Berita Terkini

Pangeran Arab: Khashoggi Islamis Berbahaya Seperti Anggota Ikhwanul Muslimin

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman menggambarkan kolumnis Jamal Khashoggi yang dibunuh sebagai seorang Islamis berbahaya dalam sebuah pembicaraan telepon dengan pejabat tinggi administrasi Donald Trump, Washington Post melaporkan Kamis.

Komentar itu dibuat selama panggilan telepon dengan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton dan penasihat senior presiden dan menantu laki-laki Jared Kushner sebelum Riyadh mengakui bahwa mereka membunuh Khashoggi, surat kabar itu melaporkan.

Bin Salman, penguasa de facto Saudi Arabia, berusaha menggambarkan Khashoggi sebagai anggota Ikhwanul Muslimin, sebuah kelompok Islam transnasional yang berasal dari Mesir yang telah menjadi fokus kritik bagi sebagian orang di pemerintahan Trump, termasuk Bolton.

Seorang pejabat Saudi membantah komentar itu.

Tapi, jika benar, komentar yang dilaporkan itu sangat kontras dengan pernyataan publik yang dibuat oleh kerajaan karena menghasilkan narasi bergeser atas hilangnya Khashoggi sebelum akhirnya mengakui dia dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul di tengah kecaman internasional.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan kepada Fox News bahwa kematian Khashoggi adalah “kesalahan besar” sekaligus meratapi hal itu sebagai “tragedi yang mengerikan.”

Baca juga:

“Ini adalah operasi di mana seseorang beraksi melebihi otoritas dan tanggung jawab yang mereka miliki. Mereka membuat kesalahan ketika mereka membunuh Jamal Khashoggi di konsulat dan mereka berusaha menutupi itu,” katanya.

Laporan telah mengindikasikan kerajaan itu berencana untuk menyalahkan kematian Khashoggi pada agen jahat sebelum akhirnya mengakui dia tewas di konsulat.

Arab Saudi belum menjelaskan peralihan narasinya tentang penghilangan Khashoggi, dan Riyadh tidak juga mengeluarkan jasadnya setelah beberapa laporan mengatakan ia dipotong-potong dalam fasilitas diplomatik.

Kantor Kejaksaan Istanbul mengatakan Khashoggi dicekik sampai mati “secara terencana” sesaat setelah dia memasuki konsulat guna mendapatkan dokumen untuk pernikahannya yang tertunda, menambahkan bahwa tubuhnya dibuang setelah dipotong-potong.

Para anggota parlemen senior AS, termasuk Senator Lindsey Graham, menolak saran ada tokoh selain bin Salman yang bisa memerintahkan operasi itu.

Islam Telah Mengajarkan Toleransi Sejak 14 Abad Lalu

Oleh : Ustadz Fuad Al-Hazimi, Majelis Syariah Jamaah Ansharusy Syariah

JURNALISLAM.COM – Mungkin banyak yang bertanya kenapa umat Islam tidak membalas hujatan dan hinaan dari umat agama lain? Padahal kalau mereka mau, sangat banyak doktrin dan keyakinan dalam agama selain Islam yang bisa dijadikan bahan olok-olok atau hujatan.

Jawabannya adalah :

“Karena Islam adalah agama yang sempurna sehingga tidak ada satu pun permasalahan dalam kehidupan manusia kecuali telah diatur dengan lengkap oleh Islam. Termasuk dalam masalah ini”

Soal toleransi telah diajarkan oleh Islam sejak 14 abad yang lalu. Allah Ta’ala Berfirman

يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ﴿١﴾ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦﴾

Artinya:
1). Katakanlah: Hai orang-orang kafir
2). Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
3). Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
4). Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
5). Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
6). Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku

Islam telah mengajarkan kepada umatnya untuk menghormati keyakinan orang lain di saat manusia belum mengenal apa itu toleransi

Bahkan Islam melarang memaksa manusia untuk masuk Islam, sebagaimana firman Allah

