Musuh Terus Menderita Kerugian di Uruzgan, Afghanistan

URUZGAN (Jurnalislam.com) –  Laporan yang datang dari provinsi Uruzgan mengatakan bahwa Mujahidin terus melakukan serangan mereka di seluruh propinsi lokasi pasukan musuh selama beberapa hari terakhir, El Emara melaporkan Jumat (22/05/2015).

Mujahidin di daerah Siyah Sang kabupaten Chora melancarkan serangan pukul 04:00 hari ini ke 2 pos strategis musuh yang telah dikepung selama 3 hari terakhir, dan berhasil menduduki pos ketika musuh melarikan diri setelah menderita kerugian yang mematikan, meninggalkan banyak peralatan yang akhirnya disita mujahidin.

Setelah serangan berhasil dan menduduki pos strategis, tentara sewaan di daerah Mani Ghar meninggalkan 2 pos pemeriksaan mereka karena takut serangan akan datang.

Pos pemeriksaan lain di daerah Kotal juga diserang oleh Mujahidin, melukai komandan Gul Agha dan pengawalnya.

Sementara itu musuh pengecut juga melarikan diri dan meninggalkan 3 pos pemeriksaan mereka di daerah Chalbi kabupaten Chinartu, mengakibatkan daerah tersebut berada di bawah kontrol Mujahidin.

Di distrik Char Chino, Mujahidin menyerang 3 pos pemeriksaan di daerah Garam Aab dan Sper Koh dalam operasi 'Azm' yang sedang berlangsung, memaksa musuh melarikan diri, mengakibatkan 3 orang bersenjata ditahan serta sejumlah besar peralatan disita.

3 pos pemeriksaan juga telah dikuasai Mujahidin di daerah Maskenak dan Shoreji kabupaten Khas Uruzgan, menahan 12 orang bersenjata dan memaksa sisanya melarikan diri sedangkan kendaraan, sepeda motor dan sejumlah besar senjata dan peralatan disita, pejabat menambahkan bahwa kedua daerah sekarang berada di bawah kendali Mujahidin sementara 2 Mujahidin dilaporkan terluka dalam operasi itu.

Secara terpisah, pos pemeriksaan Spina di distrik Dehrawod diserang oleh Mujahidin pada pukul 06:00 kemarin pagi, menewaskan seorang pria bersenjata dan melukai 2 lainnya, menghancurkan kendaraan dan merebut 2 sepeda motor, 3 senapan dan 2 kotak putaran PKM.

Beberapa jam kemudian di daerah Anarjoi distrik yang sama, Mujahidin merebut kendaraan hatchback logistik musuh selama penyergapan.

Mujahidin juga telah mengepung pos kunci yang terletak di daerah Kamcoach, dengan beberapa putaran rudal kemarin, memicu tembakan, namun kerugian yang disebabkan tidak diketahui.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Masjid Syiah di Arab Saudi Diserang Bom

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Kantor berita Aljazeera melaporkan, seorang pembom memicu ledakan saat kaum Syiah melakukan ibadah di sebuah masjid Syiah di timur Arab Saudi menyebabkan setidaknya 19 tewas, juru bicara kementerian dalam negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Telah ditetapkan bahwa seseorang meledakkan sebuah bom yang ia kenakan di balik pakaiannya ketika  ibadah berlangsung di masjid Ali Ibn Abi Talib di Kudeih di provinsi Qatif," pernyataan dari kantor berita resmi SPA.

Juru bicara itu menyebut bahwa itu adalah aksi serangan mematikan, bersumpah bahwa "otoritas Keamanan melakukan segala upaya dalam mengejar semua pihak yang terlibat dalam kejadian ini".

Reporter Al Jazeera Hashem Ahelbarra, melaporkan dari ibukota Riyadh, bahwa pihak berwenang memperkirakan korban tewas meningkat.

Gambar yang diposting di media sosial menunjukkan kehancuran, dengan mayat terbaring di lantai dan kaca-kaca hancur menutupi halaman masjid.

Populasi Syiah Arab Saudi sebagian besar berbasis di dua kabupaten oasis di Provinsi Timur, yaitu Qatif di pantai Teluk, dan al-Ahs di sebelah barat daya ibukota provinsi al-Khobar.

Masyarakatnya berjumlah antara 10 sampai 15 persen dari total penduduk.

Tidak ada yang segera mengaku bertanggung jawab atas pemboman, yang merupakan pemboman pertama yang menargetkan komunitas Syiah di Arab Saudi sejak November ketika orang-orang bersenjata menewaskan sedikitnya delapan orang dalam serangan pada perayaan ritual Syiah, juga di wilayah timur.

Deddy | Al Jazeera | Jurniscom

Karena Beragama Islam, Seorang Pemuda India Ditolak Perusahaan

MUMBAI (Jurnalislam.com) – Sebuah perusahaan terkemuka di Mumbai diduga telah menolak lamaran pekerjaan atas dasar agama. Hari Krishna Exports Private Limited menolak lamaran Zeshan Ali Khan, hanya karena pemuda 22 tahun tersebut beragama Islam.

“Saya memasukkan lamaran pada 19 Mei pukul 17.45 dan mendapatkan respons hanya dalam 15 menit kemudian. Mereka menolak lamaran saya karena saya seorang Muslim,” ujar Zeshan, seperti dilansir dari India Today, Jumat (22/5/2015).

Zeshan juga menyatakan lamarannya ditolak, sementara dua teman sekelasnya yang non-Muslim dinyatakan diterima. Pemuda yang baru saja meraih gelar MBA ini kemudian memposting email penolakan tersebut di jejaring sosial Facebook. Posting tersebut langsung mendapat sambutan luas di dunia maya.

Mahendra Desmukh, Kepala HRD Hari Khrisna Exports dalam email permohonan maafnya mengatakan, “Kami ingin mengklarifikasi bahwa perusahaan tidak melakukan diskriminasi atas dasar agama, kasta, atau gender. Email tersebut semata-mata kesalahan yang dikirim oleh kolega kami yang masih dalam masa training.”

Namun, Zeshan mengaku tidak puas dengan penjelasan tersebut. Ia tetap tidak bisa menerima bagaimana email pertama bisa terkirim dengan kalimat seperti itu. Menurutnya, pegawai HRD hanya sekedar mengikuti kebijakan perusahaan. 

Atas dorongan orang-orang, termasuk pengacara dan aktivis, Zeshan mengajukan kasus itu ke kepolisian. Ia melaporkan perusahaan dengan tuduhan perampasan hak-hak seorang warga negara India, atas dasar agama, ras, bahasa, dan etnis, serta menyebabkan ketidakharmonisan agama. National Commission for Minorities (NCM) juga telah mengirimkan orang untuk menangani masalah ini. 

Ally | Republika | Jurniscom

Kenapa Pemerintah Myanmar Biarkan Biksu Ashin Pembenci Muslim Rohingya?

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Meskipun telah merusak citra Myanmar di mata komunitas internasional, namun pemerintah Myanmar tetap membiarkan Biksu Ashin Wirathu terus menyebarkan kebencian terhadap komunitas minoritas Muslim Rohingya.

Disebut dalam laporan BBC pada Januari 2015, banyak pihak meyakini alasan pemerintah Myanmar memberikan toleransi, karena Ashin mewakili pandangan yang populer yang didukung sebagian besar warga Myanmar.

Alasan dilplomatik juga dinilai sebagai alasan lain pemerintah Myanmar membiarkan Ashin. Di balik jubah biksu yang menjadi lambang kesuciannya, Ashin terus menyebarkan kebencian terhadap Muslim Rohingya.

Sekjen Liga Wanita Myanmar, Tin Tin Nyo, mengatakan Ashin memberikan reputasi buruk bagi negara, serta merusak citra jubah biksu yang dikenakannya. Sayangnya tidak banyak yang bisa diharap bakal mengecam Ashin.

