnya.

Selain itu, UBN juga mengungkapkan rasa bangganya atas bersatunya umat Islam dalam aksi yang dipimpin oleh Ketua MUI, KH Ma’ruf Amin itu.

“Alhamdulilah, MUI dan ormas-ormas yang ada dibawahnya dimudahkan untuk bersatu,” ujarnya.

Menurutnya, aksi itu adalah momen untuk mengokohkan kembali persatuan umat.

“Dan yang paling penting adalah semangat umat untuk menjadi pembebas Palestina dari cengkraman Yahudi dan kejahatan Amerika itu sangat tinggi yang mendorong kita untuk bersatu dan berbuat untuk Palestina,” pungkasnya.

Aksi yang dimulai dengan shalat subuh berjamaah itu dihadiri oleh puluhan tokoh nasional, ulama, perwakilan ormas dan pejabat itu berakhir tepat pukul 11.00 WIB.

Dalam rangkaianya, acara diisi dengan orasi para tokoh dan pembacaan petisi oleh penolakan terhadap keputusan Donald Trump atas pencaplokan Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Petisi yang dibacakan oleh Sekjen MUI Mawar Abbas itu nantinya akan menjadi pernyataan sikap Umat Islam Indonesia.

Aksi Bela Palestina 17.12.17
Aksi Bela Palestina 17.12.17

Aa Gym Lepas 100 Bus Jamaah Daarut Tauhiid Ikuti Aksi 1712

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Yayasan Daarut Tauhiid (DT) Bandung menyelenggarakan pemberangkatan bagi jamaahnya dan masyarakat umum untuk mengikuti Aksi Bela Palestina atau Aksi 1712 di Monas, Ahad (17/12) besok.

Pelepasan rombongan langsung dipimpin oleh pimpinan Daarut Tauhiid, KH Abdullah Gymnastiar. Menurut pria yang karib disapa Aa Gym, awalnya DT membuka pendaftaran untuk masyarakat umum dan pendaftar via Whatsapp dan website mencapai 9000 orang.

“Korlap di acara aksi bela Palestina memberikan tempat paling depan dekat dengan panggung untuk jamaah dari Daarut Tauhiid,” kata Aa Gym, Sabtu malam (16/12/2017).

Hal itu menurutnya karena jamaah DT dipercaya panitia dan dikenal dengan RBTT, yaitu Rapih Bersih Tertib Teratur. Karenanya, Aa Gym berpesan agar amanat untuk jamaah DT betul-betul dilaksanakan.

“Jangan dahulu pulang sebelum Monas bersih dan diharapkan pergi dan pulang menggunakan Bus yang sama. Maka jangan jauh-jauh dari ketua rombongan,” pungkasnya.

Diperkirakan lebih dari 5000 masyarakat bersama rombongan Aa Gym ke Jakarta mengikuti Aksi Bela Palestina.

UBN : Tiga Juta Orang Akan Hadiri Aksi 1712 Termasuk Negara Tetangga

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar Aksi Bela Palestina atau Aksi 1712 di Monas, Jakarta Ahad (17/12) besok.

Ketua GNPF Ulama Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan bahwa aksi tersebut paling tidak akan dihadiri tiga juta orang termasuk beberapa Negara tetangga yang tidak menggelar aksi sebesar aksi 1712.

“Perkiraan datang adalah 3 juta karena semua sudah sepaka, juga beberapa negara tetangga yang tidak melakukan aksi besar,” kata pria yang karib disapa UBN ini kepada wartawan pada konferensi pers Aksi 1712 di Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Ia pun mengatakan bahwa berbagai elemen masyarakat akan hadir mulai dari NGO tokoh nasional, anggota DPR, dokter dan seluruh lapisan masyarakat.

“Juga sudah konfirmasi beberapa media asing, jadi akan diliput seluruh dunia,” pungkasnya.

