Kabinet Belanda Setuju Batasi Larangan Niqab

BELANDA (Jurnalislam.com) – Kabinet Belanda telah menyetujui larangan parsial mengenakan jilbab yang menutupi wajah, termasuk di sekolah-sekolah, rumah sakit dan transportasi umum.

Perdana Menteri Mark Rutte mengatakan kepada para wartawan, pada hari Jumat (22/05/2015) bahwa larangan tidak berlaku di jalan-jalan umum, tetapi hanya "dalam situasi tertentu di mana sangat dibutuhkan untuk memperlihatkan wajah" dengan alasan keamanan.

Rutte mengatakan pemerintah berusaha "mencoba menemukan keseimbangan antara kebebasan orang untuk memakai pakaian yang mereka inginkan dan pentingnya komunikasi timbal balik dan saling dikenali".

Perdana menteri mengatakan bahwa RUU yang diprakarsai oleh Menteri Dalam Negeri Belanda Ronald Plasterk, tidak memiliki "latar belakang agama".

RUU sebelumnya yang didukung oleh aktivis anti-Islam Geert Wilders, dan melarang pemakaian jilbab bahkan di jalan-jalan umum akan ditarik.

Pemerintah mengatakan "tidak melihat adanya alasan untuk memberlakukan larangan secara umum hingga ke semua tempat-tempat umum," kantor berita AFP melaporkan.

Disepakati bahwa RUU barutersebut  akan disusun oleh mitra koalisi Liberal Rutte, yaitu partai VVD dan PvdA Buruh yang membentuk koalisi pada tahun 2012.

Mereka yang mencemooh larangan tersebut dapat didenda sampai € 405 (sekitar $ 450).

Media penyiar milik Negara, NOS, mengatakan bahwa sekitar 100 hingga 500 perempuan di Belanda mengenakan cadar, kebanyakan dari mereka menggunakannya sekali-kali.

Tetangga Perancis dan Belgia memiliki larangan yang lebih ketat bagi mereka yang mengenakan cadar, yaitu tidak mengizinkan orang memakai cadar di seluruh tempat umum.

Sejumlah gerakan sayap kanan di seluruh benua membuat pelarangan niqab untuk tujuan politik.

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X