Berita Terkini

Paska Tsunami, 212 Mart Cilegon Jadi Toko Favorit Berbelanja Relawan

CILEGON (Jurnalislam.com) – 212 Mart Cilegon menjadi salah satu supermarket grosir favorit para relawan untuk berbelanja kebutuhan para pengungsi terdampak Tsunami Banten. 212 Mart merupakan minimarket yang berdiri pada tahun 2017 pasca adanya Aksi Bela Islam 212 pada tahun 2016 yang lalu.

Kebutuhan mendesak para pengungsi seperti Popok Bayi, Susu Bayi, mie instan, minyak telon, perlengkapan mandi hingga jajanan khas Banten tersedia di 212 Mart Cilegon yang terletak di Jalan Letjen Suprapto No. 25 D, Kota Cilegon itu.

Doni, salah satu kasir 212 Mart Cilegon mengatakan, paska bencana tsunami yang melanda Selat Sunda, banyak relawan yang datang untuk berbelanja kebutuhan para pengungsi.

“Sudah sejak hari ahad rame mas, rata rata mereka yang beli popok bayi, susu, minyak telon, mie instan,” katanya kepada Jurniscom, Selasa (25/12/2018).

“Yang beli rata rata relawan dari luar wilayah Banten,” sambung Doni.

Sementara itu, relawan Emergency And Crisis Response (ECR) yang sedang berbelanja di 212 Mart Kelik Subagyo mengaku bangga dapat berbelanja di 212 Mart, menurutnya, 212 Mart merupakan salah satu simbol kebangkitan dan persatuan umat.

“Alasannya yang pertama 212 Mart jadi saudara muslim kita, kedua harganya terjangkau, pelayanan baik, dan yang tak kalah penting 212 Mart ini tercipta karena gerakan kebangkitan umat Islam,” katanya.

Muslimah Bima Peduli Kecam Kezaliman Cina atas Muslim Uighur

BIMA (Jurnalislam.com) – Muslimah Bima Peduli (MBP) mengutuk dugaan diskriminasi Cina terhadap muslim Uighur di Xinjiang.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua MBP ketika mengikuti aksi solidaritas untuk Uighur rabu (26/12/2018) di Kota Bima.

Ketua Muslimah Bima Peduli Parmila menyatakan tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Cina terhadap umat Islam di Xinjiang itu sudah melewati batas kemanusiaan karena mereka sudah menindas kaum muslim minoritas di sana.

“Maka oleh karena itu kami juga mengutuk tindakan yang yang dilakukan oleh pemerintah Cina terhadap kaum muslim Uighur.”

Selain itu kami juga meminta pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas dalam menghadapi kebiadaban pemerintah komunis Cina serta secepat mungkin untuk harus menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut.

Kami juga akan terus menginformasikan kepada masyarakat terkait dengan kekejaman yang menimpa saudara muslim di Uighur, dimana mereka dipaksa agar tidak boleh melakukan ritual-ritual agama mereka bahkan mereka dipaksa untuk murtad dari agamanya.

Parmila juga menghimbau agar seluruh umat Islam agar terus berusaha untuk membantu saudara muslim di uighur apapun caranya, baik itu dengan berdo’a maupun berdonasi dengar harta.

Curah Hujan Tinggi, 500 Rumah di Labuan, Pandeglang Terendam Banjir

PANDEGLANG (Jurnalislam.com) – Sejumlah pemukiman warga di Kecamatan Labuan, Pandeglang direndam banjir setinggi 1 hingga 1,5 meter. Curah hujan yang tinggi disebut kepala BPBD Pandeglang Asep Rahmat sebagai penyebab terjadinya banjir.

Menurut pantauan tim Jurnalislam di Labuan, hujan sudah turun sejak Selasa (25/12/2018) pagi hingga menyebabkan sungai Cipunten Agung meluap ke pemukiman warga. Sebelumnya, wilayah pesisir Pandeglang juga menjadi salah satu wilayah yang terkena dampak Tsunami, Sabtu (22/12/2018) yang lalu.

“Benar banjir, air mulai masuk ke permukiman sejak dini hari tadi di beberapa titik di Kecamatan Labuan,” kata Asep Rahmat sebagaimana dikutip dari Merdeka.com Rabu (26/12).

Akses jalan raya Jendral Sudirman pun terpaksa dialihkan ke jalan Nasional III. Sementara ada 9 titik yang terkena dampak banjir itu. Diantaranya, Kampung Makui Dalam di Desa Kalang Anyar, Padasuka, Sukahati, dan Masjid di Desa Labuan.

Banjir di sejumlah titik di Labuan, Pandeglang

Sementara itu, Hamdan (29) warga Kampung Sukahati mengatakan, kampung Makui, Kecamatan Labuan menjadi titik terparah yang tergenang air luapan sungai Cipunten Agung.

“Ketinggian sampai ke lutut orang dewasa, yang terparah di kampung Makui, Labuan,” kata Hamdan.

Akibat banjir tersebut, sejumlah warga terlihat mengungsi di daerah yang lebih tinggi, tercatat sekitar 500 rumah warga terendam banjir dan 700 Kepala Keluarga mengungsi.

Dari Timur, Pemerintah Bima Kutuk Penindasan Muslim Uighur

BIMA (Jurnalislam.com) – Wakil walikota Bima, Fery Sofian ikut mengutuk tindakan penindasan yang dilakukan terhadap Muslim Uighur di Xinjiang Cina.

Pernyataan itu disampaikan ketika ia menerima massa aksi solidaritas untuk muslim Uighur oleh forum umat Islam (FUI) Bima di kantor walikota Bima, Rabu (26/12/2018).

“Kejadian di Uighur ini merupakan tragedi kemanusiaan, sebuah sikap yang biadab dengan menghancurkan seluruh umat Islam, dan tentunya juga melukai hati seluruh umat Islam di dunia,” katanya di kantor Walikota Bima.

“Oleh karena itu, pemerintah kota Bima juga ikut mengutuk kejadian yang menimpa saudara muslim di Uighur, Xinjiang, Cina,” tambahnya.

Ia mengatakan, sikap ini sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama muslim di Uighur. Sebab, umat Islam dimana pun berada tetap bersaudara.

“Maka apabila ada satu yang sakit maka semua umat Islam akan merasakan sakit, seperti itu jugalah yang dirasakan oleh kita sebagai umat Islam yang berada di Bima ketika ada saudara kita di Uighur yang sedang di sakiti,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengajak kepada seluruh umat Islam di kota Bima untuk senantiasa berdoa untuk keselamatan saudara di Uighur.

“Mari kita semua sebagai saudara seiman dan seakidah berdoa untuk keselamatan saudara kita di uighur, semoga Allah segera memberikan pertolongan dan keselamatan dari musibah yang menimpa mereka,” pungkasnya.

Derita Uighur dan Cerita Dokter Ernis di Xinjiang, Cina

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Masih hangat disetiap berita dunia maupun nasional tentang penderitaan muslim Uighur. Kali ini, ada seseorang yang ingin bercerita tentang bagaimana kondisi riil penindasan yang ditentang oleh dunia Internasional tersebut.

Adalah dr. Ernis (dokter rehabilitasi medik) yang memberikan kesaksian bagaimana besarnya penderitaan warga Muslim Uighur. Dia mengisahkan ketika dirinya tinggal di Cina tepatnya daerah Xinjiang karena untuk menjalani kursus terapi metode pengobatan akupuntur.

Ia menceritakan penderitaan ketika tinggal bersama di salah satu rumah milik warga Uighur (Xinjiang). Bayangkan, untuk masalah MCK saja sudah sulit dikarenakan di setiap rumah warga Muslim Uyghur dilarang membangun WC oleh pemerintah Ciina.

Sehingga dirinya harus dikunci (digembok) ketika akan buang hajat agar orang lain tidak melihat.

Sambil terenyuh ia lanjut bercerita, bahwa warga muslim di sana tinggal secara berkelompok dan membangun masjid khusus untuk pria dan wanita.

“Masjid ini digunakan selain untuk beribadah juga digunakan untuk keperluan MCK dan sebagainya,” ungkapnya sesaat bercerita di aksi bela Uighur di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, warga Muslim di Uighur mendapatkan perlakuan sangat diskriminatif. Seperti saat ia berbelanja di salah satu mall dan menanyakan harga barang, namun tidak digubris oleh si penjaga toko dikarenakan Ernis memakai hijab.

Selain itu, warga muslim Uighur juga dilarang membuat passport oleh pemerintah Cina sehingga mereka tidak bisa pergi ke luar negeri apalagi untuk melakukan ibadah haji dan umroh.

Pemerintah Cina sangat menutup jalur akses pemberitaan ke luar, terbukti bahwa media sosial banyak yang di blokir di negara tirai bambu ini kecuali platform sosial media buatan Cina saja yang boleh diakses oleh warga di sana.

Yang lebih miris menurutnya, warga Cina dibebaskan Visanya untuk datang ke Indonesia, sedangkan warga Indonesia sendiri sangat sulit mengurus Visa untuk pergi ke Cina.

Cek Videonya :

Warga Bima Gelar Shalat Istisqo, Khatib : Bencana Ingatkan Kita kepada Allah

BIMA (Jurnalislam.com)– Panas yang melanda daerah Kabupaten Bima NTB, lebih- lebih wilayah Kecamatan Bolo dan sekitarnya, membuat warga melakukan shalat (Istisqo), di halaman ponpes Al Madinah, Senin, (24/12/18).

Salah satu jamaah shalat,  Imanuddin yang ditemui oleh Jurnalislam.com, mengatakan bahwa tujuan sholat istisqo dilakukan untuk meminta hujan kepada Allah setelah kekeringan melanda wilayah kecamatan Bolo dan sekitarnya.

“Akibat tidak adanya curah hujan mengakibatkan matinya tanaman para petani lantaran keringnya mata air.” ujarnya.

Dirinya berharap semoga Allah mengabulkan doa para petani tersebut, sehingga tidak menimbulkan para petani terancam gagal panen.

“Selain itu ia berharap kegiatan ibadah seperti ini bisa mengilhami seluruh umat islam yang ada di kecamatan setempat dan yang lainnya karna inilah solusi terbaik yang diajarkan agama ketika suatu daerah atau negeri dilanda kekeringan, bukan membawa sesajian ke tempat” kramat atau mendatangi orang pintar karna hal itu akan mendatangkan murka Allah. “harapnya.

Khatib shalat, ustaz Jabir Bin Abdullah menyampaikan bahwa apa saja musibah dan bencana yang menimpa manusia baik musibah banjir, kekeringan, tanah longsor maupun  gempa bumi dan sunami, itu sisebabkan oleh ulah tangan manusia.

“Coba kita libat gunung di daerah kita sudah gundul semua jadi wajar curah hujan berkurang dan kita juga harus banyak beristigfar dan banyak bersedekah agar Allah menurunkan Rahmat” tuturnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut camat Bolo Ibu Mardiana, SH, kepala desa kananga, kepala desa tumpu dan ratusan warga dari berbagai desa  di Kecamatan Bolo.

kontributor : Salma

 

BMKG Imbau Masyarakat Waspada Hoax Bencana

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengakui, situasi bencana kerap diwarnai informasi-informasi sesat alias hoax yang dapat menambah kepanikan masyarakat, seperti yang terjadi usai tsunami Sabtu malam, 22 Desember 2018.

Dwikorita pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi liar yang berkembang setelah maupun sebelum terjadi bencana.

Namun, dia meminta agar masyarakat tetap waspada terhadap situasi alam saat ini.

Dia juga meminta masyarakat terus memantau informasi yang terpercaya yang dikeluarkan oleh situs resmi BMKG dan Badan Geologi.

“Mohon terus diikuti melalui situs, medsos, atau aplikasi mobile Info BMKG serta aplikasi mobile Magma Indonesia dari Badan Geologi,” kata Dwikorita di kantornya, Selasa malam, 25 Desember 2018.

Dwikorita menjelaskan, aplikasi Magma Indonesia memuat informasi secara real timeaktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Apalagi berdasar hipotesa sebelumnya, tsunami Selat Sunda dipicu oleh aktivitas vulkanik, bukan gempa bumi tektonik.

“Kami menyadari dalam situasi seperti ini selalu muncul isu menyesatkan, agar kita tidak bingung saat ada isu mohon segera cek situs tadi. Karena ini terkait erupsi vulkanik yang dapat memicu maka pantau Magma Indonesia,” ujarnya.

BMKG telah mengaktifkan enam alat seismograf agar bisa mendeteksi getaran atau tremor yang dipicu aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebenarnya, alat tersebut hanya digunakan untuk mengukur aktivitas tektonik yang berupa getaran besar, bukan vulkanik yang getarannya kecil.

Keenam alat yang dipasang sekitar Gunung Anak Krakatau itu diklaim pihak BMKG telah didesain ulang, agar mampu mendeteksi getaran sekecil apapun yang diakibatkan oleh aktivitas vulkanik.

Jika besaran getaran diperkirakan bakal memicu longsor pada dinding kawah gunung, BMKG akan langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami.

Sumber : viva.co.id

Potensi Produk Halal Indonesia Masuki Pasar Global

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Industri makanan dan minuman (mamin) menjadi salah satu produk yang bakal dikembangkan untuk pasar ekonomi syariah global.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, pasar makanan dan minuman halal memang besar dan terus meningkat. Tidak hanya di pasar domestik, permintaan makanan dan minuman halal juga banyak dari pasar internasional.

“Bukan hanya negara muslim, tren makanan halal ini juga masuk ke negara nonmuslim. Makanan dan minuman halal juga menjadi daya tarik destinasi wisata. Saya lihat banyak negara nonmuslim mulai menyediakan makanan halal untuk konsumsi warganya atau untuk wisatawan,” ucapnya Senin (24/12).

Adhi menyatakan, makanan dan minuman yang berlabel halal memiliki nilai tambah tersendiri. Beberapa pasar negara muslim di Timur Tengah menjadikan sertifikasi halal sebagai salah satu syarat produk masuk ke negaranya. Meski demikian, Adhi berharap sertifikasi halal tidak menghambat pertumbuhan pengusaha kecil dan menengah.

Hal itu disebabkan jaminan halal yang diterapkan bukan sebatas bahan makanannya. Makanan tersebut harus terus terjamin halal selama penjualan dan pengiriman barang hingga sampai ke tangan konsumen.

Hal itulah yang dikhawatirkan pengusaha kecil dan menengah. “Bagaimana jaminan halal ini bisa dipastikan sepanjang rantai pasok. Mulai pembelian sampai produk diterima di konsumen, bukan sekadar sertifikasi,” ujarnya.

Selain itu, Adhi memproyeksikan pertumbuhan industri makanan dan minuman pada 2019 tidak jauh berbeda dengan tahun ini. Tahun politik, menurut dia, dapat mendorong pertumbuhan industri mamin.

Sumber: jawapos

OJK Awasi Perusahaan Pinjaman Online

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk mengawasi perusahaan financial technology (fintech) pinjam-meminjam uang dalam jaringan (peer-to-peer lending) yang legal atau terdaftar. Pengawasan ini sebagai bentuk upaya perlindungan terhadap konsumen.

“Cara OJK mengawasinya yaitu melalui laporan dan kemudian disampaikan ke asosiasi,” kata Kepala Bagian Operasional Konsumen OJK Yulianta dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (19/12).

Ia menjelaskan bahwa pengawasan dan penindakan perusahaan fintech ilegal dilakukan oleh Satgas Waspada Investasi. Salah satu langkahnya yaitu satgas merilis daftar yang ilegal agar tidak digunakan oleh masyarakat.

“Satgas Waspada Investasi selalu memperbarui daftar investasi ilegal. Sanksi pengawasan bisa teguran, pembekuan kegiatan usaha, dan pencabutan tanda terdaftar. Kalau sampai dicabut, akan disampaikan ke masyarakat,” ujar Yulianta.

Dalam kesempatan yang sama, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPBI) mengakui bahwa memang ada perusahaan fintech ilegal yang meresahkan masyarakat. Asosiasi mengimbau masyarakat untuk klarifikasi ke OJK atau AFPBI mengenai legalitas perusahaan fintech pinjaman dalam jaringan.

Wakil Ketua II Direktorat Multiguna AFPBI, Entjik Djafar, menjelaskan perusahaan fintech yang terdaftar di asosiasi wajib mengikuti code of conduct untuk mengatur etika berbisnis yang harus disetujui perusahaan.

“Tekfin saat ini memang pesat bertambahnya karena animo masyarakat besar terutama dari sektor UMKM yang belum bisa masuk ke bank atau unbankable,” ujar dia.

Menurut catatan AFPBI, nasabah fintech peer-to-peer lending mencapai lebih dari dua juta nasabah. Jumlah pinjaman yang sudah disalurkan oleh tekfin legal mencapai Rp15 triliun sampai dengan September 2018.

sumber: republika.co.id

Mom, Ini Tips Ustaz Fauzil Adhim Mendidik Anak di Era Digital

SERANG (jurnalislam.com) – Era Digital dengan kecanggihan tekhnologi dan informasi yang begitu cepat serta maraknya kejahatan-kejahatan membuat banyak orangtua ketakutan akan perkembangan anak-anaknya.

Bina Insani salah satu lembaga pendidikan di kota Serang Banten memahami akan ketakutan para orangtua ini, dengan mengadakan seminar parenting “Mendidik Anak di Era Smart Gadget” dengan narasumber pakar parenting ustadz Fauzil Adhim hari ini Sabtu (22/12/18).

Dihadapan 200-an peserta ustaz Fauzil Adhim menjelaskan tentang gadget.

Seminar Parenting Ustaz Fauzil Adhim

“Melalui gadget pintu gerbang masuk neraka sangat besar, tetapi melalui gadget pula pintu gerbang surga sangat terbuka lebar,”kata ustaz Fauzil Adhim.

Canggihnya tekhnologi yang terjadi pada zaman sekarang ini, kata ustaz Fauzil bukanlah penyebab utama dari rusaknya moral anak-anak. Namun, orangtualah yang perlu mengevaluasi kedekatan dengan anak-anak, tambahnya.

“Manusia memiliki kebutuhan mendengar dan didengar begitu pun anak-anak. Banyak orangtua yang lebih banyak berbicara pada anak-anak namun malas untuk mendengar nurani anak-anak, sedangkan gadget sekali disentuh oleh anak langsung memberi respon, sehingga tak heranlah anak-anak lebih dekat dengan gadget dibanding orangtuanya” tambahnya lagi.

Pesan Fauzil Adhim kepada para orangtua dalam mendidik anak di era smart gadget dengan membudayakan ngobrol dengan anak-anak, luangkan waktu untuk mendengarkan cerita anak-anak.