JURNISCOM – Seolah hebat Bawaslu melakukan pemeriksaan kepada Gubernur Anies Baswedan atas “pelanggaran” mengacungkan dua jari sebagai simbol dukungan pada pasangan Prabowo Sandi. Demikian gagah dan patriotik mengadili pelanggar hukum. Betapa berfungsinya pengawasan pemilu seolah bakal terjamin pemilu yang adil dan jujur. Para pengawas pemilu diisi oleh sumberdaya manusia yang mumpuni, bersih, disiplin, konsisten, ya hebat lah. Sekelas Anies Baswedan saja tuh bisa kami adili…!
Di sisi lain ketika Luhut Binsar sang Menteri mengajak peserta konferensi IMF bersama-sama mengacungkan satu jari sebagai dukungan kepada pasangan Jokowi Ma’ruf, Bawaslu tak ada reaksi. Jangankan mengadili ditegur pun tidak. Begitu juga ketika di berbagai daerah secara terang-terangan Kepala Daerah baik Gubernur ataupun Bupati mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Jokowi Ma’ruf. Dibolehkan Mendagri. Bawaslu adem adem juga. Tak ada reaksi. Maklum mungkin yang didukung Bapak Presiden, jadi boleh dan biarkan saja. Itu kan aspirasi.
Setelah KPU yang dikritisi habis karena melakukan “operasi penyelamatan” untuk pasangan Jokowi Ma’ruf, kini giliran Bawaslu (dan Panwaslu) yang menunjukkan sikap pemihakkan kepada pasangan momor satu ini. Jika penyelenggara dan pengawas sudah terkooptasi dan berjalan miring begini, lalu pemilu apa yang bisa diharapkan rakyat. Bersih, jujur, adil ? Meski peristiwa Anies kasuistis tapi pembiaran kepala-kepala daerah lain melakukan hal yang sama, secara demontratif lagi, maka hal ini lebih dari sekedar kasuistis. Telah menjadi pola dan modus. Modus ketidakadilan.
Dalam kontek pengawasan Bawaslu dan Panwaslu mesti melakukan evaluasi dan standarisasi pengawasan. Jika hendak melaksanakan tugas dan fungsi dengan konsisten, maka tentu dituntut untuk melakukannya dengan “tanpa pandang bulu”. Pelanggaran banyak terjadi dimana-mana mulai dari pemasangan atribut kampanye, kampanye di tempat yang tidak diperbolehkan, hingga keikut sertaan pejabat publik berkampanye tanpa mengindahkan aturan. Tidak boleh tebang pilih.
Memang disadari kita belum sempurna. Ada kekurangan jumlah dan mungkin profesionalisme dalam pola pengawasan. Hanya saja jangan menunjukkan sikap tendensius dan mencolok mata dalam mempraktekkan ketidakadilan. Penanganan “kasus” Anies Baswedan terbaca begitu sarat dengan nuansa kepentingan politik kebencian dan ketidakadilan. Jika pengawas berjalan miring, maka akan muncul pertanyaan “Siapa yang mengawasi pengawas..?”
Tentu Allah lah yang Maha Adil dan Maha Melihat. Mereka yang berjalan miring di dunia akan dimiringkan diakherat. Artinya bukan tidak berakibat. Namun tidak semua akibat dirasakan di akherat tapi juga akan dibuktikan di dunia ini. Karenanya sangat tegas ayat-Nya “Wamakaruu wamakarallah, wallahu khoirul maakiriin” (Qs 3:54). Rencana Allah yang akan terbukti. Penjahat pasti dihukum dan mereka yang sabar dan berbuat baik berhak mendapat pahala.
Kemenangan dalam waktu dekat.
JAKARTA (Jurnalislam.com) – Indonesia mendapat kunjungan sejumlah Ulama dan Aktivis Muslim Uighur (Turkistan Timur) pekan ini.
Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur di Istanbul, Turki, Seyit Tumturk, menjelaskan kedatangannya di Indonesia dalam acara ‘Kesaksian Muslim Uighur’ di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta, Kamis (9/1/2019) malam.
Selain ke AQL dan mengunjungi korban gempa di Pandeglang, Tumturk yang saat ini tinggal di Turki, serta Cililova, dan lainnya, akan menyampaikan kesaksian (testimoni) terkait penindasan dan siksaan yang dialami Muslim Uighur di tahanan Kamp Konsentrasi Cina.
