SOLO (Jurnalislam.com) – Sekjen The Islamic Study and Action Center (ISAC), Endro Sudarsono mengapresiasi langkah Yusril Izha Mahendra.
Yusril dinilai berhasil meyakinkan Presiden Jokowi terkait pembebasan ulama kharismatik asal Jombang ustaz Abu Bakar Ba’asyir.
“Suksesnya upaya meyakinkan mengubah status bebas bersyarat menjadi bebas murni terhadap ustaz Abu Bakar Ba’asyir adalah langkah cerdas dan berani dari Yusril Ihza Mahendra,” katanya dalam rilis yang diterima Jurniscom, Ahad (20/1/2019).
“Usulan Yusril untuk mengesampingkan beberapa syarat dalam status bebas bersyarat menjadi bebas murni, telah disetujui presiden Jokowi adalah sebuah terobosan kebijakan dalam Lembaga Pemasyarakatan dibawah Kementerian hukum dan HAM,” imbuhnya.
Selain alasan kemanusiaan, Endro mengatakan bahwa ustaz Abu memang sudah sepantasnya bebas lapas Gunung Sindur Bogor karena telah menjalani dua pertiga hukuman yang dijalani
“Adalah hak bebas bersyarat dari ustaz Abu Bakar Ba’asyir setelah menjalani dua pertiga masa tahanan, Serta pertimbangan atas dan demi ulama sepuh, serta atas dasar peri kemanusiaan,” ungkapnya.
Untuk itu, Endro berharap Presiden Jokowi bisa mengatasi intervensi asing atas kebebasan ulama yang menjadi salah satu tokoh pondok pesantren Al Mukmin Ngruki itu.
“Sanggup dan mampukah Presiden Jokowi meredam pemerintah Australia yang merasa kurang nyaman terhadap rencana bebasnya Ust. Abu Bakar Ba’asyir?,” tandasnya.
JAKARTA (Jurnalislam.com)— Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) melantik kepengurusan baru tahun 2018-2023 yang dipimpin oleh Ilham Akbar Habibie.
Sekretaris Jenderal ISMI, Juliana Wahid mengatakan ISMI menargetkan pembentukan minimal 10 cabang per tahun.
Sebelum tahun kepengurusan berakhir, data UKM syariah telah rampung. Pembentukan satu cabang harus minimal beranggotakan 100 pengusaha syariah.
“Saat ini, anggota kita ada sekitar 1.000 pengusaha dari delapan cabang awal, ragam bisnisnya bermacam-macam, mulai dari kontraktor, pangan, fashion, pertanian, hingga transportasi,” kata Juliana.
Sementara ISMI memprediksi jumlah pengusaha Muslim di Indonesia mencapai jutaan.
Ia mengatakan ISMI ingin jadi wadah pengusaha muslim untuk saling mengembangkan bisnis. Sehingga ikatan persaudaraan sesama umat bisa terus menguat.
ISMI dibentuk oleh empat organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.
Keempat organisasi umat ini bersatu melahirkan ISMI atas dasar kebutuhan untuk memajukan ekonomi syariah Indonesia.
Periode kepengurusan saat ini menekankan pengembangan teknologi dalam membantu stimulus bisnis. Berbagai program kerja strategis telah dibuat termasuk dengan menggandeng fintech syariah untuk membantu UKM syariah go digital.
JAKARTA (Jurnalislam.com)–Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra, bersama Tim Pengacara Muslim (TPM) menjelaskan proses pembebasan Ustaz Abu Bakar Baasyir yang ditahan karena kasus terorisme.
Ditegaskan Yusril bahwa Ustaz Abu Bakar Baasyir ditetapkan bebas tanpa syarat.
“Bebas tanpa syarat. Ini haknya beliau,” kata Yusril di The Law Office of Mahendradatta, Jakarta Selatan, Sabtu 19 Januari 2019.
Ia mengatakan bahwa jika seseorang narapidana sudah memenuhi syarat maka remisi wajib ditunaikan pemerintah.
Memang, diakui Yusril pada masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ada Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 yang mengatur pengetatan pemberian remisi untuk terpidana kasus korupsi, narkoba, dan terorisme.
Yusril mengaku pernah menggugat aturan tersebut ke Mahkamah Agung, karena sejak dulu tidak sepakat dengan aturan tersebut.
Untuk kasus Ustaz Abu Bakar Baasyir, Yusril menilai aturan tersebut tidak berlaku karena kebijakan Presiden.
Untuk proses pembebasan Ustaz Abu Bakar Baasyir ini, menurut Yusril, tidak perlu ada kebijakan baru lantaran Presiden Joko Widodo telah langsung memberikan instruksi. Aturan tersebut otomatis lebih lemah dibanding perintah Presiden.
JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ustaz Abu Bakar Ba’asyir dikabarkan akan bebas dalam waktu dekat. Kabar itu disampaikan langsung oleh anak bungsunya, Abdul Rochim Ba’asyir.
“Alhamdulillah kami mengucapkan tahmid tiada henti, dimana hari ini Jumat 18 Januari 2019 kami mendapat kabar gembira bahwasannya Ustaz Abu Bakar Ba’asyir akan segera dibebaskan dalam waktu dekat ini,” kata pria yang akrab disapa Ustaz Iim ini kepada Jurniscom, Jumat (18/1/2019).
Ustaz Iim mengatakan, kebebasan Ustaz Abu telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo atas upaya yang dilakukan oleh Yusril Ihza Mahendra.
“Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala membalas segala upaya dan jerih payah seluruh pihak yang terlibat dalam pembebasan ini,” tuturnya.
PANDEGLANG (Jurnalislam.com) – Ada yang menarik ketika rombongan muslim Uighur yang datang ke Indonesia sengaja datang untuk menengok saudaranya yang menjadi korban Tsunami Banten.
Rombongan Muslim Uighur yang dipimpin Seyyit Tumturk, Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur, menyalurkan bantuan berupa uang donasi $ 30.000 USD kepada korban bencana Tsunami Selat Sunda di Pandeglang, Banten, Selasa (15/1/2019).
Bersama AQL Peduli, rombongan memberikan sekitar Rp 300 juta pada empat titik di Pandeglang.
Titik pertama yang didatangi adalah Desa Cigujang, Tanjungjaya. Di daerah tersebut, rombongan disambut hangat oleh penduduk sekitar. Melalui penerjemah, Seyyit Tumturk bercengkerama dengan Maman, Ketua RT 02 Kampung Cigujang, dan Sunarta, Ketua RW 12 Tanjung Jaya.
“Jauh-jauh dari Turkistan Timur datang ke sini, memberikan bantuan dengan sangat ikhlas, saya pun menerima apa pun yang diberikan, yang penting adalah keikhlasannya,” ujar Maman seperti dilansir INA News Agency (INA)–sindikasi berita bentukan Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Rabu (16/1).
Sunarta menambahkan, “Kami tidak bisa berbicara banyak, yang bisa kami ucapkan hanyalah berterima kasih atas kebaikan dari Turkistan (Uighur) tadi, hanya Allah yang tahu, kami minta doakan dari mereka supaya kami diberi ketenangan.”
Melalui AQL Peduli, Rombongan Uighur memberikan bantuan sebesar Rp 50 Juta untuk warga yang kehilangan rumahnya, dengan harapan dapat kembali membangun hunian tetap untuk keluarga mereka.
Selanjutnya, rombongan mendatangi Desa Cikoneng, Tanjung Jaya. Dari kejauhan anak-anak nampak sudah berkumpul menunggu rombongan Uighur. Setibanya di sana, Ibu Gulbakhar Cililova, mantan tahanan Kamp Penyiksaan Cina, memberikan minuman susu kotak kepada anak-anak yang berkumpul tersebut.
Secara Simbolik, rombongan Uighur juga memberikan bantuan sebesar Rp 50 juta kepada warga Desa Cikoneng yang diterima ketua RT 03/06, desa Banyuasih, kecamatan Cigelis, Juharna.
“Harapan saya yang mewakili semua, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada donatur dari Uighur, terima kasih atas bantuannya,” ujar Juharna.
Sebelum bergeser ke tempat warga di Kecamatan Sumur, Seyyit Tumturk juga memberikan jajanan kepada anak-anak desa.
Sepanjang perjalanan menuju Kecamatan Sumur, di kiri kanan jalan masih terlihat sisa-sisa rumah warga yang dihempaskan tsunami. Beberapa kali juga, ketika melewati anak-anak desa di sepanjang jalan, rombongan Uighur memberikan jajanan yang sudah disiapkan.
Khusus untuk terdampak di daerah Kecamatan Sumur, AQL Peduli menyalurkan bantuan dari Uighur sebanyak Rp 200 Juta, karena di desa sumberjaya Kecamatan Sumur, lebih dari 50 rumah yang hancur total.
“Meskipun rumahnya hancur, namun Allah masih memberi keselamatan kepada kalian,” ujar Seyyit Tumturk kepada warga.
muslim Uighur salurkan bantuan
Agung, salah satu warga Sumur mengungkapkan kepada rombongan Uighur bahwa ia sangat berterima kasih kepada Muslim Uighur yang memberikan bantuan, meskipun di negaranya sendiri, mereka sedang kesusahan.
“Lagi kesusahan, tapi mereka masih membantu kita, karena rasa peduli mereka sebagai sesama Muslim. Padahal di sini tidak banyak yang tahu tentang Uighur ini,” ujar Agung.
Mengakhiri kunjungan ini, Rombongan Uighur bertemu dengan Imam Masjid Al Barkah, KH Zamakhsyar usai shalat Ashar. Seyyit Tumturk juga mengucapkan terima kasih kepada Muslim Indonesia atas aksi yang dilakukan di depan Kedubes Cina untuk membela Muslim Uighur.
“Kita juga memberikan dan menyatakan belasungkawa kita kepada masyarakat yang menerima kami di sini,” ujarnya.
KH Zamakhsyar pun menerima kunjungan tersebut dan mengungkapkan rasa terimakasihnya atas bantuan yang diberikan kepada warga Pandeglang, Banten.
“Kami masyarakat Banten, berterima kasih atas kunjungannya dan menyatakan belasungkawa kami. Kami merasa sangat bersimpati terhadap Muslim di Cina yang tertindas. Mudah-mudahan Ukhuwah Islamiyah kita dengan sesama Muslim, khususnya Muslim Uighur terjalin dengan sangat baik, karena semua Muslim adalah bersaudara,” ungkapnya.
Usai menyalurkan bantuan, Rombongan Uighur langsung bertolak ke Bandara Soekarno Hatta untuk terbang kembali ke tempat tinggal sementara mereka di Turki.
Sementara yang disalurkan melalui AQL Peduli sebesar Rp300 Juta. Sisanya, sekitar Rp 120 Juta rencananya akan disalurkan kepada warga Lampung Selatan yang juga terkena Tsunami.
JAKARTA (Jurnalislam.com) — Pimpinan Arrahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center, Ustsdz Bachtiar Nasir (UBN) melepas keberangkatan Diaspora Uighur untuk menyalurkan bantuan ke daerah terdampak tsunami Selat Sunda di Pandeglang, Banten.
“Saya ingin mengucapkan selamat jalan kepada Seyyit Tumturk, Abdul Kadir Tumturk, Gulbakhar Cililova, thank you for coming to Indonesia, have a nice trip, I think you are success Insyaa Allah,” ungkap Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) yang akrab disapa UBN itu kepada rombongan Uighur di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (15/1/2019).
Rombongan yang dipimpin Seyyit Tumturk ini seperti dilansir INA News Agency–sindikasi berita bentukan Jurnalis Islam Bersatu (JITU)– menyalurkan bantuan berupa hunian tetap (Huntap). Untuk di Pandeglang sendiri, diaspora Uighur melalui AQL Peduli akan membuat Huntap di lima titik.
“Kita akan salurkan bantuan dari Uighur ini berupa Hunian Tetap, di daerah Kujang dan Cikoneng desa Tanjungjaya, dua RT di desa Sumber Jaya Kecamatan Sumur, dan di Tamanjaya Kecamatan Sumur,” ujar Ketua AQL Peduli, Firman, sebelum rombongan berangkat.
Firman menjelaskan, di lima titik itu, Huntap yang dibangun totalnya senilai Rp 350 juta. Sementara untuk daerah Lampung, akan dibangun huntap dengan nilai Rp100 juta.
Rencananya, setelah menyalurkan bantuan, rombongan Uighur ini akan langsung bertolak ke Turki pada Selasa malam.
SOLO (Jurnalislam.com) – Kordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi, Dahnil Azhar Simanjuntak menyebut ketidaktegasan sikap pemerintah terhadap Cina terkait nasib Muslim Uighur karena tidak memiliki politik yang berdaulat.
Menurut Dahnil, sebuah bangsa harus punya kedaulatan politik dan ekonomi agar bisa menjadi berani bersikap dan tidak tergantung pada bangsa lain.
“Saya juga menyampaikan, bang Sandi, pak Prabowo juga menyampaikan bahwa kita butuh politik yang berdaulat, kalau kita tidak berdaulat maka kita sulit bersikap, termasuk terkait dengan Uighur,” katanya kepada jurniscom beberapa waktu yang lalu di Solo.
Menurut Dahnil, sudah banyak data-data PBB dan Lembaga HAM yang menyatakan ada pelanggaran HAM berat terhadap muslim di Xinjiang.
Dahnil melanjutkan, sebagai negara dengan umat muslim terbesar sudah seharusnya menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan nasib muslim Uighur.
“Nah diskriminasi itu dilakukan pemerintah Cina, oleh sebab itu kalau kita sebagai negara berdaulat, idealnya bersikap tegas dan harus ditegur,” ujarnya
Dahnil juga menjelaskan komitmen Prabowo – Sandi terhadap nasib muslim Uighur jika terpilih jadi Presiden dan Wakil presiden di tahun 2019.
“Jadi harus ada sikap tegas pemerintah Indonesia agar Pemerintah Cina segera menghentikan praktik diskriminasi ini, dan ini menjadi perhatian kita,” paparnya.
“Nah itu sebabnya pak Prabowo dan bang Sandi selalu bicara pentingnya kedaulatan ekonomi maupun kedaulatan secara politik,” tandasnya.
SOLO (Jurnalislam.com)–Dai asal Papua, ustaz Fadlan Garamatan ikut menyayangkan terkait adanya sejumlah pengadangan yang dilakukan oleh pihak aparat kepada peserta Tabligh Akbar PA 212 di Bundaran Gladak, Solo, Ahad, (13/1/2019).
“Pemerintah khususnya aparat keamanan harus memberikan dukungan kepada anak bangsa yang menyampaikan pendapat dijamin konstitusi, ketika hak anak bangsa ini dijamin konstitusi maka masyarakat hak kedaulatan masyarakat,” katanya kepada jurniscom di sela sela Tabligh Akbar PA 212 Solo.
Menurut dai yang dikenal dengan metode “dakwah sabun” ini, adanya sejumlah aksi di berbagai daerah adalah bentuk adanya permasalahan serius pada bangsa dan negara.
“Rakyat berkumpul seperti ini karena ada sesuatu, rakyat berkumpul seperti ini karena ada yang tidak layak hidup di negeri ini,” ungkapnya.
“Jika dengan berkumpul di sini, bersama sama untuk menyampaikan keputusan bersama, kedaulatan, perubahan harus ada pada bangsa ini, dan itu hak yang dijamin konsitusi,” imbuhnya.
Ia ikut menepis terkait adanya tuduhan makar yang sering dialamatkan kepada umat Islam yang mengkritik kinerja pemerintah.
“Jadi seperti ini bukan merongrong pemerintah, bukan, tapi meminta pemerintah bahwa ada kekeliruan yang diperbaiki,” tandasnya.
Kepada umat Islam di Solo, ia berpesan agar menjaga ukhuwah islamiyah, ukhuwah basariyah, ukhuwah wathoniyah dan terus membangun komunikasi yang baik kepada semua orang.
“Diatas kebersamaan, kedamaian, ketentraman dan kebaikan bangsa ini. Kita berharap itu muncul dari Solo,” tandasnya.
SOLO (Jurnalislam.com) –Ketua Presiden Persatuan Ulama Turkistan timur Dr. Ataullah Shahyar mengunjungi sejumlah tokoh di Indonesia termasuk tokoh muslim Solo.
Dalam pertemuan dengan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Dr. Ataullah menjelaskan sejarah bangsa Uighur yang tinggal di negeri Turkistan Timur yang kini dikuasai Cina.
“Turkistan adalah negeri Islam yang sudah ada ribuan tahun lalu yang luasnya hampir seperti Indonesia dan selama 70 tahun dijajah dan dipaksa mengikuti cara hidup Cina komunis, bangsa Turkistan adalah bangsa nenek moyangnya negara Turki,” kata Dr. Ataullah.
Presiden Ulama Turkistan Timur juga membenarkan berita yang beredar di media tentang penyiksaan, pelarangan ibadah serta mengenakan atribut Islam.
Bahkan menurutnya, di camp konsentrasi, penghuni camp hanya di izinkan tidur maksimal 2 jam saja.
“Hal itu agar lama-lama tidak bisa berfikir logis, kemudian di masukkan doktrin komunis” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa sekitar 4 tahun ini telah dibangun camp-camp konsentrasi berguna untuk doktrinisasi paham komunis.
Camp juga diperuntukkan tempat penyiksaan dan hukuman bagi yang ketahuan melaksankan ibadah.
“Baik itu para pengusaha, pemikir dan ulama ditangkapi dan dimasukkan di camp, banyak diantaranya meninggal di sana karena siksaan”,ujarnya.
Terakhir ulama Uighur berpesan untuk jamaah yang hadir bahwa info dan berita sebenarnya yang di alami muslim Uighur harus terus kabarkan kepada seluruh kaum muslimin di seluruh dunia.
“Saya berharap info ini tidak hanya berhenti di sini. Harus disebarkan ke yang lain. Dan kami mengucapkan terima kasih atas sikap ummat islam Indonesia, semoga ukhuwah ini abadi dunia dan akhirat,”tutupnya.
Pada kesempatan itu, ulama Uighur memberikan kenange-kenangan kepada Ketua DSKS, Dr. Muinidillah Basri MA.
Kenang – kenangan berupa baju imam shalat dan peci bangsa Uighur.