Salafi Maz’um (murjiah kontemporer) adalah Alat Intelijen untuk Hadapi Mujahidin

JURNALISLAM.COM – Dalam menyikapi jihad global yang di usung oleh para aktivis jihad diseluruh dunia saat ini maka para thaghut dan anshornya tidak tinggal diam, mereka mencari formula untuk melumpuhkan para aktifis gerakan tersebut dengan berbagai cara, salah satu cara thoghut dan anshornya untuk memberangus mujahidin dan ideologi jihad adalah menyematkan label “khowarij” kepada mereka. Thaghut dan anshornya dengan mengunakan program intelijen bisa dikatakan hampir sukses, dan mendapat banyak dukungan dari umat Islam yang bodoh terhadap realita dan konspirasi musuh.

Salafy, salah satu gerakan pemikiran yang tertuduh sebagai representasi murji’ah masa kini, menjadi ujung tombak dan tim sukses program intelijen itu. Entah mereka sadar atau tidak sadar. Di Timur Tengah pemikiran mereka ini dikenal dengan istilah al Jamiyah atau al Madkhiliyah. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan penamaan salafy. Permasalahannya, pikiran-pikiran yang dikembangakan oleh mereka mengarah pada pemberangusan ideologi jihad dan aktifis jihad. (Dakwah Muqowamah, hal.714)

Da’I atau orang yang diulama’kan oleh mereka sangat fasih melempar tuduhan khowarij, kilabunnaar (anjing neraka), sufaha’ul ahlam (bodoh) kepada para aktifis jihad. Alasannya, karena para aktifis jihad menentang pemerintah dan berjihad tanpa idzin imam -yang sejatinya penguasa sekuler, antek salibis-.

Logika mereka, siapa saja yang sudah menjadi penguasa maka ia adalah imam sah, apapun kekufuran mereka tidak bisa dijadikan alasan untuk memberontak. Bahkan salah seorang ulama yang tertular pikiran ini mengatakan, “Kalau kita sudah mengetahui kekufuran mereka (penguasa), lalu apa manfaatnya bagi kita.?”

Bandingkan pernyataan mereka dengan pendapat Ahlu Sunnah, Al Qodhi bin ‘Iyadh rahimahullah berkata

“Kalau pada hakim (imam) terjadi kekafiran, atau mengganti syari’at, atau melakukan kebid’ahan (bid’ah mukaffiroh) maka ia tidak boleh ditaati lagi. Dan diwajibkan bagi seluruh kaum muslimin melengserkannya, lalu menggantinya dengan imam yang adil jika mereka mampu melaksanakannya. Jika yang mampu melengserkannya hanya sebuah kelompok tertentu maka kelompok tersebut wajib melengserkan si kafir itu.” (Syarhu Muslim, Imam Nawawi, 12/229)

Al hadist,

إِنْ أُمِّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ مُجَدَّعٌ حَسِبْتُهَا قَالَتْ أَسْوَدُ يَقُودُكُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى فَاسْمَعُوا لَهُ وَأَطِيعُوا

“Selama dia memimpin kalian dengan kitab Allah maka dengar dan ta’ati”. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya dalam Bab Wujub Tha’at al Umara Fi Ghairi Ma’shiyah Wal Imam Junnah.

Dalam Shahihnya Imam Muslim menuturkan beberapa hadits dengan ada sedikit perbedaaan redaksi. Tetapi pada intinya sama menggunakan kata-kata:

يَقُودُكُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ.

Dalam riwayat Tirmidzi menggunakan redaksi ما أقام لكم كتاب الله (selama mereka menegakan kitab Allah).

Dalam kitab Tuhfah al Ahwadzi Syarh Sunan Tirmidzi disebutkan:

“Maksudnya adalah selama menegakan hukumNya juga mencakup Sunah nabiNya”.

Dalam hadits tersebut; syarat pemimpin yang ingin dita’ati adalah pemimpin yang menegakan hukum Allah.

Dalam Fathul Bari, Ibn Hajar berkata: Pada dasarnya, Imam dibae’at agar melakukan yang haq, menegakan hudud, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar” .

