Berita Terkini

Demo Kenaikan BBM di Paris Rusuh, 222 Pasukan Keamanan Terluka

PARIS (Jurnalislam.com) – Perkiraan kerusakan yang disebabkan oleh protes akhir pekan lalu yang diselengarakan oleh “ yellow vests (rompi kuning)” di ibukota Prancis Paris menentang pajak bahan bakar adalah sebesar € 3-4 juta ($ 3,4-4,5 juta), media lokal melaporkan pada hari Senin (3/12/2018).

Anne Hidalgo, walikota Paris, mengatakan kepada France 3, seorang penyiar lokal, bahwa dia memperkirakan kerusuhan yang terjadi pada hari Sabtu merugikan Paris “antara $ 3-4 juta euro.”

Ribuan pengunjuk rasa “rompi kuning” berkumpul di Paris dan beberapa kota lain untuk memprotes pajak bahan bakar minyak kontroversial yang ditetapkan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Demonstran, yang umumnya tinggal di daerah pedesaan karena harga sewa yang tinggi di kota-kota, meminta Macron untuk memotong pajak bahan bakar dan membuat pengaturan ekonomi untuk memudahkan hidup mereka.

Baca juga:

Polisi Prancis pada hari Sabtu menindak demonstran di sekitar Champs-Elysees yang terkenal di Paris dengan gas air mata dan meriam air.

Demonstran membakar sejumlah besar kendaraan dan tempat sampah serta melempari batu dan botol ke arah polisi.

Dalam kerusuhan, sedikitnya dua orang tewas, sementara 1.043 lainnya – termasuk 222 pasukan keamanan – terluka, dan sebanyak 1.424 orang ditangkap.

Menurut survei baru-baru ini, 84 persen orang Perancis – kebanyakan dari kelompok berpendapatan menengah – mendukung protes.

Selama setahun terakhir, harga bahan bakar di Prancis telah meningkat lebih dari 20 persen.

Sementara itu, Macron telah menunda kunjungannya ke Serbia akibat kerusuhan “ yellow vests ” di Prancis, Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengumumkan pada hari Senin.

Macron diperkirakan akan pergi ke Serbia pada 5 Desember tetapi dia menunda kunjungannya ke negara Balkan tersebut.

Dalam sebuah konferensi pers, Vucic mengatakan Macron mengatakan kepadanya melalui telepon bahwa ia telah menunda kunjungannya ke Beograd atas protes pajak bahan bakar yang sedang berlangsung di Perancis.

Habib Rizieq: Ada 5 Gerakan Sistematis Sedang Menghancurkan NKRI

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) mengatakan, ada lima indikasi gerakan sistematis dan terstruktur yang sedang menghancurkan kesatuan NKRI.

“Pertama pembiaran aliran sesat dan penodaan agama secara masif, bahkan para pelakunya dilindungi dan dibesarkan, padahal agama apapun tidak boleh dinista dan dinodai apalagi agama Islam yang merupakan agama rahmatan lil alamin,” katanya kepada jutaan massa aksi Reuni Akbar Mujahid 212 melalui teleconference (sambungan jarak jauh) di Monas, Jakarta, Ahad (2/12/2018).

“Kedua pembiaran kezaliman dan ketidakadilan yang meruntuhkan sendi-sendi penegakan hukum. Sehingga yang disukai rezim bebas melanggar hukum sedang yang tidak disukai dikerjai dengan merekayasa rekayasa,” imbuh HRS.

Nomor tiga menurut Rizieq adalah permasalahan ekonomi. Ia mengkritisi adanya pemberdayaan ekonomi neolib berdasarkan sistem untungkan penjajah asing dan aseng.

“Yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin, lapangan kerja dipelihara asing, nilai mata uang terus merosot, pasar rakyat dilibas habis oleh konglomerat kita, bahkan kaum cilik banyak yang kelaparan dan kekurangan gizi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pembiaran kemungkaran dan kemaksiatan seperti perdukunan, korupsi, pornografi, pornoaksi, prostitusi dan LBGT disebut HRS juga sebagai indikasi yang bisa merusak NKRI.

“Sehingga kemaksiatan seperti ini merajalela. Keterusan generasi bangsa secara menakutkan sekaligus mengundang bencana dimana mana. Inalillahi wa innailahi rojiun,” katanya.

