Berita Terkini

Arab Saudi akan Deportasi 250 Muslim Rohingya ke Bangladesh

RIYADH (Jurnalislam.com) – Arab Saudi berencana untuk mendeportasi 250 pria Rohingya ke Bangladesh, yang akan menjadi deportasi paksa kedua oleh Riyadh tahun ini, sebuah kelompok aktivis mengatakan kepada Al Jazeera, Ahad (20/1/2019).

Arab Saudi adalah rumah bagi hampir 300.000 Muslim Rohingya, menurut Nay San Lwin, koordinator kampanye untuk Koalisi Rohingya Merdeka, yang mendesak pihak berwenang untuk menghentikan deportasi, dan menambahkan bahwa orang-orang itu menghadapi hukuman penjara di Bangladesh pada saat kedatangan mereka di Bangladesh.

“Mayoritas Rohingya ini memiliki izin tinggal dan dapat tinggal di Arab Saudi secara hukum,” Nay San Lwin mengatakan kepada Al Jazeera.

“Tetapi para tahanan, yang ditahan di pusat penahanan Shumaisi [di Jeddah], belum diperlakukan seperti saudara Rohingya mereka. Sebaliknya, mereka diperlakukan seperti penjahat.”

Menurut satu video yang diperoleh Nay San Lwin, warga Rohingya, yang sebagian besar tiba di negara itu beberapa tahun lalu, sedang dipersiapkan untuk dibawa ke bandara internasional Jeddah pada hari Ahad (20/1/2019) di mana mereka kemudian akan naik penerbangan langsung ke Dhaka.

Dia mengatakan orang-orang itu diperkirakan akan diterbangkan pada Ahad atau Senin malam.

Baca juga: 

Nay San Lwin menambahkan bahwa banyak warga Rohingya memasuki Arab Saudi setelah mendapatkan paspor milik negara-negara seperti Pakistan, Bangladesh, India dan Nepal melalui penyelundupan dan dokumen palsu.

Myanmar mencabut Rohingya dari kewarganegaraan mereka pada tahun 1982, menjadikan mereka tidak memiliki kewarganegaraan.

Di bawah Undang-Undang Kewarganegaraan 1982, Rohingya tidak diakui sebagai salah satu dari 135 kelompok etnis negara itu, membatasi hak mereka untuk belajar, bekerja, bepergian, menikah, memberikan suara, mempraktikkan agama Islam mereka dan mengakses layanan kesehatan.

Arab Saudi berhenti mengeluarkan izin tinggal kepada Rohingya yang memasuki negara itu setelah 2011.

Nay San Lwin mengatakan bahwa beberapa aktivis hak asasi manusia telah mengajukan banding ke pemerintah Saudi selama dua tahun terakhir dan bahwa ia secara pribadi telah mendekati pejabat dan diplomat Saudi untuk melakukan intervensi.

“Ketika warga Rohingya ini tiba di Bangladesh, mereka bisa dipenjara,” katanya. “Arab Saudi harus menghentikan deportasi ini dan memberikan mereka izin tinggal seperti warga Rohingya lainnya yang tiba di negara itu sebelum mereka.”

Tahun lalu, Middle East Eye (MEE) melaporkan bahwa tahanan Rohingya sedang dipersiapkan untuk dideportasi tidak lama setelah Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mengunjungi Arab Saudi.

Beberapa tahanan yang ditahan di pusat penahanan Shumaisi mengatakan mereka telah tinggal di kerajaan sepanjang hidup mereka dan telah dikirim ke tahanan setelah polisi Saudi menemukan mereka tanpa dokumen identitas.

Digambarkan sebagai “minoritas Muslim paling teraniaya di dunia”, sekitar satu juta Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh pada akhir 2017 ketika tentara Myanmar melancarkan operasi militer brutal terhadap mereka.

PBB menuduh tentara pemerintah dan umat Buddha setempat membantai keluarga, membunuh, memutilasi, membakar ratusan desa dan melakukan pemerkosaan massal.

Banyak dari pengungsi yang tinggal di kamp-kamp yang sempit dan tidak bersih di Bangladesh mengatakan mereka takut untuk kembali ke Myanmar tanpa hak yang dijamin seperti kewarganegaraan, akses mendapatkan perawatan kesehatan dan kebebasan bergerak.

