Berita Terkini

Besok Presiden Turki akan Buat Pernyataan atas Terbunuhnya Jamal Khashoggi

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Ahad (21/10/2018) mengatakan akan membuat pernyataan tentang pembunuhan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi, pada hari Selasa.

“Mengenai masalah ini [pembunuhan Khashoggi], saya akan membuat pernyataan pada hari Selasa selama pertemuan kelompok [Partai Justice and Development],” katanya pada upacara pembukaan jalur metro tanpa sopir di sisi Asia kota Istanbul.

“Mengapa 15 orang ini datang ke sini [Istanbul], mengapa 18 orang ditangkap [di Arab Saudi]? Ini perlu dijelaskan secara rinci,” katanya.

Baca juga: Ketika Semua Mata Tertuju ke Turki atas Jawaban Terbunuhnya Khashoggi

Erdogan mengatakan bahwa dia akan mengatasi masalah “secara detail” selama pertemuan partai besok pada hari Selasa (23/10/2018).

Khashoggi terakhir terlihat pada 2 Oktober ketika dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul.

Setelah beberapa hari menyangkal mengetahui keberadaannya, Arab Saudi pada hari Sabtu mengklaim Khashoggi meninggal dalam keributan di dalam konsulat.

Baca juga: Erdogan: Buktikan Kalau Wartawan Saudi Tewas di Luar Konsulat Arab

Pada hari hilangnya Khashoggi, 15 warga Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi konsulat saat dia masih di dalam gedung, menurut sumber-sumber polisi Turki. Semua individu yang diidentifikasi telah meninggalkan Turki.

Dihadiri Ratusan Emak-emak, Begini Tausiah Astri Ivo Menyoal Perempuan dan Palu

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Ratusan ibu-ibu dari berbagai kelompok pengajian di Solo Raya mengikuti Tabligh Akbar di Masjid Baitulamin Cemani, Sukoharjo, Sabtu (20/10/2018).

Selain untuk menambah ilmu, acara itu dalam rangka penggalangan dana untuk pembangunan masjid dan mushola di wilayah terdampak gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Palu, Sigi, dan Donggala).

Tabligh Akbar tersebut diisi oleh Astri Ivo dari Jakarta, mantan artis dengan nama asli Astri Feizaty Ivo.

Dalam pemaparannya, Astri Ivo menyampaikan tentang bagaimana peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana menjadi perempuan ahli surga.

“Allah bukan hanya cinta pada orang yang suci, tapi Allah lebih cinta pada orang-orang yang mensucikan diri,” kata Astri Ivo.

“Lalu bagaimana seorang perempuan bisa mensucikan dirinya?, Yaitu dengan banyak bersedekah,” jelasnya.

Pada akhir pemaparan, Astri Ivo menyampaikan tentang urgensi membantu saudara-saudara korban dari terdampak gempa dan tsunami Sulawesi Tengah, terutama tentang pendirian sebuah masjid dan mushola sebagai pusat kegiatan dan ibadah.

“Di Sulawesi Tengah ibu, ada program pembangunan masjid dan mushola, karena disana (Sulawesi Tengah) masjid dan mushola ada yang roboh,” jelasnya.

“Biaya pembangunan mushola memerlukan dana sekitar 100 juta, bagi ibu-ibu yang mau untuk beramal jariyah bisa menginfaqkan uangnya,” tambahnya.

Sementara itu, Sri Mulyani, koordinator acara pengajian menyampaikan, rasa syukurnya karena telah menjadi bagian untuk meringankan beban wilayah terdampak gempa.

“Alhamdulillah kita bisa ikut serta dalam pembangunan mushola di Sulawesi Tengah.”

“Infaq yang terkumpul sejumlah 109.650.000 dan dua cincin emas,” jelasnya.

Tabligh Akbar yang dimulai setelah salat ashar tersebut berakhir sekitar pukul lima sore, yang diakhiri dengan foto bersama.

6 Warga Khasmir Tewas Dihantam Granat India saat Aksi Protes

SRINAGAR (Jurnalislam.com) – Protes meletus di Kashmir yang dikuasai India setelah enam warga sipil tewas ketika sebuah granat yang gagal meledak akhirnya meledak di lokasi tembak-menembak di distrik selatan Kulgam, kata para pejabat.

Pengawas senior polisi di Kulgam, Harmeet Singh, mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Ahad (21/10/2018) bahwa pasukan telah meletakkan garis pembatas di sekitar selusin rumah di desa Laroo di distrik Kulgam sejak adanya informasi spesifik tentang kehadiran pejuang.

