Berita Terkini

Foto Kerusakan RS Indonesia di Gaza Akibat Serangan Penjajah Israel

GAZA (Jurnalislam.com) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palestina di Gaza mengecam serangan udara Israel yang menyasar kawasan Rumah Sakit Indonesia di Utara Jalur Gaza, Sabtu 27 Oktober 2018. Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan pada beberapa bagian rumah sakit.

Jurnalis Suara Palestina di Gaza, Abdillah Onim melaporkan, sedikitnya empat rudal dijatuhkan Israel persis di depan Rumah Sakit Indonesia berjarak kurang dari 250 meter, tepatnya di sebuah lapangan kecil. 10 tahun lalu lapangan tersebut kerap dijadikan tempat pelatihan dan olah raga pemuda Gaza.

Juru bicara Kemenkes Palestina, Asyraf El-Qedra mengatakan, serangan zionis Israel tersebut membuat para pasien dan awak medis panik dan trauma. Suasana yang mencekam membuat aktivitas rumah sakit sempat terhenti karena tim medis dan pasien sempat dijauhkan dari rumah sakit untuk menghindari serangan susulan.

El-Qedra menyeru lembaga-lembaga internasional agar berperan lebih efektif dalam melindungi layanan publik seperti pusat-pusat kesehatan dan pengobatan serta para tim medis.

Serangan itu juga merusak rumah warga sipil dan serpihan rudal berserakan di Rumah Sakit Indonesia yang terletak di wilayah perbatasan Al-Syaikh Zayed Utara Gaza.

Serangan brutal ini juga menyebabkan terputusnya aliran listrik di rumah sakit Indonesia, dan sejumlah bagunan yang mengitari rumah sakit itu pun terkena guncangan serta serpihan rudal. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam saat rudal jatuh dekat rumah sakit Indonesia.

Guncangan dan serpihan rudal membuat beberapa bagian RS Indonesia rusak seperti, ruang operasi dan bagian ICU, jendela, plafon, dan alat laboratorium.

Reporter: Abdillah Onim

Jurnalis Suara Palestina di Gaza, Abdillah Onim

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Praktisi Hukum : Pembakar Bendera Tauhid Layak Dijerat Pasal 156a KHUP

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Praktisi hukum dari Masyarakat Unggulan (Maung) Bandung, HM Rizal Fadilah menilai pelaku pembakaran bendera tauhid dalam acara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Garut pada Senin (22/10/2018) lalu layak dijerat dengan Pasal 156a KHUP.

Menurutnya, pelaku telah melakukan tindakan yang bersifat permusuhaan dan penodaan agama. Sementara itu pembawa bendera tidak melakukan tindak pidana apapun karena permasalahannya selesai ketika bendera yang ia bawa dirampas panitia HSN.

“156 a KUHP sangat pantas untuk menjerat si penoda. Pembawa bendera tidak menodai agama. Dia tidak membuat gaduh juga. Selesai perbuatannya setelah dirampas benderanya,” kata Rizal.

Rizal juga menyayangkan keputusan kepolisian melepas para pelaku dengan alasan tidak adanya niat. Menurutnya, niat itu sulit dibuktikan dan tidak menjadi pokok perbuatan pidana.

Baca juga: 

“Masalah yang luar biasa dan  berdampak besar tapi diselesaikan secara  sederhana,  pasti akan mengoyak rasa keadilan masyarakat. Mestinya difahami oleh aparat bahwa mazhab kaku ‘terompet undang-undang’ sudah using,” paparnya.

Rizal menjelaskan, tindakan para pelaku pembakaran adalah perbuatan yang disengaja (opzet/dolus) yang sekurang-kurangnya dalam makna sadar denga kepastian (zekerheidbewustzijn) atau minimal tidak bisa menghindar dari sengaja dengan kemungkinan (voorwardelijke opzet). Maka, ketika terjadi perdebatan, pengadilanlah lembaga pemutus bersalah atau tidak.

“Adil jika membawa kasus ini ke ruang pengadilan, bukan buru-buru menyatakan tak bersalah atas dasar tidak ada niat,” tandasnya.

