Ansharusyariah : Umat Islam Wajib Bantu Muslim Rohingya

P R E S S   R E L E A S E
JAMA’AH ANSHARUSY SYARIAH

Tentang:
KEWAJIBAN MEMBERIKAN BANTUAN KEPADA PENGUNGSI ROHINGYA

إِنَّمَاٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٞ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡۚ وَٱتَّقُواْٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ ١٠
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat” (QS. Al Hujurat: 10)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مثلالمؤمنينفيتوادهموتراحمهموتواصلهمكمثلالجسدالواحد, إذااشتكىمنهعضوتداعىلهسائرالجسدبالحمىوالسهر
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal cinta dan kasih sayang mereka adalah seperti satu tubuh. Jika salah satu bagian tubuh merasa sakit, maka seluruh anggota badan akan merasa demam dan susah tidur” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَاللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa melepaskan dari seorang mukmin satu kesusahan di antara kesusahan di dunia, maka Allah akan melepaskannya dari kesusahan dari kesusahan di hari Kiamat kelak.” (HR. Muslim).

Berkaitan dengan hadirnya gelombang pengungsi Rohingya yang sampai ke Indonesia dan kehadiran mereka sebagai pengungsi karena mendapatkan musibah serangan berkelanjutan dari masyarakat budha di negeri mereka, maka Jamaah Ansharusy Syariah menyatakan sebagai berikut:
1.    Jamaah Ansharusy Syariah mengecam pembiaran pemerintah Myanmar terhadap muslimin Rohingya yang ditindas di tanah air mereka.

2.    Bahwa para pengungsi Rohingya adalah saudara se-Islam kita dan sesuai ajaran agama Islam maka kaum muslimin berkewajiban membantu mereka semampunya.

3.    Mengajak kepada seluruh kaum muslimin di Indonesia agar aktif memberikan bantuan makanan maupun perlindungan kepada saudara seiman mereka yang hadir di negeri ini.

4.    Mengajak kaum muslimin Indonesia agar bergerak memprotes pemerintah Myanmar dan menuntut agar pemerintah Myanmar berlaku adil kepada masyarakat Rohingya serta menghentikan perlakuan buruk kaum budha di negerinya terhadap kaum muslimin Rohingya di sana.

5.    Meminta kepada pemerintahan Indonesia agar memberikan kelonggaran kepada para pengungsi Rohingya yang telah hadir di negeri ini dan memberikan izin bagi mereka tinggal di sini, sementara tanah air mereka masih di jajah oleh kaum budha di sana.

6.    Mendorong pemerintah Indonesia agar  bersikap tegas kepada pemerintah Myanmar untuk adil dan serius menyelesaikan konflik yang terjadi di negerinya.

Demikian pernyataan sikap kami, semoga Allah SWT meringankan beban saudara-saudara seiman kita dan menggerakkan hati kaum muslimin seluruh dunia untuk membantu meringankan beban musibah yang menimpa saudara kita bangsa Rohingya.

Jakarta, 01 Sya’ban 1436H / 19 Mei 2015

 

Ustadz. Abdul Rahim Ba’asyir

Juru Bicara Jamaah Ansharusy Syariah
Hp: 0813.2940.0991

Ansharusyariah : Baca Al Qur’an Langgam Jawa Adalah Penghinaan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Jamaah Ansharusy Syariah mengecam pembacaan Al Qur'an dengan langgam Jawa yang belum lama ini dilakukan oleh seorang qari dalam acara peringatan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di Istana Negara, Jakarta. Dalam pernyataan yang diterima Jurniscom, Sabtu (23/5/2015), juru bicara Ansharusyariah, Ustadz Abdurrachim Ba'asyir mengatakan pembacaan Al Qur'an dengan langgam Jawa merupakan bentuk penghinaan terhadap Al Qur'an. Karena berpotensi melahirkan persepso penyamaan ayat Al Qur'an dengan bait-bait lagu.

"Pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dengan aksen lagu jawa tersebut merupakan upaya liberalisasi terhadap tata cara membaca Al-Qur’an, dan berpotensi  melahirkan persepsi penyamaan ayat-ayat Al-Qur’an dengan bait-bait lagu yang dapat dilanggamkan sesuai genre-nya," tegas pria yang akrab disapa Ustadz Iim itu.