Pesona Kompetisi Nasional Memanah dan Daya Tariknya

CILEGON (Jurnalislam.com) – Olahraga yang sedang naik daun, memanah menjadi trend baru dikalangan anak muda.

Komunitas-komunitas olahraga yang digemari Nabi ini mulai banyak bermunculan, bahkan tidak sedikit yang mengikuti atau menggelar kompetisi tingkat Nasional.

Seperti yang dilakukan oleh Komunitas Panahan Cilegon (Kompac), komunitas yang berdiri tahun 2017 ini, mengadakan Adventure Archery National Archery Competition di Villa Ternak Cikerai Cilegon, Ahad (20/1/2019).

Acara ini diikuti oleh 200 peserta lelaki dan 40 perempuan dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Banten, Jabodetabek, Jabar, Jateng, dan Jatim, hingga luar pulau yaitu Lampung, Kalimantan dan Makassar.

Peserta perempuan ikut kompetisi

“Motivasi saya datang jauh-jauh dari Makassar karena saya jatuh cinta dengan olahraga ini,” kata Alun, salah seorang peserta.

Selain itu, salah satu olahraga sunnah ini dinilai mendatangkan pundi-pundi rezeki dan membentuk karakter.

Alun menyebut, dengan adanya kompetisi memanah nasional dapat menjadi ajang silaturahim dan menambah relasi.

“Sebelumnya saya hanya kenal melalui sosial media,” ungkapnya.

Kompetisi memanah ini terbilang seru dan sukses karena dikemas dengan nuansa adventure atau petualangan.

“Seru, suka, banyak hadiahnya,” jelas salah satu peserta dari Jakarta

Bernuansa adventure sengaja disuguhkan oleh panitia untuk mengenalkan olah raga sunnah ini dengan happy kepada masyarakat. Juga mengingatkan bahwa Islam memiliki warisan olahraga.

Olahraga memanah

“Mengenalkan pada komunitas panahan di seluruh Indonesia,” ungkap Zawawi ketua pelaksana kepada jurniscom disela-sela acara.

Melalui acara yang besar ini pun, Zawawi serta teman-teman Komunitas memanah Cilegon mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai olahraga sunnah dan bergabung dengan komunitas-komunitas memanah di daerahnya.

“Cintailah olah raga sunnah ini. Karena ini adalah ‘milik kita’,” pesannya.

Lebih dari itu, ia mengimbau kepada masyarakat yang ingin mempelajari olahraga ini untuk tetap berhati-hati.

“Harus di tempat aman dan di bawah bimbingan tenaga profesional,” pungkasnya.

Erdogan: Turki Siap Ambil Alih Manbij, Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki siap untuk mengambil alih keamanan di Manbij Suriah tanpa penundaan, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan selama percakapan telepon dengan mitranya dari AS Ahad (20/1/2019) malam, lansir Anadolu Agency.

Sebuah pernyataan dari kepresidenan Turki mengatakan Erdogan dan Presiden AS Donald Trump setuju untuk mengambil langkah bersama guna membersihkan sisa-sisa IS di Suriah dan mencegah kebangkitan kelompok itu.

Erdogan mengatakan bahwa Turki tidak akan mengizinkan PKK dan afiliasinya di Suriah PYD/YPG untuk menggoyahkan Suriah timur laut.

Kedua pemimpin juga membahas hubungan bilateral, serta perkembangan terbaru di Suriah.

Baca juga:

Sedikitnya empat warga Amerika tewas, dan tiga lainnya cedera dalam serangan bunuh diri di Manbij, Suriah, kata Pentagon pekan lalu, sebuah provokasi demi mempengaruhi keputusan AS untuk menarik diri dari Suriah.

Komando Pusat AS mengatakan dua anggota layanan tewas, serta seorang warga sipil Pentagon dan seorang kontraktor, saat melakukan “keterlibatan lokal.” Seorang pejabat pertahanan yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan kontraktor itu bekerja sebagai penerjemah.

Semua orang Amerika yang terluka adalah anggota layanan, menurut perintah itu.

Sejumlah warga sipil setempat yang tidak dikenal juga tewas dan terluka.

