Berita Terkini

4 Tahun Menjabat, KontraS Catat Jokowi Tak Berkomitmen soal HAM

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Komisi Nasional untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) merilis catatan dalam 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK. Ketua KontraS, Yati Indriyani menyatakan bahwa evaluasi ini untuk mengukur antara janji Jokowi dan realisasinya di bidang HAM.

“Tujuan dari laporan ini untuk mengetahui sejauhmana tingkat realisasi janji dan komitmen jokowi di bidang HAM. Hasil dari penilaian ini diharapkan menjadi lecutan bagi pemerintah untuk memperbaiki catatan pemenuhan janjinya di waktu yang semakin sempit,” katanya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta pada Jumat (19/10/2018).

Yati menerangkan bahwa dari 17 program HAM yang tertuang dalam Nawacita, ditemukan enam komitmen gagal dipenuhi. Sedangkan ada sebelas komitmen tidak dipenuhi secara sepenuhnya.

“Maka, kami beranggapan bahwa tidak ada komitmen janji Jokowi soal HAM yang terpenuhi secara utuh,” tuturnya.

Menurutnya, janji Jokowi yang jelas-jelas tidak terealisasikan adalah penuntasan pelanggaran HAM berat masa lalu. Ia menegaskan bahwa ini terjadi karena orang yang diduga menjadi aktor pelanggaran HAM berat masa lalu justru diberi jabatan di pemerintahan.

“Menjelang akhir masa kepemimpinannya, KontraS perlu mengingatkan bahwa elemen hak asasi manusia bukanlah ide yang “mengawang-awang,” pungkasnya.

Begini Pesan Terakhir Khashoggi pada Pemuda Arab sebelum Terbunuh

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sebelum penghilangan mendadaknya awal bulan ini, jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi telah berpesan kepada para pemuda Arab untuk menghindari penjara dari para “diktator” sambil meneruskan perjuangan Arab untuk kebebasan yang sedang berlangsung.

Dalam sebuah esai yang ditulis pada bulan Juni untuk situs web independen, Raseef, Khashoggi mengutip sejumlah kenalan pribadi yang kini menjalani hukuman penjara karena alasan politik.

“Menjadi seorang intelektual bukanlah kejahatan,” tulisnya. “Pemegang ide bukanlah penjahat, jadi dia selalu tidak siap untuk dipenjara.”

Baca juga:Komite Perlindungan Wartawan: Turki Harus Desak PBB Segera Selidiki Kasus Khashoggi

Khashoggi kemudian menceritakan tentang seorang teman dari temannya, yang, katanya, telah “berakhir di penjara September lalu dan menjadi rusak akibat kurungan isolasi berbulan-bulan” , lansir Anadolu Agency, Jumat (19/10/2018).

Akhir tahun lalu, pihak berwenang Saudi menahan lusinan orang berprofil tinggi – termasuk pangeran dan menteri kabinet (baik mantan maupun yang masih menjabat) – dalam kampanye “antikorupsi” masif.

Milyarder Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal dan Pangeran Miteb bin Abdullah, menteri untuk Pengawal Nasional Saudi, keduanya berada di antara mereka yang ditangkap.
Hanya dua bulan sebelumnya, pihak berwenang Saudi telah menindak para intelektual dan sarjana Muslim, termasuk tokoh-tokoh terkenal seperti Salman al-Awda, Waleed Ftaihi, Safar al-Hawali dan Ali al-Omari.

Baca juga: Turki: Kasus Khashoggi Kami akan Sampaikan ke Dunia Secara Tranparan

“Penjara telah menjadi alat pemerintahan,” tulis Kashoggi. “Penjara bukan lagi tempat bagi penjahat; penjara telah menjadi senjata di tangan pemimpin negara [diktator], partainya, pasukannya dan kelas penguasa.”

Dia melanjutkan untuk mendesak para pemuda Arab untuk menemukan “sarana yang layak untuk menentang rezim [Anda] yang tidak mengarah ke penjara dan konfrontasi”.