إِكْرَاهَ فِى ٱلدِّينِ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشْدُ مِنَ ٱلْغَىِّ

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat” (QS Al Baqarah 256)

Padahal saat itu pemaksaan agama adalah hal yang biasa. Kaum Yahudi terusir dari Palestina karena dipaksa masuk Kristen oleh tentara Romawi. Umat Katholik di Irlandia banyak yang dibakar hidup-hidup karena menolak masuk Kristen. Dan hal ini berujung pada peperangan selama ratusan tahun antara Inggris yang menganut agama Kristen Anglican dengan Irlandia Utara yang mayoritas beragama Katholik

Lalu kenapa kita tidak boleh membalas hinaan dan hujatan padahal bukan kita yang memulai ? Allah Aza Wa Jalla Berfirman :

وَلاَ تَسُبُّواْ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ فَيَسُبُّواْ اللّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Rabb merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.” (S Al An’am 108)

Demikianlah Islam mengajarkan kepada kita adab dan akhlak terhadap sesama manusia bahkan kepada mereka yang memusuhi Islam.

Namun ini bukan berarti Islam lemah dan tidak punya sikap tegas. Islam telah mengajarkan kepada kita ketegasan dalam mensikapi mereka dalam 2 bentuk :

Pertama : Tegas dalam menetapkan posisi dan status mereka

Sebagaimana dalam surah At Taubah 64 – 66 Alloh Ta’ala berfirman :

يَحْذَرُ الْمُنَافِقُونَ أَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِي قُلُوبِهِمْ قُلِ اسْتَهْزِئُوا إِنَّ اللَّهَ مُخْرِجٌ مَا تَحْذَرُونَ (64) وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

Artinya :

“Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Alloh dan rasul-Nya).” Sesungguhnya Alloh akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Alloh, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa”. (QS At Taubah : 64-66)

Kedua : tegas dalam memberikan sanksi kepada mereka jika Syariah Islam telah ditegakkan sebagai aturan perundang-undangan, sebagaimana sikap Rasulullah ahollalohu alaihi wasallam terhadap Ka’ab bin Asyraf yang menghina beliau dan kaum muslimin.

Ceritanya, setelah berita kekalahan kaum musyrikin Quraisy menghadapi pasukan Islam di dalam perang Badar sampai ke Madinah, maka Ka’ab berkata: ”Jika berita ini benar, maka berada di bawah tanah lebih baik bagi kami daripada di atasnya.”

Artinya, ia merasa dirinya lebih baik mati daripada hidup setelah kekalahan kaum kuffar Quraisy. Lalu Ka’ab bin Al-Asyraf membuat syair-syair berisi ratapan atas kekalahan kaum musyrikin tersebut.

Di dalamnya juga memuat hujatan terhadap Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan kaum muslimin. Lalu pergilah ia ke Mekkah untuk menampilkan puisinya dan turut berduka cita bersama kaum musyrikin Mekkah. Bahkan kaum muslimat juga ia lecehkan di dalam syairnya. Maka Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kemudian bersabda:

من لبكعب بن الأشرف فإنه قد أذى الله و رسوله

”Siapakah yang mau menangani Ka’ab bin Al-Asyraf karena ia sungguh telah menyakiti Allah dan Rasul Nya?”

Muhammad bin Al-Maslamah radhiyallahu ‘anhu, salah satu dari orang-orang Ansar dari suku Aus berkata: ”Saya akan melakukannya Wahai Rasulullah..! Apakah Anda ingin saya untuk membunuh dia?”.

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjawab: ” Ya!”

Islam mengajarkan agar kita menghormati keyakinan orang lain dan melarang kita menghina keyakinan mereka. Namun Islam mengajarkan pula ketegasan dalam menyikapi mereka yang berani menghujat atau mengolok-olok aqidah dan keyakinan kita.

