Pasukan Zionis Tangkap Pemimpin Kelompok Jihad Islam Palestina

14 November 2017
Pasukan Zionis Tangkap Pemimpin Kelompok Jihad Islam Palestina

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Yahudi Israel menangkap seorang pemimpin kelompok Jihad Islam Palestina di Tepi Barat yang dijajah pada hari Senin (13/11/2017), militer mengatakan bahwa ketegangan antara kedua belah pihak terus meningkat, Anadolu Agency melaporkan.

Penangkapan tokoh Jihad Islam senior, yang diidentifikasi kelompok sebagai Tareq Qa’adan yang berusia 47 tahun, muncul setelah zionis mengancam akan menanggapi sebuah serangan yang diyakini sedang direncanakan kelompok tersebut untuk membalas Israel yang menghancurkan salah satu jembatan terowongan lintas-perbatasan dua pekan lalu, membunuh 10 pejuang kelompok Jihad Islam Palestina dan dua anggota Hamas.

7 Warga Palestina Tewas Dibom oleh Serangan Udara Zionis

“Kami mengetahui bahwa kelompok Jihad Islam Palestina berencana melawan Israel. Mereka bermain dengan api dengan mengorbankan semua penduduk Gaza,” kata Mayor Jenderal Yoav Mordechai, kepala otoritas militer zionis di wilayah-wilayah pendudukan Palestina dalam sebuah pesan berbahasa Arab pada Sabtu malam

Dia memperingatkan Israel akan memberikan respon “keras dan tegas” yang akan menargetkan pemimpin Jihad Islam yang berbasis di Damaskus serta gerakan Hamas, yang telah memerintah Gaza dalam dekade terakhir. Pesan tersebut kembali disuarakan oleh Perdana Menteri zionis Israel Benjamin Netanyahu pada hari Ahad.

Israel pekan lalu juga mengumumkan bahwa mereka telah menemukan mayat lima pejuang Jihad Islam dari terowongan yang hancur, yang melintasi Gaza ke wilayah Israel.

Pemimpin senior Jihad Islam Khaled al-Batsh mengatakan pada hari Ahad bahwa kematian pejuangnya “tidak akan luput dari balasan.”

“Pertemuan kami dengan mereka tidak akan ditutup kecuali dengan balasan,” katanya.

PBB juga menyuarakan keprihatinannya tentang ancaman serangan Jihad Islam dan kemungkinan dampaknya yang akan segera terjadi, khususnya terhadap proses rekonsiliasi yang sedang berlangsung antara faksi Palestina terkemuka Fatah dan Hamas untuk membawa Gaza kembali di bawah kendali Otoritas Palestina yang diakui secara internasional.