Berita Terkini

Terkait Kasus Khashoggi Rencana Kunjungan Pangeran Arab di Protes Warga Tunisia

TUNISIA (Jurnalislam.com) – Beberapa serikat dan kelompok masyarakat sipil Tunisia menyerukan aksi protes terhadap rencana kunjungan Pangeran Mahkota Saudi Muhammad bin Salman (MBS), dengan alasan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Demonstrasi itu direncanakan akan digelar pada hari Senin (26/11/2018) pukul 5 sore (1600 GMT) di pusat Tunis, dan diselenggarakan oleh National Union of Tunisian Journalists dan beberapa LSM serta organisasi masyarakat sipil.

Protes lain – yang diselenggarakan oleh badan mahasiswa – direncanakan digelar pada Selasa pagi di Tunis dan kota Sfax.

Arab Saudi telah menghadapi kritik global yang kuat atas pembunuhan kritikus Khashoggi di konsulat Istanbul pada 2 Oktober.

Baca juga:

Jasadnya dilaporkan terpotong-potong dalam operasi “rahasia”, menurut Arab Saudi, tetapi analisis CIA yang bocor ke media AS mengarah pada Pangeran Muhammad bin Salman.

“(Katakan) Tidak untuk penodaan Tunisia, negara revolusi (No to the desecration of Tunisia, country of the revolution)” isi tulisan spanduk besar yang ditampilkan selama akhir pekan di serikat wartawan, yang menggambarkan seorang pria berpakaian tradisional Saudi memegang gergaji dengan punggungnya menghadap ke kamera.

Dalam sebuah surat terbuka untuk presiden Tunisia, persatuan wartawan itu mengecam “kunjungan putra mahkota Saudi, yang merupakan bahaya bagi keamanan dan perdamaian kawasan dan dunia, dan ancaman nyata terhadap kebebasan berekspresi”.

Kedatangannya, kata serikat itu, akan menjadi “pelanggaran mencolok terhadap prinsip-prinsip revolusi kita”.

Gerakan kebangkitan Tunisia tahun 2011 menggulingkan diktator lama Zine El Abidine Ben Ali dan memicu Arab Spring.

Putra mahkota Saudi ini sedang melakukan tur asing pertamanya sejak peristiwa Khashoggi meletus, singgah di UEA dan Bahrain sebelum Tunisia.

Soal Dugaan Korupsi Kemah Pemuda, HNW : Polri Jangan Buat Framing

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) mengaku heran atas pernyataan kepolisian yang menyebut adanya kerugian negara dalam kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia tahun 2017 silam. Padahal, katanya, Badan Pemeriksaan Keuangaan (BPK) tidak pernah mengaudit terkait dugaan adanya penyimpangan dana kegiatan tersebut.

“Sudah sangat jelas bahwa BPK menyatakan kalau dinyatakan Bang Dahnil atau Pemuda Muhammadiyah dianggap merugikan keuangan negara, BPK menyatakan tidak ada penilaian dari BPK yang mengatakan kerugian negara,” katanya saat ditemui Jurnalislam.com usai pembukaan Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah di Gedung Sportorium UMY, Senin (26/11/2018).

“Bahkan belum ada permintaan audit, bahkan Menteri Pemuda dan Olahraga mengatakan bahwa masalah keuangan itu tidak ada masalah dan beres semuanya dan bahkan beliau kaget ketika diperiksa,” sambung HNW.

Lebih lanjut, HNW meyakini publik sudah sangat cerdas dalam memandang kasus yang menimpa Dahnil itu. Ia menambahkan, belum dipanggilnya GP Anshor dalam kasus tersebut semakin menunjukan ketidakadilan aparat kepolisian dalam menangani dugaan penyimpangan anggaran kegiatan itu.

“Jadi menurut saya publik juga sudah sangat cerdas ya dan sudah kritis dengan mengatakan bahwa yang berfoto itu bertiga kenapa yang selalu dikejar-kejar Bang Dahnil dan Pak Nahra,” paparnya.

“Sekali lagi basis untuk mengejarnya juga sudah sangat sunyir, kalau tadi kegiatan ada kerugian negara yang memberikan kewenangan untuk menentukan itu adalah BPK dan BPK tidak pernah menyatakan seperti itu,” katanya.

Untuk itu, ia mendesak aparat kepolisian untuk menghentikan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang tidak bersalah.

“Jadi menurut saya hendaknya polisi betul-betul melakukan penegakan hukum itu basisnya adalah pada penegakan hukum dan bukan framing, bukan kriminalisasikan, dan dibawa kepada politisasi,” pungkasnya.

Pidato Terakhir Dahnil : Tauhid, Ilmu, dan Amal Adalah Senjata Pemuda Muhammadiyah

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com)–  Dahnil Azhar Simanjuntak menyampaikan pidato terakhirnya sebagai Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah dalam Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta, Senin (26/11/2018). Dalam kesempatan itu, Dahnil menjelaskan tiga senjata Pemuda Muhammadiyah.

“Satu tauhid yang murni, dua ilmu yang tinggi, tiga amal yang banyak. Jadi bila kader Muhammadiyah ini ditanya apa senjatanya maka jawabannya adalah tauhid, ilmu dan amal,” ungkapnya di hadapan puluhan ribu peserta muktamar.

“Dalam bahasa yang lain HOS Tjokroaminoto menyampaikan bahwa kader Islam harus mempunyai 3 hal yakni, murni tauhidnya, tinggi ilmunya serta sepintar-pintarnya siasahnya,” imbuh Dahnil.

Dahnil juga berterima kasih kepada Muhammadiyah yang telah membawanya hingga saat ini. Ia mengisahkan, ketika masa SMPnya ia bersekolah secara gratis di sekolah Muhammadiyah.

“Ketika saya kehilangan harapan, Muhammadiyah datang memberikan harapan dan saya berharap Muhammadiyah terus memberikan suluh kepada seluruh anak bangsa,” ujarnya.

Dahnil berpesan kepada seluruh kader Pemuda Muhammadiyah untuk terus konsisten merawat semangat ta’awun dan menggembirakan Indonesia.

“Dan saya ucapkan terima kasih dan ucapan pamitan saya sebagai ketua Pemuda Muhammadiyah,” tandas Dahnil.

Dihadiri Sultan dan Wapres, Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta Resmi Dibuka

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah bertajuk ‘Menggembirakan Dakwah Islam Memajukan Indonesia’ resmi dibuka di Gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogjakarta (UMY), Senin (26/11/2018) siang.

Pembukaan Muktamar dihadiri Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar Simanjuntak, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Ketua Umum Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir, dan Gubenur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwana X.

Dalam sambutannya, Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap muktamar kali ini dapat menghasilkan sosok pemimpin yang kedepan bisa berkontribusi kepada umat dan bangsa.

“Tentu harapan kita semua Muktamar ini tentu disamping mengevaluasi yang dilakukan pengurus sebelumnya juga merancang untuk masa depan,” ungkapnya.

Ketua Pelaksana Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah, Virgo menjelaskan, selain pemilihan ketua Pemuda Muhammadiyah yang baru, Muktamar tersebut juga akan menjadi langkah awal Pimpinan Pemuda Muhammadiyah yang baru dalam melaksanakan program-programnya.

“Muktamar ini harus bermartabat dan pilih pemimpin harus tidak ada intervensi dari pihak siapapun, dan pimpinan yang terpilih nanti juga yang berintegritas dan bertanggungjawab,” katanya kepada Jurnalislam.com usai pembukaan muktamar, Senin (26/11/2018).

“Agenda pertama laporan bertanggungjawaban pimpinan pusat periode 2014-2018, yang kedua menentukan arah kebijakan program pimpinan pusat periode 2018-2022,” sambungnya

Muktamar yang diikuti oleh 12.000 kader Pemuda Muhammadiyah dari seluruh Indonesia ini akan berlangsung hingga hari Rabu (28/11/2018).

MUI Godok Fatwa Soal Denda Bank

JAKARTA — Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) telah menggelar Sidang Tahunan atau Ijtima Sanawi pada 8 sampai 9 November lalu. Kegiatan tersebut bertujuan menguatkan ekonomi syariah melalui lembaga internal DSN.

Anggota DSN MUI Oni Sahroni menjelaskan, setelah sidang tersebut, DSN tengah menyiapkan beberapa fatwa. “Di antara bahasan yang sedang dibahas oleh DSN adalah biaya riil,” ujarnya lansir Republika, Ahad (25/11).

Ia menjelaskan, jadi misalnya saat ada nasabah yang menunda-nunda pembayaran, maka bank berhak meminta ganti rugi. “Nah ganti ruginya harus sebesar biaya riil,” kata Oni.

Besaran biaya riil itu, kata dia, akan dijelaskan dalam fatwa yang tengah dibahas DSN ini. Tidak hanya soal biaya, fatwa tersebut juga akan memuat parameter serta kriterianya.

“Misalnya terkait strukturisasi, itu kan tidak boleh menambah margin tapi boleh minta ganti rugi. Ganti ruginya harus sebesar biaya riil, berapa besarannya? Nah makanya itu dibuat fatwa ini,” tutur Oni.

Dirinya menegaskan, fatwa tersebut sebagai rambu-rambu bagi bank syariah. Terutama untuk menentukan besaran biaya riil.

Sementara, Sekretaris Bidang Bisnis dan Wisata DSN MUI Moch Bukhori Muslim menambahkan, tidak ada fatwa baru untuk sektor bisnis. “Yang terkait bisnis riil tidak ada,” katanya kepada Republika, Ahad (25/11).

Perlu diketahui, dalam Ijtima Sanawi pada awal November lalu, Ketua Umum non-aktif MUI yang juga Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI KH Ma’ruf Amin mengatakan, DSN harus terus melakukan penguatan di dalam menguatkan. “Kita memulai dari sesuatu yang tidak ada, dari semangat yang kita sebut dengan memasyaratkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat,” katanya.

sumber : republika.co.id

 

Bertemu Menpora, Dahnil Diminta Cari Pihak yang Polisikan Dirinya

SURABAYA (Jurnalislam.com) — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengaku sudah bertemu dengan Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. Pada pertemuan tersebut juga dibahas mengenai bergulirnya kasus dugaan korupsi kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia tahun anggaran 2017.

“Saya gak tahu, tapi Bang Dahnil sudah menyampaikan kepada saya, bahwa ini mungkin atmosfer yang terjadi menjelang Muktamar Pemuda Muhammadiyah,” kata Imam ditemui di Surabaya, Ahad (25/11).

Imam pun mengaku sudah meminta Dahnil untuk mencari tahu siapa pelapornya, dan apa motif dibalik pelaporannya tersebut. Karena ini menjelang Muktamar Pemuda Muhammadiyah, Imam tidak ingin muncul tuduhan atau muncul suatu isu yang tidak penting untuk dipublikasikan.

“Yang paling penting cari pelapornya dulu, motifnya apa di balik ini semua. Kalau motifnya internal, tapi kenapa kemudian kok dibesarkan seperti sekarang,” ujar Imam.

Imam kembali menegaskan, berdasarkan obrolannya dengan Dahnil Anzar, kasus tersebut dibesar-besarkan diduga berkaitan dengan akan digelarnya Muktamar Pemuda Muhammadiyah. Tujuannya untuk menjegal salah satu calon dan mendorong calon yang didorong pihak lainnya.

“Yang pasti silahkan tanya Pak Dahnil. Pak Dahnil kemarin sudah membuka file kepada saya, memang menjelang Muktamar Pemuda Muhammadiyah ini ada calon yang didorong oleh pihak lain,” kata Imam.

Kasus ini bermula dari klaim polisi tentang adanya laporan sejumlah pihak yang mengaku mengetahui secara langsung penggunaan anggaran kegiatan yang menggunakan dana APBN Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) RI tahun anggaran 2017 tersebut. Laporan tersebut menjadi dasar polisi untuk melakukan penyelidikan hingga penyidikan kasus ini.

sumber: republika

Sesuai Prosedur, Menpora Heran Mengapa Polisi Kasuskan Dahnil

SURABAYA (Jurnalislam.com) — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengaku sudah bertemu dengan Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

Pada pertemuan tersebut juga dibahas mengenai bergulirnya kasus dugaan korupsi kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia tahun anggaran 2017.

Imam merasa kasus tersebut tidak semestinya bergulir lantaran tidak ada yang salah dalam pendanaan kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia.

Bahkan saat diaudit oleh BPK, tidak ditemukan adanya penyelewengan dana dalam kegiatan tersebut.

“Semua sudah sesuai prosedur dan nyatanya dana pun sudah diberikan, baik kepada Pemuda Muhammadiyah, maupun kepada Gerakan Pemuda Anshor, dan semua sudah dipertanggungjawabkan. Dulu pemeriksaan waktu itu tidak ada apa pun dari BPK. Kemudian tiba-tiba sekarang menjelang Muktamar Pemuda Muhammadiyah muncul isu seperti itu,” kata Imam.

Kasus dugaan penyelewengan dana kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia tahun anggaran 2017 tiba-tiba ramai setelah dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan.

Di tingkat penyidikan, polisi telah memanggil Dahnil Anzar, dan ketua panitia acara kemah Ahmad Fanani.

Kasus ini bermula dari klaim polisi tentang adanya laporan sejumlah pihak yang mengaku mengetahui secara langsung penggunaan anggaran kegiatan yang menggunakan dana APBN Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) RI tahun anggaran 2017 tersebut. Laporan tersebut menjadi dasar polisi untuk melakukan penyelidikan hingga penyidikan kasus ini.

sumber: republika.co.id

 

PDIP Siapkan Langkah Hukum kepada Penuduh Keluarga Jokowi PKI

PANGANDARAN (Jurnalislam.com) — PDI Perjuangan (PDIP) mengancam akan mengambil langkah hukum terkait isu yang dikaitkan dengan calon presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hasto menyebutkan seperti isu keterkaitan Jokowi atau keluarganya  dengan PKI. Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam rangkaian Safari Kebangsaan tahap kedua di Pangandaran, Ahad (25/11), mengatakan hal tersebut dilakukan untuk pendidikan politik.

“Tentu bagi mereka yang menyebarkan hoaks dan fitnah, bukti-bukti ada, kemudian kami laporkan ke polisi,” ujar Hasto.

Jalur hukum disebutnya jalan yang paling bermartabat dan berkeadilan untuk memberi efek jera pada penyebar hoaks. Terkait pernyataan Presiden Jokowi menabok penyebar hoaks, dijelaskan Hasto hal tersebut berkaitan dengan mengambil langkah hukum.

“Pernyataan Pak Jokowi untuk menabok tentu saja dengan jalan hukum. Itu tidak bisa dipandang remeh, itu adalah racun bagi demokrasi. Itu adalah hoaks dan fitnah,” ucap Hasto.

Kata-kata keras dari Jokowi disebutnya merupakan upaya untuk mengingatkan berbagai pihak, bahwa pemilu merupakan tanggung jawab bersama karena pemilu mencerminkan peningkatan peradaban.

Hasto menegaskan, kata-kata keras yang dilontarkan Jokowi bukan merupakan kampanye negatif, melainkan untuk saling mengingatkan agar tidak mengorbankan pemilu dengan mengumbar kebencian.

“Pemilu jadi sarana demokrasi rakyat untuk mencari pemimpinnya. Itu yang diingatkan Pak Jokowi dengan kata-kata yang keras. Mumpung kita masih punya waktu beberapa bulan ke depan,” ujar dia.

Jokowi dalam sambutannya saat penyerahan sertifikat tanah di Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, Jumat (23/11), mengungkapkan keprihatinannya pada saat memasuki tahun politik yang cenderung tersebar fitnah, beredar kabar bohong dan saling hujat melalui media sosial. Presiden juga geram akan adanya fitnah yang menyebarkan dirinya terkait PKI.

“Fitnah-fitnah seperti itu. PKI itu dibubarkan 1965-1966. Lahir saya itu tahun 61, berarti umur saya baru empat tahun. Lah kok bisa diisukan Presiden Jokowi aktivis PKI,” katanya.

sumber: republika.co.id

 Kader Hidayatullah Komitmen Rutinkan Baca Qur’an hingga Shalat Malam

BALIKPAPAN (Jurnalislam.com) – Silaturahmi Nasional (Silatnas) Hidayatullah yang dimulai sejak Kamis (22/11/2018) lalu di Pondok Pesantren Hidayatullah Induk, Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, telah berakhir pada Ahad (25/11/2018) sore tadi.

Ketua Stering Commitee Kepanitiaan, Ustad Tasyrif Amin, menyebut seluruh rangkaian acara yang menghadirkan ribuan peserta yang merupakan kalangan dai dari sejumlah provinsi, telah berjalan sesuai dengan agenda perencanaan.

“Alhamdulillah, bapak Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla, hadir membuka acara. Ustad Bachtiar Nasir, Profesor Din Syamsuddin, tokoh dari Turki, Qatar dan Rohingya, semuanya datang,” ujarnya di depan jamaah usai shalat Dluhur di Masjid Agung Ar Riyadh Hidayatullah.

Ustad Tasyrif pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta, tamu dan undangan Silatnas, apabila ada sesuatu yang dirasa kurang berkenan dalam hal pelayanan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

Pada sesi penutupan, jajaran pimpinan ormas Hidayatullah, masing-masing Ustad Abu Ala, Ustad Abdul Mannan, serta KH Abdurrahman Muhammad, secara bergantian naik ke atas mimbar menyampaikan tausiyah dan pesan bernilai penguatan dakwah kepada para dai Hidayatullah.

Kyai Abdurrahman mengatakan, penguatan dakwah itulah yang menjadi kenang-kenangan sekaligus bekal kepada para dai Hidayatullah untuk dibawa kembali ke medan dakwah tempat mereka membina dan membimbing ummat agar lebih mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Adapun Ketua Umum Hidayatullah, Ustad Nashirul Haq, tampil membacakan Piagam Gunung Tembak, sebuah komitmen ketaatan yang dicetuskan pada Silatnas Hidayatullah lima tahun lalu, serta Gerakan Nawafil Hidayatullah, yang lagi-lagi merupakan komitmen ketaatan juga, yang dirumuskan dan dihasilkan pada Silatnas tahun ini.

Poin-poin Gerakan Nawafil Hidayatullah yang dibacakan Ustad Nashirul itu diikrarkan juga oleh ribuan kader laki-laki dan perempuan yang memadati ruang masjid lantai 1 dan 2. Mereka semua berdiri dan mengikuti apa yang diucapkan Ustad Nashirul.

Di antara poin Gerakan Nawafil Hidayatullah itu, yakni setiap kader Hidayatullah wajib memakmurkan masjid,
membaca kita suci Alqur’an setiap hari sebanyak satu juz, rutin mendirikan shalat malam dan membaca wirid pagi dan petang.

“Mari kita membangun komitmen untuk bersama-sama mewujudkan komitmen itu,” tutur Ustad Nashirul.

Alumnus Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia, itu menyebutkan bahwa pelaksanaan atau realisasi dari semua poin yang menjadi komitmen seluruh kader Hidayatullah itu sebenarnya mudah, namun yang berat adalah konsistensi atau istiqomahnya.

Sehingga, Ustad Nashirul pun meminta kepada jamaah Hidayatullah untuk membiasakan dan menyiasati.

“Misalnya dalam membaca Alqur’an satu juz satu hari, bisa mempergunakan kesempatan sebelum dan sesudah shalat fardhu hingga mampu menyelesaikan satu juz sehari,” ucapnya.

Laporan : Irfan

Unik, Ini Cara Lidmi Bangkitkan Semangat Shalat Subuh Berjamaah di Posko Pengungsian

PALU  (Jurnalislam.com)– Strategi unik dijalankan oleh Pimpinan Daerah Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PD Lidmi) Palu di posko pengungsian Lapangan Mister, Kelurahan Tipo, Palu, Sulawesi Tengah, untuk mengajak warga pengungsian meramaikan kegiatan Shalat Subuh berjamaah, Ahad (25/11/2018).

Strategi yang digunakan adalah dengan menyediakan sarapan pagi berupa bubur kacang hijau hangat kepada warga yang menghadiri shalat Subuh berjamaah di Musholla darurat yang didirikan.

Suguhan sarapan pagi ini digelar setelah Tausiyah subuh yang disampaikan langsung oleh Ketua Lidmi Palu, Ahmad Muslimin.

Tausiyah berjalan 30 menit dengan mengajak warga untuk mentadabburi Nama dan Sifat Allah taala.

“Bapak dan Ibu, diantara nama Allah taala adalah Ar-Rahman dan Ar-Rahim yang berarti Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Maha pengasihnya Allah taala adalah kasih yang diberikan kepada seluruh makhluknya, baik ia manusia, hewan maupun tumbuhan. Baik ia beriman kepada Allah atau tidak,” jelasnya.

Sedangkan Ar-Rahim atau Maha Penyayangnya Allah, lanjut Ahmad, berlaku hanya kepada orang-orang pilihan Allah taala.

“Maka mari ibu dan bapak sekalian, kita berupaya menjadi orang-orang pilihan yang akan mendapatkan Ar-Rahimnya Allah taala. Maka di momen Shalat subuh ini, kita rebut pilihan Allah taala dengan tampil sebagai HambaNya yang taat dan selalu bertakwa,” pesannya.

Setelah mendengar tausiyah subuh, Tim Lidmi Peduli PD Lidmi Palu kemudian menyuguhkan bubur kacang hijau hangat Bersama hidangan sederhana kepada seluruh jamaah.

“Apa yang kami sajikan mungkin tidak seberapa, ala kadarnya dari kami, semoga menjadi sedikit penyemangat bagi kita semua,” pungkas Muhammad Ridho, relawan Lidmi Peduli, saat menutup Tausiyah Subuh dan mengajak warga untuk sarapan bersama.

Mengenai tujuan suguhan ini, Ridho mengatakan, untuk membina keakraban dengan seluruh warga yang berada di posko pengungsian, terutama bapak-bapak dan ibu-ibu, para orang tua yang mendiami posko.

“Pembinaan Alquran kepada anak-anak dan remaja sedang kami jalankan, maka kami mengharap dukungan dari orang tua mereka, bahkan pembinaan Alquran juga kami rencanakan kepada orang-orang tua tersebut,” ungkap Alumni Fakultas Hukum Universitas Tadulako 2013 ini.

Warga setempat, Ardi mengatakan, gempa dan tsunami yang menerjang warga di Kelurahan Tipo meninggalkan banyak hikmah. Namun menurut beliau, masih banyak warga yang belum bermuhasabah karenanya.

“Kejadian kemarin itu pak betul-betul luar biasa, seperti Kiamat. Allah ingin menunjukkan sebagian dari kuasanya. Maka terimakasih sekali sudah hadir untuk membantu kami untuk selalu ingat Allah, dengan kegiatan-kegiatan keagamaan,” pesannya.

Diantara program Lidmi Peduli yang dijalankan secara rutin di posko ini adalah dalam bidang dakwah dan Pendidikan, yakni permainan edukasi kepada anak-anak, pembinaan Alquran anak-anak dan remaja, serta Pendidikan Alquran Orang Dewasa (DIROSA).