“Pada pagi hari, tiga militan yang bersembunyi di salah satu rumah tewas. Terjadi baku tembak dan saling melempar granat dari kedua belah pihak,” kata pejabat itu.

Pejabat itu mengatakan para pejuang adalah penduduk setempat dan berasal dari desa-desa Kashmir selatan, Shopian, Kulgam dan Anantnag.

Baca juga: Mujahidin Kashmir Serang Kamp Militer India, 4 Tentara Tewas

“Ketika pertarungan usai, pasukan membersihkan area itu dan pergi. Penduduk melempari batu dari semua sisi bahkan selama pertempuran. Meskipun diminta untuk tidak mendekati tempat itu, penduduk setempat tetap mendekati lokasi tembak-menembak dan sebuah granat meledak,” dia berkata.

Wakil komisaris distrik, Shamim Ahmad, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa enam warga sipil tewas oleh ledakan granat itu dan 30 lainnya terluka, beberapa dari mereka terluka akibat bentrokan.

“Situasi terkendali dan jam malam telah diberlakukan. Layanan telepon dan internet telah ditangguhkan,” kata pejabat itu.

Setelah berita tentang pembunuhan itu menyebar, penduduk dalam jumlah besar di desa-desa Kashmir selatan turun ke jalan, mengangkat slogan anti-India.

Ribuan pasukan bergegas untuk menjaga jalan-jalan dan jam malam diberlakukan di desa-desa yang bergejolak di distrik itu, menurut para pejabat.

Di banyak tempat, pemuda-pemuda yang melempar batu bentrok dengan pasukan India.

Bashir Ahmad, penduduk lokal dari desa Laroo di Kulgam, mengatakan dia melihat “empat mayat yang tergeletak di tanah setelah ledakan besar”.

“Ketika kerumunan warga mencoba untuk mendekat ke rumah yang terbakar, ada ledakan yang mengguncang bumi. Orang-orang mencoba memadamkan api dan menghentikan api menyebar,” katanya.

“Saya berada agak jauh. Semua orang berlari untuk menyelamatkan diri. Yang terjadi selanjutnya hanyalah asap dan debu. Tampaknya kegelapan melingkupi daerah sekitar. Ketika kami kembali, saya melihat empat mayat dengan mata kepala saya sendiri dan mereka yang masih hidup dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.

Penduduk lain, Muhammad Shaban, dari desa yang sama menuduh bahwa “tentara tidak membersihkan lokasi setelah baku tembak selesai”.

“Di Kashmir, warga sipil diperlakukan seperti binatang. Tentara India meninggalkan granat di lokasi. Itu juga terjadi di masa lalu, dan bahkan telah membunuh anak-anak yang bermain-main dengan granat,” kata seorang penduduk.

“Mereka menggunakan amunisi berat bahkan saat bertempur melawan satu pejuang,” kata penduduk desa itu, menambahkan bahwa salah satu dari mereka yang tewas adalah bocah 10 tahun.

Distrik Kashmir selatan telah menjadi pusat protes anti-India dalam dua tahun terakhir setelah pembunuhan komandan pejuang muda Burhan Wani pada Juli 2016. Pembunuhan Wani memicu pejuangan sipil selama lima bulan yang panjang.

Baca juga: Pembantaian Jammu, Genosida Muslim Kashmir oleh Hindu India yang Terlupakan

Pejuang mendapat dukungan luar biasa di kawasan itu, warga sering berbaris menuju lokasi tembak-menembak untuk membantu mereka melarikan diri.

Untuk memprotes pembunuhan itu, para pemimpin pejuang Muslim Kashmir, yang menuntut negara merdeka atau bergabung dengan Pakistan, telah menyerukan penutupan penuh di kawasan itu pada hari Senin.

Sementara itu kekerasan di wilayah tersebut berlanjut sejak Jumat ketika seorang wanita hamil enam bulan tewas dalam baku tembak di desa Pulwama.

Pekan lalu, dua pejuang dan seorang warga sipil tewas dalam baku tembak di pagi hari di kota utama Srinagar, yang memicu bentrokan besar-besaran.

Aktivis hak asasi manusia menuntut penyelidikan “kredibel” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa atas insiden terbaru tersebut.

“Terdakwa mengatakan mereka (warga sipil) dibunuh oleh sebuah granat. Bagaimana kita mempercayainya?” Khurram Parvez, seorang pembela hak asasi manusia yang berbasis di Kashmir, mengatakan kepada Al Jazeera.

