Ramadhan Saatnya Meraih Kemenangan

27 Mei 2017
Ramadhan Saatnya Meraih Kemenangan

oleh: Ust Hamzah Baya S.Pd.I (Ketua Mimbar Syari’ah)

Harapan seorang mukmin saat datangnya bulan ramadhan sebagaimana yang ada pada diri salafusholeh umat terbaik yang mengamalkan islam ini adalah perubahan kebaikan dalam diri dan semakin dekat kepada Allah, sebagaimana doa yang mereka panjatkan kepada Allah:

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنِي إِلَى رَمَضَانَ ، وَسَلِّمْ لِي رَمَضَانَ ، وَتُسلمهُ مِنِّي مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah, selamatkanlah aku agar bisa berjumpa dengan Ramadhan, selamatkanlah aku agar berhasil menjalani Ramadhan, dan terimalah amalku.”(Hilyatul Auliya’, juz 1, hlm. 420)

Mereka meminta kepada Allah supaya mempertemukanya dengan bulan Ramadhan, karena mereka mengetahui bahwa di bulan itu terdapat kebaikan yang sangat besar dan manfaat yang begitu luas.

Kemudian, apabila bulan Ramadhan sudah masuk mereka pun meminta kepada Allah untuk memberikan pertolongan dan bantuan kepada mereka dalam beramal salih di bulan tersebut. Kemudian,

Apabila Ramadhan usai mereka juga memohon kepada Allah agar menerima amalan mereka itu, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

“Dan orang-orang yang memberikan apa-apa yang sanggup mereka persembahkan sementara hati mereka itu merasa takut; bagaimanakah kiranya keadaan mereka ketika dikembalikan kepada Rabbnya. Mereka itulah orang yang bersegera dalam kebaikan-kebaikan dan mereka berlomba-lomba untuk meraihnya.”(QS. al-Mu’minun : 60-61)

Mereka bersungguh-sungguh dalam beramal, kemudian setelah itu mereka dirundung oleh rasa cemas dan khawatir setelah beramal, apakah amalnya itu diterima ataukan tidak. malam diisi dengan sholat sedangkan siang hari diisi dengan puasa, membaca al-Qur’an, dzikir kepada Allah, dan berbagai amal kebaikan, diantara yang dilakukan oleh salafusoleh dalam mengisi aktifitas ramadhan adalah:

– Memadati waktu-waktu mereka dengan duduk di rumah-rumah Allah ‘azza wa jalla
– Tilawatil Qur’an dan senantiasa berdzikir kepada Allah
– Mereka saling mempelajari kandungan Kitabullah ‘azza wa jalla. (Tholabul ilmi)
– Mereka senantiasa berusaha menjaga agar waktunya tidak terbuang sia-sia.
– Mereka adalah orang yang sangat dermawan khususnya dibulan ramadhan. sebagaimana Rasulullah dalam riwayat:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling pemurah dalam memberikan kebaikan, dan sifat pemurah beliau yang paling besar adalah ketika Ramadhan”. (H.R Muttafaq alaih)

Siapakah Orang Yang Celaka Di Bulan Ramadhan

Rasulullah saw memberikan pernyataan atau peringatan yang harus kita perhatikan dan berusaha untuk menghindarinya. Imam Nawawi dalam salah satu pernyataannya juga memperingatkan kita tentang hal ini. Ia berkata; “Celakalah kaum Ramadhaniyyin (mendapatkan bulan ramdhan) Mereka tidak mengenal Allah kecuali di bulan Ramadhan.”

Rasulullah saw bersabda;
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, ketika Rasulullah SAW akan menaiki mimbar untuk khutbah Jum’at, pada anak tangga pertama beliau mengucapkan amin, ketika naik pada anak tangga kedua beliau juga mengucapkan amin, begitu juga pada anak tangga ketiga beliau mengucapkan amin.

Setelah selesai shalat, para sahabat kemudian bertanya, ”Wahai Rasulullah, mengapa engkau mengucapkan amin pada anak tangga pertama sampai ketiga tadi?”

Rasulullah SAW menjawab, “Pada anak tangga pertama aku mengucapkan amin, karena malaikat Jibril membisikkan kepada ku, celakalah dan merugilah orang yang ketika disebut namamu wahai Muhammad, dia tidak bershalawat kepadamu , kemudian pada anak tangga kedua, aku mengucapkan amin, karena malaikat Jibril membisikkan kepadaku, celakalah dan merugilah orang yang tinggal bersama kedua orang tuanya tapi tidak membuatnya masuk surga, dan pada anak tangga ketiga aku mengucapkan amin, karena malaikat Jibril membisikkan kepadaku, celakalah dan merugilah orang yang melaksanakan ibadah shaum di bulan Ramadhan, tapi Allah tidak mengampuni dosa-dosanya. (Dishahîhkan al-Albâni dalam Shahîh at-Targhîb wat-Tarhîb).

Pada bulan suci Ramadhan ini, kita mendapatkan kesempatan untuk bertaubat kepada Allah Azza wajalla, meminta ampun kepadaNya agar dosa-dosa kita diampuni dan taubat kita diterima.

Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Mari kita laksanakan seluruh ibadah di bulan suci ini dengan sebaik-baiknya, Semoga Ramadhan tahun ini, kita bisa lebih baik. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan menjadikan kita sebagai hambaNya yang shaleh, yang akan keluar sebagai pemenang menjadi muttaqin dan diwafatkan dalam keadaan khusnul khatimah Amin ya rabbal alamin. Wallahu ‘alam bish shawab.