Menurutnya, hal tersebut membentur kelaziman, etika terhadap kitab suci Al-Qur’an dan mengundang orang untuk memperolok-olok Al-Qur’an. Beliau mengutip sebuah ayat Al Qur'an dalam surat At Taubah ayat 65 – 66.

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"  Tidak usah kamu minta maaf, Karena kamu kafir sesudah beriman. jika kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.”

Karenanya, Ansharusyariah menyampaikan beberapa pernyataan terkait fenomena pembacaan Al Qur'an langgam Jawa, diantaranya :

1. Setiap kaum muslimin wajib menjaga kewibawaan Al-Quran dengan tidak memaksakan bacaan menggunakan langgam yang tidak lazim dalam membaca Al-Qur’an.

2. Pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an yang tidak lazim akan mengundang musuh-musuh Allah untuk melakukan penghinaan terhadap kewibawaan Alqur’an sebagai kitab suci ummat Islam dan merupakan penghinaan terhadap agama Islam dan kaum muslimin.

3. Ketidaklaziman dalam pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an berpotensi menimbulkan fitnah di antara kaum muslimin dan pelaku serta penikmatnya termasuk orang-orang yang mempermainkan ayat-ayat Allah.

4. Mempermainkan ayat-ayat Allah SWT. Dalam Islam hukumnya haram dan termasuk extra ordinary crime (Kriminal yang berat)  yang berakibat pada dijatuhkannya hukuman mati bagi pelakunya.

5. Penggunaan langgam yang tidak lazim pada pembacaan ayat Al-Qur’an menjadi pintu bagi berbagai bentuk istihza (mempermainkan) ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dapat menjadi permasalahan yang semakin serius.

6. Jamaah Ansharusy Syariah memprotes keras rencana menteri agama yang  akan mengadakan perlombaan pembacaan Al Qur’an degan berbagai langgam Nusantara, apapun alasannya karena hal tersebut berpotensi menjadikan Al-Qur’an menjadi bahan olok-olokan semata.

7. Mengajak seluruh ummat islam untuk bersikap tegas kepada para penghina Al-Qur’an serta membela kehormatan kitab suci Al-Qur’an yang merupakan kitab suci kaum muslimin.

8. Menghimbau kepada negara Indonesia agar segera menghentikan praktek pembacaan ayat Al-Qur’an dengan cara yang tidak lazim itu serta menindak tegas para pelakunya.

Pembacaan Al Qu'ran dengan langgam Jawa yang dilantunkan Qari’, Muhammad Yaser Arafat ada acara peringatan Isra Mir'aj di Istana Negara itu menuai perdebatan dari sejumlah pihak. Ada yang membolehkan, namun tak sedikit yang mengecam.

Ally | Jurniscom

LPAI Serukan Jember Bebas Maksiat

JEMBER (Jurnalislam.com) – Menghadapi kemaksiatan yang merajalela dan menjamurnya prilaku asusila di kalangan remaja, Lajnah Pembinaan Akhlak Islam (LPAI) Kabupaten Jember mengadakan pertemuan dan dengar pendapat dengan berbagai pihak. Beberapa pihak yang hadir diantaranya Dinas kesehatan Jember, Dinas Sosial, Polres Jember, dan Front Pembela Islam.

Acara yang digelar pada hari Jum'at 23 Mei 2015 ini, berlangsung di Masjid Pondok Pesantren Al Azhar, Kranjingan, Kabupaten Jember. Acara di hadiri oleh jajaran Muspida Kabupaten Jember ini di mulai setelah sholat Jum'at dan dihadiri oleh kurang lebih 100 jama'ah.

Dalam pemaparannya, Yumarlies M.M dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jember menjelaskan tentang seluk beluk HIV/AIDS serta upaya pencegahan yang dilakukan dari tingkat kota hingga desa.

Menanggapi pemaparan tersebut, K.H Hamid selaku ulama sekaligus Pengasuh Pondok pesantren Al Azhar, yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pemberantasan kemungkaran di daerah Jember, mengingatkan agar dinkes tidak salah langkah dalam penanganan. Beliau mencontohkan dengan adanya kondomisasi, yang justru tidak mencegah malah membuka celah besar untuk zina yang itu termasuk dosa besar.

