Al-Qaeda Yaman Resmi Bertanggung Jawab atas Serangan Terhadap Charlie Hebdo

Al-Qaeda di Jazirah Arab atau Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) dari markasnya di Yaman mengeluarkan pernyataan bertanggung jawab atas serangan mematikan di kantor majalah satir Perancis Charlie Hebdo yang membunuh 12 orang minggu lalu.

Disampaikan dalam sebuah video yang berjudul “Pesan atas Pertempuran Paris yang Diberkahi”. Dalam video tersebut AQAP menyatakan serangan itu sebagai pembalasan atas penghinaan yang dilakukan majalah kartun mingguan Charlie Hebdo terhadap Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana dilansir ST pada Rabu (14/1/2015).

“Kami, Al-Qaeda di Jazirah Arab, menyatakan bertanggung jawab atas operasi [serangan] ini sebagai pembalasan atas [penghinaan terhadap] Rasulullah,” salah satu komandan senior AQAP, Syaikh Nashir Al-Anasi, mengatakan itu dalam video berdurasi 11 menit.

Syaikh Nashir lebih lanjut mengatakan bahwa serangan itu diperintahkan oleh Pemimpin Al-Qaeda, Syaikh Aiman Az-Zhawahiri.

“AQAP menginstruksikan, merencanakan serta mendanai serangan di Paris dengan petunjuk dari amir, Syaikh Aiman Az-Zhawahiri. [Serangan] ini juga sejalan dengan seruan amir [Al-Qaeda] sebelumnya, Syaikh Usamah bin Ladin,” jelas Syaikh Nashir dalam rekaman video itu, pada Rabu (14/1).

“Para pahlawan dipilih dan mereka menjawab seruan itu,” katanya.

Rabu (7/1) lalu, serangan bersenjata terjadi di kantor majalah Charlie Hebdo, sebanyak 12 orang tewas. Para pelaku serangan dalam aksinya dilaporkan menyisir kantor majalah itu dan menyebut beberapa nama, mereka mengabaikan orang-orang yang namanya tidak ada dalam daftar, dan menewaskan mereka yang namanya ada dalam daftar.

Salah seorang yang masuk dalam daftar dan mati terbunuh adalah Stephane Charbonnier, pemimpin redaksi dan kartunis majalah anti-Islam itu. Selama ini Charbonnier telah hidup di bawah perlindungan polisi karena telah menerima sejumlah ancaman pembunuhan atas dirinya akibat ulahnya sendiri yang seolah tak kunjung jera menghina Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Lima kartunis “papan atas” Charlie Hebdo lainnya juga turut tewas dalam serangan itu. Charbonnier, yang dikenal dengan panggilan Charb, bersama jajarannya tewas di markas majalah Charlie Hebdo, di mana mereka mencari popularitas dengan berkali-kali menerbitkan karikatur yang menghina Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Saksi menyebutkan selama melancarkan serangan, para pelaku menyatakan bahwa mereka berasal dari Al-Qaeda Yaman dan operasi itu dilancarkan untuk membalas penghinaan majalah [Charlie Hebdo] kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Syaikh Nashir mengatakan: “Hari ini, mujahidin membalas [penghinaan terhadap] Nabi mulia mereka, dan mengirim pesan yang jelas kepada semua orang yang berani menyerang kesucian Islam.”

Kami lampirkan selengkapnya terjemahan lengkap pernyataan AQIM tersebut, yang dipublikasikan oleh Muqawamah Media pada Rabu (14/1).

Al-Malahem Media Mempersembahkan:

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Segala puji bagi Allah, Dia berfirman: {Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.} [Al-Ahzab: 57]

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: [Demi Allah yang nyawaku di tangan-Nya, tak satu pun dari kalian memiliki iman sampai ia mencintaiku lebih dari ayahnya dan anak-anaknya.] Semoga shalawat dan salam tercurahkan atas beliau dan keluarga besarnya dan para sahabat.

Amma Ba’du:

Allah Ta'ala berfirman: "Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah (berangkat untuk berjihad, dan tidak melarikan diri dari musuh); maka di antara mereka ada yang telah memenuhi janjinya (gugur syahid). Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya)". [Al-Ahzab: 23]

Ya, mereka benar, dan keimanan mereka telah dibuktikan – kami menganggap mereka begitu.

(Puisi Arab)

Jiwa dan kekayaan saya telah dikorbankan,

Untuk ksatria yang hidup dengan nama mereka.

Ksatria yang menghibur kematian,

Ketika perang pada puncaknya.

Mereka tidak membalas kebaikan dengan keburukan,

Mereka juga tidak membayar kekerasan dengan kebaikan.

Keberanian mereka tidak pernah hilang,

Bahkan jika mereka bertarung sekarang dan lagi.

Kaum kuffar tidak bermoral itu telah menghina Nabi Allah pilihan. Mereka bertahan dalam kekafiran mereka, bahkan mereka menghina utusan Allah dan ciptaan-Nya yang terbaik, Muhammad bin Abdullah (SAW). Setelah itu, umat Islam terbangun dan meraung penuh kemarahan untuk membela kehormatan Nabi Allah. Mereka memohon dan berdoa kepada Allah Yang Maha Kuasa agar Dia membalaskan dendam mereka. Dan jika Allah menginginkan, Ia bisa saja memberikan pembalasan atas mereka, tapi itu adalah Kehendak dan Kesabaran Allah agar Dia bisa menguji beberapa dari kalian, dan agar Dia tahu siapa yang benar-benar mendukung-Nya dan Rasul-Nya.

Ketika para pahlawan ditugaskan, mereka menyetujui; mereka berjanji dan mereka memenuhinya. Melalui mereka, Allah menyembuhkan dada orang-orang beriman, menghapus kemarahan dari hati mereka.

Selamat kepada kalian, wahai umat Islam, atas pembalasan dendam ini yang telah menenagkan dada kita.

Selamat kepada kalian para pemberani yang telah meniup debu aib dan menyalakan obor kemuliaan dalam kegelapan kekalahan dan penderitaan.

Meskipun banyak serangan zio-salibis pada umat kita – militer, ekonomi, budaya, dan moral – namun serangan yang berat dan yang paling menyakitkan adalah serangan mereka terhadap Nabi dan agama kita. Demi Allah, jika kita kehilangan keduanya, kita akan kehilangan semuanya. Dan jika kita memiliki keduanya, maka kita juga akan mendapatkan semuanya. Keduanya adalah tolak ukur kemuliaan dan kehinaan.

Gembong Kafir telah menyadari hal ini setelah mereka telah dikejutkan oleh peristiwa itu. Lihatlah bagaimana mereka berkumpul, bersatu dan saling mendukung; memperkuat kelemahan mereka dan membalut luka mereka. Luka mereka belum sembuh, baik itu di Paris, New York atau Washington, atau di London atau Spanyol, atau di Palestina legenda kemuliaan dan kebanggaan. Perhatikan baik-pertemuan mereka. Mereka adalah orang yang sama yang memerangi kami di Afghanistan, Kaukasus, Gaza, Syam, Irak, Somalia dan Yaman.

Lihatlah. Ini adalah Perancis yang telah berbagi semua kejahatan dengan Amerika. Ini adalah Perancis yang telah melakukan kejahatan di Mali dan Maghreb Islam. Ini adalah Perancis yang mendukung pemusnahan umat Islam di Afrika Tengah atas nama pembersihan ras. Mereka adalah partai Iblis, musuh-musuh Allah SWT dan musuh-musuh para Nabi – Salam atas mereka.

Wahai umat Islam, ini adalah titik balik baru dalam sejarah konfrontasi. Inilah konsekuensinya. Janganlah kita biarkan orang-orang kafir menjadi lebih bersatu dalam kekafiran mereka dan menghina Nabi dari kita dalam mendukung agama dan Nabi kita. Mereka adalah saudara-saudara kita. Mereka mengorbakan nyawa mereka demi mendukung Nabi (SAW). Jadi apa yang akan kita lakukan, wahai umat Islam?

Mari kita mendukung Nabi kita, agama kita dan umat Islam. Masing-masing bertindak sesuai kemampuan dan keahliannya. Ini adalah Sunnah Allah yang tidak berubah; konfrontasi antara kebenaran dan kebatilan akan terus terjadi sampai hari Kiamat. Bangkitlah wahai pemuda Muslim dalam mendukung Nabi kalian. Korbankanlah kehidupan kalian seperti pendahulu kalian lakukan. Balaslah dendam untuk darah kaum Muslimin yang tertumpah, kehormatan yang tercemarkan, Al-Quran yang dirobek.

(Puisi Arab)

Wahai pemuda Muslim, jangan lupakan darah yang tertumpah dan keburukan yang rendah …

Jangan lupakan anak-anak dan perempuan kalian, dan lansia tidak bersenjata yang disembelih…

Jangan lupa kehormatan yang dijaga telah dikotori oleh seorang kafir yang dibesarkan di dalam kehinaan…

Jangan lupakan Al-Quran yang dirobek oleh dendam buta dan naskahnya yang diinjak-injak…

Wahai pemuda Muslim belalah agama kalian, biarkan ini bergemuruh di dada kalian…

Mari kita menolak setiap keyakinan yang mengganggu dengan manhaj yang mulia dan terbaik…

Biarkan sejarah menjadi saksi bahwa kita berjalan di atas manhaj kenabian…

Adapun kepada mereka umat Islam yang tertindas, mereka harus menghadap Allah dan berdoa. Karena kemenangan itu akan dibawa oleh bangsa kita yang tertindas seperti yang diriwayatkan dari Nabi saw dalam Hadits shahihnya. Kami juga menyerukan kepada mereka yang tidak memiliki kesulitan dan halangan agar berjihad. Kami serukan kepada kalian, kaum Muslimin, untuk mendukung Agama Allah dan Nabi-Nya (SAW) dengan melakukan pembunuhan secara diam-diam. Yang dimaksudkan dengan membunuh secara diam-diam itu adalah, dalam hal ini memboikot. Ya, menundukkan musuh-musuh Allah dengan segala ketenangan dan membunuh mereka tanpa keributan apapun. melemahkan dan menggembosi mereka dengan memboikot produk-produk mereka. Hal itu dilakukan demi mendukung Nabi dan Agama Allah. Kami juga menyerukan kepada kalian untuk membantu kaum Muslimin yang tengah sekarat kedinginan di kamp-kamp pengungsi.