Terakhir, Rizieq menyebut saat ini adanya tindak pembudayaan dan pelestarian kebohongan dalam pengelolaan negara.

“Ironisnya bohong dijadikan tradisi dan dipertontonkan secara massal, bahkan dalam soal kecil sekalipun harus bohong, rakyat terus dicekoki berita hoaks dan fitnah. Pernyataan-pernyataan yang penuh dusta dan bohong,” paparnya.

Untuk itu, ia mengajak seluruh umat Islam dan rakyat Indonesia untuk segera bersatu dan bahu-membahu dalam melakukan perbaikan dan perubahan yang lebih baik.

“Saudaraku seiman seakidah, saudaraku sebangsa dan setanah air, kondisi buruk dan situasi gawat ini harus segera dihentikan. Kondisi buruk yang sangat berbahaya ini harus segera di berhentikan tidak boleh dibiarkan,” pungkasnya.

Reuni Akbar Mujahid 212 Tertib dan Damai, Begini Apresiasi Ketua Fraksi PKS

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Reuni Akbar 212 yang telah berlangsung dengan lancar, rapi, tertib, aman dan penuh kedamaian.

“Umat kembali membuktikan betapa mereka sangat dewasa dalam berdemokrasi. Dengan jumlah massa jutaan yang diprediksi lebih banyak dari reuni sebelumnya, semua berjalan tertib dan aman. Bahkan, sekali lagi kita harus angkat topi, selesai acara Monas dan sekitar tempat acara kembali bersih tak ada sampah tersisa. Masya Allah,” katanya melalui rilis yang diterima redaksi Jurnalislam.com, Senin (03/12/2018).

Menurutnya, ini bukti nyata bahwa Reuni 212 bukan gerakan yang macam-macam seperti dikhawatirkan sebagian pihak, bukan gerakan bayaran, bukan gerakan yang bakal menganggu atau mengancam bangsa seperti ditiduhkan pihak-pihak tertentu secara tidak bertanggung jawab.

“Kita menyaksikan sendiri rakyat berbondong-bondong datang karena panggilan nurani dan semangat silaturahim. Siapa yang sanggup membayar untuk menghadirkan massa sebanyak itu?,” tanya Jazuli.

Untuk itu, lanjut Anggota DPR Dapil Banten ini, sudah selayaknya kita berikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir atas semangatnya, besarnya arti persaudaraan, dan kedewasaannya yang luar biasa dalam mencontohkan kepada bangsa ini bagaimana berdemokrasi yang rapi, tertib, aman dan damai.

Warna-warni Bendera Tauhid dan Merah-putih bersanding di aksi Reuni Akbar Alumni 212, Monas, Jakarta, Ahad (2/12/2018). Foto: Jajat/Jurnis

Sementara itu, kepada pemerintah Jazuli berpesan bahwa spirit 212 yang ditunjukkan oleh jutaan massa dari berbagai daerah, suku, bahkan lintas agama hari ini adalah modal sosial yang besar untuk kemajuan bangsa.

“Saya tegaskan lagi, spirit 212 sangat positif untuk mengokohkan keindonesiaan. Memberi pesan kuat bahwa rakyat khususnya umat Islam siap menjaga dan mengawal Indonesia sesuai nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Pemerintah harus menangkap pesan itu!,” pungkas Jazuli.

Reporter: Ally M Abduh

Orasi Ketua MPR di Reuni Akbar 212: NKRI Harga Mati Bagi Umat Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua MPR RI, Zulkifiki Hassan berorasi dalam Reuni Akbar Mujahid 212 di Monas, Jakarta, Ahad (2/12/2018).

Ia menyampaikan pesan kepada umat non muslim untuk tidak takut dengan umat Islam. Karena umat Islam lah yang telah memerdekakan dan mempersartukan bangsa ini.

“Percayalah, tidak usah khawatir dengan umat Islam. Umat Islam sudah hatam soal toleransi, persatuan itu harga mati bagi umat Islam. Karena Indonesia tidak akan pernah merdeka tanpa peran umat Islam,” katanya di hadapan jutaan massa Reuni Akbar Mujahid 212 di Monas, Ahad (2/12/2018).

