Kamis, 10 Ramadhan 1447 / 26 Februari 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Penulis: Deddy Purwanto

Donald Trump Percepat Pembukaan Kedutaan AS di Al Quds

06 Mar 2018 09:04:05
Donald Trump Percepat Pembukaan Kedutaan AS di Al Quds

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Presiden Donald Trump memberi isyarat pada hari Senin (5/3/2018) bahwa dia mungkin akan mengunjungi Yerusalem (Al Quds) untuk menandai pembukaan kedutaan AS di sana pada bulan Mei.

“Saya mungkin datang, saya mungkin datang,” kata Trump menanggapi pertanyaan seorang reporter saat memberikan sambutan singkat di Gedung Putih di samping Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu. “Jika saya bisa, saya akan melakukannya,” lansir Anadolu Agency.

AS mempercepat langkah memindahkan markas diplomatiknya dari Tel Aviv ke Yerusalem bulan lalu, dengan harapan dapat mengadakan pembukaan seremonial pada hari yang sama dengan perayaan ulang tahun Israel yang ke-70 pada tanggal 14 Mei.

Trump Hubungi Mahmoud Abas, Putuskan Perpidahan Kedutaan AS ke Yerusalem Hari Ini

Relokasi tersebut rencananya akan selesai pada akhir 2019.

Rencana tersebut adalah prioritas pertama Amerika Serikat setelah pada bulan Desember Trump mengumumkan keputusan nyelenehnya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, yang menimbulkan badai kecaman dari masyarakat internasional, termasuk sekutu dekat Washington.

Sejauh ini, tidak ada negara lain yang mengikuti jejak Washington, meskipun para pemimpin Israel menyeru untuk melakukannya, dan keputusan tersebut semakin meningkatkan usaha Amerika untuk menegosiasikan kesepakatan damai Palestina-Israel yang semakin sulit dipahami setelah deklarasi tersebut.

Status Yerusalem telah lama dianggap sebagai masalah yang harus diselesaikan dalam negosiasi status akhir namun pada hari Senin Trump malah terus mendesak keputusannya keluar dari meja perundingan. Palestina menganggap sebelah timur kota yang diperebutkan sebagai ibu kota negara mereka.

Cendekiawan Muslim Internasional Tolak Rencana Pemindahan Kedutaan AS di Tel Aviv ke Al Quds

Yerusalem Timur telah dijajah oleh Israel sejak tahun 1967 dan pemimpin Palestina secara terang-terangan telah menolak peran perantara bagi AS setelah mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Trump mengatakan bahwa orang-orang Palestina yang ingin kembali ke meja perundingan “sangatlah buruk,” seraya menambahkan “kita memiliki tembakan” untuk memperdebatkan kesepakatan damai.

Netanyahu mengucapkan terima kasih kepada Trump karena telah melakukan tindakan atas Yerusalem. “Ini akan diingat oleh orang-orang dalam waktu lama, yang lain hanya membicarakannya, Anda melakukannya,” katanya.

Kategori : Internasional

Tags : al quds Kedutaan AS palestina tepi barat yerusalem

Hingga Kemarin Rezim Syiah Assad Tetap Bantai Warga Sipil Ghouta, 38 Tewas

06 Mar 2018 08:13:07
Hingga Kemarin Rezim Syiah Assad Tetap Bantai Warga Sipil Ghouta, 38 Tewas

GHOUTA TIMUR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 38 warga sipil tewas pada hari Senin (5/3/2018) oleh pasukan rezim Assad di distrik Ghouta, Suriah timur, menurut sumber pertahanan sipil setempat.

Rezim Syiah Assad terus melakukan serangan darat dan udara di Ghouta Timur, sebuah daerah pinggiran Damaskus, terlepas dari inisiatif gencatan senjata terpisah yang disahkan oleh Rusia dan Dewan Keamanan PBB.

Menurut the White Helmets, sebuah badan pertahanan sipil setempat, 11 warga sipil tewas hari Senin oleh serangan udara dan serangan rudal di lingkungan Jisreen distrik tersebut, lansir Anadolu Agency.

Sedikitnya 27 warga sipil lainnya tewas pada hari yang sama akibat serangan udara dan darat rezim di lingkungan Duma dan Harasta dan di kota-kota Hammuriyah, Harasta, Saqba, Semelka, Kafr Batna, Beit Sawa, Misraba dan Al-Ashari.

