Umat Islam Magelang Tolak Kedatangan Sekjen Partai Komunis Vietnam ke Indonesia

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Ketua Forum Aliansi Umat Islam Bersatu (FA-UIB) Magelang Anang Immamuddin menegaskan pihaknya menolak kedatangan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam (PKV) YM Nguyen Phu Trong, pada 22-24 Agustus 2017.

“Kami menolak keras kehadiran sekjen partai Komunis Vietnam datang ke Indonesia. Semua pihak terutama panglima TNI beserta jajarannya untuk waspada terhadap manuver politik dari pemerintah yang akan memutar haluan ideologinya,” katanya dalam keterangan persnya, Selasa (22/8/2017).

Anang juga menyayangkan sikap pemerintah yang justru bergandengan dengan partai komunis tersebut, sebagaimana ketetapan MPR-RI No.XXV/MPR/1966 yang mengatur bahwa ideologi Komunisme telah dilarang di Indonesia.

Anang mengajak semua komponen bangsa untuk bersiap melakukan aksi bela negara dari konspirasi Komunis Internasional.

“Kita ajak kepada semua komponen bangsa, terutama ulama dan umat islam untuk menjadi benteng negara dan bela negara dari konspirasi Komunis internasional ke Komunis di Indonesia (PKI),” paparnya

Sebagaimana diketahui, Sekjen Partai Komunis Vietnam tersebut melakukan kunjungan kerja selama 2 hari di Indonesia, rencananya Nguyen juga akan bertemu dengan pimpinan DPR, DPD, dan MPR selain bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

 

FPI Klaten Desak Aparat Bersikap Tegas terhadap Pelaku Perusakan Baliho Habib Rizieq

KLATEN (Jurnalislam.com) – Front Pembela Islam (FPI) didampingi Bantuan Hukum Front (BHF) dan saksi Suradi (32) kembali mendatangi polsek Prambanan, di Jalan Manisrenggo No.2, Bendan, Klaten, Selasa (22/8/2017). Mereka datang untuk menyerahkan Barang Bukti (BB) berupa Baliho Alumni 212 dalam menyambut kedatangan Habib Ririeq yang dicoret dan di beri gambar tak senonoh serta dirobek oleh orang tak dikenal pada Selasa lalu.

Perwakilan BHF FPI Gino, SH, mendesak aparat untuk segera menangkap pelaku dan menindak tegas kejahatan tersebut. Menurutnya, ini adalah sebuah penghinaan terhadap seorang ulama.

“Mohon agar aparat segera menindaklanjuti laporan ini mencari pelakunya dan memproses perkaranya, sehingga pelakunya akan jera untuk melakukan kejahatan itu dan tidak timbul pelaku-pelaku lain,” katanya pada Jurnalislam.com Selasa, (22/8/2017)

“Ini melanggar undang-undang pornografi dan penghinaan apalagi yang dihina ini adalah ulama yang jadi panutan,” imbuhnya.

Sebelumnya, dua baliho di markas FPI pun tak luput dari sasaran perusakan.”Kalau ini tidak segera ditindak tegas pelakunya, ini akan juga merusak persatuan dan kesatuan bangsa, kami mohon aparat agar segera menindak pelaku, mencari dan memproses, secara tuntas perkara ini agar tidak terjadi lagi,” tandasnya.

Baliho Alumni 212 bergambar Habib Rizieq Dirusak OTK

Sementara itu Suradi (32) saksi yang rumahnya di dekat lokasi kejadian mengatakan pada Selasa (15/8/2017) melihat dua orang yang diduga pelaku memakai mobil Avanza berwarna silver.

Muslimah Bima Peduli Kembali Salurkan Bantuan untuk Warga Palestina

BIMA (Jurnalislam.com) – Solidaritas dan ukhuwah Islamiyah, Muslimah Bima Peduli terus mengirimkan bantuan untuk umat Islam di Palestina. Kaum yang sampai detik ini terus memperjuangkan hak kemerdekaan itu mendapatkan bantuan berupa air mineral dan air bersih serta solar untuk mesin diesel di masjid.

Koordinator Muslimah Bima Peduli (MBP) Parmila mengatakan bahwa air bersih sangat dibutuhkan warga Palestina. “Karena keadaan yang sampai hari ini masih tidak bersahabat, serta mendapatkan laporan dari tim kita yang ada disana, maka kita mendistribusikan ribuan liter air bersih untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat disana,” katanya kepada Jurnalislam.com baru-baru ini.

Selain air bersih, Muslimah Bima Peduli juga menyalurkan bantuan berupa ratusan liter solar untuk mesin pembangkit listrik yang ada di masing-masing masjid di sana.

“Karena sering sekali adanya pemadaman listrik, sehingga warga kesusahan setiap kali terjadi pemadaman listrik, apalagi listriknya hanya nyala selama dua jam saja dalam sehari,”ungkapnya.

Sementara itu, untuk penyaluran bantuan, komunitas Muslimah Bima Peduli bekerja sama dengan Support Palestina Forever yang merupakan relawan kemanusiaan yang ada di sana yang selalu mendistribusikan setiap bantuan yang terus disalurkan.

“Untuk bantuan akan terus kita intersifkan pengirimannya sembari menilai kondisi dan keadaan disana, kemudian melihat daerah-daerah mana yang sangat perlu untuk kita prioritaskan bantuannya,” pungkasnya.

Mahasiswa IAIN Surakarta Gandeng LKG TPQ Soloraya Gelar Safari Dongeng di Lereng Merapi

BOYOLALI (Jurnalislam.com) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Solo bekerja sama dengan Lembaga Koordinasi Gerakan Taman Pendidikan Qur’an (LKG TPQ) Solo Raya menggelar safari mendongeng untuk TPQ Miftahul Jannah Plalangan (Lereng Gunung Merapi).

Acara ini diikuti 265 anak-anak se kampung Plalangan, di Joglo Merapi 1, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Senin (21/8/2017). Ketua LKG TPQ Soloraya Abdul Wahab mengatakan, bahwa dirinya ingin mengenalkan Islam kepada anak-anak dengan cara mendongeng, terutama tentang sejarah Islam.

“Lewat safari dongeng ini, agar menjadikan anak-anak semangat dalam mencari ilmu khususnya mengenai Islam,” katanya kepada Jurnalislam.com disela-sela acara.

Sementara itu, Pendongeng LKG TPQ, Kak Yasir, memberikan materi terhadap anak-anak mengenai cerita nabi Ismail yang berkaitan dengan masalah berkurban.

“Anak-anak hari ini kakak akan mendongeng tentang nabi Ismail yang menjadi pelajaran ummat Islam dalam menjalankan perintah kurban,” katanya dihadapan anak-anak yang hadir.

Lebih lanjut, Lurah Kelurahan Lencoh, Sumardi, mengapresiasi pihak mahasiswa IAIN Solo maupun LKH TPG mendadakan safari dongeng. Menurutnya, kegiatan ini sangat positif dalam memotivasi anak-anak Palalangan untuk terus semangat dalam belajar.

Mobil Hijrah Program Hapus Tato Gratis Sambangi Yogyakarta, Peserta Membludak

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Program Layanan Hapus Tato gratis yang digagas oleh Gerak Bareng Community, Islamic Medical Service (IMS), Bank Muamalat dan DPP Hidayatullah memasuki pekan ke-3. Program kali ini digelar di Basecamp Komunitas Teras Dakwah, Yogyakarta, Senin Malam,(21/8/2017).

Sama seperti kota sebelumnya (Jakarta, Bandung dan Banyumas), di Yogyakarta peserta hapus tato juga membludak, baik dari remaja, pemuda maupun orang tua.Mereka berasal dari sekitar Yogyakarta seperti Bantul, Sleman, Magelang, Solo, Semarang dan lainya. Bahkan, juga ada peserta yang datang dari luar pulau Jawa yakni Batam.

Helmi (37) salah satu peserta asal Batam mengaku, keberangkatannya untuk mengikuti program layanan hapus tato ini tidak lain atas kehendak Allah. Ia mendapat tiket gratis pesawat pulang pergi (PP) Batam-Jakarta dari salah seorang dermawan.

“Kalau nggak dapat tiket (pesawat), mungkin saya nggak berangkat ke Jakarta. Alhamdulillah, Allah kasih rezeki lewat perantara hamba-Nya,” kata Helmi bersyukur.

Helmi bersyukur, akhirnya tiba di lokasi program layanan hapus tato di Teras Dakwah, Jogjakarta pada Senin (21/08) ba’da Subuh.

Sementara itu, Pengurus Teras Dakwah, Ilyas bersyukur program layanan hapus tato ini singgah ke Yogyakarta. Pasalnya, tak sedikit jamaah yang mengaji pekanan di Teras Dakwah punya tato dan ingin menghapusnya.

“Mereka benar benar ingin hijrah secara total, baik lahir maupun batinnya. Alhamdulillah program ini bermanfaat sekali untuk mereka,” ucapnya.

Katanya, peserta gelombang pertama program layanan hapus tato di Teras Dakwah mencapai puluhan orang.

Pada kesempatan yang sama, Founder Gerak Bareng Comunity, Ahmad Zaki mengatakan, pemilihan Yogyakarta sebagai kota yang disinggahi oleh Tim #BeraniHijrahBaik karena daerah ini banyak masyarakat Musilm yang sudah mengaji, namun masih bertato.

“Program ini untuk menghilangkan masa lalu mereka yang buruk. Agar teman teman yg hijrah menjadi lebih percaya diri saat beribadah,” katanya.

Sedangkan Direktur IMS, Imron Faizin mengatakan program rangkaian dari beberapa kota. “Insyallah terakhir di Surabaya,” imbuhnya.

Sebenarnya, lanjut Imron, masih banyak masyarakat–baik yang sudah dan ingin hijrah–mengikuti program ini, namun mereka belum mendaftar. “Jika ditotal jumlahnya ribuan dan mereka dari beberapa daerah seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera,” katanya.

Untuk itu, program ini masih banyak membutuhkan donasi, salah satunya untuk membeli alat penghapus tato dan kelengkapannya. Tim berharap kedepannya, bisa mengadakan satu mesin penghapus tato untuk setiap wilayah seperti Bandung, Banyumas, Yogyakarta dan Surabaya.

“Semoga ada para dermawan yang tergerak hatinya kemudian ikut andil mendukung program layanan hapus tato ini,” tutup Imron berharap.

Keluarga Tepis Galang Dana untuk Ustaz Abu Bakar Ba’asyir

SOLO (Jurnalislam.com) – Abdul Rochim Ba’asyir menampik adanya penjualan kaos atas nama ayahnya, Ustaz Abu Bakar Ba’asyir pasca dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta beberapa waktu lalu.

Pasalnya, beredar pesan melalui aplikasi Whatshaap dan pamflet penggalanan dana untuk Ustaz Abu dengan cara membeli kaos yang bertuliskan Solidaritas umat untuk Ustaz Abu Bakar Ba’asyir.

“Keluarga sangat keberatan dengan upaya seperti itu. Kami pihak keluarga sangat menjaga untuk tidak meminta-minta atau menggalang dana dari umat mengatasnamakan beliau, karena jelas sikap seperti itu merendahkan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir,”kaparnya pada Jurnalislam.com Ahad (20/8/2017).

Menurut Ustaz yang karib disapa Iim, kalau umat mau membantu, seharusnya bisa didiskusikan dengan pihak keluarga terlebih dahulu agar menghindari pihak tak bertanggungjawab yang ingin memanfaatkan dana hasil penggalangan.

“Nanti tidak tau dananya dibawa ke mana. Kami keberatan dengan siapapun yang menggalang dana atas nama Ustaz Abu Bakar Ba’asyir,”imbuh Ustaz Iim. Ia pun akan menghubungi pihak yang mengaku menggalang dana, karena seperti diketahui, hanya keluarga dan penasehat hukum yang dapat bertemu dengan ustaz Abu.

“Karena kondisinya saat ini tidak mungkin bisa langsung bertemu dengan ustadz Abu, dan tidak bisa menyampaikan dana langsung ke beliau,” pungkasnya.

Irfan S Awwas: Tindakan Rezim Kepada Alfian Tanjung Mengundang Kebencian Masyarakat

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Pegiat anti komunisme ustaz Alfian Tanjung menjalani sidang dakwaan perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (16/8/2017). Dalam sidang tersebut Ustaz Alfian Tanjung terlihat datang dengan kondisi diborgol dan mengenakan baju tahanan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin (MM), Ustaz Irfan S Awwas menilai, bahwa apa yang dilakukan terhadap Ustaz Alfian Tanjung adalah sebuah tindakan diskriminasi dari Aparat penegak hukum. Ia membandingkan, dengan pernyataan Politisi Nasdem Viktor Laiskodat, yang telah melukai umat Islam, namun aparat tidak bertindak.

“Apa yang menimpa Alfian tanjung itu diskriminatif, baik penanganan, atau yang lainnya. Buktinya sekarang, Viktor Laiskodat dengan ancaman dan fitnah yang dilakukan terhadap Islam dan partai-partai lain, justru polisi bilang, bahwa anggota dewan kebal hukum, padahal menurut hukum, tidak ada yang kebal hukum di Indonesia,” katanya di Islamic Center (IC) Kartosuro, Sabtu (19/8/2017).

Ustaz Irfan S Awwas mengatakan, jika pemerintah terus melakukan ketidakadilan terhadap umat Islam, maka itu akan menjadikan rakyat semakin membenci rezim saat ini.

” Inilah yang selalu akan mengundang kebencian rakyat pada penguasa, cara-cara diskriminatif seperti ini,”paparnya.

Lebih lanjut, Ustaz Irfan mengingatkan kepada pemerintah, Bahwa kekuasaan hanyalah titipan dari Allah yang harus dijalankan dengan baik dan adil, jika tidak, maka tunggu kehancurannya.

” Dan ini tidak bisa dibiarkan, rakyat tidak akan diam, suatu ketika Allah akan menggerakan rakyat ini, untuk melawan penguasa Zholim seperti ini,”tegasnya.

Lebih lanjut, menurut Ustaz Irfan, Ustaz Alfian Tanjung punya data dan fakta untuk menepis tuduhan tersebut di pengadilan, untuk itu, ia meminta untuk bersabar dalam menghadapi ujian dari Allah tersebut.

” Karena itu Alfian Tanjung harus bersabar, sebagai pejuang anti komunis mereka tidak sendirian, umat islam bersama beliau,” pungkasnya.

Warga Solo Antusias Nontong Bareng Film ‘Toedjoeh Kata’ di Masjid MUI

SOLO(Jurnalislam.com)-Ratusan kaum muslimin Solo dan sekitarnya hadiri pemutaran film dokumenter drama ‘Toedjoeh Kata’ besutan Muhammadiyah Multimedia Kine Klub (MMKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bertempat di Masjid MUI Semanggi Surakarta, Sabtu (20/8/2017).

Film Toedjoeh Kata ini bercerita tentang penghapusan tujuh kata ‘Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya’ pada sila pertama diganti dengan ‘Ketuhanan yang Maha Esa’ dengan tokoh utama Ketua PP Muhammadiyah tahun 1945, Ki Bagus Hadikusumo.

Acara ini menghadirkan perwakilan MMKK UMY Dimas Widiarto dan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Ustaz Mas’ud Izzul Mujahid. Dalam film tersebut, diulas bahwa sudah terjadi kesepakatan seluruh pendiri bangsa tentang rumusan dasar negara yaitu Pancasila dengan sila pertama kewajiban menjalankan syariat Islam bagi umat Islam.

Namun, pada tanggal 18 Agustus 1945, terjadi peristiwa yang digambarkan dalam film sebagai raibnya tujuh kata tentang syariat dalam waktu sangat cepat melanggar kesepakatan bangsa pada rapat BPUPKI 2 bulan sebelumnya.

Dimas Widiarto mengatakan bahwa saat itu, tokoh-tokoh Islam khususnya Ki Bagus Hadikusumo dengan kebesaran jiwanya menerima hal tersebut, dengan ketentuan bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa adalah Allah, dengan konsep tauhid dan juga mereka memegang teguh janji Soekarno yang akan mengembalikan konstitusi jika kondisi negara sudah aman.

Bahkan Perdana Menteri NKRI pertama, Mohammad Natsir mengatakan bahwa menyambut 17 Agustus umat Islam mengucapkan tahmid, 18 Agustus mengucapkan istigfar dan umat Islam tidak akan pernah lupa.

Adegan yang paling monumental dalam film ini adalah saat sosok muda Muhammadiyah, Kasman singodemejo yang diminta dan dijanjikan Soekarno untuk membujuk Ki Bagus Hadikusumo yang kukuh mempertahankan gentlemen agreement.

Adegan ini menjadi sangat tragis karena sampai 30 tahun kemudian air mata Kasman selalu menetes setiap mengingat kesalahannya merelakan 7 kata itu terhapus dan membujuk Ki Bagus.

Dimas Widiarto berharap dengan adanya film ini masyarakat memahami pengorbanan besar ummat Islam untuk bangsa.”Kami berharap masyarakat paham akan pengorbanan ummat Islam,dan sudah dilakukuan seperti itu masih dianggap intoleran,” pungkasnya.

Reporter : Ridho Asfari

Gandeng Me-Dan dan ECR, JAS Jateng Gelar Aksi Bakti Sosial di Sukoharjo

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Divisi Pelayan Masyarakat (Yanmas) Jamaah Anshorusy Syariah (JAS) bekerja sama dengan Emergency and Crisis Response (ECR) dan Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-dan) menggelar Aksi Bakti Sosial di Desa Mojo, Laban, Sukoharjo, Ahad (20/8/2017).

Acara berupa pengobatan gratis dan pembagian 100 paket sembako untuk warga sekitar. Ketua RT setempat Sukirno mengapresiasi acara bakti sosial. Menurutnya, acara sosial kemasyarakatan harus selalu didukung.

“Selamat datang Jamaah Anshorusy Syariah. Kami atas nama warga berterima kasih sudah diadakan kegiatan seperti ini. Kegiatan-kegiatan positif seperti ini memang harus didukung karena sangat membantu,”katanya pada Jurnalislam.com.

Sementara itu, Ketua Yanmas JAS Jawa Tengah Abu Ummar mengatakan, dengan kegiatan sosial seperti ini, JAS ingin mendekatkan diri dan menjadi bagian umat Islam.

” Kita ingin menjadi bagian dai umat dalam memperjuangkan Islam. Dengan kegiatan kegiatan sosial seperti ini, kita berharap bisa lebih dekat dengan masyarakat, dan ini salah satu cara dakwah kita, karena dakwah tidak hanya di mimbar,”katanya.

Agus Muhajir, perwakilan dari Me-dan Solo mengaku bahwa pihaknya telah rutin mengadakan kegiatan seperti ini. Ia mengatakan bahwa selama ini sering bekerja-sama dengan elemen ormas lain guna memperat ukhwuah.

Selain pengobatan medis, ia mengaku, ingin mengenalkan pengobatan Thibunabawi kepada masyarakat. “Cara Me-Dan berdakwah dengan aksi kemanusiaan seperti ini, kita juga ikut membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah, kali ini kita bekerja-sama dengan JAS Jateng. Pengobatan kita bukan hanya medis, ada juga Thibunnabawi seperti bekam, fasdhu, ruqyah, herbal,dan lainnya,”pungkasnya.

Kepastian Hukum Belum Jelas, LUIS Sambangi Polres Klaten Kawal Kasus Kematian Siyono

KLATEN (Jurnalislam.com)- Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) mendatangi Mapolres Klaten Jalan, Diponegoro No.27, Karanganom, Klaten. Kehadiran LUIS untuk mengkonfirmasi perkembangan proses penyidikan kasus Siyono, yang dilakukan oleh Polres Klaten.

Rombongan yang terdiri dari Edi Lukito, Ibnu Nugroho dan Endro Sudarsono ini, diterima Kanit 1 Reskrim Iptu Andi dan beberapa staf di ruang Reskrim Polres Klaten.

Berdasarkan Laporan Polisi no LP/B/154/V/2016/JATENG/RES.KLT tanggal 15 Mei 2016, maka sudah 20 bulan lebih proses hukum kematian Siyono berjalan di Polres Klaten. Namun belum ada perkembangan yang berarti, Untuk itu LUIS mendesak Polres Klaten untuk segera menyelesaikan kasus ini secara hukum, dengan beberapa pertimbangan.

” Kematian Siyono tidak wajar, karena ada luka memar di bagian kaki dan patah tulang dibagikan dada yang sudah d buktikan oleh autopsi yang dilakukan oleh Komnas HAM dan Muhammadiyah,”kata Humas LUIS Endro Sudarsono pada Jurnalislam.com, Jumat (18/8/2017).

Malah, seperti diketahuo, sudah ada putusan sidang kode etik Polri bahwa ada pelanggaran SOP saat penanganan Siyono oleh Densus 88.

” Bahwa harus ada kepastian hukum untuk kasus pidana apapun dan siapapun pelakunya, termasuk kasus kematian Siyono,”tandasnya.

Gelar Perkara

Menanggapi Hal tersebut, Kanit 1 Reskrim Polres Klaten Aiptu Andi menyampaikan, bahwa Kasus Siyono masih berlanjut, dan diakui baru saja dilakukan gelar perkara dengan Polda Jateng.

Lebih lanjut LUIS berharap, agar Kasus ini segera terungkap. “Demi keadilan di masyarakat, karena sudah menyangkut hilangnya nyawa seseorang, dan menyisakan beberapa persoalan diantaranya keluarga yang ditinggalkan,”tegas Endro.

Endro melanjutkan, “Jika terdapat kesulitan dan kendala dalam mengungkap kasus kematian Siyono, kita meminta Kapolda Jateng bisa mengambil alih penanganan kasus ini guna penyidikan lebih lanjut,”pungkasnya.