Testimoni itu rencananya akan disampaikan melalui audiensi, di antaranya ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Muhammadiyah, DPR RI, dan juga dijadwalkan menyapa warga Bandung serta bersilaturahim dengan tokoh-tokoh Islam di Kota Paris Van Java itu.
Seyit Tumturk dan Gulbakhar Cililova dijadwalkan pula menjadi narasumber dalam acara diskusi publik bertajuk ‘Kesaksian dari Balik Tembok Penjara Uighur’ di Jakarta pekan ini. Akan hadir sebagai pembicara para tokoh serta aktivis HAM internasional dan Indonesia.
Di samping itu, mereka akan diterima media nasional dan asing di Jakarta serta organisasi Jurnalis Islam.
Sementara, pekan ini pula, rombongan Ulama Uighur/Turkistan Timur disertai aktivis lainnya mengunjungi Indonesia. Para Ulama dan aktivis Muslim Uighur yang akan melakukan serangkaian silaturahim itu adalah:
1. Dr Ataullah Shahyar (Presiden Persatuan Ulama Turkistan Timur/Uighur, Dosen Universitas Marmara, Istanbul, Turki).
2. Dr Abdussalam Alim (Ketua Persatuan Ulama Turkistan Timur/Uighur di Australia)
3. Syaikh Sirajudden Azizi (Wakil Presiden Persatuan Ulama Turkistan Timur/Uighur dan President Uyghur Research Foundation).
4. Abdulahad Ucat (Sekjen Persatuan Ulama Turkistan Timur/Uighur).
5. Hidayet Oguzhan (President of East Turkistan Maarif Association, Ketua Persatuan LSM Turkistan Timur).
Selain melakukan kunjungan ke sejumlah tokoh, ormas/lembaga-lembaga Islam di Indonesia dan DPR RI, rombongan Ulama dan aktivis Uighur ini juga akan bersilaturahim dengan organisasi Jurnalis Islam. (MUS/INA)
Di tengah penjajahan dan penindasan rezim komunis Cina, 35 juta warga Muslim Uighur yang juga tersebar di berbagai negara seperti Turki, Kazakhstan, Tajikistan, Kyrgyzstan, Turkmenistan, Afghanistan, dan lainnya, terpanggil untuk membantu saudara-saudaranya yang tertimpa musibah tsunami Selat Sunda di Indonesia.
JAKARTA (Jurnalislam.com) – Indonesia mendapat kunjungan sejumlah Ulama dan Aktivis Muslim Uighur (Turkistan Timur) pekan ini.
Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur di Istanbul, Turki, Seyit Tumturk, menjelaskan kedatangannya di Indonesia dalam acara ‘Kesaksian Muslim Uighur’ di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta, Kamis (9/1/2019) malam.
Bersama Gulbakhar Cililova–seorang ibu berusia 54 tahun yang pernah mengalami siksaan dalam tahanan Kamp Konsentrasi rezim komunis Cina selama kurang lebih setahun.
Tumturk mengungkapkan pentingnya kunjungan pihaknya ke Indonesia karena sangat terharu dan ingin mengucapkan terima kasih atas serangkaian ‘Aksi Bela Muslim Uighur’ yang dilakukan oleh umat Islam di negeri ini.
“Kami sangat bersyukur, alhamdulillah, umat Islam di Indonesia begitu antusiasnya sebagai sesama saudara Muslim untuk memprotes kezaliman dan penindasan yang kami alami. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih,” ucapnya dalam bahasa Turki yang diterjemahkan ke Indonesia di hadapan jamaah tadabbur AQL Islamic Center pimpinan Ustadz Bachtiar Nasir di Tebet, Jakarta, Kamis (10/1/2019) malam.
Pada kesempatan itu, Seyit Tumturk, sebagaimana dilansir INA News Agency (INA)–sindikasi berita bentukan Jurnalis Islam Bersatu (JITU)–Kamis (10/1/2019), juga menyampaikan amanah dari 35 juta warga Muslim Uighur yang saat ini menyebar di berbagai negara seperti Turki, Kazakhstan, Tajikistan, Kyrgyzstan, Turkmenistan, Afghanistan, Pakistan, Jerman, Prancis, Finlandia, Australia, dan lainnya. Amanah itu berupa bantuan untuk para korban tsunami Selat Sunda sebesar $50.000 (lebih dari Rp 700 juta).