Dalam Syarhnya, Imam Nawawi berkata: “Al Qadhi berkata; Jika imam melakukan kekufuran, merubah syari’at atau melakukan bid’ah maka ia telah keluar dari statusnya sebagai pemimpin dan haknya untuk dita’ati telah gugur. Wajib bagi kaum muslim berusaha untuk mencopot dan menggantinya dengan pemimpin yang adil jika hal itu memungkinkan bagi mereka… Dan tidak wajib mencopot (pemimpin) pelaku bid’ah kecuali jika mereka mampu. Akan tetapi jika tidak mampu maka tidak wajib mencopotnya”.

Sepertinya, salafy cacat dalam beranalogi, dikiranya setiap orang yang memberontak adalah khowarij, tanpa melihat motif memberontak dan pemerintah yang bagaimana ingin dilengserkan. Mereka yang menuduh kalangan lain sebagai Khawarij ternyata mereka juga merupakan bagian dari kelompok sesat tersebut. Bahkan kedok mereka akhirnya terbuka, mereka adalah jaringan Neo Murjiah

Paham murjiah ini bisa berbahaya bagi ajaran Islam dan pemeluknya. Bahkan Syekh DR. Bakr Abu Zaid dalam bukunya ‘Dar’ul Fitnah ‘An Ahli Sunnah’ menyebutkan di antara dampak negatif paham Murjiah adalah meremehkan syariat Islam dan jihad di jalan Allah.

Selain dari buku-buku tadi yang membongkar syubhat neo murjiah bisa juga dilihat buku Al Hukmu Bighaeri Maa Anzalallah Ahwaluhu Wa Ahkaamuhu karya Prof. DR. Shalih Al Mahmud , Ar Rudud karya DR. Bakr Abu Zaid dan At Tawassuth Wal Iqtishad Fi Annal Kufro Yakuunu Bil Qaul Awil Fi’li Awil I’toqad karya Alwi bin Abdul Qadir As Saqqaf. Buku terakhir ini telah dibaca oleh Syekh Bin Baz, diberi pengantar, diwasiatkan untuk dicetak dan disebarkan .

Sa’id bin Jubair (wafat Th. 95H)

Ummu Abdillah bin Habib dari ibunya berkata: “Aku mendengar Sa’id bin Jabir ketika menyebut Murjiah, beliau berkata: “Mereka adalah Yahudi.”

Ibrahim An Nakha’i (Wafat th. 96 H)

Sa’id bin Shalih berkata: “Ibrahim berkata: “Sesungguhnya fitnah Murjiah lebih dikhwatirkan dari pada fitnah Azariqah.”

Muhamad bin Ali bin Al Husain (Wafat th. 118 H)

Muhamad bin Muslim berkata, Abu Ja’far Muhamad bin Ali bin Al Husain berkata: “Tidaklah kemiripan malam dan siang melebihi kemiripan Murjiah dan Yahudi.”

 

Deddy | Jurnalislam

 

Pasukan Muhajirin dan Pendukung Memasuki Pangkalan Intelijen Angkatan Udara Assad

SURIAH (jurnalislam.com) –  Tentara Muhajirin dan pendukung, serta unit pejuang lainnya memasuki wilayah pangkalan militer Assad intelijen angkatan udara .

Sumber dari Suriah melaporkan bahwa selama operasi militer yang sedang berlangsung di Layramoun (alias Balleramoun) , Mujahidin Jaish al-Muhajirin wal Ansar / Tentara Muhajirin dan Pendukung (AES), Jabhat an-Nusra dan unit  lainnya menduduki  sebuah kompleks bangunan pada wilayah inti Assadites (para pengikut setia pasukan assad)  di az-Zahra (bagian selatan Layramoun).

Sebagai tanggapan dari keberhasilan mujahidin maka orang-orang kafir Syiah mulai mengintensifkan pemboman posisi Mujahidin dan lingkungan perumahan dari Aleppo.

Gambar diatas adalah peta dari disposisi tempur di az-Zahra, pada 17 April 2014 Garis kuning adalah para Assadites, hijau adalah para Mujahidin.  (ded412)

 

12 Tentara Boneka Irak Tewas Dalam Serangan Di Pangkalan Militer

IRAK (jurnalislam.com) – Setidaknya 12 tentara tewas dan 12 lainnya luka-luka dalam serangan terhadap sebuah pangkalan militer di daerah konflik Irak utara .

Serangan hari Kamis terjadi di pangkalan di luar kota Mosul , sekitar 360 kilometer barat laut Baghdad , ketika seorang istisyahidah meledakkan bom – sarat truknya di gerbang fasilitas militer , seorang perwira tentara dan seorang polisi kepada kantor berita AP .