Penghujan di Depan Mata, Alhamdulillah Warga Sulteng dapat Huntara

SIGI (Jurnalislam.com) – Musibah gempa dan tsunami yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah (Sulteng) meluluhlantakkan rumah dan bangunan yang sebelumnya berdiri kokoh. Warga yang memilih bertahan harus menghadapi situasi sulit hidup tanpa hunian layak.

Melihat keadaan sukar itu, lembaga kemanusiaan AQL Peduli berinisiatif membangun hunian sementara (huntara) guna meringankan beban yang dialami warga. Menurut Ketua AQL Peduli Edi Junaidi, huntara adalah salah satu kebutuhan mendesak di sana. Pasalnya, mendekati musim penghujan di bulan November warga setidaknya harus memiliki tempat berlindung yang cukup kokoh. Terlebih, di siang harinya cuaca teramat panas di Sulawesi.

Anak-anak yang tinggal di kampung setempat sedang bermain di area huntara yang tengah dibangun AQL Peduli di kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (1/11). FOTO: Nizar/INA

“Pembangunan sudah kita mulai sejak hari keempat. AQL Peduli turun membantu korban gempa di H+2 kejadian bencana. Huntara akan digunakan oleh para korban yang kehilangan tempat tinggalnya,” ungkap Edi kepada INA News Agency, saat ditemui di komplek Huntara AQL Peduli, Kamis (1/11/2018).

Saat ini, lanjut Edi, huntara tersebut dibangun di Desa Empanau, Kecamatan Biromaru, Sigi, Sulawesi Tengah. Material bangunan menggunakan kayu dan triplek.

Berkah Berjamaah

Menurutnya, rancangan hunian yang dibangun AQL Peduli cukup berbeda dari huntara pada umumnya. Selain bangunan untuk tempat tinggal, dibangun pula pemukiman yang di bagian
tengahnya berdiri sebuah masjid.

Selain itu, di pemukiman huntara yang diberi nama Kompleks Berkah Berjamaah itu dibangun pula madrasah, aula seluas 20×20 meter, klinik, taman bermain, kantor logistik AQL Peduli,
dapur umum, WC umum, dan warung. Semenjak Huntara dibangun, lanjut Edi, ada sekitar 100 kepala keluarga (KK) yang mendaftar tinggal. Karena hal itu, AQL Peduli menargetkan membangun 100 huntara dengan luas masing-masing 6×3 meter yang terdiri dari dua ruangan.

Proses pembangunan huntara dilakukan oleh para relawan yang bergotong-royong dengan warga.

Adapula lahan huntara diperoleh dari H. Ghazali, warga Petobo yang rumahnya terkena dampak gempa. Wakaf tanah diberikan dengan kesepakatan pemakaian satu tahun.

Madrasah di kompleks tersebut akan menghidupkan kegiatan belajar-mengajar, mengaji, dan kajian-kajian Islam. Untuk hiburannya, lanjut Edi, akan dibangun bioskop untuk menyuguhkan
film-film Islami bagi anak-anak dan lapangan olah raga.

Huntara AQL Peduli dijadwalkan akan diresmikan oleh KH. Bachtiar Nasir dan Bupati Sigi pada Jum’at (2/11). Rencananya, akan ada pula santunan sekaligus tabligh akbar yang diperkiarakan bakal dihadiri setidaknya 1.000 warga.

Reporter: Nizar Malisy | INA News Agency

Pers AS, Tubuh Khashogi Dilebur dengan Asam?

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Pers AS menyoroti penyelidikan Jaksa Kepala Istanbul Irfan Fidan tentang pembunuhan itu, menyoroti pertanyaan di mana tubuh Khashoggi berada.

The Washington Post, Kamis (1/11/2018) memuat berita utama, “Jaksa mengatakan Khashoggi dicekik dan dipotong-potong, tetapi nasib keberadaan tubuhnya masih menjadi misteri,” di mana dikatakan jaksa menjabarkan deskripsi paling rinci tentang bagaimana Khashoggi terbunuh.