Ia menjelaskan, tokoh Islam kembali menjadi peran dalam mengembalikan NKRI yang sempat menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) atas desakan kolonial pasca kemerdekaan.

“Pak Natsir (Mohammad Natsir-red) membuat Mosi Integral dan berhasil mengembalikan NKRI,” paparnya.

Oleh sebab itu, kata dia, jangan pernah meragukan kecintaan umat Islam kepada NKRI.

“NKRI sudah harga mati bagi Umat Islam tapi dengan syarat jangan diganggu. Marilah sayangi umat Islam, maka umat Islam akan menyayangi umat lainnya,” tutur Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Dalam kesempatan itu, Zulhass, sapaannya, juga mengimbau kepada peserta reuni 212 untuk menjadi pelopor pemilu yang damai.

“Saya berharap alumni 212 menjadi pelopor Indonesia dan pemilu damai, pemilu yang membawa kemajuan bagi indonesia,” ujarnya.

Selain itu, Zulhass juga mendoakan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab yang saat ini masih berada di Arab Saudi.

“Doa kita untuk imam kita, untuk guru kita Habib Muhammad Rizieq Bin Husein Shihab,” imbuhnya.

Reporter: Ally M Abduh

Pengadilan Israel Perintahkan Bebaskan Gubernur Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pengadilan Israel pada hari Ahad (2/12/2018)memerintahkan pembebasan bersyarat gubernur Yerusalem Adnan Ghaith, menurut seorang pengacara Palestina.

Mohamed Mahmoud mengatakan pengadilan juga memerintahkan pembebasan sembilan anggota kelompok Palestina Fatah.

Pembebasan bersyarat ini mencakup pengurungan rumah selama lima hari, melarang mereka masuk ke Tepi Barat selama dua pekan dan uang tebusan 1.000 shekel ($ 270), kata pengacara.

Menurut sumber yang sama, keputusan itu belum diterapkan.

Otoritas Israel belum mengomentari laporan itu.

Baca juga:

Ghaith ditahan pada 25 November oleh pasukan Israel untuk kedua kalinya dalam sebulan. Penahanannya terjadi tak lama setelah pemerintah Israel melarang Gubernur Yerusalem tersebut memasuki Tepi Barat yang diduduki selama enam bulan.

Bulan lalu, gubernur Yerusalem ditangkap oleh pasukan Israel dan ditahan di penjara selama dua hari sebelum dibebaskan.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Timur Tengah selama puluhan tahun, dengan Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang dijajah oleh Israel sejak 1967 – suatu hari akan berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina.

Hukum internasional terus memandang Yerusalem Timur, bersama dengan seluruh Tepi Barat, sebagai “wilayah penjajahan” dan menganggap semua pembangunan pemukiman Yahudi di sana sebagai ilegal.

Polisi Israel Dakwa PM Zionis Nentanyahu dengan Kasus Suap

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Polisi Israel pada hari Ahad (2/12/2018) merekomendasikan untuk mendakwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan istrinya karena suap, harian Israel Haaretz melaporkan.

Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan Netanyahu diduga menerima dan memberi suap karena ada kepentingan ketika ia memberikan bantuan kepada pemimpin media Shaul Elovitch, yang mengendalikan perusahaan telekomunikasi Bezeq Telecom Israel, sebagai imbalan atas liputan yang menguntungkan di situs berita perusahaan itu.

Polisi mengatakan menemukan bukti bahwa “Netanyahu dan orang-orang yang dekat dengannya secara blak-blakan ikut campur, kadang-kadang setiap hari, atas konten yang dipublikasikan di situs berita Walla, dan berusaha mempengaruhi penunjukan karyawan senior (editor dan wartawan), dengan menggunakan kedekatan hubungan mereka dengan Shaul dan [istrinya] Iris Elovitch.”

Polisi telah merekomendasikan dakwaan terhadap Netanyahu untuk korupsi dalam dua kasus lainnya.

Kasus pertama melibatkan produser Hollywood Israel Arnon Milchan, yang diduga diminta untuk membeli barang-barang mewah untuk Netanyahu dan istrinya.

Yang kedua berkaitan dengan dugaan kesepakatan – sekali lagi untuk liputan media yang baik – dengan Arnon Mozes, penerbit harian Yedioth Ahronoth yang berbahasa Ibrani.