Sekelompok pria bersenjata kemudian melepaskan tembakan dari Humvee militer tampaknya dikomandoi , hingga memicu tembak-menembak .

Seorang pejabat medis mengkonfirmasi angka kausalitas . Semua pejabat berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media .

Selama beberapa bulan terakhir, Mosul dan wilayah sekitarnya telah melihat serangan berani oleh para mujahidin , terutama dari kelompok al- Qaeda – yang dikenal sebagai Negara Islam Irak dan Syam( ISIS ) , terhadap pasukan militer dan keamanan pemerintah boneka Irak .

Empat orang tewas dalam tembakan artileri terbaru di kota Fallujah, Irak di Anbar , sumber medis telah memberitahu Al Jazeera .

ISIS telah menguasai bagian dari ibukota provinsi Anbar itu , Ramadi , sejak Desember , serta pusat kota terdekat Fallujah .

Sejak itu, pasukan keamanan pemerintah boneka Irak dan sekutunya berupaya untuk mengusir anggota ISIS .

Di Baghdad , ibukota Irak , sedikitnya sembilan orang tewas pada hari Kamis (17 april 2014) setelah sebuah bom mobil meledak di daerah komersial Karrada, petugas polisi mengatakan kepada Al Jazeera

Tidak ada yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan Kamis . (ded412)

Ahad ini “Aliansi Nasional Anti Syi’ah” Akan Dideklarasikan di Bandung

Bandung (Jurnalislam.com) – Untuk mentindaklanjuti Hasil Musyawarah Nasional Ulama yang diselenggarakan Forum Ulama Ummat Indonesia ( FUUI ) di Masjid Al Fajr Bandung, Ahad 22 April 2012 lalu, Majelis Syuro dan Dewan Pakar Aliansi Nasional Anti Syiah akan menggelar acara “Deklarasi Aliansi Nasional Anti Syiah” di Masjid Al Fajr Jl. Cijagra Raya Buah Batu Bandung pada Ahad, 20 April 2014.

Ustadz Abu Mu’az selaku ketua panitia penyelenggara menjelaskan bahwa acara ini diselenggarakan sebagai upaya membentengi aqidah umat Islam dari pergerakan Syiah di Indonesia yang semakin berani dan massif.

“Acara ini kami adakan untuk membentengi aqidah umat dari pergerakan Syi’ah yang saat ini semakin berani dan massif”, ujarnya saat dihubungi jurnalislam melalui sambungan telepon.

Beliau melanjutkan, kelompok syiah yang semakin arogan ini sudah seharusnya menjadi alasan kuat para Ulama di Indonesia untuk bersatu mempersiapkan langkah dalam rangka membentengi aqidah umat.

“Gerakan mereka yang semakin terorganisir, bila dibiarkan, berpotensi menyesatkan aqidah ummat. Hal ini seharusnya sudah cukup membangkitkan kesadaran khususnya para Ulama, untuk bersama-sama dalam satu shaf dan khiththah mempersiapkan strategi dan langkah yang lebih kongkrit dalam upaya membentengi aqidah umat,” lanjut beliau

Sebagai langkah konkritnya, Aliansi Nasional Anti Syiah telah membentuk Tiga Komisi, diantaranya : Strategis, Taktis, dan Sosialisasi. Di antara yang diamanatkan oleh Komisi Taktis adalah membuat Posko atau Garda Anti Syiah. Sedangkan Komisi Sosialiasi mengadakan diklat di masjid-masjid untuk menjelaskan kesesatan dan bahaya syiah.

“Insya Alloh kita akan membuat posko-posko Anti Syiah dan diklat di masjid-masjid untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa ini lo bahayanya Syi’ah”, papar Abu Mu’az.

Kurang lebih 87 Ulama dan Habaib dari berbagai ormas Islam di Indonesia termasuk didalamnya NU, Muhammadiyah dan Persis telah menyatakan kesiapannya untuk bergabung dalam acara ini.

“Alhamdulillah sampai saat ini sudah kurang lebih 87 ulama dan habaib yang siap bergabung”, kata beliau.

Berdasarkan informasi yang kami himpun, hingga saat ini ribuan umat Islam dari berbagai daerah telah siap untuk menghadiri acara deklarasi tersebut. (amaif)

Taliban Pakistan Nyatakan Akhiri Gencatan Senjata

PAKISTAN (jurnalislam.com) – Taliban Pakistan secara resmi mengakhiri gencatan senjata 40 hari, tetapi masih terbuka untuk pembicaraan damai dengan pemerintah, menurut juru bicara Taliban.