Adapun pesan kami kepada bangsa Barat:

Kami telah memperingatkan kalian sebelumnya tentang konsekuensi dari perbuatan ini bahwa pemerintah kalian berkolusi dengan dalih 'kebebasan pers' atau 'kebebasan ide'. Kebebasan itu selalu bisa diterima ketika ia digunakan untuk menyebarkan penghinaan dan melancarkan perang terhadap Allah dan Rasul-Nya dan memfitnah agama. Adapun ketika ada orang yang menyeru kepada Tauhid dan kebajikan, dan bertentangan dengan keinginan mereka, mereka diberi label 'penyeru kepada terorisme', 'anti-Semit' dll. Tidak ada bukti kuat dari isu Holocaust, di mana tidak ada ruang untuk kebebasan berekspresi atau ide.

Sheikh Usamah bin Laden sebelumnya telah memperingatkan kalian: "Jika kebebasan berbicara kalian tidak terkontrol, maka lapangkanlah hati kalian untuk menerima kebebasan tindakan kami. Jawabannya adalah apa yang telah kalian lihat, bukan apa yang kalian dengar." Tapi pemerintah kalian telah menutup telinganya terhadap pesan ini. Mereka keras kepala dan bertahan dalam melindungi dan mendukung kartunis, direksi dan wartawan yang ofensif (menyerang Islam). Hari ini, dengan karunia Allah, Mujahidin telah membalas penghinaan terhadap Nabi mereka (SAW) yang mulia. Mereka mengirim pesan melalui operasi ini kepada semua orang yang berani mengusik kesucian Islam.

Kami beritahukan kepada kalian sekali lagi: Hentikan penghinaan kalian pada Nabi kami dan kesuciannya. Berhenti menumpahkan darah kami. Tinggalkan tanah kami. Berhenti menjarah sumber daya kami. Jika tidak, demi Allah, jangan berharap dari kami kecuali tragedi dan teror. Kalian akan mencari perdamaian dan stabilitas, tetapi kalian tidak akan mendapatkannya – karena perbuatan Inghimas (penyerang berani mati) dan pahlawan tunggal Jihad, dengan karunia Allah.

Adapun Mengenai Pertempuran Paris yang Diberkati:

Kami, Organisasi Qa'idatul Jihad di Semenanjung Arab (AQAP) mengklaim bertanggung jawab atas operasi ini sebagai pembalasan atas Rasulullah. Kami mengklarifikasi kepada umat bahwa orang yang memilih target, mengatur rencana dan membiayai operasi, adalah pimpinan organisasi. Kami melakukannya sesuai dengan perintah Allah dan dukungan Rasul-Nya (SAW), dan kemudian perintah dari Amir kami, Sheikh Aiman bin Muhammad Adh-Dhawahiri – semoga Allah melindungi beliau, dan mengikuti kehendak Sheikh Usamah bin Laden – semoga Allah merahmatinya. Susunan dan perencanaan operasi dibuat oleh Sheikh Anwar Al-Awlaki – semoga Allah merahmatinya, yang mengancam Barat baik dalam hidupnya dan setelah kematiannya.

Dia tetap mulia baik dalam kehidupan maupun setelah kematiannya.

Aku bersumpah itu salah satu perbuatan mulia.

Pertempuran yang diberkati ini dilakukan oleh dua pahlawan Islam, Kouachi bersaudara, Sharrif dan Sa'id – semoga Allah merahmati mereka. Itu adalah petunjuk dari Allah bahwa operasi bertepatan dengan operasi Mujahid Al-Akh Ahmed Koulibali – semoga Allah merahmatinya. Kami meminta Allah untuk menerima mereka semua di jajaran para Syuhada, dan menempatkan mereka bersama para nabi.

Hasil operasi itu pembunuhan dari sejumlah kartunis majalah, pekerja dan penjaga. Dengan karunia Allah, salah satunya termasuk dalam daftar buron yang dirilis oleh Inspire Magazine dengan gambar dan nama. Segala puji bagi Allah untuk petunjuk dan nikmat-Nya.

Ya Allah berilah ganjaran kepada Nabi Muhammad dengan sebaik-baik ganjaran.

Ya Allah janganlah melarang kita dari mengikuti Sunnah dan mendukung dakwahnya di dunia ini. Dan janganlah melarang kami dari bersamanya di akhirat.

Ya Allah puaskanlah dahaga kami dengan air dari tangannya yang mulia. Jangan pisahkan kami sehingga kami masuk Syurga bersama beliau.

Ya Allah tolonglah Agama-Mu, kitab, Nabi dan orang-orang beriman yang bertauhid.

Ya Allah siapa pun yang menyerang Nabi kami, bekukanlah lidahnya, lumpuhkanlah anggota tubuhnya dan buatlah ia menjadi peringatan bagi yang lainnya.

Turki : #ÜlkemdeCharlieHebdoDağıtılamaz – Charlie Hebdo Tidak Boleh Didistribusikan Dinegaraku.

TURKI (Jurnalislam.com) – Kepolisian Turki menghentikan truk yang membawa surat kabar Charlie Hebdo yang baru dicetak, kepolisian mencari kendaraan tersebut selama hampir satu jam pada Selasa malam .