“Tetapi informasi baru itu tidak menjawab pertanyaan yang membingungkan para peneliti dan menjadi bahan bagi spekulasi penuh kemarahan: Apa yang terjadi dengan jasad Khashoggi?” tulisnya.

Laporan itu mengungkapkan bahwa seorang pejabat senior Turki sedang mempelajari teori bahwa tubuh Khashoggi dilebur dengan asam, di suatu tempat di sekitar kediaman konsulat atau duta besar.

The New York Times mengatakan pembunuhan Khashoggi “telah meningkatkan ketegangan antara Arab Saudi dan Turki.”

“Para analis intelijen Barat dan para pejabat Turki telah menyatakan bahwa operasi itu tidak mungkin dilakukan tanpa persetujuan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pemimpin de facto Arab Saudi,” tulis surat itu.

Bin Salman telah mengirim al-Mujeb ke Istanbul, tetapi pernyataan Fidan mengatakan pembicaraan itu tidak konkrit.

Baca juga:

The Wall Street Journal memuat berita utama, “Jaksa Turki Mengkritik Kurangnya Kejelasan Saudi tentang Nasib dari Tubuh Jurnalis,” setelah pernyataan itu.

Dikatakan bahwa “pembicaraan di Istanbul gagal untuk memecahkan misteri apa yang terjadi pada jasad Jamal Khashoggi setelah dia dibunuh di konsulat.”

“Jaksa Saudi, yang mengundang jaksa Istanbul ke Riyadh untuk bekerja sama dalam penyelidikan itu, juga tampak menjauhkan diri dari komentar bahwa pembunuhan itu telah direncanakan,” tambah Journal.

Otoritas Saudi awalnya mengatakan mayat itu diberikan kepada “operator lokal,” klaim yang kemudian ditolak oleh al-Mujeb.

CNN mengatakan pernyataan jaksa Turki adalah “pernyataan paling jelas dari pihak berwenang Turki tentang” nasib wartawan yang terbunuh, yang belum ditemukan jenazahnya.

Media lain di AS, ABC News, mengatakan seorang jaksa Turki secara terbuka mengkonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa Khashoggi dicekik dan tubuhnya dipotong-potong.

Dikatakan pihak berwenang Turki telah meminta Saudi menjelaskan di mana mereka membuang tubuh Khashoggi tetapi tidak mendapat tanggapan.

The Associated Press mengatakan Turki menginginkan ekstradisi 18 tersangka dalam pembunuhan wartawan yang saat ini ditahan di Arab Saudi.

“Turki juga menekan Arab Saudi untuk informasi tentang siapa yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi dan lokasi jenazahnya,” kata laporan itu.

Media AS Kutip Pernyataan Turki atas Dimutilasinya Jurnalis Jamal Khashoggi

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Media Amerika menyoroti misteri keberadaan jasad jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, yang tewas di dalam kedutaan Saudi di Istanbul, menurut kantor kejaksaan, Kamis (1/11/2018), lansir Anadolu Agency.

Jaksa Turki mencatat pihak berwenang dari kedua negara telah mencapai kesepakatan bersama untuk melakukan penyelidikan menyeluruh, mengungkapkan semua rincian dan membawa pelanggar dan komplotan ke pengadilan.

“Dengan cara direncanakan korban Jamal Khashoggi dicekik sampai mati saat ia memasuki gedung Konsulat Kerajaan Turki-Saudi pada 2 Oktober 2018 guna mengurus prosedur untuk pernikahannya. Ia tewas, setelah dipotong-potong tubuhnya lalu dibuang – sekali lagi ini – sejalan dengan rencana,” kata Kantor Penuntut Istanbul mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Jaksa Agung Saudi Saud al-Mujeb, bersama dengan delegasi, pergi ke Turki pada 28 Oktober dan mengunjungi Kantor Penuntut Umum Kepala Istanbul pada 29 Oktober.