46 Truk Kemanusian Memasuki Ghouta Timur Namun 70% Obat-obatan Disita Rezim Assad

Pada hari Sabtu, pasukan rezim dan milisi sekutu maju ke beberapa wilayah yang dikuasai oposisi, menangkap kota al-Nashabiya dan desa-desa di Otaya dan Hazrama.

Sejak 19 Februari, sedikitnya 794 orang telah terbunuh di Ghouta Timur dan jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat lagi karena serangan rezim terus berlanjut.

Rumah bagi sekitar 400.000 orang, Ghouta Timur tetap berada di bawah pengepungan dan blockade rezim yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir.

Dalam delapan bulan terakhir, pasukan rezim telah meningkatkan pengepungan mereka, sehingga makanan atau obat-obatan hampir tidak mungkin masuk ke distrik tersebut dan membuat ribuan orang membutuhkan perawatan medis.

Kategori : Internasional

Tags : ghouta Rezim Syiah Bashar Assad Timur

Konflik Warga Buddha dengan Kaum Muslim Meningkat di Sri Langka, 1 Buddhis Tewas

06 Mar 2018 08:01:50
Konflik Warga Buddha dengan Kaum Muslim Meningkat di Sri Langka, 1 Buddhis Tewas

SRI LANGKA (Jurnalislam.com) – Sri Lanka memberlakukan jam malam di sebuah pusat kota yang populer di kalangan turis setelah berhari-hari kerusuhan antara umat beragama dimana seorang pria Buddhis tewas dan tempat usaha milik Muslim terbakar.

Polisi mengatakan pada hari Senin (5/3/2018) bahwa telah terjadi kerusuhan dan serangan pembakaran sejak akhir pekan di distrik Kandy, sementara sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kekerasan tersebut menyebar ke seluruh negara kepulauan Asia Selatan tersebut.

“Jam malam diberlakukan untuk mengendalikan situasi di daerah tersebut,” kata juru bicara kepolisian Ruwan Gunasekera.

Petugas polisi ditempatkan siaga tinggi di Kandy untuk memastikan “situasi tidak berubah menjadi serangan antar-komunal,” kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Massa Buddha membakar bisnis milik kaum Muslim dan menyerang sebuah masjid di bagian timur negara tersebut.

Pejabat lokal mengatakan lebih dari dua lusin tersangka telah ditahan oleh polisi sehubungan dengan serentetan serangan pembakaran, sementara perwira senior juga melancarkan penyelidikan atas tindakan polisi tersebut.

Massa Buddha Serang Masjid di Srilangka Timur, Sejumlah Umat Muslim Terluka

Rajith Keerthi Tennakoon, direktur eksekutif Pusat Hak Asasi Manusia Sri Lanka (the Centre for Human Rights Sri Lanka), mengutuk “inefisiensi polisi yang tidak terduga” yang menurutnya menyebabkan kekerasan tersebut terjadi.

“Beberapa media sosial menyerukan warga Sinhala untuk berkumpul di kota Teldeniya pada pukul 10. Pada pukul 11:00, kecenderungan terjadinya konfrontasi kekerasan muncul saat massa berkumpul. Penghancuran properti Muslim mulai berlangsung sekitar pukul 13:00,” kata Tennakoon kepada Al Jazeera.

Kekerasan memburuk setelah seorang pria dari kelompok mayoritas Sinhala yang sebagian besar beragama Buddha meninggal karena luka-luka yang dideritanya dalam sebuah kerusuhan.

Kandy adalah wilayah terakhir yang diganggu oleh konflik agama dan etnis di Sri Lanka, sebuah negara berpenduduk 21 juta orang.

Najah Mohamed, sekretaris partai the National Front for Good Governance di Sri Lanka, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan menyebar ke seluruh negeri, tidak hanya di Kandy.

“Kami menghadapi situasi yang sama dengan yang dialami oleh pemerintah sebelumnya dimana ketegangan, kebencian, dan kekerasan terhadap umat Islam merajalela terutama karena mereka adalah komunitas yang tersebar,” kata Mohamed.

Kekerasan beragama dan etnis bisa berubah mematikan di Sri Lanka, di mana umat Islam menyumbang 10 persen populasi dan umat Buddha Sinhala membentuk hampir 75 persen.