Shahidullah Shahid mengatakan pada hari Rabu (16/4/14) bahwa Taliban Pakistan tidak memperpanjang gencatan senjata, yang dimulai pada tanggal 1 Maret, karena pemerintah terus saja menangkapi orang dan menewaskan lebih dari 50 orang yang terkait dengan kelompok.

“Namun, pembicaraan akan berlanjut dengan ketulusan dan keseriusan, dan jika ada kemajuan yang jelas dari pihak pemerintah, [Taliban] tidak akan ragu untuk mengambil langkah serius,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Pengumuman ini datang tiga hari setelah Chaudhry Nisar Ali Khan, menteri dalam negeri Pakistan, mengatakan bahwa proses tersebut akan memasuki sebuah fase “komprehensif” .

Pembicaraan damai antara Taliban dan pemerintah Nawaz Sharif dimulai pada bulan Februari tapi babak pertama berakhir dengan kekerasan.

Pemerintah Pakistan telah membebaskan beberapa tahanan kelas ringan, yaitu sekelompok orang yang tidak ikut berjuang, namun Taliban menghendaki ratusan orang dibebaskan dan penarikan tentara dari daerah-daerah suku yang berbatasan dengan Afghanistan.

Waziristan Selatan merupakan salah satu dari tujuh wilayah semi – otonom di sepanjang perbatasan Afghanistan yang merupakan surga bagi para mujahidin .

Pembicaraan damai adalah janji kampanye utama bagi Sharif sebelum ia terpilih menjadi perdana menteri untuk ketiga kalinya tahun lalu.

Tetapi beberapa analis telah menyuarakan skeptisisme tentang peluang mereka untuk sukses, mengingat tuntutan Taliban Pakistan yaitu penegakan hukum Islam secara nasional dan penarikan pasukan dari zona suku tanpa hukum. (ded412)

Kendaraan Tempur Suriah Di tembak Jet tempur Yordania

YORDANIA (jurnalislam.com) – Jet tempur angkatan udara Yordania telah menghancurkan sejumlah kendaraan tempur yang mencoba menyeberang ke Yordania dari Negara tetangga Suriah, menurut militer Yordania.

Sebuah sumber militer Suriah yang dikutip oleh televisi pemerintah di Damaskus mengatakan, bahwa kendaraan yang menyerbu pada hari Rabu (16/4/14) bukan milik angkatan bersenjata Suriah .

Menggunakan serangan udara untuk menghadapi infiltrasi tersebut merupakan pertama kalinya bagi Yordania.

“Jet tempur angkatan udara kerajaan hari ini pukul 10:30 menghancurkan sejumlah kendaraan yang mencoba untuk menyeberang ke Yordania dari Suriah,” kata tentara Yordania dalam sebuah pernyataan.

“Kendaraan yang disamarkan mencoba masuk dari daerah yang bermedan berat.

“Jet tempur melepaskan tembakan peringatan, namun diabaikan, sehingga mendorong mereka untuk menghancurkan kendaraan tersebut. Tentara tidak akan mentolerir tindakan seperti itu.”

Pernyataan itu tidak mengatakan berapa banyak kendaraan dalam konvoi, dan juga tidak menyebutkan jumlah korban, kantor berita AP melaporkan. Juga tidak disebutkan apakah kendaraan menjadi sasaran di tanah Suriah atau Yordania.

Tapi seorang pejabat militer mengatakan kepada kantor berita AFP di Amman bahwa “ada tiga kendaraan yang mencoba masuk ke dalam kerajaan” dekat Ruwaished, di Yordania utara.

Yordania sangat berhati-hati dalam menangani konflik, dan berulang kali mengungkapkan kekhawatiran bahwa hal itu bisa menyebar dan berdampak terhadap para pejuangnya.