“Saya atas nama warga Muslim Uighur menyampaikan amanah bantuan untuk para korban tsunami di Indonesia,” ungkap Tumturk, yang secara simbolis diterima oleh Ustadz Bachtiar Nasir mewakili lembaga bantuan kemanusiaan Indonesia yang akan mendistribusikannya untuk korban tsunami Selat Sunda.
“Maasyaa Allah…, Muslim Uighur, meski jutaan di antara mereka ditindas Cina dan mengalami siksaan di tahanan Kamp Konsentrasi Cina, tapi masih ingat dengan saudara-saudaranya di Indonesia yang juga tengah mendapatkan musibah tsunami,” kata seorang jamaah, terharu.
Sementara Gulbakhar Cililova–seorang ibu–yang pernah menjadi tahanan di Kamp Konsentrasi Cina, berkesempatan memberikan kesaksian terkait penyiksaan yang dia alami selama kurang lebih setahun. Ibu berusia 54 tahun ini bebas setelah setelah pemerintah Tajikistan, negaranya–berhasil membantu membebaskannya dari Kamp Konsentrasi Cina itu.
Rencananya, Seyit Tumturk dan rombongan juga akan mengunjungi para korban tsunami di Pandeglang, Banten.
Selain itu, dalam kunjungan kurang lebih sepekan di Indonesia, Tumturk yang saat ini tinggal di Turki, serta Cililova, dan lainnya, akan menyampaikan kesaksian (testimoni) terkait penindasan dan siksaan yang dialami Muslim Uighur di tahanan Kamp Konsentrasi Cina.
INGGRIS (Jurnalislam.com) – Liverpool akan mendatangkan striker Red Bull Salzburg, Mones Dabour, berkebangsaan Israel, dan laporan menyatakan bahwa bintang tim Mesir Mohamed Salah kemungkinan akan berhenti jika hal ini terjadi.
Banyak pakar olahraga Mesir dan internasional percaya pihak Liverpool tidak memperhitungkan kemungkinan akan kehilangan Salah padahal sikap Salah terhadap para pemain Israel telah jelas ditunjukkan pada banyak kesempatan sebelumnya.
Walaupun laporan itu belum dikonfirmasi, mereka telah menghidupkan kembali perdebatan tentang hubungan antara politik dan olahraga dalam hubungan Mesir-Israel. Menurut wartawan olahraga Sam McGuire, Liverpool membutuhkan cadangan untuk striker Brasil Roberto Firmino, lansir Al Arabiya News Channel Kamis (10/1/2019).
“The Reds, melalui karya Jürgen Klopp dan Michael Edwards, telah membentuk sebuah skuad yang mampu menyaingi Manchester City untuk gelar Liga Premier,” tulisnya.
“Tapi ada kekosongan dalam barisan penyerang mereka karena para pemimpin saat ini tidak memiliki cadangan yang ideal untuk pemain Brasil No.9 mereka. Dan meskipun dia tidak cedera, dia tidak bisa bermain di setiap pertandingan.”
McGuire menambahkan bahwa meskipun Liverpool masih memiliki “alternatif lain” seperti Dominic Solanke, Daniel Sturridge, dan Divock Origi, tidak ada yang bisa menggantikan Firmino. Sambil mengakui bahwa Dabour tidak akan menjadi “pengganti” bagi Firmino, McGuire menekankan bahwa ia berada pada level yang sama dalam hal keterampilan. McGuire mencatat bahwa menurut banyak sumber, kepala pengintai Liverpool Barry Hunter melakukan perjalanan ke Austria beberapa kali untuk menonton Dabour bermain.
Tidak jelas dari mana asalnya rumor bahwa Salah akan pergi jika Dabour bergabung. Tapi tampak bahwa pihak Israel yang memicu seluruh perdebatan pertama kalinya. Hagay Hacohen dari Jerusalem Post mengutip media Israel yang mengatakan “super-bintang Mesir Mohamed Salah diduga mengancam untuk meninggalkan klub sepak bola Liga Premier Liverpool jika pemain sepak bola Arab-Israel Moanes Dabour bergabung dengan tim.” Namun Hochan tidak menyebutkan sumbernya.
The Times of Israel juga memuat berita tentang masalah ini. Adam Rasgon berpendapat bahwa Salah tidak terpengaruh dengan politik sehubungan dengan permainannya di Israel ketika ia bermain untuk Basel FC Swiss. “Klub mengatakan kepada saya jika saya tidak pergi, saya akan ditangguhkan dan akan ada banyak masalah. Jadi saya pergi dan bersyukur kepada Tuhan saya mencetak gol,’ katanya dalam sebuah wawancara tahun 2014.” Namun Rasgon mencatat bahwa Mesir-lah yang mulai berspekulasi tentang reaksi Salah.
Reaksi Mesir terutama dimulai di media sosial, di mana para penggemar Salah berspekulasi apakah ia akan pergi atau malah mendesaknya untuk pergi. Media Mesir kemungkinan besar mengambil cerita dari sana. Menurut akun Twitter resmi Arab Israel (@IsraelArabic), Salah didesak untuk keluar dari Liverpool jika Moenes bergabung, dengan referensi yang jelas kepada orang Mesir.
“Kami menyesal melihat orang-orang mendorong Mohamed Salah untuk meninggalkan Liverpool jika pemain Israel Moenes Dabour bergabung dengan tim. Mereka mencampuradukkan politik dengan olahraga. Kami berharap kalau memang Dabour bergabung dengan Liverpool, kedua pemain luar biasa itu akan bekerja sama untuk kepentingan tim terbaik,” tulis tweet itu.
Menanggapi meningkatnya minat pada masalah ini, mantan pelatih tim nasional sepak bola Mesir Mahmoud Fayez berpendapat Salah tidak akan meninggalkan Liverpool jika Moenes ikut.
“Sebelum ini menjadi tren, Mohamed Salah adalah pemain profesional dan tidak tertarik apakah Liverpool membawa pemain Israel atau tidak,” tulisnya di akun Twitter-nya (@mahmoudelfayez). “Meskipun ini tidak relevan, Moenes Dabour adalah seorang Muslim Arab-Israel dari Nazereth dan hanya Tuhan yang tahu penderitaan yang ia alami dan alasan mengapa ia memilih paspor Israel. Biarkan Salah sendirian dan biarkan dia fokus bermain.”
Mohamed Salah
Media Palestina, di sisi lain, membenarkan dan benar-benar memuji dugaan penolakan Salah untuk bermain bersama Moenes.
“Mohamed Salah bukan pemain sepak bola Mesir pertama yang menolak normalisasi dengan Israel,” tulis wartawan Palestina Lina Khattab, merujuk pada pemain terkemuka Mohamed Abu Trieka yang pada 2008 melepas bajunya untuk menunjukkan satu baju lagi yang dikenakannya yang bertuliskan “Dalam solidaritas dengan Gaza. ”
Menurut Khattab, “Mohamed Salah mengancam akan meninggalkan Liverpool jika pemain Israel Moenes Dabour bergabung dengan tim, tidak peduli dengan konsekuensinya.” Bagi Khattab, Salah mengembalikan harapan kepada warga Palestina yang menyambut reaksinya.
“Palestina bangga dengan Salah yang melakukan itu di tengah normalisasi publik di seluruh dunia Arab di berbagai bidang,” tulisnya. Khattab mengutip aktivis Palestina Loai al-Katib, yang juga seorang Arab-Israel, yang mengatakan bahwa Salah adalah panutan. “Kami bangga dengan Salah dan semua pemain kami harus menolak untuk bermain di tim Israel,” katanya.
Sementara itu, jurnalis Alaa Omar berpendapat bahwa ancaman Salah untuk meninggalkan Liverpool, jika nyata, mungkin dibenarkan karena Dabour bagaimanapun mewakili negara yang menduduki wilayah Arab dan melakukan pelanggaran terhadap orang Arab.
“Tapi bagaimana dengan imigran Arab di Eropa yang lebih suka bermain untuk tim Eropa daripada tim nasional asal mereka?” “Faktanya, banyak negara dimana mereka bernaung yang mendiskriminasi orang Arab.”