Seperti diketahui, kepolisian melepas para pelaku dengan alasan tidak cukup bukti dan tidak ada niat. Sementara pembawa bendera Uus Sukmana (22) ditangkap karena dituding menjadi pemicu pembakaran bendera.

Kepolisian menilai, pembakaran tidak akan terjadi jika Uus tidak membawa bendera tersebut ke acara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di alun-alun Balubur Limbangan, Garut tersebut.

4 Negara Sepakat Akhiri Perang Suriah, Erdogan: Nasib Assad Diputuskan Rakyatnya

ANKARA (Jurnalislam.com) – Pemimpin Turki, Rusia, Jerman dan Perancis pada hari Sabtu (27/10/2018) menyatakan tekad mereka untuk secepatnya mengakhiri pertumpahan darah di Suriah yang dilanda perang.

Setelah KTT Suriah di Istanbul, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengadakan konferensi pers bersama yang menyerukan kepada masyarakat internasional untuk bekerja bersama-sama menemukan solusi berkelanjutan bagi Suriah.

“Kami telah membahas solusi politik yang sejalan dengan tuntutan sah rakyat Suriah yang bergerak untuk mencapai stabilitas di negara itu,” kata Erdogan kepada wartawan.

“Tujuan kami adalah mencapai gencatan senjata lengkap untuk menghentikan pertumpahan darah,” katanya, seraya menambahkan bahwa keempat negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama di antara mereka dan di tingkat internasional mengenai masalah ini.

Para pemimpin juga menyerukan penyelesaian proses komite konstitusi untuk membentuk konstitusi Suriah pada akhir tahun ini yang akan membuka jalan bagi pemilihan yang inklusif dan adil di negara yang telah menanggung beban akibat perang sipil yang menghancurkan sejak 2011.

Baca juga:

Mengenai masa depan Bashar al-Assad di Suriah, pemimpin Turki itu menegaskan kembali sikap Ankara yang menggarisbawahi bahwa nasibnya harus diputuskan oleh rakyat Suriah dan bukannya ditentukan oleh beberapa “individu”.

Menyatakan bahwa KTT itu “produktif” dan “tulus”, Erdogan mengatakan mereka telah sepakat bahwa bantuan kemanusiaan harus terus berlanjut untuk meringankan penderitaan rakyat Suriah.

Warga sipil Suriah dan negara-negara tetangga – terutama Turki, Libanon dan Yordania – harus menanggung beban penderitaan yang timbul dari krisis di Suriah untuk waktu yang lama, menurut Erdogan.

Turki adalah tuan rumah teratas di dunia bagi pengungsi yang menyambut sekitar 3,5 juta warga Suriah sejak awal perang Suriah.

Erdogan mengatakan alasan utama mengapa konflik Suriah menjadi ancaman global adalah “karena komunitas internasional tidak merespon secara memadai”.

Namun, dia mengatakan bahwa banyak negara menyadari keparahan situasi ketika krisis mempengaruhi mereka, mengacu pada masuknya pengungsi besar-besaran ke negara-negara Eropa.

Dia juga mendesak masyarakat internasional untuk “mengakhiri ketidakpedulian” mengenai konflik, menyerukan dukungan internasional untuk meningkatkan upaya guna menemukan solusi politik serta demi memperbaiki situasi di tanah Suriah.

Mengacu pada proses perdamaian Astana – yang ditengahi oleh Turki Rusia dan Iran – yang menjamin gencatan senjata dan zona de-eskalasi di Idlib, Erdogan menambahkan bahwa partisipasi Prancis dan Jerman ke dalam proses Astana akan mengembangkan sinergi untuk solusi Suriah.

Dia mengatakan bahwa Iran, sebagai salah satu negara penjamin dari proses Astana, akan diberitahu tentang keputusan yang diambil dalam KTT Istanbul.

“Proses perdamaian Astana untuk konflik Suriah menjadi contoh bagi komunitas internasional,” tambahnya.

Ankara bertekad untuk melanjutkan upaya mencari solusi untuk masalah Suriah di platform Astana serta beberapa platform lain yang lebih luas di arena internasional “seperti pertemuan puncak hari ini di Istanbul,” ia melanjutkan dengan menegaskan.