“Saya tahu ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan,” katanya. “Penjara di dunia kita tidak selalu menghukum; alih-alih, ini adalah bagian dari negosiasi politik, lobi, dan kontrol publik. ”

Dia melanjutkan: “Setiap partai politik yang mengeluarkan keputusan hingga membawa kader muda mereka ke penjara adalah partai yang tidak bertanggung jawab … Seperti yang selalu saya katakan kepada para pemuda di negara saya: jangan dengarkan mereka; hindari penjara sebisa mungkin.”

Dalam artikel yang sama, Khashoggi menyerukan kepada AS – sebagai hegemon global – untuk memikul tanggung jawabnya dalam menghadapi pelanggaran hak sistematis oleh rezim diktator.

“Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan laporan tentang hak asasi manusia setiap tahun … informasi yang terkandung dalam laporan ini kurang akurat dari apa yang dilaporkan oleh organisasi hak independen,” tegasnya.

Baca juga: Sebelum Khashoggi Dimutilasi Ajudan Pangeran Salman Terlihat di Konsulat Saudi

“Namun AS tidak melakukan tindakan lagi,” tambahnya. “Hanya ada beberapa sanksi – jika ada. AS menempatkan sanksi maksimum pada Iran sementara melupakan tentang Mesir dan Zimbabwe.”

Baik Mesir dan Zimbabwe sering menghadapi kritik dari kelompok-kelompok hak asasi internasional, yang menuduh kedua negara itu melakukan pelanggaran hak sistematis.

Rezim Mesir telah membunuh ratusan – dan memenjarakan ribuan orang (beberapa bahkan mengatakan puluhan ribu) – sejak kudeta militer berdarah tahun 2013 oleh as Sisi  melawan presiden Mursi yang terpilih secara sah.

Dan sebelum kemundurannya tahun lalu, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe dituduh melakukan pelanggaran luas terhadap anggota oposisi politik negara itu, jelas Khashoggi.

Sebagai seorang wartawan dan intelektual Saudi terkemuka, Khashoggi menghilang sejak 2 Oktober, ketika ia memasuki konsulat Saudi di Istanbul.

Sejak dia hilang, spekulasi telah menumpuk bahwa dia dibunuh bahkan dipotong-potong oleh pihak berwenang Saudi, yang belum memberikan penjelasan yang meyakinkan atas kepergiannya hingga kini.

Turki: Kasus Khashoggi Kami akan Sampaikan ke Dunia Secara Tranparan

TURKI (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada hari Jumat (19/10/2018) mengatakan hasil penyelidikan terhadap hilangnya wartawan Saudi Jamal Khashoggi akan dibagikan kepada dunia “secara transparan”, Anadolu Agency melaporkan.

Cavusoglu, yang sedang berkunjung ke Albania, sedang berbicara pada konferensi pers bersama dengan timpalannya dari Albania, Ditmir Bushati.

“Kami memiliki beberapa informasi dan bukti berdasarkan penelitian dan penyelidikan atas kasus ini, tetapi kami akan membaginya dengan dunia setelah semuanya diungkapkan secara transparan,” kata Cavusoglu.

Baca juga: Komite Perlindungan Wartawan: Turki Harus Desak PBB Segera Selidiki Kasus Khashoggi

Khashoggi telah hilang sejak 2 Oktober ketika dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul.

Pada hari yang sama dengan hilangnya Khashoggi, 15 warga Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi konsulat sementara Khashoggi masih di dalam gedung, menurut sumber-sumber polisi Turki. Semua individu yang diidentifikasi telah meninggalkan Turki.

Baca juga:Sebelum Khashoggi Dimutilasi Ajudan Pangeran Salman Terlihat di Konsulat Saudi

Pada hari Rabu, unit investigasi TKP tiba di kediaman resmi Konsul Jenderal Saudi Mohammad al-Otaibi sekitar jam 4.40 sore. waktu setempat (1340GMT). Al-Otaibi meninggalkan Turki menuju Riyadh pada hari Selasa.

Pejabat dari tim gabungan Turki-Saudi menyelesaikan penyelidikan atas kasus ini Kamis pagi setelah menyisir tempat tinggal serta Konsulat Saudi di Istanbul.

Tim Turki mengakhiri pencariannya setelah sembilan jam, kemudian pergi, tetapi kembali lagi ke Konsulat Saudi untuk terus mencari bukti.

Baca juga:Begini Pesan Terakhir Khashoggi pada Pemuda Arab sebelum Terbunuh

Hasil pemeriksaan, termasuk hasil laboratorium, sedang menunggu sekarang, kata Cavusoglu.

Menteri Turki menolak tuduhan bahwa mereka telah menyerahkan rekaman audio mengenai hilangnya Khashoggi ke Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo atau pejabat AS lainnya.

“Turki “tidak mungkin” menyerahkan rekaman audio apa pun terkait penghilangan Khashoggi ke Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo atau pejabat AS lainnya.”

 

 

Aa Gym Resmikan Rumah Tangguh Lombok

LOMBOK (Jurnalislam.com) — KH. Abdullah Gymnastiar pembina Daarut Tauhiid Peduli, meresmikan Rumah Tangguh Lombok, di dusun Teluk Dalam, Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, setelah hampir dua bulan pasca gempa yang mengguncang Lombok, pada Jum’at (19/10).

Turut hadir dalam peresmian tersebut, Zulkieflimansyah, Gubernur NTB, Najmul Akhyar, Bupati Lombok Utara, Gatot Kuntakumara, Ketua Yayasan Daarut Tauhiid serta Herman, Direktur Utama DT Peduli.

Aa Gym, panggilan akrab KH. Abdullah Gymnastiar dalam tausiyahnya meyakinkan warga agar jangan salah menyikapi ujian ini, melainkan harus menjadikannya sebagai ladang amal.

“Kita tidak lulus ujian disekolah bukan karena salah soalnya, tapi karena salah jawaban. Dan yakin, semua episode kehidupan yang Allah takdirkan ini semuanya adalah baik bagi kita,” tuturnya.

Luas setiap unit Rumah Tangguh Lombok ini adalah tiga puluh meter persegi, didalamnya terdapat dua kamar tidur dan satu ruang keluarga. Proses pembangunannya memakan waktu sekitar satu bulan dan dikerjakan secara gotong royong oleh warga.

“Alhamdulillah, dengan izin Allah dan dukungan para donatur serta berbagai pihak Rumah Tangguh Lombok tahap pertama sudah selesai di bangun. Saat ini baru 130 unit rumah, selanjutnya tahap kedua akan bangun lagi 100 unit. Semoga warga bisa lebih nyaman tinggal di Rumah Tangguh ini dan pahala kebaikannya juga akan terus mengalir kepada para donatur beserta keluarga,” ucap Herman.

Akibat gempa 7.7 SR yang mengguncang Lombok dua bulan lalu setidaknya ada 80 ribu rumah yang roboh. DT Peduli sendiri menargetkan dapat mendirikan 10 rumah bagi warga Lombok yang rumahnya roboh. [kaf]

KPK Berencana Periksa James Riady soal Suap Izin Meikarta

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil sejumlah saksi terkait suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Saksi yang akan diperiksa ini termasuk petinggi Lippo Group James Riady.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/10), mengatakan tim nanti akan melakukan proses pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Saksi-saksi ini dari pihak Pemkab Bekasi dan pihak Lippo, termasuk juga rencana pemeriksaan terhadap saksi James Riady. “Dari pihak Pemprov (Jawa Barat) jika dibutuhkan,” kata dia, lansir Republika.co.id.

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan sembilan tersangka, yaitu konsultan Lippo Group masing-masing Taryudi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ). Selanjutnya, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor (SMN), dan Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati (DT).

Berikutnya Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro (BS), Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin (NNY), dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi (NR).

Menurut Febri, KPK perlu mendalami keterangan James Riady atau pengetahuan para saksi lainnya yang akan dipanggil terkait dengan perkara tersebut. “Misalnya terkait dengan pertemuan yang kami duga pernah dilakukan oleh saksi dari pihak Lippo dengan bupati atau pihak yang terkait dengan perkara ini untuk membahas sejumlah hal terkait proyek ini,” ungkap Febri.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggeledah 12 lokasi sejak Rabu (17/10) sampai Kamis (18/10) sore dalam penyidikan kasus tersebut. Salah satu yang digeledah adalah rumah James Riady.

“Terkait kasus Meikarta ini, memang salah satu lokasi yang digeledah oleh penyidik itu adalah rumah James Riady dan ada sekitar 11 lokasi lainnya yang digeledah selama dua hari kemarin,” kata Febri.