Omar menambahkan bahwa jika ancaman itu nyata dan Liverpool memutuskan untuk tidak membawa Dabour untuk menjaga Salah, penggemar Liverpool akan menyalahkan Salah dan popularitasnya akan terpengaruh. Dia juga berpendapat bahwa orang-orang Palestina tidak diharapkan memuji Salah seperti yang diyakini banyak orang. “Mereka benar-benar akan melihat Shalat sebagai penghalang di jalan rekan senegaranya. Paspor Israel atau tidak, Moenes adalah Palestina dan akan terus dianggap demikian oleh Palestina.”
Ini bukan pertama kalinya interaksi Salah dengan para pemain Israel diperdebatkan. Pada 2013, ketika Salah bermain untuk Basel FC ia menghindari bagian jabat tangan dalam pertandingan melawan Maccabi Tel Aviv dengan mengganti sepatu di sisi lapangan, namun klubnya mengatakan itu kebetulan. Pada leg kedua di Israel, ia memilih adu kepalan tangan (fist bump) daripada jabat tangan, yang lagi-lagi menjadi topik yang menarik perhatian media. Salah kemudian dicemooh oleh penggemar Maccabi di pertandingan berikutnya.
Tahun lalu, mantan menteri pertahanan Avigdor Liberman dengan bercanda menulis di akun Twitter-nya bahwa ia akan merekrut Salah ke tentara Israel menyusul kemenangan Liverpool 5-2 atas Roma: “Saya akan memanggil kepala staf segera guna mengatakan kepadanya untuk mempekerjakan Mohamed Salah ke tentara Israel.”
YAMAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya empat personel militer Yaman tewas pada hari Kamis (10/1/2019) – dan 10 lainnya cedera – dalam serangan pesawat tak berawak yang menargetkan parade militer di provinsi Lahij selatan, menurut sumber-sumber pemerintah.
Kepala Intelejen Militer Mohamed Tamah dan Fadl Hassan, komandan zona militer keempat tentara, termasuk di antara mereka yang terluka dalam serangan, yang terjadi di Lahij Anad Airbase itu, sumber militer setempat, yang berbicara kepada Anadolu Agency tanpa menyebut nama, mengatakan.
Kepala Staf Angkatan Darat Yaman Abdullah al-Nakhei, bersama wakilnya, serta Gubernur Lahij Ahmad at-Turki juga “sedikit terluka” dalam serangan Kamis, kata sumber itu.
Juru bicara kelompok pemberontak Syiah Houthi, yang telah menguasai ibukota Sanaa sejak 2014, kemudian mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Airbase Al-Anad Lahij saat ini dijaga oleh pasukan Yaman yang didukung oleh Uni Emirat Arab (UEA).
Sejak 2015, Arab Saudi dan beberapa sekutu Arabnya – termasuk UEA – telah melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Houthi, yang telah menguasai sebagian besar Yaman satu tahun sebelumnya.
WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Sekitar 800.000 pekerja federal di seluruh AS menghadapi pilihan yang sulit ketika Partai Demokrat dan Presiden Donald Trump (dari Partai Republik) bertentangan karena pendanaan untuk tembok perbatasan yang telah lama dijanjikan.
Presiden telah meminta anggota parlemen untuk memberinya $ 5,7 miliar guna membayar pembangunan tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko yang awalnya ia bersumpah untuk memiliki dana Meksiko.
Tetapi Demokrat, yang sekarang mengendalikan Dewan Perwakilan Rakyat, menolak proposal Trump, dengan alasan tembok itu mahal dan tidak memadai untuk mengamankan perbatasan selatan. Walaupun Demokrat menguasai majelis House of Representatives atau DPR Amerika Serikat namun Republik menguasai Senat AS. DPR harus melalui Senat untuk meloloskan undang-undang apa pun, lansir Anadolu Agency Kamis (10/1/2019)
Trump telah berusaha meyakinkan warga Amerika, melaui pidato yang disiarkan televisi dari mejanya di Oval Office untuk meyakinkan bahwa tembok tersebut sangat penting bagi keamanan nasional AS.
Kedua belah pihak tidak ada yang mundur, dan Trump bekerja dengan dukungan dari Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell untuk menghalangi dibukanya kembali undang-undang pemerintah yang tidak termasuk pendanaan untuk tembok pemisah.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penutupan kegiatan pemerintahan (government shutdown) pada Sabtu, 22 Desember 2018 setelah proses pembicaraan antara Trump dan pemimpin Senat dari Partai Demokrat tidak mencapai kata sepakat soal pembiayaan tembok perbatasan dengan Meksiko.