Pakistan dan AS Sepakat Majukan Proses Perdamaian Afghanistan – Taliban

ISLAMABAD (Jurnalislam.com) – Pakistan dan AS pada hari Ahad (20/1/2019) menegaskan kembali komitmen mereka untuk memajukan proses perdamaian yang sedang berlangsung di Afghanistan, kata Kedutaan Besar AS di ibukota Islamabad.

Menurut pernyataan kedutaan, pengesahan itu terjadi selama pertemuan kunjungan utusan khusus AS untuk rekonsiliasi Afghanistan Zalmay Khalilzad dengan Perdana Menteri Imran Khan, Menteri Luar Negeri Shah Mahmood Qureshi, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Qamar Javed Bajwa, dan para pejabat tinggi lainnya.

“Selama konsultasi, kedua belah pihak menegaskan kembali komitmen mereka untuk memajukan proses perdamaian Afghanistan,” kata pernyataan itu

Khalilzad juga menyoroti bahwa semua negara di kawasan itu akan mendapat manfaat dari perdamaian di Afghanistan.

Dalam sebuah pernyataan terpisah, Khan menegaskan kembali komitmen pemerintahnya untuk terus bekerja dengan AS dan pemangku kepentingan regional lainnya guna menemukan penyelesaian politik di Afghanistan.

Khan menggarisbawahi perlunya normalisasi hubungan dengan semua negara tetangga untuk melepaskan potensi kerja sama regional.

Baca juga: 

Berbicara dengan mengunjungi Senator Republik AS Lindsey Graham, yang memanggil Khan sore ini di Islamabad setelah mengunjungi Turki, Khan mengatakan negaranya selalu mendukung semua upaya untuk membawa perdamaian abadi ke Afghanistan.

Delegasi AS yang dipimpin oleh Jenderal Joseph L. Votel, komandan CENTCOM AS, juga bertemu dengan Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Qamar Javed Bajwa di markas tentara di Rawalpindi.

Menurut Hubungan Masyarakat Antar-Layanan (Inter-Services Public Relation-ISPR), pertemuan itu membahas sayap media tentara Pakistan, lingkungan geo-strategis, keamanan regional, dan perdamaian dan rekonsiliasi Afghanistan.

Bajwa menegaskan kembali bahwa perdamaian di Afghanistan sangat penting untuk perdamaian regional, dan bahwa meskipun ada kendala, Pakistan telah berkontribusi pada semua upaya untuk perdamaian regional dan akan terus melakukannya.

Jenderal AS yang berkunjung itu memuji upaya Angkatan Darat Pakistan untuk perdamaian dan stabilitas regional.

Utusan AS Khalilzad telah berada di Islamabad sejak 17 Januari untuk memecahkan kebuntuan yang melanda proses perdamaian Afghanistan.

Pakistan telah meyakinkan utusan AS bahwa mereka dapat meyakinkan Taliban ikut memecahkan kebuntuan, tetapi Taliban Afghanistan tetap enggan bertemu dengan para pejabat AS di Pakistan guna menghindari tekanan untuk menerima pemerintah Afghanistan dalam proses perdamaian demi mengakhiri konflik 17 tahun.

Edukasi Gaya Hidup Halal, Solo Halal Festival Berlangsung Meriah

SOLO–(Jurnalislam.com)-Edukasi halal, Tsabita Halal Boga gelar Solo Halal Festival bertajuk “Halal itu mudah” pada Jum’at sampai Sabtu(18-20/1/2018) di Atrium Solo Paragon Mall.

Pemilik Tsabita Halal Boga dalam sambutanya mengatakan acara yang di gelar pertama kali di Solo ini bisa mengispirasi produsen makanan untuk lebih meningkatkan komitmen dalam menyediakan makanan Halal.

Event ini semoga bisa mengispirasi produsen- produsen yang lain,untuk berkomitmen dalam mengedanpan pangan halal,untuk halal itu menjadi life style atau budaya hidup kita”,katanya.

Sementara itu, Direktur LPPOM MUI Jawa Tengah, Prof. Dr. Dr. Rofik MA mendukung acara ini dan memberikan apresiasi atas apa yang di usahakan Tsabita dalam mempromosikan pentingnya bahan dan produk halal.

“Kami selaku dari MUI Jawa Tengah memberikan apresiasi atas kegiatan ini, semoga kegitan ini ke depan bisa berkelanjutan dan memberikan manfaat,”tuturnya.

Solo Halal Food Festival dimeriahkan berbagai acara diantaranya demo bakery, bazar, lomba anak-anak, Talk Show halal bersama MUI, nasyid dan lain-lain.

Debat “Cerdas Cermat”

Oleh : M Rizal Fadillah
Ketua Maung Institute

JURNIS – Masih belum habis rasa kecewa pada program KPU ini. Dunia menonton kompetisi calon Presiden Indonesia. Agenda debat tidak bernuansa debat. Ada yang mengatakan debat berasa cerdas cermat. Beberapa media dunia mentertawakan acara ini. Ini semua gara gara KPU. KPU yang menghilangkan tahap penyampaian visi misi dan membocorkan pertanyaan. Settingan pun menjadi tidak bagus. Efek dari rekayasa dan sarat kepentingan.

Ramai di medsos tanggapan, dan nampaknya yang paling banyak berita adalah soal “contek menyontek”. Komentarnya lucu lucu dan bervariasi. Sampai-sampai anak sekolah gembira katanya ulangan boleh nyontek karena calon Presiden saja mencontohkan begitu. Luar biasa KPU memfasilitasi pembodohan masyarakat demi “menolong” kandidat.

Disamping settingan KPU yang blepotan, juga kandidat dinilai datar datar saja dalam menjawab. Pasangan Prabowo Sandi relatif lebih kompak dan hidup ketimbang pasangan Jokowi Ma’ ruf. Kyai Ma’ruf pasif dan tak mampu masuk ke ruang debat. Malah soal terorisme justru memojokkan umat Islam. Kyai yang juga Ketum MUI ini mestinya berada di pihak umat Islam. Tapi itulah kalau posisinya berada di “seberang” mau tidak mau harus bergaya bahasa petahana. Umat Islam (politik) diposisikan sebagai “oposisi” yang mesti dilemahkan.

Hal yang memalukan adalah stressnya Kyai Ma’ruf menghadapi debat. Di medsos viral ‘ngompol’ nya Kyai. Sarung basah disorot kamera. Memang pasangan Jokowi ini rontok marwah dan kecerdasannya. Rasanya ia kini berada di bidang yang tidak dikuasainya. Sebenarnya pa Kyai sangat mengetahui dan menyadari ucapan Nabi yang menyatakan bahwa mengemban amanah yang bukan bidangnnya adalah saat-saat menunggu kehancuran saja.

Empat tahun Jokowi memerintah telah membuat negara gaduh terus menerus. Kegaduhan yang disebabkan “mis manajemen” dalam pengelolaan negara. Jokowi tak memiliki keahlian kenegaraan
jabatannya pun dinilai “karbitan”. Selalu tak tuntas baik di Solo maupun di Jakarta. Melompat lompat. Seperti “frog” yang memang menjadi hewan peliharaan yang disukainya.

Kembali pada program debat KPU yang dinilai kurang bermutu dan tidak efektif untuk pendidikan politik. Sudah selayaknya jika KPU berniat untuk mengubah format. Intinya jangan terlalu banyak “rekayasa” seperti bocoran pertanyaan yang lalu. Biarlah rakyat menilai bebas ekspresi dan kemampuan kandidat Presiden dan Wakil Presiden apa adanya. Terlalu banyak “bekal” membuat stres pada kandidatnya. Moga format debat esok tidak menjadi acara “cerdas cermat” lagi yang menampilkan calon pemimpin bangsa yang justru tidak cerdas dan tidak cermat.

Sebenarnya yang lebih dikhawatirkan adalah kesadaran politik rakyat Indonesia yang tidak terlampau tinggi. Belum terbina dengan baik. Memilih pemimpin bangsa tidak berdasarkan kualifikasi dan kepatutan melainkan semata pada fanatisme atau pragmatisme. Jika ini yang terjadi maka program debat tidak memiliki arti penting. Pemilih nyatanya memilih pemimpin yang paling tidak cerdas dan paling tidak cermat. Ironi dan memalukan. Semoga tidak terjadi.