Pemerintah rezim Suriah menuduh Yordania membantu pemberontakan selama   tiga tahun terhadap Presiden Syiah Bashar al – Assad dengan memberikan pelatihan dan mempersenjatai mujahidin, tapi Yordania membantah hal ini dan mengatakan telah memperketat perbatasannya dan puluhan orang yang mencoba untuk menyeberanginya secara ilegal telah dipenjara.
Pada saat yang sama, Yordania mengatakan penyelundupan senjata di perbatasan dengan Suriah telah meningkat sebesar 300 persen dalam satu tahun terakhir . (ded412)

2 Kantor Kecamatan di Palu Dibakar Orang Tak Dikenal, Ratusan Kotak Suara Hangus Terbakar

Palu (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 164 dari 169 kotak suara hangus terbakar setelah 2 kantor camat di Sulawengi Tengah dibakar oleh sekelompok orang tak dikenal, Rabu (16/04/2014) malam.

Sekitar pukul 19.05 WITA Kantor Kecamatan Sindue Tobata dan Sindue Tambusabora, Donggala, Sulawesi Tengah, dibakar orang tak dikenal setelah petugas PPK menyelesaikan penghitungan suara pileg.

“Dari 196 kotak suara, hanya 32 kotak suara yang berhasil diselamatkan, dan hanya 17 dalam keadaan mulus,” ujar Ketua PPK setempat, Sukma kepada detikcom di lokasi kejadian.

Menurut penuturan Sukma, mereka meninggalkan kantor sekitar pukul 18.50 WITA, tanpa penjagaan. Mereka mengambil jeda istirahat untuk menjalankan salat magrib. Mereka juga mengunci berkas penghitungan suara dan kotak suara.

Ketua Bawaslu Sulawesi Tengah, Ratna Dewi Pettallolo membenarkan peristiwa tersebut. Namun ia belum bisa memastikan apakah peristiwa tersebut disengaja atau tidak.

“Saya belum bisa pastikan itu”, katanya seperti dilansir antarasulteng.com

Hingga saat ini pihak kepolisian masih mendalami kasus ini, termasuk mencari tahu kelompok dan motif pelaku membakar kantor Kecamatan Sindue dan Sindue Tambusabora tersebut.

“Kita akan selidiki kasus ini. Kemungkinan besar ini sengaja dibakar,” ujar Brigjen Pol Ari Dono Sukmanto saat meninjau lokasi kejadian

Pemilihan pemimpin melalui pemilu yang telah berkali-kali dilaksanakan di Indonesia memang belum dinilai efektif. Disamping sarat akan manipulasi suara dan besarnya anggaran, pemerintah juga ternyata belum mampu mengantisipasi  reaksi anarkis terkait hasil pemilu seperti yang terjadi di Sulteng. Meski belum ada kepastian terkait motif pembakaran tersebut, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa indikasinya kuat mengarah pada isu hasil pileg di Pemilu 2014. (amaif/detik/antara)

Direktur Al Tsauroh Institute: BNPT Akan Gandeng Media Yang Integritasnya Ditentukan Oleh Uang

Kerjasama BNPT dengan Dewan Pers menuai tanggapan dari Direktur Al Tsauroh Institute, Ustadz Abu Al Izz. Beliau menyatakan bahwa media-media yang bekerja sama dengan BNPT akan menyuguhkan manipulasi-manipulasi berita terkait terorisme kepada masyarakat.

“Ansyad mengajak masyarakat untuk menikmati berita-berita bohong yang diciptakan secara sistemik dengan menggandeng media-media yang moralitas dan integritasnya ditentukan oleh uang dan kekuasaan”, tegasnya.

BNPT dan pasukan khususnya Densus88 telah banyak melakukan pelanggaran HAM berat. Sebagaimana diketahui, Komnas HAM telah mencatat beberapa pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Densus88 sejak didirikannya tahun 2003. Untuk itu, BNPT merasa perlu melakukan pendekatan terhadap rekan-rekan pers dan media untuk menutupi perbuatan mereka itu.

Dengan kerjasama itu, “Ansyaad mengajak media untuk menutupi perbuatan dzalimnya terhadap kaum Muslimin”, lanjut Ustadz Al Izz dalam pesan BBMnya.

Untuk diketahui, Al Tsauroh Institute merupakan lembaga independen yang mengambil peran sebagai lembaga pengkajian dan dakwah Islam yang didirikan tahun 2012 silam. (amaif)

 

Untuk Mengukuhkan Persepsi Buruk Masyarakat Terhadap Islam, BNPT Jalin Kerjasama Dengan Dewan Pers

Sebagai implementasi program pencegahan terorisme, Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) pada Selasa (15/04) menyambangi Dewan Pers dalam rangka menjalin kerjasama terkait berkembangnya paham Jihad atau yang mereka sebut dengan terorisme, khususnya di media sosial dan media-media online.

Kerjasama BNPT dan Dewan pers itu akhirnya melahirkan nota kesepahaman tentang Menjaga Profesionalitas Pemberitaan Media Massa Mengenai Penanggulangan Terorisme yang ditandatangani kedua belah pihak. (beritanya disini)

Menanggapi hal tersebut, pengamat kontra terorisme sekaligus Founder CIIA (The Community Of Ideological Islamic Analyst), Harits Abu Ulya menjelaskan bahwa pendekatan BNPT terhadap media itu adalah bagian dari operasi BNPT untuk mengontrol mindset masyarakat agar sesuai dengan konsep dan persepsi BNPT tentang Islam dan terorisme.

“Kita harus paham bagian dari operasi memenangkan hati dan pikiran masyarakat itu butuh dukungan maksimal dari mindset control, yakni media”, tuturnya kepada redaksi melalui BBM.

Lebih jauh beliau memaparkan bahwa adanya upaya untuk mengukuhkan sekulerisme dan membangun persepsi buruk terhadap Islam dan pihak-pihak yang ingin menegakkan Syariat Islam di Indonesia.

“Ini adalah salah satu langkah sistemik dan terukur untuk membangun sekularisme agar makin kokoh di Indonesia dan membangun persepsi salah paham terhadap Islam dan semua pihak yang menginginkan Islam ditegakkan di Indonesia”, lanjutnya.

“Ini realita persekongkolan yang harus dibuka dan dibongkar. Biar umat sadar misi jahat dibalik upaya kooptasi BNPT terhadap insan pers”, tegasnya

Beliau berharap agar media Islam tidak menyerah menghadapi konspirasi BNPT tersebut.

“Media-media Islam dengan segala kapasitasnya  tidak boleh lelah untuk menghadang dan membuka konspirasi culas ini”, harapnya. (amaif)

Polisi New York Kritik Satuan mata-mata Terhadap Muslim

NEW YORK (jurnalislam.com) – Kepolisian New York telah membubarkan operasi mata-mata rahasia terhadap umat Islam yang menurut kelompok hak asasi merupakan operasi yang tidak berdasar dan tidak adil karena menargetkan orang hanya berdasarkan agama mereka.

Anggota unit telah dipindahkan, sebuah laporan di surat kabar New York Times pada hari Selasa (15/4/14) mengatakan.

Sebuah program pengintaian selama ini mengirim detektif ke lingkungan Muslim untuk menguping percakapan dan menonton kegiatan mereka sehari- hari. Polisi juga menyusup ke dalam  masjid dan kelompok-kelompok mahasiswa.

Program ini terungkap dalam serangkaian artikel yang dirilis kantor berita Associated Press, yang melaporkan bahwa petugas telah menyusupi organisasi Muslim sejak serangan 11 September 2001.

Pembubaran itu muncul setelah seorang hakim federal, yang berdinas di New Jersey, pada bulan lalu menolak gugatan yang dibawa oleh beberapa Muslim New Jersey yang melaporkan bahwa polisi secara ilegal menargetkan mereka semata-mata karena agama mereka.

Hakim mengatakan bahwa pengawasan persuasif yang dimaksudkan sebagai ukuran anti – terorisme, bukan anti – Muslim.

Namun, laporan Times mengutip Stephen Davis, juru bicara kepala departeme, mengatakan bahwa departemen kepolisian merubah taktiknya.

“Memahami demografi lokal tertentu dapat menjadi faktor yang berguna ketika menilai informasi ancaman yang datang ke New York City hampir setiap hari,” katanya.

“Di masa depan, kami akan mengumpulkan informasi, jika perlu, melalui kontak langsung antara polisi daerah sekitar dan perwakilan dari masyarakat yang mereka layani,” katanya.

Pejabat polisi dan mantan walikota New York, Michael Bloomberg, yang meninggalkan kantor pada bulan Januari, membela program tersebut yang dianggapnya penting bagi upaya anti – terorisme.

Bill de Blasio, walikota baru, justru mengkritik program tersebut, dan ketika ia berkampanye mengatakan bahwa pengawasan seharusnya hanya dilakukan untuk menindaklanjuti kasus tertentu.

Program ini dikritik oleh pendukung kebebasan sipil. Sebuah gugatan di New York , mirip dengan yang dibawa di New Jersey, tertunda. (ded412)