Pemaparan berikutnya adalah dari kepala Dinas Sosial, oleh Bapak Eko Heru Sunarso, yang menjelaskan tentang bahaya kejahatan seksual sebagai penyakit sosial ranking atas yang tengah membidik kalangan usia pelajar di Jember. Ditambah lagi kambuhnya eks mucikari dan PSK lokalisasi Puger yang beroperasi kembali.

Eko mengatakan bahwa dinsos sulit menuntaskan kompleksnya penyakit masyarakat ini tanpa bersinergi dengan banyak pihak. "Dinsos sudah menjalin kerjasama dengan pihak akademisi, dan masih membuka upaya kerjasama dengan ulama serta ormas-ormas yang peduli," ujarnya.

Sementara itu, ketua FPI Jember Gus Muhammad Faizin, menyampaikan informasi terkait temuan peredaran obat terlarang yang merambah dunia pendidikan agar segera ditindak tegas agar dampaknya tidak merusak akhlak generasi bangsa.

Sedangkan dari pihak Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jember, menyampaikan terima kasihnya atas info perilaku asusila yang marak baik yang terang-terangan di public area maupun dengan modus warung remang-remang dan akan segera melakukan penindakan dengan berkoordinasi dan melibatkan pihak-pihak terkait.

Di akhir forum, pihak kepolisian yang secara langsung disampaikan oleh Kapolres Jember, AKBP Sabilul Alif, menyampaikan pentingnya iman dan moral dari aparat penegak hukum. "Pemimpin yang beriman akan bisa meluruskan dan mengarahkan manakala anggotanya menyimpang," ujar Kapolres Jember yang baru lima bulan menjabat itu.

Forum Diskusi ini adalah kegiatan rutin bulanan dari Lajnah Pembinaan Akhlak Islam (LPAI) yang dibina langsung oleh KH Hamid Hasbullah. Forum yang sudah berdiri 8 tahun ini merupakan bentuk kepedulian ulama terhadap perbaikan akhlak dari beragam pengaruh maksiat yang semakin gencar menyerang masyarakat.

"LPAI berharap agar aparat pemerintah dan aparat keamanan serta semua masyarakat memberi dukungan nyata agar Jember benar-benar terbebas dari maksiat yang keberadaannya bisa mengundang turunnya azab Allah," tutur Kyai Hamid.

Reporter: Budi, Nanang | Editor : Ally | Jurniscom

 

Ini Tuntutan LUIS Terhadap Pemerintah Terkait Muslim Rohingya

Pers Rilis

LUIS dan Elemen Islam Solo Raya Minta Walubi dan Pemerintah RI Bantu Muslim Rohingya

Sehubungan terjadinya Tragedi Kemanusiaan di Myanmar yang dilakukan oleh Rezim Militer Myanmar dan Ektrimis Budha berupa pembunuhan dan pembakaran Muslim secara massal, penganiayaan, pembakaran masjid dan rumah warga Muslim, diskriminasi kewarganegaraan, hingga pengusiran Muslim Rohingya yang telah berlangsung sejak tahun 2012 hingga sekarang, dengan ini kami dari perwakilan beberapa Elemen Muslim di Solo meminta:

  1. Kepada Pengurus Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) dan Pemerintah Indonesia untuk berperan aktif untuk menghentikan pembantaian Muslim di Myanmar dengan melakukan pendekatan keagamaan secara persuasif ataupun pendekatan diplomatik yang bermartabat baik ditingkat bilateral mapun regional ASEAN
  2. Kepada Pemerintah RI agar memaksimalkan perannya di forum PBB mendesak lembaga internasional seperti UNCHR (Badan HAM Internasional), UNHCR (Badan untuk Pengungsi Intenasional), IOM (Badan Migrasi Internasional) agar berpartisipasi aktif dalam penyelesaian Diskriminasi Muslim Rohinhya
  3. Kepada Pemerintah RI untuk meminta penjelasan kepada Duta Besar Myanmar di Indonesia terkait perilaku yang tidak manusiawi yang dilakukan pemerintah Myanmar dan Ekstrimis Budha terhadap minoritas Muslim di Myanmar.
  4. Kepada pemerintah RI untuk memperlakukan pengungsi dari Muslim Rohingnya secara wajar, menusiawi bersama dengan LSM, PMI serta warga Aceh
  5. Mendukung himbauan MUI Pusat pada tanggal 20 Mei 2015, agar pemerintah Myanmar dan Bangladesh agar segera mengadopsi prisip-prinsip kewarganegaraan yang tidak rasialis dan diskriminatif sehingga tidak terjadi eksodus berupa mengalirnya manusia perahu secara terus menerus yang bertentangan dengan rasa kemanusiaan

