Berita Terkini

Ustaz Bachtiar Nasir Serukan Pegiat Kemanusiaan Bersinergi Bersama AIMMA

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Sebagai langkah konkret pasca aksi 1712, Aliansi Indonesia Membela Masjid Al Aqsa (AIMMA) resmi dibentuk. Pembina AIMMA Ustaz Bachtiar Nasir menyerukan kepada segenap pegiat kemanusiaan agar bersinergi dan berkolaborasi bersama AIMMA.

“Kami mengajak kepada seluruh lembaga pegiat kemanusiaan untuk Palestina, untuk bersatu dan bergabung atau bekerjasama dengan AIMMA,” kata ,” kata Ustaz Bachtiar Nasir dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (20/12/2017).

AIMMA, kata pria yang karib disapa UBN ini memfasilitasi lembaga-lembaga kemanusiaan yang konsen terhadap isu Palestina untuk bersinergi membantu rakyat Palestina.

Ia pun meminta masyarakat terus mendukung perjuangan Palestina melawan penjajahan Israel.

“Menyerukan kepada seluruh umat untuk mempererat persaudaraan dan persatuan dalam rangka memperjuangkan kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel,” pungkasnya.

Sejumlah NGO tergabung dalam AIMMA seperti : Aspac For Palestine, ACT, KNRP, Spirit of Aqsa, KISPA, Sahabat Al- Aqsha, Adara Relief Internasional, MP4P, HASI, Wahdah Islamiyah, FS-LDK, AWG, dan masih banyak lainnya.

 

 

Pasca Aksi 1712, Aliansi Indonesia Membela Masjid Al Aqsa Resmi Dibentuk

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Pasca aksi bela Palestina atau aksi 1712 yang dihadiri jutaan orang, NGO dan pegiat kemanusiaan Indonesia menggagas Aliansi Indonesia Membela Masjid Al Aqsa (AIMMA).

Pembina AIMMA Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan bahwa AIMMA digagas sebagai wadah berkolaborasi lembagai kemanusiaan dan langkah konkret menindaklanjuti amanah aksi 1712 lalu di Monas.

“Oleh karena itu, AIMMA (Aliansi Indonessia Membela Masjid Al Aqsa) memfasilitasi lembaga-lembaga kemanusiaan yang konsen terhadap isu Palestina untuk bersinergi membantu rakyat Palestina,” kata Ustaz Bachtiar Nasir dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (20/12/2017).

Tak lupa, pria yang karib disapa UBN ini mengucapkan apresiasi terhadap rakyat Indonesia yang terus berjuang membela Palestina. Ia pun meminta kepada setiap elemen yang mumpuni agar terus mengedukasi masyarakat terkait penjajahan Israel atas Palestina

“Menyerukan kepada rakyat Indonesia untuk terus meningkatkan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Mengingat perjuangan pembebasan Palestina membutuhkan waktu yang panjang dan energi yang besar,” pungkasnya.

Sejumlah NGO tergabung dalam AIMMA seperti : Aspac For Palestine, ACT, KNRP, Spirit of Aqsa, KISPA, Sahabat Al- Aqsha, Adara Relief Internasional, MP4P, HASI, Wahdah Islamiyah, FS-LDK, AWG, dan masih banyak lainnya.

Begini Ancaman Trump bagi Negara yang Menolak Yerusalem sebagai Ibukota Israel

JENEWA (Jurnalislam.com) – Presiden AS Donald Trump mengancam akan memotong bantuan ke negara-negara yang memberikan suara untuk mendukung rancangan resolusi PBB yang mengecam keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Trump mengatakan di Gedung Putih pada hari Rabu (20/12/2017) bahwa AS akan “memperhatikan suara mereka” di Majelis Umum, lansir Aljazeera.

“Mereka mengambil ratusan juta dolar dan bahkan miliaran dolar, dan kemudian mereka memberikan suara menentang kita. Baiklah, kita melihat suara itu. Biarkan mereka memberikan suara melawan kita. Kita akan menghemat banyak. Kami tidak peduli, kantor berita Reuters mengutip Trump.

Majelis Umum PBB akan mengadakan sidang darurat pada hari ini, Kamis (21/12/2017), untuk memberikan suara mengenai keputusan AS yang kontroversial tersebut.

AS Memveto Resolusi DK PBB, Tetap Akui Yerusalem Ibukota Israel

Pemilihan suara ini diharapkan bisa berjalan dengan mudah di badan PBB yang beranggotakan 193 orang tersebut, namun tidak mengikat.

Komentar Trump muncul setelah Nikki Haley, duta besar AS untuk PBB, mengirim surat ancaman ke negara-negara anggota PBB, mendesak mereka untuk memberikan suara menentang mosi tersebut.

Haley juga mengatakan di Twitter “AS akan mencatat” negara yang memilih untuk mendukung resolusi tersebut.

Riyad al-Malki, menteri luar negeri Palestina, pada hari Rabu menuduh AS “mengancam” negara anggota Majelis Umum PBB sebelum pemilihan tersebut.

Erdogan Kembali Ajak Dunia untuk Dukung Palestina Lawan Veto AS

Malki mengatakan bahwa pejabat Amerika “melakukan kesalahan lain saat mereka membagikan surat yang mencoba mengancam negara-negara, [dan] mengancam keputusan berdaulat mereka untuk menentukan pilihan.”

“Ini benar-benar definisi baru tatanan dunia dalam politik dan tampaknya pemerintah Amerika … memberi cap pada realitas politik baru yang akan ditolak banyak negara,” kata Malki.

Sesi PBB akan menunjukkan “berapa banyak negara yang memilih dengan hati nurani mereka.”

Pada 6 Desember Trump menyatakan bahwa Yerusalem akan menjadi ibu kota Israel dan mengumumkan niat untuk memindahkan kedutaannya ke kota Yerusalem.

Langkah kontroversial tersebut mendorong demonstrasi dan penolakan berskala besar dari para pemimpin dan masyarakat di seluruh dunia.

Ketika Palestina “Hancurkan” Tradisi Tawuran Pelajar

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Tak mau ketinggalan, sejumlah pelajar SMKN 5 Semarang turut menunjukkan pemebelaannya kepada rakyat Palestina. Mereka berjalan kaki disepanjang jalan Dr Cipto, Johar, terus ke Imam Bonjol dan Tugumuda dengan membawa spanduk bertuliskan SMKN 5 Semarang Peduli Palestina, Rabu (20/12/2017).

Tampak sekitar tiga puluh anak berseragam putih abu bergerombol dengan membawa kotak bertuliskan “Dana Untuk Palestina”.

Dalam keadaan basah kuyup,
salah satu remaja yang bernama Facta, kelas XII Teknik Permesinan mengatakan, Palestina dapat mempersatukan hati yang keras, jarak yang renggang, bahkan menghancurkan tradisi kelam: Tawuran antara remaja.

“Pak… yang dulu kita suka tawuran, semenjak ada (masalah) Palestina ini, kita bersatu, pak. Di Jawa Tengah, sudah gak ada tawuran, bahkan di Semarang sudah gak ada juga,” ungkapnya ditengah gemercik hujan.

Facta melanjutkan, kebijakan yang sarat dengan arogansi Donald Trump tersebut membuat didih api keimanannya.

“Karena Palestina itu dijajah sama Israel, mas. Masa ibukota Palestina mau diambil sama Israel, mas. kita gak terima, mas…sebagai bangsa Indonesia, mas!,” ucapnya.

Aksi tersebut akan dilakukan sampai besok kamis (21/12/2017) dengan puncaknya berkumpulnya Sekolah Teknik Mesin (STM) se-Jateng di Ambarawa dalam bingkai aksi peduli Palestina.

Bentengi Akidah Umat dari Kristenisasi, Mualaf Center Semarang Gelar Tabligh Akbar dan Bakti Sosial

SEMARANG (JurnalIslam.com) – Membentengi akidah umat dari upaya pemurtadan dan kristenisasi di Semarang, Mualaf Center Semarang (MCS) bekerja sama dengan lembaga dan komunitas Islam seperti Baitul Maal Hudatama, Pemuda Hijrah, Me-Dan mengadakan tabligh akbar dan bakti sosial di Masjid Alhikmah, Kampung Kaliasin Semarang Utara, Selasa (19/12/2017)

Acara diisi oleh ustaz Sulaiman, praktisi yang berkecimpung di dakwah daerah yang marak kristenisasi dan pemurtadan. Pada saat yang sama, pihak nasrani juga menggelar acara di gereja daerah sekitar.

“Acara ini di harapkan untuk menguatkan akidah umat dan menandingi acara yang akan di adakan gereja dekat situ, mereka (gereja) mengadakan acara besar juga di hari dan jam yang sama,” kata Ketua Mualaf Center Semarang (MSC) Agus Triyanto, ketua MCS.

Panitia pun membagikan bingkisan dan santunan kepada para aktivis, pengajar TPQ. “Kami dari MSC juga mensuport Para Ustazah dengan memberi santunan kepada mereka, karena lewat merekalah Aqidah adik-adik TPQ disini terjaga,” ucapnya.

Ditambahkan, Mualaf Center Semarang akan selalu berkomitmen dan akan terus dakwah menguatkan akidah umat dan berupaya menanggulangi pemurtadan terutama di daerah daerah yang rawan pemurtadan

 

Dukungan Dunia untuk Bayi Suriah yang Dibom Rezim Syiah Assad di Ghouta Timur

SURIAH (Jurnalislam.com) – Ribuan orang menunjukkan dukungan secara online untuk bayi berusia dua bulan yang kehilangan ibunya saat pasukan rezim Syiah Suriah membom daerah pejuang Suriah di Ghouta Timur yang mereka kepung.

Karim berumur satu bulan saat dia dan ibunya terperangkap dalam sebuah serangan di sebuah pasar di Ghouta Timur pada bulan November.

Serangan tersebut membunuh ibunya dan membuatnya kehilangan satu mata dan tempurung kepalanya menderita akibat retak parah.

Jenewa: Sebelum Gencatan Senjata, Rezim Syiah Assad Gempur Warga Sipil Ghouta Timur

Banyak orang di dunia – termasuk duta besar Inggris untuk PBB, Matthew Rycroft, kelompok Helm Putih Suriah dan anak-anak yang tinggal di daerah pinggiran yang terkepung – memasang foto mereka dengan mata kiri tertutup dalam solidaritas dengan Karim di bawah hashtag #SolidarityWithKarim.

Pesan dalam bahasa Arab, Inggris, dan Turki dengan ungkapan “#BabyKarim saya melihat Anda (#BabyKarim I see you),” dan “#Pengepungan EasternGhouta akan berakhir (#EasternGhouta siege must end)” telah banyak dibagikan di Twitter.

Abu Muhammad, ayah Karim, menggambarkan kehidupan dalam pengepungan sebagai “mimpi buruk” dan mengatakan bahwa Karim membutuhkan perawatan terus-menerus.

Dia mengatakan kepada Anadolu Agency, Selasa (19/12/2017) bahwa pengepungan membuat hidup sulit baginya dan kelima anaknya.

“Hidup terkepung adalah mimpi buruk. Sangat sulit untuk menemukan pekerjaan yang layak dalam keadaan seperti ini,” kata Abu Muhammed.

“Karim membutuhkan perawatan terus-menerus, dia kehilangan satu mata, dia memiliki tengkorak yang retak. Situasi yang memburuk terlihat jelas di Ghouta Timur.”

Ghouta Timur adalah benteng terakhir yang dipegang pejuang Suriah di Sekitar Damaskus dan telah menghadapi pemboman berbulan-bulan dari pesawat rezim Syiah Assad dan agresor Rusia.

Pengepungan, yang dimulai pada tahun 2013, telah merampas makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Situasi tersebut terus memburuk dengan ucapan PBB pada bulan November bahwa jumlah anak dengan gizi buruk di daerah yang terkepung merupakan “tingkat tertinggi yang tercatat di negara ini sejak perang enam tahun dimulai.”

UNICEF mengatakan bahwa survei mereka pada bulan November di Ghouta Timur menunjukkan 12 persen anak balita menderita gizi buruk akut.

Palang Merah pada hari Senin (18/12/2017) mengatakan bahwa situasi di sana telah mencapai titik kritis karena bantuan terus dibatasi secara ketat.

“Seperti yang sering terjadi di Suriah selama enam tahun terakhir, rakyat biasalah yang sekali lagi terjebak dalam situasi di mana kehidupan menjadi tidak mungkin,” kata Robert Mardini, direktur Palang Merah Timur Tengah.

PBB: 400.000 Warga Ghouta Timur akan Hadapi Malapetaka Mengerikan

“Tidak ada keuntungan militer atau politik yang boleh membenarkan jumlah penderitaan ini, baik di Ghouta Timur atau tempat lain di Suriah,” tambahnya.

Christos Stylianides, Komisioner Eropa untuk Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis, menyerukan mempercepat pengiriman medis ke wilayah tersebut dan mempercepat evakuasi, mencatat bahwa situasi di Ghouta Timur memburuk dengan cepat.

Stylianides mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa selama beberapa pekan terakhir, situasi di daerah kantong yang terkepung telah memburuk dengan cepat.

“400.000 penduduknya menghadapi tantangan kematian, karena ada banyak kekurangan kebutuhan dasar termasuk makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.”

Dia menambahkan bahwa situasinya menyebabkan malnutrisi parah, keadaan darurat medis dan peningkatan risiko penyakit.

“Sekitar 500 orang, termasuk 137 anak-anak, memerlukan evakuasi medis segera,” katanya.

Moskow: Hak Veto AS Tunjukan Sikap Bertentangan dengan Dunia

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Rusia pada hari Selasa (19/12/2017) menyesalkan hak veto AS atas resolusi PBB mengenai Yerusalem, mengatakan bahwa Washington menentang kehendak masyarakat internasional.

“Sangat disesalkan bahwa AS, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan mengklaim dirinya sebagai mediator kunci dalam konflik Palestina-Israel, malah menunjukkan pendekatan yang bertentangan dengan kemauan masyarakat internasional.

“Ini melemahkan dasar hukum internasional untuk penyelesaian Timur Tengah,” kata Menteri Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, lansir Anadolu Agency.

AS Memveto Resolusi DK PBB, Tetap Akui Yerusalem Ibukota Israel

Pernyataan tersebut dikeluarkan sehari setelah AS memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menolak pembentukan fasilitas diplomatik AS di kota Yerusalem yang diperebutkan.

Hampir dua pekan yang lalu, Washington mengakui kota suci tersebut sebagai ibu kota Israel dan memulai proses untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Empat belas anggota dewan memilih untuk mendukung resolusi yang disponsori Mesir yang menuntut agar Presiden AS Donald Trump menarik kembali keputusan tersebut.

Rudal Syiah Houthi Yaman Targetkan Kantor Raja Arab di Riyadh

SANAA (Jurnalislam.com) – Kelompok pemberontak Yaman, Syiah Houthi, pada hari Selasa (19/12/2017) melepaskan sebuah “rudal balistik” ke ibukota Saudi, Riyadh, menurut saluran televisi Al-Masira yang dikelola oleh Houthi.

Rudal tersebut dilaporkan menargetkan Riyadh Yamama Royal Palace, lokasi kantor Raja Saudi Salman bin Abdulaziz.

“Rudal itu menargetkan sebuah pertemuan besar pejabat rezim Saudi yang diadakan di istana tersebut,” penyiar melaporkan, lansir Anadolu Agency.

Tapi ketika Al-Masira mengatakan bahwa rudal tersebut telah “menemukan targetnya”, pasukan koalisi Arab yang dipimpin Saudi – yang telah memerangi Houthi sejak 2015 – mengatakan bahwa rudal tersebut dicegat sebelum menyebabkan kerusakan.

Cegah Houthi jadi Syiah Hizbullah, Pangeran Arab: Perang di Yaman akan Terus Berlanjut

“Pukul 01:39 dini hari [waktu setempat], pertahanan udara koalisi mengamati sebuah rudal balistik yang ditembakkan ke arah kerajaan dari wilayah Yaman,” kata juru bicara resmi koalisi Pakistan Press mengutip Turki al-Maliki.

“Rudal tersebut tanpa pandang bulu menembak di daerah sipil dan berpenduduk padat di Riyadh, dan berhasil dicegat di selatan kota oleh baterai anti-rudal Patriot tanpa menyebabkan kerusakan atau hilangnya nyawa,” al-Maliki menambahkan.

Pasukan Yaman Patahkan Gelombang Serangan Syiah Houthi di Taiz

Juru bicara tersebut kemudian mengutuk tindakan milisi Houthi yang didukung Iran.”

Itu adalah rudal kedua yang menargetkan Riyadh dari wilayah Yaman dalam dua bulan terakhir.

Pada 4 November, koalisi pimpinan Saudi mengumumkan telah berhasil mencegat sebuah rudal Houthi yang ditembakkan ke Bandara Internasional Raja Khalid Riyadh.

PBB: Dalam 10 Hari 115 Warga Sipil Yaman Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab

JENEWA (Jurnalislam.com) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Selasa (19/12/2017) memperingatkan serangan udara koalisi pimpinan-Saudi yang semakin intensif baru-baru ini, yang menewaskan sedikitnya 115 warga sipil di Yaman dalam 10 hari.

“Kami sangat prihatin dengan lonjakan serangan baru-baru ini terhadap korban sipil di Yaman,” kata Rupert Colville, juru bicara Komisioner Tinggi HAM PBB, dalam sebuah konferensi pers di Jenewa, Selasa, lansir Anadol Agency.

Mantan Presiden Yaman Tewas Dibunuh oleh Syiah Houthi Sekutunya Sendiri

Lonjakan serangan baru-baru ini di negara tersebut dimulai setelah pembunuhan mantan Presiden Ali Abdullah Saleh di Sana’a pada 4 Desember.

“136 warga sipil dan non-kombatan terbunuh dan sekitar 87 lainnya terluka akibat serangan udara di Sanaa, Saada, Al Hudaydah dan Taizz pada periode 6 – 16 Desember,” kata Colville.

Menurut PBB, sebanyak 5.558 warga sipil telah terbunuh dan 9.065 lainnya terluka di Yaman sejak Maret 2015.

Mahmoud Abbas Kirim Delegasi ke Negara Pemilik Hak Veto, China dan Rusia

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah mengirim delegasi ke China dan Rusia untuk meminta mereka mengambil peran lebih penting dalam proses perdamaian dengan Israel, kata seorang pejabat pada hari Selasa (19/12/2017), lansir Middle East Eye.

Upaya lobi tersebut dilakukan setelah Abbas mengatakan AS seharusnya tidak lagi menjadi penengah setelah pengakuan kontroversial Presiden AS Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Saleh Raafat, seorang anggota delegasi Palestina yang mengunjungi Moskow, mengatakan bahwa Abbas telah menugaskan para delegasi tersebut mendorong para pemimpin China dan Rusia untuk mendukung perundingan perdamaian.

“Kami sekarang berada di Rusia, dan beberapa dari kita akan pergi ke Beijing untuk menyampaikan pesan yang sama mengenai pentingnya mencari sponsor internasional untuk proses perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Raafat kepada AFP.

Erdogan Kembali Ajak Dunia untuk Dukung Palestina Lawan Veto AS

Pada hari Senin, Abbas menegaskan kembali tentangannya terhadap peran AS sebagai perantara antara kedua belah pihak. “Siapa pun yang mengizinkan Amerika Serikat untuk kembali sebagai mitra atau mediator dalam proses perdamaian itu gila,” katanya.

Amerika Serikat pada hari Senin adalah satu-satunya anggota Dewan Keamanan PBB yang memveto rancangan resolusi PBB yang menolak keputusan kontroversial Trump.

Seorang juru bicara Abbas mengatakan bahwa hak veto tersebut “tidak dapat diterima dan mengancam stabilitas masyarakat internasional karena tidak menghargainya.”

Dukung Resolusi DK PBB , PM Inggris dan Erdogan Lakukan Pembahasan Lanjutan

14 negara di dewan beranggotakan 15 negara tersebut memilih mendukung usulan Mesir termasuk sekutu utama AS, yaitu Inggris, Prancis, Italia, Jepang, dan Ukraina. Usulan tersebut tidak secara khusus menyebutkan AS atau Trump, namun menyatakan “penyesalan mendalam atas keputusan baru-baru ini mengenai status Yerusalem.”

Dalam sebuah sesi darurat Dewan Keamanan PBB mengenai Yerusalem awal bulan ini, Rusia mengatakan bahwa pihaknya berharap Mesir akan mengambil peran lebih besar dalam proses perdamaian.

Vasily Nebenzya, perwakilan tetap Rusia untuk PBB, mengatakan negaranya berharap proses perdamaian dapat difasilitasi melalui Mesir dan meminta Amerika untuk menjelaskan mengapa mereka membuat keputusan mengenai Yerusalem tersebut.

Abbas akan mengunjungi Moskow “segera”, menurut ajudannya Nabil Shaath.

“Kami bekerja secara aktif dengan Rusia, China dan Eropa untuk membentuk sebuah forum internasional yang akan mengawasi proses perdamaian di masa depan, karena kami tidak dapat menerima monopoli AS lagi,” kata Shaath seperti dikutip oleh situs berita Rusia, RT.

Perundingan damai antara Israel dan Palestina telah membeku sejak ambruk oleh agresi militer zionis ke Gaza pada 2014.