“Jaksa Saudi, yang mengundang jaksa Istanbul ke Riyadh untuk bekerja sama dalam penyelidikan itu, juga tampak menjauhkan diri dari komentar bahwa pembunuhan itu telah direncanakan,” tambah Journal.

Otoritas Saudi awalnya mengatakan mayat itu diberikan kepada “operator lokal,” klaim yang kemudian ditolak oleh al-Mujeb.

Baca juga:

CNN mengatakan pernyataan jaksa Turki adalah “pernyataan paling jelas dari pihak berwenang Turki tentang” nasib wartawan yang terbunuh, yang belum ditemukan jenazahnya.

Media lain di AS, ABC News, mengatakan seorang jaksa Turki secara terbuka mengkonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa Khashoggi dicekik dan tubuhnya dipotong-potong.

Dikatakan pihak berwenang Turki telah meminta Saudi menjelaskan di mana mereka membuang tubuh Khashoggi tetapi tidak mendapat tanggapan.

The Associated Press mengatakan Turki menginginkan ekstradisi 18 tersangka dalam pembunuhan wartawan yang saat ini ditahan di Arab Saudi.

“Turki juga menekan Arab Saudi untuk informasi tentang siapa yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi dan lokasi jenazahnya,” kata laporan itu.

Pakistan: Penista Nabi Dibebaskan, TLP Serukan Aksi Nasional Hari Jumat

KARACHI (Jurnalislam.com) – Kelompok-kelompok agama menyerukan aksi nasional pada hari Jumat atas dibebaskannya seorang wanita Kristen dari tuduhan penodaan agama ketika pembicaraan antara pemerintah dan para pemrotes terhambat pada Kamis (1/11/2018) hingga larut malam.

Allama Khadim Hussain Rizvi, pemimpin Muslim Sunni Tehreek e Labbaik Pakistan (TLP) yang baru muncul, mengumumkan kegagalan pembicaraan tersebut dalam tweet larut malam yang menyerukan kepada para pengikutnya “bersiap-siap untuk martir.”

“Pembicaraan kami dengan pemerintah telah gagal total. Akan ada aksi protes di negara itu pada hari Jumat,” kata Hussain, yang memimpin aksi di ibukota Islamabad, mengatakan dalam sebuah tweet.

Baca juga: 

Menurut Hussain, pihak pemerintah yang mengadakan pembicaraan dengan para pengunjuk rasa juga termasuk seorang pejabat senior agen mata-mata utama negara itu, Inter Services Intelligence.

Namun, tidak ada kata resmi mengenai kegagalan perundingan karena liputan TV dengan semena-mena tidak menyiarkan aksi protes atas perintah pemerintah dalam upaya untuk mendinginkan ketegangan yang meningkat.

Pada hari Kamis, ribuan orang memblokir jalan di seluruh Pakistan untuk memprotes pembebasan Mahkamah Agung atas Aasia Bibi, yang dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan distrik pada tahun 2010 karena menghujat Nabi Muhammad Saw.

Di Pakistan, menghujat Islam atau Muhammad adalah tindak kriminal yang dapat dijatuhi hukuman mati. Walaupun negara tidak pernah mengeksekusi siapa pun di bawah hukum, adanya tuduhan saja telah memicu protes massa dan kekerasan.

Konspirasi Politik Di Balik Pembakaran Bendera Tauhid

Oleh: AB LATIF (Direktur Indopolitik Watch)

Sudah hampir sepekan lebih kasus pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh Banser di Garut, Jawa Barat, menuai aksi protes dari berbagai elemen masyarakat. Aksi itu pun kian hari semakin membesar, bahkan tidak hanya di Indonesia, di beberapa negara pun melakukan aksi yang sama. Di tengah gelombang aksi yang luar biasa itu terbesit pikiran dimanakah para teroris yang dulu sempat booming? Apakah mereka tidak bergerak hatinya saat panji Rasulnya dibakar, inti ajarannya dihina dan dilecehkan? Jika mereka tidak tergerak hatinya, lalu sebenarnya teroris itu siapa?