 

                                                                                                                       Surakarta, 22 Mei 2015

                             Ketua                                                                                              Sekretaris

 

                      Edi Lukito, SH                                                                              Drs. Yusuf Suparno

 

Endro | Ally | Jurniscom

LUIS Minta Pemerintah Bantu Muslim Rohingya

Pers Rilis

LUIS dan Elemen Islam Solo Raya Minta Walubi dan Pemerintah RI Bantu Muslim Rohingya

Sehubungan terjadinya Tragedi Kemanusiaan di Myanmar yang dilakukan oleh Rezim Militer Myanmar dan Ektrimis Budha berupa pembunuhan dan pembakaran Muslim secara massal, penganiayaan, pembakaran masjid dan rumah warga Muslim, diskriminasi kewarganegaraan, hingga pengusiran Muslim Rohingya yang telah berlangsung sejak tahun 2012 hingga sekarang, dengan ini kami dari perwakilan beberapa Elemen Muslim di Solo meminta:

  1. Kepada Pengurus Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) dan Pemerintah Indonesia untuk berperan aktif untuk menghentikan pembantaian Muslim di Myanmar dengan melakukan pendekatan keagamaan secara persuasif ataupun pendekatan diplomatik yang bermartabat baik ditingkat bilateral mapun regional ASEAN
  2. Kepada Pemerintah RI agar memaksimalkan perannya di forum PBB mendesak lembaga internasional seperti UNCHR (Badan HAM Internasional), UNHCR (Badan untuk Pengungsi Intenasional), IOM (Badan Migrasi Internasional) agar berpartisipasi aktif dalam penyelesaian Diskriminasi Muslim Rohinhya
  3. Kepada Pemerintah RI untuk meminta penjelasan kepada Duta Besar Myanmar di Indonesia terkait perilaku yang tidak manusiawi yang dilakukan pemerintah Myanmar dan Ekstrimis Budha terhadap minoritas Muslim di Myanmar.
  4. Kepada pemerintah RI untuk memperlakukan pengungsi dari Muslim Rohingnya secara wajar, menusiawi bersama dengan LSM, PMI serta warga Aceh
  5. Mendukung himbauan MUI Pusat pada tanggal 20 Mei 2015, agar pemerinta Myanmar dan Bangladesh agar segera mengadopsi prisip-prinsip kewarganegaraan yang tidak rasialis dan diskriminatif sehingga tidak terjadi eksodus berupa mengalirnya manusia perahu secara terus menerus yang bertentangan dengan rasa kemanusiaan

 

                                                                                                                       Surakarta, 22 Mei 2015

                             Ketua                                                                                              Sekretaris

 

                      Edi Lukito, SH                                                                              Drs. Yusuf Suparno

 

Endro | Ally | Jurniscom

LUIS dan Walubi Gelar Pertemuan Bahas Muslim Rohingya

SOLO (Jurnalislam.com) – Sejumlah Ormas Islam dan elemen Muslim yang terdiri dari Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), Jamaah Ansharus Syariah, Majelis Taklim Al Huda, Majelis Taklim Al Ishlah menggelar pertemuan dengan pengurus Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Surakarta usai sholat Jumat (22/5/2015) di Jl. Urip Sumoharjo, Solo. 