Netanyahu membantah melakukan kesalahan.

Baca juga:

Dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad, perdana menteri Israel itu mengatakan rekomendasi polisi untuk mendakwa dia dan istrinya “tidak mengejutkan siapa pun, begitu juga waktu transparan dari pengumuman itu.”

“Rekomendasi ini diputuskan dan dibocorkan bahkan sebelum penyelidikan dimulai,” katanya.

“Rekomendasi polisi tidak memiliki legal standing. Baru-baru ini, pejabat yang berwenang secara total menolak rekomendasi polisi mengenai sejumlah tokoh masyarakat. Saya yakin bahwa pejabat yang berwenang, setelah mempertimbangkan masalah ini, akan mencapai kesimpulan yang sama dalam kasus ini juga – bahwa tidak ada apa-apa karena memang tidak ada apa-apa.”

Setelah Perjalanan dari Istanbul, Diplomat Indonesia Meninggal di Ibukota Turki

ANKARA (Jurnalislam.com) – Seorang diplomat Indonesia meninggal setelah sebelumnya menyatakan merasa tidak nyaman di bandara Ankara di Turki, kata seorang sumber diplomatik.

Sebastionus Sayoga Kadarisman, yang menjabat sebagai wakil duta besar di Kedutaan Besar Indonesia untuk Turki, melakukan perjalanan dari Istanbul ke Ankara, kata sumber itu, yang berbicara dengan syarat anonimitas kepada media.

Diplomat itu merasa tidak enak badan setelah tiba di Bandara Esenboga, di mana ia menerima pertolongan pertama dari paramedis.

Kadarisman meninggal setelah dibawa ke rumah sakit di Ankara.

Begini Kesepakatan Dagang AS dan China Disela-sela KTT G 20 Argentina

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden AS pada hari Sabtu (1/12/2018) setuju untuk tidak menaikkan tarif atas barang-barang yang diimpor dari China, Gedung Putih mengumumkan.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih, Presiden Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping mengadakan “pertemuan yang sangat sukses” selama sela-sela KTT G20 di ibukota Argentina.

“Mengenai Perdagangan, Presiden Trump telah sepakat bahwa pada 1 Januari 2019, ia akan menetapkan tarif atas produk senilai $ 200 miliar pada tingkat 10%, dan tidak menaikkannya menjadi 25% pada saat ini,” kata pernyataan itu.

Menjelang KTT G20, Trump menempatkan kegelisahan tambahan pada hubungan yang sudah tegang antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia dengan mengancam China dengan tarif yang ditingkatkan atas barang-barang Cina jika kesepakatan tidak tercapai.

“China akan setuju untuk membeli produk pertanian, energi, industri, dan produk lainnya yang belum disepakati, tetapi sangat besar, dari Amerika Serikat untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan antara kedua negara kita,” bunyi laporan tersebut.

Baca juga: 

Pernyataan itu mengatakan bahwa China setuju untuk mulai membeli produk pertanian dari petani AS “segera”.

Kedua pemimpin juga sepakat untuk memulai negosiasi perubahan struktural “sehubungan dengan transfer teknologi paksa, perlindungan hak milik intelektual, hambatan non-tarif, intrusi cyber dan pencurian cyber, layanan dan pertanian”.

Pernyataan itu mengatakan bahwa kedua negara sepakat untuk menerapkan transaksi ini dalam 90 hari ke depan.

“Jika pada akhir periode waktu ini, para pihak tidak dapat mencapai kesepakatan, tarif 10% akan dinaikkan menjadi 25%,” tambahnya.

Para pemimpin juga menyetujui hukuman bagi perusahaan Cina yang menjual obat penghilang rasa sakit sintetis yang kuat ke AS.

“Yang terpenting, Presiden Xi, dalam sikap kemanusiaan yang luar biasa, telah setuju untuk menunjuk Fentanyl sebagai Zat Terkendali (Controlled Substance) , yang berarti bahwa orang yang menjual Fentanyl ke Amerika Serikat akan dikenakan hukuman maksimum China berdasarkan undang-undang,” katanya.

