Trump Tutup Kegiatan Pemerintahan Amerika

Trump Tutup Kegiatan Pemerintahan Amerika

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Sekitar 800.000 pekerja federal di seluruh AS menghadapi pilihan yang sulit ketika Partai Demokrat dan Presiden Donald Trump (dari Partai Republik) bertentangan karena pendanaan untuk tembok perbatasan yang telah lama dijanjikan.

Presiden telah meminta anggota parlemen untuk memberinya $ 5,7 miliar guna membayar pembangunan tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko yang awalnya ia bersumpah untuk memiliki dana Meksiko.

Tetapi Demokrat, yang sekarang mengendalikan Dewan Perwakilan Rakyat, menolak proposal Trump, dengan alasan tembok itu mahal dan tidak memadai untuk mengamankan perbatasan selatan. Walaupun Demokrat menguasai majelis House of Representatives atau DPR Amerika Serikat namun Republik menguasai Senat AS. DPR harus melalui Senat untuk meloloskan undang-undang apa pun, lansir Anadolu Agency Kamis (10/1/2019)

Trump telah berusaha meyakinkan warga Amerika, melaui pidato yang disiarkan televisi dari mejanya di Oval Office untuk meyakinkan bahwa tembok tersebut sangat penting bagi keamanan nasional AS.

Baca juga:

Kedua belah pihak tidak ada yang mundur, dan Trump bekerja dengan dukungan dari Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell untuk menghalangi dibukanya kembali undang-undang pemerintah yang tidak termasuk pendanaan untuk tembok pemisah.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penutupan kegiatan pemerintahan (government shutdown) pada Sabtu, 22 Desember 2018 setelah proses pembicaraan antara Trump dan pemimpin Senat dari Partai Demokrat tidak mencapai kata sepakat soal pembiayaan tembok perbatasan dengan Meksiko.

Penutupan pemerintah AS kali ini berdampak sebagian (the partial government shutdown) karena sejumlah departemen telah mendapat alokasi dana dalam anggaran pendapatan dan belanja negara 2019.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.