Silaturahim Ormas Islam Aceh Sepakat Kawal Penerapan Syariat islam

ACEH (Jurnalislam.com)–Sebanyak 40 aktivis dari berbagai organisasi massa (ormas) Islam di Aceh menyelenggarakan silaturahim dan dialog dalam rangka memperkuat soliditas dalam membangun Aceh berlandaskan syariat Islam. Kegiatan yang berlangsung Kamis (07/06/2018) sore di Aceh ini juga dirancang dengan buka puasa bersama.

Hal tersebut dijelaskan Teuku Zulkhairi, Sekjend PW Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia Prov Aceh (Bakomubin) Aceh yang juga inisiator acara silaturahim.

Hadir dalam acara silaturahim ini Ketua KAMMI Aceh, Ketua HMI Aceh, Sekum BKPRMI Aceh, Ketua Pemuda Dewan Dakwah Aceh, serta Ketua Rabithah Thaliban (RTA) Banda Aceh.

Selain itu juga dihadiri Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT), Ketua Ikatan Siswa Kader Dakwah (ISKADA), Ketua Lembaga Dakwah Kampus (LDK) UIN Ar-Raniry, serta Presiden Mahasiswa Unsyiah.

Selain itu juga dihadiri perwakilan ormas Islam lain seperti FPI Aceh, Wahdah Islamiyah, Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD), dan sejumlah ormas Islam lainnya. Juga ikut dihadiri ketua LSM Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh.

“Para aktivis Ormas Islam selama ini meski beda organisasi namun semuanya bergerak ke arah yang sama, yaitu mewujudkan Aceh yang bersyariat. Maka di antara kita mesti terus bersilaturahim dan berdiskusi tentang capaian-capaian yang sudah diraih Aceh dan yang belum, dan mari kita terus evaluasi dan kawal agar Aceh terus bergerak menjadi prototype Syariat Islam bagi dunia,” ujar Zulkhairi dalam sambutannya dilansir Hidayatullah.com, Jumat (08/06/2018).

Presiden Mahasiswa Unsyiah, Muhammad Yasir, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya dari aktivis kampus juga senantiasa siap turun ke lapangan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Aceh dan mengawal syariat Islam.

Sementara sejumlah perwakilan ormas Islam mengatakan, perlunya Aceh terlibat di depan dalam merespons isu-isu kebangsaan. Aktivis Islam di Aceh diharapkan semakin intensif menjadikan Aceh sebagai kiblat bagi agenda mewujudkan Indonesia ke arah yang lebih baik.

Dalam pertemuan ini, juga mengemuka ide penyelenggaraan kongres umat Islam Aceh yang direncanakan dibuat setelah hari raya Idul Fitri. Kongres ini direncanakan akan menghadirkan tokoh-tokoh Islam nasional dan Aceh untuk berbicara masa depan Islam di Indonesia.*

 

Bagikan