Nyo mengatakan banyak wanita dan aktivis muda, menentang keras apa yang dilakukan Ashin, tapi mereka mendapatkan resistensi dari generasi tua, termasuk orangtua mereka.

Generasi tua di Myanmar memiliki rasa hormat yang sangat besar terhadap biksu. Oleh karena itu, retorika kebencian Ashin hanya dapat dihentikan, oleh komunitas biksu Buddha di Myanmar.

Ally | BBC | Jurniscom

Hindari Stigma "Radikal" Terhadap NGO Peduli Suriah, Wamenlu : "Kita Perlu Bersinergi"

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ada sekitar 4 juta pengungsi Suriah yang menyebar di Yordan, Lebanon, Turki dan Irak. Mereka sangat membutuhkan uluran tangan. Tetapi apa yang kita lakukan untuk mereka masih sangat kecil.

Demikian disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Dr AM Fachir saat menerima kunjungan Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) di kantor Kemenlu, Jakarta, Kamis (21/5/2015).

Menurut Fachir, pemerintah, dalam hal ini Kemenlu, memiliki pemikiran dan visi yang sama dengan FIPS terkait bantuan kemanusiaan, khususnya untuk rakyat Suriah yang saat ini sangat membutuhkan pertolongan saudara-saudaranya.

“Kita (Kemenlu) juga punya pemikiran yang sama dalam memberikan bantuan kepada para pengungsi, termasuk rakyat Suriah,” ujarnya.

Karena itu, kata Fachir, ke depannya lembaga kemanusiaan seperti FIPS yang fokus membantu kemanusiaan—khususnya di Suriah dan Palestina—sebaiknya membangun sinergi dengan kedutaan RI di luar negeri.

“Seperti di Palestina melalui pintu Rafah atau Suriah lewat Turki, FIPS dapat berkoordinasi dengan perwakilan kita di Kairo untuk Palestina, dan Istanbul atau Ankara untuk Suriah,” ujar Fachir.

Wamenlu juga mengungkapkan rasa terimakasihnya atas kunjungan lembaga kemanusiaan yang dipimpin oleh Ustadz Bachtiar Nasir ini. “Ini sangat penting. Saya merasa memang sangat perlu kita membangun sinergi ini,” imbuh mantan Dubes RI untuk Malaysia ini.

FIPS yang diwakili Sekjen Abu Harits menyampaikan sejarah berdirinya FIPS dan kiprahnya sejak Desember 2012 hingga sekarang.

Sebagai forum yang memayungi sejumlah lembaga kemanusiaan, kata Abu Harits, FIPS sudah dua kali menggelar Shilatul Ukhuwah (jalinan persaudaraan) di Jakarta.

“Selain diikuti oleh sejumlah lembaga kemanusiaan dalam negeri, tiga NGO kemanusiaan dari Malaysia juga turut dalam Shilatul Ukhuwah tersebut,” ungkap Abu Harits.

Menanggapi paparan Abu Harits, Wamenlu menyampaikan apresiasinya. “Yang antum lakukan sudah luar biasa. Tapi kita perlu bersinergi,” kata mantan Dubes Mesir yang pernah menjadi santri Darussalam Gontor ini.

Sinergi dan kerjasama dalam bantuan kemanusiaan ini, menurutnya, perlu dilakukan, mengingat belum lama ini dimunculkan stigma negatif terhadap lembaga kemanusiaan untuk Suriah yang dikaitkan dengan radikalisme dan ISIS.

“Padahal, saya memahami, apa yang dilakukan lembaga seperti FIPS adalah terkait dengan pendekatan kemanusiaan, sama seperti visi kami, tak ada kaitannya dengan radikalisme,” jelas mantan Wakil Dubes RI untuk Arab Saudi ini.

Justru, menurutnya, apa yang dilakukan lembaga kemanusiaan seperti FIPS sangat membantu bagi mereka yang membutuhkan, dan akan mendorong pemerintah untuk juga melakukan kontribusi yang serupa.

