Hebdo Cetak Ulang Kartun Nabi Edisi Khusus 3 Juta Eksemplar Dengan 16 Bahasa

ANKARA (Jurnalislam.com)  – Majalah mingguan satir Perancis, Charlie Hebdo, yang mendapat serangan senjata pekan lalu dimana 12 orang tewas, mengumumkan bahwa mereka akan kembali mencetak kartun Nabi Muhammad dalam edisi khusus Rabu .

Pengumuman itu keluar di tengah maraknya protes atas makna "kebebasan pers" dan kekhawatiran akan berkembang pesatnya Islamophobia di Perancis dan Eropa, yang memicu perdebatan sengit di forum media online dan sosial.

Staf majalah tersebut mengatakan bahwa penerbitan edisi khusus sejumlah tiga juta eksemplar itu akan diterjemahkan ke dalam 16 bahasa di 25 negara setelah Charlie Hebdo, yang biasanya menerbitkan 60.000 eksemplar dalam seminggu, pindah ke gedung perumahan koran harian Perancis, Liberation, untuk mempersiapkan edisi baru.

Pengacara majalah, Richard Malka, mengatakan kepada radio Prancis bahwa edisi baru majalah ini akan menampilkan kartun Nabi Muhammad dengan kata-kata: "Semua diampuni" di bagian atas.

Tindakan ini berpotensi membakar kembali kemarahan atas penggambaran karikatur Nabi, yang selama bertahun-tahun telah dikritik umat Muslim. Penggambaran ini tidak bisa dianggap sebagai sebuah "kebebasan pers", melainkan hanya sebuah serangan sepihak dan munafik terhadap Islam sebagai bagian dari "perang melawan teror."

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Mufti Agung Mesir Peringatkan Charlie Hebdo

MESIR (Jurnalislam.com) – Mufti Agung Mesir memperingatkan koran satir Perancis Charlie Hebdo pada Selasa (12/01/2015) untuk tidak menerbitkan karikatur baru Nabi Muhammad, dan mengatakan bahwa itu adalah tindakan rasis yang akan menghasut kebencian dan kemarahan Muslim di seluruh dunia.

Charlie Hebdo berencana terbit pada hari Rabu (hari ini) dengan halaman depan menunjukkan karikatur Nabi di edisi pertama sejak serangan di kantor mereka di Paris Rabu lalu, yang menewaskan 12 orang.

"Edisi ini akan menyebabkan gelombang kebencian baru di masyarakat Prancis dan Barat pada umumnya dan apa yang majalah tersebut lakukan tidak searah dengan koeksistensi atau dialog antar peradaban," Mufti Shawqi Allam, salah satu ulama paling berpengaruh di kawasan ini, menyatakan dalam sebuah pernyataan.

"Ini adalah provokasi yang tidak beralasan terhadap perasaan … Muslim di seluruh dunia."

Al-Azhar, pusat pendidikan berusia seribu tahun yang dihormati oleh umat Islam di seluruh dunia, menyebut serangan itu sebagai tindak pidana. Tapi mereka juga mengkritik karikatur Nabi yang memicu protes sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 2005.

Mufti Agung meminta pemerintah Prancis untuk menolak segala "tindakan rasis" oleh Charlie Hebdo, dan menuduh koran tersebut mencoba memprovokasi "perselisihan agama … dan memperdalam kebencian."

Presiden Turki Tayyip Erdogan pada hari Senin (12/01/2015) menuduh kemunafikan Barat atas sikap mereka terhadap serangan Charlie Hebdo dan penyanderaan di sebuah supermarket halal di mana empat orang Yahudi tewas, namun tidak mengutuk tindakan anti-Muslim di Eropa. "Kemunafikan Barat telah jelas. Sebagai Muslim, kita tidak pernah turut serta dalam pembantaian teroris. Di balik ini terletak rasisme, pidato kebencian dan
Islamophobia," katanya.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

As ‘Bersiap’ Meningkatkan Usaha Keamanan Pakistan

Amerika Serikat sedang mempersiapkan penambahan kerjasama kemanan dan intelijen dengan Pakistan untuk meningkatkan serangan terhadap mujahidin, Menteri Luar Negeri John Kerry mengatakan Selasa.

