Selasa, 8 Ramadhan 1447 / 24 Februari 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Penulis: Deddy Purwanto

Selama 2 Dekade, Baru Ini India Hentikan Serangan pada Muslim Kashmir karena Ramadhan

17 Mei 2018 09:43:42
Selama 2 Dekade, Baru Ini India Hentikan Serangan pada Muslim Kashmir karena Ramadhan

KASHMIR (Jurnalislam.com) – India akan menangguhkan semua operasi militer terhadap pejuang Muslim di Kashmir selama bulan suci Ramadhan untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade.

Langkah tersebut, yang datang setelah berbulan-bulan pertempuran sengit di wilayah Himalaya yang disengketakan, akan “membantu Muslim yang cinta damai dalam menjalani Ramzan [Ramadhan] di lingkungan yang damai,” kata kementerian dalam negeri India dalam serangkaian tweet pada hari Rabu (15/05/2018).

Namun, pasukan militer India, yang berjumlah sekitar 500.000 di Kashmir, “berhak untuk membalas jika diserang,” kementerian itu menambahkan, lansir Aljazeera.

Mehbooba Mufti, kepala menteri pemerintah Kashmir, mengatakan pada hari Rabu bahwa dia berharap keputusan India “akan menciptakan lingkungan yang aman dan damai untuk dialog berkelanjutan.”

Tidak ada tanggapan langsung dari kelompok pejuang muslim Kashmir.

Bentrokan Meningkat di Kashmir Setelah Bocah Muslim Tewas Diperkosa 4 Hari di Kuil Hindu

Langkah itu menandai gencatan senjata pertama untuk Ramadhan sejak pihak berwenang India dan Hizbul Mujahideen, kelompok pejuang muslim Kashmir terbesar, sempat berhenti bertempur pada tahun 2000.

India dan Pakistan sama-sama mengklaim wilayah Himalaya Kashmir, yang telah dibagi oleh Garis Kontrol (LoC-Line of Control) antara dua Negara berkekuatan nuklir tersebut sejak tahun 1947.

Sentimen anti-India meningkat di antara mayoritas penduduk Muslim Kashmir, mayoritas di antaranya menginginkan agar wilayah yang dikelola India menjadi independen atau bergabung dengan Pakistan.

Permusuhan telah berkobar antara pasukan militer India dan kelompok pejuang muslim Kashmir di Kashmir yang dijajah India selama beberapa bulan terakhir.

Lebih dari 270 pejuang muslim Kashmir telah tewas dalam operasi yang dipimpin oleh tentara India sejak tahun lalu, kata para pejabat.

6 Tentaranya Tewas oleh Mujahidin Kashmir, India Justru Ancam Pakistan

Awal bulan ini, pasukan militer India menewaskan lima warga sipil dan lima pejuang muslim Kashmir selama pertempuran senjata dekat kota Srinagar di Kashmir yang dikelola India.

Protes luas berlangsung di seluruh wilayah menyusul kematian empat warga sipil dan seorang tentara India dalam baku tembak di distrik Kulgam, hampir 100 km sebelah selatan dari Srinagar, sebulan yang lalu.

Puluhan ribu orang tewas dalam konflik puluhan tahun di sana.

Kategori : Internasional

Tags : india Muslim Kashmir

Armada Perang Turki Dirikan 12 Titik Pengamatan di Idlib

17 Mei 2018 09:29:31
Armada Perang Turki Dirikan 12 Titik Pengamatan di Idlib

IDLIB (Jurnalislam.com) – Tentara Turki telah mendirikan titik pengamatan ke-12 di provinsi Idlib barat laut Suriah, militer mengumumkan pada hari Rabu (16/05/2018).

Dalam akun Twitter resminya, Angkatan Bersenjata Turki mengatakan: “Observation Point No. 11, yang merupakan zona ke-12 di Idlib, telah ditetapkan.”

Berdasarkan perjanjian Astana, pasukan Turki hadir di 12 poin dari utara Idlib ke selatan.

Armada Perang Turki Dirikan Titik Pengamatan di Idlib

Idlib, yang terletak di Suriah barat laut di perbatasan Turki, telah menghadapi serangan intens oleh rezim Bashar al-Assad setelah perang yang ganas pecah pada tahun 2011.

Sejak Maret 2015, Idlib tidak lagi berada di bawah kendali rezim Syiah Nushairiyah Assad dan telah dikuasai oleh faksi-faksi jihad dan kelompok oposisi.

Perundingan perdamaian Astana diluncurkan pada 23-24 Januari 2017, dengan tujuan mengakhiri kekerasan dan memperbaiki situasi kemanusiaan di Suriah yang dilanda perang.

Analisis: Turki Perhitungkan Kekuatan Hayat Tahrir al Sham di Idlib

Kategori : Internasional

Tags : Idlib Konflik Suriah turki

Erdogan Ajak Jokowi Bahas Pembantaian di Gaza pada Sambungan Telepon

17 Mei 2018 09:19:42
Erdogan Ajak Jokowi Bahas Pembantaian di Gaza pada Sambungan Telepon

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki pada hari Rabu (16/05/2018) melakukan serangkaian pembicaraan telepon dengan banyak para pemimpin negara untuk membahas perkembangan terakhir di sepanjang perbatasan Gaza.

Recep Tayyip Erdogan mendesak negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam-OKI (Organization of Islamic Cooperation-OIC) untuk mengambil “sikap lazim” atas pembantaian warga Gaza dalam percakapan telepon dengan Presiden Indonesia Joko Widodo, pemimpin Qatar Amir Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, dan Presiden Sudan Omar al-Bashir, lansir Anadolu Agency.

Seruan telepon Erdogan dilakukan setelah sedikitnya 62 warga Palestina gugur dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan lintas-perbatasan oleh pasukan penjajah Israel pada hari Senin (14/5/2018).

Erdogan: Kami Tidak Akan Pernah Akui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

Para pemimpin juga membahas pertemuan luar biasa OKI di Istanbul pada Jumat ini di tengah meningkatnya ketegangan di Palestina dan relokasi Washington atas kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Erdogan mengatakan komunitas internasional harus berbicara demi penderitaan rakyat Palestina dan menyerukan kelompok untuk mengambil sikap tegas dan lazim.

Kemudian pada hari Rabu, dalam panggilan telepon, Erdogan dan Kanselir Jerman Angela Merkel setuju bahwa situasi di Gaza saat ini membahayakan solusi yang sedang diupayakan.

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha al quds Erdogan palestina turki yerusalem

Bantai Warga Gaza, Liga Arab Desak ICC Seret Petinggi Israel ke Pengadilan Internasional

16 Mei 2018 10:29:23
Bantai Warga Gaza, Liga Arab Desak ICC Seret Petinggi Israel ke Pengadilan Internasional

RIYADH (Jurnalislam.com) – Komite Permanen Liga Arab pada Hak Asasi Manusia pada hari Selasa (15/05/2018) menyerukan kepada jaksa Pengadilan Pidana Internasional (the International Criminal Court) untuk segera menyelidiki “kejahatan penjajah Israel” terhadap warga Palestina.

“Israel adalah entitas yang menindas dan membunuh dan para politisi serta perwiranya harus dibawa ke Pengadilan Pidana Internasional,” kata Amjad Shamout, ketua komite, dalam sebuah pernyataan.

Shamout merujuk pada pembunuhan puluhan orang Palestina oleh pasukan Israel selama bentrokan dan protes pada hari Senin atas pembukaan kedutaan AS di Yerusalem yang sangat kontroversial.

Kepala jaksa ICC, Fatou Bensouda, mengatakan pada hari Selasa bahwa dia akan “mengambil tindakan apa pun” untuk mengadili kejahatan.

Erdogan: Kami Tidak Akan Pernah Akui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

“Staf saya dengan waspada mengikuti perkembangan di lapangan dan merekam setiap dugaan kejahatan yang bisa masuk ke dalam yurisdiksi pengadilan,” katanya dalam sebuah pernyataan kepada AFP, seraya menambahkan: “Kekerasan harus dihentikan.”

Pemimpin Liga Arab Ahmed Abul Gheit mengutuk “pembantaian” warga Palestina, yang katanya adalah “kejahatan perang”.

Dalam sebuah pernyataan, dia meminta komunitas internasional untuk “melindungi rakyat Palestina, yang telah memilih jalan perjuangan damai dan telah dihadapkan dengan kebrutalan, kekerasan dan pembunuhan.”

Liga Arab akan mengadakan pembicaraan darurat hari Rabu untuk membahas apa yang disebut relokasi kedutaan “ilegal” ke kota yang disengketakan.

Status Yerusalem mungkin adalah masalah paling sulit dalam konflik Israel-Palestina.

Israel mengklaim seluruh kota sebagai ibukotanya, sementara Palestina melihat Jerusalem timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Kategori : Internasional

Tags : liga arab palestina yerusalem

Serangan dari Segala Arah Taliban Bungkam Pasukan Bentukan AS-NATO di Kota Farah

16 Mei 2018 08:30:24
Serangan dari Segala Arah Taliban Bungkam Pasukan Bentukan AS-NATO di Kota Farah

FARAH (Jurnalislam.com) – Para pejuang Imarah Islam Afghanistan (Taliban) menyerang kota Farah di Afghanistan barat dari berbagai arah dalam pertempuran yang sedang berlangsung untuk merebut ibukota provinsi tersebut.

Penyerang menyerbu beberapa pos pemeriksaan militer di kota itu, dan pertempuran sengit masih berlangsung pada hari Selasa (15/5/2018), kata pejabat provinsi Fared Bakhtawer. Dia mengatakan korban jiwa tinggi tetapi tidak bisa memberikan angka yang tepat, Aljazeera melaporkan.

“Pos-pos pemeriksaan militer di sekitar kota telah runtuh ke tangan Taliban, menyebabkan korban besar di antara pasukan militer Afghanistan,” kata Bakhtawer.

NATO mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jet tempur pembom A-10 sedang mengitari Farah.

Target Utama AS dan NATO, Taliban Umumkan Operasi Musim Semi Baru

Farah berbatasan dengan provinsi Helmand di mana Taliban menguasai beberapa distrik.

Samihullah Samim, seorang legislator dari Farah, mengatakan bagian kota berada di bawah kendali Taliban, dengan pertempuran sengit terjadi hanya 300 meter dari kediaman gubernur.

Jika Taliban mendapatkan pijakan, maka pejuang Taliban dari provinsi tetangga akan membanjiri kota, dia memperingatkan.

“Jika pasukan militer tidak dapat mengendalikan seluruh kota pada akhir hari, maka akan sangat sulit untuk mengendalikan kota dalam waktu dekat,” kata Samim.

Taliban gunakan senjata hasil ghanimah dari pasukan AS

Namun, juru bicara kementerian dalam negeri Najib Danish mengecilkan keseriusan serangan itu untuk mengendalikan suasana. Dia mengatakan sedikitnya enam pasukan militer tewas dan 12 lainnya, termasuk wakil kepala polisi provinsi, terluka dalam pertempuran itu.

Dia mengatakan unit komando dan bala bantuan lainnya telah dikerahkan. “Tidak ada indikasi bahaya bahwa kota Farah jatuh ke tangan Taliban,” kata Danish.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, mengatakan para pejuang datang dari berbagai arah dan dengan cepat menyerbu beberapa pos pemeriksaan.

Penduduk yang tinggal di Farah bersembunyi di rumah mereka. Toko-toko, kantor-kantor pemerintah dan sekolah-sekolah ditutup untuk sementara waktu, media setempat melaporkan.

Hadapi Agenda Tahunan Taliban, NATO akan Kawal Pemilu di Afghanistan

Serangan hari Selasa “seharusnya tidak membuat pasukan pemerintah lengah”, kata analis militer dan pensiunan jenderal Atiqullah Amarkhail.

“Bahkan warga negara biasa menyadari Taliban secara bertahap mengambil alih lebih banyak wilayah dan menjadi kekuatan yang tangguh di provinsi ini,” katanya.

Dia menuduh pemerintah dan pimpinan militer “menutup mata” sampai Taliban benar-benar memasuki kota.

Taliban telah menguasai distrik-distrik di seluruh negeri, dan pasukan militer serta polisi Afghanistan yang dibentuk AS-NATO telah berusaha untuk mengatasi serangan yang tak henti-hentinya dalam beberapa tahun terakhir.

Kategori : Internasional

Tags : afghanistan AS nato taliban

Peringatkan PM Zionis Netanyahu, Erdogan: Hamas Bukan Organisasi Teroris

16 Mei 2018 07:48:02
Peringatkan PM Zionis Netanyahu, Erdogan: Hamas Bukan Organisasi Teroris

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa (15/05/2018) mengirim “pesan peringatan” untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengatakan Hamas bukanlah organisasi teroris.

“Pengingat untuk Netanyahu: Hamas bukan organisasi teroris dan Palestina bukan teroris. Ini adalah gerakan perlawanan yang membela tanah air Palestina melawan kekuatan pendudukan,” tulis Erdogan di akun Twitter resminya, lansir Anadolu Agency.

“Dunia berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Palestina melawan penindas mereka,” tambah sang presiden.

Aneh, Israel yang Bantai Warga Gaza, AS Malah Salahkan Hamas

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sedikitnya 62 demonstran Palestina telah menjadi martir akibat tembakan lintas perbatasan oleh pasukan penjajah Israel dalam salah satu peristiwa pembantaian satu hari yang paling mematikan dalam sejarah negara itu.

Sebelumnya pada hari Selasa, Erdogan mengatakan PM Israel “berlumuran darah Palestina di tangannya” menyusul pembunuhan tanpa pandang bulu oleh pasukan penjajah Israel di Jalur Gaza yang terkepung.

“Netanyahu adalah PM negara apartheid yang telah menduduki lahan penduduk yang tidak berdaya selama lebih dari 60 tahun dengan melanggar resolusi PBB,” kata Erdogan.

“Dia berlumuran darah Palestina di tangannya dan tidak bisa menutupi kejahatan dengan menyerang Turki. Ingin pelajaran tentang kemanusiaan? Baca 10 perintah,” tambahnya.

Erdogan: Kami Tidak Akan Pernah Akui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

Ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan timur Jalur Gaza sejak Senin pagi untuk mengambil bagian dalam protes yang ditujukan untuk memperingati hari Nakba dan memprotes pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sejak demonstrasi perbatasan dimulai pada 30 Maret, lebih dari 100 lebih demonstran Palestina telah gugur akibat tembakan lintas-perbatasan pasukan penjajah Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Pekan lalu, pemerintah Israel berdalih protes perbatasan yang sedang berlangsung merupakan “keadaan perang” di mana hukum humaniter internasional tidak berlaku.

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha al quds hamas palestina

Erdogan: Kami Tidak Akan Pernah Akui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

16 Mei 2018 07:35:01
Erdogan: Kami Tidak Akan Pernah Akui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

LONDON (Jurnalislam.com) – Turki tidak akan pernah menerima keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa (15/05/2018).

“Kami tidak akan pernah menerima upaya AS untuk memindahkan kedutaan ke Yerusalem dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata Erdogan dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May setelah pertemuan mereka di London, lansir Anadolu Agency.

Erdogan mengatakan “kebijakan acuh tak acuh pemerintah AS” mendorong Israel lebih memperkuat penjajahannya dan kebiadaban mereka di Palestina.

“Israel mengambil langkah-langkah ini dengan logika ‘Saya mampu, karena itu saya benar'”, kata presiden, menambahkan “Israel adalah penjajah di sana dan terus meneror [warga Palestina].”

Lakukan Pembantaian pada Warga Palestina, Erdogan: Israel adalah Negara Teroris

Dia menyeru masyarakat internasional dan PBB “untuk bertindak tanpa membuang-buang waktu dan menghentikan penindasan di Palestina ini.”

Sambil mengingatkan suara Majelis Umum PBB pada keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Erdogan mengatakan 128 negara menolak langkah AS.

“Sejarah tidak akan memaafkan Anda [AS], kita akan melihat kenyataan ini; sejarah tidak akan pernah memaafkan Israel, kita akan menyaksikan sat ini juga,” tambah Erdogan.

Erdogan: Turki Tidak akan Menyerah dalam Memperjuangkan Yerusalem

Presiden Turki menggarisbawahi bahwa “pesan kuat” dari Istanbul akan diberikan kepada dunia pada hari Jumat karena Turki, sebagai presiden dari Organisasi Kerjasama Islam (the Organization of Islamic Cooperation), menyerukan pertemuan darurat atas pembunuhan di Gaza.

May juga menyerukan “penyelidikan independen dan transparan” untuk mencari tahu apa yang terjadi di Gaza kemarin.

“Hilangnya nyawa yang telah kita lihat adalah tragis dan sangat memprihatinkan. Kekerasan semacam ini merusak upaya perdamaian dan kami meminta semua pihak untuk menahan diri,” katanya.

Jumlah Warga Palestina yang Gugur Menjadi 62 Orang dan Terluka 3.188

Sedikitnya 62 warga Palestina telah gugur dan ribuan lainnya terluka oleh pasukan zionis Yahudi di sepanjang perbatasan Gaza pada hari Senin dalam aksi protes yang menandai peringatan Nakba dan relokasi Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sejak aksi protes di perbatasan dimulai pada 30 Maret, lebih dari 110 demonstran Palestina telah gugur oleh tembakan lintas-perbatasan pasukan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha al quds Gaza inggris palestina turki yerusalem

Jumlah Warga Palestina yang Gugur Menjadi 62 Orang dan Terluka 3.188

16 Mei 2018 07:24:57
Jumlah Warga Palestina yang Gugur Menjadi 62 Orang dan Terluka 3.188

GAZA (Jurnalislam.com) – Jumlah warga Palestina yang gugur akibat tembakan tentara Israel selama aksi anti-pendudukan di sepanjang perbatasan Jalur Gaza meningkat menjadi 62, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, Selasa (15/5/2018).

Ashraf al-Qidra, juru bicara kementerian itu, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa seorang warga Palestina yang tidak dikenal menjadi martir ketika tentara Israel melepaskan tembakan ke perbatasan timur kamp pengungsi Al-Bureij di Gaza tengah.

Aneh, Israel yang Bantai Warga Gaza, AS Malah Salahkan Hamas

Sebelumnya pada hari itu, seorang warga Palestina berusia 51 tahun – yang diidentifikasi sebagai Nasser Ahmed Mahmoud Ghorab – tewas sebagai martir oleh pasukan Israel yang dikerahkan di sepanjang perbatasan Gaza-Israel yang penuh, al-Qidra mengatakan dalam sebuah pernyataan terpisah.

Kematian itu membawa jumlah total demonstran Palestina yang telah meninggal dunia sejak kemarin menjadi 62, termasuk 8 anak di bawah umur, menurut pejabat kementerian, yang menempatkan jumlah korban luka sebanyak 3.188, dalam waktu yang sama, lansir Anadolu Agency.

Ribuan warga Palestina menggelar unjuk rasa massal di perbatasan timur Jalur Gaza pada hari Senin untuk memperingati hari Nakba dan memprotes pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Darurat Al Aqsha: Al Quds Dikepung Puluhan Ribu Warga Zionis Yahudi

Sejak unjuk rasa dimulai pada 30 Maret, lebih dari 110 demonstran Palestina telah tewas dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan lintas-Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Turki telah mengutuk kekerasan Israel terhadap demonstran Palestina dan memanggil duta besarnya dari Israel dan AS untuk konsultasi. Afrika Selatan juga memanggil utusannya dari Israel.

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha al quds Gaza palestina yerusalem

Inilah Pesan Syeikh Ayman Setelah AS Pindahkan Kedubesnya ke Yerusalem

15 Mei 2018 10:29:14
Inilah Pesan Syeikh Ayman Setelah AS Pindahkan Kedubesnya ke Yerusalem

JURNALISLAM.COM – Pada malam pembukaan kedutaan besar pemerintah AS di Yerusalem hari Senin (14/5/2018), Al Qaeda merilis pesan baru dari pemimpinnya, Dr Ayman al-Zawahiri. Amir al Qaeda tersebut menekankan pada awal pidatonya bahwa telah ada “kegemparan besar” atas keputusan pemerintah Trump yang telah memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Presiden Trump telah “jelas dan jujur,” mengungkapkan secara terbuka “wajah Perang Salib modern yang sesungguhnya, yang tidak berurusan dengan retret dan rekonsiliasi,” menurut Syeikh Zawahiri.

Darurat Al Aqsha: Al Quds Dikepung Puluhan Ribu Warga Zionis Yahudi

Syeikh Zawahiri melanjutkan dengan mengulangi seruan lama Al Qaeda: Seluruh sistem internasional memusuhi umat Islam. Mereka hanya menjadi bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menjadikan seseorang terlibat dalam skema yang terjadi di Palestina sekarang ini, kata penerus Syeikh Usamah bin Laden.

Memang, judul pidato Syeikh Zawahiri, “Tel Aviv Juga Tanah Muslim,” juga menggarisbawahi maksudnya. Relokasi kedutaan adalah masalah kecil yang terkait dengan konspirasi “Tentara Salib” yang sangat luas yang ditentang keras Al Qaeda, lansir The Long War Journal, Senin.

Dr Ayman al Zawahiri mengingatkan “saudara Muslim dan mujahidin serta ulama yang tulus” bahwa “semua negeri kaum Muslimin di dunia yang menjadi anggota di PBB dan telah mengakui Israel dengan menandatangani Piagam PBB, yang menegaskan kesatuan dan integritas teritorial masing-masing negara, termasuk wilayah Israel, ” ini adalah dosa asal yang ditemukan dalam keputusan negara manapun ketika masuk dalam PBB.

58 Warga Palestina Gugur dalam Aksi Protes Peresmian Kedutaan AS di Yerusalem

Pemimpin al-Qaeda tersebut menegaskan bahwa, dengan menandatangani piagam PBB, negara-negara tersebut telah setuju untuk meninggalkan “kekuasaan (pemerintahan) yang berlandaskan Syariah.” Artinya, mereka telah sepakat bahwa mereka tidak akan mematuhi hukum Islam. Sebaliknya, negara-negara ini “puas” dengan mengatur dan “berkuasa” menurut “keputusan Dewan Keamanan PBB dan Majelis Umum,” termasuk keputusan pada tahun 1947 untuk membagi wilayah tanah Palestina.

Tel Aviv dan Jerusalem sama-sama “tanah Islam,” terang Syeikh Zawahiri. Orang beriman sejati perlu “membebaskan Palestina” dan “semua tempat tinggal Muslim lainnya” setelah mendeklarasikan bahwa seluruh “sistem tirani internasional adalah kriminal” sehingga tidak sah dalam mengatur kehidupan bernegara.

Syeikh Zawahiri sekali lagi menyerukan persatuan kaum Muslim, sebuah tujuan akhir Al Qaeda, adalah seperti itu sehingga ummah (kaum Muslim sedunia) terlibat dalam “perlawanan… di berbagai front, bukan sebagai kelompok terpisah yang mundur menghadapi para penjahat terbesar.”

Syeikh Zawahiri juga mengingatkan bahwa Syeikh Usamah bin Laden mengidentifikasi Amerika sebagai pemimpin sistem internasional yang korup (zhalim) oleh karena itu, Amerika adalah “musuh pertama kaum Muslim.” Syeikh Usamah Bin Laden pertama kali menyatakan bahwa orang Amerika “tidak bisa bermimpi tentang keamanan sampai kita benar-benar hidup di Palestina, dan sampai semua tentara penjajah pergi dari tanah Palestina.”

Lakukan Pembantaian pada Warga Palestina, Erdogan: Israel adalah Negara Teroris

Tujuannya adalah membangun “kekhalifahan setelah disatukan oleh tauhid,” kata Syeikh Zawahiri. Ini akan membutuhkan dakwah dan jihad. Dan Muslim tidak boleh bingung dalam membedakan mana musuh dan mana teman, dan berjuang dalam “pertempuran pemikiran sebelum pertempuran senjata,” serta tetap “bebas dari ilusi.”

Di masa lalu, para pemimpin al-Qaeda telah meminta umat Islam untuk menggunakan tanah Suriah untuk “membebaskan” Yerusalem. Al Qaeda menggunakan tema ini sebagai seruan bagi para jihadis di Suriah.

Pesan Syeikh Zawahiri adalah episode ke-9 dalam seri “Pesan Singkat Demi Kemenangan Umat”, di mana ia telah meliput berbagai topik. Meskipun Syeikh Zawahiri kadang berbicara lama, pernyataannya dalam program ini sangat singkat.

Seri ceramah ini telah berjalan sejak Agustus 2016, Zawahiri dan media As Sahab dengan jelas mengatur waktu rilis episode ini bertepatan dengan relokasi kedutaan AS ke Yerusalem.

Syeikh Zawahiri juga tetap merupakan seorang komentator yang produktif, yang secara teratur menyampaikan pesan terkini dan penting bagi umat Islam.

Terjemahan bahasa Inggris dari pesan itu didistribusikan melalui Telegram oleh Al-Tamkin Media, yang secara teratur menerjemahkan pesan dari para pemimpin senior Al Qaeda. Kutipan dalam artikel ini diadaptasi dari terjemahan kasar Al-Tamkin.

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha Al Qaeda al quds Ayman al Zawahiri palestina yerusalem

Aneh, Israel yang Bantai Warga Gaza, AS Malah Salahkan Hamas

15 Mei 2018 08:56:45
Aneh, Israel yang Bantai Warga Gaza, AS Malah Salahkan Hamas

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Juru bicara Gedung Putih, Raj Shah menuduh para pemimpin Hamas melakukan “upaya propaganda yang mengerikan dan tidak menyenangkan” setelah pembunuhan sedikitnya 58 demonstran Palestina oleh pasukan penjajah Israel, Senin (14/5/2018).

Berbicara kepada wartawan saat briefing Gedung Putih, Shah juga menolak untuk bergabung dengan negara lain – termasuk Perancis dan Inggris – dalam menyerukan agar Israel menahan diri dalam menanggapi demonstrasi, lansir Aljazeera.

58 Warga Palestina Gugur dalam Aksi Protes Peresmian Kedutaan AS di Yerusalem

Gedung Putih malah mengulangi pernyataan pemerintahan Trump bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri.

“Tanggung jawab atas kematian tragis ini bersandar pada Hamas,” kata Shah. “Hamas dengan sengaja dan sinis memprovokasi tanggapan ini.”

Lakukan Pembantaian pada Warga Palestina, Erdogan: Israel adalah Negara Teroris

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha al quds Gaza palestina yerusalem

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

5 Feb 2026 12:27:54
Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

5 Feb 2026 12:20:43
Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

5 Feb 2026 12:19:07
Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

31 Jan 2026 17:06:51

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED