Pasca Lebaran, Angka Inflasi Diprediksi Naik

PADANG (Jurnalislam.com) — Pimpinan daerah diminta mewaspadai lonjakan tingkat inflasi yang berpotensi terjadi setelah libur Lebaran. Alasannya, harga tiket moda transportasi dengan rute keberangkatan dari daerah asal menuju ibu kota atau kota besar lainnya diyakini akan meroket. Ujungnya, inflasi daerah akan ikut terkerek sejalan dengan tingginya pengeluaran oleh masyarakat yang akan kembali merantau.

Kepala Perwakilan BPS Sumbar Sukardi menjelaskan, mengacu pada seri data inflasi dari tahun ke tahun, Lebaran merupakan momentum lonjakan inflasi. Menurutnya hal ini merupakan hal yang ‘normal’ menyusul tingginya permintaan masyarakat dan meningkatkan konsumsi rumah tangga.

“Di Sumbar sendiri tiket pesawat cukup pengaruhi inflasi. Biasanya kalau setelah Lebaran harga meningkat, terutama dari harga tiket. Pemudik akan pulang ke ibu kota dan permintaan tiket meningkat,” kata Sukardi.

Kepala Perwakilan BI Sumbar Endy Dwi Tjahjono menilai Lebaran merupakan momentum masyarakat membelanjakan pendapatannya. Kenaikan konsumsi di daerah saat Lebaran merupakan pola tahunan yang selalu terjadi.

“Karena Lebaran kan waktunya orang konsumsi. Orang rantau pulang ke kampung kemudian memberikan uang kepada tetangga dan saudara,” ujar Endy.

Berdasarkan catatan tahun lalu, tingkat inflasi Kota Padang sejak paruh pertama 2017 ternyata bergantung pada naik turunnya tarif tiket pesawat terbang. Hal itu terbukti, naiknya tarif pesawat menyumbang laju inflasi hingga 0,1 persen pada bulan Juni 2017. Sedangkan sebulan setelahnya, saat arus balik Lebaran masih tinggi, tarif tiket pesawat menyumbang inflasi hingga 0,66 persen dengan tingkat kenaikan harga hingga 41,08 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Berlanjut pada Agustus 2017, ketika arus balik perlahan mulai surut dan harga tiket pesawat mulai turun, Kota Padang justru mengalami deflasi sebesar -0,36 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Barat Sukardi menjelaskan, peran penurunan tarif pesawat terhadap deflasi cukup tinggi yakni -3,49 persen.

BPS mencatat, harga rata-rata tiket pesawat jurusan Padang-Jakarta pada September 2017 di kisaran Rp 700 ribu-an. Angka itu turun dibanding harga rata-rata tiket pesawat pada Juli 2017 saat arus mudik yang masih bertengger di angka Rp 975 ribu-an. Angka itu didapat dari seluruh maskapai. Sementara, Garuda Indonesia mematok harga rata-rata lebih mahal dibanding maskapai lain.

 

Kebijakan THR Presiden Dinilai Dapat Merugikan Keuangan Negara

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Pengamat Otonomi Daerah, Siti Zuhro, mengatakan sebaiknya pemerintah tidak membuat kebijakan tunjangan hari raya (THR) yang berpotensi merugikan keuangan negara. Kebijakan THR kepada ASN saat ini dinilai belum mempertimbangkan secara matang keuntungan dan kerugiannya.

“Sebaiknya suatu kebijakan itu mempertimbangkan secara mendalam dampaknya, baik positif maupun negatif sehingga tidak menimbulkan resistensi dan polemik di masyarakat. Kebijakan yang keliru akan merugikan apalagi terkait penggunaan uang negara,” ujar Siti dilansir Republika.co.id, Kamis (7/6) malam.

Menurut Siti, akan menjadi masalah jika anggaran tak terduga yang ada di daerah sudah habis terpakai untuk berbagai kebutuhan. Jika demikian, dana yang dimiliki daerah tidak cukup untuk membayar ASN.

Terlebih, jika di daerah itu memiliki banyak tenaga honorer. “Saya khawatir sekali dengan kebijakan THR dan gaji ke-13 ini. Selain diperuntukkan bagi 4,5 juta PNS, juga diberikan kepada pegawai honorer. Sementara itu, tunjangan kinerja di daerah rata-rata lumayan besar,” ungkap Siti.

Sebelumnya pemerintah pusat mengintruksikan penyediaan THR dan gaji ke-13 yang meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan dan tunjangan kinerja.

“Tahun politik dan pemilu semestinya kebijakan pemerintah lebih terukur dan tidak menimbulkan kontroversi. Karena hal ini bisa ditarik-tarik kepada kepentingan politik,” tegasnya.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo telah mengeluarkan surat edaran berisi pemberian THR dan gaji ke-13 diambil dari APBD. Menurut dia, banyak daerah yang setuju akan isi surat edaran tersebut.

Namun, kenyataannya pernyataan Tjahjo ini bertolak belakang dengan fakta di masyarakat. Salah satunya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang keberatan THR dan gaji 13 PNS diambil dari APBD.

Risma menilai, pembayaran THR PNS daerah menggunakan APBD cukup membebani. Sebab, jumlah THR yang harus dibayar tidaklah kecil. “Kalau besar kan ya, bebani (APBD), berat ya. Masa pakai APBD,” kata Risma.

Sementara itu, anggota DPR daerah pemilihan Papua, Sulaeman Hamzah, menyarankan pemerintah daerah (pemda) di Papua untuk tidak memaksa mengalokasikan dana THR dan gaji ke-13 untuk para ASN dan tenaga honorer. Sebab, menurut dia, pemda-pemda di Papua mengandalkan APBN sebagai sumber anggaran selama ini.

“Daerah-daerah di Papua itu lebih parah lagi. Daerah-daerah yang normal saja, yang mungkin punya APBD cukup saja, itu bisa menyalahi, apalagi daerah yang punya ketergantungan dengan APBN,” kata dia dilansir Republika.co.id, Selasa (5/6).

 

Akhir 2018, BMT Beringharjo Targetkan Aset Mencapai Rp 196 Miliar

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Koperasi syariah Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Beringharjo menargetkan memiliki aset senilai Rp 196 miliar sampai akhir tahun 2018. Sampai dengan awal Juni 2018, aset BMT Beringharjo telah mencapai Rp 165 miliar.

Direktur Utama BMT Beringharjo, Rury Febrianto, mengatakan, pertumbuhan aset BMT Beringharjo cukup signifikan. Per 31 Maret 2018 aset BMT Beringharjo sekitar Rp 153 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp 165 miliar pada awal Juni 2018.

“Itu menyebabkan BMT Beringharjo masih belum perlu akses terhadap lembaga keuangan bank,” kata Rury dilansir Republika, Kamis (7/6).

Dari sisi penyaluran pembiayaan sampai awal Juni 2018 tercatat mencapai Rp 163 miliar dari sebelumnya Rp 153 miliar per 31 Maret 2018. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada anggota BMT Beringharjo yang saat ini jumlahnya mencapai 12 ribu anggota. Anggota tersebut tersebar di 19 kantor cabang BMT Beringharjo.

BMT Beringharjo selama ini menyasar segmen mikro. Sebanyak 90 persen porsi pembiayaan yang disalurkan nilainya di kisaran nol rupiah sampai Rp 50 juta. Tetapi secara outstanding nominal, pembiayaan antara nol rupiah sampai 50 juta sekitar 50 persen, dan di atas Rp 50 juta juga 50 persen.

“Penerima manfaat kami 90 persen sangat banyak antara nol sampai Rp 50 juta. Target outstanding kami sampai akhir tahun 2018 sekitar Rp 190 miliar,” terang Rury.

Dari pembiayaan yang disalurkan, paling banyak menggunakam akad musyarakah sekitar 55 persen. Kemudian sisanya 45 persen menggunakad akad ijarah dan murabahah (jual beli).

Akad musyarakah menggunakan bagi hasil (nisbah) sekitar 30 persen dan 70 persen atau 40 persen dan 60 persen. Sedangkan akad murabahah jika marginnya dilakukan penyesuaian sekitar 12 persen per tahun. Rury menargetkan perolehan laba sampai akhir tahun 2018 sebesar 0,2 persen dari outstanding.

Untuk merealisasikan target tersebut, tahun ini BMT Beringharjo melakukan ekspansi penambahan kantor minimal 2 kantor, antara lain di Garut dan Tasikmalaya. Ekspansi tersebut satu jalur dengan kantor cabang Bandung yang diresmikan tahun lalu.

Kantor cabang di Garut telah diresmikan pada awal Ramadhan ini. Sedangkan kantor cabang di Tasikmalaya ditargetkan dibuka pada Agustus 2018.

“Kami harapkan dengan ekspansi tersebut jumlah anggota kami bisa mencapai sekitar 20 ribu anggota sampai akhir tahun,” ucapnya.

Target lainnya, tahun ini BMT Beringharjo berencana mengembangkan jaringan teknologi informasi (IT) untuk mendukung transaksi anggota-anggitanya. Pengembangan IT misalnya aplikasi marketing mobile dan aplikasi kartu anggota yang diberi nama Beringharjo Kagem (Kartu Anggota Gede Manfaat). Anggota yang telah memiliki kartu Kagem nantinya bisa mengunduh aplikasi Kocekku untuk melakukan transaksi-transaksi.

Beberapa keuntungan anggota dengan menggunakan aplikasi tersebut antara lain, transaksi dilakukan non tunai, dana bisa langsung ditransfer sesama anggota. Kemudian bisa melakukan pembayaran listrik, pulsa, air dan lain-lain.

Selain itu, anggota bisa sekaligus mengontrol saldo seperti SMS banking, bisa melihat jumlah saldo, dan laporan transaksi. Anggota juga bisa mendapat fasilitas potongan harga di merchant tertentu, misalnya toko baju atau supermarket.

Saat ini sudah ada empat merchant yanh bekerja sama dengan BMT Beringharjo. Investasi jaringan IT tersebut membutuhkan dana sekitar Rp 1 miliar. Model investasi dilakukan jangka panjang diambil dari biaya per bulan para anggota sebesar seribu rupiah.

“InsyaAllah aplikasi ini kami luncurkan bulan Juli atau Agustus. Pengennya 11 ribu anggota ambil aplikasi semua,” ungkapnya.

Sementara itu, pendiri BMT Beringharjo, Mursida Rambe, menyatakan, kinerja BMT Beringharjo pada awal tahun ini hampir mencapai target yang ditetapkan sampai akhir tahun. Posisi aset telah meningkat menjadi Rp 165 miliar sampai awal Juni 2018.

Karenanya, BMT Beringharjo tidak lagi mengandalkan pinjaman pihak ketiga yang biasanya berasal dari bank sebesar Rp 10 miliar. Sebab, jumlah simpanan anggota dinilai cukup untuk menambah likuiditas.

“Simpanan meningkat dan anggota meningkat. Kami ajari orang agar tidak konsumtif,” ujar Mursida saat berkunjung ke kantor Republika, Kamis.

 

Muhammadiyah : Jangan Vonis Masjid Radikal atau Tidak

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti menanggapi informasi adanya masjid-masjid di DKI Jakarta yang menjadi tempat penyebaran paham radikal. Ia mengatakan, data soal masjid-masjid di DKI yang dianggap radikal itu sebaiknya tidak dibeberkan. Dalam hal ini, ia menekankan pemerintah untuk melakukan langkah yang cepat dan bijaksana.

Ia meminta agar pemerintah menyelesaikan masalah dengan musyawarah dan tidak hanya dengan menggunakan pendekatan kekuasaan. “Jangan memvonis suatu masjid radikal atau tidak. Gubernur bisa langsung mengundang silaturahim atau dialog tertutup tentang pentingnya menjaga kerukunan sebagai tugas dan tanggung jawab bersama,” kata Mu’ti saat dilansir Republika.co.id, Kamis (7/6).

Mu’ti menuturkan, sampai saat ini tidak ada definisi yang baku tentang radikal dan radikalisme. Akan tetapi, jika dikaitkan dengan agama, radikal memiliki beberapa karakteristik. Pertama, jika memahami teks agama secara tekstual dan atomistik. Hal itu jika teks agama dipahami sebagaimana bunyi teksnya dengan tidak melihat konteks dan hubungannya dengan ayat yang lainnya.

Misalnya, ayat yang berbunyi: “Dan perangilah orang-orang kafir itu di mana saja mereka berada sampai hilang fitnah dalam kehidupan.” Jika ayat tersebut dimaknai secara tekstual, yang terjadi adalah pembunuhan dan kekerasan.

Padahal, kata Mu’ti, ayat itu berkaitan dengan konteks dalam peperangan. Dalam situasi perang, tidak boleh mundur atau menyerah sebelum bertempur, walaupun risikonya dalam peperangan itu seseorang terpaksa membunuh musuh.

Kedua, menganggap bahwa dalam beragama hanya ada satu pendapat yang benar dan yang lainnya semua salah. Ketiga, pandangan bahwa pendapat orang lain yang dianggap salah (batil) itu harus dijauhkan, dihapuskan, atau diubah dengan segala macam cara, termasuk dengan kekerasan.

Akibat dari hal tersebut, kelompok radikal bersikap intoleran dan ekslusif terhadap orang atau kelompok lain yang berbeda. Keempat, menolak eksistensi negara-bangsa dan menentang hukum yang berlaku karena dianggap buatan manusia. “Jika Alquran dan sunah dipahami secara utuh, tidak akan terjadi radikalisme,” katanya melanjutkan.

Misalnya, soal tidak boleh memilih pemimpin kafir. Mu’ti mengatakan, Alquran mengingatkan agar dalam memilih pemimpin yang diutamakan adalah mereka yang memiliki kapasitas, integritas, dan moralitas. Hal itu, menurut dia, penekanannya terletak pada perilaku, bukan pada agama. Akan tetapi, karena yang dibaca hanya ayat-ayat tertentu, soal kemampuan dalam kepemimpinan diabaikan. Walaupun tidak memilih, ia mengimbau hal itu bukan berarti tidak boleh bergaul dengan mereka yang kafir, apalagi sampai menyakiti atau membunuh.

“Silakan jika tidak mau memilih, tetapi jangan mencaci-maki, membenci, apalagi menyakiti. Manusia hendaknya saling menolong dengan siapa pun. Ini perintah Alquran. Sayang sekali ayat-ayat tentang kelembutan dan kasih sayang jarang sekali disampaikan dibandingkan dengan ayat-ayat tentang kekerasan dan permusuhan,” ujarnya.

Dalam hal tindakan radikal, ia mengatakan bahwa siapa pun yang melanggar hukum harus ditindak secara hukum. Menurut dia, pemerintah dalam hal ini tidak boleh pandang bulu karena agama, partai, atau suku. Ia menegaskan bahwa tidak ada ajaran agama Islam yang mengajarkan kebencian. “Jadi tidak, ada tempat bagi radikalisme dalam beragama,” katanya.

Sebelumnya pada pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan para cendekiawan Muslim di Istana Negara, Senin (4/6) lalu, cendekiawan Muslim Azyumardi Azra menyampaikan, terdapat sekitar 40 masjid di wilayah DKI yang memberikan ceramah mendekati radikalisme. Menurut dia, penceramah di dalamnya justru mengajarkan paham radikal dan intoleran.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno juga menyebut ada puluhan masjid di Ibu Kota yang menjadi tempat penyebaran paham radikal. Ia mengatakan, data tentang masjid-masjid tersebut terdapat di Biro Dikmental dan BAZIS DKI.

 

Lagi, Muslimah Bercadar Bagikan 800 Paket Berbuka di Pasar Tanggul Solo

SOLO (Jurnalislam.com) – Ada pemandangan yang berbeda di depan Pasar Tanggul, Kampung Sewu Surakarta pada Selasa, (5/6/2018) sore. Tepatnya di jalan Tanggul, nampak puluhan pria bercelana cingkrang dan perempuan mengunakan cadar yang membawa bungkusan di kantong plastik berwarna hitam.

Ternyata mereka adalah para wanita yang tergabung dalam Komunitas Muslimah Soloraya (KMS) yang mengadakan kegiatan ‘Gerakan Akhwat Bercadar Bagi Takjil’. Dalam aksi kali ini, mereka membagikan sekitar 800 makanan kepada masyarakat yang melewati jalan Tanggul Surakarta.

Korlap aksi ustazah Dewi Purnamawati menjelaskan, bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan sosialisasi dari KMS terhadap masyarakat Surakarta bahwa pakaian Syari bukan lambang dan identik dengan teroris.

Gerakan Akhwat Bercadar Solo Bagikan Takjil Gratis

“Berangkat dari teror bom di Surabaya kemudian orang berkonotasi bahwa suami yang memakai celana cingkrang istrinya pakai cadar maka itu teroris, maka sebagai kepedulian kami dan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat familiar dengan yang kami kenakan bahwa inilah busana yang Syari,” katanya kepada Jurnalislam.com di sela-sela aksi.

“Kami mimpi Solo ini muslimahnya mengunakan busana syari, itu yang kami lakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” imbuh ustadzah Dewi.

Ustazah Dewi juga menjelaskan bahwa aksi semacam ini aksi terus dilakukan, selain membagikan takjil, KMS juga akan rutin untuk membagikan busana muslim Syari kepada muslimah yang ada di Soloraya.

“InsyaAllah secara berkala kami akan bagikan makanan, busana muslim, jilbab, gamis dan kaos kaki kepada masyarakat,” tandasnya

Pushami Sambangi DPR, Lapor Kasus Densus Tangkap Ketua RT di Jatim

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Keluarga Ir Imam Bahri mendatangi gedung DPR RI Senayan dengan didampingi oleh Tim Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI) guna bertemu dengan Ketua Pansus UU Terorisme yang juga anggota DPR dari Partai Gerindra, Raden Muhammad Syafii.

Kedatangan keluarga korban beserta Tim Pushami pada pukul 11.00 WIB siang itu adalah terkait penangkapan Imam Bahri.

Seperti yang sudah diketahui, bahwa Imam Bahri (IB) adalah seorang Ketua RT dan DKM Masjid asal Wisma Tropodo, Waru, Sidoarjo Jatim. Ia ditangkap Densus 88 hingga kini tak diketahui bagaimana nasibnya.

Menurut Aziz Yanuar dari Tim Pushami mengatakan bahwa Pushami diterima oleh Romo Syafii di ruang kerjanya, yakni di ruang 2112 fraksi Gerinda DPR RI.

“Pushami membawa dua klien. Yakni istri dari pak Imam Bahri sendiri yang ditangkap Densus 88 pada 29 mei 2018 lalu di Surabaya yang berinisial ST dan juga Ridho, kordinator yang dituduh diduga akan menyerang mako brimob menurut beberapa berita di media massa, tergabung dalam kelompok Tasik,” ujar Aziz, Selasa (5/6) dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com.

Romo Syafii kemudian menghubungi Kepala BNPT Suhardi Alius dan menceritakan Kronologi singkat dari versi para klien dan dari Pushami sendiri yang juga menyampaikan informasi yang ada.

“Kemudian Kepala BNPT mengirim Direktur Penindakan, Brigjen Thoriq yang didampingi Kasubditnya bernama Kombes Alex dan satu staffnya,” kata Aziz.

Pushami dalam pertemuan itu dibantu untuk difasilitasi oleh Romo Syafii untuk menyampaikan bahwa tidak adanya surat penahanan dan penggeledahan dan meminta proses advokasi untuk tidak dihalangi atau dipersulit pasca 7×24 jam serta tidak ada pemeriksaan model “guantanamo” yang berisi kekerasan dan intimidasi fisik yang diterima.

Kemudian Brigjen Thoriq menyampaikan bahwa IB masih ada ditahanan Polda Jatim, beliau sendiri akan mengecek laporan dari Pushami ke Densus 88 Jatim dan menerima kronologi versi keluarga serta Pushami. Dalam pertemuan itu dari Pushami dan Kepala Penindakan BNPT sempat berdiskusi terkait beberapa tindakan represif Densus 88 yang lalu.

“Serta untuk tidak lagi terjadi ke depannya serta sepakat berkoordinasi untuk dua kasus ini dan mengedepankan praduga tak bersalah serta ke depannya akan saling koordinasi jika ada masalah dalam penanganan terkait pemberantasan terorisme ini,” pungkasnya.

Sinergi Foundation Ajak Masyarakat Sisihkan THR untuk Petani Dhuafa

BANDUNG (Jurnalislam.com)–Presiden Joko Widodo telah menandatangani peraturan pemerintah (PP) yang menetapkan pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 kepada pegawai negeri sipil (PNS), prajurit TNI, anggota Polri, dan pensiunan aparatur sipil negara (ASN).

Di tengah kegembiraan para ASN mulai dari Presiden, menteri, pejabat dan staf menda[pat THR, Lembaga filantropi yang concern terhadap isu ketahanan pangan, Sinergi Foundation mengajak segenap elemen masyarakat agar juga mengingat nasib para petani di hari raya.

“Kami mengajak masyarakat yang kini bergembira mendapat THR, jangan sampai lupa bahwa ada saudara kita, khususnya para petani dhuafa yang mungkin belum tentu bisa menikmati THR seperti kita, maka sisihkanlah sebagian THR kita untuk mereka,” kata CEO Sinergi Foundation Ima Rachmalia di Bandung dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com.

Ia bersyukur, program THR untuk Petani Dhuafa yang digulirkan Sinergi Foundation di Lumbung Desa sudah rutin berjalan sehingga para petani dhuafa di desa-desa pun turut merasakan kegembiraan mendapat THR.

Beberapa paket sembako hingga baju koko, peci, dan perlengkapan shalat dibagikan setiap tahunnya kepada petani. Untuk tahun ini, Sinergi Foundation berencana memberikan THR berupa traktor untuk menambah produktivitas petani.

“Kami memiliki ratusan mitra petani di Lumbung Desa. Insya Allah, traktor akan menjadi THR untuk kelompok tani dan meningkatkan produktivitas pertanian,” tambah Ima.

Tahun 2016, THR Petani digulirkan di Cigalontang Tasikmalaya dan melibatkan 130 mitra petani Lumbung Desa. Program ini berlanjut pada tahun 2017 dengan melibatkan 65 petani dhuafa mitra Lumbung Desa di Desa Kiara Sari Kecamatan Compreng.

“Insya Allah tahun ini kita terintegrasi dengan Desa Ramadhan yang ada di 20 titik seluruh Indonesia. Traktor THR untuk petani diharapkan akan terus membantu perekonomian petani kita, di tengah kini adanya gempuran beras impor,” pungkasnya.

Menurut Ima, jika masyarakat ingin membantu menyisihkan THR untuk para petani, caranya sangat mudah. Cukup klik: http://www.sinergifoundation.org/campaigns/traktor-desa-ramadhan/

Atau jika ingin membatu paket sembako lebaran, cukup berdonasi dengan klik : http://www.sinergifoundation.org/campaigns/berbagi-sembako-lebaran/

Program THR untuk Petani digawangi oleh Lumbung Desa (LD) merupakan program ketahanan pangan dalam bentuk gerakan pembentukan usaha produktif yang berbasis kepada potensi lokal pedesaan, seperti: sawah, kebun, ternak maupun home industri.

Inti Lumbung Desa adalah mengembalikan desa kepada khitahnya: Desa sebagai sumber pangan Indonesia.Mengangkat harkat dan martabat desa, khususnya para petani. Dampak luasnya, menciptakan kedaulatan pangan di negeri tercinta.

Forum Me-DAN Bima Distribusikan Paket Sembako Ramadhan

BIMA (Jurnalislam.com)–Forum medis dan aksi kemanusiaan (Me-DAN) cabang kota Bima mendistribusikan paket sembako untuk bulan ramadhan.

Paket sembako sebanyak 20 paket diserahkan oleh Forum Me-DAN pada (5/6/2018) untuk warga masyarakat kelurahan Sarae, Rasana’e barat-kota Bima.

Ketua Forum Me-DAN Kota Bima Mukhlas mengatakan bantuan paket sembako ini merupakan bantuan rutin untuk masyarakat yang kurang mampu.

Forum Me-DAN Mojokerto Gelar Program Ramadhan Indahnya Berbagi

Alhamdulillah, sebanyak 20 paket sembako bisa kami distribusikan pada bulan ramadhan ini, semoga menjadi keberkahan tersendiri bagi warga yang menerimanya,” kata Mukhlas.

Menurutnya, Forum Me-DAN akan terus berupaya berbagi dengan masyarakat, apalagi sekarang bulan ramadhan, dimana kebutuhan masyarakat lebih banyak dibanding pada hari biasa.

Ramadhan, Lembaga Kemanusiaan Forum Me-DAN NTB Kembali Gelar Baksos

Karena ini adalah merupakan program rutin, maka ke depan program ini akan terus diagendakan Forum Me-DAN.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang sudah mau menginfakkan hartanya untuk membantu saudara kita yang sedang membutuhkan,” pungkasnya.

 

Ketika Siswa SMP Muhammadiyah Kottabarat Berbagi Kebahagiaan Ramadhan

SURAKARTA (Jurnalislam.com)–SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta ajak 150 siswa kelas 7 dan 8 untuk menggapai kemuliaan di bulan Ramadhan 1439 H dengan mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali pada Selasa hingga Rabu (5-6/6/2018).

Widi Kusumajati selaku ketua pelaksana kegiatan pesantren Ramadhan 1439 H mengatakan bahwa diadakannya kegiatan pesantren ini untuk memberikan pemahaman kepada para siswa akan arti Ramadhan sebagai bulan kemuliaan.

“Melalui kegiatan pesantren ini kita ingin memberikan edukasi kepada para siswa agar bersemangat meraih kemuliaan di bulan yang penuh kemuliaan ini dengan hal-hal yang positif,” ungkapnya kepada media di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan terdapat program-program dalam pesantren ini yang mengarahkan para siswa untuk menggapai kemuliaan. Para siswa mengikuti upacara pembukaan pesantren Ramadhan oleh Kepala Sekolah, Muhdiyatmoko, M.Pd.

Kegiatan dilanjutkan dengan perlombaan Lomba Cerdas Cermat Al Qur’an (CCQ) dan Kaligrafi.

Setelah sholat dhuhur berjamaah, para siswa mengikuti kegiatan perlombaan seperti pidato, hafalan Al-Qur’an, Tilawah Al-Qur’an, Adzan, dan membuat bros jilbab bagi siswa putri. Kemudian menjelang berbuka para siswa melakukan kegiatan tadarus Al-Qur’an secara berkelompok.

Untuk memberikan pemahaman kepada para siswa tentang keremajaan maka pada malam hari setelah sholat isya dan tarawih diadakan kegiatan tausiyah yang diisi oleh Ustadz Nurdin.

Menurutnya, kegiatan pesantren Ramadhan ini merupakan rangkaian dari kegiatan sebelumnya yang sudah diikuti para siswa seperti pengumpulan dan pembagian bakti sosial.

Pembagian barang-barang Bakti sosial yang berwujud Sembako seperti minyak goreng, gula pasir, dan mie instan dilaksanakan pada Senin (4/6/2018).

Barang-barang tersebut dikumpulkan oleh para siswa sejak dua minggu sebelumnya ke sekolah. Terdapat 90 paket sembako yang terkumpul dan dibagikan para siswa kepada warga masyarakat sekitar sekolah yang membutuhkan yakni RT 01,02,03,04 daerah Banyuanyar. Siswa membagikan langsung ke rumah warga masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah telah terkumpul 90 paket sembako kemarin dan sudah dibagikan oleh para siswa kepada warga sekitar sekolah. Respon masyarakat dengan adanya pembagian sembako ini sangat senang dan mereka mendoakan agar siswa dan sekolah tambah berkah dan sukses,” terangnya.

Aryanto selaku Humas SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menyambut gembira dan mendukung sepenuhnya program-program kegiatan dalam bulan Ramadhan 1439 H kali ini.

Ia berharap generasi Qur’ani yang senantiasa cinta Al Qur’an dan generasi Ulul Albab sebagaimana yang menjadi visi sekolah bisa terwujud.

“Harapan kami setelah para siswa mengikuti rangkaian kegiatan sekolah di bulan Ramadhan ini, para siswa menjadi rajin sholat, rajin beribadah, dan berakhlakul Karimah,” tandasnya.

Habib Rizieq Minta Percepat Deklarasi Koalisi Keumatan

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) mengapresiasi hasil Rakornas Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Cibubur yang diantaranya merekomendasikan lima nama Capres dan sembilan Cawapres.

Hal itu diungkapkan Ketua PA 212, Slamet Maarif dalam jumpa pers yang menyampaikan hasil pertemuan PA 212 dengan HRS di Kota Mekah, Arab Saudi pada pekan lalu.

“HRS menerima lima rekomendasi sebagai Capres dan mengapresiasinya,” kata Slamet di kantornya, Jl. Condet Raya, Jakarta Timur, Selasa (5/6/2018).

Ia juga menuturkan HRS hanya tersenyum ketika pihaknya menyampaikan hasil Rakornas PA 212 yang salah satunya akan memperjuangkan HRS sebagai Capres 2019. Intinya, kata Slamet, HRS menekankan pada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais untuk mempercepat deklarasi koalisi keumatan dimana juga termasuk PKS dan PBB.

Setelah koalisi keumatan terbentuk, HRS menyarankan kelima nama Capres dan sembilan Cawapres bisa memaparkan visi misinya pada acara ijtima ulama. Nantinya, nama-nama tersebut mempunyai bobot, hak dan kesempatan yang sama untuk memberikan visi misi di depan para ulama dalam ijtima yang rencananya dilakukan di bulan Juli.

“Setelah digodok di ijtima ulama, siapa yang muncul calonnya, itu yang akan didukung oleh HRS dan oleh koalisi tersebut,” jelas Slamet.

Lebih lanjut, ia kembali menekankan bahwa HRS akan mendukung Capres-Cawapres setelah terbentuknya koalisi keumatan dan ditentukan melalui hasil ijtima ulama.

“Tapi sebaliknya, kalau ternyata koalisi itu bubar, tidak terbentuk, apalagi tidak ada ijtima ulama, maka HRS akan mencabut dukungannya, melepaskan diri dari dukungan pencapresan tersebut,” pungkas dia.