Furanylfentanyl adalah analog dari fentanyl yang dijelaskan oleh Institut Nasional Penyalahgunaan Narkoba AS (the National Institute on Drug Abuse) sebagai analgesik opioid sintetis yang kuat, mirip dengan morfin tetapi 50 hingga 100 kali lebih kuat.

Zat ini digunakan untuk mengobati pasien dengan rasa sakit yang parah atau kondisi pasca-operasi tetapi juga terbuka untuk disalahgunakan.

Pernyataan itu menambahkan bahwa Trump dan Xi juga setuju “bahwa kemajuan besar telah dibuat sehubungan dengan Korea Utara” untuk Semenanjung Korea yang bebas nuklir.

KTT G20 di Buenos Aires, Erdogan: Pembunuhan Khashoggi adalah Masalah Dunia

ANKARA (Jurnalislam.com) – Pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, bukan masalah Turki saja, tetapi masalah seluruh dunia, kata presiden Turki pada hari Sabtu (1/12/2018).

Berbicara pada konferensi pers di KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki tidak pernah melihat pembunuhan Khashoggi sebagai masalah politik.

“Bagi kami, insiden ini adalah pembunuhan ganas dan akan tetap demikian,” kata Erdogan.

Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post, hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Pemerintah Saudi mengubahubah cerita mereka tentang pembunuhan itu, pertama-tama mengingkari bahwa pembunuhan itu terjadi, kemudian menyatakan bahwa pembunuhan itu tidak disengaja dan akhirnya merujuknya sebagai operasi jahat.

Turki telah menyerukan ekstradisi para pembunuh untuk diadili di Turki di mana kejahatan itu terjadi.

Baca juga: 

Pemimpin Turki mengatakan bahwa Ankara mengerahkan semua upaya sejak awal pembunuhan brutal Khashoggi.

Meskipun ada penolakan berulang dari pihak berwenang Saudi, pembunuhan itu terungkap berkat “pendirian” Ankara, tambahnya.

Dia menekankan bahwa baik dunia Islam maupun komunitas internasional tidak akan puas sampai mengungkapkan semua yang bertanggung jawab atas pembunuhan jurnalis itu.

Erdogan mengatakan Turki tidak pernah bermaksud untuk menyakiti Arab Saudi atau keluarga kerajaan Saudi.

“Kami percaya bahwa mengklarifikasi semua aspek pembunuhan dan mengadili semua pelaku juga merupakan kepentingan Arab Saudi,” kata presiden.

Mengenai Yaman, Erdogan mengatakan krisis di negara yang dilanda perang tersebut harus segera diselesaikan.

“Rasa sakit orang-orang Yaman harus diselesaikan sesegera mungkin. Kemerdekaan, kedaulatan, integritas teritorial dan persatuan Yaman pasti harus dilindungi,” Erdogan menekankan.

Diperkirakan 8,4 juta orang di Yaman berada dalam risiko kelaparan yang parah dan lebih dari 22 juta orang, atau 75 persen dari populasi, membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Yaman telah didera konflik sejak 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota, Sanaa.

Konflik meningkat pada 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Arab Sunni meluncurkan serangan militer yang bertujuan untuk membalikkan posisi Houthi di Yaman dan menopang pemerintah yang didukung Saudi.

Perang telah mengakibatkan ekonomi runtuh dan wabah kolera yang telah mempengaruhi lebih dari 1,1 juta orang.

Ahmad Dhani Berharap Tahun Depan 2 Desember Menjadi Hari Libur Nasional

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Musisi Ahmad Dhani berharap tanggal 2 Desember diresmikan menjadi hari ukhuwah Islamiyah umat Islam Indonesia dan menjadi hari libur nasional.

“Saya berharap tahun depan Prabowo presiden dan 2 Desember menjadi Hari Ukhuwah dan menjadi hari libur nasional, amin,” katanya kepada wartawan di kawasan Monas, Jakarta, Ahad (2/12/2018).

Pentolan band Dewa ini juga mengaku sudah resah dengan rezim saat ini yang berlaku tidak adil kepada rakyatnya khususnya umat Islam.

“Pada rezim ini ketidakadilan nyata-nyata dipamerkan, jadi memang harua segera diganti,” tegasnya.

Baca juga: 

Dhani terlihat hadir dalam acara Reuni Akbar Mujahid 212 di panggung utama. Dia duduk di samping Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon.