Ramadhan, Sinergi Foundation Ajak Profesional Tampil Beda dengan Zakat dan Sedekah

BANDUNG (Jurnalislam.com)–“Makin kaya, makin banyak memberi”, pameo yang tepat disematkan pada masyarakat muslim kelas menengah (middle class muslim) di Indonesia dewasa ini. Penulis Marketing to the Middle Class Moslem, Yuswohady, mengutip survei Inventure tahun 2013 yang menyatakan bahwa pengeluaran kelas menengah untuk zakat dan sedekah mencapai 5,4% dari total pengeluaran.

Menurutnya, potensi filantropi dari muslim kalangan menengah ini terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Apalagi, ini seiring dengan perkembangan ekonomi nasional yang ditopang oleh tumbuhnya kelas menengah muslim di Indonesia. Mereka bertransformasi menjadi ragam profesional: dokter, arsitek, hingga pengusaha muslim.

“Kenaikan zakat nasional tersebut merupakan suatu wujud nyata kesadaran kelas menengah muslim dalam mengadopsi nilai-nilai agama Islam ke dalam kehidupan nyata bermasyarakat,” kata Yuswohady.

Menangkap fenomena pertumbuhan kelas menengah tersebut, Sinergi Foundation sebagai lembaga sosial-pemberdayaan berbasis Zakat, Infak-Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) melihat inilah yang membedakan karakter seorang profesional muslim dengan profesional lainnya.

“Kampanye ‘Jadikan Zakat dan Sedekah Pembedamu’, adalah ikhtiar Sinergi Foundation di momentum Ramadhan kali ini, merangkul para profesional dan segenap insan peduli, untuk memaknai tema Ramadhan #BerbagiBersinergi sebagai sebuah energi untuk pencapaian hakiki secara vertikal maupun horizontal,” jelas CEO Sinergi Foundation, Ima Rachmalia dalam rilis yang diterima Jurnalislam.com.

Melalui headline kampanye “Jadikan Zakat dan Sedekah Pembedamu”, yang dibingkai dalam tema #BerbagiBersinergi, sambung Ima, SF tak hendak menggurui/mengajari segenap kaum peduli.

“SF sebatas mencoba untuk terus mengajak umat Islam, untuk tak berhenti berbagi manfaat pada sesama. Sekecil apapun itu, maka nilainya sungguh berharga di mata mereka yang membutuhkan. Dan mudah-mudahan di mata Allahu Ta’ala, kelak. Aamiin,” tandas Ima.

Ia pun memohon doa sekaligus mengajak segenap insan peduli, untuk kembali menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf, di bulan istimewa ini. Sebuah bentuk dukungan yang diperlukan, demi keberlangsungan program-program SF yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat lemah.

Sinergi Foundation sendiri terus berupaya berinovasi di perlbagai bidang program, di antaranya pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan pengembangan kawasan sosial. Di Ramadhan kali ini, SF, sebagaimana tema yang diusung merilis alternatif paket program #Berbagi spesial Ramadhan dan paket #Bersinergi.

Paket #Berbagi antara lain: #Berbagi Buka Shaum (Food4Fasting), #Berbagi Sahur (Food4Sahur), #Berbagi Bingkisan Bergizi, #Berbagi Perlengkapan Sekolah (Gift4School), #Berbagi THR Petani Gurem.

Sedangkan Paket #Bersinergi, ditujukan untuk keberlangsungan program-program Sosial-Pemberdayaan SF yang dirancang jangka panjang, antara lain: Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC), Beasiswa Sosial Entrepreneurship Leader (B-SEL), Lumbung Desa (LD), Firdaus Memorial Park (FMP) dan program-program lainnya.

***

Kiprah Sinergi Foundation

Sinergi Foundation (Yayasan Semai Sinergi Umat) sendiri adalah lembaga independen milik publik yang concern mendorong pengembangan kreativitas dan inovasi Sosial-Pemberdayaan berbasis Wakaf Produktif dan ZIS (Zakat, Infaq- Sedekah). Dengan sinergi antar segenap elemen peduli guna meningkatkan kapasitas serta memperluas jangkauan pengabdian, SF berkomitmen meretas jalan bersama melalui pendayagunaan sumberdaya lokal, menuju terwujudnya masyarakat yang mandiri, produktif dan berkarakter.

Meretas embrio kelembagaan sejak tahun 2002, yayasan Semai Sinergi Umat (SINERGI Foundation) secara formil disahkan dalam Akta Notaris Nomor 24, tanggal 17 Februari 2011, yang dibuat oleh Notaris Evi Hibridawaty, SH. Dan diputuskan oleh keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU – 5622.AH.01.05. Tahun 2011 tentang Perubahan Anggaran Dasar Yayasan Pasal 1 dan Pasal 5, yaitu Perubahan Nama menjadi Yayasan Semai Sinergi Umat atau SINERGI Foundation (SF).

Adapun jajajaran Dewan Pembina SF antara lain, Ketua: Prof. Dr. KH. Miftah Faridl (Ketua Umum MUI Kota Bandung cum Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jabar), H. Rachmat Badruddin (Ketua Dewan Teh Indonesia), (alm) Ir. H. Achmad Noe’man (Maestro Arsitektur Masjid Indonesia), Drs. H. Erie Sudewo MDM (Social Entrepreneur, Tokoh Zakat Nasional), Dr KH Saiful Islam Mubarak (Pakar Ilmu Al Quran). Dewan Pengawas (Syariah): KH. Athian Ali M. Da’i Lc MA (Pakar Ilmu Syariah), Dr. H. Tata Fathurrahman (Akademisi), Drs. H. Teguh Kustiono (Auditor Profesional).

Beragam kreativitas program pemberdayaan yang inspiratif di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi dan pembangunan sosial SF hadir menyentuh langsung masyarakat lapisan paling bawah di negeri ini. Program-program tersebut antara lain: Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC), Lumbung Desa (LD), Beasiswa Pemimpin Bangsa (Sinergi Scholarship), Firdaus Memorial Park (FMP), Sinergi Pelayanan Masyarakat, dan beberapa lainnya. Info lebih lanjut bisa klik di www.sinergifoundation.org.

Revisi UU Anti-Terorisme, Camping ke Gunung Bisa Ditangkap

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menilai perlunya segera merevisi Undang-Undang Anti Terorisme. Pandangan ini ia sampaikan dalam acara talkshow “Rosi” yang tayang pada Kompas TV, Kamis (26/5/2017) malam.

Tito juga menjelaskan hal-hal yang belum diatur dalam UU Anti-Terorisme meliputi penindakan pencegahan dan deradikalisasi.

“Khusus untuk penindakan ada hal yang harus diperkuat, yaitu mengkriminalisasi perbuatan-perbuatan awal sebelum terjadinya terorisme,” jawab Tito

Dalam penjelasanya Tito memberikan contoh i’dad nantinya termasuk tindakan kriminal.

I’dad itu adalah pelatihan, tidak ada jihad tanpa i’dad. Pelatihan ini tadinya mereka bersenjata ditangkaplah yang di Aceh. Nah sekarang mereka pintar, latihannya naik gunung camping menggunakan airsoft gun, pistol kayu. Hukum nya apa?” tanya Tito, karena undang-undang sekarang belum mengatur.

“Tujuan mereka sebetulnya adalah melakukan i’dad untuk persiapan operasi terorisme. Mesti dikriminalisasi,” tegasnya.

Lebih lanjut Tito memberi contoh lain jika revisi UU anti terorisme selesai, kepolisian bisa membuat daftar organisasi-organisasi yang masuk kategori kelompok terorisme dan bagi siapa saja yang bergabung dalam organisasi tersebut sudah bisa diproses hukum.

“Misalnya Jamaah Ansharut Daulah ditetapkan sebagai organisasi terorisme, sehingga semua dikriminalisasi perbuatan siapapun yang bergabung atau mendukung JAD. Jadi bergabung saja kita bisa tangkap dan proses hukum,” katanya

Sebagaimana telah diketahui seusai insiden bom Kampung Melayu, Presiden Joko Widodo juga mendesak pembahasan revisi Undang-Undang Anti-Terorisme segera diselesaikan. UU Anti-Terorisme nantinya diharapkan memudahkan penegak hukum dalam bertindak dan melakukan upaya pencegahan.

Ramadhan Saatnya Meraih Kemenangan

oleh: Ust Hamzah Baya S.Pd.I (Ketua Mimbar Syari’ah)

Harapan seorang mukmin saat datangnya bulan ramadhan sebagaimana yang ada pada diri salafusholeh umat terbaik yang mengamalkan islam ini adalah perubahan kebaikan dalam diri dan semakin dekat kepada Allah, sebagaimana doa yang mereka panjatkan kepada Allah:

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنِي إِلَى رَمَضَانَ ، وَسَلِّمْ لِي رَمَضَانَ ، وَتُسلمهُ مِنِّي مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah, selamatkanlah aku agar bisa berjumpa dengan Ramadhan, selamatkanlah aku agar berhasil menjalani Ramadhan, dan terimalah amalku.”(Hilyatul Auliya’, juz 1, hlm. 420)

Mereka meminta kepada Allah supaya mempertemukanya dengan bulan Ramadhan, karena mereka mengetahui bahwa di bulan itu terdapat kebaikan yang sangat besar dan manfaat yang begitu luas.

Kemudian, apabila bulan Ramadhan sudah masuk mereka pun meminta kepada Allah untuk memberikan pertolongan dan bantuan kepada mereka dalam beramal salih di bulan tersebut. Kemudian,

Apabila Ramadhan usai mereka juga memohon kepada Allah agar menerima amalan mereka itu, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

“Dan orang-orang yang memberikan apa-apa yang sanggup mereka persembahkan sementara hati mereka itu merasa takut; bagaimanakah kiranya keadaan mereka ketika dikembalikan kepada Rabbnya. Mereka itulah orang yang bersegera dalam kebaikan-kebaikan dan mereka berlomba-lomba untuk meraihnya.”(QS. al-Mu’minun : 60-61)

Mereka bersungguh-sungguh dalam beramal, kemudian setelah itu mereka dirundung oleh rasa cemas dan khawatir setelah beramal, apakah amalnya itu diterima ataukan tidak. malam diisi dengan sholat sedangkan siang hari diisi dengan puasa, membaca al-Qur’an, dzikir kepada Allah, dan berbagai amal kebaikan, diantara yang dilakukan oleh salafusoleh dalam mengisi aktifitas ramadhan adalah:

– Memadati waktu-waktu mereka dengan duduk di rumah-rumah Allah ‘azza wa jalla
– Tilawatil Qur’an dan senantiasa berdzikir kepada Allah
– Mereka saling mempelajari kandungan Kitabullah ‘azza wa jalla. (Tholabul ilmi)
– Mereka senantiasa berusaha menjaga agar waktunya tidak terbuang sia-sia.
– Mereka adalah orang yang sangat dermawan khususnya dibulan ramadhan. sebagaimana Rasulullah dalam riwayat:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling pemurah dalam memberikan kebaikan, dan sifat pemurah beliau yang paling besar adalah ketika Ramadhan”. (H.R Muttafaq alaih)

Siapakah Orang Yang Celaka Di Bulan Ramadhan

Rasulullah saw memberikan pernyataan atau peringatan yang harus kita perhatikan dan berusaha untuk menghindarinya. Imam Nawawi dalam salah satu pernyataannya juga memperingatkan kita tentang hal ini. Ia berkata; “Celakalah kaum Ramadhaniyyin (mendapatkan bulan ramdhan) Mereka tidak mengenal Allah kecuali di bulan Ramadhan.”

Rasulullah saw bersabda;
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, ketika Rasulullah SAW akan menaiki mimbar untuk khutbah Jum’at, pada anak tangga pertama beliau mengucapkan amin, ketika naik pada anak tangga kedua beliau juga mengucapkan amin, begitu juga pada anak tangga ketiga beliau mengucapkan amin.

Setelah selesai shalat, para sahabat kemudian bertanya, ”Wahai Rasulullah, mengapa engkau mengucapkan amin pada anak tangga pertama sampai ketiga tadi?”

Rasulullah SAW menjawab, “Pada anak tangga pertama aku mengucapkan amin, karena malaikat Jibril membisikkan kepada ku, celakalah dan merugilah orang yang ketika disebut namamu wahai Muhammad, dia tidak bershalawat kepadamu , kemudian pada anak tangga kedua, aku mengucapkan amin, karena malaikat Jibril membisikkan kepadaku, celakalah dan merugilah orang yang tinggal bersama kedua orang tuanya tapi tidak membuatnya masuk surga, dan pada anak tangga ketiga aku mengucapkan amin, karena malaikat Jibril membisikkan kepadaku, celakalah dan merugilah orang yang melaksanakan ibadah shaum di bulan Ramadhan, tapi Allah tidak mengampuni dosa-dosanya. (Dishahîhkan al-Albâni dalam Shahîh at-Targhîb wat-Tarhîb).