Penutupan pemerintah AS kali ini berdampak sebagian (the partialgovernment shutdown) karena sejumlah departemen telah mendapat alokasi dana dalam anggaran pendapatan dan belanja negara 2019.
IDLIB (Jurnalislam.com) – Kelompok-kelompok oposisi bersenjata anti-rezim di provinsi Idlib, Aleppo dan Hama telah mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata menyusul bentrokan baru-baru ini, sumber-sumber lokal mengatakan pada hari Kamis (10/1/2019).
Kesepakatan antara Front Pembebasan Nasional (the National Liberation Front-NLF), koalisi oposisi bersenjata anti-rezim di Idlib, dan faksi jihad Hayat Tahrir al-Sham (HTS) bertujuan untuk mengamankan gencatan senjata di seluruh provinsi Idlib, sumber-sumber, yang berbicara kepada Anadolu Agency secara anonim karena pembatasan berbicara dengan media, mengatakan.
Kesepakatan itu dilaporkan menyerukan kedua kelompok untuk menghapus semua parit dan barikade di daerah itu dan bertukar tahanan.
Sejak 30 Desember, gerakan Nour al-Din al-Zenki – komponen dari NLF – dan Hayat Tahrir al-Sham kadang kala berselisih di Idlib dan di pedesaan Hama.
Setelah pertemuan September lalu di kota Rusia Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mitra Rusia Vladimir Putin, kedua belah pihak sepakat untuk membentuk zona demiliterisasi di Idlib yang melarang tindakan agresi.
Menurut ketentuan kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib harus tetap berada di daerah-daerah di mana mereka sudah hadir, sementara Rusia dan Turki akan melakukan patroli bersama di daerah tersebut untuk mencegah dimulainya kembali pertempuran.
Oktober lalu, Kementerian Pertahanan Turki melaporkan bahwa oposisi Suriah dan kelompok-kelompok anti-rezim lainnya telah sepenuhnya menarik semua persenjataan berat dari zona demiliterisasi.
Suriah baru saja mulai bangkit dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Syiah Assad Assad membantai demonstran dengan tindakan militer yang tak terduga.
JAKARTA (Jurnalislam.com) –Ada yang berbeda kalau kita melihat penampilan aktor Gary Iskak. Peci putih dan terkadang gamis biasa dikenakan suami dari artis Richa Novish ini.
Ketika berbincang pun, aktor kesohor ini lebih kalem dan sopan. Aktor Gary Iskak saat ini mengaku telah berubah dalam segi penampilan dan juga kesehariannya yang menjadi lebih religius.
Bahkan hal itu terlihat pada saat gala premiere film terbarunya, aktor kelahiran Jakarta itu lebih memilih mengenakan busana muslim lengkap dengan peci berwarna putih.
Saat ditemui awak media, Gary mengungkapkan perubahannya itu berawal ketika dirinya sempat merasa sangat percaya kepada seorang paranormal.
“Agak lucu sih ini kayak bodoh banget lah, enggak ada otaknya gitu gue zaman dulu. Jadi gue sempat kenal sama orang yang bisa (spiritual) yang bisa ubah-ubah tanah jadi batu cincin,” kata Gary, belum lama ini.
Namun semakin lama, Ia melihat bahwa paranormal itu tidak membuat hidupnya menjadi baik, melainkan semakin lebih buruk.
“Jadi syirik ya jatuhnya, gue menduakan Allah. Bukannya gue makin maju malah makin hancur, makin enggak jelas,” tuturnya.
Namun, penyimpangan akhlak yang dilakukan Gary tidaklah lama. Ia sangat bersyukur karena akhirnya ada seorang teman yang membawanya kembali ke jalan yang benar.
“Lalu teman saya namanya Reza, dia mengingatkan kalau jalan saya sudah salah. Dia ajak saya belajar balik lagi ke jalan yang benar. Karena kan kalau sudah seperti saya dulu itu seperti keluar dari Islam. Jadi saya mengucapkan dua kalimat syahadat lagi,” katanya.
JAKARTA (Jurnalislam.com) –Desainer sekaligus pendiri Islamic Fashion Institute, Deden Siswanto menilai Indonesia harus meningkatkan kualitas fashion Muslimnya.
Hal ini dilakukan agar bisa bersaing di ranah global. Selain itu, pelaku harus paham tentang produknya sendiri dan pasar yang ingin dituju.
Deden mengaku tidak terlalu fokus pada nilai ekspor dan impor fashionMuslim.
Hal ini karena lini bisnis fashion Indonesia sangat beragam. Dari segi manufakturnya tidak banyak brand Indonesia yang dikenal.
“Kebanyakan brand kan membuatnya saja, pabriknya di Indonesia, brand-nya luar,” lansir Republika baru-baru ini.
Ia menilai fashion Muslim tanah air pun belum fokus untuk meningkatkan branding.
Sebagian besar hanya berfokus pada faktor produksi saja tanpa pengemasan yang apik.
Deden mengatakan banyak baju-baju gamis yang dijual dengan harga murah tanpa serius menggarapnya.
Hal ini, memang tergantung fokus bisnisnya, apakah hanya sebatas ingin menjual saja atau membangun branding karya dan berdaya saing.
Menurutnya, siapa pun bisa menjadi pengusaha fashion tergantung bagaimana komitmen dan tujuannya.
Ia mengapresiasi mulai banyaknya peminat bisnis fashion muslim karena ranah ini memang menjanjikan banyak peluang.
“Kita bisa beragam, tidak seragam, dan ini peluang besar sekali,” kata dia.
Jika membidik pasar ekspor, Deden menyarankan agar tahu dulu karakteristik target yang dituju.
Produk untuk Timur Tengah tentu akan berbeda dengan wilayah lain. Sehingga harus diperhatikan kecenderungan seleranya.
Deden menyarankan agar para pelaku usaha mulai serius garap peningkatan kualitas produk.
Tidak hanya sebatas produk untuk penjualan tapi juga memandangnya sebagai karya yang berharga. Selain itu juga mengubah cara pandang dan pola pikir dalam berbisnis fashion Muslim.
“Misal sudut pandang itu, orientasinya meningkatkan pendidikan, pengetahuannya, edukasi bisnisnya, bagaimana berbisnis yang sehat, tidak plagiat, ada nilai-nilai moralnya juga,” kata dia.
JAKARTA (Jurnalislam.com) — Bank Wakaf Mikro (BWM) telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp 10,2 miliar pada 2018. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 15 Desember 2018, realisasi pembiayaan tersebut disalurkan oleh 41 BWM di seluruh Indonesia.
Juru Bicara OJK, Sekar Putih menyampaikan pembiayaan diberikan kepada 8.373 nasabah. “Mereka terbentuk ke dalam 1.676 kelompok usaha nasabah yang kita kenal dengan sebutan KUMPI,” katanya kepada Republika, Senin (7/1).
KUMPI artinya kelompok usaha masyarakat sekitar pesantren Indonesia. BWM memanfaatkan potensi 28.194 pesantren yang ada di Indonesia. OJK memfasilitasi pembuatan model bisnis BWM dengan platform Lembaga Keuangan Mikro Syariah untuk mempertemukan pihak yang memiliki kelebihan dana untuk disalurkan pada masyarakat produktif yang membutuhkan.
Menurut data OJK per September 2018, total aset perusahaan Lembaga Keuangan Mikro Syariah yakni Rp 247,34 miliar. Dengan total pembiayaan sekitar Rp 14 miliar dan rasio likuiditas 110,05 persen.
BWM dibentuk sejak Oktober 2017. BWM telah menjadi salah satu quick wins sektor Keuangan Syariah dalam Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Pada Desember 2017, penyalurannya baru sekitar Rp 658 juta dan Desember 2018 telah mencapai Rp 10 miliar.
Pembentukan BWM dibantu para donatur dalam bentuk bantuan dana khusus melalui Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Syariah Mandiri. Sekar menyampaikan skema pelaporan pada donatur diurus oleh Laznas.
Sementara skema pembiayaan melalui BWM adalah pembiayaan tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp 3 juta dan margin bagi hasil yang dikenakan setara 3 persen. Dalam skema pembiayaan juga disediakan pendampingan bagi kelompok sehingga akan membantu pemberdayaan masyarakat kecil di daerah yang memiliki usaha ultra mikro.