Curah Hujan Tinggi, 500 Rumah di Labuan, Pandeglang Terendam Banjir

Curah Hujan Tinggi, 500 Rumah di Labuan, Pandeglang Terendam Banjir

PANDEGLANG (Jurnalislam.com) – Sejumlah pemukiman warga di Kecamatan Labuan, Pandeglang direndam banjir setinggi 1 hingga 1,5 meter. Curah hujan yang tinggi disebut kepala BPBD Pandeglang Asep Rahmat sebagai penyebab terjadinya banjir.

Menurut pantauan tim Jurnalislam di Labuan, hujan sudah turun sejak Selasa (25/12/2018) pagi hingga menyebabkan sungai Cipunten Agung meluap ke pemukiman warga. Sebelumnya, wilayah pesisir Pandeglang juga menjadi salah satu wilayah yang terkena dampak Tsunami, Sabtu (22/12/2018) yang lalu.

“Benar banjir, air mulai masuk ke permukiman sejak dini hari tadi di beberapa titik di Kecamatan Labuan,” kata Asep Rahmat sebagaimana dikutip dari Merdeka.com Rabu (26/12).

Akses jalan raya Jendral Sudirman pun terpaksa dialihkan ke jalan Nasional III. Sementara ada 9 titik yang terkena dampak banjir itu. Diantaranya, Kampung Makui Dalam di Desa Kalang Anyar, Padasuka, Sukahati, dan Masjid di Desa Labuan.

Banjir di sejumlah titik di Labuan, Pandeglang

Sementara itu, Hamdan (29) warga Kampung Sukahati mengatakan, kampung Makui, Kecamatan Labuan menjadi titik terparah yang tergenang air luapan sungai Cipunten Agung.

“Ketinggian sampai ke lutut orang dewasa, yang terparah di kampung Makui, Labuan,” kata Hamdan.

Akibat banjir tersebut, sejumlah warga terlihat mengungsi di daerah yang lebih tinggi, tercatat sekitar 500 rumah warga terendam banjir dan 700 Kepala Keluarga mengungsi.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.