Dua Cara Ini Bisa Kita Lakukan untuk Bantu Muslim Uighur

SOLO (Jurnalislam.com) –Dalam rangkaian kunjungannya ke Indonesia, Ketua Presiden Persatuan Ulama Turkistan timur Dr. Ataullah Shahyar mengatakan ada dua cara warga Indonesia membantu muslim Uighur.

Pertama, umat Islam besama-sama meminta pemerintahnya untuk menekan pemerintah Cina agar menghentikan penindasan muslim Uighur.

Hal itu, menurut Dr. Ataullah karena pemerintah Cina takut ketika negara – negara muslim bersatu untuk menekannya.

“Kemudian yang kedua lanjutnya, adalah do’a karena doa adalah senjatanya kaum muslimin,” tambahnya kepada Jurniscom saat menjadi pembicara di tabligh akbar yang diadakan DSKS, di Masjid Baitul Makmur Solo Ahad malam(13/1/2019).

Dua hal itu, katanya, minimal bisa meringankan penderitaan bangsa Uighur.

Dr. Ataullah Shahyar datang ke Indonesia bersama para ulama Uighiur untuk menyampaikan rasa terimakasih atas sikap warga Indonesia menolak penindasan di Turkistan timur oleh Cina.

“Kami sampaikan apa yang kami lihat di media, ribuan muslim Indonesia turun ke jalan menyuarakan pembelaan atas apa yang menimpa saudaranya Uighur di Cina,” ungkapnya.

Ia mengaku terharu melihat bagaimana warga Indonesia mendatangi kedutaan China untuk menyuarakan hati pembelaan kepada Uighur.

Aksi Pengadangan Picu Masyarakat Tak Lagi Respek terhadap Aparat

SOLO (Jurnalislam.com)- Pakar Hukum Universitas Juanda Bogor Dr. Muhammad Taufik angkat suara soal pengadangan peserta tabligh akbar.

Aksi aparat yang kedapatan mengadang peserta Tabligh Akbar PA 212 di Gladak Solo dinilai justru memperburuk citra polisi.

“Artinya begini, apa yang dilakukan pemerintah lewat kepolisian pada hari ini sangat tidak strategis, ini akan memberikan respon kepada masyarakat itu akan makin berani dan-mohon maaf- tidak respek kepada aparat kepolisian,” katanya kepada Jurniscom ahad, (13/1/2019).

Dr. Taufik yang juga ketua Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC) ini meminta kepada pemerintah agar tidak paranoid terhadap aksi-aksi yang dilakukan umat Islam khususnya di Solo.

“Sebenarnya acara ini sebenarnya sama dengan acara di hari Jum’at dan yang lain lain. Artinya kegiatan ini adalah bagian penyampaian pendapat di muka umum, kalau penyampaian pendapat di muka umum itu mayornya tidak perlu berizin cukup pemberitahuan,” ungkapnya.

Padahal menurutnya, aktivitas aksi ini nyaris tidak ada rumput pun yang rusak.

Bahkan yang terjadi semua pulang dengan tertib. Sampah-sampah pun kira kira satu jam  sudah bersih.

Kalau anarkisme, kata Dr Taufik, bisa dilihat dalam sejarah saat 20 november tahun 2000.

Saat ituitu Megawati tidak terpilih sebagai presiden meski PDIP menang.

“Yang terjadi adalah pembakaran, gedung pembantu Gubenur ini dibakar, kemudian LP blok D dan F itu juga di jebol. Bahkan mohon maaf, Balai Kota pun juga dibakar,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada pemerintah dan aparat kepolisian untuk bersikap persuasif kepada umat Islam.

“Sepanjang panitia ada yang bertanggung jawab, maka kalau terjadi efek negatif tinggal dipanggil yang bertanggung jawab dan yang menyerahkan pemberitahuan tersebut, itu perintah UUD pasal 13 ayat 1, 2,3 dan 4 UU 1998,” tandasnya.

Fahri Hamzah Minta Pemerintah Cina Terbuka Soal Uighur

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta Pemerintah Cina untuk lebih terbuka terkait pelanggaran HAM terhadap muslim Uighur.

“Kalau memang tidak ada pelanggaran HAM yang dilakukan, maka pemerintah Cina wajib terbuka menjelaskan apa yang sebenarnya,” katanya kepada Jurnalislam.com di Senayan, Jaksel, Senin (14/01/2019).

Menurut Fahri, seharusnya pemerintah Cina mengikuti langkah yang dilakukan Indonesia saat dituduh melakukan pelanggaran HAM di Papua.