“Kami sepakat untuk meningkatkan kerja sama di antara empat negara dan di tingkat internasional” mengenai negosiasi damai Suriah, Erdogan mencatat.

11 Orang Tewas dan 6 Terluka dalam Serangan di Sinagog Yahudi Amerika

PENNSYLVANIA (Jurnalislam.com) – Seorang tersangka telah ditahan di Pittsburgh, di negara bagian Pennsylvania, AS, setelah penembakan di sebuah sinagoga yang menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai enam orang lainnya, termasuk empat petugas polisi, menurut pihak berwenang.

Wendell Hissrich, direktur keselamatan publik kota itu, mengatakan, terduga penyerang hari Sabtu (27/10/2018) itu berada di rumah sakit dalam kondisi baik dengan beberapa luka tembak.

Agen khusus FBI Bob Jones mengatakan penembak menggunakan senapan serbu dan tiga pistol di dalam Tree of Life Synagogue di lingkungan Squirrel Hill.

Penyerang itu pergi ketika dia bertemu seorang perwira, kata Jones.

Stasiun televisi lokal KDKA mengatakan tersangka dalam tahanan adalah “pria kulit putih”. Seorang pejabat penegak hukum, yang berbicara kepada kantor berita Associated Press dengan syarat anonimitas, mengidentifikasi tahanan itu sebagai Robert Bowers, seorang pria berusia 40-an.

Sebuah posting media sosial sebelumnya oleh Bowers mengatakan: “[Organisasi pengungsi Yahudi, Hebrew Immigrant Aid Society] suka membawa penjajah yang membunuh orang-orang kita. Saya tidak bisa duduk dan menonton orang-orang saya dibantai. Bersiaplah, saya akan masuk. ”

Komentar itu diposting di Gab, layanan jejaring sosial berbasis Philadelphia, Pennsylvania yang dibuat sebagai pengganti Twitter.

Baca juga:

Bowers juga baru-baru ini memposting foto koleksi tiga pistol semi-otomatis yang ia beri judul “keluarga glock saya,” sebuah referensi untuk pabrik senjata api.

Dia juga memposting foto-foto lubang peluru dalam target berukuran tubuh orang pada jarak tembak, menggembar-gemborkan “pemicu luar biasa” pada pistol yang dia tawarkan untuk dijual.

Dalam sebuah pernyataan, Gab.com menegaskan bahwa akun itu milik Bowers.

Gab mengambil tindakan cepat dan proaktif untuk segera menghubungi penegak hukum,” katanya.

“Kami pertama-tama mencadangkan semua data pengguna dari akun dan kemudian melanjutkan untuk menangguhkan akun. Kami kemudian menghubungi FBI dan membuat mereka mengetahui akun ini dan data pengguna yang kami miliki.”

John Hendren dari Al Jazeera, melaporkan dari Washington, DC, mengatakan bahwa penembakan dimulai sekitar pukul 10 pagi waktu setempat ketika jemaat Yahudi berkumpul untuk kebaktian Sabat (Sabtu).

“Mungkin ada 60 hingga 100 orang di sana,” katanya.

Sinagoga Tree of Life menggambarkan diri di situs web mereka sebagai jemaat tradisional, progresif dan egaliter. Beberapa detail lainnya segera tersedia.

Lingkungan perumahan yang dipenuhi pepohonan di Squirrel Hill yang dekat dengan pusat kota adalah pusat komunitas Yahudi Pittsburgh.

Rekaman berita TV lokal menunjukkan polisi berada di lokasi itu dengan senapan dan mengenakan helm dan peralatan taktis lainnya.

Paramedis juga ditempatkan di dekat sinagoga dan kendaraan polisi menghalangi (memblokir) beberapa jalan di daerah itu.

Presiden AS Donald Trump di Twitter mengatakan dia memantau peristiwa di Pittsburgh: “Sepertinya banyak korban jiwa. Waspadai penembak aktif. Tuhan memberkati semua!”

Kemudian, dia mengatakan kepada wartawan: “Ini hal yang mengerikan, mengerikan, apa yang terjadi dengan kebencian di negara kita secara terus terang, dan di seluruh dunia. Sesuatu harus dilakukan. Ketika orang-orang melakukan ini, mereka harus mendapatkan hukuman mati.”

Gubernur Pennsylvania Tom Wolf menyebut penembakan itu sebagai “tragedi absolut”.

“Kita semua harus berdoa dan berharap tidak ada lagi korban jiwa,” kata Wolf. “Tapi kita sejak lama telah mengatakan ‘ini terlalu banyak’. Senjata berbahaya menempatkan warga kami dalam bahaya.”

Insiden penembakan hari Sabtu adalah yang terbaru di Amerika Serikat, di mana senjata api dikaitkan dengan lebih dari 30.000 kematian setiap tahun.

Hamas Bantah Laporan Media Israel

GAZA (Jurnalislam.com) – Kelompok perlawanan Islam Palestina Hamas pada hari Sabtu (27/10/2018) membantah laporan media Israel tentang penghentian mediasi Mesir antara faksi-faksi yang berbasis di Gaza dengan Israel.

“Upaya Mesir yang bertujuan untuk mencapai gencatan senjata di Gaza masih berlangsung,” kata juru bicara Hamas Fawzi Barhoum kepada Anadolu Agency.

Dia mengatakan: “Hamas tidak meminta Kairo untuk menghentikan upayanya.”

Media Israel melaporkan pada hari Jumat bahwa kelompok Palestina, yang memerintah Jalur Gaza, telah meminta Mesir untuk menghentikan mediasinya.

Delegasi dari dinas intelijen Mesir telah mengadakan diplomasi antar-jemput antara Gaza, Tepi Barat dan Israel dalam beberapa pekan terakhir, di mana mereka bertemu dengan para pejabat Hamas, Fatah dan pemerintah Israel.

Pembicaraan itu dilaksanakan dengan maksud mencapai gencatan senjata antara Hamas dan Israel di satu sisi dan mencapai rekonsiliasi Palestina di antara Hamas dan Fatah.

Baca juga:

Pada hari Jumat, pesawat tempur Israel meluncurkan serangkaian serangan udara di Jalur Gaza, merespon serangan roket dari wilayah Palestina yang diblokade.

Sedikitnya lima warga Palestina meninggal dan puluhan orang terluka oleh tembakan tentara zionis Yahudi selama protes anti-penjajahan Israel  di sepanjang perbatasan Gaza.

Lebih dari 200 warga Palestina telah terbunuh dan ribuan lainnya terluka oleh pasukan penjajah Israel yang dikerahkan di dekat zona penyangga Gaza sejak unjuk rasa dimulai pada 30 Maret.

Serangan Israel di Gaza Akibatkan Beberapa Bagian RS Indonesia Rusak

GAZA (Jurnalislam.com) – Serangan udara militer zionis Israel terus menggempur sejumlah wilayah di Jalur Gaza. Serangan belum berhenti hingga Sabtu (27/10/2018) kemarin. Relawan MER-C di Gaza Reza Aldilla Kurniawan, melaporkan pesawat tempur F16 Israel mengirim tidak kurang dari lima roket yang jatuh tidak jauh dari lokasi RS Indonesia yang berada di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina.

“Dentuman keras kelima roket tersebut menyebabkan guncangan keras di area sekitar, bahkan mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian RS Indonesia. Ruangan yang mengalami kerusakan di antaranya ruangan kantor administrasi, toilet, koridor, ICU, dan lainnya,” ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika, Ahad (28/10).

Menurutnya, bangunan Wisma Rakyat Indonesia yang terletak di belakang RS Indonesia juga mengalami guncangan. “Guncangan besar sekali, debu-debu jatuh dari atap. Saya langsung keluar dari wisma dan melihat kondisi Rumah Sakit Indonesia mengalami kerusakan di beberapa bagian,” ungkapnya.

Salah satu ruangan RS Indonesia di Gaza yang rusak

Akibat pengeboman yang terjadi di dekat RS Indonesia, pasien-pasien dipindahkan dan ditempatkan di lorong-lorong yang aman untuk menjaga keselamatan mereka. Sampai hari ini, menurut Reza, suara deru pesawat tempur masih terdengar jelas mengitari langit Gaza.

“Akibatnya sejumlah ruangan rusak selain juga para pasien mengalami shock,” ujarnya.

“Sampai berita ini saya tulis, suara dentuman dan deru pesawat tempur masih terdengar,” ujar Reza dalam Instagramnya, Sabtu (27/10/2018).

Sinyal Kekalahan Jokowi Di Balik Pembakaran Bendera Tauhid

Oleh: AB LATIF, Direktur Indo Politic Wacth

Hari santri yang diperingati secara nasional telah tercorong dengan aksi su’ul adab oleh sebagian oknum Banser. Santri yang terkenal dengan sifat wara’, alim, dan sholih mendadak terkesan urakan dan bahkan nyaris seperti preman jalanan.  Bagaimana tidak, kalimat tauhid yang menjadi inti ajaran islam atau bahkan sepertiga dari Al-Qur’an mereka bakar dengan bangganya di akhir apel peringatan hari santri. Otomatis hal ini mengundang respon yang luar biasa dari kalangan kaum muslimin.

Sungguh ini adalah pelecehan yang luar biasa bagi islam dan umatnya. Karena hal ini dilakukan tidak dikamar ataupun di dalam rumah yang tertutup, tapi di tempat umum yang terbuka dan bahkan diiringi lagu dan nyanyian dengan perasaan penuh bangga dan bahkan menggunakan seragam dan atribut resminya. Dan anehnya, bukannya minta maaf atas tindakan lancang anggotanya yang melecehkan kalimat tauhid, pimpinan Banser justru berkoar mengumbar sejuta dalil untuk membenarkan perilaku anggotanya. Dengan alasan bendera tauhid itu milik HTI, dan membakarnya dalam rangka memuliakan kalimat tauhid tersebut serta berbagai alibi dilontarkan sebagai pembenaran. Walau semua bukti sudah mengarah pada penistaan agama, ternyata sampai hari ini pun mereka belum minta maaf dan menyesali.

Buah dari kasus ini adalah munculnya aksi bela bendera tauhid dimana-mana. Sejak hari pertama pembakaran hingga saat ini aksi semakin membesar dan meluas bahkan tidak hanya di Indonesia, di beberapa negara juga mengecam keras aksi pembakaran bendera Rasulullah SAW itu. Lebih-lebih pasca dinyatakannya pelaku pembakaran bendera Rasulullah atau kalimat tauhid di garut tidak bersalah oleh Polda Jawa Barat. (republika.co.id )

Bau konspirasi begitu menyengat, ada upaya mengkriminalisasikan bendera tauhid yang mereka identikkan dengan HTI. Padahal sudah jelas apa yang disampaikan oleh MUI, bahwa bendera yang dibakar bukanlah bendera HTI. Bahkan MUI pun mereka kecam dengan fitnah membuat kegaduhan. Sungguh ini hal yang tak dapat dinalar. Sungguh aneh jika Banser yang berulah, tapi justru yang sibuk adalah Menko Polhukam, Kapolda, Kapolri, Gubernur yang bahkan terkesan melindungi. Justru inilah yang membuat pertanyaan besar ada apa di balik  semua itu?

Jika hal ini dibiarkan berlanjut, maka tidak menutup kemungkinan kasus Ahok akan terulang kembali. Sebenarnya pemerintah harus berkaca dari kasus Ahok dahulu apalagi ini menjelang Pilpres, tentu sangat berpengaruh sekali. Lihatlah Ahok, walaupun dengan dukungan dana yang begitu besar, pengusaha-pengusaha kelas kakap atau bahkan ada Sembilan Naga di belakangnya namun tetap tak mampu bertahan.

Kegaduhan Nasional yang dipicu pembakaran bendera tauhid yang disinyalir bendera HTI ini akan berimplikasi pada kontelasi politik dalam negeri. Reaksi umat yang semakin hari semakin kuat adalah bukti ketidakpercayaan publik pada sikap penguasa. Dan jika hal ini dibiarkan dan tidak segera diselesaikan dengan sebuah keputusan yang memuaskan, tidak menutup kemungkinan aksi bela bendera tauhid semakin meluas dan berubah menjadi gerakan nasional. Dan bahkan menjadi searah dengan gerakan ganti presiden. Inilah sinyal kecil dari kegagalan Jokowi di tahun 2019 jika tidak segera disikapi.