Sebelas lokasi lain yang digeledah itu antara lain kantor Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, kantor bupati Bekasi, rumah pribadi bupati Bekasi dan kantor Lippo Group di gedung Matahari Tower Tangerang. Selain itu, rumah tersangka Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, dan kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi.

Selanjutnya apartemen Trivium Terrace, kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi, dan Hotel Antero di Cikarang. Sejauh ini disita dokumen terkait perizinan oleh Lippo ke Pemkab Bekasi, catatan keuangan, dan barang bukti elektronik seperti komputer dan lain-lain. 

Selain itu dalam penggeledahan di rumah bupati Bekasi, KPK juga menemukan uang dalam bentuk rupiah dan yuan China dengan jumlah total sekitar Rp 100 juta.

sumber: republika.co.id

BPBD Lumajang Bawa Bantuan Warga untuk Korban Tsunami Palu

LUMAJANG (Jurnalislam.com)– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang kirimkan bantuan ke lokasi bencana Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala.

Bantuan tersebut diberangkatkan secara resmi oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq dari kantor BPBD Lumajang, Kamis (17/10/2018).

Dalam Sambutannya, Bupati yang akrab dipanggil Cak Thoriq ini menyampaikan agar masyarakat Lumajang memiliki kesadaran evakuasi kebencanaan sehingga saat terjadi bencana tiba-tiba, tidak sampai memakan banyak korban jiwa.

Peristiwa gempa bumi baru-baru ini yang terasa hingga ke Lumajang, tambah Thoriq, harus jadi pembelajaran tanggap bencana.

“Semoga Lumajang dijauhkan dari bencana,” paparnya

Wawan Hadi selaku Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang menyampaikan Jenis bantuan yang dikirim meliputi sembako, makanan bayi, makanan instan, baju layak pakai, terpal, dan obat-obatan.

Selain barang, BPBD Lumajang mengirimkan bantuan uang sejumlah Rp. 156.967.000.  “Bantuan ini  merupakan hasil pengumpulan dana dari beragam elemen kelompok masyarakat, di Lumajang” papar Wawan.

Lanjutnya, pihak BPBD masih siap menerima dan menyalurkan bantuan dari masyarakat.

“Status tanggap darurat di Sulteng masih diperpanjang sampai akhir bulan. Termasuk di BPBD Jatim juga masih menerima donasi dari kota-kota se Jatim. _Monggo_ bila masih ada yang ingin menyalurkan bantuan,” ajaknya.

Reporter: Budi

Ormas Islam Banyuwangi Datangi Desa Pemilik Akun Penghina HRS

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Pemilik akun media sosial atas nama Nanang Kholik dinilai melakukan pelecehan terhadap tokoh Islam Habib Rizieq Syihab dan Prof. Dr. Amien Rais.

Sejumlah ormas Islam Banyuwangi melakukan investigasi dan menembukan informasi bahwa Nanang Kholik berasal dari  Desa Gambiran, kecamatan Gambiran, Banyuwangi.

Kepala Desa Gambiran, Eko Hadi Riyanto menyampaikan apresiasi kepada tim Investigasi yang datang untuk bertabayun dan memberi nasihat kepada pemilik Akun Facebook Nanang Kholik.

“Sebagai sesama muslim kami wajib bertabayun terkait maksud Nanang Kholik mengunggah gambar pelecehan itu. Sudah sepantasnya dia meminta maaf karena hal ini masuk ranah pelanggaran hukum” terang Agus Iskandar, selaku koordinator Tim Investigasi.

Merespon hal ini Kades Gambiran langsung menugaskan stafnya guna menghadirkan Nanang Kholik untuk diajak berembug secara kekeluargaan

“Staf kami sudah mengajak baik-baik Nanang untuk datang namun dia tidak berani dan menyampaikan maaf lewat telepon kepada saya.” papar Eko Hadi.

Jika melalui proses kekeluargaan ini, lanjut Eko Hadi, tidak bisa membuat Nanang jera, ia persilakan ormas Islam menempuh cara hukum untuk menyadarkan warganya.

“Kami mengapresiasi tanggapan pak Kades dan menyesalkan tindakan pelecehan Ulama yang dilakukan warganya. Kami akan memantau kasus ini demi kemaslahatan bersama. Semoga ke depannya hal semacam ini tidak terjadi lagi di daerah kita” tegas Agus Iskandar.

 

kontributor : Moch Ihsan

Siap Tutup Tempat Maksiat, Bupati Lumajang : Semoga Terhindar dari Bencana

LUMAJANG (Jurnalislam.com)–Bupati Lumajang, Thoriqul Haq berkomitmen akan menutup semua tempat maksiat di Lumajang.

Hal tersebut, disampaikan saat penandatanganan Surat Pernyataan Anti Maksiat yang disaksikan oleh Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam acara  Istigosah dan Do’a Bersama, di Alun-Alun Lumajang, Jumat (19/10/2018) siang.

Kegiatan yang bertemakan “Mengetuk Pintu Langit, Menggapai Ridho Ilahi” digagas oleh Umat Islam Lumajang yang tergabung Jaringan Masyarakat Anti Maksiat (JIMAT).

Acara ini sebagai bentuk dukungan warga kepada pemerintah Kabupaten Lumajang agar menutup tempat-tempat usaha yang mengakomodir kemaksiatan sehingga meresahkan warga.

“Saya mendapat kepercayaan dari masyarakat agar selalu menjaga Kabupaten Lumajang Lebih bermartabat dan terhindar dari tindakan maksiat. Mari kita saling berkomitmen agar kota kita bersih, selamat dan terhindar bencana akibat tempat maksiat “, papar Cak Thoriq, panggilan akrab Bupati Lumajang.

Ribuan peserta yang hadir berasal dari para santri pondok pesantren, remaja masjid, kelompok pengajian, dan ormas Islam se Lumajang. Mereka antusias hadir sebelum sholat Jum’at meski acara baru di mulai siang.

 

reporter : Edi Siswanto

Polisi Diminta Adili 22 Pelaku Tragedi Rabu Kelabu

SOLO (Jurnalislam.com) – Sejumlah elemen masyarakat Soloraya berunjuk rasa di depan Mapolresta Solo pada Jum’at (19/10/2018) mengenang 19 tahun pembakaran balaikota Solo. Mereka menuntut aparat segera menangkap dalang dari peristiwa yang 20 Oktober 1999 yang sering disebut Tragedi Rabu Kelabu itu.

Ketua Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC),  M Taufiq menyayangkan lambannya aparat dalam memproses kasus tersebut.

“Jangan kita dibodohi kasusnya ini kadaluarsa, tidak ada kasus kadaluarsa, diperiksa aja belum kok kadaluarsa, kalau mau di tutup SP3 periksa dulu baru pengadilan yang menyatakan SP3,” tegasnya.

Taufiq menyatakan sudah memberikan data kepada kepolisian tentang 22 nama tersangka yang berhasil dihimpun oleh tim pencari fakta.

“Sudah kami serahkan bukti 22 nama lengkap dengan alamatnya tolong manusia-manusia itu dipanggil mumpung masih hidup, tinggal nanti dibuktikan,” jelasnya.

Massa menunjukkan bukti-bukti gambar provokasi pendukung Megawati pada Tragedi Rabu Kelabu

Taufiq juga membeberkan bukti-bukti berupa foto-foto spanduk provokatif dan rekaman suara melalui Handy Talky yang berisi hasutan. “Mega kalah Solo hangus, Mega kalah Solo habis,” kata Taufiq menjelaskan isi rekaman tersebut.

Senada dengan itu, salah satu anggota TPF tragedi Rabu Kelabu, Usman Amirudin menjelaskan, kerusuhan pada tahun 1999 itu diawali dengan gerakan pendukung Megawati yang memasang spanduk- spanduk provokatif.

“Mereka memasang spanduk-spanduk warna merah tulisan putih yang intinya Megawati atau revolusi, Megawati atau NKRI bubar dan ternyata setelah Megawati kalah mereka merealisasikan apa yang menjadi slogan-slogan yang tertulis dalam spanduk, dan saya punya bukunya,” katanya.

Dengan ditangkapnya 22 pelaku itu, Usman berharap Kota Solo aman dari para perusak. “Solo ini tidak diporak-porandakan para penghianat bangsa dan negara,” tegasnya.

