Massa Buddha Serang Masjid di Srilangka Timur, Sejumlah Umat Muslim Terluka

Massa Buddha Serang Masjid di Srilangka Timur, Sejumlah Umat Muslim Terluka

SRILANKA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya lima orang terluka dan beberapa toko dan sebuah Masjid rusak dalam bentrokan antara mayoritas warga Buddha Sinhala dan umat Muslim minoritas di Sri Lanka timur, kata polisi pada hari Selasa (27/02/2018).

Ketegangan baru telah berkembang di antara kedua komunitas tersebut sejak tahun lalu, dengan beberapa kelompok Buddhis garis keras menuduh Muslim memaksakan orang untuk masuk Islam dan merusak situs arkeologi Buddhis, lansir Aljazeera.

Polisi telah dikerahkan di kota Ampara di bagian timur untuk mengendalikan kerusuhan tersebut setelah massa Buddha warga Sinhala menyerang sebuah masjid, empat toko dan beberapa kendaraan pada Senin malam, kata juru bicara Ruwan Gunasekara.

300 Gerombolan Buddha Myanmar Serang Kapal Bantuan Kemanusian di Rakhine Barat

Gunasekara mengatakan bahwa tidak ada penangkapan yang dilakukan sejauh ini.

Dewan Muslim Sri Lanka (the Muslim Council of Sri Lanka-MCSL), sebuah lembaga payung yang mencakup sebagian besar organisasi Muslim di Sri Lanka, mengecam serangan tersebut dan meminta pemerintah melakukan penyelidikan yang tidak memihak dan menangkap pelaku.

“Pemerintah memiliki tanggung jawab penuh untuk menjamin keselamatan dan keamanan semua warganya terlepas dari kepercayaan agama, kasta atau etnisitas,” kata Dewan tersebut dalam sebuah pernyataan.

“Bentuk kekerasan massa ini terus berkembang dan tempat usaha Muslim menjadi sasaran.”

Tahun lalu, para diplomat mengecam kekerasan terhadap umat Islam dan mendesak pemerintah untuk menegakkan hak-hak minoritas dan kebebasan beragama setelah lebih dari 20 serangan terhadap umat Islam, termasuk pembakaran atas bisnis dan Masjid milik kaum Muslim.

HAM Burma: Penyiksaan Sistematis Itu Didukung Pemerintah Myanmar, Biksu Buddha dan…

Presiden Maithripala Sirisena dan Perdana Menteri Ranil Wickremasinghe telah berjanji untuk melindungi kelompok minoritas, namun serangan terhadap umat Islam terus berlanjut.

Muslim berjumlah sekitar 9 persen dari 21 juta jiwa populasi Sri Lanka. Budha berjumlah sekitar 70 persen dan Hindu sekitar 13 persen.

Pemerintah mengakhiri perang sipil 26 tahun dengan mengalahkan sebagian besar kelompok oposisi Macan Tamil pada tahun 2009, dengan klaim kekejaman di kedua belah pihak.

PBB mengkritik Sri Lanka tahun lalu karena lambannya kemajuan dalam menangani kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia. PBB dan aktivis hak asasi manusia menuduh militer Sri Lanka membunuh ribuan warga sipil, kebanyakan orang Tamil, dalam pekan-pekan terakhir perang tersebut.

Bagikan
Close X