“Tentara menggunakan granat yang berlebihan dan meninggalkan lokasi tanpa membersihkannya terlebih dahulu. Kami menuntut penyelidikan oleh PBB. Penggunaan kekuatan dan amunisi yang berlebihan juga dipertanyakan,” katanya.

Sentimen anti-India semakin meningkat di antara penduduk mayoritas Muslim di wilayah yang disengketakan itu. Tembak-menembak sering diikuti oleh protes sipil yang sering kali mengakibatkan korban tewas.

Ketika Semua Mata Tertuju ke Turki atas Jawaban Terbunuhnya Khashoggi

TURKI (Jurnalislam.com) – Setelah lebih dari dua pekan menyangkal, Arab Saudi pada hari Sabtu (20/10/2018) mengakui bahwa jurnalis Jamal Khashoggi terbunuh di dalam konsulatnya di kota Istanbul Turki.

Dalam sebuah pernyataan yang dibacakan di media pemerintah – di tengah malam, pada akhir pekan – kantor jaksa agung Saudi mengklaim pria berusia 59 tahun itu tewas dalam “keributan”.

Penjelasan ini menandai perubahan tajam pengakuan kerajaan yang selalu bersikeras bahwa Khashoggi telah meninggalkan konsulat tak lama setelah dia masuk pada 2 Oktober.

Penjelasan itu juga bertentangan dengan informasi yang bocor dari sumber-sumber keamanan Turki yang tidak disebutkan namanya bahwa Khashoggi disiksa, dibunuh dan dipotong-potong (dimutilasi) di dalam gedung. Khashoggi adalah seorang kritikus terkemuka yang sering mengeluarkan komentar tajam mengenai Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) yang kuat dan berkuasa.

Delapan belas orang ditahan atas pembunuhan Khashoggi, kata kerajaan itu, sambil mengumumkan pemecatan dua pembantu utama MBS serta tiga pejabat intelijen lainnya.

Baca juga: Mantan Ketua M-16: Pangeran Arab di Balik Pembunuhan Khashoggi

Namun, pengakuan itu, yang muncul di tengah meningkatnya tekanan terhadap Riyadh, hanya sedikit mengurangi tuntutan internasional untuk kejelasan.

Setelah Turki mengatakan tidak akan mengizinkan “upaya menutup-nutupi”, Jerman menyebut penjelasan Saudi tersebut “tidak memadai” sementara PBB menekankan perlunya “penyelidikan menyeluruh dan transparan”.

Kelompok-kelompok hak asasi, sementara itu, mendesak PBB untuk terlibat dalam penyelidikan, mengatakan mereka khawatir tentang “pembersihan Saudi” dari keadaan di sekitar pembunuhan Khashoggi.

Inggris, sekutu utama Saudi, mengatakan pihaknya mempertimbangkan laporan Saudi dan “langkah selanjutnya”, sementara sekutu kerajaan di Timur Tengah – Mesir, Bahrain, Uni Emirat Arab dan pemerintah Yaman di pengasingan – memuji tindakan Raja Salman atas Khashoggi.

Ada juga pengecualian lain di antara suara-suara kritis, yaitu Presiden AS Donald Trump.
Bahkan ketika para legislator dari seluruh spektrum politik di Washington mengekspresikan skeptisisme atas narasi Saudi,

Trump pada hari Jumat mengatakan bahwa penjelasan Riyadh dapat dipercaya dan menyebut penangkapan itu sebagai “langkah pertama yang baik”. Sehari kemudian, dia tampak sedikit mengubah nada suaranya dengan mengatakan bahwa dia “tidak puas” dengan penanganan kasus di Saudi, tetapi sekali lagi menekankan pentingnya penjualan senjata Washington senilai multi-miliar dolar ke Riyadh terhadap lapangan pekerjaan di AS.

Di tengah kemarahan dan meningkatnya permintaan akan jawaban pasti, termasuk untuk keberadaan jasad Khashoggi, para analis mengatakan bahwa Saudi – dengan menciptakan “kambing hitam” – bertujuan untuk meredakan krisis selama berpekan-pekan dan membelokkan kesalahan pimpinan Saudi, terutama MBS.

Baca juga: Turki: Kasus Khashoggi Kami akan Sampaikan ke Dunia Secara Tranparan

Putra mahkota ditarik lebih dekat ke kasus ini setelah laporan media mengklaim Khashoggi dibunuh oleh 15 orang “tim pembunuh” yang terbang ke Istanbul dengan dua pesawat sewaan. Salah satu dari 15 tersangka adalah “teman yang sering mendampingi” MBS, menurut The New York Times, sementara tiga orang lainnya dilaporkan terkait dengan jajaran keamanan pangeran mahkota.