Hadir juga dalam konferensi pers, Ketua MUI KH Ma’ruf Amin, Waki Ketua GNPF Ulama KH Zaitun Rasmin, Ketua FPI KH Shabri Lubis, Media Center GNPF Ulama ustaz Erick Yusuf. Aksi 1712 rencananya akan dihadiri oleh elemen umat Islam mulai dari ormas, komunitas, NGO, hingga para tokoh nasional.

Akan Pimpin Aksi 1712, KH Ma’ruf Amin : Indonesia Bersatu Bela Palestina

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin akan memimpin Aksi Bela Palestina atau Aksi 1712 di Monas, Jakarta Ahad (17/12) besok.

Menurut KH Ma’ruf Amin, membela Palestina hukumnya wajib dan diharapkan aksi damai 1712 menjadi ikhtiar membela Palestina dan menolak klaim sepihak Trump. Aksi 1712 pun diharapkan menjadi momen persatuan umat untuk membela Palestina.

“Aksi besok juga ditekankan tidak ada yg menyangkut politik. Karena murni sesuai dengan UUD 45 karena setiap kemerdekaan adalah setiap bangsa. Dengan moto islam bersatu bela Palestina,” kata KH Ma’ruf Amin dalam konferensi pers Aksi 1712 di Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Ia pun mengatakan bahwa akan ada petisi dari jutaan massa yang akan diberikan kepada Kedutaan Besar AS dan juga PBB. “Dan juga mengajak pemerintah untuk lebih baik lagi dalam mendukung Palestina,” tambahnya.

Hadir dalam konferensi pers, Ketua dan Wakil Ketua GNPF Ulama KH Bachtiar Nasir dan KH Zaitun Rasmin, Ketua FPI KH Shabri Lubis, Media Center GNPF Ulama ustaz Erick Yusuf. Aksi 1712 rencananya akan dihadiri oleh elemen umat Islam mulai dari ormas, komunitas, NGO, hingga para tokoh nasional.

Akan Usir Konsul AS di Surabaya, Ini Seruan Umat Islam Jawa Timur

SURABAYA(Jurnalislam.com) Aksi Bela Palestina juga digelar di Surabaya tepat di depan gedung Konjen AS – Surabaya. Ribuan massa dari Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) yang terdiri dari 75 ormas Islam se-Jatim turun menolak klaim sepihak Trump.

Terkait klaim sepihak Al Quds sebagai ibu kota Israel oleh presiden Amerika Serikat Donald Trump sehingga memicu kontroversi dan ketidak stabilan global, Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur mengeluarkan pernyataan sikapnya di hadapan Konjen AS.

Berikut butir-butir penyataan sikap GUIB Jawa Timur :

  1. Al Quds merupakan kota suci milik umat Islam bangsa Palestina , dengan landasan bukti yang kuat berdasarkan kitab suci Al Quran, bukti-bukti sejarah, keputusan Komisi Warisan Dunia UNESCO dalam konfrensi ke-41 di kota Krakow Polandia, Kepemilikan ini bersifat mutlak, tidak bisa diserahkan kepada siapapun, apalagi terhadap penjajah Israel. Langkah Presiden Amerika Serikat Donal Trump adalah bentuk arogansi , kesombongan, pemicu distabilitas , pemantik ketidak adilan global, merusak tatanan serta bertentangan dengan fakta historis.
  2. Pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui dan menjadikan Al-Quds sebagai ibukota Israel telah mengabaikan tiga resolusi tingkat tinggi yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB;

Pertama , Resolusi nomor 242 tahun 1967, yang meminta Israel menarik diri dari tanah yang diduduki tahun 1967, termasuk Al Quds.

Kedua, resolusi nomor 478 tahun 1980, terkait penolakan keputusan pemerintah penjajah Israel yang mencaplok Al Quds dan menjadikannya sebagai ibukota abadi bagi negara penjajah Israel.

Ketiga, Resolusi nomor 2334 tahun 2016 yang isinya, Dewan Keamanan PBB tidak mengakui perubahan apapun yang dilakukan Israel di wilayah perbatasan tahun 1967 termasuk di Al Quds tanpa melalui jalan perundingan.

