Doha Selidiki Dugaan UEA Memanipulasi Ekonomi Qatar

DOHA (Jurnalislam.com) – Qatar telah membuka penyelidikan atas dugaan rencana UEA untuk melemahkan mata uangnya pada tahap awal krisis diplomatik Teluk, menurut seorang juru bicara pemerintah, lansir Aljazeera, Senin (13/11/2017).

Qatar diberitahu mengenai masalah ini pada bulan Juli dan mengkaji ulang hal itu menyusul laporan media baru-baru ini, kata Sheikh Saif bin Ahmed Al Thani, direktur kantor komunikasi pemerintah, pada hari Ahad.

Situs berita investigasi yang berbasis di AS, Intercept, mengungkapkan pada hari Kamis bahwa sebuah rencana UAE untuk memanipulasi ekonomi Qatar dan melucuti negara itu dari Piala Dunia sepak bola 2022 ditemukan di akun email Yousef-al-Otaiba, duta besar UEA untuk AS.

“Pemerintah Qatar, melalui berbagai entitasnya, termasuk bank sentral, sedang berusaha mengkonfirmasikan dan mengidentifikasi laporan-laporan ini,” kata Al Thani kepada kantor berita AFP.

Dia menambahkan bahwa sebuah lembaga keuangan yang tidak disebutkan namanya menghentikan perdagangan Riyal Qatar “selama beberapa hari” dan hanya dilanjutkan setelah “kami mempertanyakan hal itu kepada mereka”.

Qatar: Setelah Sukses Dukung Kudeta Mesir, Kini UEA Pulihkan Kediktatoran Arab

“Jika perang finansial ini benar terjadi, itu memalukan dan berbahaya tidak hanya bagi ekonomi Qatar, tapi juga ekonomi global.”

Intercept mengatakan menerima informasi tersebut dari perusahaan Global Leaks.

Rencana untuk melemahkan ekonomi Qatar disiapkan oleh Banque Havilland, sebuah bank yang berbasis di Luksemburg.

Kebocoran terbaru itu muncul saat ketegangan di Teluk memasuki bulan keenam.

Pada bulan Juni, Bahrain, Arab Saudi, UEA dan Mesir memutus hubungan diplomatik dengan Qatar dan memberlakukan blokade darat, laut dan udara setelah menuduhnya mendukung terorisme.

Qatar membantah keras tuduhan tersebut.

Serangan Hacker Isu Qatar dari UEA, Kementerian Dalam Negeri: Ini Buktinya

Dokumen yang diperoleh oleh The Intercept selanjutnya mengisyaratkan rencana untuk melepaskan Qatar dari perannya sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

UEA akan, menurut rencananya, meluncurkan sebuah kampanye PR yang memusatkan perhatian pada kelemahan finansial Qatar, melontarkan kasus bahwa Doha tidak mampu menyelenggarakan acara olahraga tersebut.

“Mereka pasti menyerang tuan rumah Piala Dunia 2022 dengan satu atau berbagai cara lain,” kata Al Thani.

Pasukan Zionis Tangkap Pemimpin Kelompok Jihad Islam Palestina

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Yahudi Israel menangkap seorang pemimpin kelompok Jihad Islam Palestina di Tepi Barat yang dijajah pada hari Senin (13/11/2017), militer mengatakan bahwa ketegangan antara kedua belah pihak terus meningkat, Anadolu Agency melaporkan.

Penangkapan tokoh Jihad Islam senior, yang diidentifikasi kelompok sebagai Tareq Qa’adan yang berusia 47 tahun, muncul setelah zionis mengancam akan menanggapi sebuah serangan yang diyakini sedang direncanakan kelompok tersebut untuk membalas Israel yang menghancurkan salah satu jembatan terowongan lintas-perbatasan dua pekan lalu, membunuh 10 pejuang kelompok Jihad Islam Palestina dan dua anggota Hamas.