Pengakuan Saudi bukanlah “membangun kebenaran”, bantah Andreas Krieg, profesor di King’s College London, tetapi “muncul dengan cerita yang memberikan [kerajaan] pertanggungjawaban yang masuk akal”.

“Itulah yang menurut Donald Trump merupakan alasan untuk lolos,” katanya. “Dan selama dia duduk di depan kamera, mengatakan saya membeli ini dan orang-orang Saudi mengambil tindakan … orang-orang Saudi bisa lolos begitu saja.”

Itulah mengapa bukti audio dan video tentang pembunuhan, menurut informasi dari pejabat Turki yang tidak disebutkan namanya, yang diklaim dimiliki Turki, sangat penting untuk membangun kejelasan, kata Krieg.

Sejak penghilangan Khashoggi, para pejabat Turki yang tidak dikenal telah membeberkan rincian pembunuhannya – sebagian menyeramkan dan mengerikan – ke media.

Seorang pejabat Turki, yang berbicara dengan Al Jazeera pada kondisi anonimitas, mengatakan awal pekan ini bahwa pihak berwenang Turki memiliki rekaman audio yang menunjukkan bahwa Khashoggi tewas di konsulat.

Pekan lalu, koran Turki yang pro-pemerintah, Yeni Safak, mengutip sebuah audio, mengatakan pembunuh wartawan itu memotong jari-jarinya selama interogasi. Tubuhnya kemudian dipenggal dan dipotong-potong (mutilasi), kata laporan itu.

Baca juga: Begini Pesan Terakhir Khashoggi pada Pemuda Arab sebelum Terbunuh

Trump telah meminta Turki untuk berbagi bukti itu, “jika ada”.

Kebocoran itu mungkin telah membantu mendorong pemerintah Saudi untuk membalikkan pendiriannya, kata para analis.

Sultan Barakat, direktur Pusat Studi Konflik dan Kemanusiaan di Institut Doha, mengatakan walaupun Arab Saudi telah berhasil “menemukan kambing hitam” untuk saat ini, akan sulit bagi Raja Salman untuk menolong putranya jika Turki mengungkapkan bukti-bukti tersebut.

Barakat mengatakan kemungkinan keengganan Turki untuk melakukan hal itu bisa jadi karena “tidak dapat mengakui dari mana bukti itu berasal” karena “pemerintah Turki mungkin telah menyadap konsulat Saudi atau menyusup ke konsulat Saudi untuk beberapa waktu – dan itu akan menyulitkan hubungan Turki dengan Arab Saudi”.

Faktor kunci dalam menentukan apakah Turki akan mempublikasikan rekaman audio dan video tampaknya adalah respon AS dalam beberapa hari mendatang, kata Matthew Bryza, mantan diplomat AS dan pengamat Turki senior. Jika Trump “menjadi bagian dari upaya untuk menutupi “pembunuhan itu,” mereka (Turki) akan membocorkan informasi ini, “katanya.

Baca juga: Sebelum Khashoggi Dimutilasi Ajudan Pangeran Salman Terlihat di Konsulat Saudi

Usman Sert, direktur penelitian di Ankara Institute dan mantan asisten mantan Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu, mengatakan dia mengharapkan Turki akan melanjutkan penyelidikan sampai mengungkap “siapa yang berada di balik perintah pembunuhan tersebut.”

Itu karena Turki ingin menunjukkan kepada orang asing bahwa Istanbul dan Turki akan tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi pengunjung, apa pun pandangan politik mereka,”katanya. “Jika elit yang berkuasa diizinkan untuk tetap bebas dengan menyalahkan orang lain, bagaimana mereka bisa meyakinkan dunia bahwa Turki aman?

“Dia juga mencatat para pejabat tinggi Turki telah berjanji untuk mencegah “upaya menutup-nutupi”.

Setelah pengakuan Saudi, Omer Celik, juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party), yang berkuasa saat ini, mengatakan Turki tidak “menuduh siapa pun sebelumnya tetapi kami tidak bisa menutup-nutupi apa pun”. Sementara itu, Numan Kurtulmus, wakil kepala Partai AK, berjanji Turki “tidak akan mengelak untuk berbagi dengan dunia seluruh bukti atas kematian Khashoggi dan tidak akan pernah mengijinkan upaya menutupi kasus yang sadis, menakutkan, tidak manusiawi”.

Sert mengatakan pernyataan Celik dan Kurtulmus harus dinilai “serius” dan mencerminkan komitmen Turki untuk menetapkan kebenaran tentang apa terjadi pada Khashoggi.