"Saya menekankan bahwa AS berkomitmen untuk memperdalam hubungan keamanan kami dengan Pakistan guna menghilangkan ancaman di wilayah perbatasan dan di tempat lainnya," kata Kerry kepada wartawan.

Dalam sebuah konferensi pers, Kerry bersama dengan penasehat keamanan nasional Pakistan Sartaj Aziz mengadakan pembicaraan strategis masa depan bagi kedua negara tersebut.

Serangan yang dilakukan oleh Taliban Pakistan bulan lalu pada sebuah sekolah di Peshawar yang menewaskan 150 orang, dengan sebagian besar korban tewas adalah anak-anak, membuat Pakistan memerangi kembali kelompok militan yang berlindung di berbagai wilayah kesukuan yang sulit dikendalikan pemerintah.

"Tragedi 16 Desember benar-benar mengingatkan kami atas risiko serius yang memungkinkan ekstrimis untuk menemukan wilayah yang dapat dikontrol dan mereka akan beroperasi di dalamnya," kata Kerry.

Dia mengatakan semua kelompok pejuang seperti Taliban Afghanistan dan Pakistan (yang sebenarnya berbeda, ed), jaringan Haqqani dan Lashkar-e-Taiba "terus menjadi ancaman tidak hanya untuk Pakistan dan tetangganya, tetapi juga ke Amerika Serikat dan dunia."

"Jangan buat kesalahan lagi, tugas saat ini cukup sulit dan belum terselesaikan," kata Kerry.

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa para ekstrimis ini tidak lagi mampu menginjakkan kaki mereka dengan aman baik di negara ini atau di tempat lain."

Para pejabat Pakistan mengatakan bahwa Kerry berencana untuk mengunjungi Peshawar guna memberikan dukungan kepada orang-orang di sana, pasca tragedi tersebut.

Namun belum ada konfirmasi dari Departemen Luar Negeri mengenai perjalanan Kerry ke kota-kota yang sedang mengalami konflik, dan ia mungkin akan menjadi pejabat tinggi Amerika pertama setelah pembicara John Boehner yang pergi ke sana tahun 2011 lalu.

Ulama Saudi : Boneka Manusia Salju Itu Anti-Islam

Seorang ulama terkemuka Arab Saudi telah mengeluarkan fatwa melarang pembuatan boneka manusia salju, menggambarkannya sebagai anti-Islam.

Ditanya pada sebuah website reliji tentang apakah diperbolehkan bagi para bapak untuk membuat boneka manusia salju bagi anak-anak mereka setelah badai salju melanda utara negara itu, Sheikh Mohammed Saleh al-Munajjid menjawab: "Tidak diperkenankan untuk membuat patung dari salju, bahkan jika itu hanya untuk bermain dan bersenang-senang saja."

Mengutip dari para Ulama salafush shalih, Sheikh Munajjid berpendapat bahwa membuat boneka manusia salju adalah sama dengan membuat gambar manusia, sebuah tindakan berdosa di bawah hukum Syariat.

"Allah telah memperbolehkan manusia untuk membuat apa pun yang mereka inginkan asal tidak menggambarkan makhluk yang bernyawa, termasuk pohon, kapal, buah-buahan, bangunan dan sebagainya," tulisnya.

Pernyataan Sheikh tersebut langsung memicu respon dari pengguna Twitter yang mendukung  dan membela pembuatan boneka manusia salju. Mereka menganggap mengadopsi budaya kafir Barat sebagai sesuatu yang lumrah saja, serta melihat pernyataan Sheikh sebagai hal yang berlebihan. Pihak yang menentang ulama di media sosial tersebut menggunakan nama-nama Arab dan juga menulis dalam bahasa Arab.

"Mereka takut karena iman mereka dari segala sesuatu … pikiran sakit," kicau salah satu pengguna Twitter.

Lain memposting foto seorang pria dalam pakaian Arab formal sedang memegang lengan dari "pengantin salju" yang mengenakan bra dan lipstik. "Alasan larangan itu adalah takut dosa," tulisnya.