  1. Pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui dan menjadikan Al-Quds sebagai ibukota Israel merupakan legitimasi atas pencaplokan Israel terhadap Al Quds dan melanggar kesepakatan bagi penyelesaian konflik Arab-Israel, menafikan proses perdamaian yang sudah digagas oleh dunia Internasional demi terciptanya perdamaian di kawasan timur tengah.
  2. Mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui dan menjadikan Al-Quds sebagai ibukota Israel, pernyataannya adalah bentuk statement illegal, Provokatif, ahistoris, melanggar norma dan etika serta hukum internasional, merupakan bentuk agresi, perbuatan terorisme yang nyata dalam tata pergaulan masyarakat dunia (the Real Terrorism).
  3. Mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mencabut keputusan kontroversial yang telah mendapatkan resistensi dan penolakan dari masyarakat Internasional dan pemimpin dunia, pemicu instabilitas global dan mendorong aksi-aksi kekerasan.
  4. Mengajak negara-negara Asean dan negara sahabat serta negara Muslim di seluruh dunia agar mengutuk dan memberi sangsi diplomatik dan ekonomi kepada penjajah Israel dan Amerika Serikat hingga Palestina merdeka.
  5. Menyeru negara-negara Arab dan negara negara Islam agar segera bersatu menghadapi segala tipu daya Israel dan keculasan Amerika Serikat untuk memerdekakan Palestina dan mengusir penjajah Israel keluar dari Palestina.
  6. Mengajak umat Islam Indonesia untuk berjuang dan lebih peduli kepada Al-Quds, Al Aqsha, Palestina di semua lini kehidupan, turut serta menjaga dan merawat tanah suci yang diwakafkan untuk umat Islam dunia.
  7. Mendesak pemerintah Indonesia agar melakukan langkah nyata dalam memberi tekanan kepada pemerintah Amerika Serikat supaya mencabut keputusan tersebut dan tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sebagaimana diamanahkan dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.
  8. Mendesak pemerintah Indonesia agar melakukan langkah nyata dalam memberi tekanan kepada pemerintah Amerika Serikat dengan mengusir dan menutup perwakilan Amerika Serikat diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menutup lembaga lembaga yang memiliki hubungan dengan negara Zionis – Israel dan segala anasirnya di seluruh wilayah NKRI.
  9. Menyerukan kepada para Khotib Jumat untuk mengangkat tema penistaan Al Quds serta tema kepedulian terhadap nasib bangsa Palestina serta membangun ghirah kaum muslimin akan urgensi peduli terhadap urusan kaum Muslimin diseluruh dunia.
  10. Menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi atas manuver pihak tertentu yang ingin menjungkir balikkan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik (good governance) lewat rekayasa berita dan informasi.
  11. Pernyataan sikap ini adalah merupakan sikap bersama Organisasi Massa Islam dan lembaga keislaman di Jawa Timur dibawah koordinasi Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur (MUI-Jatim) yang terdiri dari 75 ormas.

Sayangnya konjen Amerika tidak bisa ditemui oleh perwakilan GUIB pada hari Jumat, sehinga surat pernyataan sikap ini diserahkan ke Kapolrestabes Surabaya Rudi Setiawan agar diserahkan ke Konjen Amerika di Surabaya. Untuk memfasilitasi audiensi langsung dengan pihak Konjen AS pada hari Senin (18/12/2017).

Duh! Digeruduk Massa Aksi Bela Palestina, Konjen Amerika di Surabaya Melarikan Diri

SURABAYA (Jurnalislam.com)–Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) beserta masyarakat peduli Palestina gelar Aksi Bela Palestina, Jumat (15/12/2017) di Konsulat Amerika Surabaya, Jl Citra Niaga, Sambikerep.

Massa menolak klaim sepihak presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Massa yang sedianya akan menggelar aksi didepan Kantor Konsulat Amerika terpaksa harus terhenti 250 meter sebelum lokasi karena pengamanan ketat dari kepolisian.

Dalam orasinya perwakilan demonstran dari Jama’ah Ansharusy Syariah ustad Hamzah Baya menilai apa yang dilakukan Donald Trump merupakan bentuk kejahatan nyata dari AS.

“Amerika serikat biang kejahatan di seluruh dunia, hari ini dia mengumumkan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel, kejahatan ini kita tidak akan terima seumur hidup kita”, tegasnya.

Bahkan massa mengancam siap mengepung dan mengusir jika Konsulat jenderal Amerika tidak mau menemui perwakilan demonstran.

“Kami kesini dengan damai, tetapi kalau nanti tidak ada yang mau menerima kami, maka jangan disalahkan andai kami semuanya mengepung kantor kalian. Dan kalau tidak ada itikad baik dari perwakilan Konjen Amerika kesini untuk menerima kita, maka kami nyatakan kalian najis dan haram berada di Surabaya dan bumi Indonesia” tambah KH. Imanan, perwakilan MUI Surabaya dalam orasinya.

Negoisasi perwakilan demonstan dimediasi Kapolrestabes Surabaya untuk bertemu Konjen Amerika sempat alot, tapi akhirnya bisa diterima namun sayangnya Konjen Amerika tidak ada di kantornya.

Sekjen GUIB KH. Mochammad Yunus, mengatakan bahwa staf Konjen melarikan diri dan tidak berani menemui umat Islam.

“Sebenarnya saya sudah tahu bahwa sebelum kita usir mereka sudah melarikan diri dulu, lari tunggang-langgang, tetapi disini staf-staf ada. Insya Allah hari senin kita minta langsung bisa ditemukan dengan konsulat jenderal Amerika” pintanya.

Tulis Yerusalem Ibu Kota Israel, SDIT Ar Risalah Solo Tarik Buku Yudhistira Milik Siswa

SOLO (Jurnalislam.com)- Kepala sekolah SDIT Ar-Risalah, Laweyan, Solo, Ustaz Syaefuddin Kamal mulai menarik buku pelajaran IPS kelas 6 SD yang menyantumkan Yerusalem sebagai ibukota Israel, hal itu ia lakukan guna mengikuti perintah Dinas Pendidikan Kota Surakarta yang melarang pengunaan buku tersebut pada Rabu,(13/12/2017) lalu.

“Anak-anak, ini ada pengumuman dari Dinas Pendidikan kota Surakarta bahwa buku pelajaran IPS yang kita pakai sementara tidak digunakan dan tidak boleh digunakan. Sekarang kita kumpulkan dulu, belajarnya nanti menunggu mendapatkan buku yang baru dari penerbit edisi revisi,” katanya di hadapan 24 siswa murid kelas 6a pada Jum’at,(15/12/2017).

Ustaz Kamal mengaku menyayangkan kesalahan yang dilakukan penerbit Yudhistira itu, pasalnya, SDIT Ar-Risalah sudah mengunakan buku tersebut selama 3 tahun namun tidak pernah ada pemberitahuan dari Yudhistira akan kesalahan yang ada pada halaman 51 itu.

“Kita ini sudah menggunakan Yudhistira itu 3 tahun. Nah kita kemarin kecewanya seharusnya Yudhistira yang menginformasikan kita tapi malah yang kita dulu konfirmasi ke sana. Meski dia bertanggung jawab kalau kita minta ditarik,” lanjutnya.

Sementara itu, salah seorang wali murid Sri Sedyo Suwarno mengaku baru mengetahui kesalahan pada buku yang digunakan anaknya saat ramai di pemberitaan media, mengetahui hal itu, Sedyo langsung meminta pihak sekolahan untuk menarik buku tersebut.

“Saya baru tau itu setelah ada pemberitaan Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) mempersoalkan buku terbitan Yudhistira. Ternyata anak saya pake buku itu, kemarin saya langsung menghubungi sekolah agar buku itu ditarik, “paparnya.

Lebih lanjut Sedyo berharap, kedepan pihak sekolah lebih teliti dan selektif saat memilih bahan belajar bagi paraa siswa.

“Semoga hal serupa tidak terulang kembali,”tandasnya.

Sebelumnya, kantor distributor Penerbit Yudhistira cabang Solo di wilayah Sumber, Banjarsari, Solo, digeruduk Ormas Islam Soloraya untuk meminta menarik semua buku ajar IPS Kelas 6 SD yang menulis Yerussalem Ibukota Israel pada Rabu (13/12/2017) lalu. Tindakan keras juga dilayangkan Pemkot Solo untuk melarang menggunakan buku tersebut.

Serukan Ikuti Aksi 1712, Iim Ba’asyir : Al Aqsa Milik Umat Islam!

SOLO (Jurnalislam.com)- Juru bicara Jamaah Anshorusy Syariah (JAS) Ustaz Abdul Rohim Baa’syir menghimbau kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk menghadiri aksi Bela Palestina yang di adakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Monas, Jakarta, pada, Ahad, (17/12/2017) besok.

“Kita mendukung supaya umat Islam hadir di Jakarta, untuk aksi umat Islam disana,”katanya kepada Jurnalislam.com di Masjid Baitul Makmur, Kamis, (14/12/2017).

Ustaz iim sapaannya mengatakan, sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar di Dunia, sudah saatnya umat Islam di Indonesia harus menjadi motor pergerakan untuk membela Palestina dari penjajahan yang dilakukan Israel.

“Mari kita tunjukan sebagai umat Islam terbesar di Dunia harus punya aksi terbesar di Dunia soal dukungan untuk Al-Aqsha,”lanjutnya.

Lebih lanjut, putra ulama kharismatik Ustaz Abu Bakar Baa’syir itu menegaskan, bahwa sudah seharusnya kita mengembalikan tanah Al-Quds kepada umat Islam setelah dibebaskan oleh Salahudin Al-Ayubi 830 tahun yang lalu tersebut.

“Al Aqsa harus dikembalikan ke kaum muslimin, Al Aqsa milik umat Islam, tidak boleh sekalipun diambil oleh Yahudi,”tandasnya.

DSKS Berangkatkan 23 Elemen Umat Islam Solo Ikuti Aksi 1712

SOLO (Jurnalislam.com)-Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) memberangkatkan massa umat Islam soloraya untuk mengikuti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat untuk mengikuti Aksi Bela Palestina, di Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Ahad (17/12/2017).

“Hingga saat ini tercatat 13 bus dan 11 mobil pribadi yang sudah berkoordinasi dengan DSKS,” kata Humas Aksi Belas Palestina Solo Raya, Endro Sudarsono usai melepaskan peserta di Jongke, Kartosuro, Sabtu siang, (16/12/2017).

Menurut Endro, setidaknya ada 23 elemen yang tergabung dalam Aksi Bela Palestina bersama DSKS, mereka adalah FKAM, Kokam, LUIS, JAS, MMI, Al Ishlah, Al Huda, Fosikom, Fosam, KMS, Relawan Al Fath, KMM, IMC, Almukmin, Jamaah Jogloarrahmah Jamaah Baitul Amin, Jamaah Muhtadin, Jamaah Marwah, Jamaah Masjid Daman, FUI Boyolali, FUI Karanganyar, dan FUI Klaten.

“Kita berharap aksi ini bisa memberikan dukungan moral kepada bangsa Palestina. Sekaligus bersinergi dengan upaya pemerintah maupun Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam mendukung Yerusalem sebagai ibukota Palestina,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Elemen Muslim Surakarta (Elmusa) Nurhadi Wasono, menjelaskan, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyulut api kebangkitan ummat Islam dunia untuk berjihad melawan zionis Israel.

“Tanah Yerusalem merupakan milik ummat Islam. Kami ucapkan selamat berjuang bagi ummat Islam yang hari ini berangkat ke Jakarta,” paparnya.