Ada faktor-faktor geopolitik yang juga bermain, kata Sert.

Pengamat mengatakan strategi Turki atas pembunuhan Khashoggi, yaitu mengendalikan kebocoran-kebocoran ke media – memberikannya pengaruh politik atas Arab Saudi. Ankara dan Riyadh berselisih di sejumlah isu, termasuk pemboikotan yang dipimpin Saudi terhadap Qatar dan hubungannya dengan Iran.

Kasus tersebut juga memberikan kesempatan bagi Ankara untuk memperbaiki hubungannya dengan Washington, yang telah memburuk karena beberapa perselisihan, termasuk dukungan AS bagi Kurdi di Suriah dan rencana Turki untuk membeli sistem pertahanan rudal Rusia.

Manuver politik inilah yang benar-benar membuat pihak lain khawatir.
Mohammad Cherkaoui, profesor analisis dan resolusi konflik di George Mason University, mengatakan bahwa baik Turki maupun Arab Saudi tidak dapat dipercaya untuk sepenuhnya transparan pada kasus Khashoggi.

“Keprihatinan saya adalah ada kekuatan politik diplomatik yang sangat keras yang telah menekan transparansi penyelidikan hukum oleh Turki, dan hal yang sama akan dilakukan oleh Arab Saudi.

Sambil menyerukan penyelidikan PBB terhadap pembunuhan Khashoggi, Cherkaoui beralasan: “Semakin lama waktu yang dibutuhkan, kasus ini akan semakin menjadi terpolitisasi… dan Anda membutuhkan seseorang yang tidak memiliki investasi politik dalam prosesnya”.

Mantan Ketua M-16: Pangeran Arab di Balik Pembunuhan Khashoggi

LONDON (Jurnalislam.com) – Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman berada di balik dugaan pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi, mantan kepala badan intelijen Inggris MI6 mengatakan pada hari Jumat (19/10/2018).

Berbicara kepada BBC, Sir John Sawers mengatakan teori yang menyatakan bahwa ada unsur-unsur nakal di dalam militer Saudi yang bertanggung jawab adalah “fiksi yang menyolok,” lansir Anadolu Agency.

Komentar Sawers mengikuti pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Khashoggi diduga tewas dan konsekuensinya bagi Arab Saudi akan “berat” jika para pemimpin Saudi ditemukan memerintahkan pembunuhan yang dituduhkan kepadanya.

Baca juga: Turki: Kasus Khashoggi Kami akan Sampaikan ke Dunia Secara Tranparan

“Saya pikir Presiden Trump dan tim kementeriannya sadar betapa berbahayanya jika orang bertindak dengan perasaan bahwa mereka memiliki kekebalan dalam hubungan mereka dengan Amerika Serikat,” kata Sawers.

“Jika terbukti, dan tampaknya sangat mungkin terjadi, bahwa [Pangeran Salman] memerintahkan pembunuhan sang jurnalis, itu adalah langkah yang terlalu jauh; yang harus ditanggung oleh Inggris, UE, dan AS.”

Sawers menggarisbawahi bahwa teori tentang “persengkokolan jahat” atas kematian jurnalis “benar-benar tidak masuk akal” dan malah “lebih jauh merongrong rasa hormat terhadap Amerika ketika jika memaksakan fiksi terang-terangan seperti itu”.

“Rincian yang keluar dari sumber keamanan Turki sangat jelas bahwa beberapa bentuk bukti rekaman (audio/video) memang ada,” katanya, memuji pekerjaan dinas intelijen Turki dalam kasus tersebut.

“Tingkat detail sangat memberatkan tim pembunuh, dan [identitas mereka yang dilaporkan] menunjukkan seberapa dekat mereka dengan putra mahkota.”

Sir John Sawers
Sir John Sawers

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt mengatakan akan ada “konsekuensi” yang akan mempengaruhi hubungan Inggris-Saudi jika Khashoggi dibunuh dengan cara brutal di konsulat Saudi di Istanbul.

Hunt mengatakan, dugaan pembunuhan Khashoggi “benar-benar tidak dapat diterima” bagi Inggris.

Namun, ia juga mengisyaratkan bahwa respon Inggris akan “dipertimbangkan” terhadap sekutu mereka dalam perang melawan terorisme tersebut dimana mereka juga memiliki kontrak senjata senilai multi-miliar poundsterling.

Baca juga: Ketika Semua Mata Tertuju ke Turki atas Jawaban Terbunuhnya Khashoggi

“Mari kita perjelas: jika cerita yang kita baca memang benar, dan jika Anda bertanya kepada saya apakah itu akan memiliki konsekuensi bagi hubungan dengan Arab Saudi, maka, ya, tentu saja karena apa yang diduga telah terjadi adalah benar-benar tidak konsisten dengan nilai-nilai kita … bukan hanya kebrutalannya, jika itu terjadi, tetapi juga fakta bahwa dia adalah seorang jurnalis,” kata Hunt, berbicara kepada BBC.

“Sebagian dari reaksi kita akan bergantung pada reaksi Saudi, dan apakah kita merasa bahwa mereka menganggapnya serius seperti kita memperlakukan masalah ini dengan serius. Tapi ini masalah yang sangat, sangat serius.”

Hunt mengatakan hubungan “Inggris dengan Saudi adalah hubungan strategis juga”.
“Tanggapan kami akan dipertimbangkan … (tetapi) pada akhirnya, jika kisah-kisah ini benar, kita harus benar-benar menegaskan; itu tidak konsisten dengan nilai-nilai kami,” tambahnya.

Pada hari yang sama dengan hilangnya Khashoggi, 15 warga Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi konsulat ketika dia masih di dalam gedung, menurut sumber-sumber polisi Turki.

Semua individu yang diidentifikasi telah meninggalkan Turki.

Investigasi atas hilangnya Khashoggi terus berlanjut.

LSM Turki Bagikan 10 Juta Roti di Idlib Suriah

IDLIB (Jurnalislam.com) – Yayasan Bantuan Kemanusiaan Turki (IHH) membagikan 10 juta roti kepada warga sipil di Idlib Suriah bulan lalu, kata seorang pejabat.

Zeki Tahiroglu, yang bekerja sebagai koordinator lokal untuk IHH, mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Sabtu (20/10/2018) bahwa mereka membagikan roti kepada penduduk di daerah pedesaan dan di tenda-tenda yang didirikan untuk pengungsi internal di Suriah.

Baca juga: PBB Kirim 30 Truk Bantuan Kemanusiaan ke Idlib

“Kami meminta para dermawan untuk terus mendukung rakyat Suriah,” katanya.
Ada 4 juta warga sipil – termasuk penduduk lokal – tinggal di Idlib.

Suriah baru saja mulai bangkit dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Syiah Assad membantai para demonstran dengan keganasan militer yang tak terduga.

Kelompok amal IHH yang berbasis di Istanbul telah membantu para korban perang sejak awal perang global Suriah.

Bank Hati-hati Salurkan Kredit untuk Meikarta

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Buntut kasus Meikarta membuat sejumlah bank berpikir dua kali dalam menyaluran kredit pemilikan rumah (KPR)/kredit pemilikan apartemen (KPA).

Bahkan, PT Bank Artha Graha Internasional Tbk mengatakan, sebelum kasus penangkapan sejumlah pejabat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus Meikarta, pihaknya sudah mengerem penyaluran KPR.

Direktur Konsumer Bank Artha Graha Indrastomo Nugroho dalam keterangan resminya kepada Kontan.co.id menyebut, sejak akhir tahun 2017 perusahaan sudah melakukan penelaahan lebih lanjut terkait kasus tersebut secara internal.

Pihaknya juga melakukan pengkajian ulang terkait kerjasama yang dilakukan antara dua perusahaan, utamanya dikarenakan beredarnya berita-berita tentang proyek Meikarta yang kurang positif.

“Sehingga untuk penyaluran KPR kami menunggu informasi yang lebih positif tentang berbagai isu yang ada, khususnya tentang perizinan atas proyek itu sendiri,” ujarnya lansir Kontan.id.

Sayangnya, bank milik taipan ini belum merinci secara detail jumlah eksposur KPR yang diberikan ke nasabah terkait proyek Meikarta

Sedikti berbeda dengan Bank Artha Graha, PT Bank CIMB Niaga Tbk mengatakan pihaknya tidak mempunyai eksposur kredit pemilikan apartemen (KPA) dengan Meikarta.

Direktur Konsumer CIMB Niaga Lani Darmawan menambahkan dalam penyaluran kredit pihaknya selalu mengikuti aturan yang ada dan mengedepankan prinsip kehati-hatian atau prudensial.

“Kami selalu mengikuti aturan yagna ada termasuk secara pruden menyalurkan pembiayaan. Kami belum mempunyai eksposur KPA dengan Meikarta. Walaupun, fasilitas KPA bisa ditawarkan kepada calon debitur,” tuturnya.