Reporter : Mus | Editor : Ally | Jurniscom

Fadli Zon : "Info Tentang Suriah di Indonesia Tidak Utuh"

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan informasi tentang Suriah di Indonesia tidak utuh. Berbeda dengan Palestina, menurutnya, isu Suriah perlu untuk lebih disosialisasikan.

"Isu soal Suriah tidak utuh. Yang diambil cuma ISIS-nya. Beda dengan masalah Palestina. Karena itu, isu Suriah ini perlu disosialisasikan," tegas Fadli saat menerima kunjungan Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) di ruang kerjanya, di Senayan, Jakarta, Kamis, (21/5/2015).

Dalam acara silaturahmi itu hadir Sekjen FIPS Abu Harits bersama beberapa relawan kemanusiaan dan Ustadz Fahmi Salim, MA, anggota pengurus MUI Pusat.

Setelah mendengar paparan Abu Harits terkait FIPS yang selama tiga tahun terakhir ini fokus melakukan kerja kemanusiaan untuk membantu rakyat Suriah, Fadli menegaskan perlunya hal tersebut disosialisasikan, sehingga publik dapat memahaminya secara utuh, tidak seperti sekarang.

“Saya selama ini mendukung kerja lembaga kemanusiaan untuk Suriah,” ujar politisi Gerindra ini. Tetapi, sangat disesalkan, menurutnya, belakangan ini publik menerima informasi yang keliru soal konflik di Suriah.

“Info tentang Suriah di Indonesia tidak utuh,” ungkapnya. Ini yang berbeda dengan Palestina. “Karena persepsi bisa jadi realiti, seperti persepsi kita selama ini terkait ISIS,” imbuhnya.

Karena informasi tentang Suriah itu tidak utuh, Fadli menyarankan lembaga-lembaga kemanusiaan, khususnya FIPS, untuk menggelar diskusi.

“Karena isu-isu seperti ini jarang diliput media,” sesalnya.

Sebagai negara mayoritas Muslim, ujar Fadli, kita harus punya perhatian dan kepedulian terhadap saudara-saudara kita di Suriah.

“Kasus Suriah ini perlu diangkat. Jangan sampai masalah kemanusiaan di Suriah tertutupi oleh isu ISIS,” pungkasnya.

Reporter : Mus | Editor : Ally | Jurniscom

ALMUMTAZ Sambut Baik Upaya Pemkot Tasik Tutup Karaoke Mesum

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Aliansi Masyarakat dan Aktifis Muslim Tasikmalaya (ALMUMTAZ) mengapresiasi pemerintah kota Tasikmalaya bersama aparat kepolisian yang bertindak cepat dalam upaya pemberantasan penyakit masyarakat di Kota Tasikmalaya. Hal tersebut disampaikan juru bicara ALMUMTAZ, Abu Hazmi dalam pernyataannya kepada Jurniscom pagi ini, Jum'at (22/5/2015).

"Terkait upaya pemberantasan maksiyat di kota Tasik, kami mengapresiasi dan berterimakasih kepada tokoh-tokoh ulama dan tokoh masyarakat yang dengan cepat merespon masalah penyakit masyarakat di kota Tasikmalaya. Dan dengan proaktif menuntut pemkot untuk melakukan razia dan pencabutan izin tempat hiburan yang di gunakan tempat maksiyat," tutur Abu Hazmi.

ALMUMTAZ juga merespon positif tindakan aparat kepolisian dan berharap tindakan tersebut tidak bersifat sementara. "Terkait intensnya razia pekat oleh pihak kepolisian, kami merespon positif dan tentunya tidak hanya gebrakan sementara, karena penyakit masyarakat di Tasikmalaya sudah mewabah," lanjutnya.

Atas nama ormas Islam yang berada di dalam organisasinya, ALMUMTAZ berterimakasih kepada pemkot Tasikmalaya atas tindakannya menutup sementara tempat-tempat karaoke yang kerap dijadikan ajang mesum. "Namun tetap menuntut untuk ditutup selamanya, karena pelanggaran tempat hiburan tersebut sudah berlangsung sejak lama namun baru ditindak sekarang," tegas Abu Hazmi.

Selanjutnya Al MUMTAZ berharap agar para ulama, santri dan tokoh Islam di Tasikmalaya bergerak proaktif menjaga kota Tasikmalaya dari berbagai kerusakan moral.

Tadi malam, Kamis (21/5/2015), Wali Kota Tasikmalaya secara resmi telah menutup sementara tempat karaoke yang dijadikan tempat mesum. “Kami memutuskan untuk menutup sementara karaoke Reyhan’s sampai batas waktu yang belum ditentukan, sambil menunggu hasil penyelidikan Polres,” tegasnya dalam jumpa pers di kediamannya.

Ally | Jurniscom

Dilarang Masuk ke Pelabuhan Yaman, Kapal Bantuan Iran Berlabuh di Afrika

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sebuah kapal kargo Iran yang penuh dengan bahan bantuan untuk Yaman telah tiba dan berlabuh di lepas pantai Djibouti, menurut seorang pejabat AS.

Kantor berita Iran, Fars, mengatakan pada hari Kamis (21/05/2015) bahwa kapal telah berada di perairan Djibouti dan akan berlabuh "dalam beberapa jam".

Pengalihan kapal ke negara kecil di Afrika dimana PBB mengkoordinasi respon terhadap konflik Yaman akan meredakan krisis yang berpotensi terjadi dengan Arab Saudi, yang telah memperingatkan agar kapal tidak melanjutkan perjalanannya langsung ke Yaman.

Iran melindungi kapal tersebut dengan pengawalan angkatan laut dan memperingatkan agar tidak ada pihak yang melakukan gangguan.

Iran dianggap mendukung pemberontak Syiah di Yaman, yang dikenal sebagai Houthi, yang merebut ibukota tahun lalu.

Arab Saudi menganggap Houthi sebagai proxy Iran dan memimpin serangan udara koalisi melawan mereka sejak 26 Maret, berharap untuk mengembalikan kekuasaan Yaman yang diakui secara internasional, Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang telah meninggalkan negara itu.

Para pejabat AS mengatakan kapal itu telah menuju Djibouti berhari-hari, dikawal oleh kapal pengawal dan kapal logistik yang dikenal sebagai kapal tangki.

Para pejabat tidak berwenang untuk membahas masalah kepada publik, sehingga mereka berbicara pada kondisi anonimitas.

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Aktifis Aceh Minta Pemerintah Sediakan Pulau untuk Pengungsi Rohingya

BANDA ACEH (Jurnalislam.com) – Aliansi Masyarakat Aceh Peduli Rohingya (AMAPR) mendesak pemerintah untuk menerima keberadaan etnis Muslim Rohingya di Indonesia. AMAPR menyarankan pemerintah untuk menyediakan satu pulau untuk menampung pengungsi Rohingya. 

"Indonesia banyak memiliki pulau, jadi kami meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk menyediakan satu pulau khusus penampungan pengungsi Rohingya, sebagai tempat tinggal mereka sementara," kata Koordinator AMAPR, Darlis Azis, usai melakukan aksi simpatik di Simpang Lima, Banda Aceh, Selasa (19/5).

Menurutnya, apa yang dialami oleh etnis Rohingya di Myanmar merupakan kejahatan Hak Asasi Manusia (HAM). Karena pemerintah Junta Militer Myanmar telah memperlakukan etnis Rohingya secara tidak manusiawi.

"Ini butuh perhatian penanganan kasus ini baik jangka panjang maupun jangka pendek, agar mereka bisa kembali ke negara asalnya," ujar Darlis.

Oleh karena itu, AMAPR mendesak PBB, negara ASEAN, Organisasi Konferensi Islam, dan khususnya Pemerintah Indonesia bertanggung jawab mengakhiri konflik berkepanjangan di Myanmar.