   

Pengguna Twitter yang kurang suka dengan nasehat ulama diatas menulis dengan gaya hedonis: “Sepertiganya mengatakan negara itu terganggu oleh dua jenis orang: ‘Seorang yang mencari-cari fatwa untuk segala sesuatu dalam hidup mereka, dan seorang ulama yang ingin ikut campur dalam segala hal dalam kehidupan orang lain melalui fatwa."

Sementara pendukung Sheikh Munajjid pun menulis, "Ini (membuat boneka manusia salju) meniru orang kafir, menyebarkan hawa nafsu dan erotisme," jelas salah seorang yang membela.

"Semoga Allah melindungi para ulama, mereka memiliki penglihatan yang tajam dan mengenali hal-hal yang buruk."

Salju telah menutupi banyak area di dataran tinggi provinsi Tabuk dekat perbatasan Arab Saudi dan Yordania selama tiga tahun berturut-turut disaat cuaca dingin menyapu Timur Tengah.

Potret Palestina : Berjuang Melawan Kebekuan

Badai Huda telah menutupi Ramallah dengan salju tebal dan menyebabkan banjir di Gaza, hingga menelan beberapa korban jiwa.

Hampir seminggu muslim Palestina bergulat dengan cuaca buruk sejak Badai Huda melanda wilayah ini pada Rabu lalu (07/1/2015).

Di Gaza Khan Younis, Rafah Ali Abu Assi –bayi usia dua bulan- meninggal karena temperatur dingin yang ekstrim, sementara dua anak lain dan seorang nelayan juga tewas membeku. Bayi yang lain dikabarkan meninggal di desa Ramallah, Sinjil.

Suhu mencapai ke titik terendah di  Ramallah, -3 Celsius, pada Jumat malam, menyebabkan semua pipa air membeku di seluruh kota. Tahun lalu, Badai Alexa menimbulkan kerusakan luas dan listrik padam selama berhari-hari di wilayah tersebut; khawatir peristiwa terulang kembali, para pemilik toko di Ramallah dilaporkan mulai "menimbun" untuk menghadapi Badai Huda.

Di Gaza, efek dari badai itu diperburuk oleh situasi sulit yang sudah dihadapi banyak warga sejak perang melawan agresi Israel pada 2014 lalu. Rekonstruksi menjadi lambat dan banyak orang yang masih tinggal di tempat penampungan sementara.

"Kami bangun untuk menemukan rumah yang penuh air, dan anak-anak menangis," kata Samaher al-Shenbary, 32, yang tinggal di sebuah rumah yang dihuni 20 anggota keluarga di Beit Hanoun. "Tidak ada cara untuk menghangatkan anak-anak kita dan melindungi mereka dari cuaca dingin."

Setelah warga Palestina dikejutkan oleh salju tahun lalu, pemerintah kota Ramallah bersiap sedia untuk menghadapi Badai Huda pekan lalu. Para petugas menyiapkan 47 kendaraan darurat badai, termasuk kendaraan penggali, penyapu salju dan mobil Jeep offroad. Persediaan darurat yang dikirim ke berbagai daerah di seluruh kota.

Otoritas Palestina menyampaikan himbauan di media bagi masyarakat untuk menyimpan berbagai persediaan penting menjelang badai tiba. Koran Al-Quds menulis di Ramallah dan al-Bireh saja sebanyak 2,6 juta potong roti telah diborong pada Selasa. Beberapa toko roti menjatah jumlah roti yang bisa dibeli pelanggan.

Distrik al-Tireh adalah salah satu daerah di Ramallah yang terkena dampak paling parah pada tahun 2013, dan ketika Badai Huda menghantam pada hari Rabu, selimut salju segera menutupi wilayah itu lagi.

Banyak orang yang turun ke jalan-jalan untuk membantu mendorong dan menggali mobil yang terjebak di salju (Ramallah)

Buldozer telah bekerja sepanjang hari sejak salju turun Rabu lalu, memastikan sebagian besar jalan-jalan utama tidak tertutup tumpukan salju.

Sementara itu, di Beit Hanoun, Gaza, anak-anak bermain di depan rumah mereka yang tergenang setelah semalaman diterpa badai dan hujan lebat.

Keluarga-keluarga di Gaza utara berlindung di banyak tenda selama badai, sambil mereka menunggu badan pengungsi PBB membantu mereka dengan akomodasi yang lebih permanen.

Menurut angka sementara yang diumumkan oleh pemerintah Palestina, ratusan rumah terkena banjir di selatan, utara, dan timur Jalur Gaza di tengah guyuran hujan. Hujan badai telah meningkat pada malam hari, menyebabkan banyak warga yang mengungsi. (AF | aljazeera | Jurniscom)

Charlie Hebdo Tetap Muat Kartun Nabi Edisi Terbaru, Perancis Kerahkan 10.000 Tentara

PARIS (Jurnalislam.com) – Perancis akan mengerahkan 10.000 tentara pada hari ini Selasa (13/01/2015) dan menempatkan hampir 5.000 petugas polisi tambahan untuk melindungi situs-situs Yahudi setelah pembunuhan 17 orang oleh pejuang Islam di Paris pekan lalu, kata para pejabat.

Berbicara sehari setelah demonstrasi publik Prancis terbesar yang pernah tercatat, untuk menghormati para korban, Menteri Pertahanan Jean-Yves Le Drian mengatakan negara itu tetap berisiko mengalami serangan lanjutan. Tentara akan menjaga pusat-pusat transportasi, lokasi wisata dan bangunan-bangunan utama dan melaksanakan patroli jalan umum.

"Ancaman masih ada dan kita harus melindungi diri kita dari mereka. Ini adalah operasi internal yang memobilisasi petugas hampir sebanyak yang kita kirim dalam operasi di luar negeri," kata Le Drian kepada wartawan setelah pertemuan kabinet.

Para korban, termasuk wartawan dan polisi, tewas dalam kekerasan selama tiga hari yang dimulai dengan serangan penembakan di kantor media mingguan politik Charlie Hebdo pada hari Rabu lalu. Charlie Hebdo dikenal karena serangan satirnya penghinaan terhadap Islam dan agama-agama lain. Banyak warga bergabung dalam parade di hari Minggu mengenakan lencana dan membawa plakat menyatakan "Saya Charlie."

Penyerang Charlie Hebdo, yaitu dua bersaudara asal Aljazair kelahiran Prancis, menyerang kantor majalah mingguan tersebut karena menerbitkan kartun yang menggambarkan dan menghina Nabi Muhammad.

Anggota Charlie Hebdo yang tersisa bekerja menerbitkan edisi yang akan keluar pada hari Rabu berisi delapan halaman sejumlah satu juta eksemplar. Pengacara Charlie Hebdo, Richard Malka, mengatakan kepada radio France Info bahwa akan ada karikatur Nabi Muhammad dalam edisi terbaru tersebut.

"Kami tidak akan menyerah. 'Saya Charlie' adalah semangat yang berarti hak untuk menghujat (menghina)," katanya, menambahkan bahwa halaman depan edisi terbaru akan dirilis pada Senin malam (tadi malam).

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Charlie Hebdo Kembali Lecehkan Nabi Muhammad Dalam Edisi Terbarunya

PARIS (Jurnalislam.com) – Majalah satir Charlie Hebdo kembali merilis edisi terbarunya pasca-penyerangan yang menewaskan 12 awak redaksinya. Tak kapok, majalah ini kembali menampilkan karikatur pelecehan terhadap Islam yang memvisualisasikan Nabi Muhammad dengan kekonyolan.

Seperti dilansir dari AFP, Selasa (13/1/2015), Charlie Hebdo menampilkan sosok Nabi Muhammad dengan wajah sedih yang sedang meneteskan air mata dan memegang tulisan "Je Suis Charlie" (Kami adalah Charlie). Slogan yang digunakan simpatisannya untuk menolak aksi penyerangan yang menewaskan 12 awak redaksi Charlie Hebdo itu.  

Selain itu, di atas sosok 'Nabi' itu, terdapat tulisan "Tout Est Pardonne", yang berarti "Semua telah dimaafkan".

Pihak penerbit menyiapkan setidaknya 3 juta kopi dari edisi yang dikerjakan oleh "karyawan yang selamat dari serangan", dari 60.000 kopi eksemplar yang biasanya diterbitkan. Rencananya, majalah ini akan didistribusikan ke 25 negara dan diterjemahkan ke 16 bahasa dengan klaim atas permintaan global.

Meski telah mendapat banyak kecaman dari seluruh dunia, namun karyawan Charlie Hebdo mengaku, mereka akan tetap mempertahankan tradisinya untuk mengkritik semua agama, politisi, selebriti, dan perisitwa berita lain. 

"Di tiap edisi selama 22 tahun terakhir, tidak ada satu pun yang tanpa karikatur Paus, Yesus, pendeta, rabi, imam, atau Muhammad," kata pengacara Charlie Hebdo, Richard Malka.

Pada Kamis 8 Januari lalu, 12 awak redaksi Charlie Hebdo tewas dalam serangan mematikan yang dilakukan oleh dua bersaudara warga Perancis keturunan Al Jazair, Cherif Kouachi dan Said Kouachi. Serangan itu diklaim Kouachi bersaudara sebagai hukuman kepada Charlie Hebdo yang telah melecehkan Nabi Muhammad SAW. 

Cherif dan Said Kouachi akhirnya gugur dalam penyergapan polisi khusus Perancis di sebuah gudang sehari pasca aksi fenomenalnya.

Ally | AFP | Jurniscom

Boko Haram Serbu Pangkalan Militer Kamerun

KAMERUN (Jurnalislam.com) – Kepolisian dan pejabat pemerintah Kamerun mengatakan bahwa Boko Haram melancarkan serangan terhadap sebuah pangkalan militer di barat laut Kolofata, pada Senin (12/1/2015).

Serangan itu terjadi sehari setelah ledakan menghantam sebuah pasar terbuka yang menjual di kota Potiskum di negara bagian Yobe, Nigeria, salah satu dari tiga negara bagian timur laut kembali menjadi target oleh Boko Haram.

“Begitu orang mendengar tembakan pertama, mereka meninggalkan kota. Tembakan itu terdengar sangat keras,” kata sumber polisi kepada kantor berita AFP.

Kepada Al Jazeera, Issa Tchiroma, menteri komunikasi dan juru bicara pemerintah Kamerun mengklaim sekitar 200 hingga 300 pejuang Boko Haram tewas dalam serangan itu.

Dia juga mengatakan tentara Kamerun telah menyita peralatan militer dan kendaraan berat dari Boko Haram, saat serangan kelompok tersebut baru-baru ini di timur laut Nigeria, kota Baga. Namun, Al Jazeera tidak bisa secara independen memverifikasi klaim menteri tersebut.

Mengutip sumber militer, Eugene Nforngwa, seorang wartawan lokal, mengatakan kepada Al Jazeera melalui email bahwa seorang tentara Kamerun dari Rapid Response Battalion (BIR dalam bahasa Perancis) tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam bentrokan Senin.

“Kolofata tidak terletak dekat perbatasan dengan Nigeria, yang berarti para militan melakukan perjalanan setidaknya 10 km ke Kamerun,” katanya.

Juru bicara militer Kamerun Kolonel Didier Badjec mengkonfirmasi serangan itu dan mengatakan ia sedang mempersiapkan siaran pers, yang akan dipublikasikan hari ini.

Sumber mengatakan bahwa Kolofata terletak di sebuah bukit, sehingga posisi pasukan Kamerun lebih strategis dibanding Boko Haram.

Erdogan: Israel Tak Inginkan Palestina Jadi Negara Merdeka

ANKARA (Jurnalislam.com)  – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Senin (12/01/2015) bahwa Israel tidak ingin negara Palestina merdeka dan bahwa Israel menganggap kemerdekaan Palestina  sebagai ancaman bagi keberadaan Israel.

Pernyataan itu ia sampaikan pada konferensi pers bersama dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Keduanya sedang membahas hubungan bilateral, serta masalah-masalah regional dan perkembangan terbaru di Perancis.

"Kita berbagi pikiran untuk lebih memastikan perdamaian yang permanen, adil, dan komprehensif di wilayah tersebut dan mengakhiri kebijakan dan pendudukan agresif Israel," kata Erdogan.

Erdogan juga membahas "langkah-langkah untuk negara Palestina merdeka dan rekonstruksi Gaza.

"Masalah Palestina, yang mendasari masalah di Timur Tengah, adalah luka pendarahan bagi umat manusia," lanjutnya.

Erdogan menyatakan bahwa Israel belum siap untuk perdamaian dan tidak akan ada solusi yang adil atau permanen untuk masalah tersebut kecuali ketidakadilan ini berakhir.

Dia juga mengatakan bahwa masyarakat internasional telah mulai mengambil sikap yang lebih menentukan terhadap "usaha keras Israel di wilayah tersebut."

"Seratus tiga puluh lima negara, termasuk Swedia, telah mengakui negara Palestina sejauh ini, Israel harus membaca pesan ini dengan benar," imbuhnya.

Swedia secara resmi mengakui Negara Palestina pada bulan Oktober 2014, sekaligus menjadi negara Uni Eropa pertama yang melakukannya.

Presiden Turki mengatakan Dewan Keamanan PBB tidak melakukan tugasnya dalam menangani Israel yang keras kepala yang telah menyebabkan peningkatan ketegangan di wilayah tersebut.

Erdogan mengulangi pernyataannya yang terkenal yaitu "dunia ini lebih besar dari lima," mengacu pada lima anggota Dewan Keamanan PBB yang dapat memveto setiap resolusi substantif.

"Dewan Keamanan PBB harus direformasi," tegasnya. "Melindungi Yerusalem tidak hanya tugas Palestina, tetapi juga tanggung jawab seluruh Muslim sedunia," kata Presiden Turki itu lagi.

Erdogan juga mengungkapkan keinginan terbesar Turki, yaitu untuk melihat negara Palestina merdeka sesuai batas pra-1967, dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.

"Turki akan terus mendukung Palestina untuk mencapai tujuan ini," tambahnya.

Sementara itu, presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengucapkan terima kasih kepada Turki karena telah menekan secara khusus masalah Palestina dan upaya diplomatik dalam masyarakat internasional.

"Kami menentang setiap jenis perubahan kebijakan Al-Aqsha. Ketakutan terbesar kami adalah bahwa konflik yang ada berubah menjadi konflik agama, yang sama sekali tidak kita inginkan," kata Abbas.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Polisi Penyidik Serangan Charlie Hebdo Tewas Bunuh Diri

PARIS (Jurnalislam.com) – Seorang polisi senior Perancis yang menyelidiki serangan di kantor majalah Charlie Hebdo bunuh diri hanya beberapa jam pasca serangan yang menewaskan 12 orang penghina Nabi.

Sebagaimana dilaporkan Dialy Mail, Komisaris Helric Fredou (45), menembak dirinya sendiri di kantor polisi di Limoges pada Rabu malam (8/1/2015). Mayatnya ditemukan oleh rekannya pada jam 01:00 waktu setempat keesokan harinya.

Telah dilaporkan bahwa sesaat sebelum bunuh diri Komisaris Fredou telah bertemu dengan keluarga dari salah satu korban serangan pembunuhan Charlie Hebdo.

Berbicara kepada Mirror Online, Persatuan Dewan Komisaris Kepolisian Nasional Perancis mengkonfirmasi kabar bunuh dirinya Fredou. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis setelah kematiannya, juru bicara kesatuan menyatakan kesedihannya.

"Dengan sangat sedih kami memeberitahukan pagi ini tentang kematian rekan kami Helric Fredou, yang bertugas sebagai Wakil Direktur Polisi Judisial Dinas Regional di Limoges," ungkapnya.

Di hari berkabung nasional yang khusus ini, dewan komisaris polisi sangat terpukul oleh kematian tragis salah satu dari mereka sendiri.

Persatuan Dewan Komisaris Kepolisian Nasional ingin menyampaikan belasungkawa setulus-tulusnya kepada keluarga Helric.

"Di masa-masa sulit ini, kami memiliki perhatian khusus bagi semua rekan-rekannya," katanya.

Fredou yang masih lajang dan tidak memiliki anak – memulai karirnya sebagai petugas polisi pada tahun 1997, bekerja di daerah Versailles.

Dia akhirnya kembali ke kampung halamannya di Limoges dan pada tahun 2012 menjadi wakil direktur di dinas kepolisian daerah. Media Perancis melaporkan dia tertekan dan menderita kelelahan.

Deddy | Daily Mail | Jurniscom