Sebagai informasi, KPK telah menetapkan Direktur Operasional Lippo Group sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap ke Bupati dan beberapa pejabat dinas terkait di Kabupaten Bekasi terkait Meikarta. KPK masih mendalami kasus ini dengan memeriksa beberapa saksi dan mengumpulkan bukti dokumen terkait.

Sumber : kontan.co.id.

 

Warung Wakaf, Program Pemberdayaan Masyarakat Pasca Gempa di Lombok

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Membangun kembali perekonomian Lombok menjadi fokus Global Wakaf  di masa pemulihan pascabencana. Ikhtiar ini diwujudkan dengan pendirian Warung Wakaf di sejumlah wilayah di Lombok.

Warung Wakaf hadir untuk memberdayakan masyarakat terdampak melalui pengelolaan usaha ritel berbasis wakaf. Sistem yang digunakan sudah terkomputerisasi ala usaha ritel modern pada umumnya. Kelompok masyarakat yang diberdayakan oleh Global Wakaf melalui program ini akan diamanahkan untuk mengelola Warung Wakaf.

“Idealisme Global Wakaf melalui penguatan bisnis ritel bertemu dengan kebutuhan masyarakat Lombok. Ini yang sedang kami wujudkan, memulihkan perekonomian warga dengan pengelolaan bisnis ritel berbasis wakaf,” ujar Presiden Global Wakaf, N. Imam Akbari, lansir Republika.co.id, Jumat (19/10).

Untuk penyediaan isi outlet-outlet Warung Wakaf, pihaknya bekerja sama dengan PT Hydro Perdana Retailindo, sebuah korporasi wakaf yang bernaung di bawah Global Wakaf Corporation. Warung Wakaf berusaha memberdayakan warga lokal dengan muamalah syariah.

Imam memaparkan, hasil pengelolaan Warung Wakaf dapat memberikan manfaat bagi pengurus musala atau masjid sebagai pengelola. Selain itu, warga sekitar Warung Wakaf turut mendapatkan maslahatnya melalui rangkaian kegiatan sosial untuk pemenuhan kebutuhan pokok mereka.

Dalam jangka panjang, manfaat yang dihadirkan Warung Wakaf bahkan bisa untuk perguliran program-program pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf selanjutnya. Hal ini mengingat Warung Wakaf juga menggerakkan baik penjual dan pembeli untuk berwakaf. “Dana wakaf ini akan kita kelola secara optimal, sehingga hasilnya bisa disalurkan untuk mauquf alaih atau untuk pengembangan program wakaf lainnya,” ujar Imam.

Dalam praktiknya, pengelolaan Warung Wakaf diserahkan sepenuhnya oleh kelompok masyarakat, seperti pengurus masjid dan musala. Global Wakaf berperan sebagai supervisor yang mendampingi masyarakat untuk menjaga kualitas pengelolaan yang ideal, mulai dari penyediaan barang hingga sistem yang berbasis syariah.

Program Warung Wakaf ini mendapat sambutan baik dari masyarakat Lombok. Senin (15/10) lalu, penandatangan Nota Kesepahaman antara Global Wakaf dan pengurus musala/masjid sebagai pengelola Warung Wakaf, diadakan. Sementara itu, sejumlah outlet Warung Wakaf mulai dibangun di beberapa wilayah di Lombok.

Pada tahap awal, Warung Wakaf akan berdiri di 10 lokasi yang tersebar mulai dari Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Sebelumnya, satu Warung Wakaf sudah dibangun di kompleks Integrated Community Shelter (ICS) Gondang. Dalam waktu dekat 10 Warung Wakaf akan mulai beroperasi.

Dedi Haris Sandi, salah satu pengelola Warung Wakaf, optimistis Warung Wakaf akan menjadi penopang ekonomi masyarakat sekitar. Manfaatnya tidak hanya dinikmati masyarakat yang membeli, tetapi juga masyarakat yang memiliki warung-warung kecil di sekitar Warung Wakaf.

“Seperti yang dijelaskan, Warung Wakaf nantinya akan menjual barang dengan harga terjangkau dan akan membina warung kecil lain di sekitarnya. Sehingga tidak akan merasa tersaingi, melainkan saling mengisi,” kata Dedi, pengurus Musala Nurul Huda Peringgasela Kec. Pringgasela Lombok Timur.

 

Potensi Wisatawan Muslim Milenial Tembus 180 Miliar Dolar

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Potensi wisatawan Muslim milenial dan generasi Z di pasar daring mencapai 180 miliar dolar AS pada 2026. Hal ini karena peningkatan ketergantungan terhadap internet, media sosial, dan smartphone untuk menemukan tempat-tempat wisata dan melakukan reservasi perjalanan secara online.

Dalam siaran pers yang diterima Republika, Jumat (19/10), Mastercard-Crescent Rating Digital Muslim Travel Report 2018 (DMTR2018) menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pembelian online oleh wisatawan Muslim pada masa yang akan datang. Penelitian juga menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen wisatawan Muslim adalah Generasi Milenial ataupun Generasi Z.

DMTR2018 merupakan laporan komprehensif pertama yang menyuguhkan informasi mengenai pola perjalanan online dan sikap wisatawan Muslim dari berbagai kelompok demografis yang berbeda. Laporan ini memperluas penelitian pada populasi wisatawan Muslim digital, sebagai bagian yang lebih besar dari Muslim Milennial Travelers (MMT) pada Muslim Millenial Travel Report 2017.

Laporan ini disampaikan pada acara Halal-In-Travel Asia Summit yang diselenggarakan oleh CrescentRating di ITB Asia 2018. CEO CrescentRating dan HalalTrip, Fazal Bahardeen mengatakan DMTR2018 mengungkapkan hal-hal penting mengenai perilaku dan preferensi online wisatawan Muslim.

Laporan ini memberikan pandangan mengenai layanan platform online dan jejaring sosial untuk mengevaluasi potensi pasar Muslim bagi para pengelola tujuan wisata, operator tur, maskapai penerbangan, dan pemangku kepentingan lain di sektor pariwisata dan perhotelan.

Dengan cepatnya perkembangan teknologi online dan metode pembayaran, serta meningkatnya penduduk Muslim yang lahir di era digital, sebagai segmen utama dalam pasar perjalanan Muslim, maka prospek di ranah digital sangat positif.

Destinasi-destinasi wisata harus memastikan bahwa pesan yang mereka sampaikan dapat menjangkau wisatawan Muslim melalui saluran online. Laporan ini memberikan kriteria segmentasi yang praktis dan siap pakai bagi para pelaku di industri untuk menjangkau kelompok sasaran yang berbeda.

“Digital itu nyata dan melampaui generasi,” katanya.

Vice President Market Development Mastercard, Davesh Kuwedekar mengatakan pasar perjalanan Halal senantiasa menjadi salah satu segmen perjalanan yang bertumbuh paling cepat secara global. Dilihat dari kedatangan wisatawan Muslim yang mewakili sekitar 10 persen dari keseluruhan industri perjalanan global pada tahun 2017.

Wisatawan Muslim menghabiskan lebih banyak waktu untuk meneliti dan membandingkan informasi online sebelum akhirnya memilih dan membayar pengalaman perjalanan ideal mereka. Mastercard bekerja sama dengan mitra-mitra untuk menciptakan penawaran khusus di berbagai bidang yang menjadi minat para konsumen.

Seiring dengan meningkatnya jumlah konsumen yang menjelajahi lebih banyak negara dan wilayah, Mastercard melihat adanya peningkatan dalam penggunaan pembayaran non-tunai dan digital. Melalui opsi prabayar dan debit sebagai metode pembayaran elektronik yang lebih aman, nyaman, dan dapat diandalkan untuk memberikan ketenangan selama bepergian.

Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018 yang dirilis pada bulan April tahun ini, menegaskan bahwa pasar perjalanan Muslim akan terus mengalami pertumbuhan yang cepat hingga mencapai 300 miliar dolar AS pada tahun 2026. Pada tahun 2017, diperkirakan terdapat 131 juta wisatawan Muslim secara global.

sumber : republika.co.id

 

MUI Minta Kepastian Hukum Soal LGBT

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis berharap ada kepastian hukum terkait dengan LGBT yang semakin marak di negeri ini.

“Saya pikir perlu dibuat regulasi tentang LGBT, karena ini lebih parah daripada zina, meskipun itu haram dan dosa tapi zina masih ada normalnya,” katanya kepada Jurnalislam.com, Sabtu (20/10/2018).

Saat ini, katanya, perilaku LGBT sudah dianggap meresehkan masyarakat. Apalagi, dalam agama Islam, LGBT jelas diharamkan.

“Jadi ada dua masalah, sudah tidak normal, diharamkan oleh Allah, merusak terhadap generasi baik yang sekarang maupun yang akan datang,” tambahnya.

Ia pun berharap pemerintah ataupun DPR berinisiatif membuat aturan soal LGBT.

“Oleh karena itu harus dirumuskan dalam peraturan perundang-undangan kita melalui inisiatif pemerintah atau DPR agar ada kepastian hukum masyarakat melakukan antisipasi terhadap perilaku LGBT ini,” pungkasnya.