“Ini abad 21. Jadi ya buka aja kalau memang tidak terjadi apa-apa. Sama seperti Indonesia saat kepemimpinan Gusdur. Dia membuka Papua saat ada tuduhan HAM di Papua. Wartawan bebas masuk. Setelah dibuka masalah selesai,” pungkasnya.

Sebelumnya, Fahri menerima Dubes Cina pada pagi hari di DPR.

Dalam pertemuan itu Fahri meminta penjelasan soal pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi.

Fahri pun meminta jika itu diklasifikasikan sebagai pelanggaran HAM, maka akuilah itu sebagai pelanggaran HAM.

Meski Dihalangi Aparat, Ribuan Warga Solo Hadiri Tabligh Akbar Reuni 212

SOLO ( Jurnalislam.com)-Diperkirakan lebih dari 7000 massa alumni 212 Soloraya hadiri Tabligh akbar dan reuni 212 yang di gelar di barat Bunderan Gladak Solo,Ahad,(13/01/2019).

Pantauan Jurniscom di lokasi, meski massa sempat diadang aparat, peserta reuni rupanya tak diam begitu saja. Massa mencari jalan alternatif supaya dapat sampai ke lokasi.

Salah satu orator aksi, KH. Ali Naharursurur mengatakan bahwa dirinya diadang sana sini , padahal rumahnya ke lokasi biasa di tempuh 5 menit.

“Saya sebenarnya datang ke sini biasanya hanya kurang dari 5 menit. Akan tetapi di cegat sana di cegat sini, dibelokkan sana di belokkan sinie sehigga memperpanjang waktu perjalanan”,jelasnya.

Ia berkata bahwa pengadangan oleh aparat adalah bentuk cobaan yang menguatkan tekad.

“Allah berikan cobaan semacam ini supaya hati kita tidak mendua,supaya hati kita tetap hanya, kepada dan untuk Allah saja”,paparnya.

Abah Ali biasa dia disapa juga mengingatkan aparat bahwa kelompok apapun dan seragam apapun yang dipakai akan juga lepas jika sudah masuk pensiun.

“Saya ingatkan buat semua dari kopral sampai Jendral bahwa sragam yangn kalian pakai akan kalian lepas jika sdh usia pensiun”.terangnya.

Sementara itu panitia aksi, ustaz Norhadi Wasoso mengatakan, ada peserta reuni yang tertahan oleh polisi tidak di perkenankan masuk.

“Ada 15 bus dari Sragen yang masih tertahan. Ada juga dari Yogyakarta, Boyolali dan ada juga yang di lokasi hanya ber jarak 100 m sebelah timur dari panggung aja juga tidak di perkenankan masuk,”tutupnya.

Ridho asfari

Meski Ditindas Cina, Muslim Uighur Bantu Korban Tsunami Selat Sunda 50.000 USD

Di tengah penjajahan dan penindasan rezim komunis Cina, 35 juta warga Muslim Uighur yang juga tersebar di berbagai negara seperti Turki, Kazakhstan, Tajikistan, Kyrgyzstan, Turkmenistan, Afghanistan, dan lainnya, terpanggil untuk membantu saudara-saudaranya yang tertimpa musibah tsunami Selat Sunda di Indonesia.

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Indonesia mendapat kunjungan sejumlah Ulama dan Aktivis Muslim Uighur (Turkistan Timur) pekan ini.

Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur di Istanbul, Turki, Seyit Tumturk, menjelaskan kedatangannya di Indonesia dalam acara ‘Kesaksian Muslim Uighur’ di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta, Kamis (9/1/2019) malam.

Bersama Gulbakhar Cililova–seorang ibu berusia 54 tahun yang pernah mengalami siksaan dalam tahanan Kamp Konsentrasi rezim komunis Cina selama kurang lebih setahun.

Tumturk mengungkapkan pentingnya kunjungan pihaknya ke Indonesia karena sangat terharu dan ingin mengucapkan terima kasih atas serangkaian ‘Aksi Bela Muslim Uighur’ yang dilakukan oleh umat Islam di negeri ini.

“Kami sangat bersyukur, alhamdulillah, umat Islam di Indonesia begitu antusiasnya sebagai sesama saudara Muslim untuk memprotes kezaliman dan penindasan yang kami alami. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih,” ucapnya dalam bahasa Turki yang diterjemahkan ke Indonesia di hadapan jamaah tadabbur AQL Islamic Center pimpinan Ustadz Bachtiar Nasir di Tebet, Jakarta, Kamis (10/1/2019) malam.

Pada kesempatan itu, Seyit Tumturk, sebagaimana dilansir INA News Agency (INA)–sindikasi berita bentukan Jurnalis Islam Bersatu (JITU)–Kamis (10/1/2019), juga menyampaikan amanah dari 35 juta warga Muslim Uighur yang saat ini menyebar di berbagai negara seperti Turki, Kazakhstan, Tajikistan, Kyrgyzstan, Turkmenistan, Afghanistan, Pakistan, Jerman, Prancis, Finlandia, Australia, dan lainnya. Amanah itu berupa bantuan untuk para korban tsunami Selat Sunda sebesar $50.000 (lebih dari Rp 700 juta).

“Saya atas nama warga Muslim Uighur menyampaikan amanah bantuan untuk para korban tsunami di Indonesia,” ungkap Tumturk, yang secara simbolis diterima oleh Ustadz Bachtiar Nasir mewakili lembaga bantuan kemanusiaan Indonesia yang akan mendistribusikannya untuk korban tsunami Selat Sunda.

“Maasyaa Allah…, Muslim Uighur, meski jutaan di antara mereka ditindas Cina dan mengalami siksaan di tahanan Kamp Konsentrasi Cina, tapi masih ingat dengan saudara-saudaranya di Indonesia yang juga tengah mendapatkan musibah tsunami,” kata seorang jamaah, terharu.

Sementara Gulbakhar Cililova–seorang ibu–yang pernah menjadi tahanan di Kamp Konsentrasi Cina, berkesempatan memberikan kesaksian terkait penyiksaan yang dia alami selama kurang lebih setahun. Ibu berusia 54 tahun ini bebas setelah setelah pemerintah Tajikistan, negaranya–berhasil membantu membebaskannya dari Kamp Konsentrasi Cina itu.

Rencananya, Seyit Tumturk dan rombongan juga akan mengunjungi para korban tsunami di Pandeglang, Banten.

Selain itu, dalam kunjungan kurang lebih sepekan di Indonesia, Tumturk yang saat ini tinggal di Turki, serta Cililova, dan lainnya, akan menyampaikan kesaksian (testimoni) terkait penindasan dan siksaan yang dialami Muslim Uighur di tahanan Kamp Konsentrasi Cina.

Cerita Hijrah Gary Iskak: Dulu Seakan Keluar dari Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) –Ada yang berbeda kalau kita melihat penampilan aktor Gary Iskak. Peci putih dan terkadang gamis biasa dikenakan suami dari artis Richa Novish ini.

Ketika berbincang pun, aktor kesohor ini lebih kalem dan sopan. Aktor Gary Iskak saat ini mengaku telah berubah dalam segi penampilan dan juga kesehariannya yang menjadi lebih religius.

Bahkan hal itu terlihat pada saat gala premiere film terbarunya, aktor kelahiran Jakarta itu lebih memilih mengenakan busana muslim lengkap dengan peci berwarna putih.

Saat ditemui awak media, Gary mengungkapkan perubahannya itu berawal ketika dirinya sempat merasa sangat percaya kepada seorang paranormal.

“Agak lucu sih ini kayak bodoh banget lah, enggak ada otaknya gitu gue zaman dulu. Jadi gue sempat kenal sama orang yang bisa (spiritual) yang bisa ubah-ubah tanah jadi batu cincin,” kata Gary, belum lama ini.

Namun semakin lama, Ia melihat bahwa paranormal itu tidak membuat hidupnya menjadi baik, melainkan semakin lebih buruk.

“Jadi syirik ya jatuhnya, gue menduakan Allah. Bukannya gue makin maju malah makin hancur, makin enggak jelas,” tuturnya.

Namun, penyimpangan akhlak yang dilakukan Gary tidaklah lama. Ia sangat bersyukur karena akhirnya ada seorang teman yang membawanya kembali ke jalan yang benar.

“Lalu teman saya namanya Reza, dia mengingatkan kalau jalan saya sudah salah. Dia ajak saya belajar balik lagi ke jalan yang benar. Karena kan kalau sudah seperti saya dulu itu seperti keluar dari Islam. Jadi saya mengucapkan dua kalimat syahadat lagi,” katanya.

Sumber : viva.co.id

Produk Fashion Muslim Indonesia Harus Bisa Bersaing di Era Global

JAKARTA (Jurnalislam.com) –Desainer sekaligus pendiri Islamic Fashion Institute, Deden Siswanto menilai Indonesia harus meningkatkan kualitas fashion Muslimnya.

Hal ini dilakukan agar bisa bersaing di ranah global. Selain itu, pelaku harus paham tentang produknya sendiri dan pasar yang ingin dituju.

Deden mengaku tidak terlalu fokus pada nilai ekspor dan impor fashionMuslim.

Hal ini karena lini bisnis fashion Indonesia sangat beragam. Dari segi manufakturnya tidak banyak brand Indonesia yang dikenal.

“Kebanyakan brand kan membuatnya saja, pabriknya di Indonesia, brand-nya luar,” lansir Republika baru-baru ini.

Ia menilai fashion Muslim tanah air pun belum fokus untuk meningkatkan branding.

Sebagian besar hanya berfokus pada faktor produksi saja tanpa pengemasan yang apik.

Deden mengatakan banyak baju-baju gamis yang dijual dengan harga murah tanpa serius menggarapnya.

Hal ini, memang tergantung fokus bisnisnya, apakah hanya sebatas ingin menjual saja atau membangun branding karya dan berdaya saing.

Menurutnya, siapa pun bisa menjadi pengusaha fashion tergantung bagaimana komitmen dan tujuannya.

Ia mengapresiasi mulai banyaknya peminat bisnis fashion muslim karena ranah ini memang menjanjikan banyak peluang.

“Kita bisa beragam, tidak seragam, dan ini peluang besar sekali,” kata dia.

Jika membidik pasar ekspor, Deden menyarankan agar tahu dulu karakteristik target yang dituju.

Produk untuk Timur Tengah tentu akan berbeda dengan wilayah lain. Sehingga harus diperhatikan kecenderungan seleranya.

Deden menyarankan agar para pelaku usaha mulai serius garap peningkatan kualitas produk.

Tidak hanya sebatas produk untuk penjualan tapi juga memandangnya sebagai karya yang berharga. Selain itu juga mengubah cara pandang dan pola pikir dalam berbisnis fashion Muslim.

“Misal sudut pandang itu, orientasinya meningkatkan pendidikan, pengetahuannya, edukasi bisnisnya, bagaimana berbisnis yang sehat, tidak plagiat, ada nilai-nilai moralnya juga,” kata dia.

sumber : republika.co.id

Bank Wakaf Mikro Salurkan Pembiayaan Rp 10,2 Miliar

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Bank Wakaf Mikro (BWM) telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp 10,2 miliar pada 2018. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 15 Desember 2018, realisasi pembiayaan tersebut disalurkan oleh 41 BWM di seluruh Indonesia.

Juru Bicara OJK, Sekar Putih menyampaikan pembiayaan diberikan kepada 8.373 nasabah. “Mereka terbentuk ke dalam 1.676 kelompok usaha nasabah yang kita kenal dengan sebutan KUMPI,” katanya kepada Republika, Senin (7/1).

KUMPI artinya kelompok usaha masyarakat sekitar pesantren Indonesia. BWM memanfaatkan potensi 28.194 pesantren yang ada di Indonesia. OJK memfasilitasi pembuatan model bisnis BWM dengan platform Lembaga Keuangan Mikro Syariah untuk mempertemukan pihak yang memiliki kelebihan dana untuk disalurkan pada masyarakat produktif yang membutuhkan.

Menurut data OJK per September 2018, total aset perusahaan Lembaga Keuangan Mikro Syariah yakni Rp 247,34 miliar. Dengan total pembiayaan sekitar Rp 14 miliar dan rasio likuiditas 110,05 persen.

BWM dibentuk sejak Oktober 2017. BWM telah menjadi salah satu quick wins sektor Keuangan Syariah dalam Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Pada Desember 2017, penyalurannya baru sekitar Rp 658 juta dan Desember 2018 telah mencapai Rp 10 miliar.

Pembentukan BWM dibantu para donatur dalam bentuk bantuan dana khusus melalui Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Syariah Mandiri. Sekar menyampaikan skema pelaporan pada donatur diurus oleh Laznas.

Sementara skema pembiayaan melalui BWM adalah pembiayaan tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp 3 juta dan margin bagi hasil yang dikenakan setara 3 persen. Dalam skema pembiayaan juga disediakan pendampingan bagi kelompok sehingga akan membantu pemberdayaan masyarakat kecil di daerah yang memiliki usaha ultra mikro.

sumber : republika

Rahasia Besar di Balik Zikir

JURNALISLAM.COM —Setelah kita bahwa hati membutuhkan nutrisi, dan nutrisi itu adalah zikir, maka zikir memiliki manfaat yang begitu besar bagi hati.

Alkisah, seseorang menemui Hasan Al-Bashri Rahimahullah, dan berkata, “Aku mengadukan kerasnya hati ini, kepadamu.”, Hasan Al-Bashri Rahimahullah menjawab, “Lunakkan ia (hati yang keras) dengan zikir!”