Koran sayap kiri Cumhuriyet (The Republic) setuju untuk mencetak edisi khusus yang menampilkan kartun dan komentar sebanyak empat halaman spread yang muncul di mingguan satir Charlie Hebdo, yang kantornya di Paris diserang pekan lalu, karena menggambarkan Nabi Muhammad berkali-kali.

Editor Cumhuriyet mengatakan langkah itu merupakan pesan "solidaritas" terhadap Charlie Hebdo.

"Kami mengutuk keras serangan terhadap kebebasan berekspresi," kata Utku Cakiroz dalam sebuah pernyataan, "dan kami ingin menunjukkan solidaritas kami".

Keputusan Cumhuriyet untuk mencetak materi Charlie Hebdo memicu reaksi luas, dengan ribuan ancaman kematian dilaporkan mengalir melalui email dan media sosial.

Walikota ibukota Turki, Ankara, Melih Gokcek, mendorong 2,3 juta pengikutnya di Twitter untuk  menghujat ke pengadilan, menuduh editor Cumhuriyet memprovokasi umat Islam menyerang kantor mereka karena telah menodai agama mereka.

Hashtag yang paling diikuti di Turki pada hari Rabu pagi (14/01/2015) adalah #ÜlkemdeCharlieHebdoDağıtılamaz (Charlie Hebdo Tidak boleh didistribusikan dinegaraku).

Namun, pendukung keputusan Cumhuriyet memposting hashtag mereka sendiri, "Je Suis Cumhuriyet," mengikuti hashtag Je Suis Charlie yang muncul setelah serangan di Paris minggu lalu.

Keamanan kini telah ditingkatkan di luar kantor surat kabar, di mana protes mahasiswa atas putusan itu terjadi pada hari Rabu (14/01/2015).

 

Deddy | Middleeasteye | Jurniscom

 

Laporan Al Jazeera Sepekan Setelah Serangan Kantor Mingguan “Atheis” Charlie Hebdo

PARIS (Jurnalislam.com) – Kantor berita “atheis” Charlie Hebdo kembali menantang masalah dengan mengeluarkan edisi baru yang terjual habis di seluruh Perancis dalam waktu singkat, bersamaan dengan Al-Qaeda memposting sebuah video pengakuan serangan mematikan terhadap kartunisnya pekan lalu.

Mingguan satir tersebut untuk kesekian kalinya menampilkan gambar Nabi Muhammad dengan air mata di matanya pada halaman depan, memegang sebuah tulisan "Je Suis Charlie" di bawah judul "semua sudah dimaafkan."

Melihat antrian panjang warga Paris di luar kios koran dalam dinginnya udara fajar untuk mendapatkan majalah tersebut di tangan mereka, Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan "Charlie Hebdo masih hidup dan akan terus hidup."

"Anda bisa membunuh orang, baik pria maupun wanita, tapi Anda tidak akan pernah bisa membunuh ide-ide mereka," katanya.

Sekitar 700.000 eksemplar dirilis dan dijual pada Rabu, dengan total lima juta eksemplar akan menyusul.

Al-Qaeda cabang Yaman (AQAP) mengaku bertanggung jawab atas serangan di kantor mingguan tersebut di Paris Rabu lalu yang menewaskan 12 orang tewas termasuk beberapa kartunis paling dicintai di negara itu.

"AQAP adalah Tandzim jihad yang memilih target, merancang dan membiayai rencana … mengikuti perintah oleh pimpinan tertinggi kami Ayman al-Zawahiri," kata salah seorang pemimpin dalam video, menambahkan bahwa serangan itu merupakan "pembalasan" untuk kartun mingguan yang telah melecehkan nabi.
Dua bersaudara Said dan Cherif Kouachi yang melakukan serangan itu diketahui telah berlatih bersama AQAP.

Surat kabar itu menghina agama lain juga dalam publikasi terbaru yang dirilis pada hari Rabu, dan mengatakan bahwa jumlah satu juta orang pada pawai di Paris yang mengutuk terorisme pada hari Minggu itu lebih besar "daripada massa.''

"Selama seminggu terakhir, Charlie, sebuah surat kabar ateis, telah menciptakan lebih banyak keajaiban dibandingkan keajaiban yang dihasilkan gabungan seluruh orang kudus (santo) dan para nabi," katanya dalam editorial yang memimpin edisi baru tersebut.

“Yang paling membanggakan buat kami adalah bahwa Anda memiliki koran yang kami buat di tangan Anda."

Renald Luzier, kartunis yang menggambar gambar cover dengan nama pena "Luz", mengatakan bahwa itu "hanyalah orang kecil yang menangis."
Dia mengatakan: "Ya, itu adalah Muhammad.''

Setiap Muslim percaya setiap representasi gambar nabi sama saja dengan menghujat.

Edisi baru ini juga akan muncul dalam 16 bahasa, termasuk bahasa Arab, dan akan dijual di 25 negara. Sejauh ini, surat kabar tersebut tidak pernah memiliki pembaca yang signifikan, dan banyak orang Perancis yang berpikir bahwa kartun itu bernilai buruk.

Reporter Al Jazeera Jacky Rowland, melaporkan dari Paris, mengatakan bahwa orang-orang antri panjang di luar kios koran. "Dalam banyak kasus, koran terjual habis bahkan sebelum toko dibuka karena telah dipesan oleh pembeli," katanya.

Pierre Fatemi, seorang penjual koran, mengatakan kepada Al Jazeera: "Saya biasanya hanya menerima lima eksemplar di sini dan saya hanya akan menjual satu. Setelah peristiwa ini, saya sudah memesan 40 eksemplar besok, tapi 60 orang telah membayar di muka, jadi aku akan mendapatkan lebih banyak Koran lagi beberapa hari ke depan."

Rabu lalu, dua penyerang bertopeng menyerbu markas koran di Paris menewaskan 12 orang, termasuk banyak staf editorial mingguan dan dua petugas polisi.
Insiden ini diikuti oleh tiga hari peristiwa dramatis di mana tambahan lima orang meninggal dan berakhir dengan kematian tiga penyerang.

Kantor berita Associated Press melaporkan bahwa seorang pejabat yang melacak kejahatan kebencian terhadap Muslim di Perancis mengatakan, ada 60 insiden – serangan dan ancaman – dalam enam hari setelah serangan itu.

Abdallah Zekri, kepala National Observatory Against Islamophobia, mengatakan bahwa sejak penyerangan Rabu lalu di Charlie Hebdo, 26 tempat ibadah di seluruh Perancis diserang oleh bom api, peluru atau kepala babi, dan sebuah masjid di Le Mans dihantam dengan empat granat.

Dieudonne, seorang komedian Perancis kontroversial, dilaporkan dibawa ke tahanan kantor polisi karena memposting di Facebook, "Saya merasa seperti Charlie Coulibaly", dalam referensi untuk Charlie Hebdo dan Amedy Coulibaly, yang berada di balik serangan terhadap sebuah supermarket Yahudi di Paris.

Kantor kejaksaan Paris mengatakan 54 orang telah ditahan karena membela atau mendukung kelompok mujahidin sejak serangan Paris.

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

 

Pemukim Zionis Didukung Polisi dan Rabi Terobos Al Aqsa

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Sejumlah pemukim Yahudi pada Rabu (14/01/2015), didukung oleh polisi zionis, menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, seorang pejabat Palestina mengatakan.

"Didukung oleh delapan petugas polisi Israel, sekitar 25 pemukim yang dipimpin oleh sejumlah rabi memaksa masuk ke kompleks Al-Aqsa melalui Al-Magharbeh Gate," Syeikh Omar al-Qiswani, direktur kompleks Al-Aqsa Palestina, kepada The Anadolu Agency.

para pemukim berkeliling halaman kompleks sekitar 15 menit sebelum keluar melalui gerbang Al-Silsila, katanya.

"Moshe David Tendler, seorang rabi dan profesor biologi Amerika, adalah salah satu yang memimpin sekelompok pemukim di sekitar kompleks suci," tambah Syeikh al-Qiswani.

Bagi umat Islam, Al-Aqsa merupakan tempat suci ketiga di dunia. Yahudi, merebut dan mengklaim daerah tersebut sebagai "Temple Mount," candi Yahudi di zaman kuno.

Israel menjajah Yerusalem Timur selama Perang Timur Tengah 1967. Kemudian mencaplok kota suci pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi yang tidak pernah diakui oleh dunia (masyarakat internasional).

Pada September 2000, kunjungan ke Al-Aqsa oleh politisi Israel yang kontroversial Ariel Sharon memicu " Intifada Kedua," perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajahan zionis Yahudi yang berlangsung puluhan tahun di mana ribuan warga Palestina tewas.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Al-Qaeda Akui Serangan di Charlie Hebdo

SANAA (Jurnalislam.com)  –Al -Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), telah mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan pekan lalu di markas majalah satir Charlie Hebdo Paris, Perancis, dan mengatakan bahwa operasi tersebut dilaksanakan atas perintah pemimpin tertinggi Al-Qaeda Syeikh Ayman al-Zawahiri.

Dalam video yang diposting di akun Twitter-nya, kelompok yang berbasis di Yaman ini mengatakan para pemimpin mereka telah "merencanakan dan membiayai operasi serta memilih siapa yang akan melaksanakannya berdasarkan perintah pemimpin kelompok, Syeikh Ayman al-Zawahiri."

Video, yang diberi judul "Sebuah pesan dari operasi Paris yang diberkati," menampilkan suara pemimpin AQAP Syeikh Nasr al-Assi, yang menegaskan bahwa persiapan untuk serangan itu dilakukan melalui Anwar al-Awlaki, propagandis AQAP kelahiran AS yang gugur dalam serangan pesawat tak berawak (drone) AS tahun 2011 di Yaman.

Dua belas orang tewas Rabu lalu ketika sekelompok orang bersenjata bertopeng menyerang markas Charlie Hebdo Paris, sebuah majalah satir yang dikenal sering mencetak materi ofensif, termasuk kartun yang menghina Nabi Muhammad.

Said dan Cherif Kouachi, dua bersaudara dan para pelaku yang terduga, gugur oleh serbuan polisi pada hari Jumat di sebuah gudang di Dammartin-en-goele, sebuah kota kecil di utara Paris.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Brunei Melarang Perayaan Natal Karena Khawatir Bisa Menggiring Umat Islam Pada Kesesatan

BRUNEI (jurnalislam.com) – Negara kaya minyak Brunei telah melarang perayaan umum Natal karena khawatir akan menggiring umat Islam pada kesesatan, demikian pernyataan resminya.

Di sebuah negara yang tahun lalu melembagakan hukum syariah Islam, larangan yang berkaitan dengan natal ini dikeluarkan setelah hari libur 25 Desember lalu.

Larangan ketat itu diberlakukan setelah anak-anak dan orang dewasa nampak pada mengenakan pakaian 'yang menyerupai Santa Claus' – yang dengan begitu telah mempromosikan agama selain Islam.

Pada bulan April (2014), Brunei dikecam oleh kaum sekuler dunia setelah mengumumkan pengenalan hukum Islam hudud (pidana).

Sebuah negara kecil makmur di pulau Kalimantan yang diperintah oleh Sultan Hassanal Bolkiah, negri yang memiliki kandungan minyak dan gas alam yang melimpah.

Sekitar 20 persen dari penduduk Brunei bukan muslim, termasuk penganut Buddha dan komunitas Kristen.

Seorang juru bicara menolak memberikan komentar langsung pada larangan natal tersebut, namun mengarah pada pernyataan 27 Desember yang mana Departemen Agama mengatakan “acara umum yang memperlihatkan ritual atau perayaan non-Islam merupakan bentuk penyebaran agama selain Islam.’

"Sebagai contoh, dalam hubungannya dengan perayaan natal, dapat terlihat banyak anak-anak, remaja dan orang dewasa Muslim yang mengenakan topi atau pakaian yang menyerupai Santa Claus.

'Penganut agama-agama lain yang hidup di bawah kekuasaan negara Islam – menurut Islam – dapat menjalankan agama mereka atau merayakan hari besar keagamaan mereka di antara komunitas mereka sendiri, dengan syarat perayaan itu tidak ditampakkan atau ditampilkan secara terbuka kepada umat Islam,' sebut pernyataan itu.

'Kaum Muslimin harus berhati-hati untuk tidak mengikuti perayaan seperti ini yang dengan cara apapun tidak ada hubungannya dengan Islam … dan tanpa sadar bisa merusak keimanan umat Islam."

Pernyataan itu juga mengatakan bahwa toko-toko yang menampilkan dekorasi natal secara terbuka diminta untuk menurunkannya ke bawah dan memberikan 'kerjasama penuh' mereka.

Pada bulan April tahun lalu Sultan Brunei Hassanal Bolkiah berkata: "Hari ini saya telah menempatkan iman saya dan bersyukur kepada Allah yang Maha Kuasa untuk mengumumkan bahwa besok, Kamis, 1 Mei 2014, akan melihat penegakan hukum Syariah fase pertama, yang akan diikuti oleh fase lainnya.”

Fase kedua hukum Syariah mulai berlaku pada bulan Mei tahun ini meliputi pencurian dan konsumsi alkohol oleh umat Islam.

Hukuman mati, termasuk hukuman rajam, akan diperkenalkan pada tahap akhir setahun kemudian untuk pelanggaran yang sangat berat seperti perzinahan, pembunuhan, menghina Al-Quran atau Nabi Muhammad SAW, dan perbuatan-perbuatan dosa besar lainnya.

Sebagian besar hukum juga akan berlaku untuk kaum non-Muslim (kafirin).

Hal Itu menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan yang sangat besar di kalangan pekerja Barat di sektor minyak dan puluhan ribu etnis Cina Brunei dan sekitar 30.000 pekerja migran Filipina penganut Katolik Roma yang tinggal di Brunei, dikarenakan mereka selama ini telah terpengaruh oleh informasi buruk dan sesat akan hukum Syariah yang senantiasa dilontarkan oleh pihak-pihak yang sangat memusuhi hukum Allah.

Dan seperti biasanya, Komisi PBB untuk Hak Asasi Manusia segera mengecam sistem baru untuk penerapan hukuman mati bagi berbagai pelanggaran, yang mana pada saat yang sama, PBB diam seribu bahasa akan ratusan ribu pembunuhan yang telah dan sedang dilancarkan oleh non-Muslim (kafirin) terhadap umat Islam, contohnya seperti yang dilakukan kaum zionis yahudi kepada Muslim Palestina atau pembantaian massal terbuka yang diperbuat Serbia dahulu terhadap Muslim Bosnia.

Terkait Serangan Charlie Hebdo, KH. Baijuri : "Umat Islam Jangan Terprovokasi"

LEBAK (Jurnalislam.com) – Pernyataan yang terdengar berbeda dan aneh terlontar dari Ketua Bidang Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak KH Baijuri yang mengatakan agar umat Islam di Indonesia tidak terprovokasi dengan penerbitan kembali kartun Nabi Muhammad di sampul majalah Charlie Hebdo.

"Kita jangan sampai terpancing dengan penerbitan majalah itu hingga melakukan teror maupun tindakan kekerasan. Sebab ajaran Islam sebagai agama Rahmatanlilalamiin," ujar Baijuri di Lebak, Selasa (13/1).

Baijuri  mengatakan, penerbitan sampul bergambar Nabi Muhammad itu tentu perbuatan melawan hukum karena mereka tidak menghormati antarpemeluk agama. Apabila, kasus tersebut terjadi di Indonesia maka dipastikan pelakunya bisa diproses secara hukum.

Karena itu, lebih lanjut pihaknya meminta kaum muslimin agar tidak terpancing atau terprovokasi penerbitan sampul bergambar kartun Nabi Muhammad. Umat Islam lebih baik menanggapi penerbitan itu bersikap bijaksana untuk menghindari tindakan anarkis. Sebab tindakan anarkis bukan solusi terbaik, namun bisa menimbulkan masalah baru. Bahkan, dirinya mengutuk pelaku penembakan di majalah Charlie Hebdo yang menewaskan belasan orang. Sikap mengutuk Baijuri tersebut sayangnya selaras dengan para pemimpin Barat yang sekuler dan liberal.

Charlie Hebdo merupakan majalah mingguan yang dibuat kelompok sekuler antiagama di Perancis. Mereka juga menghina orang-orang yang dianggap suci dari agama lain seperti Yesus Kristus secara berlebihan dari agama Kristen dan yang lainnya. Akan tetapi, akhir-akhir ini Charlie Hebdo memang termasuk lebih sering menerbitkan kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW.

Penerbitan edisi terbaru Charlie Hebdo yang nampak begitu disengaja dan provokatif memang akan menimbulkan reaksi marah dari umat Islam yang mencintai Nabinya serta memahami bentuk-bentuk pembelaan yang harus dilakukan sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Apalagi dikabarkan edisi terbaru itu akan dicetak 3 juta eksemplar, jauh di atas oplah majalah itu biasanya yang hanya 60.000. Sebuah tindakan keras kepala dan sama sekali tidak dilandasi penyesalan dan kesadaran.

Sesungguhnya Allah SWT sejak dulu telah memberitahukan kepada kita perihal sikap orang-orang kafir terhadap Islam dan kaum muslimin :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan kebencian yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali ‘Imran 118)

Maka menjadi sangat perlu bagi kita untuk mengetahui sejarah tentang perintah Nabi SAW kepada para shahabat untuk membunuh Ka'ab Bin Asyraf yang telah menghina Allah dan Rasul-Nya.

SITE Intelligence Group : Faksi-faksi Jihad Memuji Serangan di Kantor Charlie Hebdo

JURNALISLAM.COM – Faksi-faksi jihad merilis pernyataan yang memuji kedua pelaku pembunuhan dan serangan di Paris. Faksi Jihadi dalam jaringan internasional Al Qaeda maupun faksi jihad lainnya berkomentar terhadap penyerangan. Beberapa laporan tentang hal tersebut pertama kali diperoleh dan diterjemahkan oleh SITE Intelligence Group.

Al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM), cabang resmi Al Qaeda di Afrika Utara, merilis dua pernyataan memuji serangan. Yang pertama dirilis di Twitter melalui sebuah akun yang berafiliasi dengan AQIM, dan mendesak umat Islam lainnya untuk mengikuti serangan Charlie Hebdo dan penyerangan pasar halal. Menurut terjemahan oleh SITE Intelligence Group, AQIM menulis, "Mereka (tiga pejuang) adalah para ksatria Invasi Paris, yang sekali lagi telah menyalakan jalan untuk Anda dengan darah mereka, maka berbarislah di jalan dan percaya kepada Allah, dan nyatakan kepada para penyembah salib dan semua orang yang menusuk agama dan kehormatan Nabi Anda."

Dalam pernyataan kedua, AQIM sekali lagi memuji para penyerang dan menambahkan kutipan dari Osama bin Laden: "Telah dikatakan kepada Anda oleh Sheikh Osama, semoga Allah merahmatinya: "Jika tidak ada pemeriksaan terhadap kebebasan kata-kata Anda, maka biarkan hati Anda terbuka untuk kebebasan tindakan kita.'"

Mokhtar Belmokhtar, seorang pemimpin Al Qaeda veteran di al Murabitoon, yaitu sebuah kelompok jihad yang beroperasi di Mali, Niger, dan Libya selatan, juga merilis pernyataan memuji serangan Charlie Hebdo. Menurut terjemahan oleh SITE Intelligence Group, Belmokhtar mengatakan, "Dua pejuang dari tentara Islam, para pejuang dari kalangan ksatria terbaik yang mengorbankan diri, membuat Perancis dan tentaranya merasakan penghinaan dan aib dalam rumah sendiri, bahkan di ibukota mereka, dan di depan para intel dan tentara, dalam sebuah aksi heroik, operasi yang langka, dimana kedua saudara kita menunjukkan kemauan dan tekad yang kuat perkasa." Belmokhtar berusaha untuk membenarkan serangan dengan menyatakan bahwa Perancis telah "melanggar tanah Muslim di setiap misi salib mereka, serta melakukan invasi penuh kebencian atas wilayah Azawad (Northern Mali)."

Shabaab, cabang Al Qaeda di Somalia, juga bergabung dalam penghormatan terhadap para penyerang dengan mengatakan, "Mereka membuat jutaan Muslim senang dengan mengambil tindakan. Beberapa orang sesat mengklaim bahwa kebebasan berekspresi diserang, tapi bukan itu yang terjadi, dan dua orang heroik tersebut telah bertindak dengan sesuai." Pada sebuah stasiun radio di Somalia, Shabaab menambahkan bahwa para penyerang adalah "dua saudara kita yang pertama kali membalas dendam."

Vilayat Dagestan, cabang Dagestan dari al Qaeda Imarah Islam Kaukasus, juga merilis sebuah pernyataan. Menurut terjemahan oleh SITE, kelompok jihadis tersebut mengatakan: "Komisi Media untuk Vilayat Dagestan mengucapkan selamat kepada umat Islam atas balas dendam yang dilakukan oleh singa Islam untuk Nabi mereka, keselamatan dan berkah Allah beserta mereka, dan menganggap bahwa serangan berdarah dan heroik tersebut merupakan tindakan pembalasan atas ciptaan Allah yang terbaik, Muhammad, selamat dan berkah Allah besertanya."

Juru bicara Jamaat-ul Ahrar, sebuah cabang Taliban Pakistan, juga merilis beberapa pernyataan di Twitter, menurut SITE. Ehsanullah Ehsan, yang merilis tweet berikut dalam bahasa Inggris, mengatakan, "Kami senang mendengar tentang serangan terhadap tim jahat Charlie Hebdo. Setiap kepala yang berpikir tentang menghina Nabi SAW akan kita penggal." Ehsan melanjutkan di tweet selanjutnya dengan mengatakan, "Kami mengucapkan selamat kepada pelaku serangan Paris dari lubuk hati kami. Ini adalah bahasa yang dimengerti para kafir kotor."

AQAP, Al Qaeda di Semenanjung Arab, faksi jihad ini bergabung dengan cabang Al Qaeda di Yaman dan Arab Saudi, merayakan penyerangan. Dalam pesan audio yang dirilis oleh Harits al Nadhari, seorang Ulama berpengaruh di AQAP, kelompok tersebut memuji penyerang sebagai "pahlawan mujahidin." Dia berusaha untuk membenarkan operasi dengan mengklaim bahwa Perancis berada "di antara para pemimpin kekafiran."

 

Deddy | The Long War Journal | Jurniscom

http://www.jurnalislam.com/internasional/read/al-qaeda/619/pesan-syeikh-harits-al-nadhari-kepada-bangsa-perancis.html

 

Perang Twitter : J.K Rowling membalas kicauan Rupert Murdoch Yang Menyudutkan Umat Islam

Miliyuner media dari Amerika, Rupert Murdoch, telah membuat marah para pengguna twitter, seorang diantaranya penulis sukses J.K Rowling, setelah menulis komentar tentang penyerangan di Charlie Hebdo Paris.

Jum`at kemarin (09/1), dalam Twitternya Murdoch menulis, “Kebanyakan umat Islam mungkin hidup damai, tapi hingga mereka bisa mengenali dan menghancurkan kanker jihadnya yang tumbuh, mereka mesti bertanggung jawab.” Kicauan Murdoch tersebut membuat Rowling, penulis serial terkenal Harry Potter, membalas : “Saya terlahir Kristen. Jika itu membuat Rupert Murdoch menjadi tanggung jawab saya, saya langsung akan keluar.”

Perang Twitter antara Murdoch- Rowling pertama kali diangkat oleh Koran The Guardian.

Murdoch kembali meneruskan kicauannya akan “bahaya besar jihadis muncul dimana-mana, dari Filipina, Afrika, Eropa, hingga AS. Pembenaran politik menimbulkan penyangkalan dan kemunafikan.”

Rowling pun membalas dengan tegas, ia menulis, “Inkuisisi Spanyol adalah kesalahan saya, sebagaimana halnya semua kekerasan Kristen fundamentalis. Dan Jim Bakker.”

Bakker adalah seorang televangelis asal AS yang mengeluarkan pernyataan penghinaan tentang aborsi dan sekular.

Dalam tweetnya, Rowling juga memuji tindakan pegawai Muslim di supermarket halal Paris yang diserang dua pria bersenjata. Pegawai yang bernama Lassana Bathily itu menyembunyikan pelanggan Yahudi di ruangan pendingin di bawah tanah. "Hal yang ia lakukan mengingatkan kita pada kemanusiaan," ujar Rowling.

Polisi Afghanistan Bunuh Gubernur Nawzad, Kepala polisi dan Direktur Intelijen

HELMAND (Jurnalislam.com) – Sebuah laporan yang datang dari kabupaten Nawzad provinsi Helmand selatan mengatakan bahwa seorang perwira polisi telah membunuh antek gubernur distrik, kepala polisi distrik dan direktur intelijen dalam serangan insider.

Serangan itu terjadi Senin sore hari (12/01/2015) di dalam gedung kantor kabupaten saat sedang berlangsung pertemuan. Petugas polisi tersebut melepaskan tembakan ke arah pertemuan yang sedang berlangsung, menyebabkan 4 tokoh boneka tewas termasuk gubernur kabupaten (Sayed Agha Murad), kepala polisi yang baru ditunjuk (Shamsullah Nizami) dan direktur intelijen (Sardar Wali). Beberapa orang bersenjata lainnya terluka.

Petugas heroik tersebut kemudian syahid akibat tembakan balasan musuh, kita adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya kita pasti kembali.

Deddy | Shahamat | Jurniscom