Tragedi Rabu Kelabu adalah peristiwa ketika para pendukung Megawati mengamuk karena kalah dalam Pilpres tahun 1999. Pendukung Megawati itu kemudian membakar balaikota, kantor kemenag, dan beberapa bangunan lainnyaya.

MUI Sulteng Sering Melarang Palu Nomoni Tapi Tak Didengar

Mayoritas warga Palu berkeyakinan salah satu penyebab bencana gempa bumi dan tsunami dikarenakan ritual adat Palu Nomoni yang dihidupkan kembali.

PALU (Jurnalislam.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Habib Ali bin Muhammad Al-Jufri mengatakan, pihaknya sering menyampaikan bahwa ritual adat Palu Nomoni dan ritual balia di dalamnya bertentangan dengan ajaran Islam.

Hal itu dikarenakan dalam ritual tersebut terdapat banyak unsur yang bertentangan dengan ajaran Islam dan kesyirikan seperti membunuh binatang dengan cara disiksa untuk dijadikan sesajen.

“Baik dalam pandangan Islam maupun pandangan yang bukan, sebagai manusia yang tidak beragamapun melihat ini sesuatu yang tidak wajar dilakukan khususnya di zaman modern begini yang mempercayai animisme dan lain sebagainya,” papar Habib Ali kepada Jurnalislam.com saat ditemui kediamannya Jl. Sis Al-Jufri, Rabu (17/10/2018).

Musabab itulah yang membuat MUI Sulteng mengeluarkan larangan ritual tersebut. Meski Habib Ali tidak menjelaskan bentuk larangan tersebut tertuang dalam fatwa, akan tetapi masyarakat muslim Sulteng manut pada imbauan para ulama.

Jembatan Ponulele atau jembatan kuning di Kota Palu roboh diterjang tsunami. Foto: Ally/jurniscom

Baca juga : Tsunami Itu Pecah Di Atas Kubah

“Saya kira kita sudah pernah, kita punya dai-dai juga sudah sering (menyampaikan perihal larangan ritual balia-red), tetapi mungkin tidak didengar atau bagaimana,” katanya.

Ritual balia sejatinya merupakan upacara adat khas suku Kaili untuk meminta kesembuhan. Ritual ini sudah lama dihilangkan oleh para ulama dari masyarakat Palu karena prosesinya yang kental dengan unsur kesyirikan.

Habib Ali menyampaikan, dalam ajaran Islam, ikhtiar untuk mencari kesembuhan merupakan kewajiban. Akan tetapi ikhtiar tersebut harus tidak boleh melenceng dari apa yang telah ditetapkan oleh Allah.

“Kita hanya melihat kehidupan dunianya, dunia kita, tetapi tidak melihat apa yang diajarkan oleh Allah Subahanahu Wata’ala,” pungkasnya.

Sebuah Masjid di tepi pantai Talise, Kota Palu pasca diterjang tsunami. Foto: Ally/Jurniscom

Baca juga : Habib Rotan: Insya Allah Tahun Depan Tak Ada Lagi Palu Nomoni

Untuk diketahui, semenjak Walikota Palu dijabat Hidayat pada 2016 lalu, ritual Palu Nomoni kembali dihidupkan. Warga Palu menceritakan, setidaknya sudah terjadi tiga kali kejanggalan ketika upacara adat Palu Nomoni kembali digelar semasa pemerintahan Hidayat.

“Yang pertama dulu nelayan dimakan buaya, yang kedua angin kencang, ini yang paling parah, tsunami,” kata salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Warga berkeyakinan, musibah-musibah yang menimpa warga semenjak Palu Nomoni digelar kembali merupakan teguran langsung dari Allah.

“Itu berarti Allah tidak suka dengan acara itu, tapi dia orang itu memaksakan, akhirnya kami yang jadi korban,” ucap warga Kota Palu lainnya.

Sejak 10 hingga 15 Oktober 2018, tim Jurnalislam.com di lapangan telah mewawancarai lebih dari 50 warga Kota Palu dan Donggala terkait Palu Nomoni ini. Jawabannya seragam, mereka berkeyakinan salah satu penyebab bencana gempa bumi dan tsunami ini disebabkan oleh dihidupkannya lagi Palu Nomoni.