Ada alasan kuat mengapa kasus ini menjadi sinyal kegagalan Jokowi? Kita semua tahu semakin kuat reaksi ditengah-tengah umat akan semakin membahayakan posisi Jokowi. Lihatlah bagaimana kasus yang menimpa Ahok dulu. Walaupun faktanya berbeda tapi masih ada kemiripan. Artinya, jika Jokowi terlihat di belakang mereka tentu akan semakin kuat kebencian umat. Tapi walaupun Jokowi tidak memperlihatkan diri atau bahkan berdiam diri, maka akan menimbulkan kesan melindungi. Karena sebenarnya umat sudah tahu siapa orang-orang yang berada dibelakang pembakaran bendera tauhid ini.

Sinyal kegagalan ini walaupun kecil, tapi sangat kuat. Gelombang aksi yang hampir setiap hari bahkan di setiap daerah diseluruh Indonesia suatu saat akan memuncak. Lebih-lebih sebentar lagi jutaan umat Islam akan berkumpul untuk melakukan aksi reuni 212 di bulan Desember mendatang. Sinyal kegagalan inipun diperkuat oleh hasil Pilkada Serentak tahun 2018. PDIP adalah partai pengusung utama Jokowi. Namun di Pulau Jawa saja, partai berlambang banteng ini hanya meraih kemenangan di Jawa Tengah. Dari banyak calon yang diusung oleh PDIP di tahun 2018 secara umum dapat dikalahkan. Artinya secara umum PDIP sudah sangat lemah. Dan jika partai pengusungnya sudah tidak kuat lagi, maka peluang Jokowi akan lebih lemah.

Demikian juga PKB sebagai Partai koalisi yang notabene adalah kaum Nahdhiyin, suaranya kini telah terpecah. Banyak dari kalangan NU bahkan dari tokoh-tokohnya, lebih-lebih dzurriyahnya atau keturunan pendirinya sudah berseberangan dengan pimpinan pusat dan bahkan tidak mengakui kepemimpinan PBNU saat ini. Dengan adanya kasus pembakaran bendera tauhid ini merekapun tidak sepaham. Artinya suara dukungan untuk Jokowi dari partai koalisi inipun akan berkurang dratis.

Sinyal lebih kuat lagi adalah kegagalan Jokowi dalam memimpin negeri ini. Karena umat sebenarnya sudah jenuh dengan arogansi penguasa yang telah banyak mengkriminalisasi ulama, mempersekusi para aktivis Islam, mahasiswa, membubarkan ormas Islam, serta mengkriminalisasi ajaran Islam. Belum lagi masalah hutang negara yang semakin menumpuk, anjloknya nilai rupiah terhadap dollar, penjualan asset negara, kemiskinan, pengangguran, dll.

Inilah beberapa sinyal kekalahan Jokowi dalam pilpres 2019 nanti. Apakah hal ini akan menjadi sebuah kenyataan pahit ? sungguh ini akan tergantung dengan strategi politik yang akan diambil. Apakah kebijakan politiknya akan menyentuh perasaan umat atau malah menambah kebencian umat?

FUI Cirebon Tuntut Pelaku Pembakaran Bendera Tauhid Dihukum Berat

CIREBON (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam (FUI) Cirebon Raya menyatakan mengutuk keras pembakaran bendera tauhid oleh oknum Banser. FUI mendesak aparat untuk menindaktegas dan menghukum para pelakunya.

“Meminta kepada aparat keamanan untuk menindak tegas dan memberikan sanksi yagn seberat-beratnya kepada oknum banser yang telah melakukan perbuatan keji tersebut,” kata Ketua FUI Vidiawan dalam Aksi Bela Tauhid di Alun-alun Cirebon siang ini, Sabtu (27/10/2018).

FUI juga mendesak GP Ansor dan oknum banser untuk meminta maaf kepada umat Islam atas tindakan tersebut.

Baca juga: 

“Kepada umat Islam untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, sehingga menimbulkan suasana yang tidak kondusif yang berdampak pada rusaknya persatuan umat dan bangsa,” pungkasnya.