Pihak Walubi yang diwakili oleh Ketua Walubi, Hasan dan sekretarisnya, Doni, membacakan hasil kunjungan dan kesepakatan dengan MUI Pusat dan Walubi Pusat pada tanggal 20 Mei 2015 yang diantaranya meminta pemerintah Indonesia segera menyiapkan tempat penampungan khusus untuk ratusan pengungsi Rohingya yang kini terdampar di Aceh dan Sumatera Utara.

Sementara perwakilan LUIS, Edi Lukito membacakan dan menyerahkan pernyataan sikap dari LUIS dan elemen muslim Surakarta diterima ketua Walubi Hasan. LUIS meminta (Walubi) dan Pemerintah Indonesia untuk berperan aktif untuk menghentikan pembantaian Muslim di Myanmar dengan melakukan pendekatan keagamaan secara persuasif ataupun pendekatan diplomatik yang bermartabat baik ditingkat bilateral mapun regional ASEAN.

Selain mengadakan pertemuan, sejumlah massa LUIS jua menggelar unjuk rasa dan penggalangan dana untuk pengungsi Rohingya di Aceh di tiga tempat, yaitu di Vihara Kepunthon, di depan rumah makan dan di Vihara Pucangsawit.

Reporter : Endro | Editor : Ally | Jurniscom

Mussa Abu Marzouq Ambil Alih Posisi Hubungan Luar Negeri Hamas

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Mussa Abu Marzouq, anggota kantor politik faksi Palestina Hamas, mengambil alih posisi hubungan luar negeri di fraksi tersebut, sumber yang dekat dengan Hamas mengatakan pada hari Ahad (24/05/2015).

Abu Marzouq menggantikan Mohamed Nasr, yang bertanggung jawab untuk posisi tersebut sebelumnya, sebuah sumber mengatakan pada kondisi anonimitas.

Dia menambahkan bahwa Nasr akan mengambil posisi Abu Marzouq sebagai kepala bagian media di fraksi.

Sumber tersebut mencatat bahwa Abu Marzouq akan berbasis di ibukota Qatar, Doha, bukannya di Jalur Gaza.

Abu Marzouq dulu tinggal di Suriah ibukota Damaskus, tetapi harus pindah ke Kairo setelah perang sipil Suriah meletus pada 2011.

Dia kemudian pindah ke Jalur Gaza setelah 26 Agustus, setelah 51 hari serangan Israel di Jalur Gaza.

Pada tanggal 20 Maret, Abu Marzouq pindah ke Doha untuk menerima perawatan medis di sana.

Beberapa pemimpin Hamas lainnya senior, termasuk Khaled Meshaal, pemimpin Hamas atas, juga tinggal di Doha.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Operasi Azm : Lebih 50 Pasukan Musuh Tewas di Dua Distrik, Chamkani dan Sangin

PAKTIA (Jurnalislam.com) – Dalam operasi pembersihan di provinsi Paktia, Mujahidin Imarah Islam berhasil mengusir musuh dari dua daerah yang luas di distrik Chamkani, Al-Emarah News mengatakan pada hari Sabtu (23/05/2015).

Ia menambahkan terdapat lebih dari 35 tentara boneka termasuk dari ANA/ANP dan Arbakis yang tewas dan lebih dari 19 orang cedera fatal dalam pertempuran berikutnya yang berlangsung sepanjang hari Sabtu.

Saat operasi Sabtu itu, Mujahidin menguasai 5 Kalashnikov, 1 senapan mesin berat PK, 2 roket-granat dengan 15 putaran, serta banyak amunisi termasuk 5 pemegang peluru dan 600 peluru, 21 granat tangan, 1 radio juga 1 kendaraan ranger dan 2 tangki lapis baja.

Dalam serangan terpisah, Mujahidin menyerang markas besar distrik Laja Mangal dengan senjata berat Sabtu pagi, laporan lain dari provinsi Paktia mengatakan tetapi tidak menyebutkan jumlah korban.

Sedangkan di Helmand  dalam operasi musim semi 'Azm' yang sedang berlangsung,  Mujahidin Imarah Islam kembali meluncurkan serangan terkoordinasi di 4 pos pemeriksaan musuh yang terletak di bazaar pinggiran distrik Sangin (daerah Sur Ghwaghyano dan Gombatu) sekitar pukul 01:00 waktu setempat hari ahad  24 Mei Al Emarah melaporkan.

Serangan itu memicu bentrokan berat intens selama 4 jam yang mengakibatkan 3 pos dikuasai sepenuhnya dan 1 pos rusak akibat tembakan senjata berat, 45 tentara bayaran termasuk komandan Sattar tewas dan 13 lainnya termasuk kepala polisi distrik (Komandan Muhammad Mir) terluka. Beberapa pasukan bersenjata lain ditahan.

Mujahidin juga menyita 2 APC, 6 senapan mesin PKM, 12 senapan Ak, kendaraan truk pickup, traktor dan sejumlah besar senjata dan amunisi dalam operasi yang berlangsung sukses itu.

Sementara itu bala bantuan musuh yang tiba ke situs setelah serangan terkoordinasi juga disergap. Hasilnya 1 APC dihancurkan dengan tembakan artileri 82mm dan APC yang kedua hancur berantakan oleh IED, membunuh dan melukai semua orang bersenjata di atasnya.

Dikatakan bahwa seorang Mujahid juga terluka dalam pertempuran dan seorang lainnya medapat ke syahidan (semoga Allah menerimanya).

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

 

Santri Daarul Ilmi Cendikia Tasikmalaya Galang Dana untuk Muslim Rohingya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Sejumlah anak-anak penghafal Al Qur'an dari Rumah Tahfidz Daarul Ilmi Cendikia (DIC), Tasikmalaya mengelar aksi solidaritas untuk Muslim Rohingya dengan menggalang dana pada car free day Jl. KH. Zainal Musthofa, Kota Tasikmalaya (24/05/2015).

Koordinator acara Ustadz Ahmad Al hafidz yang merupakan pimpinan rumah Tahfidz DIC mengatakan umat Islam wajib membantu muslim Rohingya yang terusir dari negerinya. Beliau mengutip sebuah hadits “Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan merasakan susah tidur atau merasakan demam. (HR. Muslim).

Dalam aksi tersebut, berhasil terkumpul dana sebesar Rp. 4.100.000. “Aksi ini bukan aksi terakhir, karena setelah ini Al Mumtaz (Aliansi Masyarakat Muslim Tasikmalaya-red) akan mengadakan aksi kepedulian yang sama dengan massa yang lebih besar insya Allah,” tutupnya.

DIC merupakan pondok pesantren Tahfidzul Qur'an yang tergabung dalam Al Mumtaz. Aksi bertaju “Muslim Tasikmalaya Peduli Muslim Rohingya” itu berakhir bersamaan jam car free day berakhir.

Reporter : Aryo | Editor : Ally | Jurniscom

Italia Selamatkan 70 Imigran Afghanistan dan Irak di Lepas Pantai Tenggara Italia

ITALIA (Jurnalislam.com) – Tujuh puluh migran Afghanistan dan Irak diselamatkan dari perahu di lepas pantai tenggara Italia dan dibawa ke darat pada hari Ahad (24/05/2015), kata penjaga pantai Italia.

Italia memerintahkan misi angkatan laut khusus untuk menyelamatkan para migran di Mediterania tahun lalu, tapi terus menerus menanggung beban penyelamatan karena Uni Eropa dan negara-negara anggota lain hanya melakukan pembicaraan tentang bagaimana menghadapi masuknya imigran.

Dua pasukan penjaga pantai Italia membawa kelompok imigran  tersebut ke pelabuhan Santa Maria di Leuca di Puglia. Ada dua perempuan dan empat anak-anak di kapal, penjaga pantai mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Para pengungsi adalah warga yang menyelamatkan diri dari perang, sedangkan imigran ekonomi yang berasal dari Afrika dan Timur Tengah berdatangan ke Italia tahun ini. Tidak berjalannya hukum di Libya memberi kesempatan bagi para pedagang manusia itu bebas memasukkan orang ke dalam perahu-perahu.

Namun perjalanan mereka sangat berbahaya, pada hari Sabtu lima imigran Tunisia meninggal setelah kapal mereka terbalik ketika mencoba menyeberang, dan bulan lalu sekitar 800 orang tenggelam dalam bencana terburuk dalam sejarah tersebut.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom