PBB : Perundingan Damai Yaman Ditunda

YAMAN (Jurnalislam.com)  – Pembicaraan yang dirancang untuk mengembalikan perdamaian di Yaman yang ditengahi PBB telah ditunda, seorang pejabat PBB mengatakan kepada AFP, hari Ahad (24/05/2015), hanya empat hari sebelum rencananya akan dimulai di Jenewa.

"Saya dapat mengkonfirmasikan bahwa pertemuan tersebut ditunda," kata pejabat itu, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut, di tengah ketidakpastian mengenai siapa saja yang akan hadir.

Pada hari Sabtu, Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi mengajukan tuntutan pemerintah yang diasingkan untuk menghadiri konferensi, termasuk tuntutan penarikan pemberontak Syiah dari wilayah yang mereka rebut.

Hadi melarikan diri ke ibukota Saudi, Riyadh bersama dengan segenap pemerintahannya pada akhir Maret ketika milisi Syiah Houthi menyerang kubu selatannya di Aden.

Hadi mengatakan dia mendukung perundingan Kamis besok, yang sekarang sedang ditunda, tetapi bersikeras agar PBB menekan Houthi untuk mundur dari daerah yang mereka kuasai di Yaman, menurut kantor berita resmi Saba.

Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan bahwa pertemuan 28 Mei tersebut bertujuan untuk "mengembalikan momentum menuju proses transisi politik yang dipimpin Yaman," setelah terjadi konflik berminggu-minggu yang telah menewaskan hampir 2.000 orang di Yaman.

Pembicaraan damai dihentikan ketika pemberontak Syiah Houthi melanjutkan serangan.

 

Deddy | AFP | Jurniscom

Gerombolan Pemukim Yahudi Serang Rumah dan Warga Palestina di Hebron

PALESTINA (Jurnalislam.com) –  Sekelompok gerombolan pemukim pendatang Yahudi pada hari Ahad (24/05/2015) menyerang sejumlah warga Palestina dan rumah-rumah mereka di Kota Tua di Hebron, wilayah selatan Tepi Barat.

Koresponden Pusat Informasi Palestina mengutip dari sumber lokal yang mengatakan bahwa para gerombolan pemukim Yahudi menyerang dengan pemukulan terhadap  warga Palestina serta menyerang rumah-rumah di daerah Tel Ramida dekat Kota Tua di kota Hebron, wilayah selatan Tepi Barat.

Sumber ini menjelaskan bahwa para serdadu pasukan penjajah Zionis memberikan perlindungan terhadap para gerombolan pemukim Yahudi tersebut saat melakukan aksi serangan mereka.

Sementara itu serdadu penjajah Zionis menahan sejumlah pemuda dan remaja, serta menangkap seorang bocah setelah dihentikan dan ditahan. Kemudian dibawa ke lokasi yang belum diketahui.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

JITU Resmikan 26 Anggota Baru

BOGOR (Jurnalislam.com) – Jurnalis Islam Bersatu (JITU) pada hari Ahad (24/5/2015) meresmikan 26 anggota barunya setelah menggelar Dauroh selama dua hari di kawasan Cisarua, Bogor. 26 anggota baru tersebut merupakan jurnalis-jurnalis yang berasal dari berbagai media Islam maupun mainstream, seperti Jurnalislam.com, Kiblat.net, Arrahmah,com,TransTv, Dakta FM, Islampos.com, Majalah Gontor, Hidayatullah.com, dll.

"26 orang dari 35 orang yang konfirm bisa ikut," kata Ketua Umum JITU, Agus Abdullah kepada Jurniscom, Senin (25/5/2015).

Agus berharap anggota baru JITU mampu menjadi jurnalis muslim yang berperan positif untuk kejayaan Islam dan kaum Muslimin melalui media masing-masing.

"Peran mengabarkan yang benar itu benar dan yang batil itu batil. Menaati kode etik JITU, menjaga nama baik dan membesarkan organisasi," ungkap Ketua Umum JITU periode 2015 – 2018 itu.

Dalam acara tersebut, anggota baru JITU mendapatkan materi-materi jurnalistik dari sejumlah jurnalis senior, seperti Mahladi (Pemimpin Umum Majalah Hidayatullah), Toni Syarqi (Pemimpin Redaksi Kiblat.net), wartawan senior Ubay Salman dan Caklis (pemimpin redaksi Hidayatullah).

Dauroh JITU merupakan tahap yang harus dilalui calon anggota sebelum menjadi anggota resmi JITU. JITU sendiri telah membuka pendaftaran anggota baru sejak 27 Maret 2015 yang ditutup pada 3 April 2015.