Ratusan massa umat Islam mengikuti Aksi Bela Tauhid di alun-alun Cirebon. Dengan membawa bendera tauhid, massa juga membentangkan spanduk berisi kecaman kepada para pelaku pembakaran bendera.

Seperti diketahui, sejumlah oknum Banser membakar bendera tauhid dalam acara peringatan Hari Santri Nasional di alun-alun Balubur, Limbangan, Garut, Jawa Barat pada Senin (22/10/2018).

Sempat Ada Penolakan, Aksi Bela Tauhid di Cirebon Berjalan Tertib

CIREBON (Jurnalislam.com) – Aksi unjukrasa mengecam pembakaran bendera tauhid belum berhenti. Hari ini, Sabtu (27/10/2018) ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nahi Munkar (ALMANAR) mengadakan Aksi Bela Tauhid di Alun-alun Kota Cirebon.

“Ya, sempat ada penolakan dari IPNU, tapi tadi ada beberapa kesepakatan dengan polisi yang tadinya kita akan melakukan longmarch ditiadakan dan kita hanya berkonsentrasi di alun-alun kejaksan,” kata Koordinator ALMANAR, Abu Usamah kepada Jurnalislam.com di sela-sela aksi.

Longmarch yang semula menjadi salah satu agenda aksi ditiadakan untuk menghormati PCNU Cirebon Raya yang telah membatalkan aksi tandingan. Hal tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Koordinator Almanar, Abu Usamah. Foto: Damus/Jurniscom

“Ini kita lakukan karena dari pihak NU juga sudah kooperatif, dengan melarang diadakannya aksi tandingan di tempat yang sama” jelas Abu Usamah.

Dalam aksinya, massa membawa bendera berwarna hitam dan putih bertuliskan kalimat tauhid. Bukan hanya orang dewasa, tampak juga anak-anak dan pelajar ikut aksi bela kalimat tauhid ini.

“Aksi hari ini adalah sebagai bentuk aksi membela kalimat tauhid yang dilecehkan dan dibakar oleh sekelompok ormas,” ujar Koordinator Aksi lainnya, Abu Noval.

Ia kembali menegaskan bahwa bendera yang dibakar oleh oknum Banser itu bukan bendera HTI melainkan bendera umat Islam.

“Itu bendera tauhid bukan bendera HTI yang dibakar oknum ormas. Jadi kami merasa marah ketika kalimat tauhid dilecehkan,” katanya.

Ditolak Umat Islam, Acara Majelis Lucu Indonesia di Semarang Batal

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Acara Rispo “Dewa Komedi Indonesia” yang sedianya akan digelar oleh Majelis Lucu Indonesia pada tanggal 4 November 2018 di Hotel Quest Semarang akhirnya dibatalkan pihak Hotel setelah mendapat  penolakan dari ormas Islam Semarang.

Kanit intel Polrestabe Semarang, AKP Slamet Purnomo melalui pesan WhatsApp kepada Forum Islam Ummat Semarang (FUIS) menyampaikan bahwa acara komedi yang akan digelar tersebut batal setelah mendapat penolakan dari ormas.

“Tolong sampaikan ke rekan FUIS untuk giat di Hotel Quest batal setelah kita sampaikan mau ada penolakan dari Ormas Islam,” bunyi pesan singkat yang diterima oleh FUIS, Sabtu (27/10/2018)

Terpisah, Humas FUIS Ustadz Danang Setyadi membenarkan hal tersebut. “Hotelnya sudah saya telepon dan acara majelis lucu yang rencana tangal 4 November memang sudah dibatalkan oleh pihak hotel quest,” ucapnya kepada Jurnalislam.com.

Sayangnya, lanjut Ustadz Danang, pihak hotel tidak memberikan alasan kenapa acara tersebut dibatalkan. FUIS sendiri menolak acara tersebut digelar di Semarang karena dalam menyajikan lawakan membawa-bawaAgama untuk bahan bercadaan.

“Ya dari kami memprotes karena mereka membawa agama sebagai bahan lawakan, ya itu kan penghinaan,” jelasnya.

Seperti pesan yang disampaikan FUIS sebelumnya yang juga beredar di Youtube, FUIS akan mendatangi Hotel Quest jika acara tetap dijalankan.