Makhul bertutur, “Mengingat Allah itu obat, sedangkan mengingat manusia itu penyakit.”

Seseorang bertanya kepada Salman, “Amal apakah yang utama?” Ia menjawab, ‘Tidakkah engkau baca ayat Al Qur‘an ,

Perumpamaan orang yang berzikir kepada Allah dengan yang tidak berzikir itu seperti orang yang hidup dengan orang yang mati.

Abdullah bin Busr meriwayatkan, Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, Sesungguhnya pintu kebajikan itu banyak. Sedangkan aku tidak mampu untuk memasuki semuanya. Maka, tunjukkanlah kepadaku-terserah kepadamu-mana-mana yang aku mampu memasukinya dan jangan banyak-banyak, sebab aku bisa lupa!” Rasulullah menjawab,  “Pastikan lisanmu selalu basah dengan zikrullah!”

Berzikir secara konsisten berarti memperbanyak usaha untuk selalu menyaksikan Hari Akhir.

Juga akan membuat seorang hamba sibuk, sehingga tidak sempat mengucapkan kata-kata yang batil seperti; ghibah, namimah (mengadu domba) dan lain sebagainya.

Sesungguhnya lisan itu ada dua saja; pezikir dan pembicaraan yang tidak ada faidahnya. Barangsiapa dibukakan baginya pintu zikir, maka telah dibukakan baginya pintu menuju Allah.

Maka hendaknya segera bersuci dan segera menuju kepada Allah subhaanahu wata’ala, untuk mendapatkan apa yang dikehendakinya di sisiNya.

Sesungguhnya jika seseorang telah “mendapatkan” Rabbnya, berarti ia telah mendapatkan segala sesuatu. Sebaliknya, jika ia “kehilangan” Rabbnya, berarti ia kehilangan segala-galanya.

Dan untuk mendapatkannya adalah dengan berzikir…

 

(ditulis oleh Riyanto, disarikan dari buku Tazkiyyatun nufus, watarbiyatuha, kama yuqarriruhu ‘ulamaa’ussalaaf’)

 

Ini Sosok Ustaz Arifin Ilham di Mata Putra Ustaz Abu Bakar Ba’asyir

SOLO (Jurnalislam.com) —Doa untuk kesembuhan ustaz Arifin Ilham terus mengalir dari berbagai kalangan. Putra Ustaz Abu Bakar Ba’asyir turut mendoakan ustaz Arifin Ilham.

“Mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala memberikan kesembuhan untuk ustaz Arifin Ilham,  yang saat ini sedang di uji oleh Allah,” doa ustaz yang karib disapa Iim ini.

Kepada Jurnalislam.com, juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) ini mengatakan bahwa ustaz Arifin merupakan sosok yang istimewa dan luar biasa.

“Sejak tahun-tahun awal ketika usatdz Abu Bakar ba’asyir ayah kami sendiri pun ketika waktu di uji oleh Allah dengan ujian penjara dan fitnah yang begitu dahsyat saat itu juga menimpa beliau pun, sosok ustaz Arifin Ilham berani mendekat dan kemudian berani untuk menjadikan Ustaz ABB menjadi teman dekatnya dan membela beliau dalam kondisi apapun dan dimanapun,” kenang Iim Ba’asyir.

Menurut Iim, saat itu Ustaz Arifin tidak menjadikan populartias beliau itu sebagai halangan untuk kemudian membangun ukhuwah persatuan bersama ulama-ulama yang lain.

Saat itu, kenang Iim,  Ustaz Abu  kondisinya sedang dijauhi oleh banyak kalangan, karena takut oleh issue yang menimpa beliau oleh isu yang tak main-main yaitu isu terorisme.

“Tapi ustaz Arifin Ilham  tidak peduli dengan semua itu, karena beliau sadar bahwa ustaz adalah  salah satu ulama kaum muslimin di Indonesia, bagian dari umat islam Indonesia, bagian dari saudara beliau,” kata Iim.

Sebagai putra Ustaz Abu, Iim melihat sendiri bagaimana ketulusan seorang ustaz Arifin Ilham saat itu membela saudara-saudara sesama kaum mslimin mendo’akan siang dan malam dan seterusnya.

“Maka kali ini kita mendo’akan juga buat beliau semoga Allah subhahu wa ta’ala memberikan kesembuhan dan saya mengajak seluruh umat islam kaum muslimin semuanya supaya mendoakan ustaz Arifin  agar segera disembuhkan oleh Allah dan dikembalikan juga kepada kita supaya bisa bersama lagi bersama kita dan umat islam,” pungkasnya.