Ally | Jurniscom

Vonis Hukuman Mati Muhammad Mursi Diprotes di Paris

PARIS (Jurnalislam.com) – Ratusan orang berkumpul pada hari Sabtu (23/05/2015) di Paris untuk memprotes hukuman mati yang dijatuhkan oleh pengadilan Mesir terhadap Muhamad Mursi, presiden pertama negara itu yang dipilih secara pemilihan umum yang sah.

Sekitar 300 orang berpartisipasi dalam protes yang diadakan di Place de la Rebublique (Republic Square). Para pengunjuk rasa melambaikan bendera Mesir dan Tunisia serta spanduk bertuliskan "Diam Menewaskan", "Mursi, Presiden sah Mesir", atau "Kami ingin Keadilan".

Setelah meneriakkan slogan-slogan seperti "Sisi pembunuh" dan "Dimana Keadilan / Media Hanya Diam", para pengunjuk rasa meminta Presiden Prancis Francois Holland bereaksi terhadap keputusan eksekusi.

Pada tanggal 16 Mei, Mursi dan lebih dari 100 pendukungnya dari Ikhwanul Muslimin dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Kairo sehubungan dengan pembobolan penjara massal pada tahun 2011.

Pengadilan merujuk 122 dari 166 terdakwa, termasuk Mursi, kepada grand mufti untuk mempertimbangkan hukuman mati terhadap mereka atas tuduhan pembobolan penjara dan spionase.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Malaysia Temukan Kuburan Massal Imigran

KUALA LUMPUR  (Jurnalislam.com) – Kementerian dalam negeri Malaysia pada hari Ahad (24/05/2015) mengkonfirmasi penemuan kuburan massal di dekat 17 kamp perdagangan manusia, setelah puluhan mayat ditemukan di perbatasan Thailand awal bulan ini.

Menteri Zahid Hamidi menyatakan keterkejutannya kepada wartawan, dengan mengatakan bahwa kamp-kamp di kota perbatasan Padang Besar, di negara bagian Perlis utara tersebut kemungkinan telah ada di daerah itu hingga sekitar lima tahun.

"Dalam satu kuburan mungkin terdapat tiga hingga empat mayat. Tapi kita tidak tahu pasti berapa banyak. Kita mungkin akan menemukan lebih banyak mayat," The Star Online mengutip pernyataannya.

Dia menambahkan bahwa pasukan keamanan yang telah menemukan kamp-kamp di Wang Kelian dan beberapa desa kecil dalam kondisi ditinggalkan, telah melakukan proses identifikasi dan verifikasi.

The Star sebelumnya mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan kendaraan polisi forensik terlihat kembali dari Padang Besar saat tim komando dan forensik tiba Jumat malam di lokasi yang dipercaya terdapat sisa-sisa jasad migran termasuk Muslim Rohingya.

Lokasi kuburan yang tepat belum dikonfirmasi, namun petugas di kantor polisi kota yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa lokasi itu merupakan area terlarang yang tertutup untuk warga sipil. Dia menambahkan bahwa lokasi itu "telah ditutup dan terletak di wilayah yang berbukit."

Hamaidi mengatakan hari Ahad bahwa ada sedikit keraguan tentang keterlibatan warga negara Malaysia dalam perdagangan di daerah tersebut setelah ditemukannya kuburan.

"Pemerintah Malaysia tidak terlibat. Tapi warga Malaysia, kemungkinan benar terlibat! Saya mengakui hal itu sebagai fakta," tambahnya.

Kepala Kepolisian Khalid Abu Bakar diperkirakan akan mengadakan konferensi pers hari Senin.

Awal bulan ini, lebih dari 30 jasad migran ditemukan di Thailand selatan, diikuti tindakan keras yang menyebabkan para penyelundup melarikan diri dan menaikkan para migran ke dalam kapal kemudian kabur menuju pantai Thailand, Indonesia dan Malaysia, sementara banyak lainnya masih berada di laut.

Malaysia sebelumnya telah membantah tuduhan bahwa beberapa warga negaranya terkait dengan sindikat perdagangan manusia setelah ditemukannya kuburan massal di Thailand.

Deputi Menteri Dalam Negeri Wan Junaidi Tuanku Jaafar mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa a "belum" ada bukti untuk menunjukkan keterlibatan tersebut.

"Kami masih menunggu rincian masalah itu. Sampai rincian tersedia, kita tidak bisa membuat kesimpulan," katanya, mengacu pada serangan 1 Mei oleh otoritas Thailand.

Tahun lalu, status Malaysia dan Thailand diturunkan hingga ke Tier 3 dalam Laporan Departemen Perdagangan Manusia Luar Negeri AS karena tidak mematuhi "standar minimum" untuk menangani perdagangan manusia.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Operasi Azm : Pos Militer di Dehrawod Berhasil Direbut Mujahidin IIA

Uruzgan (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam pada pukul 9:00 pagi ini menyerbu pos pemeriksaan Komandan Fazel yang terletak di daerah dewana Wraz kabupaten Dehrawod dalam serangan bersenjata yang berlangsung singkat, menahan komandan bersama dengan 8 anak buahnya, El Emara melaporkan Sabtu (23/05/2015).

Kendaraan truk pick-up milik musuh, senapan mesin PKM, peluncur RPG, 8 senapan Ak dan peralatan lainnya juga berhasil dikuasai dalam operasi yang sukses.

Laporan mengatakan bahwa musuh pengecut di daerah Sang Sulakh juga melarikan diri tadi malam dan meninggalkan pos pemeriksaan mereka karena takut akan serangan mujahidin.

Di daerah Siyah Sang, Mujahidin menyerang pos musuh lainnya pagi ini sekitar pukul 10.00 waktu setempat, menewaskan seorang pria bersenjata yang berada di dalam dan menahan 5 orang lainnya, serta merebut 6 senapan, peluncur RPG, tabung mortir dan peralatan lainnya.

Setelah pos tersebut jatuh, pasukan musuh pengecut di daerah Imranzo yang tidak terletak jauh, melarikan diri dan meninggalkan pos pemeriksaan mereka.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Mujahidin Al-Shabaab Rebut Kota-kota dan Desa-desa di Somalia

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Seorang gubernur Somalia mengakui bahwa sejumlah kota-kota kecil dan desa telah jatuh ke tangan mujahidin  Al-Shabaab di wilayah selatan Lower Shabelle.

"Pasukan pemerintah kehilangan kontrol empat kota dan desa di wilayah Lower Shabelle setelah pertempuran dengan Al-Shabaab," kata Gubernur Lower Shabelle, Abdul Kadir-Sidi kepada Anadolu Agency, Sabtu (23/05/2015).

Namun Gubernur tidak memberikan rincian tentang korban.

Somali Memo, sebuah situs yang terkait dengan mujahidin  Al-Shabaab, mengklaim bahwa 24 tentara Somalia tewas dalam serangan di beberapa daerah di Lower Shabelle.

Somalia tetap berada dalam peperangan  sejak pecahnya perang sipil pada tahun 1991.

Al-Shabaab, yang melancarkan perlawanan terhadap pemerintah Somalia, baru-baru ini mengalami beberapa gempuran yang signifikan  dari pasukan pemerintah Somalia dan Uni Afrika.

Namun Al-Shabaab terus melancarkan serangan mematikan terhadap pejabat pemerintah  dan aparat militer.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Kabinet Belanda Setuju Batasi Larangan Niqab

BELANDA (Jurnalislam.com) – Kabinet Belanda telah menyetujui larangan parsial mengenakan jilbab yang menutupi wajah, termasuk di sekolah-sekolah, rumah sakit dan transportasi umum.

Perdana Menteri Mark Rutte mengatakan kepada para wartawan, pada hari Jumat (22/05/2015) bahwa larangan tidak berlaku di jalan-jalan umum, tetapi hanya "dalam situasi tertentu di mana sangat dibutuhkan untuk memperlihatkan wajah" dengan alasan keamanan.

Rutte mengatakan pemerintah berusaha "mencoba menemukan keseimbangan antara kebebasan orang untuk memakai pakaian yang mereka inginkan dan pentingnya komunikasi timbal balik dan saling dikenali".

Perdana menteri mengatakan bahwa RUU yang diprakarsai oleh Menteri Dalam Negeri Belanda Ronald Plasterk, tidak memiliki "latar belakang agama".

RUU sebelumnya yang didukung oleh aktivis anti-Islam Geert Wilders, dan melarang pemakaian jilbab bahkan di jalan-jalan umum akan ditarik.

Pemerintah mengatakan "tidak melihat adanya alasan untuk memberlakukan larangan secara umum hingga ke semua tempat-tempat umum," kantor berita AFP melaporkan.

Disepakati bahwa RUU barutersebut  akan disusun oleh mitra koalisi Liberal Rutte, yaitu partai VVD dan PvdA Buruh yang membentuk koalisi pada tahun 2012.

Mereka yang mencemooh larangan tersebut dapat didenda sampai € 405 (sekitar $ 450).

Media penyiar milik Negara, NOS, mengatakan bahwa sekitar 100 hingga 500 perempuan di Belanda mengenakan cadar, kebanyakan dari mereka menggunakannya sekali-kali.

Tetangga Perancis dan Belgia memiliki larangan yang lebih ketat bagi mereka yang mengenakan cadar, yaitu tidak mengizinkan orang memakai cadar di seluruh tempat umum.

Sejumlah gerakan sayap kanan di seluruh benua membuat pelarangan niqab untuk tujuan politik.

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Industri Makanan Halal Meningkat di Rusia

RUSIA (Jurnalislam.com) – Pasar untuk produk dan jasa halal di Rusia meningkat dari tahun ke tahun, wakil ketua Russia Muftis Council, atau RMC, telah mengklaim, lansir World Bulletin Jumat (22/05/2015).

Rushan Abbasov, salah satu panitia Moscow International Halal Expo keenam, yang dimulai pada hari Kamis, mengatakan permintaan sektor halal di Rusia telah meningkat dan banyak perusahaan makanan telah mendapatkan sertifikat halal.

"Meskipun krisis ekonomi terjadi di Rusia, ketertarikan terhadap expo tidak menurun tahun ini," katanya.

Pasar Rusia untuk produk halal – daging yang disembelih sesuai dengan hukum Islam – meningkat sesuai "pertumbuhan kesadaran agama" di kalangan umat Islam Rusia, menurut penyelenggara pameran.

Pameran, dimana Anadolu Agency bertindak sebagai mitra komunikasi global, dikemas dengan menampilkan perusahaan yang terlibat dalam keuangan Islam, pakaian, fashion, budaya, farmasi dan pariwisata, serta produk dan jasa makanan halal.

Abbasov, juga mengucapkan terima kasih kepada Anadolu Agency karena mendukung pameran.

Perusahaan telah melakukan perjalanan jauh hingga ke Turki, Iran, Inggris, Pakistan, Arab Saudi, Indonesia dan Malaysia agar bersedia menghadiri pameran yang berlangsung tiga hari tersebut.

Program ini mencakup hari budaya Islam, memberikan pengunjung kesempatan untuk melihat tren baru di dunia fashion dan masakan Muslim, serta mengamati seni Islam dan mendengarkan musik tradisional.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Yunani Adakan Voting Parlemen untuk Akui Negara Palestina

YUNANI (Jurnalislam.com) – Pemerintah Yunani berencana menggelar pemungutan suara parlemen untuk mengakui Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat.

"Pengakuan atas negara Palestina akan menjadi agenda di parlemen Yunani dalam beberapa minggu mendatang," layanan berita Sputnik mengutip sumber dari partai yang berkuasa di Yunani, Syriza, pada hari Kamis (21/05/2015).

Sumber tersebut mencatat bahwa Presiden Palestina Mahmud Abbas juga diharapkan untuk berpartisipasi dalam sesi voting.

Awal bulan ini, Vatikan secara resmi mengakui negara Palestina dalam perjanjian baru. Menurut perjanjian, yang diselesaikan pada tanggal 13 Mei, Tahta Suci mengalihkan hubungan diplomatiknya dari Organisasi Pembebasan Palestina menjadi Negara Palestina.

"Mengikuti Vatikan dan negara-negara Eropa lainnya, Athena akan mengadakan voting parlemen mengenai masalah pengakuan Palestina. Atas inisiatif partai Syriza, parlemen Yunani berencana untuk mengakui negara Palestina di sepanjang perbatasan sesuai perjanjian tahun 1967," sumber di partai Yunani menambahkan.

Pada tanggal 29 November 2012, Majelis Umum PBB memutuskan untuk meng-upgrade status Palestina di PBB dari "entitas pengamat non-anggota " menjadi "negara pengamat non-anggota" meskipun mendapatkan oposisi yang kuat dari Israel dan Amerika Serikat.

Pada tanggal 2 Desember tahun lalu, anggota parlemen Perancis sangat mendukung gerakan untuk mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Gerakan itu didukung oleh 339 suara mayoritas anggota parlemen sementara 151 anggota menentang.

Pada tanggal 18 November 2014, anggota parlemen Spanyol juga sangat menyetujui resolusi tidak mengikat yang mengakui negara Palestina. Inggris dan Irlandia juga menyetujui sejenis gerakan yang tidak mengikat.

Swedia melangkah lebih jauh lagi. Pada tanggal 30 Oktober 2014, mereka secara resmi mengakui negara Palestina, mendapatkan kritik keras dari Israel dan Amerika Serikat.

Palestina sedang berusaha membuat sebuah negara merdeka di wilayah Tepi Barat, termasuk Timur al-Quds (Yerusalem), dan Jalur Gaza dan menuntut Israel menarik diri dari wilayah Palestina yang diduduki. Namun Israel menolak untuk kembali ke perjanjian perbatasan tahun 1967 dan tidak bersedia untuk membahas masalah al-Quds.

 

Deddy | PNN | Jurniscom