Beberapa pengamat menyalahkan kelompok ekstrimis garis keras Buddha Bodu Bala Sena (BBS) atas kekerasan yang sedang berlangsung.

“Massa BBS yang kejam memanipulasi situasi untuk memicu serangan terhadap umat Islam dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mulai menyerang orang. Pada sore hari polisi berjaga dan jam malam diberlakukan di sini, namun masih ada insiden yang tidak dilaporkan,” kata Mohamed.

Kekerasan agama bukanlah hal baru di pulau ini. Kampanye anti-Muslim diluncurkan menyusul kerusuhan Aluthgama yang mematikan pada bulan Juni 2014.

Presiden Maithripala Siresena telah berjanji untuk menyelidiki kejahatan anti-Muslim setelah mengambil alih kekuasaan pada tahun 2015, namun tidak ada kemajuan signifikan yang dilaporkan.

Kategori : Internasional

Tags : sri langka

46 Truk Kemanusian Memasuki Ghouta Timur Namun 70% Obat-obatan Disita Rezim Assad

06 Mar 2018 07:41:30
46 Truk Kemanusian Memasuki Ghouta Timur Namun 70% Obat-obatan Disita Rezim Assad

GHOUTA TIMUR (Jurnlislam.com) – Sebuah konvoi 46 truk yang membawa bantuan kemanusiaan telah memasuki Ghouta Timur melalui sebuah pos pemeriksaan yang dikendalikan rezim untuk pertama kalinya dalam waktu yang sekian lama, namun pasokan medis penting malah disita oleh militer rezim Syiah.

Robert Mardini, kepala operasi Timur Tengah untuk Komite Palang Merah Internasional – the International Committee of the Red Cross (ICRC), mengatakan dalam sebuah tweet pada hari Senin (5/3/2018) bahwa sebuah konvoi yang membawa bantuan yang sangat dibutuhkan untuk puluhan ribu orang sedang dalam perjalanan ke Ghouta Timur, lansir Aljazeera.

Konvoi tersebut juga membawa perlengkapan bedah dan obat-obatan, serta 5.500 kantong makanan dan tepung yang cukup untuk 27.500 orang.

Ali al-Za’tari, seorang pejabat senior PBB untuk konvoi tersebut, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa akan membutuhkan waktu berjam-jam untuk melepaskan bantuan tersebut di daerah kantong yang dikepung, dan kemungkinan baru akan meninggalkan Ghouta Timur di malam hari.

Seorang pejabat World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa rezim Assad malah memerintahkan untuk melucuti 70 persen obat-obatan keluar dari konvoi, mencegah peralatan pengobatan trauma, perlengkapan bedah, insulin dan bahan vital lainnya mencapai daerah tersebut.

Terus Digempur Syiah Assad Ribuan Warga Pinggiran Damaskus Tinggalkan Rumahnya

ICRC membenarkan beberapa peralatan medis telah disita namun tidak memberikan rincian.

Lebih dari 700 warga sipil terbunuh dalam serangan udara yang dimulai sejak 18 Februari.

Daerah tersebut, yang menampung 400.000 orang, telah dikepung oleh rezim Nushairiyah sejak kelompok oposisi bersenjata menguasai pada pertengahan 2013.

Pemboman di wilayah tersebut menewaskan sedikitnya 45 warga sipil pada hari Senin, kata the Syrian Observatory for Human Rights (SOHR).

Monitor perang yang berbasis di Inggris itu mengatakan sedikitnya 19 korban tewas di kota Hammuriyeh, di mana bom barel dijatuhkan.

SOHR mengatakan bahwa jumlah korban tewas dapat meningkat karena banyaknya korban yang terkepung di bawah reruntuhan.

Za’tari mengatakan bahwa dia “tidak senang” mendengar laporan pengepungan ketat di dekat titik persimpangan ke Ghouta Timur meskipun ada kesepakatan bahwa bantuan tersebut dapat didistribusikan dengan aman.

“Kita perlu diyakinkan bahwa kita akan bisa memberikan bantuan kemanusiaan dalam kondisi baik,” katanya.

Gencatan senjata 30 hari yang dipilih dengan suara bulat oleh anggota Dewan Keamanan PBB pada 24 Februari sebagian besar gagal bertahan.

Warga Ghouta Timur, yang terletak di sebelah timur Damaskus dan dikenal sebagai pembuat roti ibukota, sebelumnya telah menyuarakan skeptisisme mereka terhadap “jeda kemanusiaan” lima jam usulan Rusia yang dimulai pada hari Selasa lalu.

