Berita Terkini

Selain Diusut, JAS Minta Pelaku Penganiayaan Ulama Juga Harus Dihukum

SURABAYA (Jurnalislam.com)—Ketua Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Timur Hamzah Baya mengatakan bahwa pelaku penyerangan terhadap ulama baru-baru ini harus dihukum. Jagan sampai katanya, pelaku lolos begitu saja, apalagi dengan alasan pelaku diduga gila.

Menurutnya, bila diperhatika, belum ada satu pekan sudah terjadi tiga modus penyerangan yang terjadi di Lamongan, Madiun dan Surabaya.

Lagi, Kali Ini Teror Menimpa Ketua Dewan Dakwah Jabar

Hal ini menurutnya hampir serupa dengan di Jawa Barat atau boleh diambil lebih jauh seperti kejadian tahun 1998 dimana para ulama dan kyai NU di Banyuwangi banyak yang dibantai oleh mereka orang gila.

“Penyerangan terhadap ulama, ustaz dan teror ke pondok pesantren juga masjid ini merupakan tindakan yang sudah sangat mencederai umat islam. Siapapun pelakunya dia harus diproses hukum. Pelaku merupakan orang yang anti agama menginginkan konflik dan menimbulkan ketakutan serta ketidak nyamanan bagi ulama, santri dan umat islam”, kata Ustaz Hamzah Baya kepada Jurnalislam.com, Kamis (22/2/2017).

Amien Rais: Penyerangan Ulama Ada Dalangnya!

Menurutnya, kasus ini harus membuat umat Islam bersatu dan jangan mau diadu domba.

” Pertolongan Allah akan datang manakala kita senantiasa sabar dan istiqamah membela agama Allah. Maka jangan takut dan gentar terus maju berjuang membela agama Allah dari segala bentuk kezaliman bersabar dan istiqamah sampai Allah wafatkan kita dalam keadaan khusnul khatimah”, pesan Ustaz Hamzah Baya kepada umat islam indonesia.

Peduli Ghouta Timur, Warga London Gelar Aksi Unjuk Rasa Desak Inggris Lawan Rezim Assad

LONDON (Jurnalislam.com) – Sekitar 100 lebih pemrotes berkumpul di pusat kota London pada hari Kamis (22/2/2018) untuk mendesak masyarakat Inggris dan internasional bertindak melawan rezim Assad Suriah setelah laporan kematian ratusan warga sipil di Ghouta Timur dalam beberapa hari terakhir.

Terorganisir melalui media sosial, para pemrotes berkumpul di Picadilly Circus meski cuaca dingin.

Mereka menarik perhatian pada kampanye pengeboman terbaru yang menargetkan Ghouta Timur di mana laporan mengatakan lebih dari 400 warga sipil telah terbunuh oleh serangan udara rezim Syiah Assad dan agresor Rusia.

400 Tewas dalam 5 Hari oleh Rezim Assad, Warga Ghouta: Bertahan atau Mati Bersama

Beberapa poster yang dibawa selama demonstrasi tersebut berbunyi “ Down with chemical Assad,” “Save Ghouta” dan “Drop food not bombs.

Kerumunan tersebut juga mendesak semua negara untuk menekan rezim Assad dan pendukungnya untuk mengakhiri serangan terhadap warga sipil.

Jumlah korban tewas dalam serangan udara rezim Assad hari Kamis saja di distrik Ghouta Timur telah meningkat menjadi 56 warga sipil, kata sumber lokal kepada Anadolu Agency.

Serangan udara dilaporkan menargetkan bagian pemukiman di pinggiran kota Damaskus yang terkepung dan kelaparan, termasuk Duma, Aftris dan Hammuria.

Lebih dari 302 orang tewas dalam serangan hari ketiga di Ghouta Timur oleh pasukan rezim.

Biadab, Rezim Syiah Assad Hujani Warga Ghouta Timur dengan Artileri

Selama tiga hari terakhir, serangan artileri rezim di Ghouta Timur telah menghancurkan 22 pusat kesehatan, sebuah panti asuhan dan sebuah Masjid.

Sebagai rumah bagi sekitar 400.000 penduduk sipil, Ghouta Timur tetap berada di bawah pengepungan rezim Syiah Nushairiyah yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir, membawa distrik tersebut ke ambang bencana kemanusiaan mengerikan.

Suriah telah terkunci dalam konflik global yang menghancurkan sejak awal tahun 2011 ketika rezim Syiah Assad membantai aksi unjuk rasa dengan keganasan militer yang tak terduga.

400 Tewas dalam 5 Hari oleh Rezim Assad, Warga Ghouta: Bertahan atau Mati Bersama

SURIAH (Jurnalislam.com) – Lebih dari 400 orang telah terbunuh di Ghouta Timur, sebuah kelompok pemantau mengatakan, pada hari kelima serangan pemboman udara yang terus-menerus dilakukan oleh pasukan rezim Syiah Suriah yang didukung oleh pesawat tempur Rusia.

The Syrian Observatory for Human Rights mengatakan sedikitnya 403 orang terbunuh dalam serangan “histeris” yang dimulai pada hari Ahad, termasuk 150 anak-anak. Hampir 2.120 lainnya luka-luka.

Utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, menekankan perlunya gencatan senjata yang mendesak dalam komentar yang dibuat menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB hari Kamis (22/2/2018).

“Situasi kemanusiaan di Ghouta Timur sangat memprihatinkan dan oleh karena itu, kita memerlukan gencatan senjata yang menghentikan pemboman berat di Ghouta Timur dan pembantaian terhadap warga akibat mortir yang ditembakkan secara membabi buta di Damaskus,” katanya.

Terus Bantai Warga Ghouta Timur, Rezim Syiah Assad Abaikan Kecaman Sekjen PBB

Dia menambahkan bahwa gencatan senjata perlu diikuti dengan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan dan sebuah evakuasi yang memfasilitasi warga yang terluka keluar dari Ghouta Timur, dan memperingatkan bahwa ini adalah pengulangan tragedi Aleppo.

Warga Ghouta Timur, yang sebagian besar mengungsi, mengatakan bahwa tidak ada yang bisa mereka lakukan dan tidak ada tempat untuk bersembunyi, hanya bisa bertahan atau mati bersama.

Rafat al-Abram tinggal di Douma dan merupakan montir mobil. Serangan udara dalam beberapa hari terakhir telah mengganggu pekerjaannya karena jalan yang dia lalui hancur oleh serangan udara dan artileri.

“Saya berhasil mendapatkan beberapa peralatan dan perlengkapan saya, dan memperbaiki mobil kapan pun saya bisa,” katanya kepada Al Jazeera.

“Terkadang saya juga memperbaiki ambulans pertahanan sipil, yang sering rusak karena digunakan terus menerus untuk menolong korban.”

Inilah Ghouta Timur, Wilayah Krisis Kemanusian Terburuk Abad 21 yang Masih Berlangsung (Infografik)

Istrinya dan dua anak remaja perempuan, Khadijah, 17, dan Ola, 15, tinggal di rumah. Mereka memulai hari dengan duduk bersama sebelum Abram mengunjungi tetangganya untuk membantu karena mendapatkan berita duka terbaru.

“Terkadang pemboman terjadi di tempat saya bekerja, yang berarti saya harus buru-buru membantu pertahanan sipil menarik korban dari reruntuhan,” katanya.

Setelah Abram kembali ke rumah, dia mengatakan bahwa dia dihantui pemandangan tak tertahankan yang dia saksikan di siang hari.

“Melihat seorang ayah atau ibu meratap dan menangis atas anak-anak mereka yang telah meninggal, atau seorang ayah membawa anaknya yang satu kakinya diamputasi, atau yang lain berteriak kepada Tuhan dan kemudian pada orang-orang untuk membantu menyelamatkan keluarganya yang semuanya terbaring di bawah reruntuhan sebuah bangunan … Saya mencoba untuk menghibur mereka meskipun saya ingin duduk dan menangis bersama mereka atas kengerian yang terjadi di sekitar kita,” katanya.

Bertahan sampai Malam, Warga : PT RUM Harus Ditutup

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Ratusan massa aksi menuntut ditutupnya perusahaan Rayon Utama Makmur (PT RUM), tetap bertahan melakukan aksi blokade di depan akses masuk perusahaan Rayon tersebut pada Kamis, (22/2/2018) malam.

Menurut pantauan jurnalislam.com dilapangan, hingga pukul 22.40 wib, situasi masih berjalan aman dan kondusif.

Massa yang mayoritas warga terdampak limbah bau itu, tampak duduk di depan PT RUM dan sesekali bernyanyi, puluhan aparat polisi dan TNI pun, tampak bersiaga dan melakukan penjagaan di sekitar pabrik tersebut.

Agus, Salah satu warga yang ikut bertahan dalam aksi tersebut menegaskan, bahwa warga hanya menginginkan pabrik Rayon tersebut untuk ditutup.

Kecewa Dengan Sikap Bupati, Warga Nguter Blokade Akses Menuju PT RUM

Warga, katanya, akan tetap bertahan hingga Bupati mau menandatangani SK pencabutan izin dari PT RUM itu pada Jumat (23/2/2018).

“Kita akan bertahan sampai sekuat tenaga, sampai janji pak bupati untuk tanda tangan besok dipenuhi, untuk keinginannya hanya satu, tutup PT RUM,” tegasnya ketika ditemui Jurnalislam.com Kamis, (22/2/2018) malam.

Senada dengan hal itu, salah satu warga asal desa Celep Prasetyo menjelaskan, bahwa warga hanya ingin dapat kembali menghirup udara bebas sebagaimana dulu.

Pasalnya, setelah berdirinya PT RUM tersebut, limbah bau yang dihasilkan membuat warga sekitar mengalami muntah, pusing, mual dan bahkan pingsan.

“Kami hanya ingin dapat bernafas dengan bebas dan sehat tanpa terganggu oleh gas limbah bau dari PT RUM,” ungkapnya.

Menurut keterangan yang didapatkan Jurnalislam.com, Bupati Suloharjo Wardoyo akan menandatangani Surat Keputusan (SK) pencabutan ijin PT RUM pada Jum’at (23/2/2018) pagi.

 

Kontributor : Nurdin

Kecewa Dengan Sikap Bupati, Warga Nguter Blokade Akses Menuju PT RUM

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Usai melakukan aksi demontrasi di depan Kantor Setda Bupati Sukoharjo, massa terdampak limbah bau dari PT Rayon Utama Makmur (RUM) melanjutkan aksinya di depan PT RUM, Nguter, Sukoharjo, Kamis, (22/2/2018) sore.

Kali ini, massa yang menuntut Bupati Sukoharjo Wardoyo untuk segera mencabut ijin perusahaan Rayon tersebut, melakukan aksi memblokade akses masuk perusahaan dengan memarkir truk dan melakukan pembakaran ban.

Sebelumnya, massa yang kecewa dengan sikap bupati itu, juga sempat menurunkan bendera pabrik dan membakarnya. Salah satu korlap aksi, Ari Suwarno menjelaskan, bahwa warga hanya mengingingkan PT RUM tersebut tutup.

Bertahan sampai Malam, Warga : PT RUM Harus Ditutup

“Sampai PT RUM tutup, tujuannya yaitu blokade supaya bahan kimia itu tidak bisa masuk untuk stok,” kata Ari saat ditemui Jurnalislam.com di sela-sela aksi.

Dalam aksi itu, warga juga melakukan orasi di atas mobil komando, massa pun meneriakan kata “Tutup RUM,” bersama-sama. Aksi ini juga dijaga oleh aparat kepolisian dan TNI lebih dari 50 personil.