7 Warga Palestina Tewas Dibom oleh Serangan Udara Zionis

“Kami mengetahui bahwa kelompok Jihad Islam Palestina berencana melawan Israel. Mereka bermain dengan api dengan mengorbankan semua penduduk Gaza,” kata Mayor Jenderal Yoav Mordechai, kepala otoritas militer zionis di wilayah-wilayah pendudukan Palestina dalam sebuah pesan berbahasa Arab pada Sabtu malam

Dia memperingatkan Israel akan memberikan respon “keras dan tegas” yang akan menargetkan pemimpin Jihad Islam yang berbasis di Damaskus serta gerakan Hamas, yang telah memerintah Gaza dalam dekade terakhir. Pesan tersebut kembali disuarakan oleh Perdana Menteri zionis Israel Benjamin Netanyahu pada hari Ahad.

Israel pekan lalu juga mengumumkan bahwa mereka telah menemukan mayat lima pejuang Jihad Islam dari terowongan yang hancur, yang melintasi Gaza ke wilayah Israel.

Pemimpin senior Jihad Islam Khaled al-Batsh mengatakan pada hari Ahad bahwa kematian pejuangnya “tidak akan luput dari balasan.”

“Pertemuan kami dengan mereka tidak akan ditutup kecuali dengan balasan,” katanya.

PBB juga menyuarakan keprihatinannya tentang ancaman serangan Jihad Islam dan kemungkinan dampaknya yang akan segera terjadi, khususnya terhadap proses rekonsiliasi yang sedang berlangsung antara faksi Palestina terkemuka Fatah dan Hamas untuk membawa Gaza kembali di bawah kendali Otoritas Palestina yang diakui secara internasional.

Ini 5 Poin Penting Hasil Mudzakarah Ulama se-Jateng

SOLO (Jurnalislam.com) – Sejumlah ormas Islam di Jawa Tengah (Jateng) menggadakan Mudzakaroh Ulama di Hotel Madinah, Kerten, Surakarta, Ahad, (12/11/2017). Acara yang dihadiri oleh para ulama dari berbagai ormas Islam se-Jateng ini, untuk menyikapi maraknya perkembangan aliran-aliran sesat di Indonesia, termasuk Syiah.

Dalam Mudzakaroh Ulama tersebut, menghasilkan keputusan yang terdiri 5 poin:

1. Menyerukan kepada alim ulama, habaib, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng dan MUI pusat untuk menjaga kemurnian ajaran Islam ditengah tengah masyarakat bangsa.

2. Mengimbau kepada MUI provinsi Jateng, untuk mensosialisasikan fatwa-fatwa MUI Pusat tentang kufurnya orang yang melakukan Ismatul A’imah (meyakini kemaksuman imam-imam Syiah), Tahriful Quran (Quran tidak murni lagi), serta melakukan penghinaan terhadap umahattul mukminin dan para sahabat, hal ini sering dilakukan oleh kelompok syiah di Indonesia.

3. Mudazakaroh ulama Jateng mendukung Fatwa MUI Jatim tentang sesatnya Syiah.

4. Mengimbau kepada seluruh stikholder pemerintah provinsi Jawa tengah untuk terus mewaspadai gerakan kelompok Syiah yang didalam ritual keagamaan mereka, selalu mengekpresikan ideologi permusuhan antar anak bangsa, seperti pada perayaan karbala dan idul Qodir.

5. Mengajak kepada seluruh umat Islam, Jateng khususnya, untuk tetap mempererat ukhuwah, menjaga sikap tasamuk atau toleran hingga tercapainya kemuliaan Islam dan kaum muslimin, hingga terwujudnya negara Indonesia yang adil, makmur dan diridhoi Allah Subhanahu Wata’ala.

Baca juga: Waspadai Syiah, ANNAS Soloraya Adakan Dauroh Umat Islam

Mudzakarah Ulama di Jateng Tekankan Pemerintah Ambil Tindak Tegas Cegah Syiah Tumbuh

SOLO (Jurnalislam.com) – Sejumlah ormas Islam di Jawa Tengah (Jateng) menggelar Mudzakaroh Ulama di Hotel Madinah, Kerten, Surakarta, Ahad, (12/11/2017). Acara yang dihadiri oleh para ulama dari berbagai ormas Islam se-Jateng ini, untuk menyikapi maraknya perkembangan aliran-aliran sesat di Indonesia, termasuk Syiah.

“Sebab memperhatikan konselasi kehidupan sosial politik masyarakat yang semakin jauh dari tuntunan agama, dan maraknya aliran-aliran pemahaman sesat,” kata ketua panitia acara, ustaz Shabbarin Syakur dilokasi.

Ia mengatakan, aliran menyimpang seperti itu bukan lagi ancaman kehidupan beragama, tetapi juga bangsa dan negara.

“Tetapi juga bangsa dan negara yang pada saatnya nanti akan menjadi virus yang menggrogoti NKRI,” tegasnya.

Dalam mudzakarah ulama ini, para ulama menekankan kepada pemerintah untuk mengambil tindakan tegas, dan berhati-hati terhadap aliran sesat Syiah yang dinilai berpotensi menghancurkan NKRI.

“Menghimbau kepada seluruh stik holder pemerintah provinsi Jawa Tengah untuk terus mewaspadai gerakan kelompok Syiah yang didalam ritual keagamaan mereka, selalu mengekpresikan ideologi permusuhan antar anak bangsa,” sebut butir hasil mudzakarah.

Serangan Rudal Iran Desak Liga Arab adakan Pertemuan Luar Biasa

RIYADH (Jurnalislam.com) – Liga Arab akan mengadakan pertemuan luar biasa Ahad depan (19/11/2017) atas permintaan Arab Saudi untuk membahas “pelanggaran” yang dilakukan oleh Iran di wilayah tersebut, menurut sebuah memorandum.

Bahrain dan Uni Emirat Arab mendukung permintaan Saudi tersebut, yang juga disetujui oleh Djibouti, ketua blok pan-Arab saat ini, mengatakan bahwa dokumen tersebut disampaikan kepada AFP oleh para diplomat pada hari Ahad (12/11/2017).

Ketegangan meningkat antara Arab Saudi dan Iran, termasuk memperdebatkan anggota Liga, Qatar dan Lebanon.

Rudal Balistik Syiah Houthi Hantam Ibukota Saudi, Riyadh

Menurut memo tersebut, permintaan Saudi didasarkan pada sebuah rudal yang menurut kerajaan menyerang wilayahnya lalu dicegat oleh system pertahanan udara di dekat Riyadh setelah diluncurkan dari Yaman pada 4 November.

Dalam permintaannya untuk bertemu dengan para menteri luar negeri Arab, Arab Saudi merujuk pada dua insiden tersebut “serta pelanggaran lain yang dilakukan oleh Iran di wilayah Arab, yang merongrong keamanan dan perdamaian, tidak hanya di wilayah Arab, tapi di seluruh dunia,” menurut memo tersebut.

Presiden Iran: Serangan Rudal Houthi ke Riyadh adalah Reaksi atas Agresi Saudi

Arab Saudi berada di garis depan perselisihan dengan Qatar sejak 5 Juni, memimpin sekelompok negara termasuk Bahrain, Mesir dan UEA dalam menuduh Doha mendukung terorisme, yang kemudian dibantah Doha.

Riyadh dituduh berada di balik pengunduran diri perdana menteri Libanon Saad Hariri, dalam pidato di televisi dari Riyadh.

Liga Arab memiliki 22 anggota, namun keanggotaan Suriah dihentikan pada akhir tahun 2011 setelah perang meletus.

Puluhan Warga Sipil Tewas oleh Serangan Udara dan Artileri Rusia

SURIAH (Jurnalislam.com) – Puluhan warga sipil tewas akibat tembakan artileri dan pemboman Rusia terhadap dua kamp pengungsi dan wilayah sekitarnya di Suriah timur, sebuah lembaga pengamat mengatakan pada hari Ahad (12/11/2017) melaporkan sejumlah korban baru.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) mengatakan pemboman berat yang sedang berlangsung di provinsi Deir Ezzor telah membunuh 50 warga sipil, termasuk 20 anak-anak, sejak Jumat malam.

Korban baru tersebut hampir dua kali lipat banyaknya dari jumlah yang dilaporkan monitor yang berbasis di Inggris tersebut pada hari Sabtu yaitu 26 orang tewas.

Pemboman tersebut menargetkan wilayah di sepanjang Sungai Efrat, serta desa-desa dan kamp-kamp pengungsian yang penuh dengan orang-orang yang melarikan diri dari pertempuran di kota perbatasan Herakra, Suriah.

Pasukan rezim Syiah Suriah yang didukung Rusia dan milisi sekutu merebut Albu Kamal dari IS pada hari Kamis namun milisi IS tersebut kembali pada Sabtu malam.

Rusia Telah Membunuh 5.233 Warga Sipil Suriah, Termasuk 1.417 Anak-anak dan 886 Wanita

Pada hari Ahad, serangan udara Rusia di dua penyeberangan sungai di sepanjang sungai Efrat menewaskan 11 warga sipil, menurut Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman.

“Lima warga sipil, termasuk dua anak, tewas dalam serangan di penyeberangan Al-Soussa yang terletak sekitar lima kilometer sebelah timur Albu Kamal,” Abdel Rahman mengatakan kepada AFP.

“Enam warga sipil tewas dalam serangan di penyeberangan sungai lain 20 kilometer sebelah utara kota,” tambahnya.

Korban penembakan artileri dan serangan udara di dua kamp pengungsian dan desa-desa sekitar meningkat menjadi 39 orang setelah 13 warga sipil meninggal karena luka-luka mereka, kata Observatorium, Ahad.

Albu Kamal adalah kota terakhir yang penting bagi IS di Suriah. Kehilangan Albu Kamal akan merubah kelompok tersebut menjadi sebuah organisasi gerilya bawah tanah tanpa basis kota.

 

Tabligh Akbar A Success , UBN Conveys His Appreciation to Laskar and The Muslim Community

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Chairman of the National Movement of Fatwa Guards (GNPF) Ulama, Ustadz Bachtiar Nasir expressed his appreciation and gratitude to the attention of Moslems especially the laskar either from Muhammadiyah, FPI, AQL, etc in order to smooth the success of tabligh akbar in Garut on Saturday (11/11/2017).

“Thank you and I really appreciate and I feel the merits, making people more crystal in unification,” said Ustaz Bachtiar Nasir in Tasikmalaya Friday night (10/11/2017).

According to the man who is lovingly called UBN, the spirit of the youth of Islam and the Islamic army shows that the youth are the ones who persistently defend their religion and also their elders and leaders from various threats.

“I am very appreciative. Hopefully Allah will repay their kindness and Allah willing will be written down as a part of worship, “he concluded.

Al Qaeda Rilis Pesan Audio Hamzah Bin Ladin Terbaru

JURNALISLAM.COMAl Qaeda merilis sebuah pesan audio baru dari Hamza bin Laden yang berjudul, “Usamah…The Fighter Against Invaders And the Inciter of Rebellion Against Tyrants (Usamah… Pejuang yang Melawan Penjajah dan Pendobrak Semangat Perjuangan Menentang Tiran.” Bin Laden junior menyebut ayahnya sebagai pahlawan umat, atau kaum Muslim di seluruh dunia, di sepanjang rekaman yang dirilis hari Kamis (9/11/2017) tersebut, hanya beberapa hari setelah CIA merilis ribuan dokumen dan berkas yang ditemukan di komplek Syeikh Usamah bin Laden, termasuk video pernikahan Hamza.

Al Qaeda sering menyiarkan pendirinya sebagai “Syeikh yang menghidupkan kembali ruhul jihad” karena perannya dalam menyebarkan konsep jihad dan deskripsi pujian Hamza juga ada dalam pesan ini.

Seruan Hamzah bin Laden untuk Umat Islam di Seluruh Dunia

Hamza berpendapat bahwa Syeikh Usamah “terbukti mampu menghidupkan kembali semangat Jihad di jalan Allah” beberapa dekade setelah jatuhnya kekhalifahan Islam di awal abad 20. “Jadi, dia [Usamah] dapat membawa perubahan dari Jihad elit ke Jihad umat,” kata Hamza, saat “mata air jihad yang indah mengalir dari bawah permukaan, satu demi satu, di berbagai bagian Dunia Islam, dan perjuangan yang haq berlanjut.”

Hamza mengatakan bahwa “sebagian besar umat” telah “menyerah pada pendudukan asing” dan pasrah karena “diatur oleh undang-undang buatan manusia” sampai “anak-anaknya yang terbaik bangkit dalam perjuangan melawan status quo.” Situasi berubah karena tokoh jihad berhasil menyinari jalur yang berbeda, Hamza berpendapat. “Tujuan politik umum” umat saat ini difokuskan pada “membebaskan tanah kaum Muslim, kebebasan dari hegemoni Tentara Salib, menegakan Syariah Islam, hidup dengan bebas di bawah naungan syariah dan belas kasihNya, dan mengajak orang-orang untuk menjalankanya.”

CIA Rilis Dokumen dan Video Milik Syeikh Usamah yang Dicuri saat Serangan 2011

“Di antara tokoh-tokoh terkemuka yang memiliki penglihatan dan pandangan luar biasa, dan yang mampu memegang tangan Umat dan mengangkatnya dari dasar gunung ke tempat yang tinggi bahkan ke puncak yang lebih tinggi, sehingga sekali lagi dapat melihat cahaya yang menyinari di cakrawala dan mengarahkan pandangan pada sasaran yang jelas, adalah Sheikh Osama bin Laden (semoga Allah mengasihinya),” kata Hamza.

Seperti di masa lalu, As Sahab (kelompok media Al Qaeda) tidak menunjukkan foto Hamza saat ini. Sebagai gantinya, edisi ini hanya mencakup rekaman audio dari suara ahli waris Syeikh bin Laden itu.

Long War Journal FDD pertama kali melaporkan awal bulan ini bahwa Hamza dapat dilihat sebagai orang dewasa muda dalam video pernikahannya, yang direkam selama penyerangan di rumah ayahnya di Abbottabad, Pakistan. Meskipun video tersebut direkam sekitar satu dekade yang lalu, video itu berisi gambar Hamza yang lebih baru daripada yang digunakan Al Qaeda. Foto Hamza dari video pernikahan bisa dilihat di sebelah kanan.

Hamza bin Laden
Hamza bin Laden

Hamza sangat memuji ayahnya atas runtuhnya Uni Soviet dan meramalkan bahwa Amerika akan mengalami nasib yang sama.

“Setelah jatuhnya Uni Soviet, giliran Amerika untuk jatuh dalam keangkuhannya,” kata Hamza. “Amerika tertipu oleh kekuatannya, manusia terpesona oleh kehebatannya yang nyata. Namun Amerika tidak menyadari fakta bahwa Allah telah membuatnya runtuh seperti Rusia (sebuah negara adikuasa yang jatuh).”

“Imam, Syeikh Usamah … kembali ke benteng Islam, Afghanistan, untuk kedua kalinya hanya dengan enam saudara terbaiknya,” Hamza mengatakan tentang relokasi ayahnya dari Sudan ke Afghanistan pada pertengahan 1990an. Dia kemudian memuji pendiri Taliban, Syeikh Mullah Umar, karena telah menyambut Syeikh Usamah ke Afghanistan. “Allah membimbing pemimpin yang setia, pemimpin orang-orang yang beriman, Mullah Muhammad Umar Mujahid (semoga Allah mengampuni dia) untuk melindungi dan membantu pejuang muda ini.”

Syeikh Mullah Umar “memberi contoh kemurahan hati dan kesetiaan yang tidak bisa dituliskan dengan kata-kata,” Hamza melanjutkan. “Dan dengan demikian jumlahnya mulai meningkat secara bertahap, dan dimulailah persiapan menghadapi Firaun kedua,” yang berarti Amerika.

Cabang-cabang Al Qaeda Puji Kepemimpinan Syeikh Mullah Akhtar Mansur

Hal ini akhirnya menyebabkan pembajakan 9/11. “Sekali lagi, dengan sarana yang terbatas – saat ini pesawat sipil – Imam, Usama, mampu menggosok hidung Amerika dengan debu dan menyerang jantungnya, menyeretnya ke dalam konfrontasi dengan Umat dan bukan lagi sebuah konfrontasi dengan hanya beberapa individu,” ujar Hamza. “Dan tentara Amerika dengan paksa diseret ke rawa-rawa Irak dan Afghanistan.”

“Amerika terpaksa melarikan diri dari Irak dengan kekalahan dan dipermalukan, sambil masih terjebak dalam rawa-rawa yaitu Afghanistan, sekalipun mantan presidennya, Obama, mengakui kekalahan negaranya di tangan pasukan Imarah Islam [Taliban],” Hamza menjelaskan.

Seperti yang bisa diduga, kenangan Hamza tentang ayahnya yang terkenal lebih merupakan hagiografi daripada menceritakan kembali secara langsung. “Saya ingat pernah bertemu dengannya saat makan siang atau makan malam dengan hanya sekadar minyak, garam, dan sepotong roti,” kata Hamza, menekankan kerendahan hati ayahnya. Dia meminta umat Islam lain untuk mengikuti jejak ayahnya setelah dia “mengorbankan jiwanya” dan menghabiskan “nyawanya dan kekayaannya … membantu umat Islam” untuk membebaskan diri mereka sendiri dan “memicu kebangkitan di jajarannya.”

Syeikh Ayman al Zawahiri Bersumpah Setia kepada Amir Baru Taliban, Syeikh Mullah Haibatullah Akhundzada

Dalam jurnal pribadinya dan tulisan-tulisan lainnya, Usamah bin Laden merenungkan perjuangan Arab di awal tahun 2011. Al Qaeda memiliki peluang besar bagi anak buahnya dan ingin mereka memanfaatkan revolusi, yang tidak mereka mulai.

Hamza meneruskan peringatan ayahnya mengenai perjuangan yang sama ini, dengan alasan bahwa mereka tidak akan berhasil kecuali jika kaum Muslim mengangkat senjata. “Revolusi Musim Semi Arab memuat pesan kebebasan dan kehormatan, namun mereka tidak memiliki kekuatan protektif atau pedang tajam untuk pertahanan mereka, dan dengan demikian musuh-musuh menyerangnya dan menggagalkannya jalannya,” kata Hamza.

Dia melanjutkan: “Imam, Usamah … berangkat ke dunia ini untuk mendorong dan memotivasi kita untuk melanjutkan perjalanan revolusi, memperingatkan kita terhadap penghentian atau pengalihan revolusi yang telah dilakukan sebelumnya; dan bahwa tidak peduli seberapa logis meyakinkan dan fasih menampilkan sebuah panggilan, ia tidak akan pernah mencapai kesuksesan sepenuhnya kecuali jika ia memiliki kekuatan untuk melindunginya, dan kekuatan yang dapat melindungi perjalanan umat kita menuju tujuan mulia yang ditakdirkan tidak lain adalah Jihad di jalan Allah Swt. ”

Hamza menyerukan kepada “para ulama yang lurus” untuk mendorong pemuda melakukan jihad dan meminta “kaum Muslim yang tertindas” untuk “bangkit dalam perjuangan melawan penindasan dan tirani” dan “perjuangan melawan agen-agen Amerika”.

Di masa lalu, putra Syeikh Usamah telah meminta para jihadis untuk melanjutkan perjuangan atas kematian ayahnya. Dia mengulangi panggilan ini sekali lagi. “Sebagai penutup, saya mengajak umat Islam secara umum untuk bertempur melawan agresor Amerika, pembunuh Syeikh dan kaum Muslimin (semoga Allah mengasihaninya, khususnya mereka yang turut serta dalam kejahatan keji ini,” katanya.

Ini Tanggapan Syeikh al Maqdisi atas Orang yang Mengkafirkan Koordinasi HTS dan Turki

Dalam Sepekan Ratusan Orang akan Mati, Jika Arab Saudi Tetap Memblokade Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Ratusan orang tua yang sakit dan lanjut usia “akan meninggal dalam waktu sepekan ke depan” kecuali Arab Saudi mengangkat blokadenya dan mengizinkan pasokan medis segera ke negara tersebut.

Dokter di ibukota tersebut mengatakan kepada relawan Al Jazeera, Kamis (9/11/2017)di seluruh Sanaa yang mengalami kekurangan obat-obatan spesialis secara kritis, tidak dapat mengobati penderita kanker, diabetes dan gagal ginjal pada awal pekan depan.

“Kami sangat kekurangan persediaan obat-obatan dan tidak dapat menjangkau botol obat penghilang rasa sakit, insulin, dan obat-obatan spesialis khusus untuk pasien kami,” kata Abdulrahman al-Ansi, seorang dokter di RSUD Sanaa al-Mutawkil.

Ali, anak laki-laki berusia dua tahun dengan leukemia limfositik akut meninggal bulan lalu sebagai akibat langsung tidak adanya obat kanker, katanya.

Pangeran Arab: Pasokan Rudal Iran ke Syiah Houthi adalah Perang Melawan Kerajaan

“Kecuali Arab Saudi meredakan pemblokirannya dan mengizinkan pasokan makanan dan obat-obatan, saya bisa kehilangan semua pasien kanker saya – bahkan mereka yang menderita diabetes – [penyakit yang dapat diobati] akan mati. Ratusan akan binasa pada pekan depan saja.”

Arab Saudi, yang telah berperang dengan Yaman sejak tahun 2015, memperketat blokade udara, tanah dan laut di negara itu pada hari Ahad, setelah pemberontak Houthi melepaskan sebuah rudal balistik ke ibukota Saudi, Riyadh.

Pemberontak Syiah Houthi, sekelompok pasukan yang mengendalikan ibukota dan menguasai sejumlah luas wilayah di negara itu, membenarkan serangan rudal tersebut, menyalahkan serangan udara yang dipimpin oleh Saudi – yang telah membunuh ribuan orang – melanda sebagian besar wilayah utara Yaman.

Negara Kerajaan itu membela blokade tersebut, yang melarang kelompok-kelompok bantuan seperti Doctors without Borders, Oxfam dan PBB untuk memberikan bantuan, dengan mengklaim bahwa blockade tersebut bertujuan untuk mencegah senjata diselundupkan ke Yaman oleh saingan regionalnya, Iran.

Teheran menolak tuduhan bahwa mereka mempersenjatai Houthi, menyebut tuduhan tersebut “jahat, tidak bertanggung jawab, merusak dan provokatif”.

Baru Ini Ketua Bantuan PBB Kunjungi Yaman, Ini Katanya

Organisasi bantuan di Yaman mengatakan bahwa mereka “sangat khawatir” dengan keputusan Arab Saudi, memperingatkan bahwa hal itu bisa “membuat jutaan orang lebih dekat dengan kelaparan dan kematian”.

“Stok vaksin di negara ini saat ini hanya akan bertahan satu bulan. Jika tidak diisi ulang, wabah penyakit menular, seperti polio dan campak, diperkirakan akan berakibat fatal, terutama untuk anak balita dan mereka sudah menderita kekurangan gizi,” kata Oxfam, Save the Children, Norwegian Refugee Council dan 19 kelompok bantuan lainnya dalam sebuah pernyataan bersama.

Ke 22 kelompok kemanusiaan tersebut juga memperingatkan Yaman hanya memiliki bantuan pangan untuk enam pekan bagi sekitar tujuh juta orang Yaman yang menghadapi “kondisi seperti kelaparan”.

“Situasi kemanusiaan di Yaman sangat rapuh dan gangguan pada pasokan bahan baku seperti makanan, bahan bakar dan obat-obatan berpotensi membawa jutaan orang lebih dekat dengan kelaparan dan kematian,” mereka menambahkan.

Sejak dimulainya pengepungan hari Ahad, makanan dan harga bahan bakar negara yang telah melonjak semakin melejit, sementara penerbangan yang memberikan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan dicegah untuk mendarat.

Dibantu Milisi Syiah Internasional, Rezim Assad Rebut Benteng Terakhir IS di Suriah

SURIAH (Jurnalislamcom) – Pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi sekutu Syiah internasional pada hari Kamis (9/11/2017) mengusir kelompok Islamiic State (IS) dari Albu Kamal, kota penting terakhir dimana IS masih berada dalam “kekhalifahan” versi mereka yang hancur, lansir Middle East Eye.

Kekalahan terakhir kelompok tersebut hanya menyisakan kenangan kekuasaan yang pernah membentang luas di wilayah Irak dan Suriah, sedangkan kini pasukan IS hanya bertahan dan tercecer di tempat persembunyian mereka di gurun.

Kini IS Terjepit pada Kubu Terakhirnya di Suriah

Pasukan anti-IS menyerbu ke kota tepat di seberang perbatasan dari Irak pada hari Rabu dan saat pertempuran awalnya dilaporkan sangat sengit, hasil dari salah satu pertempuran besar terakhir IS tidak pernah diragukan.

“Unit angkatan bersenjata kami, bekerja sama dengan pasukan sekutu dan pelengkap, telah membebaskan kota Albu Kamal di provinsi Deir Ezzor,” sebuah pernyataan yang dibawa oleh kantor berita resmi rezim Suriah, SANA mengatakan.

“Pembebasan Albu Kamal sangat penting karena ini berarti kegagalan kelompok IS di wilayah ini,” kata pernyataan tentara tersebut.

Tanggapan Syaikh Abu Mahmud Al-Filistini Bagi Orang yang Menyamakan HTS dengan IS

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights -SOHR), sebuah lembaga monitor perang yang berbasis di Inggris, mengatakan bahwa sebagian besar pertempuran dilakukan oleh milisi sekutu Syiah internasonal dan bukan tentara reguler Assad.

Perebutan Albu Kamal adalah yang terakhir dalam serangkaian kekalahan IS setelah kehilangan benteng kota Mosul dan Raqqa dalam beberapa pekan kemudian keadaan embrionya menyusut berkeping-keping.

Memimpin pertempuran untuk kota tersebut adalah kelompok militan Syiah Libanon Hizbullah dan penasihat Garda Revolusi elit Iran, serta pasukan dari sebagian besar milisi Syiah Irak, menurut Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman.

Inilah Pernyataan Bersama Para Ulama untuk Menyatukan Mujahidin di Sham

Dia mengatakan bahwa meskipun IS masih menguasai separuh kota dan pertempuran sengit bergejolak pada hari Kamis sebelumnya, milisi IS mempertahankan satu rute pelarian ke utara.

Abdel Rahman menegaskan bahwa Albu Kamal telah sepenuhnya dikuasai namun mengatakan bahwa “IS mundur ke daerah-daerah terpencil di wilayah timur Deir Ezzor”, di mana mereka kemungkinan akan bertemu dengan pasukan pimpinan Kurdi yang didukung agresor AS.