Murni Alasan Kemanusiaan, Keluarga Minta Bebasnya Ustaz ABB Tak Dikaitkan dengan Pilpres

SOLO (Jurnalislam.com) – Keluarga Ustaz Abu Bakar Ba’asyir (ABB)  meminta umat Islam tak mengaitkan bebasnya Ustaz Abu dengan pilpres.

“Saya minta kepada umat Islam untuk fokus tentang Ustaz Abu Bakar Ba’asyir yang memang harus dibebaskan,” kata putra ustaz ABB, Abdul Rahim Ba’asyir.

Pembebasan Ustaz ABB, kata pria yang karib disapa Ustaz Iim ini adalah kemanusiaan,  karena menurutnya, seluruh negara di dunia ini tahu kalau tidak manusiawi apabila seorang berumur 81 tahun masih ditahan dalam keadaan sakit-sakitan dan kondisi yang begitu sulit.

“Tentu seburuk apapun seorang penguasa apabila dia masih memiliki rasa kemanusiaan mestinya dia membebaskan orang seperti ABB. Jadi mohon kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk tidak mengaitkan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir ini dengan kepentingan atau isu-isu politik Pilpres yang ada ini,” kata Iim.

Menurut Iim, kalau ada pihak yang mungkin  memanfaatkan hal ini karena kebetulan terjadinya mendekati pilpres itu hal yang sulit dihindari.

Tapi ia minta tetap tidak dikaitkan dengan kepentingan-kepentingan tersebut.

“Oleh karena itu, saya minta kepada umat Islam untuk fokus kepada kondisi dan situasi Ustaz Abu Bakar Ba’asyir sendiri. Mohon tidak dikaitkan dengan kepentingan politik,” pungkasnya.

Keluarga: Tolong Hati-hati Sebar Informasi terkait Ustaz ABB

SOLO (Jurnalislam.com)- Pihak keluarga Ustaz Abu Bakar Ba’asyir mengeluhkan banyaknya berita palsu (hoax) yang  beredar seputar kabar kebebasan Ustaz Abu Bakar  Ba’asyir.

Saat ini, keluarga mengaku disibukkan menepis kabar-kabar hoax yang mengaitkan ustaz Abu Bakar Ba’asyir dengan Pilpres 2019.

    contoh BC hoax terkait kebebasan ustaz ABB

Putra ustaz Abu Bakar Ba’asyir, Abdul Rahim Ba’asyir berharap masyarakat dapat berhati-hati menyebarkan informasi seputar kebebasan Ustaz Abu yang belum dikonfirmasi kebenarannya.

Ustaz Iim, sapaan karibny,  khawatir hal tersebut justru akan merugikan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir sendiri.

“Banyak hoax yang beredar soal berita yang berseliweran  seputar Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, intinya ingin  mengaitkan kebebasan Ust ABB ini dengan kondisi politik  saat ini,” kata Abdul Rochim Ba’asyir, putra Ustaz Abu Bakar Ba’asyir saat dihubungi INA News Agency, kantor berita yang diinisiasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU) Ahad, (20/1/2019).

Ustaz Iim, sapaannya, menyayangkan hal tersebut. Ia menegaskan, kebebasan Ustaz Abu tidak ada kaitannya dengan Pilpres 2019 karena proses pembebasan Ustaz Abu telah dilakukan sejak lama oleh keluarga dan tim kuasa hukum.

Langkah Yusril Usahakan Kebebasan Ustaz ABB Diapresiasi

SOLO (Jurnalislam.com) – Sekjen The Islamic Study and Action Center (ISAC), Endro Sudarsono mengapresiasi langkah Yusril Izha Mahendra.

Yusril dinilai berhasil meyakinkan Presiden Jokowi terkait pembebasan ulama kharismatik asal Jombang ustaz Abu Bakar Ba’asyir.

“Suksesnya upaya meyakinkan mengubah status bebas bersyarat menjadi bebas murni terhadap ustaz Abu Bakar Ba’asyir adalah langkah cerdas dan berani dari Yusril Ihza Mahendra,” katanya dalam rilis yang diterima Jurniscom, Ahad (20/1/2019).

“Usulan Yusril untuk mengesampingkan beberapa syarat dalam status bebas bersyarat menjadi bebas murni, telah disetujui presiden Jokowi adalah sebuah terobosan kebijakan dalam Lembaga Pemasyarakatan dibawah Kementerian hukum dan HAM,” imbuhnya.

Selain alasan kemanusiaan, Endro mengatakan bahwa ustaz Abu memang sudah sepantasnya bebas lapas Gunung Sindur Bogor karena telah menjalani dua pertiga hukuman yang dijalani

“Adalah hak bebas bersyarat dari ustaz Abu Bakar Ba’asyir setelah menjalani dua pertiga masa tahanan, Serta pertimbangan atas dan demi ulama sepuh, serta atas dasar peri kemanusiaan,” ungkapnya.

Untuk itu, Endro berharap Presiden Jokowi bisa mengatasi intervensi asing atas kebebasan ulama yang menjadi salah satu tokoh pondok pesantren Al Mukmin Ngruki itu.

“Sanggup dan mampukah Presiden Jokowi meredam pemerintah Australia yang merasa kurang nyaman terhadap rencana bebasnya Ust. Abu Bakar Ba’asyir?,” tandasnya.

Debat Capres dan Teori Semiotik

Ditulis oleh: Muhammad Fajar Aditya, mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Serang Raya, Jurnalis Jurnalislam.com

JURNALISLAM.COM – Baru beberapa hari debat Capres-cawapres Indonesia periode 2019-2024 digelar. Seperti hukum fisika, ada aksi timbul pula reaksi.

Tidak sedikit masyarakat yang mengomentari aksi panggung calon pimpinan negara selama dua jam ini. Salah satunya bahasa komunikasi simbol yang biasa disebut semiotik.

Stephen W. Littlejohn dalam bukunya Teori Komunikasi menjelaskan, semiotik atau penyelidikan simbol-simbol, membentuk tradisi pemikiran yang penting.

Semiotik berbicara tentang bagaimana tanda-tanda mempresentasikan benda, ide, keadaan, situasi, perasaan, dan kondisi di luar tanda-tanda itu sendiri.

Konsep dasarnya adalah tanda yang didefinisikan sebagai stimulus yang menandakan atau menunjukkan beberapa kondisi lain.

Selain itu, semiotik telah menjadi hal penting yang membantu kita dalam memahami apa yang terjadi dalam pesan dan bagaimana semua bagian itu disusun.

Di dalam ilmu atau tradisi semiotik, ada teori khusus yang mempelajari tentang simbol dari Susanne Langer.

Menurut Langer, semua binatang yang hidup didominasi oleh perasaan, tetapi perasaan manusia dimediasikan oleh konsepsi, simbol, dan bahasa. Binatang merespon tanda, tetapi manusia menggunakan lebih dari sekadar tanda sederhana dengan mempergunakan simbol.

Menelisik Komunikasi Simbol Debat Capres-cawapres

Agaknya bosan jika terus membahas teori, mari kita melanjutkan kepada substansi. Dalam catatan penulis setidaknya ada beberapa bahasa simbolik yang disajikan pada debat yang dinilai ‘agak’ membosankan dan normatif tersebut.

Pada saat sesi penyampaian visi dan misi pada tema hukum dan Ham, ada perbedaan yang cukup signifikan, yakni paslon 1 yang terdiri dari petahana Joko Widodo dan Ma’ruf Amin terlihat beberapa kali membaca teks sedangkan paslon 2 yang terdiri dari Prabowo dan Sandiaga Salahuddin Uno tidak. Ini menunjukkan kesiapan dari kedua belah pihak.

Selanjutnya, Sandiaga Uno kerap kali dalam pidato dan tanggapannya menggunakan kalimat ‘dibawah Prabowo-Sandi’. Ini merupakan pesan kepada masyarakat untuk meyakinkan terhadap kepastian janji.

Masih dalam sesi yang sama, ketika Paslon 1 diberikan kesempatan untuk menyampaikan pidato yang diwakili Jokowi, masih tersisa 40 detik untuk dimanfaatkan, namun Ma’ruf Amin mengatakan cukup dan mendukung.

Ini menunjukkan mantan ketua MUI seperti diatur untuk tidak banyak berbicara dalam tema tertentu. Benar saja, dikemudian hari banyak media yang memberitakan hal ini.

Baru pada sesi setelah hukum, yakni Ham Ma’ruf berbicara melengkapi Jokowi, namun dalam waktu kurang dari 1 menit ini, ia terlihat bertele-tele dan lamban. Ini menunjukkan kiai masih belum siap dan masih mengikuti alur debat.

Mari kita lanjutkan dalam tema terorisme, Paslon 1 yang diwakili Ma’ruf berbicara dengan mengaitkan dengan agama Islam seperti perkataan ‘Bukan Jihad, haram’. Ini menunjukkan kategori terorisme lebih kearah umat Islam.

Prabowo yang diberikan kesempatan untuk menanggapi dengan gaya tegas dia mengatakan ketidaksetujuan stigmatisasi teroris kepada umat Islam. Ini menunjukkan ketegasannya bahwa terorisme bisa dilakukan oleh siapa saja, dan dari agama serta latarbelakang apa pun.

Pada saat Ma’ruf berpidato terkait terorisme, Jokowi terlihat kerap mengangguk. Ini menunjukkan Jokowi setuju, mendukung, sekaligus menghormati Ma’ruf Amin sebagai salah satu pemuka agama.

Beribcara tentang harmonisasi antar kedua Paslon, Prabowo-Sandi dalam banyak kesempatan terlihat lebih harmonis. Beberapa kali ketika Prabowo berhenti berbicara langsung dilanjutkan oleh Sandi.

Ini menunjukkan kepercayaan utuh yang diberikan Prabowo kepada Sandi untuk menyampaikan gagasan dan pandangannya mengenai suatu kasus.

Dalam sesi debat, dengan tema korupsi dan terorisme, Jokowi berbicara tentang bekerja bebas dan lepas tanpa beban masa lalu. Ditambah pada saat closing ia berbicara lagi tentang rekam pelanggaran Ham.

Penulis menilai, hal itu ditujukan untuk memancing emosi dari Paslon 2 khususnya Prabowo karena kerap diisukan dengan pelanggaran Ham dimasa lalu.

Momen Joget dan Gulung Lengan Kemeja

Pada saat sesi debat masalah korupsi dan terorisme Jokowi menanyakan terkait isu caleg mantap koruptor ditubuh partai Gerindra. Pada saat itu Prabowo izin untuk interupsi sebelum waktu Jokowi habis.

Sesuai peraturan, moderator tidak mengizinkan dan seketika Prabowo tersenyum dan melakukan aksi joget kecil yang langsung direspon dengan Sandi yang memijatnya.

Ini bisa diartikan berbagai macam, diantaranya Prabowo sedang bergembira terhadap pertanyaan lawan. Bisa juga dia sedang mendinginkan suasana sedang diserang oleh pertanyaan sensitif yang ditujukan bukan hanya kepada pribadinya melainkan partai yang dipimpinnya.

Selain Prabowo, Sandi juga terlihat responsif serta peka terhadap suasana dengan menghampiri Prabowo dan melakukan aksi memijat kecil. Aksi ini juga bisa ditujukan untuk melihatkan kepada masyarakat bahwa dalam debat tidak dalam suasana tegang dan serius selamanya.

Yang terakhir, seusai Jokowi melakukan penutupan, ia menggulung lengan kemeja putihnya. Ini menunjukkan ia siap untuk bekerja nyata kepada rakyat.

Selain itu, aksi tersebut juga dapat diartikan pihaknya siap untuk menghadapi Paslon 2 dengan segenap tenaga dan usahanya hingga 17 April nanti.

Mungkin itu yang dapat penulis lihat dan nilai dalam perspektif semiotik. Rencananya pada debat selanjutnya pihak KPU tidak akan memberikan kisi-kisi seperti debat perdana kali ini.

Mari kita lihat aksi calon pemimpin negara kepulauan ini dalam menyampaikan gagasan dan beretorika. Sehabis itu, mari kita bijaksana dalam memilih sesuai dengan kecakapan kandidat dalam menyampaikan setiap gagasannya.

Gagasan untuk membangun Merah Putih ini dari keterpurukan yang kerap dirasakan oleh masyarakat.