 

Kontributor : Nurdin

Mang Ari: Kegiatan JUMPA 2 Sebagai Bekal Untuk Menjaga Ulama

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Panglima Jambora Ukhuwah Pemuda Surakarta (JUMPA) II Ustadz Syamsuddin Asrori berpesan kepada seluruh alumni JUMPA untuk menjaga para ulama dengan merekatkan ukhuwah Islamiyah . Pesan tersebut disampaikan menanggapi maraknya penyerangan terhadap para ulama akhir-akhir ini.

“Saya wasiatkan kepada antum semua wahai alumni JUMPA, yuk kita dekatkan jalinan ukhuwah kita khususnya dengan isu dan bahkan bukan lagi isu bahkan sudah menjadi fakta di depan mata kita,” kata pria karib disapa Mang Arie ini kepada Jurnalislam.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: JUMPA 2 DSKS : Pemuda Islam Siap Menjaga Agama dan Negara

Mudir Pondok Tahfidz Qur’an Baitul Rahman Qur’ani (BRQ) Tasikmadu dan Baitul Mukmin Qur’ani (BMQ) Ngadiluwih Karanganyar ini berharap apa yang didapatkan para alumni dari kegiatan JUMPA 2 menjadi bekal untuk mengawal para ulama.

Untuk itu, para alumni wajib menjaga ukhuwah islamiyah dengan memperbaiki silaturahim dan komunikasi.

“Sedikitpun kita bergerak kemenangan ada di depan mata sebaliknya sedetikpun kita berhenti maka kekalahan itu akan kita rasakan. Maka kita harus berlari secepat mereka agar kemenangan senantiasa berpihak kepada kita,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menggelar Jambore Ukhuwah Mukhoyyam Pemuda Islam Surakarta (JUMPA) Jilid 2 di Bumi Perkemahan Camp Tawangmangu Resort, Karanganyar, Jum’at – Ahad, (16-18/2/2018).

Kegiatan yang diikuti 650 peserta dari 65 elemen umat Islam Soloraya ini digelar untuk mempererat ukhuwah sekaligus menguatkan peran pemuda dalam menjaga agama, ulama dan bangsa.

Inilah Malcolm X yang Mungkin Belum Anda Ketahui

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Digambarkan sebagai salah satu pemimpin African American terbesar dan dipuji sebagai orang yang meletakkan fondasi gerakan the Black Power, Malcolm X hari ini akan berusia 93 tahun.

Pemimpin hak sipil tersebut terbunuh di Audubon Ballroom di New York City pada hari Ahad, 21 Februari 1965, hanya tiga bulan sebelum berusia 40 tahun.

Dalam hidupnya, dia tidak selalu diakui atas prestasinya. Banyak yang menganggapnya sebagai pemuda yang emosional. Inilah ceritanya:

Tukang kayu bukan pengacara

  • Malcolm Little lahir di Omaha, Nebraska pada tahun 1925. Ketika berusia enam tahun, ayahnya, Pendeta Earl Little, seorang pendeta Baptis, meninggal setelah ditabrak oleh sebuah mobil.
  • Keluarga mereka sangat miskin sehingga ibu Malcolm, Louise Little, terpaksa memasak daun dandelion dari jalan untuk memberi makan anak-anaknya. Louise ditempatkan di rumah sakit jiwa saat Malcolm berumur 13. Dia tinggal di rumah asuh setelah itu.
  • Malcolm unggul di sekolah, tapi setelah salah satu gurunya mengatakan kepadanya bahwa dia seharusnya menjadi seorang tukang kayu saja dan bukan seorang pengacara, dia kehilangan motivasi dan mengakhiri pendidikan formalnya.
  • Pada usia 27, Malcolm mengubah nama belakangnya menjadi X. Dia kemudian menulis bahwa Little adalah nama yang “dipaksakan majikan berkulit putih … pada leluhur ayah mereka.”

Nation of Islam

  • Di masa remajanya, dia terlibat dalam kegiatan kriminal dan dipenjara dari tahun 1946 sampai 1952.
  • Di penjara, dia mengalami transformasi dan akhirnya bergabung dengan Nation of Islam, sebuah gerakan African American yang menggabungkan Islam dengan nasionalisme hitam.
  • Malcolm berhenti merokok dan berjudi. Dengan ambisi untuk kembali mendidik dirinya sendiri, dia menghabiskan waktu berjam-jam membaca buku di perpustakaan penjara dan hafal sebuah kamus.
  • Setelah dibebaskan dari penjara, dia membantu memimpin Nation of Islam, menandai periode pertumbuhan terbesarnya. Dia mendirikan surat kabar Nation, Muhammad Speaks, dan memimpin administrasi masjid untuk Nation di New York, Philadelphia dan Boston.

Pergerakan hak warga sipil

  • Sebagai pembicara publik yang cerdas, Malcolm X mengungkapkan rasa frustrasi dan kepahitan warga African American selama fase utama gerakan hak-hak sipil dari tahun 1955 sampai 1965.
  • Malcolm mendukung pemisahan orang kulit hitam dan kulit putih Amerika dan menolak gerakan hak-hak sipil karena penekanannya pada integrasi.
  • Dalam sebuah tandingan yang berlawanan dengan filosofi Martin Luther King tentang kekerasan, Malcolm X mengatakan: “Saya mendukung kekerasan karena jika tidak melakukan kekerasan berarti kita terus menunda penyelesaian masalah orang kulit hitam Amerika.”
  • Malcolm mendesak pengikutnya untuk membela diri “dengan segala cara yang diperlukan.”
  • Dia adalah salah satu pencetus suara awal untuk berbicara menentang keikutsertaan AS di Vietnam. Dan dia membuat banyak pihak marah saat, sebagai reaksi atas pembunuhan Presiden John F Kennedy, dia mengatakan bahwa “ayam-ayam itu telah pulang ke rumah untuk bertengger.”
  • Dia memberikan dasar intelektual untuk gerakan the Black Power dan gerakan black consciousness di AS pada akhir 1960an.

Pembunuhan

  • Setelah ketegangan mendalam dengan Elijah Muhammad mengenai arah politik Nation of Islam, Malcolm meninggalkan Nation pada tahun 1964.
  • Setelah melakukan perjalanan ke Afrika dan Timur Tengah, di mana dia melakukan ibadah haji, dia memeluk Islam dan dikenal sebagai el-Haji Malik el-Shabazz.
  • Permusuhan yang berkembang antara dia dan Nation menyebabkan banyak ancaman kematian dan kekerasan terbuka terhadap Malcolm.
  • Pada tahun 1965, Malcolm ditembak saat sedang ceramah di Audubon Ballroom di Harlem.
  • Dia dilarikan ke klinik darurat berjarak satu blok. Lima belas menit setelah masuk klinik, dia dinyatakan meninggal dunia. Tiga anggota Nation dihukum karena pembunuhan tersebut.
  • Pemakaman di Unity Funeral Home di Harlem dihadiri oleh 14.000 sampai 30.000 orang yang berkabung.

Saudi akan Gelar Pesta Hiburan yang Belum Pernah Ada Sepanjang Sejarah Kerajaan Arab

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Penduduk Saudi dari segala umur dapat menantikan tahun budaya dan hiburan yang belum pernah ada sebelumnya di Kerajaan saat Otoritas Hiburan Umum (the General Entertainment Authority-GEA) bersiap untuk mengumumkan kalender hiburan 2018 pada hari Kamis (hari ini, 22/2/2018), lansir Al Arabiya.

Lebih dari 5.000 beragam pertunjukan hiburan dan budaya yang dirancang untuk menarik semua bagian masyarakat Saudi telah direncanakan tahun ini.

Otoritas Hiburan Umum, salah satu entitas yang mendukung Program Realisasi Pencapaian Mutu Hidup, bertujuan untuk menetapkan sasaran dan merancang strategi yang berkontribusi terhadap pengembangan industri hiburan di Kerajaan dengan melakukan diversifikasi peluang investasi dan menciptakan sektor yang beragam dan berkelanjutan.

Pertama dalam Sejarah, Kerajaan Arab Saudi akan Izinkan Wanita Mengemudi

Otoritas ini juga membantu dalam mencapai tujuan Visi 2030 melalui kontribusi yang signifikan dari sektor hiburan terhadap ekonomi dan dampak positifnya terhadap diversifikasi ekonomi dan produk domestik bruto-PDB (the gross domestic product-GDP) setiap tahunnya.

Dalam merencanakan kalender hiburan 2018, Otoritas Hiburan Umum telah mempertimbangkan berbagai standar untuk memastikan keragaman dan kualitas kegiatan yang tinggi sehingga sesuai dengan kepentingan semua segmen dan kategori masyarakat.

Erdogan: Kami akan Produksi Tank Tanpa Awak

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Rabu (21/2/2018) mengatakan negaranya akan memproduksi tank tak berawak.

Erdogan berbicara dalam Pertemuan Publisitas Rencana Pembangunan ke-11 (the 11th Development Plan Publicity Meeting) di ibukota Turki Ankara, lansir Anadolu Agency.

Dia mengucapkan terima kasih kepada produsen kendaraan udara tak berawak yang digunakan dalam operasi kontra-teror Turki di Afrin dan berkata: “Hampir semua armada personel lapis baja di Afrin dibuat di dalam negeri.”

Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operation Olive Branch untuk membersihkan pasukan YPG/PKK dukungan AS dari Afrin di Suriah barat laut.

Staf Umum Turki mengatakan operasi Afrin bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan wilayah Turki serta melindungi penduduk Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris PYD.

Pameran Militer Internasional: PT Pindad dan Turki Luncurkan Tank Canggih Produk Bersama

Operasi tersebut dikatakan dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional.

Pihak militer juga mengatakan “perhatian dan kepekaan” sangat ditekankan untuk menghindari bahaya bagi warga sipil.

Berbicara tentang kendaraan udara tak berawak Turki, Erdogan mengatakan bahwa Turki memproduksi produknya sendiri. “Kita akan maju selangkah lagi, sekarang kita harus menghasilkan tank tak berawak dan kita akan melakukannya.”

Dia mengatakan baik sektor publik maupun swasta di Turki bekerja sama di bidang pertahanan.

Erdogan menambahkan anggaran Turki untuk proyek pertahanan adalah $ 5,5 miliar pada tahun 2002 dan telah melampaui $ 41 miliar pada tahun 2017.

Presiden Turki mengatakan ekspor negara tersebut, yang mencapai $ 36 miliar pada tahun 2002, telah mencapai $ 157 miliar pada tahun 2017.

“Kami mengembangkan visi 2023 kami untuk menjadikan Turki salah satu dari 10 kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada peringatan 100 tahun berdirinya Republik Turki,” katanya, dan menambahkan: “Saya percaya bahwa negara-negara, yang tidak dapat merencanakan masa depan mereka sendiri, akan menjadi bagian dari rencana orang lain.”

Erdogan mengatakan bahwa Turki telah berinvestasi di infrastruktur fisik dan sumber daya manusia sejak tahun 2002, ketika Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) berkuasa.

Presiden mengatakan bahwa mereka memungkinkan lompatan ke depan di segala bidang dengan investasi ke infrastruktur transportasi, energi dan pertanian serta untuk pendidikan dan kesehatan.

“Seperti diketahui, Turki tidak kaya dalam hal sumber daya alam dibandingkan dengan banyak negara di wilayah ini … Namun, kita sangat baik dalam industrialisasi informasi dan teknologi,” tambahnya.

Erdogan mengatakan bahwa mereka telah meningkatkan pendapatan per kapita Turki menjadi $ 11.000 dari $ 3.500 dan “ini adalah pencapaian bersejarah.”

Dia menambahkan bahwa mereka telah meningkatkan pendapatan nasional Turki menjadi $ 863 miliar pada tahun 2016, yaitu $ 236 miliar pada tahun 2002 dan dengan kinerja pertumbuhan ini mereka menciptakan 8,3 juta pekerjaan dalam 10 tahun terakhir.

Terus Bantai Warga Ghouta Timur, Rezim Syiah Assad Abaikan Kecaman Sekjen PBB

ANKARA (Jurnalislam.com) – PBB mengatakan pada hari Selasa (20/02/2018) bahwa pihaknya sangat khawatir dengan kondisi di Ghouta Timur Suriah menyusul laporan bahwa sejumlah besar warga sipil terbunuh dalam serangan udara, lansir Anadolu Agency Rabu (21/2/2018).

“Sekretaris Jenderal sangat khawatir dengan situasi yang meningkat di Ghouta Timur dan dampaknya yang menghancurkan pada warga sipil,” kata Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jendral PBB Antonio Guterres, dalam sebuah pernyataan tertulis.

Pernyataan tersebut mengatakan ada laporan bahwa lebih dari 100 orang telah terbunuh di Ghouta Timur sejak Senin, termasuk puluhan anak-anak, sementara lima rumah sakit atau klinik medis di daerah tersebut terkena serangan udara dan lebih dari 700 orang memerlukan evakuasi medis segera.

Hampir 400.000 orang di Ghouta Timur telah mengalami serangan udara, penembakan dan pemboman, kata pernyataan tersebut.

Akibat pengepungan pasukan rezim Suriah, penduduk daerah tersebut hidup dalam kondisi ekstrim, termasuk kekurangan gizi, tambahnya.

Biadab, Dalam 2 Hari Rezim Syiah Assad Bantai 250 Warganya Sendiri di Ghouta Timur

Sementara itu, ada laporan pemboman di Ghouta Timur di Damaskus, kata pernyataan tersebut.

Stephane Dujarric
Stephane Dujarric

Pernyataan tersebut mengatakan Ghouta Timur adalah bagian dari kesepakatan de-eskalasi yang dicapai Mei lalu di ibukota Kazakhstan, Astana, dan sekretaris jenderal mengingatkan semua pihak, terutama penjamin kesepakatan Astana, mengenai komitmen mereka dalam hal ini.

PBB telah berulang kali meminta penghentian penyerangan oleh rezim Assad untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan dan evakuasi orang sakit dan terluka, kata pernyataan tersebut.

“Sekretaris Jenderal mendesak semua pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip dasar hukum humaniter internasional dipatuhi, termasuk akses kemanusiaan yang tidak terhalang, evakuasi medis tanpa syarat, dan perlindungan warga sipil dan infrastruktur sipil,” tegas pernyataan tersebut.

Ghouta Timur berada dalam jaringan zona de-eskalasi yang disahkan oleh Turki, Rusia dan Iran dimana tindakan agresi militer dilarang.

Inilah Ghouta Timur, Wilayah Krisis Kemanusian Terburuk Abad 21 yang Masih Berlangsung (Infografik)

Namun rezim Syiah Bashar al-Assad terus menargetkan bagian-bagian perumahan di kota tersebut, menewaskan sedikitnya 539 orang dan melukai lebih dari 2.000 lainnya sejak 29 Desember tahun lalu.

Sebagai rumah bagi sekitar 400.000 penduduk sipil, Ghouta Timur tetap berada di bawah pengepungan yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir.

Suriah telah dikepung dalam perang sipil yang menghancurkan sejak Maret 2011 ketika rezim Syiah Assad menindak para pengunjuk rasa dengan keganasan militer yang tak terduga.

Sementara pejabat PBB mengatakan ratusan ribu orang terbunuh dalam konflik tersebut dan puluhan juta lainnya mengungsi.