Pada bulan suci Ramadhan ini, kita mendapatkan kesempatan untuk bertaubat kepada Allah Azza wajalla, meminta ampun kepadaNya agar dosa-dosa kita diampuni dan taubat kita diterima.

Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Mari kita laksanakan seluruh ibadah di bulan suci ini dengan sebaik-baiknya, Semoga Ramadhan tahun ini, kita bisa lebih baik. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan menjadikan kita sebagai hambaNya yang shaleh, yang akan keluar sebagai pemenang menjadi muttaqin dan diwafatkan dalam keadaan khusnul khatimah Amin ya rabbal alamin. Wallahu ‘alam bish shawab.

Muslimah KAMMI Dianiaya, Mahasiswa Solo Desak Polisi Dihukum dan Minta Maaf

SOLO (Jurnalislam.com) – Puluhan mahasiswa anggota Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Solo Raya mengelar unjuk rasa di depan Polrestabes Surakarta pada Jumat (26/5/2017) sebagai bentuk atas perlakukan represif kepolisian terhadap rekan mereka di Jakarta beberapa waktu lalu yang menyebabkan 7 anggota KAMMI ditangkap, bahkan salah satunya seorang muslimah diduga dianiaya.

Unjuk rasa melibatkan gabungan elemen KAMMI Solo Raya seperti mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta(UMS), Institut agama Islam negeri Surakarta (IAIN), Universitas Sebelas Maret Surkarta(UNS), dll.

Masiswa menyesalkan sikap aparat yang represif kepada mahasiswa padahal KAMMI datang dengan damai menuntut kasus BLBI dan Century dan kasus lain segera di tuntaskan.

Korlap aksi Agil Setiawan mengutuk keras tindakan represif aparat. “Kami dari KAMMI Solo Raya mengutuk keras adanya gerakan represif dari kepolisian kepada saudara- saudara kami di Jakarta, seharusnya tidak terjadi padahal kita datang dengan damai dengan agenda- agenda untuk menuntut hukum kasus BLBI dan Century segera di tuntaskan,”tegasnya.

KAMMI Solo Raya mengajukan 3 tuntutan kepada kepolisian yaitu:

1. Mengutuk keras tindakan represif kepolisian terhadap mahasiswa.

2.Penegakan supremasi hukum yang berkeadilan tanpa tebang pilih.

3.Menuntut kepolisian untuk mengaudit kinerjanya, serta permohonan maaf kepada seluruh mahasiswa Indonesia.

reporter: Ridho

Jelang Ramadhan, Sepasang Mualaf Bersyahadat di Masjid Cheng Ho Jember

JEMBER (Jurnalislam.com) – Kabar gembira kini datang dari Jember Jawa Timur. Sepasang suami istri mengikrarkan kalimat syahadat, memutuskan memeluk Islam. Adalah Hendra Tatoo bersama istrinya melafalkan 2 kalimat syahadat di hadapan jamaah masjid dan petugas Kemenag pada acara yang dihelat Komunitas Gerakan Memakmurkan Masjid (GEMMAS) Jember di Masjid Muhammad Cheng Hoo Kaliwates, Jember, Jumat (27/05/2107).

“Alhamdulillah inilah pilihan hidup terbaik bagi kami, insya Allah besok bisa menyambut bulan penuh berkah bersama saudara kami lainnya” kata haru pria yang kemudian berganti nama Muhammad Hendra ini.

Ikrar syahadat sepasang mualaf ini berlangsung setelah Serah Terima Wakaf Al Qur’an untuk Masjid dan Musholla se Jember dari donatur dr Suherman Rasyid kepada Ketua Komunitas GEMMAS; Muhammad Hery.

Menanggapi masuk Islamnya sepasang muallaf ini, Wiwid, seorang jamaah Masjid Cheng Ho menyatakan bahwa umat Islam yang sudah Islam sejak lahir harus bisa memberi contoh yang lebih baik dalam mengamalkan Islam.

“Dia yang dulunya pemabuk dan penjudi sudah melakukan perubahan besar. perubahan yang tepat dan terbaik yang akan membuat hidupnya lebih bahagia dan selamat dunia-akhirat. Semoga memotivasi kita yang lebih dulu ber-Islam” pungkasnya.

 

‘Demo Malam Hari, Pendukung Ahok Dibiarkan, Mahasiswa KAMMI Ditindak’

SOLO (Jurnalislam.com)- Aksi reprensif pihak aparat kepolisian terhadap unjuk rasa yang dilakukan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) didepan Istana Negara, Jakarta (24/5/2017) menuai keprihatinan banyak pihak. Aksi ini sendiri berakhir dibubarkan dan polisi menangkap 7 peserta aksi.

Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Ustadz Muinudinillah Basri mengatakan bahwa tindakan pihak aparat terhadap KAMMI ini sebagai bukti tidak adilnya pihak aparat terhadap umat Islam.

Baca Juga : Anggotanya Ditangkap, Mahasiswa KAMMI Demo Minta Kapolri Dicopot

Pasalnya, para pendukung Ahok yang melakukan demo melebihi batas waktu yang ditetapkan, hanya dibiarkan tanpa ada tindakan dari pihak aparat.

“Itu merupakan bukti ketidakadilan yang sangat nampak sekali. Bagaimana pendukung Ahok demo sampai malam hari dibiarkan, sementara mahasiswa KAMMI ditindak,”katanya di hadapan wartawan usai memberi sambutan aksi Tarhib Ramadhan di Masjid Agung Surakarta, Kamis(25/5/2017).

Ustadz Muin sapaannya, Menegaskan, Bahwa KAMMI mewakili suara rakyat untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintahan. Dia melanjutkan, tindakan pihak kepolisian terhadap KAMMI yang melakukan pemukulan dan penangkapan saat unjuk rasa adalah sebuah kebijakan yang tidak jelas.

“KAMMI, istilahnya mahasiswa sebagai inti sari umat di Indonesia ini. Kemudian polisi represif, ini menunjukan kekalutan dan kebijakan yang tidak jelas,”pungkasnya.

Penghinanya Datang ke Az Zikra, Ini Jawaban Mengagumkan Ustadz Arifin Ilham

BOGOR (Jurnalislam.com) – Setelah sempat beredar video parodi menghina KH Muhammad Arifin Ilham, akhirnya para pembuat video penghinaan ustadz Arifin Ilham datang untuk meminta maaf langsung ke Majelis Az Zikra Bogor, Jumat (26/5/2017) setelah sebelumnya Majelis Az Zikra memberikan ultimatum.

Berikut tanggapan ustadz Muhammad Arifin Ilham terhadap permohonan maaf yang dilansir dari Facebooknya KH Muhammad Arifin Ilham. Beberapa netizen memuji sikap Ustadz Arifin yang dinilai mengagumkan. Berikut selengkapnya pernyatan ustadz Arifin Ilham.

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah “maaf” adalah “the magic power” kata sakti yg punya daya rubah besar dari keadaan buruk menjadi baik dan mulia.

Allah “al Afuwwu” Maha Pemaaf, Allah menyukai hambaNya yg pemaaf.

Sungguh dg minta maaf dan memaafkan “nisfus sual” separuh persoalan selesai.

Sikap sifat hamba yg bertaqwa “an ta’fuwa aqrobu littaqwa” memaafkan itu dekat dg ketaqwaan.

Akhlak teragung Rasulullah adalah luar biasa pemaafnya.

Tanda seorang hamba yg dirahmati Allah, hadirnya sifat mudah memaafkan dan segera minta maaf kalau salah.

Doa seorang mu’min agar diberi sifat maaf.

Sifat mulia maaf lawan katanya adalah sifat hina dendam.

“Al muntaqin lan yadkhulal jannah wa lau kaana shohiihan”, pendendam tidak akan masuk Syurga walaupun benar.

“Al Aafiina anin naasi” calon penghuni Syurga seluas langit dan bumi adalah seorang hamba yg pemaaf.

“Adzdzunuubul matruukah” walau sudah bertaubat kepada Allah belum selesai sampai ia minta maaf kepada siapa yg ia sakiti.

Maaf dan memaafkan adalah diantara kunci utama keutuhan rumah tangga dan persahabatan.

Sungguh tiada seorang hamba sealim kaya apapun masuk Syurga tanpa maaf dan ampunan Allah.

Dg maaf suasana kaku menjadi cair,
benci menjadi cinta,
musuh menjadi sahabat.

inilah yg membuat hamba beriman itu senang bahagia dg maaf.

Alhamdulillah sahabat kita yg sempat khilaf, tidak sengaja berbuat salah, Raka, Rizki, Ridwan, Citra dan nanda sekeluarga datang ke majlis Az Zikra menjumpai abang u minta maaf.

Sungguh abang kagum dan senang melihat mereka sebagai pemuda pemudi yg memiliki sifat mulia, yg menyegerakan bertaubat untuk tidak melecehkan kalam Allah lagi.

Sungguh abang sangat bahagia punya saudara saudari baru menjelang Ramadhon ini, lebih bahagia lagi bila guru kita, ustadz Khottot, babe Sadli, dan para mahasiswa ditahan dibebaskan, lebih bahagia lagi fitnah ayahanda habib Rizieq Syihab dihentikan, dan lebih bahagia lagi bila bang Ahok meraih hidayah Allah.

Damai agamaku
Damai Ramadhonku
Damai negeriku

I love you all ‘couse Allah
Muhammad Arifin Ilham.

Sidang Itsbat, Menag : Mulai Puasa Besok, Sabtu 27 Mei 2017

JAKARTA (Jurnalislam.com) —Sidang Isbat menetapkan 1 Ramadlan 1438 Hijriah jatuh pada Sabtu, 27 Mei 2017. Penetapan ini berdasarkan hasil sidang isbat penetapan awal Ramadlan yang dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Kementerian Agama Jalan M.H Thamrin No. 6 Jakarta, Jumat (26/5/2017) dilansir laman Kemenag.

Dalam laporannya, Direktur Urusan Agama Islam M Tambrin menyampaikan bahwa, data hisab yang dihimpun oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, Taqwim Standar Indoensia, Keputusan Musyawarah Jawatan Kuasa Penyelarasan Rukyat dan Taqwim Islam Keempat Negera Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) di Jakarta, Kalender Ummul Quro, Surat Edaran dan Maklumat Pimpinan Ormas Islam menyatakan bahwa ijtima menjelang Ramadlan 1438H terjadi pada hari Jumat tanggal 26 Mei 2017 sekitar pukul 02.44 Wib. Pada hari ini, Jumat tanggal 26 Mei 2017 M bertepatan tanggal 29 Syaban 1438 H di seluruh Indonesia, posisi hilal di atas ufuk atau 07 – 08 derajat.

Laporan petugas pemantau hilal di empat titik yang telah disumpah oleh Hakim Pengadilan Agama setempat , yaitu; di Nusa Tenggara Timur (Muhammad Irfan (47) Asisten Peneliti Boscha ITB Bandung, Yusuf (35), Asisten Peneliti Boscha ITB Bandung). Sulawesi Utara (Drs. H. Mukhtar Monde (56) Pembimbing Syariah pada Kanwil Kemenag Sulut, M. Zulkifli (25) Pegawai BMKG Sulut, Listiya Rifai (27) Pegawai BMKG Sulut). Jawa Timur (H. Inwanuddin (41) Guru di Gresik, H. Asyhar (50) Mahasiswa S2 Ilmu Falak UIN Walisongo, H. Abdullah Toyyib, Pontren Langitan Tuban, Solahuddin, Lembaga Falakiyah NU Gresik), dan Kepulauan Seribu (M Hamidi, Guru dan Prayudi, guru), mereka menyatakan melihat hilal.

“Dengan demikian, secara mufakat disepakati puasa 1 Ramadlan 1438 Hijriah mulai besok sabtu, bertepatan 27 Mei 2017,” kata Menteri Lukman, saat memberikan keterangan pers hasil sidang Isbat penentuan awal Ramadlan 1438H/2017M.

Selain itu, berdasarkan penetapan ini, maka umat Islam di Indonesia mulai melakukan salat tarawih pada malam ini, Jumat (26/5/2017).

Sidang isbat dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis, pimpinan organisasi masyarakat Islam, dan para Duta Besar negara-negara Islam, serta Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar.

sumber: kemenag.go.id

Jalani Ramadhan, Ini 10 Pesan dan Seruan MUI

SOLO (Jurnalislam.com)- Sambut Bulan Suci Ramadhan 1438 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Surakarta memberikan 10 panduan dan seruan kepada warga Soloraya dan dibacakan anggota MUI ustadz Nur Hadi Waseso saat memberikan sambutan pada aksi Tarhib Ramadhan 1438 H di Masjid Agung Surakarta, Kamis(25/5/2017). Berikut 10 seruan MUI :

  1. Menyambut dan menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1438 H, dimulai dari menata niat, mental dan perilaku keseharian.
  2. Memperbanyak amal ibadah baik ritual maupun sosial, sesuai syariat islam dengan berpegang teguh pada ajaran Islam ahlu sunnah wal jamaah.
  3. Meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan pada Allah, dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan ibadah wajib dan sunnah.
  4. Agar semua pihak menghormati dan mematuhi ketentuan pemerintah dengan penuh kesadaran dan mengusahakan agar berbagai bentuk kegiatan yang mengandung unsur-unsur kemaksiatan dapat dicegah, termasuk juga perlu dilakukan penertibkan tempat-tempat maksiat/munkarat.
  5. Tidak makan, minum dan merokok di sembarang tempat, pada waktu siang hari.
  6. Mengeluarkan Zakat fitrah, infak dan sedekah serta zakat mal, yang dikordinir oleh lembaga amil zakat yang ada, untuk disalurkan kepada yang berhak (mustahiq).

7. Kepada para aghniya dalam melaksanakan pembagian Zakat , untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti, jatuhnya korban akibat berjejal-jejal menunggu antrian. Agar sedapat mungkin menyalurkan melalui Lembaga Amil Zakat yang resmi.

  1. Meningkatkan tri kerukunan umat beragama, antar umat beragama dan umat beragama dengan pemerintah.
  2. Pengunaan pengeras suara diluar/diatas untuk kegiatan Tadarus Al-Qur’an dibatasi sampai pukul 22.00 wib. Selanjutnya mengunakan pengeras suara didalam /dibawah.
  3. Mengumandangkan takbir,tahmid dan tasbih secara santun dan khusu’ di Masjid/Mushola atau tempat lain pada 1 Syawal, sejak terbenamnya matahari sampai dengan menjelang Idul Fitri.

“Kami ucapkan selamat menunaikan ibadah di bulan suci Ramadhan, semoga Allah selalu memberikan taufik dan hidayahNya serta, menerima ibadah puasa kita,”pungkasnya

MDS Siapkan 2000 Paket Nasi untuk Peserta Tarhib Ramadhan Solo Raya

SOLO (Jurnalislam.com)- Melangkah Dengan Sedekah (MDS) siapkan 2000 paket nasi untuk peserta aksi Tarhib Ramadhan 1438 H di Masjid Agung Surakarta, Kamis (25/5/2017).

“Kita mengiringi aksi umat islam soloraya ini,dengan menyiapkan setidaknya sekitar 2000 nasi bungkus,” kata ketua MDS Joko kepada Jurnalislam.com.

Baca Juga : Tarhib Ramadhan Solo Raya Dihadiri Elemen Umat Islam dari DSKS hingga MUI

Ia menambahkan bahwa fokus MDS memberikan i sarapan para peserta jalan sehat, warga sekitar, terutama sasaran tukang becak, tukang parkir dan juga pada tukang kebersihan ataupun dhuafa yang berada sekitar lingkungan Masjid.

Joko mengatakan bahwa MDS selama ini juga ikut dalam aksi-aksi umat islam di Solo raya ini, ingin kembali ikut berpartisipasi dalam aksi menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini.

“ Intinya kita pagi ini ingin bersedekah untuk semua segenap umat muslim yang ada disekitar acara yang diadakan pada pagi ini,”imbuhnya.

Joko berharap, agar kaum muslimin khususnya Solo raya, untuk menjaga kedamaian di bulan Ramadhan kali ini, serta dapat istiqamah dalam memperjuangan islam ke depan.

“Semoga teman-teman kaum muslimin semua damai-damai saja dan istiqomah untuk perjuangan akhlak nur karimah,”pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Ratusan umat islam dari berbagai ormas islam Soloraya, mengikuti aksi Tarhib Ramadhan 1438 H, Kamis,(25/5/2017) berawal di Masjid Agung Surakarta kemudian longmarch mengintari pusat kota Surakarta.