"Termasuk mendesak PBB cabut saja nobel perdamaian yang dimiliki oleh Aung San Su Kyi, karena terbukti tidak melakukan apapun terhadap pembantaian etnis Rohingya di Myanmar," pinta Darlis.

AMAPR juga membuka posko bantuan untuk Rohingya di komplek Pekan Kebudayaan Aceh (PKA), Banda Aceh. Posko ini berfungsi bagi masyarakat Aceh yang ingin membantu pengungsi Rohingya bisa menyerahkan bantuan dalam bentuk apapun.

"Kita juga membuka posko. Jadi kami meminta kepada seluruh masyarakat Aceh bisa membantu mereka dengan mendonasikan sedikit uang kepada mereka. Bisa segera datang ke posko kami, atau langsung kirim ke rekening Bank Mandiri 156.00888.33.884," tutup Darlis.

Sebelumnya, JK sudah memberi instruksi kepada Gubernur Aceh Zaini Abdullah, untuk menangani para pengungsi dengan sebaik-baiknya.

Terkait dengan usulan meminjamkan salah satu pulau di Indonesia untuk para pengungsi, JK mengatakan opsi tersebut sedang dipelajari pemerintah.

"Ya kalau jumlahnya besar ya tentu kita harus tempatkan di suatu tempat yang cocoklah, yang baiklah. Kita lagi mempelajarinya," tutur JK.

Ally | atjehcyber | Jurniscom

Jadi Ajang Mesum, Wali Kota Tasikmalaya Tutup Karaoke Reyhans

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Menyikapi adanya pasangan yang berbuat mesum di salah satu room Karaoke Reyhans, Asia Plaza, Jl KH Zaenal Musthofa, Kota Tasikmalaya saat digelar operasi cipta kondisi oleh Polres Tasikmalaya Kota, Sabtu (16/5/2015), Walikota Tasikmalaya Budi Budiman mengambil tindakan tegas dengan menutup sementara Karaoke Reyhans. 

“Kami memutuskan untuk menutup sementara karaoke Reyhan’s sampai batas waktu yang belum ditentukan, sambil menunggu hasil penyelidikan Polres,” tegas Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, Kamis (21/5/2015).

Pernyataan itu ia sampaikan dalam jumpa pers yang digelar di halaman belakang rumahnya. Turut hadir Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Asep Saepudin, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Agus Wahyudin, Kabag Humas Budy Rachman, dan asisten daerah.

Budi menegaskan, manajemen Reyhan’s sudah kooperatif dan menyatakan siap menutup sementara usahanya mulai malam ini. Penutupan itu, katanya, bukan karena tekanan dari pihak manapun.

Budi Budiman mendengarkan pertanyaan wartawan dalam jumpa pers terkait penutupan sementara tempat karaoke Reyhan’s, Kamis (21/5/2015) malam.

“Ini sudah menjadi komitmen kami sesuai surat edaran yang disampaikan kepada pengusaha karaoke bahwa tidak boleh ada minuman keras, apalagi mesum,” ujarnya.

Jika dalam perkembangan penyelidikan dipastikan ada perbuatan mesum di kamar karaoke, pemerintah akan menutup permanen Reyhan’s. “Ini berlaku untuk semua tempat hiburan. Intinya, di tempat karaoke tidak boleh menyediakan PL, minuman keras, pintunya harus pakai kaca, dan sebagainya,” imbuh Budi.

Kapolres Tasikmalaya Kota membenarkan razia yang digelar pada Sabtu (16/5/2015) lalu. “Polisi menemukan langsung ada dua pasangan yang terlihat sudah hampir atau memang mengarah ke asusila. Aparat langsung mengamankan dan memeriksanya. Nanti, kami juga akan periksa pihak manajemen sampai sejauh mana pengawasannya. Secepatnya kita informasikan hasil penyelidikan,” tutur Asep.

Ally | Initasik | Jurniscom