Doha Selidiki Dugaan UEA Memanipulasi Ekonomi Qatar

14 November 2017
Doha Selidiki Dugaan UEA Memanipulasi Ekonomi Qatar

DOHA (Jurnalislam.com) – Qatar telah membuka penyelidikan atas dugaan rencana UEA untuk melemahkan mata uangnya pada tahap awal krisis diplomatik Teluk, menurut seorang juru bicara pemerintah, lansir Aljazeera, Senin (13/11/2017).

Qatar diberitahu mengenai masalah ini pada bulan Juli dan mengkaji ulang hal itu menyusul laporan media baru-baru ini, kata Sheikh Saif bin Ahmed Al Thani, direktur kantor komunikasi pemerintah, pada hari Ahad.

Situs berita investigasi yang berbasis di AS, Intercept, mengungkapkan pada hari Kamis bahwa sebuah rencana UAE untuk memanipulasi ekonomi Qatar dan melucuti negara itu dari Piala Dunia sepak bola 2022 ditemukan di akun email Yousef-al-Otaiba, duta besar UEA untuk AS.

“Pemerintah Qatar, melalui berbagai entitasnya, termasuk bank sentral, sedang berusaha mengkonfirmasikan dan mengidentifikasi laporan-laporan ini,” kata Al Thani kepada kantor berita AFP.

Dia menambahkan bahwa sebuah lembaga keuangan yang tidak disebutkan namanya menghentikan perdagangan Riyal Qatar “selama beberapa hari” dan hanya dilanjutkan setelah “kami mempertanyakan hal itu kepada mereka”.

Qatar: Setelah Sukses Dukung Kudeta Mesir, Kini UEA Pulihkan Kediktatoran Arab

“Jika perang finansial ini benar terjadi, itu memalukan dan berbahaya tidak hanya bagi ekonomi Qatar, tapi juga ekonomi global.”

Intercept mengatakan menerima informasi tersebut dari perusahaan Global Leaks.

Rencana untuk melemahkan ekonomi Qatar disiapkan oleh Banque Havilland, sebuah bank yang berbasis di Luksemburg.

Kebocoran terbaru itu muncul saat ketegangan di Teluk memasuki bulan keenam.

Pada bulan Juni, Bahrain, Arab Saudi, UEA dan Mesir memutus hubungan diplomatik dengan Qatar dan memberlakukan blokade darat, laut dan udara setelah menuduhnya mendukung terorisme.

Qatar membantah keras tuduhan tersebut.

Serangan Hacker Isu Qatar dari UEA, Kementerian Dalam Negeri: Ini Buktinya

Dokumen yang diperoleh oleh The Intercept selanjutnya mengisyaratkan rencana untuk melepaskan Qatar dari perannya sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

UEA akan, menurut rencananya, meluncurkan sebuah kampanye PR yang memusatkan perhatian pada kelemahan finansial Qatar, melontarkan kasus bahwa Doha tidak mampu menyelenggarakan acara olahraga tersebut.

“Mereka pasti menyerang tuan rumah Piala Dunia 2022 dengan satu atau berbagai cara lain,” kata Al Thani.