Aneh bin ajaib memang, teroris dulu yang katanya ingin menegakkan syariat Islam, khilafah, dan berbendera tauhid, serta identik dengan Islam, tapi ternyata lenyap saat agamanya dilecehkan dan dinistakan. Jangankan aksi, kecaman pun tak terdengar di telinga dan bahkan keberadaannya pun tidak diketahui dimana. Hampir hilang sudah dan tak berbekas ketika propaganda teroris sudah tidak laku lagi. Dari sinilah dapat dipahami bahwa sebenarnya teroris adalah sebuah framing politik yang diciptakan untuk menfitnah Islam dan umatnya, lebih-lebih orang-orang yang berjuang untuk tegaknya Syariah dan khilafah. Karena jika benar teroris itu ada tentu akan marah besar ketika panjinya dibakar, agamanya dihina, dan dilecehkan.

Ketika sampai hari ini pun teroris itu tidak muncul, berarti dapat dipastikan bahwa “teroris” adalah sebuah konspirasi politik untuk menghadang kebangkitan Islam, menjauhkan umat dari Islam, dan membuat umat takut membela Islam. Begitu juga dalam kasus pembakaran bendera tauhid ini, bau konspirasi itu sangat menyengat. Ada upaya framing untuk mengkriminalkan bendera tauhid dan para pembawanya lebih-lebih HTI. Padahal apa yang mereka sampaikan dan tuduhkan sudah diklarifikasi oleh MUI dan juga Jubir HTI. Bahwah HTI tidak memiliki bendera sebagaimana dituduhkan. Hal ini bisa dibuktikan atau dilihat pada arsip AD/ART HTI yang ditujukan ke Kemenkuham saat perijinan. Begitu juga keputusan MUI yang menyatakan bahwa bendera yang dibakar adalah murni bendera tauhid.

Berdasarkan pengakuan pelaku pembakaran bendera ini, bahwa apa yang mereka lakukan adalah berdasarkan perintah dari struktur. Dan jika ditelusuri, memang perintah itu nyata adanya dan massif serta sama untuk seluruh cabang di negeri ini. Hal inipun diperkuat oleh pernyataan Menko Polhukam yang sangat tendensius bahkan seolah menjadi juru bicara dari ormas ini. Bahkan Menko Polhukam pun mengancam siapa saja yang mencintai bendera tauhid agar keluar dari Indonesia.

Dari beberapa peristiwa penistaan agama yang terjadi, selalu pelakunya dari orang-orang yang sama. Dari golongan yang sama, kelompok yang sama, dan itu-itu saja orangnya. Lihatlah bagaimana kasus Al-Maidah 51, orangnya siapa, partai apa, siapa pembela di belakangnya. Bagaimana kasus konde nusantara, siapa pelakunya, partai apa dibelakangnya, siapa pembelanya. Bagaimana larangan adzan dengan pengeras suara, siapa orangnya, partai apa, serta siapa pembelanya. Bagaimana pembelaan terhadap LGBT, siapa dibelakangnya, dari partai apa dan banyak kasus yang berkaitan dengan Islam, sudah dapat dipastikan orangnya itu-itu saja. Begitu juga dengan pelaku pembakaran bendera ini, tentu kita tahu dari kelompok mana, dan siapa yang ada dibelakangnya.

Dalam kasus ini, memang benar aparat kepolisian sudah menetapkan pelaku sebagi tersangka. Tapi itu bukan karena aksi membakar benderanya, justru yang dijatuhkan karena membuat kegaduhan nasional. Artinya jika pelaku tidak dijadikan atau ditetapkan sebagi tersangka, maka akan timbul gejolak masyarakat. Maka dari itu untuk meredam gejolak adalah dengan menetapkan sebagai tersangka.

Dengan penetapan tersangka yang menggunakan pasal 174 KUHP ini tentang membuat kegaduhan berarti mereka menganggap bahwa aksi pembakaran bendera tauhid bukanlah sebuah kesalahan. Yang membuat kesalahannya adalah telah membuat kegaduhan dalam skala nasional. Seakan ada pembenaran secara hukum perilaku pembakaran ini dan yang mereka salahkan adalah pembawa bendera. Dan inilah sebenarnya konspirasi mereka terhadap umat Islam.

Target politik dari dari konspirasi ini adalah : pertama, mempidanakan pembawa bendera. Tujuannya adalah agar tidak ada lagi orang yang membawa bendera tauhid. Artinya menciptakan phobi terhadap umat Islam untuk membawa bendera tauhid. Karena membawa bendera tauhid bisa anggap kriminal dan dapat dipidanakan. Dengan demikian maka akan mudah menjadikan HTI sebagai musuh Bersama negara karena yang sering membawa bendera ini adalah HTI. Ada keinginan kuat dari jajaran Menkopolhukam dan rezim untuk membubarkan dan mengkriminalkan HTI beserta simbul-simbulnya sejak kekalahan Ahok di pilkada Jakarta.

Target kedua adalah akan membuat takut siapa saja yang membawa bendera islam atau panji Rosulullah saw. Karena jika upaya mereka berhasil mengkriminalisasikan bendera ini, maka siapa pun yang membawanya akan dikenakan delik hukum dan dapat dipidanakan.

Target yang ketiga adalah akan menjerat pidana setiap aktifis yang berani membawa bendera Islam ini ketika sendirian atau dalam aksi. Mereka menggunakan cara mempersiapkan kader suatu ormas untuk mempersekusinya. Dari sini jelaslah apa yang menjadi target mereka dalam konspirasi ini. Maka dari itu umat harus bergerak untuk menghadang dan membongkar konspirasi jahat mereka terhadap islam. Jika rezim ini terus berkuasa, maka keadaan ini akan lebih berbahaya. Maka Haram bagi umat islam untuk memilih pemimpin yang anti Islam.

Haedar Nashir : Semangat NU dan Muhammadiyah Adalah Maju Bersama

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan, Muhammadiyah berkomitmen ingin membangun kerjasama yang lebih aktif lagi dengan berbagai komponen bangsa, termasuk Nahdlatul Ulama (NU).

“Karena ini adalah organisasi Islam yang tua dan ikut mendirikan bangsa, kami ingin hadir sebagai ummatan wasathan, umat tengahan yang tetap berkemajuan membangun keadaban. Semangat kita adalah maju bersama dan berbagi,” ujar Haedar dalam konferensi pers bersama PBNU di Gedung PP Muhammadiyah Jakarta, Menteng Jakarta Pusat pada Rabu (31/10/2018).

Membalas kunjungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada 24 Maret 2018 lalu, rombongan PBNU dipimpin oleh Ketua Umum Said Aqil Siradj mengunjungi PP Muhammadiyah.

“Ini semua tentang persaudaraan, kekeluargaan dan keakraban. Bahkan tadi kami menghadirkan dua hidangan Nasi Liwet Solo yang berkemajuan dan Nasi Kebuli Arab yang dinusantarakan,” celetuk Haedar Nashir disambut tawa oleh Ketua PBNU Said Aqil Siradj.

Di tengah suasana tahun politik yang tidak ideal, Haedar menyatakan pentingnya mengutamakan kebersamaan.

“Apalagi untuk ta’awun, Muhammadiyah dan NU memiliki usaha spesifik. NU punya pesantren, Muhammadiyah punya pendidikan umum. Sekarang sudah sama-sama bergerak. Muhammadiyah punya pesantren dan NU punya pendidikan umum, NU dan Muhammadiyah adalah organisasi besar yang segala gerak-geriknya akan menjadi rujukan. Kami percaya semua organisasi di Indonesia punya perhatian untuk membangun negara yang damai, kendati bukan berarti tanpa masalah,” tegas Haedar.

Menanggapi Haedar, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menekankan pentingnya Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama menjaga kepribadian umat Islam Indonesia yang dikenal ramah, pemaaf, toleran, terbiasa dengan perbedaan dan menjaga persaudaraan.

“Dari dulu NU dan Muhammadiyah menjaga karakter ini. NU dan Muhammadiyah berkewajiban mengawal ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathoniyah meski tidak ada yang meminta,” ujar Said Aqil.

KNKT : Kotak Hitam Kedua Masih Terus Dicari

LAUT JAWA (Jurnalislam.com) – Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Bambang Irawan mengatakan, kotak hitam yang ditemukan kemungkinan besar merupakan flight data recorder (FDR).

Kotak hitam lainnya, yang berisi cockpit voice recorder (CVR), akan terus dicari dan dievakuasi.

“Kemungkinan besar ini adalah FDR, sedangkan CVR itu yang masih kami cari yang berisi percakapan terakhir antara pilot dan kopilot,” ujar Bambang di Kapal Baruna Jaya I yang ada di atas perairan Karawang, Laut Jawa, Jawa Barat, Kamis (1/11/2018) lansir Republika.co.id.

Kotak hitam berisi FDR tersebut ditemukan oleh prajurit Batalion Intai Amfibi (Taifib) Marinir TNI Angkatan Laut (AL) Sertu Hendra sekitar pukul 10.15 WIB. Menurut Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi, tim SAR gabungan akan terus melakukan pencarian dan evakuasi kotak hitam lainnya, yang berisi CVR.

Area pencarian kotak hitam kedua tersebut ditandai dengan empat jangkar yang diturunkan dari kapal milik Pertamina, kapal yang bisa berdiam di atas air. Proses pencarian dilakukan dengan penurunan remotely operated vehicles (ROV) terlebih dahulu dan melakukan penandaan di lokasi yang diduga terdapat kotak hitam tersebut.

“Penyelam bisa diarahkan ke tempat tersebut karena sampai sekarang pun itu arus cukup deras di bawah. Penyelam kita agak kesulitan. Mudah-mudahan ini semakin terang dan mempercepat proses sehingga menjadikan keluarga dan kita semua bisa diketahui penyebabnya,” kata Syaugi.

Di samping itu, lanjut dia, tim SAR gabungan juga menemukan bagian pesawat yang lebih besar dari yang sebelum-sebelumnya ditemukan. Ia memprediksi bagian tersebut merupakan bagian kulit badan pesawat dengan panjang sekitar 1,5 meter dan lebar 0,5 meter.

“Sebetulnya ada barang yang lebih besar lagi, cuma kami belum bisa angkat karena cukup berat,” tuturnya.

Sumber: Republika

 

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Siapkan Sistem E-Learning

SOLO (Jurnalislam.com)- Bertempat di Aula Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta adakan In House Training (IHT) dalam rangka Peningkatan TIK guru kelas 1-3 sebanyak 16 guru.

“Sebagai Sekolah Rujukan pada tahun 2018, Kami selalu bergerak selangkah lebih maju dalam hal pelayanan dan inovasi dalam proses kegiatan belajar dan mengajar,” kata , Wakil Kepala Bidang Humas, Jatmiko beberapa waktu lalu.

Ia juga mengatakan bahwa mereka menggunakan 2 narasumber yaitu, Jaka Prasetya, dan Lilik Haryono, untuk mengeksplorasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi di lapangan yang berkaitan dengan peningkatan efektifitas proses pembelajaran, sehingga dapat diformulasikan solusi pemecahannya secara bersama-sama.

Jaka Prasetya, S.Si, Menyampaikan IHT Tahap 1 di pelajari tentang pembuatan bahan ajar berbasis WEB yaitu Executable HTML dan pembuatan bahan ajar dengan video scribe (sparkol).

Juga dibahas pembuatan soal berbasis web, dan menyiapkan program 2 lainnya yang akan mendukung pendidikan di abad 21 ini, harapannya pembelajaran akan lebih menyenangkan dan interaktif,” Katanya.