Kategori : Internasional

Tags : Ghouta Timur Konflik Suriah

Pasukan Kurdi Cegah Warganya Lari dari Pertempuran di Kota Afrin

05 Mar 2018 10:15:54
Pasukan Kurdi Cegah Warganya Lari dari Pertempuran di Kota Afrin

SURIAH (Jurnalislam.com) – Seorang pejabat PBB menyatakan keprihatinannya atas laporan warga sipil yang tewas dan luka-luka akibat pertempuran Turki dengan pasukan Kurdi (YPG) yang didukung AS di Suriah barat laut.

Koordinator Kemanusiaan PBB Panos Moumtzis juga mengatakan pada hari Ahad (4/3/2018) bahwa pemerintah daerah mencegah warga sipil yang mencoba melarikan diri dari pertempuran di daerah tersebut, lansir Aljazeera.

Puluhan ribu orang sekarang mengungsi di daerah kantong yang dikuasai Kurdi, sementara 5.000 lainnya berhasil mencapai desa-desa sekitar dan kota Aleppo, katanya dalam sebuah pernyataan.

“Kami terus menerima laporan dari Afrin tentang warga sipil yang tewas dan luka-luka, dan pembatasan gerakan sipil sebagai hasil operasi militer yang sedang berlangsung,” kata Moumtzis.

924 Target Militer Teror Dukungan AS Dihancurkan Turki

“Mereka yang mengambil risiko dengan mengungsi dihentikan di titik keluar oleh pemerintah daerah Kurdi di Afrin, mencegah mereka mengakses area yang lebih aman.”

Pada tanggal 20 Januari, Turki meluncurkan operasinya untuk membersihkan pasukan Kurdi dari Unit Perlindungan Rakyat (YPG) dari perbatasannya di utara Suriah. Militer mengatakan pada hari Ahad bahwa lebih dari 2.660 “milisi” telah “dinetralisir” sejak serangan tersebut dimulai.

Militer Turki mengatakan “hanya target militer yang dihancurkan” dan “perhatian sepenuhnya” diambil untuk menghindari jatuhnya korban warga sipil.

Turki, yang didukung oleh milisi Suriah yang bersekutu, telah mendapatkan kemajuan dalam beberapa hari terakhir melawan milisi YPG Kurdi.

The Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris, yang melaporkan perang melalui sumber di darat yang tersebar luas, mengatakan bahwa kemajuan tersebut tampaknya akan mengepung kota Afrin, di mana satu juta orang diperkirakan tinggal.

Observatorium Suriah itu mengatakan pasukan Turki telah maju sejauh 12 kilometer dari Afrin.

Pasukan Turki merebut kota Rajo pada hari Sabtu, dan Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan bahwa mereka maju menuju kota Afrin “selangkah demi selangkah.”

Dia mengatakan pada hari Ahad bahwa memerangi “terorisme” adalah “hak yang paling sah di negara ini.

Turki Terjunkan Tentara Wanita di Suriah

“Dimanapun asal ancaman terhadap negara kita, tempat itu menjadi target kami,” kata Yildirim dalam sebuah pidato di provinsi barat Provinsi Mugla.

“Kami menginginkan perdamaian di wilayah ini. Kami menginginkan persaudaraan. Kami menginginkan ketenangan. Kami menginginkan terbentuknya lingkungan kepercayaan, itulah yang sedang kami perjuangkan,” tambahnya.

Turki menolak seruan internasional untuk menangguhkan serangan Afrin sesuai dengan gencatan senjata PBB, yang terkait dengan atau kelompok lain yang dianggap teror.

Turki memandang YPG sebagai perpanjangan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang melancarkan perang puluhan tahun melawan peraturan Ankara.

YPG telah menjadi sekutu penting bagi AS dalam perang di Suriah.

Kategori : Internasional

Tags : Afrin Konflik Suriah turki YPG

Cabang Al Qaeda di Afrika Tingkatkan Serangan pada Pasukan Asing

05 Mar 2018 09:35:18
Cabang Al Qaeda di Afrika Tingkatkan Serangan pada Pasukan Asing

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Selama beberapa hari terakhir, faksi jihad al Shabaab, cabang Al Qaeda di Somalia dan Afrika Timur, mengaku telah melakukan beberapa serangan terhadap pasukan Somalia dan Uni Afrika di Somalia selatan, The Long War Journal melaporkan,Ahad (34/3/2018).

Serangan pertama adalah percobaan pemboman istisyhad di sebuah pangkalan militer Somalia di dekat kota Afgoye, sebelah utara Mogadishu. Sebuah bom mobil diledakkan di dekat perimeter dasar, menewaskan satu tentara dan melukai tiga lainnya. Namun, saat ketiga tentara tersebut diangkut untuk mendapat perawatan medis, Shabaab menyergap kendaraan tersebut dengan alat peledak improvisasi (improvised explosive device-IED). IED membunuh empat tentara di dalam truk tersebut.

Al Shabab Serang Pangkalan Militer Uni Afrika dengan Bom Mobil

Sumber lain melaporkan jumlah korban gabungan mendekati 11 orang. Selain itu, sumber lain juga menyatakan bahwa pasukan asing, yaitu warga Afrika Selatan, tewas dalam pemboman martir di pangkalan tersebut.

Tak lama kemudian, pasukan Shabaab juga menyerang sebuah konvoi tentara Burundi di dekat Balad, yang juga berada di utara Mogadishu. Para jihadis memukul pasukan Uni Afrika dengan senjata ringan dan bahan peledak, menghancurkan beberapa kendaraan dan membiarkan sedikitnya lima tentara Burundi tewas. Setelah penyergapan tersebut, Shabaab kemudian melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Balad, yang secara singkat mengambil kendali atas kota tersebut. Ketika AMISOM mengirim bala bantuan ke daerah tersebut, para jihadis kemudian mengundurkan diri.

Hari ini (Ahad), Shabaab telah mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan Ethiopia di dekat kota Baidoa. Walaupun Shabaab mengaku telah membunuh 30 tentara dalam serangan itu, laporan lokal belum mengkonfirmasi jumlah tersebut.

Al Shabab Rebut Kota di Somalia setelah Pasukan PBB Uni Afrika Ditarik Mundur

Shabaab dengan cepat bertanggung jawab atas serangan-serangan yang pernah terjadi, dengan mengatakan pasukannya membunuh lebih dari 80 tentara Somalia di Afgoye, 23 tentara Burundi di Balad, dan 30 tentara Ethiopia di dekat Baidoa. Namun, Shabaab sering membesar-besarkan jumlah korban dalam serangannya.

Di tempat lain, kelompok jihad Somalia juga membunuh lima petugas polisi Kenya di Kenya utara kemarin.

Al Shabaab Serang Pangkalan Militer Somalia, 26 Pasukan Tewas

Al Shabaab telah bangkit kembali di Somalia sejak mundur dari serangan gabungan Uni Afrika (AU) dan Somalia pada tahun 2011. Kelompok jihad tersebut perlahan-lahan secara metodis mengambil beberapa kota dan desa di Somalia tengah dan selatan – seringkali setelah pasukan AU atau Somalia mundur.

Shabaab juga tetap menjadi ancaman kuat bagi Uni Afrika dan pangkalan militer Somalia di Somalia tengah dan selatan. Cabang Al Qaeda itu juga tetap menjadi bahaya serius di Kenya utara, di mana mereka telah melakukan beberapa serangan dan serangan alat peledak improvisasi dan bahkan meningkatkan tempo operasinya di sana tahun lalu.

 

Kategori : Internasional

Tags : Al Qaeda al shabab somalia

Uni Emirat Arab Diduga Danai Kampanye Donald Trump

05 Mar 2018 09:19:20
Uni Emirat Arab Diduga Danai Kampanye Donald Trump

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Seorang penasihat khusus menyelidik dugaan upaya Uni Emirat Arab (UEA) untuk memberi bantuan kepada anggota tim kampanye Donald Trump selama pemilihan AS tahun 2016, sebuah laporan berita mengatakan, lansir Aljazeera, Ahad (4/3/2018).

The New York Times melaporkan pada hari Sabtu (03/03/2018) bahwa George Nader – penasihat penguasa de facto UEA – telah ditanyai “untuk mendapatkan informasi tentang kemungkinan upaya Emiratis dalam membeli pengaruh politik dengan mengarahkan uang untuk mendukung Mr Trump selama kampanye kepresidenan, menurut orang-orang yang memiliki pengetahuan tentang diskusi.”

Nader, yang digambarkan sebagai staff Gedung Putih, diduga ikut serta dalam diskusi mengenai kebijakan luar negeri Amerika di kawasan Teluk dengan kepala ahli strategi Stephen Bannon dan penasihat senior Jared Kushner segera setelah Trump menjabat.

Mantan Kepala FBI Ditugaskan Selidiki Kecurangan Trump pada Pemilu 2016

Laporan The Times menyoroti adanya sebuah memo yang dikirim ke Nader oleh Elliot Broidy, penggalang dana utama Partai Republik, yang diduga mengkonfirmasikan upaya untuk menerapkan kebijakan AS yang mendukung UEA.

Perusahaan keamanan swasta milik Broidy, Circinus, dilaporkan telah menandatangani kesepakatan dengan pemerintah UEA yang dijalankan dalam ratusan juta dolar sejak pelantikan Trump.

Broidy diduga mencoba mengatur pertemuan satu lawan satu antara Pangeran Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed dan Trump dalam “suasana informal” – yang kemudian ditegur oleh Penasihat Keamanan Nasional, HR McMaster.

Berbicara kepada Al Jazeera, mantan jaksa agung AS Bruce Fein mengatakan, walaupun bukan sesuatu yang ilegal jika pemerintah asing mencoba mempengaruhi kebijakan, namun upaya ini harus didokumentasikan.

“Pihak ketiga harus mendaftar di bawah registrasi agen asing dan harus mengungkapkan kepada publik bahwa mereka bertindak atas nama pemerintah asing. Itu tampaknya tidak terjadi dalam kasus khusus ini,” kata Fein.

Trump dan Putin dalam Sambungan Telepon: Bagaimana Caranya Kalahkan Kelompok Jihad

Laporan The Times penting karena untuk pertama kalinya sebuah negara selain Rusia dikaitkan dengan penyelidikan pengaruh politik yang dipimpin oleh Penasihat Khusus Robert Mueller.

“Kenyataan bahwa Anda memiliki begitu banyak negara asing yang terlibat di sini … menunjukkan ada bahaya yang mencoba mencampuradukkan pemerintahan dan bisnis. Usaha yang dilakukan pemerintah Negara-negara tersebut menunjukkan bahwa mereka yakin ada kemungkinan untuk berhasil, jika tidak, mereka tidak akan membuang-buang waktu,” kata Fein.

The Washington Post bulan lalu melaporkan bahwa empat negara, termasuk UEA, mungkin telah berusaha memanfaatkan kurangnya pengalaman Kushner dan hutang bisnis keluarganya untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah AS.

 

 

Kategori : Internasional

Tags : AS Donald Trump UEA

Bahas Tragedi Kemanusian di Suriah, Erdogan dan Presiden Perancis Rencanakan Ini

05 Mar 2018 06:46:26
Bahas Tragedi Kemanusian di Suriah, Erdogan dan Presiden Perancis Rencanakan Ini

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mitranya dari Prancis Emmanuel Macron membahas mengenai krisis kemanusiaan di wilayah Ghouta Timur yang dikepung Suriah, kata satu sumber kepresidenan, Ahad (4/3/2018).

Percakapan telepon terjadi saat serangan pasukan rezim Syiah Bashar al-Assad terus berlanjut pada warga sipil di daerah oposisi di dekat ibukota Damaskus meskipun ada keputusan untuk melaksanakan gencatan senjata yang dibuat secara terpisah oleh Rusia dan Dewan Keamanan PBB, lansir Anadolu Agency.

Kedua pemimpin sepakat untuk mengintensifkan perundingan tingkat tinggi untuk menerapkan gencatan senjata dan untuk membuka jalan demi memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil di wilayah tersebut, kata sumber, yang meminta tidak disebutkan namanya karena pembatasan untuk berbicara dengan media.

Terus Digempur Syiah Assad Ribuan Warga Pinggiran Damaskus Tinggalkan Rumahnya

Selama percakapan telepon, Erdogan menyebutkan pertemuan puncak pemimpin Turki, Rusia dan Iran, dijadwalkan pada awal April, dan menekankan pembentukan Komite Konstitusi, yang diputuskan di Kongres Sochi, untuk berkontribusi pada kebangkitan kembali proses Jenewa.

Kedua pemimpin sepakat untuk melanjutkan dialog bersama mengenai Suriah.

Berbicara tentang Operasi Olive Branch yang terus berlanjut, Erdogan mengatakan bahwa operasi tersebut akan memberantas ancaman terhadap keamanan nasional Turki serta memberikan kontribusi pada perdamaian rakyat di wilayah tersebut.

Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operation Olive Branch untuk membersihkan teroris dukungan militer AS, YPG/PKK dari Afrin, Suriah barat laut.

Erdogan juga mengecam serangan teror hari Jumat di pusat kedutaan dan budaya Prancis di Burkina Faso.

Kategori : Internasional

Tags : Konflik Suriah perancis turki

Terus Digempur Syiah Assad Ribuan Warga Pinggiran Damaskus Tinggalkan Rumahnya

05 Mar 2018 06:38:51
Terus Digempur Syiah Assad Ribuan Warga Pinggiran Damaskus Tinggalkan Rumahnya

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Ribuan warga pinggiran Ibukota telah melarikan diri dari serangan yang dipimpin oleh pasukan Syiah Assad di daerah kantong Gharsa yang dikuasai oposisi di dekat Damaskus karena rezim Bashar al-Assad bersumpah bahwa pertempuran akan berlanjut sampai “pelukan oposisi” diberantas.

Pasukan rezim Suriah telah menyita sekitar seperempat wilayah dalam beberapa hari ini, the Syrian Observatory for Human Rights mengatakan pada hari Ahad (4/3/2018). Didukung oleh serangan udara Rusia, militer Suriah telah maju di beberapa wilayah, mengambil kembali kontrol atas peternakan dan desa, media rezim melaporkan.

Pasukan Assad menduduki sejumlah distrik termasuk Al-Nashabiyeh dan Otaya dan telah “memukul mundur kelompok-kelompok oposisi” di pinggiran timur Damaskus, media Suriah mengutip dari seorang sumber militer yang mengatakan, lanasir Aljazeera.

Warga Ghouta: Sejak PBB Umumkan Gencatan Senjata, Belum ada Bantuan Kemanusian Hadir

Mereka telah mencapai pusat daerah kantong terkepung di tepi Beit Sawa, menurut Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris tersebut. Media Militer Pusat mengatakan pasukan rezim Suriah telah tiba di pinggiran Mesraba, di Ghouta tengah.

Oposisi dipaksa mundur dan berkumpul kembali di Ghouta Timur karena kebijakan “bumi hangus” rezim Syiah Suriah yang melibatkan tembakan artileri berat, serangan udara, dan serangan helikopter, kata seorang juru bicara kelompok oposisi Jaish al-Islam pada hari Ahad.

Dalam pesan suara, juru bicara Hamza Birqdar bersumpah pasukan rezim Assad akan diusir dari wilayah yang mereka kuasai. Oposisi telah memperkuat posisi untuk menghadapi pasukan penyerang, tambahnya.

Oposisi Moderat Desak HTS Keluar dari Ghouta Timur dalam 15 Hari

Ghouta Timur, yang menampung sekitar 400.000 orang, berada di bawah pengepungan yang melumpuhkan dan pemboman setiap hari selama berbulan-bulan. Lebih dari 600 warga sipil terbunuh dalam dua pekan terakhir ini.

Seorang koresponden kantor berita AFP di dalam Ghouta Timur melihat ratusan warga sipil pada hari Ahad pergi meninggalkan kota Beit Sawa di tenggara daerah kantong tersebut.

Observatorium Suriah mengatakan sekitar 2.000 warga sipil telah melarikan diri dari serangan dan bentrokan rezim di wilayah timur ke bagian barat daerah wilayah tersebut.

“Semua orang berada di jalan. Kehancuran ada di mana-mana,” kata Abu Khalil, 35 tahun, sambil membawa seorang gadis kecil di pelukan dengan luka di wajahnya. “Banyak keluarga terjebak di bawah reruntuhan, petugas penyelamat tidak bisa mengatasinya.”

Pasukan Syiah Assad telah merebut lebih dari seperempat daerah kantong di ujung timur Damaskus setelah dua pekan melakukan pemboman brutal yang menghancurkan.

“Mayoritas [warga] di Ghouta Timur ingin melarikan diri dari pelukan terorisme. Operasi harus dilanjutkan,” kata Assad dalam siaran di televisi pemerintah.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad, PBB mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk memberikan bantuan kepada Douma, kota terbesar di Ghouta Timur, dengan mitranya di lapangan. Sebuah konvoi bantuan yang terdiri dari 46 truk akan diizinkan pada hari Senin dengan persediaan penunjang kesehatan dan gizi serta makanan bagi 27.500 warga. Konvoi tersebut akan dipimpin oleh Ali al-Za’atri, koordinator kemanusiaan PBB di Suriah.

“Kami berharap konvoi bisa berjalan sesuai rencana dan akan diikuti konvoi lain,” kata Za’tari.

PBB mengatakan telah menerima jaminan bahwa konvoi berikutnya akan didistribusikan pada 8 Maret.

Kategori : Internasional

Tags : Ghouta Timur Konflik Suriah

924 Target Militer Teror Dukungan AS Dihancurkan Turki

04 Mar 2018 11:34:29
924 Target Militer Teror Dukungan AS Dihancurkan Turki

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sebanyak 924 target militer PKK/KCK/PYD-YPG telah hancur akibat serangan udara sejak peluncuran Operation Olive Branch di wilayah Afrin barat laut Suriah, kata Staf Umum Turki dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (3/2/2018).

Pihak militer mengatakan sedikitnya 2.434 teroris “dinetralisir” sejak awal operasi.

Otoritas Turki sering menggunakan kata “dinetralisir” dalam pernyataan mereka untuk menyiratkan milisi yang bersangkutan menyerah atau terbunuh atau tertangkap.

Empat puluh satu tentara Turki tewas martir dan 199 lainnya terluka dalam bentrokan dengan teroris sejak awal operasi, tambahnya,

Lagi, Armada Perang Turki Bebaskan 8 Desa dari Milisi Dukungan AS di Afrin

Perawatan medis terhadap 63 tentara yang terluka telah selesai dan mereka kembali bertugas.

Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operation Olive Branch untuk membersihkan teroris YPG yang didukung miiter AS dari Afrin.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan wilayah Turki serta untuk melindungi warga Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas wilayah Suriah, katanya.

Armada Perang Turki Gempur Konvoi Pasukan Rezim Assad di Afrin dengan Artileri

Turki juga mengatakan bahwa hanya target militer yang dihancurkan dan bahwa “perhatian sepenuhnya” diambil untuk menghindari merugikan warga sipil.

Operasi melawan organisasi teror PKK/KCK terus berlanjut di provinsi-provinsi tenggara Turki dan Irak utara, kata militer Sabtu (03/03/2018).

Tujuh belas milisi “dinetralisir” di Sirnak, Siirt, Diyarbakir, Bitlis dan di Irak utara dari 24 Februari – 2 Maret, menurut pernyataan tersebut.

Pasukan Turki menghancurkan 23 target militer YPG dukungan AS yang digunakan sebagai tempat penampungan dan depot amunisi, dan lubang senjata. Beberapa senjata dan bahan peledak buatan tangan juga disita.

Militer mengatakan Turki telah membentuk delapan titik pengamatan di zona de-eskalasi Idlib di Suriah dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi gencatan senjata, mengakhiri bentrokan dan memberikan bantuan kemanusiaan dalam ruang lingkup perundingan Astana.

“Unsur-unsur Angkatan Bersenjata Turki melakukan tugas di wilayah tersebut sesuai dengan peraturan keterlibatan yang disepakati oleh negara penjamin selama perundingan Astana,” katanya.

Pasukan Turki Dihujani Roket dan Mortir saat Memasuki Idlib

Berdasarkan kesepakatan Astana, Turki ditetapkan untuk secara bertahap membangun 12 titik pengamatan, dari utara Idlib ke selatan.

Idlib, yang terletak di Suriah barat laut di perbatasan Turki, telah menghadapi serangan hebat oleh rezim Syiah Assad setelah sebuah perang global yang kejam pecah pada tahun 2011.

Sejak Maret 2015, Idlib tidak lagi berada di bawah kendali rezim Syiah Nushairiyah Assad dan telah dikuasai oleh kelompok oposisi militer dan faksi-faksi jihad Suriah.

Kategori : Internasional

Tags : Afrin PYD turki

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

5 Feb 2026 12:27:54
Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

5 Feb 2026 12:20:43
Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

5 Feb 2026 12:19:07
Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

31 Jan 2026 17:06:51

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED